Home Blog Page 5046

Pengusaha di Medan Gugat Koperasi Pomdam I Bukit Barisan, Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Objektif

file/Sumut Pos FUTSAL: Aktivitas pengunjung berolahraga futsal di Gajah Mada Futsal di Jalan Kemunin, Medan Timur, beberapa waktu lalu saat belum ditutup.
FUTSAL: Aktivitas pengunjung berolahraga futsal di Gajah Mada Futsal di Jalan Kemunin, Medan Timur, beberapa waktu lalu saat belum ditutup.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pengusaha di Kota Medan, Inisial A.P menggugat Koperasi Pomdam I Bukit Barisan, terkait dugaan Wanprestasi (ingkar janji) atas kerja sama lahan di markas Pomdam I/BB, di Jalan Kemuning No.8 Medan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur.

Gugatan tersebut sudah dilayangkan pada 13 Desember 2018 lalu. Rencananya, pada 24 September 2019 ini akan memasuki agenda putusan di PN Medan.

Kuasa Hukum dari A.P, Asmaiyani, SH,MH mengatakan, kasus ini bermula saat klainnya, A.P melakukan MoU kerja sama dengan Ketua Koperasi Pomdam I Bukit Barisan, Triya Tugis Timora, yang berkantor di Jalan Sena No 17 Medan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur.

Dalam perjanjian itu, lanjutnya, A.P bekerja sama dalam pemakaian lahan di dalam wilayah Pomdam I/BB untuk membangun lapangan futsal yang diberi nama Gajah Mada Futsal, di tanah seluas 1.500 m2. Perjanjian itu dilakukann

pada 24 Juni 2015 antara A.P dengan Triya Tugis Timora.

“Kesepakatannya, biaya atas pembangunan pengelolaan futsal dibebankan kepada A.P sebagai pengelola, di mana A.P mengeluarkan total dana sekitar Rp2,5 miliar dengan masa kontrak kerjasama pemakaian lahan selama 20 tahun,” papar Asmaiyani di Medan, Kamis (12/9).

Berdasarkan isi perjanjian dalam pasal 2, kata Asmaiyani S.H,MH, kesepakatannya, pembagian keuntungan dari hasil pengelolaan futsal tersebut yakni, sebesar 30 persen untuk Triya atau Koperasi Pomdam I/BB dan 70 persen untuk A.P. “Karena baru merintis, sejak berdiri Juni 2015 hingga 2017, Gajah Mada Futsal masih sepi sehingga pendapatannya sedikit. Tapi karena itikad baik A.P, meski masih merugi, ia memberikan minimun cash sebesar Rp1 juta setiap bulannya kepada Triya Tugis Timora. Padahal, waktu itu A.P rugi memberikan minimum charge minimal 1 juta. Tapi karena itikad baik, A.P rela merugi,” papar Asmaiyani lagi.

Saat memasuki tahun ketiga, tepatnya 1 November 2018, lanjut Asmaiyani, tiba-tiba Komandan Pomdam I/BB, Sudarma Setiawan, memanggil salah satu anggota pekerja futsal yang merupakan anggotanya A.P. “Ini futsal mau kami tutup. Kau bilang sama A.P,” ujar Pak Sudarma, kala itu.

Esoknya, 2 November, lanjut Asmaiyani, Gajah Mada Futsal ditutup sepihak oleh Komandan Pomdam I/BB, Sudarma Setiawan. Penutupan itu dilakukan dengan beberapa selebaran pengumuman yang digantung di pagar, begitu juga pagar masuk ke futsal juga dirantai dan digembok. Sehingga pada 2 November 2018 itu, aktivitas futsal berhenti total. “Padahal saat itu pengunjung futsal sudah mulai ramai dengan member berlangganan tetap. Jadi karena tutup, A.P terpaksa mengembalikan uang para member berlangganan futsal. A.P juga terpaksa membayar gaji pekerja futsal yang terpaksa dia PHK,” ujar Asmaiyani.

Selain itu, lanjutnya, A.P juga menderita kerugian lainnya berupa barang-barang pribadinya yang berada di lokasi futsal. Sebab, Albert membangun sebuah kantor untuk kepentingan administrasi dan operasional. Isinya yakni, satu set kursi, 1 set meja kerja, brangkas,TV LED 36 inci 2 unit, TV LED 21 inci, TV LED 60 inci, kulkas dua pintu, komputer, 5 unit meja kerja berikut CPU dan Printer, lemari berkas, lemari pajangan, 4 unit AC, genset dan lainnya dengan nilai Rp500 juta.

Dalam hal ini, kata Asmaiyani, pihaknya sebagai kuasa hukum menuntut ganti rugi senilai Rp3,1 miliar dibayar tunai. Dengan rincian, Rp2,5 miliar sebagai ganti rugi atas investasi yang dikeluarkan penggugat, Rp100 juta sebagai pengganti kerugian untuk mengembalikan uang pemain serta membayar gaji pegawai yang PHK karena usaha tersebut ditutup sepihak serta Rp500 juta sebagai barang-barang milik pribadi penggugat yang masih berada di dalam lokasi futsal.

“Agenda putusan rencananya tanggal 24 September 2019 ini. Harapan kita sebagai kuasa hukum meminta pengadilan yakni majelis hakim agar objektif melihat perkara ini, bukan semata-mata melihat siapa orang yang sedang berperkara,” tegas Asmaiyani.

Harapan yang sama disampaikan penggugat, A.P. Ia meminta para hakim agar memutuskan seadil-adilnya karena dirinya adalah pihak yang dirugkan. “Saya sudah habis Rp2,5 miliar untuk membangun futsal itu. Belum lagi kerugian lainnya. Niat saya membuat lapangan olahraga futsal untuk membina generasi muda dan masyarakat bebas narkoba dengan berolahraga,” kata Albert.

