Home Blog Page 4934

3 Pimpinan DPRD Karo Dilantik

DILANTIK: Ketua DPRD Karo, Iriani bersama wakilnya menandatangani SK yang disahkan Gubsu pada sesi pelantikan. SOLIDEO/SUMUT POS
DILANTIK: Ketua DPRD Karo, Iriani bersama wakilnya menandatangani SK yang disahkan Gubsu pada sesi pelantikan.
SOLIDEO/SUMUT POS
DILANTIK: Ketua DPRD Karo, Iriani bersama wakilnya menandatangani SK yang disahkan Gubsu pada sesi pelantikan.
SOLIDEO/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Tiga unsur pimpinan DPRD Kabupaten Karo, akhirnya resmi ditetapkan melalui rapat paripurna peresmian, dan pengucapan sumpah/janji pimpinan definitif DPRD masa bhakti 2019-2024. Rapat paripurna dipimpin Ketua sementara DPRD Karo, Iriani didampingi Wakil Ketua sementara, Sadarta Bukit, Selasa (12/11).

Rapat paripurna diawali dengan pembacaan surat keputusan Gubernur Sumatera Utara, tentang penetapan pimpinan DPRD Kabupaten Karo, yang dibacakan Sekretaris DPRD. Petrus Ginting. Pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut dipandu Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe, Sulhanuddin.

Ketiga unsur pimpinan yang dimaksud sebagai Ketua DPRD Karo, Iriani dari Fraksi PDI Perjuangan. Wakil Ketua Sadarta Bukit, dari Fraksi Partai Gerindra, dan Wakil Ketua, David Kristian Sitepu, dari Fraksi Partai Nasdem.

Penentuan pimpinan dari masing-masing parpol telah diusulkan sebelumnya, serta sudah ditandatangani Gubsu, tentang peresmian pengangkatan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Karo 2019-2024.

Ketua DPRD Karo, Iriani mengatakan, terima kasihnya atas kepercayaan kepada seluruh pimpinan, dan anggota DPRD Karo, sehingga tahapan proses pemilihan pimpinan definitif dapat berjalan dengan lancar.

“Kami atas nama pimpinan defenitif DPRD Karo masa jabatan 2019-2024 akan segera melaksanakan pembentukan alat kelengkapan DPRD, pembahasan, dan penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang, Tata Tertib DPRD Karo. Sehingga secara efektif kita dapat segera melaksanakan program, dan kegiatan, yang tertuang dalam rencana kerja DPRD tahun 2019 yang akan diawali dengan rapat Badan Musyawarah tentang jadwal kegiatan DPRD Kabupaten Karo,” pungkasnya.(deo/han)

Peringatan Hari Pahlawan di Gunungsitoli, Wali Kota: Jangan Sebarkan Hoaks, Perkuat NKRI

TABUR BUNGA: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua bersama Dandim 0213/Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, Kajari Gunungsitoli, Futin Helena Laoli SH MH menabur bunga di Taman Makam Pahlawan, di Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli.
TABUR BUNGA: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua bersama Dandim 0213/Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, Kajari Gunungsitoli, Futin Helena Laoli SH MH menabur bunga di Taman Makam Pahlawan, di Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli.
TABUR BUNGA: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua bersama Dandim 0213/Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, Kajari Gunungsitoli, Futin Helena Laoli SH MH menabur bunga di Taman Makam Pahlawan, di Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua mengajak masyarakat Kota Gunungsitoli, untuk tidak menyebarkan isu hoaks, memprovokasi massa, anarkis dan tindakan lainnya yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Lakhomizaro Zebua dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Pahlawan ke-74 tahun 2019 di halaman Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Panasila, Mudik-Gunungsitoli, Minggu (10/11).

“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa, dengan aksi nyata dalam memperkuat keutuhan NKRI, saling tolong menolong dan tingkatkan kepedulian terhadap sesama,”ujarnya.

Adapun tema yang diangkat dalam peringatan Hari Pahlawan ke-74 tahun 2019 ini yaitu “Aku Pahlawan Masa Kini”, turut diikuti oleh segenap unsur Forkopimda Kota Gunungsitoli, Wakil Walikota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, TNI/POLRI beserta segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Dalam amanat Menteri Sosial RI, yang dibacakan Wali Kota Gunungsitoli, mengimbau segenap peserta upacara untuk memaknai Peringatan Hari Pahlawan yang digelar setiap tahunnya, sebagai momentum untuk dapat mengingat dan menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan.

