25 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 4487

Peringatan HKN Tahun 2020 di Batubara: Zahir Ajak ASN Sejahterakan Masyarakat

UJICOBA: Bupati BatuBara, Ir. H. Zahir, M.AP, Uji Coba Becak Motor Sampah, Bantuan Gubernur Sumatera Utara, Melalui Dinas Lingkungan Hidup Provsu, di Lapangan Bola Kaki Blok 8, Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Senin (17/2/2020.
Irmawan Mukhlis Aci

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara menetapkan tahun 2020, sebagai tahun prestasi untuk membangun kesejahteraan masyarakat Batubara. Hal itu disampaikan Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, M.AP usai memperingati Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di lapangan bola kaki, Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Senin (17/2).

Oleh karena itu, lanjut Zahir, seluruh ASN Kabupaten Batubara mulai Sekda, Asisten, OPD, Camat, dan seluruh Kepala Desa harus mampu bekerja secara disiplin.

Selain itu, Zahir juga meminta jajarannya untuk melayani masyarakat dengan baik. “Segera pelajari dengan cepat Peraturan Perundang-undangan, untuk mempermudah mengetahui pembangunan di Daerah Proyek Startegi Nasional,”ujarnya.

Lebih lanjut, Zahir mengemukakan, dirinya tidak mau lagi mendengar dari setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Batubara, tidak menyentuh untuk kesejahteraan masyarakat. Begitu juga dirinya tidak mau melihat ada lagi sampah berserakan di perkotaan dan di desa. “Cari dan persiapkan petugas untuk mengelola becak bermotor sampah, baik perawatan nya dan segala operasionalnya,” tegasnya. Zahir juga menyinggung soal penurunan kemiskinan dan mengenai Dana Desa Tahun 2020. “Pertanyaannya, kenapa masih ada kemiskinan? Berarti ada kesalahan Program.

Tentunya, sambung Zahir, setiap Kepala Desa dalam merencakan Anggaran Dana Desa Tahun 2020 harus menyentuh kesejahteraan masyarakat, baik infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat termasuk dana Bumdes Tahun 2020.

Dalam momentum menyambut Hari Kesadaran Nasional, Zahir mencanangkan Sensus BPS Go.id dalam mencatat Indonesia agar Daftar NIK dari KTP masyarakat terdaftar baik secara fisik maupun online. “Mari kita menyukseskan sensus penduduk Online Tahun 2020 ini bersama BPS dan Masyarakat Kabupaten Batu bara,”tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati BatubaraIr. H. Zahir, M.AP juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah yang telah memberikan bantuan berupa empat becak motor sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup Sumut. “Bantuan ini adalah salah satu bentuk perhatian Gubernur untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Batubara,”pungkasnya. Bantuan empat becak motor sampah itu, masing-masing diserahkan kepada 4 kecamatan, yaitu kepada Camat Air Putih, Camat Medang Deras, Camat Lima Puluh, dan Camat Tanjung Tiram. “Atas nama masyarakat dan Pemerintahan Daerah, saya ucapkan terima kasih,”bilangnya.

Hadir pada Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wakil Bupati Batu Bara, Forkopimda, Sekda Sakti Alam Siregar, para OPD, 141 Kepala Desa, 10 Lurah, Kepala Dusun, Tim Penggerak PKK Desa, Kecamatan dan Kabupaten Batu Bara. (mah-13/han)

Indofood Gelar Bogasari SME Award

SAMBUTAN: Senior Vice President Bogasari Mitra Card (BMC) Ivo Ariawan saat berbincang dengan karyawan saat pelatihan pembuatan roti di Jakarta, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari menggelar Gelegar Hadiah Bogasari Mitra Card Tahap 2 dan penganugerahan Bogasari SME Award 2019.

Senior Vice President Bogasari Mitra Card (BMC) Ivo Ariawan mengatakan, gelaran tersebtu merupakan salah satu upaya perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan UKM melalui berbagai program pembinaan yang dimiliki.

“Berbagai kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui program keanggotaan BMC antara lain edukasi seputar produk, strategi promosi dan pemasaran, dan perijinan. Bentuknya bisa berupa seminar, pelatihan, festival kuliner, dan kunjungan pelanggan,” kata Ivo, Minggu (16/2).