Menurut A.P, harusnya pihak Pomdam I/BB yang juga adalah sebagai instansi penegak hukum, mengkaji lebih dahulu kontrak yang telah disepakati. “Jangan langsung main tutup saja, kirimlah surat somasi ke saya dan beri saya penjelasan. Inikan negara hukum, jangan main koboi dong. Saya berharap semoga hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya dan tidak pandang bulu. Justru pihak Pomdam I/BB lah, sebagai instansi penegak hukum, harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat ,” harap A.P.

Ketua Koperasi Pomdam I/BB, Triya Tugis Timora yg ikut digugat penggugat dalam kasus ini, saat dikonfirmasi mengatakan kalau dirinya tidak berhak memberikan keterangan soal hal ini. “Maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan kepada media terkait hal ini. Silahkan langsung tanya ke komandan saya,” ujarnya.

Saat didesak kembali bahwa dirinya ikut digugat, lagi-lagi dirinya mengelak memberikan jawaban. “Ya, langsung ke komandan saya saja ya, jangan ke saya,” ujarnya. (ila)

Kota Medan Banjir Lagi, Komisi IV Salahkan Dinas PU

Ilustrasi.
Banjir-ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan yang melanda Kota Medan dan sekitarnya pada Kamis (12/9) dini hari kemarin seketika mengakibatkan terjadinya genangan air di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Menanggapi hal itu, Komisi IV DPRD Medan, menuding Pemko Medan melalui Dinas PU Kota Medan tidak serius dalam menangani masalah banjir di Kota Medan.

“Inilah bentuk ketidakseriusan Pemko Medan, khususnya Dinas PU dalam mengatasi banjir di Kota Medan. Dinas PU terkesan jelas-jelas tidak serius dalam mengelola Drainase di Kota Medan,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Medan, Salman Alfarisi kepada Sumut Pos, Kamis (12/9).

Kata politisi dari PKS itu, hal itu terbukti dari kondisi jalan di Kota Medan yang tidak pernah terlepas dari genangan air setiap kali hujan turun. “Inilah buktinya, begitu hujan tetap saja banjir. Drainase tetap tidak bisa menampung debit air yang tinggi dan mengalirkannya ke sungai. Padahal, mereka selalu bilang kalau mereka secara terus menerus melakukan normalisasi drainase,” ujarnya. Hal ini kata Salman sangat mengecewakan, karena anggaran Dinas PU untuk drainase terbilang sangat besar, namun seolah tak berarti dan tidak bisa mengatasi masalah banjir di Kota Medan.“Berapa pun jumlah anggaran yang selama ini mereka usulkan untuk Drainase, selalu kami setujui di DPRD. Kenapa? Karena kami tahu betul itu bersifat mendesak dan sangat penting. Tetapi hasilnya justru sangat mengecewakan,” tuturnya.

Salman meminta Pemko Medan harus berbenah diri, mulai saat ini. Pemko Medan tidak boleh lagi secara sembarangan memberikan izin untuk properti-properti besar untuk membangun bangunan yang jelas-jelas menutup resapan air dan RTH di Kota Medan.

Sementara itu, Kadis PU Kota Medan, Isa yang dikorfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengerukkan sejumlah drainase di Kota Medan untuk mengatasi banjir. Meski demikian, dia meminta masyarakat turut membantu mengatasi banjir di Kota Medan. “Masyarakat sering kali membuang sampah ke sungai, ke parit sehingga parit jadi tersumbat. Bahkan, menuntup sendimen. Inilah yang sering kali menyebabkan saluran air tidak jalan ketika hujan,” ujar Isa. (map/ila)

PDAM Tirtanadi akan Bangun Museum Air Pertama di Sumut

adezulfi/sumut pos AUDIENSI: Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri saat menerima audiensi Pengurus Forum Wartawan PDAM Tirtanadi (Forwadi), Kamis (12/9).
adezulfi/sumut pos AUDIENSI: Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri saat menerima audiensi Pengurus Forum Wartawan PDAM Tirtanadi (Forwadi), Kamis (12/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi berencana akan membangun museum air pertama di Sumatera Utara. Menara air yang terletak di pojok Kantor PDAM Tirtanadi di Jalan Sisingamangaraja Medan, rencananya akan dijadikan lokasi museum.

Menurut Direktur Utama PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri, dipilihnya menara air sebagai lokasi untuk dijadikan museum air, karena menara air merupakan salah satu icon Kota Medan, ibukotanya Provinsi Sumatera Utara.

“Jadi ada keinginan dari PDAM Tirtanadi untuk membangun museum air pertama di Sumut. Wacana ini sudah kami sampaikan kepada Pak Gubsu Edy Rahmayadi dan sambutannya positif,” ujar Trisno Sumantri saat menerima audiensi Pengurus Forum Wartawan PDAM Tirtanadi (Forwadi), Kamis (12/9).

Dalam kesempatan itu, Trisno didampingi Direktur Air Minum Joni Mulyadi, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, Kepala Sekretaris PDAM Tirtanadi Jumirin, dan Asisten I Humas Tirtanadi Zaman Mendrofa.

Sementara jajaran pengurus Forwadi yang hadir diantaranya Ketua Amrizal SH MH, Sekretaris Hafnida Dalimunthe SSos MSP, Wakil Ketua Beny Pasaribu, dan bagian Program Husni Lubis serta Wakil Sekretaris Maria Surbakti.

Dalam kesempatan itu, Ketua Forwadi Amrizal menyampaikan sejumlah usulan program yang telah disusun oleh pengurus Forwadi, termasuk diantaranya rencana pengukuhan pengurus Forwadi dan wacana pengadaan press room untuk wartawan yang bertugas di unit PDAM Tirtanadi.

Trisno dalam kesempatan itu menyambut baik sejumlah program yang telah disusun Forwadi dan berharap kedepannya hubungan antara PDAM Tirtanadi dengan pers akan semakin harmonis. “Kami pada prinsipnya mendukung program yang telah disusun. Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah yang bisa kita manfaatkan dengan baik. Kita siap menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun,” sebut Trisno Sumantri.