Lebih lanjut disampaikan Wali Kota, sebagai generasi penerus bangsa hendaknya mewarisi semangat kepahlawanan para pendahulu, tidak harus dengan mengorbankan harta benda dan nyawa ataupun mengangkat senjata mengusir penjajah, akan tetapi sebagai Pahlawan masa kini hendaknya bisa mengukir prestasi dengan membawa harum nama Bangsa Indonesia di mata internasional.

“Mari kita lanjutkan cita-cita perjuangan bangsa dengan wujud nyata bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju dan dengan mencintai tanah air dan bangsa serta menjaganya hingga akhir hayat,”ucapnya.

Upacara bendera tersebut berlangsung khidmat, juga turut dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ketua Persit Candra Kirana Kodim 0213/Nias, Ketua DWP Kota Gunungsitoli, Staf Ahli Walikota dan Asisten Sekretaris Daerah, mewakili Kementerian Agama Kota Gunungsitoli, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Usai pelaksanaan upacara penaikan bendera, Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli bersama dengan segenap unsur Forkopimda Kota Gunungsitoli bertolak menuju Taman Makam Pahlawan di Desa Mudik, guna melaksanakan upacara ziarah Nasional untuk menghormati arwah para Pahlawan yang telah gugur. (adl/han)

Cuaca Buruk di Binjai, Proyek Bronjong Amblas

Cuaca Hujan
Cuaca Hujan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan Bronjong di Jalan Syeh Samah, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota, amblas. Hal tersebut terjadi diduga akibat guyuran hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak tiga hari belakangan. Dampaknya, debit air Sungai Mencirim meninggi. Tak ayal, air pun masuk menggenangi rumah warga.

Informasi dihimpun, proyek Bronjong tersebut sudah berjalan sejak 60 hari kerja. Namun akibat cuaca memburuk sepekan belakangan ini, mengakibatkan proyek Bronjong ini amblas. Berdasarkan papan plang proyek, Bronjong tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Binjai.

CV Buana Perkasa selaku pelaksana proyek. Anggaran pembangunan Bronjong ini dengan nilai kontrak Rp562.632.500. Dari papan plang proyek, tak tertulis proyek tersebut dikerjakan dengan mendapat pendampingan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah dari kejaksaan negeri setempat.

“Proyek ini sudah berjalan sebulan. Belum siap dikerjakan, tapi sudah ambruk,” ujar warga sekitar saat wartawan melihat pengerjaan proyek tersebut, Selasa (12/11).

Wartawan tak menemukan adanya pekerja yang kembali bekerja mengerjakan proyek, pasca amblas. “Kami kecewa, masa belum lagi selesai sudah amblas. Dan syukurnya ambruk sebelum pengerjaan selesai. Kalau sudah selesai, makin kuat jadinya dugaan korupsinya,” sambung warga sekitar.

Disebut-sebut, pemborong proyek dengan Konsultan CV Abdi Kriasi sudah tidak kompak lantaran pengerjaannya mengalami permasalahan. Pelaksana pembangunan Bronjong ditenggat waktu selama 120 hari kerja untuk menyelesaikan pengerjaan tersebut.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Binjai, Elvi Kristina belum berhasil dikonfirmasi wartawan. Dilayangkan konfirmasi beserta pengiriman foto pengerjaan proyek melalui pesan WhatsApp pada pukul 11.41 WIB, Elvi tak memberikan tanggapan.

Padahal, status WhatsApp yang bersangkutan terlihat online. Dilakukan upaya konfirmasi lagi dengan menghubungi nomor telepon selularnya sekitar pukul 17.05 WIB, Elvi tak menjawab.

Bronjong adalah anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Anyaman kawat baja ini membentuk sebuah kotak atau balok. Bagian dalamnya diisi dengan batu-batu berukuran besar untuk mencegah erosi.