Ivo pun mengatakan, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berbahan dasar tepung terigu tidak hanya bertambah secara jumlah, tapi semakin berkembang dalam keanekaragaman pangan yang menyerap komoditas pertanian lokal. Hal ini ditunjukkan para UKM mitra Bogasari yang semakin kreatif dalam inovasi produk. Para UKM mitra Bogasari semakin menunjukkan kearifan lokal dan menjadi oleh-oleh khas daerah masing-masing.

Sebagai contoh, di Bandung ada Bagelen Ganyong Nana Mi yang menggunakan ubi sebagai bahan baku di luar tepung terigu. Di Samarinda ada Roti Durian Panglima, Cake Salak Kilo di Balikpapan, Nut Safir di Lombok yang menggunakan aneka biji-bijian sebagai bahan membuat kue kering dicampur dengan terigu, dan masih banyak lagi.

Langkah lain untuk mendukung UKM, tahun ini Bogasari akan kembali menggelar pelatihan bernama KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) di sekitar 20 kota. Selain itu, Bogasari juga akan menggelar festival mie dan jajanan, seperti yang berlangsung di 13 kota di tahun 2019 sebagai ajang promosi produk UKM.

“Bahkan untuk pengurusan perijinan seperti sertifikasi halal produk yang diwajibkan pemerintah, Bogasari akan memfasilitasi UKM seperti yang sudah diawali di tahun 2019 dengan pembuatan sertifikat halal produk untuk anggota UKM mie yang tergabung dalam Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro,” ujar Ivo.

Terkait penyelenggaraan Gelegar Hadiah BMC Tahap 2 yang berlangsung Minggu (16/2/2019) di Bandung, Ivo mengatakannya sebagai bentuk apresiasi Bogasari atas kemitraannya dengan UKM yang menjadi anggota BMC. Program Gelegar Hadiah BMC yang berlangsung 2 kali setahun dengan skala nasional ini akan mengundi ratusan hadiah dengan hadiah utama 5 paket umrah.

Hadiah lainnya adalah 5 sepeda motor niaga, 60 smartphone, 80 hand mixer dan 150 kupon belanja total senilai Rp 30 juta. Sementara itu, penganugerahan Bogasari SME Award adalah program puncak pembinaan Bogasari terhadap UKM yang digelar setiap tahun dari sejak 2010. Dari tahun ke tahun, para peserta yang diseleksi menjadi nominator Bogasari SME Award ini tidak hanya bertambah tapi semakin meluas asal daerahnya.

Seperti nominator Bogasari SME Award 2019, 15 nominator berasal dari 11 kota dari 9 provinsi yakni Aceh, Medan, Jambi, Palembang, Lampung, Jakarta, Surabaya, Malang, Sleman, Samarinda dan Balikpapan.

Para UKM mitra Bogasari yang lolos menjadi Nominator Bogasari SME Award 2019 ini adalah hasil penilaian dewan juri yakni dari pihak perbankan diwakili Bank BTPN, akademisi dari Universitas Prasetya Mulya, dan pemerintah diwakili Kementerian Koperasi dan UKM. 15 nominator ini dibagi dalam 3 kategori yakni Platinum, Gold dan Silver.

Pembagian 3 kategori ini sesuai dengan jenis keanggotaan BMC yang ditentukan dari konsumsi pemakaian terigu Bogasari.

Untuk kategori Platinum dengan pemkaian terigu di atas 12 ton per bulan adalah Dea Bakery asal Malang, Bakpia Kencana (Sleman), Roti Jepang Morinaga (Samarinda), Monica Loren (Lampung), dan Home Made Bakery (Jakarta).

Kategori Gold dengan pemakaian terigu antara 6 sampai 12 ton per bulan adalah Papa Cookies asal Bantul, Dynamic Natural Damai (Jakarta Utara), Indofrozen Food Sukses Mandiri (Surabaya), Cahaya Nikmah Bakery (Samarinda), dan Serba Jadi Bakery (Aceh).

Sementara kategori Siver yang pemakaian terigu di bawah 6 ton per bulan adalah Cake Salak Kilo (Balikpapan), Adila Snack (Jambi), My Bakery (Palembang), Ivan Bakery (Jambi), dan Mchery Piza (Medan). Dari setiap kategori ini akan dipilih satu The Best Achievment dan berhak atas hadiah senilai Rp 20 juta, sedangan untuk nominator Rp 7,5 juta.