Dirut juga berharap Forwadi mampu menyajikan informasi seputar PDAM Tirtanadi yang sifatnya mengedukasi masyarakat. “Kita mendukung jika dilakukan pelatihan tentang pemahaman produksi air dan lainnya,” pungkas Trisno. (adz/ila)

BJ Habibie Dimakamkan Secara Militer, Jokowi: Beliau Negarawan Sejati

PEMAKAMAN Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
PEMAKAMAN Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden RI ketiga Almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie telah dimakamkan, Kamis (12/9). Jenazahnya sudah tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 13.40 WIB. Didampingi segenap keluarga, serta pejabat negara, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Habibie dibawa dalam peti jenazah berwarna putih, berbalut bendera merah putih. Peti jenazah dipanggul oleh Prajurit TNI. Proses pemakaman dilakukan dengan upacara militern

Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara, dalam prosesi pemakaman kali ini.

Sepanjang perjalanan dari depan TMP, tepat setelah jenazah diturunkan dari kendaraan. Lantunan salawat tak henti-hentinya mengiringi Habibie ke peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman diawali dengan pembacaan biografi singkat Habibie semasa hidup. Sebelum diturunkan ke liang lahat, jenazah mendapat penghormatan terakhir secara militer.

Jokowi kemudian menjadi orang pertama yang melakukan penimbunan liang lahat secara simbolis. Dilanjut pihak keluarga yang diwakili Ilham Akbar Habibie. Dan diakhiri oleh petugas pemakaman.

Prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga atas nama negara dan bangsa, diwakili Jokowi selaku inspektur upacara. Perwakilan keluarga juga turut meletakan karangan bunga.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Indonesia sangat kehilangan atas berpulangnya Habibie. Sebab, almarhum merupakan sosok yang begitu besar. Bahkan, Jokowi menyebut BJ Habibie sangat berjasa kepada bangsa. “Beliau adalah negarawan sejati. Inspirator, ilmuan yang menyakini bahwa tanpa cinta kecerdasan berbahaya. Ilmu pengetahuan, iman dan taqwa harus bersatu. Beliau suri tauladan anak bangsa,” kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi menyampaikan, sudah sepantasnya di upacara pemakaman ini menjadi penghormatan negara terkahir kepada Habibie. Jokowi mengenang pendahulunya itu sebagai sosok yang sangat visioner. Di usia mudanya, dia sudah berpikir jauh untuk bangsa dan negara, siapa di masa mendatang, Indonesia bisa lepas landas. “Dari visi beliau lahir industri. Dedikasi beliau Pesawat Gatot Kaca pertama kali terbang pada perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

Selama masa kepresidenan, Habibie juga banyak meletakan pondasi kuat bangsa. Lahirnya demokrasi pun tak lepas atas jasanya. Pengabdiannya berlanjut sampai dengan masa senjanya. Dia masih tetap berkontribusi dalam untuk kemajuan bangsa.

Pemakaman Habibie turut dihadiri sejumlah pejabat negara. Diantaranya Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta sejumlah pejabat lain, termasuk tamu undangan negara sahabat.

Keluarga Gelar Tahlilan Selama 40 Hari

Keluarga mendiang BJ Habibie akan menggelar doa bersama dan tahlilan selama 40 hari berturut-turut. Putra pertama BJ Habibie, Ilham Habibie mengatakan, tahlilan digelar mulai Kamis (12/9) malam di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. “Ya, malam ini ada tahlilan dan saya kira hari-hari ke depan juga tahlilan,” kata Ilham setelah prosesi pemakaman Habibie di TMP Kalibata.

Alasan keluarga menggelar tahlilan selama 40 hari berturut-turut, karena sudah menjadi proses yang dijalankan seperti pada saat istri BJ Habibie, Hasri Ainun Besari wafat. Keluarga ingin memperlakukan mendiang BJ Habibie sama dengan istri tercintanya, Ainun Habibie. “Mungkin sampai empat puluh hari ke depan setiap hari akan ada tahlilan. Jadi ini seperti meng-copy pada saat ibu wafat dulu. Waktu itu juga tiap hari sampai dengan hari ke empat puluh itu setiap hari tahlilan,” jelas Ilham.

Selain itu, Ilham juga mengajak bangsa ini untuk meneladani sifat ayahnya semasa hidup. Ilham mengatakan, banyak yang bisa dipelajari dari BJ Habibie, sang guru bangsa. Ilham awalnya berbicara soal perjuangan Habibie di teknologi, seperti yang juga disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan sebagai inspektur upacara pemakaman. Ilham lalu mengenang kisah cinta sang ayah dengan ibunda, Hasri Ainun Besari.

“Begitu setia Bapak dengan Ibu sampai dengan wafat dan sekarang pun dikuburkan di sebelah Ibu. Insyaallah, mudah-mudahan mereka untuk selamanya bersama berdua di sisi Allah SWT di surga, di akhirat, di alam baka. Marilah kita belajar dari seorang guru bangsa, bagaimana beliau punya sikap,” kata Ilham.

Menurutnya, BJ Habibie selalu mau terus belajar semasa hidupnya. Sampai jelang akhir hayat pun BJ Habibie tetap menitipkan pesan-pesan untuk keluarganya. “Biarpun bapak sudah mau wafat, Bapak panggil keluarga untuk minta kita bagaimanapun dalam situasi apapun bersatu dan persatuan ini saya kira bisa kita terapkan kepada kita di Indonesia, keluarga Indonesia, itu penting. Kita adalah keluarga semuanya,” ucap Ilham.

“Semangat ini diterapkan untuk mewujudkan cita cita bangsa, negara, umat dan dunia. Sampai jumpa di akhirat, Bapak yang tercinta. Selamat jalan dan kita mencintai Papa dan Eyang semuanya,” tutur Ilham.

Habibie di Mata Pilot Perempuan Pertama N250

Presiden Republik Indonesia kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 lalu ini, dikenal memiliki segudang prestasi. Salah satunya di dunia penerbangan. Karya yang paling dikenal publik yakni, pesawat N250 Gatot Kaca.