Terpisah, hujan deras yang mengguyur mengakibatkan sejumlah warga di seputaran Sungai Mencirim, sementara terpaksa angkat kaki. Pasalnya, air sungai sudah meluap dan masuk ke rumah mereka. Masjid Al-Iltihad Kelurahan Mencirim, Binjai Timur juga terdampak banjir. Ketua BKM Masjid Al – Iltihad, Ardiansyah Putra mengatakan, air sudah menggenangi sekeliling masjid. Namun, kata dia, air belum masuk ke dalam masjid. “Kita berharap, air segera surut,” ujar Ardiansyah.

Petugas BPBD Kota Binjai pun telah menyediakan sebuah perahu karet untuk mengangkut masyarakat yang rumahnya tergenang banjir.

“Kita sudah siaga di lokasi dan perahu karet juga sudah dibawa untuk antisipasi,” tukas koordinator petugas lapangan BPBD Binjai, Surya Wijaya. (ted/han)

Pembahasan Ulang KUA-PPAS RAPBD 2020 Disoal

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kalangan legislatif periode 2019-2024 kembali membahas draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020, belum lama ini. Padahal, wakil rakyat sebelumnya sudah pernah membahasnya.

Bahkan, sudah diparipurnakan secara internal sehingga sudah bersifat final. Anggota DPRD Binjai periode 2014-2019, Irfan Asriandi menyayangkan hal tersebut. Bahkan, dia turut prihatin.

“Saya secara pribadi ikut merasa prihatin dengan masuknya usulan pembahasan ulang oleh pemerintah daerah bersama Anggota DPRD Binjai terkait KUA-PPAS tahun 2020,” kata Sekretaris DPC PAN Kota Binjai ini saat dimintai tanggapannya, Selasa (12/11).

Menurut dia, KUA-PPAS R APBD 2020 sudah dibahas oleh anggota Badan Anggaran sebelumnya tepat pada Jumat (13/9) lalu. Hal ini tercantum dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Binjai dengan acara penetapan rancangan KUA dan PPAS R APBD Kota Binjai tahun 2020.

Namun memang, sebut Irfan, dalam rapat terakhir tidak ada terjadi kesepakatan antara pemerintah daerah dengan DPRD Binjai. “Secara hukum, karena tidak dihadiri oleh pemerintah daerah sehingga tidak terjadi kesepakatan. Cuma hasil pembahasan di Banggar menurut saya, karena sudah diparipurnakan maka sifatnya sudah final,” ujar dia.

Karenanya, dia menyarankan, agar Anggota DPRD Binjai ikut dalam pembahasan dapat mempedomani hasil kesepakatan yang sudah diparipurnakan secara internal. Apabila tetap dipaksakan, Irfan memastikan akan angkat suara karena menganggap pemerintah daerah tidak konsekuen dengan pembahasan APBD. “Sebab pembahasan APBD merupakan representatif pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara, proses pembahasan KUA-PPAS R APBD Kota Binjai tahun 2020 terus dikebut. Sebab, tersiar kabar kalau pembahasan paling lambat harus selesai pada akhir November ini untuk segera diparipurnakan.

Anggota DPRD Binjai periode 2019-2024, Joko Basuki menyebut pihaknya hanya melakukan penyesuaian saja dari apa yang sudah diparipurnakan oleh teman-teman pada periodesasi lalu. “Enggak ada pengulangan, cuma penyesuaian aja,” kata Joko saat ditemui di Gedung DPRD Binjai.

Alasannya, Joko bersama anggota DPRD sekarang ingin tahu dan harus ikut memeriksa anggaran tersebut. “Mentang-mentang sudah diparipurnakan jadi enggak melakukan penyesuaian lagi, enggak bisa harus penyesuaian,” tandasnya. (ted/han)

Barbut 517 Perkara Dimusnahkan

PEMUSNAHAN: Kajari Deliserdang Harli Siregar melakukan pemusnahan barbut narkotika dengan cara diblender, Selasa (12/11).
PEMUSNAHAN: 
Kajari Deliserdang Harli Siregar melakukan pemusnahan barbut narkotika dengan cara diblender, Selasa (12/11).
PEMUSNAHAN: Kajari Deliserdang Harli Siregar melakukan pemusnahan barbut narkotika dengan cara diblender, Selasa (12/11).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang memusnahkan barang bukti (barbut) dari 517 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Selasa (12/11) sekira pukul 09.30 WIB.