“Keberhasilan para UKM menjadi nominator dan pemenang di ajang Bogasari SME Award ini sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa peluang usaha makanan berbasis terigu cukup besar dan menjanjikan secara keuntungan,” ujar Ivo. (kpc/ram)

Sekarang, Bayar SPP Sudah Bisa Pakai GoPay

SUMUTPOS.CO – Para orang tua dan wali murid kini dapat membayar SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam dan kegiatan ekstrakurikuler dengan GoPay. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills. Saat ini ada sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

“Hal ini sejalan dengan strategi GoPay untuk tetap menjadi dompet digital terdepan di Indonesia melalui inovasi dan pengembangan fungsi. Baru-baru ini, IPSOS perusahaan riset global, mengungkapkan GoPay sebagai dompet digital yang memiliki loyalitas pengguna tertinggi, dilihat dari jumlah pengguna yang tetap menggunakan GoPay meskipun tanpa promosi,” kata Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay, dalam rilisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin.

Arno menjelaskan, sebagai uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, GoPay terus meningkatkan loyalitas pengguna dengan selalu menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam bertransaksi.

“Mulai dari membayar berbagai layanan Gojek, tagihan, pajak, hingga donasi. Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah.

Orang tua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran,” katanya.

Sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2017, GoBills telah berkembang menjadi sebuah fitur lengkap yang memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk membayar berbagai jenis tagihan; tidak hanya pendidikan, pengguna setia Gojek dapat menggunakan fitur GoBills untuk membayar tagihan sehari-hari seperti air, listrik, pulsa, BPJS kesehatan, internet, TV kabel, asuransi, pajak hingga zakat.

“Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital,” tutup Arno.

Di bidang pendidikan, GoPay telah membantu Madrasah Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan di Semarang, Universitas Tarumanegara dan Universitas Bunda Mulia untuk mengimplementasikan QRIS. Di awal tahun 2019, GoPay juga telah menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara. (rel/ram)

SMAN I Berastagi Tuan Rumah Kegiatan Pramuka

solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Corry Seriwaty Sebayang merasa bangga dan salut dengan terpilihnya SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pramuka Scouting Challenges II yang digelar pada tanggal 14-16 Februari 2020.

Kegiatan ini diikuti Pramuka dari sekolah SMA di Provinsi Sumatera Utara, hingga Pramuka dari Provinsi Aceh. “Saya salut dan bangga SMA Negeri 1 Berastagi ini menjadi Tuan rumah dan sebagai penyelenggara kegiatan ini. Maka dari itu mari kita ikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab serta kedisplinan yang ada di tubuh Pramuka,” ujar Corry dalam sambutan pembukaan Scouting Challenges II, Jumat 14 Februari 2020.

Wakil Bupati Karo berpesan kepada peserta kegiatan Pramuka Scouting Challenges II sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa untuk terus berkarya, dan menghindari penyalahgunaan narkoba.

“Kepada adik adik Pramuka sebagainya calon-calon Pemimpin bangsa, teruslah berkarya, berbuat yang terbaik di lingkungan. Saya percaya adik adik Pramuka ini tidak pernah memakai Narkoba apalagi menyentuhnya. Saya percaya dan bangga akan itu. Saya juga anak Pramuka di era 70-an, jadi saya tahu persis bagaimana karakter Pramuka ini dan hingga sekarang saya tetap hormat kepada Kakak Pembina Pramuka,” ujarnya. Kegiatan Pramuka Scouting Challenges II diikuti Pramuka dari sekolah tingkat SMA di Provinsi Sumatera Utara hingga dari Provinsi Aceh sebanyak 20 pramuka dari SMA/sederajat. (deo/han)

Perda Pengelolaan Persampahan: Pemko Harus Sediakan Tempat Sampah

Sosialisasi: Anggota DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong saat sosialisasi Perda Persampahan. markus pasaribu/sumut pos
Sosialisasi: Anggota DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong saat sosialisasi Perda Persampahan. markus pasaribu/sumut pos
Sosialisasi: Anggota DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong saat sosialisasi Perda Persampahan. markus pasaribu/sumut pos
Sosialisasi: Anggota DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong saat sosialisasi Perda Persampahan.
Markus pasaribu/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan hingga hari ini belum diterapkan secara maksimal di masyarakat. Pemko Medan sebagai penyediaan fasilitas pendukung perda ini, harusnya menyediakan tempat sampah, sarana pengangkut sampah dan instrumen yang merupakan fasilitas persampahan lainnyan

“Ketika tanggungjawab pemerintah sebagai yang utama dilaksanakan, maka harapannya masyarakat bisa memahami fungsi dari aturan ini,” ujar Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rudiyanto Simangunsong, S.Pd.I saat saat melaksanakan Sosialisasi Perda tersebut di Jalan Sisingamangaraja,Minggu (16/2).