Tim JawaPos.com (grup Sumut Pos) berkesempatan mewawancarai seorang penerbang pesawat yang dirancang BJ Habibie itu. Ester Gayatri merupakan pilot perempuan pertama yang menerbangkan pesawat N250.

“Karena pada saat saya pulang dari Amerika pada 1984, Indonesia belum ada pilot wanita. Jadi saya ditolak di mana-mana. Beliaulah yang menerima saya di PT Nurtanio,” kata Ester ditemui di rumah duka Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Ester menyampaikan, Habibie merupakan sosok yang visioner. Berkat kebaikan Habibie, Ester dapat diterima bekerja sebagai pilot di PT Nurtanio. “Padahal itu saya masih baru. Jadi dia visioner. Saya benar benar sangat bertema kasih,” ujar Ester mengingat perjalanan kariernya.

Ester menyebut, Habibie telah banyak mengajarkan terkait teknis pesawat kepadanya. Bahkan Habibie sempat menasihati Ester soal terbang pesawat.

Lebih jauh, Ester menyatakan pertemuan terakhir dengan Bapak Demokrasi itu pada tiga tahun lalu pada 2016. Saat itu, lanjut Ester, dirinya baru pulang dari sekolah pilot di Kanada. “Langsung pada event lebaran saya ditanya masih terbang, saya jawab masih, saya siap membantu untuk apapun pesawat yang ia rancang R80 saya siap bantu. Itu kali terakhir setelah itu saya sibuk dengan N219,” tukasnya.

Untuk diketahui, pada 1978 Habibie diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ia juga tercatat memimpin proyek pesawat N250 Gatot Kaca, pesawat pertama buatan Indonesia.

Rancangan pesawatnya dapat terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’, istilah untuk pesawat yang oleng. Pesawat itu juga merupakan pesawat turbotrop di dunia yang menggunakan Fly by Wire dengan jam terbang 900 jam.(jpc)

Rp16 Miliar Honor TAPD Raib di Parkiran Kantor Gubsu, Pejabat Pemprovsu Bungkam

KANTOR GUBSU: Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Pangeran Diponegoro. Di areal parkir kantor gubernur inilah uang Rp1,6 miliar raib.
KANTOR GUBSU: Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Pangeran Diponegoro. Di areal parkir kantor gubernur inilah uang Rp1,6 miliar raib.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Raibnya uang senilai Rp1,6 miliar lebih di pelataran Kantor Gubernur Sumut pada Senin (9/9) sore lalu, mengundang banyak pertanyaan. Selain proses hilangnya dinilai janggal, peruntukan uang yang katanya untuk membayar honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumut, juga jadi pertanyaan. Pasalnya, saat ini pembayaran honor kegiatan sudah dialihkan seluruhnya ke tambahan penghasilan pegawai (TPP).

SEJAK mencuatnya peristiwa uang miliaran rupiah yang raib di kantor Gubsu, pejabat Pemprov Sumut enggan memberi keterangan. Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu M Fitriyus, yang juga anggota TAPD Sumut ketika dikonfirmasi, menolak memberikan komentar. Ia malah membuang ‘bola panas’ kepada Sekdaprovsu R Sabrina, yang menjadi ketua TAPD.

“Janganlah saya yang berkomentar. Ke Sekda sajalah, sebagai ketua (TAPD),” katanya menjawab Sumut Pos via seluler, Kamis (12/9).

Sebagai bagian dari TAPD, Fitriyus yang ditanya lagi apakah selama ini memang honor tersebut diberikan secara tunai kepada mereka, terlebih dengan nominal fantastis seperti menjadi ‘upah capek’ tim dalam melakukan pembahasann

anggaran, ia kembali menolak memberi keterangan. “Saya kebetulan lagi ada tamu ini di kantor. Jangan buat berita komentar saya ya,” katanya lagi sembari menutup sambungan telepon.

Sementara Ketua Tim TAPD Sumut, Sabrina yang coba dikonfirmasi wartawan di Lantai 9 Kantor Gubsu, Kamis (12/9), tidak berada di ruang kerjanya. Ternyata Sabrina sedang ada tugas di luar negeri.

Bukan cuma Fitriyus, Kasatpol PP Sumut, Suriadi Bahar juga enggan menjawab pertanyaan wartawan. Saat ditanya terkiat tidak berfungsinya CCTV atau kamera pengawas di area luar kantor tersebut, dia menjawab, daripada terjadi disinformasi mengenai hal yang ditanyakan, lebih baik langsung dikonfirmasi ke Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu. Dia mengaku, sudah memberikan data dan keterangan sekaitan CCTV yang tak berfungsi tersebut. Termasuk soal letaknya di mana-mana saja.

“Gini, itu keterangan siapa? Tanya sama dia (Biro Humas), dia sudah tahu itu. Semua nanti informasi di sini itu satu pintu. Dan masalah CCTV Satpol PP punya atau bukan, saya sudah terangkan itu. Kalau (kantor) Satpol PP kan sudah pindah. Jadi tanya ke Biro Humas keaktifan CCTV itu bagaimana,” katanya.

Menurut dia bukan kewenangannya menyampaikan perihal dimaksud. Ia hanya menyampaikan kepada yang berperan tentang pertanyaan seputar tupoksi di instansinya. “Segala macam permasalahan yang terjadi di sini, yang menyampaikan adalah Biro Humas. Kalau ada kaitan Satpol PP, Biro Humas yang sampaikan itu, bukan saya. Tanya saja ya ke Biro Humas. Jika tanya saya, ada dualisme informasi,” katanya.

Keterangan Suriadi Bahar justru berbanding terbalik dengan Kabag Humas pada Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Muhammad Ikhsan. Ia mengaku tidak ada secara khusus Suriadi Bahar menerima data dan keterangan yang bersangkutan dengan CCTV tidak aktif, paska kejadian uang raib tersebut. “Tidak, tidak ada beliau sampaikan resmi ke kami soal itu. Hanya dalam rapat dengan pak wagub semalam saja dia sampaikan di situ,” katanya.