Acara pemusnahan itu juga dihadiri Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam, Sohe SH, Kalapas Lubukpakam Jhonny. H Gultom, Kepala BNNK Deliserdang AKBP Safwan Kahyat, Sat Narkoba Polres Deliserdang diwakili Kaur Bin Ops, Iptu R Sianipar SH.

Kajari Deliserdang Harli Siregar SH MH menyebutkan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 91 berkas tindak pidana orang dan harta benda (oharda) dengan barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari kayu, egrek, baju, celana, senjata tajam dan barang bukti lainnya. “Pemusnahan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Deli.Serdang No. Print 2064/L.2.14/Eoh.3/11/2019 tanggal 7 November 2019,” sebutnya

Kemudian, lanjut Harli, barang bukti dari 40 perkara tindak pidana terhadap keamanan negara dan ketertiban umum yang dimusnahkan yaitu kertas, pulpen, handphone, kartu joker, satu lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan barang bukti lainnya. Kemudian, barang bukti 385 perkara tindak pidana narkotika dan zat adiktif lainnya, berupa sabu seberat 2.622 gram, ganja 6.015 gram, ekstasi 48 butir, hp, alat isap sabu dan barang bukti lainnya.

“Pemusnahan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang No.Print 2061/L.2.14/Enz.3/11/2019 tanggal 7 November 2019,” paparnya

Selain itu, satu perkara tindak pidana khusus lainnya berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang No. Print. 2062/L.2.14/Fuh.2/11/2019 tanggal 7 November 2019 yang amar memutuskan/memerintahkan memusnahkan barang bukti 68,5 karton rokok Luffman merah tanpa pita cukai, 39,5 karton rokok Luffman Silver tanpa cukai dengan total 1.080.000 batang

“Narkotika jenis sabu untuk perkara atas nama terdakwa Muhammad Husni Said seberat 895 gram, Suhendrik alias Botak seberat 500,40 gram, Norawati alias Nura seberat 254 gram, Ernawati Syarifuddin seberat 252 gram, Teja seberat 100 gram.

Narkotika jenis ganja untuk perkara atas nama terdakwa Nasherman alias Herman seberat 1.000 gram dan Zakaria Tarigan seberat 768 gram,” tutup Kajari Pantaun Sumut Pos, kegiatan pemusnahaan itu turut disaksikan para pelajar, yang nantinya diharapkan menjadi duta untuk mencegah terjadinya tindak pidana dan peredaran narkoba. (btr/han)

HKN Ke 55 Tahun 2019, Bupati: Mari Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Langkat

Diabadikan: Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin diabadikan bersama ASN penerima penghargaan bidang kesehatan dalam rangka peringatan HKN ke-55 Kabupaten Langkat tahun 2019. BAMBANG/SUMUT POS
Diabadikan: Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin diabadikan bersama ASN penerima penghargaan bidang kesehatan dalam rangka peringatan HKN ke-55 Kabupaten Langkat tahun 2019.
BAMBANG/SUMUT POS
Diabadikan: Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin diabadikan bersama ASN penerima penghargaan bidang kesehatan dalam rangka peringatan HKN ke-55 Kabupaten Langkat tahun 2019. BAMBANG/SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Wabup H. Syah Afandin menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Kabupaten Langkat tahun 2019, dengan mengambil tema, Generasi Sehat Indonesia Unggul, di Ex Akper/Akbid Pemkab Langkat, Stabat, Selasa (12/11).

Wabup pada sambutannya mengajak, untuk menjadikan momentum HKN ini semangat untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sebab titik berat arah pembangunan kesehatan Langkat, peningkatan kualitas derajat kesehatan masyarakat.

Melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang murah, mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. “Terutama kepada masyarakat kurang mampu,” sebutnya.

Pembangunan kesehatan itu, sambung Wabup, juga untuk mendukung salah satu prioritas Presiden RI, yakni pembangunan SDM untuk mewujudkan generasi sehat agar Indonesia unggul. Pembangunannya dengan berpilar kepada paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan jaminan kesehatan.

Karena, sebut Wabup, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, memerlukan inovasi mengingat era semakin modren, dinamis dan cepat berubah sehingga tantangan dan masalah yang dihadapi juga semakin rumit.