Sebab, lanjutnya, dalam memaksimalkan peran Perda Pengeloaan Persampahan di Kota Medan, merupakan tanggungjawab utama dari pemerintah Kota Medan.

“Dalam pelaksanaan Perda ini di masyarakat, tanggungjawab utama adalah pemerintah Kota Medan sendiri. Peran Pemerintah Kota harus signifikan, sehingga kesadaran masyarakat benar-benar tumbuh,” tegas Rudiyanto.

Sedangkan sanksi dalam perda ini misalnya, Rudiyanto menegaskan bahwa semangat dari sanksi adalah dalam rangka mengedukasi warga. “Dalam Perda ini ada sanksi pidana 3 bulan dan denda Rp10 juta bagi para pelanggarnya. Namun harus dipahami masyarakat, bahwa semangat dari sanksi ini adalah dalam rangka mengedukasi warga agar benar-benar memahami aturan ini dan mencintai lingkungannya,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini menyadari, terkait sanksi ini banyak elemen masyarakat yang meminta segera diterapkan. Meski begitu, banyak juga yang meminta sanksi dalam perda ini tidak buru-buru diterapkan karena sebagian besar warga belum tahu betul dengan adanya Perda ini.

“Jadi harus dipahami bersama penerapan sanksi dalam perda ini belum bisa dilakukan. Untuk itulah kita mendorong pemerintah kota Medan untuk memaksimalkan perannya di masyarakat,” jelasnya.

Dalam sosialisasi perda ini, warga yang hadir juga mengharapkan agar Pemko Medan mau memperhatikan fasilitas berupa tempat sampah di kawasan Kelurahan Masjid, fasilitas pengangkut sampah dan pengelolaan retribusi sampah. (map/ila)

Sidak di Brastagi Supermarket Rantauprapat Ditemukan Produk Tanpa Label BPOM

SIDAK: Tim gabungan DPRD dan Pemkab, MUI, BBPOM Labuhanbatu saat melakukan sidak di Brastagi Supermarket Rantauprapat.
fajar dame harahap

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi 2 DPRD Labuhanbatu, Asisten II Setdakab Labuhanbatu dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Dinkes dan MUI di Brastagi Supermarket di Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat, menemukan puluhan produk makanan dan minuman tanpa label BPOM, Senin (17/2).

“Ada puluhan produk yang kita curigai,” kata Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan saat memimpin sidak ke Brastagi Supermarket Rantauprapat.. Menurut Abdul Karim, puluhan varian produk makanan dan minuman luar negeri itu tak memiliki izin BPOM dan juga tanpa label halal. “Ada yang tak memiliki label halal dan juga tanpa izin POM. Ada tanpa label halal, namun memiliki izin BPOM,” jelasnya.

Dijelaskan Abdul Karim, sidak dilakukan bermula dari laporan masyarakat yang diterima DPRD Labuhanbatu, terkait produk makanan dan minuman luar negeri yang mencurigakan. Sebab, pada kemasan produk itu bertuliskan bahasa asing tanpa menerakan bahasa Indonesia. “Bagaimana cara produk ini dimasukkan ke dalam negeri. Tanpa bahasa Indonesia, produk sudah tidak sesuai dengan UU Konsumen. Sementara jika tanpa izin impor masuk, sudah urusan kepabeanan,”terangnya. Menurutnya, pihak managemen Brastagi Supermarket agar menyediakan etalase khusus bagi produk-produk yang tanpa label halal, agar hak konsumen dapat terlindungi.

“Kan ada konsumen produk yang tak berlabel halal, tapi juga mesti dilindungi hak konsumen muslim yang tak mengkonsumsi produk tak halal. Jikapun pada produk ada label halal, namun dari Malaysia. Dan Label Malaysia tidak berlaku di Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya juga, kata Karim membawa sejumlah produk yang mencurigakan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan bukti dalam sidak tersebut. “Kami bawa produk yang mencurigakan tersebut setelah kita lakukan pembelian,” tandasnya.

Pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian Labuhanbatu segera akan melayangkan surat teguran kepada pihak manajemen Brastagi Supermarket. Tujuannya, mengimbau agar menarik produk-produk yang tidak sesuai ketentuan berlaku. “Kita akan lakukan teguran. Dan meminta pengelola agar menarik produk tak memiliki izin BPOM dan tanpa label halal,” ujar Kadis Perindag Labuhanbatu, Chairuddin Nasution.

Sedangkan produk yang memiliki izin BPOM, agar disediakan etalase khusus untuk penjualan produk itu. Menurutnya, jika pihak Brastagi tak mengindahkan dan membandal, akan dilanjutkan dengan tahap pemberian sanksi hingga pencabutan izin perdagangan.

Chairuddin Nasution menegaskan, pihaknya akan melakukan hal serupa ke sejumlah pusat perdagangan modern lainnya di kota Rantauprapat.

Sementara itu, pihak manajemen Brastagi Supermarket Rantauprapat belum berhasil dikonfirmasi. Sebab, ponsel pribadi Humas Brastagi, Ferry Wijaya tak dapat dihubungi. Bahkan, pesan singkat yang terkirim tanpa balasan. (fdh/han)

BKD Setdaprovsu Belum Tahu Jabatan yang akan Dilelang

Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu mengamini bahwa dalam waktu dekat open bidding Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprovsu 2020 akan dilakukan.

“Saya baru dapat informasi rekomendasi KASN sudah ada (atas open bidding JPTP Pemprovsu). Dalam waktu dekat, belum pasti apakah di bulan dua ini atau bulan tigan

Itu semua tergantung pimpinan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Setdaprovsu, Afifi Lubis menjawab wartawan, Senin (17/2).

Soal berapa JPTP yang akan diseleksi ulang kembali nanti, pihaknya selaku penanggungjawab administrasi belum mengetahui. Namun menurut Afifi, dari sembilan jabatan yang lowong sebelumnya sebagian bakal ada yang dibuka lagi.

“Ada dua jalur dalam pengisian jabatan. Pertama melalui job fit dan kedua open bidding. Kemungkinan sebagian akan dibuka lagi (seleksi), lalu bisa saja melalui job fit berdasarkan asesmen yang dilakukan sebelumnya,” terangnya.

Ia menerangkan, job fit umumnya diterapkan untuk seluruh pejabat di lingkungan Pemprovsu. Sementara melalui open bidding, seluruh pejabat di pemerintahan Indonesia boleh mendaftar dan mengikutinya.

“Salah satunya bisa melalui asesmen (pengisian pejabat), baik rotasi ataupun mutasi. Kalau open bidding, pejabat dari luar Sumut boleh ikut selama persyaratannya mencukupi,” tuturnya.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebelumnya memberi lampu hijau pelaksanaan kembali seleksi terbuka JPTP Pemprovsu. Rekomendasi KASN tersebut sudah diberikan sejak 16 Desember lalu.

“Rekomendasi untuk selter JPTP (Pemprovsu) sudah ada tertanggal 16 Desember 2019, ya tentunya tindaklanjut hasil selter setiap tahapannya silahkan publik pantau saja,” kata Asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 2, Kusen Kusdiana, Kamis (13/2).

Menurut dia, Panitia Seleksi JPTP Pemprovsu sudah membalas surat KASN sekaligus menjawab alasan pembukaan ulang seleksi jabatan eselon II yang sebelumnya telah terlaksana.

“Iya, karena semua alasan yang diminta KASN sudah disampaikan oleh gubernur dengan ibu sekda melalui surat dan dokumen yang diminta KASN udah diterima KASN,” katanya.

Hanya saja mengenai jadwal pelaksanaan seleksi JPTP kapan dibuka, pihaknya belum mendapat informasi lanjutan. “Belum dapat laporan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, terdapat 10 pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu masih lowong dan saat ini dihuni plt. Yakni antara lain; Biro Organisasi, Biro Pemerintahan, BKD, BPKAD, BPPRD, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas PMPPTSP, Dinas Kehutanan, serta Dinas Pendidikan. Jumlah itu dapat bertambah karena ada beberapa pimpinan OPD yang akan memasuki masa pensiun.