Ikhsan menambahkan, sepengetahuan dia, memang diketahui ternyata CCTV yang berada di luar area gedung tidak lagi berfungsi, pascakantor Satpol PP pindah ke Jalan Kapten Muslim. Namun untuk jumlahnya berapa, ia pun tidak mengetahui pasti.

Sebelumnya pada Rabu (11/9) malam kemarin, dua saksi hilangnya uang Rp1,6 miliar lebih dari dalam mobil di pelataran parkir kantor Gubsu, yakni Pembantu PPTK BPKAD Setdaprovsu, Muhammad Aldi Budianto, bersama tenaga honorer BPKAD Sumut, Indrawan Ginting juga enggan memberi komentar lebih jauh kepada wartawan.

Ditemui di kantor Gubsu sekitar pukul 21.00 WIB, dalam rangkaian penyelidikan oleh Satreskrim Polrestabes Medan untuk pengumpulan bahan, keterangan, dan bukti, baik Aldi maupun Indrawan tampak kelelahan. Raut wajah keduanya menunjukkan ketakutan dan seperti merasa ditekan publik. “Maaf bang, aku kelelahan. Bolak-balik dipanggil belum ada istrahat,” ujar Aldi di sela penyelidikan itu.

Ia sempat menunjukkan titik parkir mobil yang mereka kendarai membawa uang itu. Namun saat ditanya wartawan lebih jauh, Aldi pun mengelak. “Ah udahlah bang, maaf ya,” ujarnya.

Setali tiga uang, Indra juga mengaku saat ini sedang kelelahan. “Maaf ya bang, belum ada istrahat,” ungkapnya.

Dia hanya sempat menjawab apakah ada tempat lain yang mereka singgahi selain kantor Gubsu seusai menarik uang dari Bank Sumut. “Oh nggak bang, kami langsung kemari (kantor Gubsu),” aku dia yang tampak tak sabar untuk pergi meninggalkan wartawan dengan mengendarai sepeda motor. “Maaf ya bang, besok kami mau diperiksa lagi,” ujar Indra sambil pamit kepada wartawan.

Pantauan wartawan, Aldi dan Indra melayani apa pertanyaan yang disampaikan tim Satreskrim Polrestabes. Sejumlah titik diamati petugas, mulai dari lokasi parkir, CCTV yang berada di dekat pagar depan Kantor Gubsu hingga arah masuk dan keluar dari Kantor Gubsu.

Di lokasi itu, petugas tampak didampingi Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Achmad Fadly dan sejumlah staf, termasuk beberapa ASN dari BPKAD serta Satpol PP.

Achmad Fadly terlihat membantu apa yang diperlukan petugas dalam penyelidikan itu. “Tugas kami mendampingi petugas dan memberi keterangan dan apa yang mereka butuhkan dalam proses ini,” katanya.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Said Husein, yang ditemui wartawan usai penyelidikan mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. “Nanti ke Kasat aja ya bang,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha, mengatakan pihaknya sejauh ini masih melakukan penyelidikan. “Kita msh terus melakukan penyelidikan. Tim yang sudah kita bentuk masih bekerja,” katanya. (prn)

Dugaan Penipuan Proyek Revitalisasi Pasar Horas Siantar, Benny Sihotang Ditetapkan Tersangka

istimewa Benny Sihotang.
Benny Sihotang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Pematangsiantar, Benny Harianto Sihotang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Subdit II Harta Benda, Bangunan dan Tanah (Hardabangtah) Direktorat Reskrimum Polda Sumut menetapkan Benny sebagai tersangka atas laporan Rusdi Taslim yang mengalami kerugian senilai Rp1,7 miliar.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan dalam kasus dugaan penipuan ini, Benny Sihotang yang juga Caleg DPRD Sumut terpilih dari Partai Gerindra, merupakan otak pelaku. “Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, memang dia yang dilaporkan,” ujar Andi Rian ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/9).

Selain Benny, kata Andi Rian, pihaknya juga menetapkan seorang tersangka lainnya yakni, Fernando Nainggolan alias Moses. “Fernando ikut serta dalam kasus ini, karena dia merupakan orang suruhan Benny Sihotang,” sebutnya.

Kasubdit II Hardabangtah AKBP Edison Sitepu menambahkan, penetapan status Benny Sihotang sebagai tersangka, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan gelar perkara. Menurut Edison, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan pemanggilan terhadap Benny Sihotang sebagai tersangka pada Senin (16/9) pekan depan. Namun saat disinggung kemungkinan akan dilakukan penahanan setelah pemeriksaan, Edison belum dapat memastikan, karena masih menunggu hasil pemeriksaan.

Terpisah, Benny Sihotang yang dikonfirmasi terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut, mengaku belum mengetahui. Namun, mantan Dirut PD Pasar Kota Medan ini tak menampik telah dilaporkan ke Polda Sumut terkait kasus dugaan penipuan. “Oh, enggak tahu saya (sebagai tersangka), biar saja berproses sesuai hukum yang berlaku,” ucap Benny saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Ditanya, apabila dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka bersedia hadir, Benny belum bisa memastikan. “Kita lihat dulu, karena saya baru tahu dari Anda. Nanti saya tanya dulu dengan pengacara saya, harus seperti apa dan bagaimana,” tukasnya.

Sebelumnya, terkait kasus ini penyidik Subdit II/Hardabangtah telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Diketahui, pelapor atas nama Rusdi Taslim melaporkan perkara ini tertanggal 15 Februari 2018. Perkara tersebut terkait proyek revitalisasi Pasar Horas Pematang Siantar yang diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp24 miliar.

Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Direktur Utama Benny Harianto Sihotang, memenangkan perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim. Namun, seiring berjalannya waktu beredar kabar Benny Sihotang meminta uang kepada rekanan, yakni Rusdi Taslim.

Lantas, Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses dengan mengirim lewat rekening. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.

Lantaran menjadi korban penipuan, Rusdi Taslim melaporkan kasus itu ke Polda Sumut yang kemudian ditangani Subdit IV/Renakta. Namun, karena dinilai penanganannya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harbangtah.