Sebab itulah, terang Wabup, pemerintah daerah, dunia usaha, akademis dan praktisi, semuanya harus ambil bagian untuk mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Agar masyarakat semakin mengerti pentingnya perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya.

“Intinya berupaya melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup SEHAT (Germas), agar peningkatan kesehatan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Sembari menyampaikan penghargaan dan penghormatan kepada para insan kesehatan di Langkat, yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah untuk melaksanakan pembangunan kesehatan masyarakat.

Sementara, Kadis Kesehatan Langkat dr. Sadikun Winato, menerangkan, hakekat pembangunan kesehatan tersebut, sesuai dengan visi Pemkab Langkat yakni menjadikan Langkat maju, sejahtera dan religius melalui pengembangan pariwisata dan infrastruktur yang berkelanjutan.

Namun, kata dr. Sadikun, Dinkes lebih fokus kepada misi kedua, yakni peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat, perlindungan kesehatan masyarakat, dengan upaya kesehatan yang bermutu, ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan serta terciptanya tata kelola pelayanan kesehatan yang baik.

“Agar terwujudnya masyarakat Langkat yang sehat dan berkeadilan,” ungkapnya.

Dikesempatan tersebut, Wabup juga menyerahkan penghargaan dalam bidang kesehatan dalam rangka peringatan HKN kepada 9 orang. Serta penyerahan cendramata kepada PNS Purna Bakti dan hadiah lomba senam Lansia dan Balita Sehat kepada 18 orang.(bam/han)

Kades Ketangkuhen Tewas Bunuh Diri, Warga Sebut Rili Kemit Punya Kepribadian yang Unik

PROSESI: Warga dan kerabat saat melaksanakan prosesi pemakaman jenazah Rili Kemit. IST/SUMUT POS
PROSESI: Warga dan kerabat saat melaksanakan prosesi pemakaman jenazah Rili Kemit.
IST/SUMUT POS
PROSESI: Warga dan kerabat saat melaksanakan prosesi pemakaman jenazah Rili Kemit. IST/SUMUT POS

SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Kades Rili Kemit (57) di Balai Desa Ketangkuhen, Kecamatan Sibolangit, Selasa (12/11) siang.

Diketahui sebelumnya, Rili Kemit ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar mandi rumah milik Pdt Gayus Bangun di Dusun VIII, Komplek Taman Permata Surya, Blok E No 15, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Minggu (10/11) kemarin.

Informasi yang dihimpun, Rili sudah menjabat sebagai kepala desa selama tiga periode. Menurut warga setempat, meski kepribadiannya terbilang unik dan sedikit nyentrik, sang Kades adalah pribadi yang baik dan ramah.

Salah seorang warga desa mengatakan, bahwa salah seorang adik dari Kades Rili merupakan pastor ternama di Gereja Katolik Kecamatan Delitua. Semasa hidup, Kades Rili cukup dicintai dan disegani masyarakat desa.

“Bagus Bapak ini. Ini semua karena (persoalan), oknum pendeta dan kuasa hukumnya itu. Sesudah jatuh (dari sepedamotor) Bapak ini, dibawa pendeta itu,” sebut wanita bernama Br Barus.

Sementara itu, beberapa warga lainnya mengatakan Kades Rili Kemit dikenal memiliki kepribadian yang cukup unik. Pasalnya, almarhum disebut sering memasang baliho maupun plank desa bertulisan kalimat-kalimat yang dinilai agak aneh sekaligus menggelikan.

“Ada lucu-lucunya juga Bapak itu. Pernah dia ulang tahun, pas ulang tahunnya yang ke-56 itu, dia buat baliho besar-besar. Tulisannya, ‘Bujur Tuhan, gelah 56 tahun umur ku, lenga pernah ku pan sen korupsi (Terimakasih Tuhan, sudah 56 tahun usia ku, belum pernah aku makan uang korupsi’,” sebut pria itu.

Untuk membuat berbagai macam spanduk dan plank itu, Kades Rili disebut menggunakan uang pribadinya.

“Untuk nenempah spanduk-spanduk itu kurasa habis uangnya hampir Rp3 juta,” timpal warga lainnya.

Masih menurut warga tersebut, sang Kades juga pernah membuat spanduk unik lainnya dengan judul ‘Syarat-syarat Masuk Surga’.