Berdasarkan informasi dari BKD, sebanyak sembilan pejabat eselon II Pemprovsu masuk masa pensiun tahun ini. Yakni Sekretaris DPRD Sumut, Erwin Lubis, Asisten Administrasi Pemerintahan sekaligus Plt Kadis Pendidikan, Arsyad Lubis, Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Naufal Mahyar, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Ida Mariana, Kadis Perpustakaan dan Arsip Halen Purba, Kepala Satpol PP Suriadi Bahar, Kepala Badan Kesbangpol Antony Siahaan, Kabiro Bina Sosial dan Kesejahteraan M Yusuf, dan Kepala Dinas Perkebunan sekaligus Plt Kepala Dinas Kehutanan, Herawati. (prn/ila)

BPBD Binjai Bantu Pencarian Korban Hanyut

PENCARIAN: Personel BPBD Binjai melakukan penyisiran korban hanyut di Pantai Sehat, Desa Namukur.
IDRIS/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Meski bukan wilayah Pemerintah Kota Binjai secara administrasi, namun melalui personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah menunjukkan rasa kemanusiaannya, dengan melakukan pencarian korban hanyut di Pantai Sehat, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Langkat, Senin (17/2). “Ada 25 personel dari BPBD yang kami terjunkan untuk membantu proses pencarian tersebut,” kata Kepala BPBD Binjai, Ahmad Yani.

Selain personel, BPBD Binjai juga mengerahkan 1 truk serbaguna untuk mengangkut 3 perahu karet. Alat perahu karet dimaksud untuk membantu pencarian dengan melakukan penyisiran aliran sungai.

Terkait pencarian korban hanyut yang sampai saat ini belum ditemukan, kata dia, atas permintaan dari masyarakat untuk membantu mereka. “Terkait pencarian itu, itu merupakan wilayah Langkat. Nah, berhubung masyarakat telpon kita, jadi kita bantu turun dan menunjukkan rasa kemanusiaan,” kata jebolan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ini. Namun, Yani bilang, personel BPBD Binjai tidak siaga. Artinya, tidak mendirikan posko sampai korban hanyut yang dicari ditemukan.

Sebab, wilayahnya secara administratif masuk ke Pemerintah Kabupaten Langkat. “Kalau di tempat kita (administratif wilayah Pemko Binjai), sudah pasti buat posko dan melakukan pencarian sampai ketemu baru turunkan posko dan balik kanan,” beber dia.

Sementara, korban hanyut yang masih dalam proses pencarian berinisial L. Seorang bocah berusia 10 tahun yang berstatus sebagai pelajar warga Pasar Pinter, Desa Emplasmen, Sei Bingai, Langkat. Ceritanya, korban hanyut tersebut sedang mandi-mandi di Pantai Sehat, Minggu (16/2) petang. “Korban sedang mandi bersama temannya berinisial PNA (13) berstatus pelajar warga Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan,” jelas Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting.

Entah bagaimana, korban bisa hanyut. Diduga, korban terseret arus sungai yang saat itu sedang deras. Oleh korban selamat, menyampaikan informasi ke warga lainnya. Tak lama berselang, Feri warga Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, yang tak jauh dari lokasi berusaha menolongnya.

Namun sayang, usaha pria 30 tahun ini belum menuai hasil memuaskan. Buntutnya, Feri juga dibawa ke Puskesmas Namu Ukur untuk mendapatkan perawatan medis. “Sampai saat ini proses pencarian korban masih dilakukan. Apabila ada perkembangan, akan dilaporkan kembali,” tukasnya. (ted/han)

Tak Dilibatkan Proses Pembuatan RUU Omnibus Law, Tenaga Kerja Kecewa

WAWANCARA: Ketua DPD K-SPSI Sumut, CP Nainggolan didampingi Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar diwawancarai wartawan di sela dialog Omnibus Law. di Hotel Grandhika, Medan, Senin (17/2). istimewa/sumut pos
WAWANCARA: Ketua DPD K-SPSI Sumut, CP Nainggolan didampingi Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar diwawancarai wartawan di sela dialog Omnibus Law. di Hotel Grandhika, Medan, Senin (17/2). istimewa/sumut pos

DPD K-SPSI Sumut Gelar Dialog Publik

WAWANCARA: Ketua DPD K-SPSI Sumut, CP Nainggolan didampingi Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar diwawancarai wartawan di sela dialog Omnibus Law.  di Hotel Grandhika, Medan, Senin (17/2). istimewa/sumut pos
WAWANCARA: Ketua DPD K-SPSI Sumut, CP Nainggolan didampingi Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar diwawancarai wartawan di sela dialog Omnibus Law. di Hotel Grandhika, Medan, Senin (17/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law secara keseluruhan, sesungguhnya baik. Sebab, di dalamnya ada target-target bidang ekonomi, perpajakan, dan sebagainya.