Gerindra Belum Bersikap

Partai Gerindra belum menentukan sikap terkait penetapan status tersangka kepada Benny Harianto Sihotang, anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 terpilih dari Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 2 dalam kapasitasnya sebagai eks Dirut PD Horas Siantar dalam kasus dugaan penipuan revitalisasi Pasar Horas.

“Kami belum mendengar kabar itu (penetapan Benny sebagai tersangka). Tentu kami prihatin,” ujar Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Robert Lumbantobing, ketika dihubungi, Kamis (12/9).

Berdasarkan jadwal, kata dia, Benny akan dilantik menjadi anggota DPRD Sumut pada 17 September 2019. Apakah, penetapan status tersangka akan menghalangi pelantikan, Robert belum bisa memastikan. “Itu KPU yang punya kewenangan, kami ikut apa kata KPU saja,” urainya.

Namun, ia memastikan dalam waktu dekat Partai Gerindra akan meminta klarifikasi kepada Benny terkait penetapan status tersangka. “Secepatnya dia (Benny) akan kita panggil untuk klarifikasi, apa yang sebenarnya terjadi. Karena beliau belum dilantik, maka kasus ini tidak ada kaitannya dengan aktivitasnya sebagai anggota dewan. Untuk bantuan hukum, apakah partai akan memberikan dulu, nanti kita bicarakan,” paparnya.

Wakil Ketua Gerindra Sumut, Sugiat Santoso yang dimintai komentarnya soal kasus yang menjerat benny Sihotang ini, enggan berkomentar. “Jangan dululah kami komentari saat ini. Apalagi itukan masalah pribadi beliau,” kata Sugiat menjawab Sumut Pos, tadi malam.

Disinggung lagi tentang sikap partai atas kasus Benny Sihotang tersebut, apakah berpengaruh terhadap posisinya sebagai anggota DPRD Sumut terpilih periode 2019-2024 nantinya, Sugiat juga lebih memilih menyerahkan ke proses hukum. “Tidak pantas kami campuri saat ini. Itu kasus pribadi beliau, gak ada urusannya sama partai,” pungkasnya. (ris/prn)

Finishing Masih Buruk, PSMS 1-0 PSCS

SELEBRASI: Bayu Tri Sanjaya melakukan selebrasi usai mencetak gol kemenangan PSMS atas PSCS lewat titik putih di Telasan, Kamis (12/9) sore.
SELEBRASI: Bayu Tri Sanjaya melakukan selebrasi usai mencetak gol kemenangan PSMS atas PSCS lewat titik putih di Telasan, Kamis (12/9) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan sukses mengalahkan tamunya PSCS Cilacap dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Kamis (12/9) sore. Meskipun menang, finishing tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut masih menjadi sorotann

Melakukan debut sebagai pelatih PSMS, Jafri Sastra tidak banyak melakukan perubahan dalam susunan pemain. Alfonsius Kelvan masih dipercaya di bawah mistar. Lini belakang ditempati Bruno Casimir dan Andre Sitepu, dibantu Syaiful Ramadhan serta Tedi Berlian.

Lini tengah diisi oleh Legimin Raharjo, Elina Soka, Ilham Fathoni, Bayu Tri Sanjaya dan Eki Fauji. Jafri Sastra masih mengandalkan striker tunggal, yang ditempati Tri Handoko. Natanael Siringo-ringo yang baru kembali dari Timnas U-22, harus memulai laga dari cadangan.

Dengan formasi itu, PSMS langsung mengambil inisiatif menguasai permainan. Mereka mencoba menerapkan permainan cepat. Beberapa kali serangan Ayam Kinantan mengancam gawang M Ridho, namun gagal menjadi gol.

Ilham Fathoni sempat memiliki beberapa peluang, tapi masih gagal menjadi gol. Begitu juga dengan Syaiful Ramadhan, hampir membuka keunggulan. Namun, bola tendangannya mampu dihentikan kiper PSCS.

Gol yang ditunggu-tunggu publik Stadion Teladan akhirnya lahir di menit ke-42 melalui Bayu Tri Sanjaya. Pemain belakang PSCS melakukan hansball di kotak terlarang, sehingga wasit menunjuk titik putih.

Bayu Tri yang maju sebagai eksekutor, mampu menjalankan tugasnya dengan baik. PSMS unggul 1-0 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada baba kedua, PSMS tetap berusaha untuk menguasai permainan. Namun mereka mendapat perlawanan dari PSCS. Tim tamu berusaha meningkatkan serangan untuk menyamakan kedudukan.

Jual beli serangan pun terjadi di lapangan. PSCS beberapa kali berusaha membangun serangan, namun masih bisa dipatahkan lini belakang PSMS yang dikomandoi Bruno Casimir.

PSMS juga terus berusaha untuk memperbesar keunggulan. Bahkan pada menit ke-67, mereka memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan. Tendangan keras Eki Fauji yang sudah melewati pemain belakang PSCS, masih bisa ditepis M Ridho.

Jafri Sastra kemudian melakukan tiga pergantian di babak kedua. Natanael Siringo-ringo masuk menggantikan Tri Handoko, disusul Kesuma Satria menggantikan Tedi Berlian dan Yuda Risky menggantikan Eki Fauji.

Tapi hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan. PSMS menang dengan skor 1-0. Kemenangan ini membuat Ayam Kinantan naik ke posisi kelima klasemen sementara, dengan 27 angka dari 16 laga.

Pelatih PSMS Jafri Sastra bersyukur dengan kemenangan ini. Dia juga memuji perjuangan pemainnya, yang tanpa lelah mempertahankan keunggulan. “Pada babak pertama, kami tidak cukup baik, tapi bisa mencetak gol. Pada babak kedua, kami lebih baik, tapi gagal menambah gol. Tapi intinya, kami berhasil meraih tiga poin,” ujarnya.

Meksipun menang, Jafri Sastra memberikan catatan. Menurutnya, finishing masih buruk. Komunikasi masih perlu ditingkatkan. “Pekerjaan rumah kita masih banyak. Mudah-mudahan kelemahan itu bisa diperbaiki sebelum melakoni laga tandang ke kandang Blitar United,” jelasnya.