“Ada tiga dibuatnya syarat masuk surga, ‘Ula Pecian (Jangan Iri/Dengki), Ula Cikurak (jangan mengupat/membahas aib orang), Ula Ngasuhi Begu Ganjang (jangan pelihara Begu Ganjang/setan). Ada 7 (poin) kalau nggak salah, yang terakhir ‘Ula Korupsi (jangan korupsi),” kenang warga tersebut.

“Ada lagi pernah juga dibuatnya, ‘Ayo lomba-lomba jadi pegawai (CPNS), gajinya jutaan rupiah per bulan, dahinna ate-ate (suka hati)’,” timpal warga lainnya. (bbs/ala)

Mayat Busuk Tanpa Identitas Mengambang di Sungai Semayang

PENCARIAN: Tim SAR melakukan pencarian mayat di aliran Sungai Semayang. SOPIAN/SUMUT POS
PENCARIAN: Tim SAR melakukan pencarian mayat di aliran Sungai Semayang.
SOPIAN/SUMUT POS
PENCARIAN: Tim SAR melakukan pencarian mayat di aliran Sungai Semayang. SOPIAN/SUMUT POS

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga mengambang di aliran Sei Semayang Jalan Bintang Terang, Desa Sumber Melati Diski, Sunggal, Deliserdang, Senin (11/11) malam. Awalnya, warga menduga jasad tersebut adalah bangkai babi yang memang saat ini sudah menghebohkan warga di berbagai wilayah.

Belakangan, warga yang merasa curiga coba melihat dari jarak lebih dekat, hingga akhirnya diketahui bahwa benda mengambang tersebut adalah jasad manusia.

Mayat itu pertama kali ditemukan Agus Yudi Priono (40) warga Jalan Starban, Medan Polonia, Senin (11/11) sekira pukul 18.00 WIB.

Saat itu, pria yang sehari-hari bekerja di Gudang Parabola, Jalan Bintang Terang, SM Diski, Lorong III itu hendak memancing di aliran sungai tersebut bersama rekan kerjanya Yora (30). Saat sedang mencari lokasi yang tepat untuk melempar mata kail, Agus kemudian terfokus kepada sesosok benda yang mengambang.

“Saya baru pulang kerja sama teman saya. Terus kami mau mancing. Karena sungai ini kan dekat sama tempat kami kerja. Terus saya lihat ada bangkai tersangkut di bambu, saya pikir bangkai babi. Soalnya kan lagi rame-ramenya penemuan bangkai babi. Ternyata setelah kami berdua dekati, rupanya manusia,” tutur Agus.

Mengetahui benda tersebut adalah mayat manusia, kedua sahabat itu pun segera melaporkannya ke perangkat Desa Muliorejo yang kemudian meneruskannya ke Polsek Sunggal. Personel Polsek Sunggal kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Medan dan tiba di lokasi sekira pukul 20.30 WIB.

Usai melakukan olah TKP, polisi kemudian berkoordinasi dengan tim BPBD Kota Binjai untuk mengevakuasi mayat. Namun karena faktor cuaca dan medan yang cukup sulit, tim pencari sempat kesulitan mengevakuasi mayat.

“Agak susah memang diangkat mayatnya bang. Karena sudah hancur, terus posisi hujan dan gelap,” lanjutnya.

Sekira pukul 23.15 WIB, tim Basarnas Deliserdang kemudian tiba di lokasi. Dengan menggunakan perahu karet, tim akhirnya berhasil mengevakuasi mayat tersebut sekira jam 23.50 WIB.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan tersebut. Dikatakannya, hingga saat ini, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut belum diketahui identitasnya.

“Tidak ada kita temukan identitas. Saat ini mayat tersebut kita bawa ke Rumah Sakit Brimob untuk dilakukan VER,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip mengatakan, korban diduga sudah tewas selama 7 hari.