Semua itu demi kepentingan bangsa. Sayangnya, proses pembuatannya, terkhusus RUU Cipta Kerja ini dibuat tanpa melibatkan pimpinan serikat pekerja. Ini yang sangat disesalkan elemen buruh dan pekerja.

“Karena hanya disampaikan dan tidak dilibatkan dalam pembuatannya, maka muncul berbagai isu, termasuk adanya RUU palsu. Tetapi, mari ambil langkah yang baik untuk menyelesaikan masalah ini. Kita percayakan kepada pemerintah, tapi tak salah untuk memberi masukan sehingga hasil RUU yang dituangkan dalam peraturan pemerintah bisa lebih baik,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Sumut, CP Nainggolan di sela dialog Omnibus Law di Hotel Grandhika, Jalan dr Mansyur, Medan, Senin (17/2)n

Dalam dialog yang menghadirkan sejumlah pemateri, serta undangan dari kalangan serikat buruh, pekerja, pengusaha dan akademisi itu, CP Nainggolan mengatakan, ada jalan terbaik yang bisa ditempuh jika RUU itu dianggap merugikan buruh, misalnya diskusi atau bahkan mengajukan gugatan yang telah diatur dalam undang-undang. Nainggolan memastikan, dialog ini menargetkan bisa memberi masukan terhadap pemerintah, khususnya pada RUU Cipta Kerja.

“Kami tidak mau mendengar isu negatif, kemudian menggelar aksi unjuk rasa. Sebab, kami juga bertanggung jawab menjaga kondusifitas Sumut, khususnya Kota Medan. Melalui dialog ini, semua elemen bisa memberikan pendapat, dan nantinya disampaikan ke pusat untuk ditunggu hasilnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Sumut, Harianto Butar-butar meminta masyarakat agar jangan memandang RUU Omnibus Law ini secara negatif. “Di ajang seperti ini, berikan pendapat atau masukan untuk disampaikan ke pemerintah pusat. Mari kita kawal bersama-sama,” ajaknya.

Butar-butar menuturkan, di RUU Omnibus Law terkait ketenagakerjaan nanti, akan ada pasal yang hilang, pasal baru atau diperbaiki. Otomatis, akan berpengaruh kepada seluruh pekerja di Indonesia, termasuk Sumut.

Tapi sesungguhnya, sebut Butar-butar, Omnibus Law dibuat guna menyikapi dinamika perubahan yang saat ini terjadi begitu cepat. Semua negara mengalami perubahan dan itu wajib disikapi bersama antara dunia usaha dan pekerja.

“Sejatinya Omnibus Law harus tetap memberi perlindungan kepada tenaga kerja. Selama ini, banyak pekerja outsourcing kurang terlindungi. Semoga dalam RUU Omnibus Law ini para pekerja outsourcing tersebut bisa lebih dijamin, termasuk program perlindungan bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara, saat sesi tanya jawab, sejumlah elemen pengusaha dan pekerja menyampaikan berbagai kendala dihadapi di lapangan, di antaranya kesulitan mengurus izin, pungutan liar (pungli), outsourcing, serta dugaan RUU Omnibus Law tersebut sebagai jalan memudahkan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Menyikapi dugaan mudahnya tenaga kerja asing ke Indonesia, Butar-butar meminta agar serikat pekerja jangan terlalu khawatir sebab kebijakan itu dikawal UU Ketenagakerjaan Dunia. “Yang pasti, RUU Omnibus Law ini ada sisi baik dan buruknya,” pungkasnya. (adz)

Jadikan Kesawan Seperti Malioboro: Fokus Awal, Remajakan Gedung Heritage

T Edriansyah Rendy
T Edriansyah Rendy
T Edriansyah Rendy
T Edriansyah Rendy

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana melakukan penataan kawasan Kesawan menjadi kawasan wisata malam di Kota Medan layaknya seperti Malioboro di Yogyakarta. Sebagai fokus awal, Pemko lebih dulu meremajakan Gedung Heritage (bangunan bersejarah).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga mengatakan, saat ini Pemko Medan masih berfokus kepada penataan dan peremajaan serta perawatan gedung heritage termasuk, gedung Warenhuis.