Sedangkan pelatih PSCS Djoko Susilo mengaku tetap bangga, meskipun timnya menelan kekalahan. Pasalnya, para pemainnya sanggup mengimbangi permainan PSMS. “Saya bangga dengan pemain. Mereka mampu memperagakan permainan hebat, sehingga pertandingan enak untuk ditonton,” sebutnya.

Untuk itu, Djoko Susilo tetap senang, meski kecewa dengan hasilnya. “Saya kecewa dengan hasilnya, tapi senang dengan pertandingannya,” pungkasnya. (dek)

Jelang Acara Puncak Sail Nias 2019, Edy: Jadilah Tuan Rumah yang Baik

ANTUSIAS: Gubsu Edy Rahmayadi foto bersama puluhan penari yang berlatih untuk persiapan Sail Nias 2019 di Pelabuhan Telukdalam, Nias Selatan, Kamis (12/9).
ANTUSIAS: Gubsu Edy Rahmayadi foto bersama puluhan penari yang berlatih untuk persiapan Sail Nias 2019 di Pelabuhan Telukdalam, Nias Selatan, Kamis (12/9).

TELUKDALAM, SUMUTPOS.CO – Jelang acara puncak kegiatan Sail Nias 2019 yang jatuh pada 13-14 September, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi ingin Sumut menjadi tuan rumah yang baik antara lain dengan memberikan kenyamanan kepada tamu-tamu yang datang ke Nias

sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke “Surga Kecil” di Sumut ini.

Edy Rahmayadi yang tiba di Bandar Udara Binaka, Gunungsitoli, Kamis (12/9) pagi, langsung bergerak melihat salah satu venue utama Sail Nias 2019 di Pelabuhan Telukdalam, Nias Selatan. Di Pelabuhan Telukdalam, Gubsu memantau langsung kesiapan kegiatan dan penyambutan Presiden RI Joko Widodo yang dijadwalkan tiba, Jumat (13/9).

Kedatangan Gubsu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Puluhan penari yang sedang berlatih berlomba bersalaman dan berfoto dengan Gubsu. “Keramahtamahan itu perlu, terutama kepada tamu dan wisatawan yang datang. Kalau seperti ini ramahnya semua masyarakat Sumut, terutama Nias pasti wisatawan datang lagi, membawa teman atau saudaranya ke sini. Kalau ramai yang datang masyarakat di sini tentu akan menambah pemasukan masyarakat di sini,” ujar Edy Rahmayadi, saat diwawancarai, usai melihat langsung persiapan Sail Nias di Telukdalam.

Telukdalam merupakan tempat diselenggarakannya acara puncak Sail Nias 2019. Rencananya ada 1.000 penari yang akan memeriahkan acara puncak Sail Nias, ditambah dengan atraksi terjun payung dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Telukdalam satu dari lima tempat penyelenggaraan Sail Nias 2019. Ada empat daerah lagi yaitu Gunungsitoli, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias. Berbagai acara telah dipersiapkan, di antaranya 1.000 tenda dan funbike, Festival Budaya Kepulauan Batu dan yang paling difavoritkan Nias Pro International Surfing. Ada 126 peselancar dari 15 negara yang akan berkompetisi di ajang ini. Sebanyak 102 peselancar laki-laki dan 24 perempuan akan bersaing menaklukkan ombang pantai Nias Selatan.

Edy Rahmayadi berharap, semua kegiatan Sail Nias 2019 berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya Nias. “Apapun ceritanya kegiatan-kegiatan seperti ini yang diuntungkan harus masyarakat. Banyak pendatang, hotel penuh yang berjualan laku, penyedia jasa dapat konsumen, itulah tujuannya. Dan harapannya tentu tidak hanya ketika ada event, tetapi terus berlanjut. Kegiatan ini bentuk promosi berskala internasional, Nias harus lebih terkenal,” kata Edy Rahmayadi yang didampingi Asisten Pemerintahan Provinsi Sumut Jumsadi Damanik, Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Baharuddin Siagian.

Bupati Nias Selatan Hilarius Duha optimis kegiatan bertaraf internasional ini memberikan dampak positif kepada pariwisata Nias. “Kami sangat berterima kasih dipilih menjadi tuan rumah acara puncak Sail Nias 2019. Saya optimis ini akan berdampak positif kepada masyarakat Nias khususnya. Saya harap masyarakat Nias bisa jadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Petakan Jumlah Wisatawan

Sehari sebelumnya, Rabu (11/9), Gubsu Edy Rahmayadi menghadiri rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pariwisata III yang digelar Kementerian Pariwisata di Swissotel, Pantai Indah Kapuk Avenue, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, Gubsu memaparkan dukungan Pemprov Sumut terkait desnitasi wisata super prioritas Danau Toba.

Gubsu memaparkan, ada 3 prioritas yang akan dilakukan Pemprov Sumut terkait pariwisata Danau Toba. Pertama adalah atraksi. Menurut Gubsu, Pemprov Sumut akan melakukan penghijauan alam Danau Toba. Kemudian, Pemprov Sumut akan melakukan penguatan budaya di daerah kawasan Danau Toba. Khususnya di tujuh kabupaten yang ada di sekeliling Danau Toba.

Kedua, adalah aksesibilitas. Pemprov Sumut akan mengupayakan transportasi dari dan menuju Danau Toba. “Aksesibilitas adalah transportasi mulai pesawat, kapal, hingga kendaraan darat yang bisa mengantar keliling Danau Toba, sehingga orang akan berminat dan menikmati kekayaan alam di seputaran Danau Toba,” katanya.

Terakhir adalah amenitas. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung wisatawan yang akan datang. Misalnya rumah makan, hotel, money changer, dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan agar wisatawan mau datang dan berlama-lama di satu kawasan wisata.