“Kondisi mayat sudah membengkak dan tidak utuh lagi. Jasad korban baru bisa dievakuasi Selasa (12/11), sekira pukul 03.00 WIB, setelah dikeluarkan dari tumpukan bambu dan material lainnya,” sebutnya.(bbs/ala)

Diculik dan Dianiaya 7 OTK, Wanita Pedagang Parfum Sekarat

LEBAM: Nurul Esa Bella menderita luka lebamdi wajahnya karena dianiaya dan disekap 7 OTK. AGUSMAN/SUMUT POS
LEBAM: Nurul Esa Bella menderita luka lebamdi wajahnya karena dianiaya dan disekap 7 OTK.
AGUSMAN/SUMUT POS
LEBAM: Nurul Esa Bella menderita luka lebamdi wajahnya karena dianiaya dan disekap 7 OTK. AGUSMAN/SUMUT POS

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Nasib Nurul Esa Bella (30) ternyata tak sewangi minyak yang dijualnya keliling. Warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa ini dianiaya 7 orang tak dikenal (OTK). Ia ditemukan sekarat di Barus Jahe, Tanah Karo, Sabtu (9/11) lalu.

PERISTIWA naas yang dialami anak sulung dari 5 bersaudara ini pun terungkap dari ayahnya, M Harudy (50), Selasa (12/11). Harudy mengaku, kabar penculikan putrinya itu diketahui dari personel Polsek Barus Jahe.

Mendapat kabar tentang anaknya yang sekarat akibat dianiaya, Harudy langsung berangkat. Setelah melihat kondisi anaknya yang masih berlumuran darah karena luka dibagian wajah, polisi bersama Harudy langsung dibawa ke RS Brimob Poldasu Medan untuk mendapat perawatan intensif.

“Karena kulihat anakku berlumur darah, ada luka robek dibagian wajahnya dan matanya lebam makanya terus kubawa ke RS Brimob Medan,” kata M Harudy.

Menurut M Harudy, kejadian sadis dan tak berprikemanusiaan itu dilakukan oleh 7 orang tak dikenal sejak dari Medan hingga ke Kabupaten Karo.

“Kalau cerita dari anakku, mungkin mau dibunuh mereka anakku. Soalnya mata anakku ditutup lakban dan tangannya diikat,” kata Harudy.

Kepada Harudy, anaknya mengaku peristiwa itu berawal dari utang 10 botol parfum kepada seorang pelanggan. Satu botol dihargai Rp50 ribu.

Sebab, beberapa kali ditagih selalu menghindar dan kerap bersitegang.

“Kalau cerita anakku, mungkin saja awalnya gara-gara 10 botol minyak wangi yang diutang. Karena mereka selalu bersitegang kalau ditagih,” terang Harudy.

Tak terima dengan perlakuan 7 OTK itu, Harudy melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan. Bapak beranak 5 ini pun berharap agar pihak polisi segera mengungkap kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap putrinya.

“Saat ini kondisi anakku masih labil akibat kejadian itu. Kami keluarga berharap polisi bisa mengungkap kasus ini,” harapnya. (btr/ala)

Bandar Sabu Sei Jawi-jawi Diringkus

Sri Munawan
Sri Munawan

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Sri Munawan (39) ditangkap polisi di belakang rumahnya di Desa Sei Jawi-jawi, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Asahan, Senin (11/11) sekira pukul 14.30 WIB.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangannya, Selasa (12/11) mengatakan, pria itu ditangkap karena kepemilikan narkotika jenis sabu.

“Berdasarkan informasi yang layak dipercaya, ada seorang laki-laki memiliki narkotika jenis sabu-sabu di Desa Sei Jawi-jawi, Kecamatan Sei Kepayang Barat,” sebut Putu Yudha.

Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Tanjungbalai langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Saat akan diamankan, tersangka sedang duduk-duduk di bawah pepohonan kelapa di belakang rumahnya,” imbuh Putu Yudha.

Melihat kedatangan petugas, Munawan langsung menjatuhkan bungkusan plastik warna hitam dari tangan kirinya.

“Setelah dibuka, di dalam bungkusan plastik hitam ditemukan dompet kecil warna merah berisi 1 paket sabu seberat 1,75 gram (bruto), HP merk Samsung, uang tunai Rp111.000, 1 pack plastik klip kosong, sendok sekop pipet plastik dan timbangan digital,” bebernya.

Setelah diinterogasi, Munawan mengaku bahwa sabu-sabu itu adalah miliknya. Selanjutnya, petugas langsung memboyong pria itu ke Mapolres Tanjungbalai untuk menjalani penyidikan.(bbs/ala)