“Memang sedang ditata, mulai dari wilayah Istana Maimun sampai Podomoro (Deli Park City). Di sana banyak gedung tua yang akan kita bangun atau revitalisasi, termasuk gedung Warenhuis di tahun 2021. Jalan dan trotoarnya juga akan kita buat lebih baik, agar lebih ramah dengan pejalan kaki dengan konsep trotoar untuk wisatawan. Supaya nantinya, para wisatawan bisa lebih tenang saat berjalan sambil menikmati gedung-gedung heritage,” kata Irwan.

Terkait wisata malam sendiri, Irwan Ritonga mengaku belum mengetahuinya dan mendapatkan konsep yang akan dibuat.

“Bisa saja dibuat seperti kesawan square, bisa saja tidak. Saya sendiri belum dapat konsepnya seperti apa, jadi belum bisa kita simpulkan akan seperti apa wisata malam itu,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Medan, T Edriansyah Rendy SH menyatakan dukungannya terhadap adanya program wisata malam itu. Alasannya, wisata malam dengan menonjolkan kuliner khas Kota Medan, gedung heritage dan beragam kebudayaan seperti tarian dan musik daerah khas Medan, sangat cocok diterapkan dan akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat di Kota Medan.

“Itu bagus sekali, itu bisa menghidupkan roda perekonomian di Kota Medan. Itu juga akan menjadi sektor pendukung yang menjadi nilai jual bagi pariwisata di Kota Medan. Wisata kuliner itu bisa menghasilkan PAD yang besar bagi Kota Medan,” ucap Rendy kepada Sumut Pos, Senin (17/2).

Apalagi, kata Rendy, bila sudah menyangkut masalah gedung heritage, ini sangat berpotensi untuk ditonjolkan di wisata malam yang sedang direncanakan. “Menata Kesawan di malam hari dengan konsep wisata malam akan mengulang kembali julukan ‘Paris Van Sumatera’. Kesawan ini letaknya strategis, di inti kota, lokasinya juga berdekatan dengan hotel-hotel berbintang yang tamunya bukan saja dari dalam negeri tetapi juga wisatawan dari mancanegara. Ini akan jadi ajang promosi pariwisata Kota Medan ke mancanegara,” kata Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan tersebut.

Namun, Rendy mengingatkan OPD terkait, yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Medan untuk secara penuh mendukung program ini dengan kinerja yang maksimal.

“Jangan sampai wisata malam ini justru tidak menunjukkan ciri khas Kota Medan dengan kuliner yang bukan ciri khasnya, yakni kehilangan kuliner khas tanah deli. Atau kita yang ingin menonjolkan gedung-gedung Heritage kita, tapi justru gedung-gedung itu belum diremajakan dan dibuat lebih baik hingga lebih layak untuk ‘dijual’. Ini tugas masing-masing OPD, terutama untuk gedung-gedung heritage bersejarah di Kota Medan,” jelasnya.

Secara teknis, Rendy mengatakan, bahwa pihaknya memang belum mengetahui pasti konsep wisata malam itu sendiri. Tetapi setiap OPD di Pemko Medan tentu harus berperan aktif karena harus adanya sinergitas antar OPD dalam mewujudkan program tersebut.

“Misalnya, kalau konsepnya mau dibuat seperti Malioboro di Jogja atau seperti Kesawan Square beberapa tahun yang lalu, arus lalu lintas tentu juga harus jadi perhatian khusus. Itu sebabnya, semua OPD harus bersinergi, pastikan wisata yang disuguhkan itu menyajikan kuliner yang bersih, gedung heritage yang nyaman dan indah, tetapi tetap dengan tidak menggangu arus lalu lintas,” katanya.

Terkhusus soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pariwisata, Rendy mengharapkan, dengan adanya wisata malam ini, PAD dari pariwisata di Kota Medan bisa naik secara signifikan.

“Banyak hal sebenarnya yang bisa digali dari sektor pariwisata untuk meningkatkan PAD Kota Medan. Kita harapkan rencana yang baik dari Plt Wali Kota Medan ini bisa membuahkan hasil yang baik pula bagi PAD Kota Medan dari sektor pariwisata, kita dukung hal itu,” tegasnya.

Seperti diketahui, program ini sudah dibicarakan oleh Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Selain untuk meningkatkan Pariwisata di Kota Medan, program ini juga dinilai sangat mendukung program Pemko Medan Rumah Kita dan Yok Bikin Cantik Medan. (map/ila)