Terkait itu, Pemprov Sumut akan mengevaluasi wisatawan mana yang paling banyak datang ke Danau Toba. Meski tetap akan menyasar wisatawan yang berasal dari negara terdekat seperti Singapura, Malaysia, hingga yang terjauh China.

Untuk itu akan dilakukan pemetaan jumlah wisatawan. Selain itu, Pemprov Sumut juga akan melakukan digitalisasi melalui penyediaan aplikasi. “Tak akan datang orang kalau tidak ada fasilitas yang membuat orang itu nyaman,” kata Edy Rahmayadi, di hadapan hadirin.

Kata Edy, pariwisata adalah salah satu prioritas pembangunan Pemprov Sumut saat ini. Peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata termasuk ke dalam sasaran pokok jangka pendek 5 tahun ke depan. Hal itu pula sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menjadikan pariwisata sebagai prioritas.

Daerah dan pusat harus bersinergi menyamakan tujuan. Gubernur berharap koordinasi yang dilakukan tidak berbentuk top down melainkan bottom up. Koordinasi yang dilakukan haruslah dari bawah ke atas. Karena menurut Gubernur, daerah lebih memahami kawasan wisata. “Jadi apa yang dilakukan di sini jadi gayung bersambut,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Rakornas Pariwisata tersebut. Dikatakannya 5 destinasi super prioritas merupakan bagian dari 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan oleh pemerintah guna menarik kunjungan turis asing. “Tujuan Rakornas ini berdasarkan instruksi Presiden Jokowi yang meminta infrastruktur pariwisata haruslah tuntas pada 2020. Tidak hanya instruksi, anggarannya pun diberikan. Maka kita satukan langkah dalam Rakornas Pariwisata ini,” kata Menpar, Selasa (10/9).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Ria Telaumbanua, dan Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan Siregar. (prn)

Bakal Maju di Pilkada Medan 2020, Bobby Ambil Formulir ke PDIP

Bobby Nasution
Bobby Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution mulai menunjukkan keseriusannya untuk ‘bertarung’ di Pilkada Medan 2020. Suami Kahiyang Ayu ini mengutus pamannya, Erwan Rozadi Nasution untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan di kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Sekip Baru, Kamis (12/9).

“Ya, kita ambil formulir pendaftaran untuk Bobby,” ujar Erwan kepada wartawan. Ketua Relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin (JAMIN) Sumut di Pilpres 2019 lalu itu, belum bisa memastikan kapan formulir yang diambil akan dikembalikan. “Masih lihat, apa saja syarat yang diperlukan dan siapa saja yang ambil formulir atau sudah mendaftar. Kalau dari syarat yang diperlukan, tidak ada yang sulit untuk dipenuhi,” jelasnya.

Ia mengaku, komunikasi dengan partai politik tetap dilakukan. Setelah bertemu dengan Nasdem pada Selasa (10/9) lalu, komunikasi dilakukan dengan Partai Gerindra. “Dengan Gerindra Medan sudah komunikasi. Partai lain belum ada yang buka penjaringan,” ucapnya.

Ke depan, kata Erwan, keponakannya itu akan melakukan silaturahmi politik ke partai lainnya. “Kami juga akan mengunjungi Golkar, Hanura, dan partai lainnya,” katanya.

Erwan menekankan, pertemuan-pertemuan nantinya bukanlah masalah penjajakan, melainkan silaturahmi biasa. “Bukan menjajaki, namun silaturahmi. Beda itu artinya,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua DPC PDI Perjuangan Medan, Hasyim menyambut gembira kabar Bobby mengambil formulir bakal calon Wali Kota Medan. Namun dia menegaskan, peluang semua yang mendaftar ke partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih ini adalah sama. “Penjaringan tersebut terbuka untuk semua. Dan, semua memiliki peluang yang sama baik kader maupun bukan kader,” tegas Hasyim.

Dia juga mengatakan, pendaftaran akan ditutup pada Sabtu (14/9) besok. Setelah itu, formulir yang dikembalikan akan diserahkan ke DPD guna diteruskan ke DPP. “DPP memiliki kewenangan untuk menunjuk, siapa sosok yang akan diusung, setelah dilakukan survei,” pungkasnya.

Dahnil Siap Bersaing dengan Bobby

Politikus Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku siap berkompetisi dengan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, di Pilkada Medan pada 2020. “Saya insyaallah akan ber-fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan),” kata Dahnil, Kamis (12/9).

Lagi pula kata Dahnil, siapa pun berhak untuk ikut berkompetisi di Pilkada Medan. Dia sendiri memang mendorong agar banyak tokoh yang memang terjun langsung dan ikut berkompetisi di Pilkada Medan nanti. Sebab menurut dia, akan semakin baik bila masyarakat Medan memiliki banyak pilihan saat Pilakda nanti. “Semakin baik bila publik Medan disediakan pilihan-pilihan yang semakin beragam dan banyak,” katanya.

Dahnil mengaku maju dalam Pilkada Kota Medan karena diperintahkan langsung oleh Prabowo Subianto. “Saya sudah diperintahkan Pak Prabowo untuk maju. Insya Allah saya siap,” kata Dahnil, yang juga menjabat juru bicara Prabowo, saat mendampingi Sandiaga Uno berkunjung ke Medan, Minggu (8/9).

Usai mendapat lampu hijau dari Ketua Umum Partai Gerindra, Dahnil mengaku langsung turun ke Medan untuk meminta pendapat langsung dari masyarakat. “Ya, saya percuma maju kalau tidak disetujui masyarakat. Sekarang kami masih ngumpul semua suara dari masyarakat Kota Medan,” ujar Dahnil.(map/bbs)

Dekat dengan Gurning, Casimir Profesional

Saya tidak main untuk Coach Gurning atau Coach Jafri, saya main untuk PSMS Medan. Jadi siapapun pelatihnya, saya tetap semangat,”

Bruno casimir, Pemain PSMS

Pergantian pelatih PSMS dari Abdul Rahman Gurning ke Jafri Sastra tidak akan mempengaruhi permainan Bruno Casimir. Pemain naturalisasi tersebut mengaku akan bersikap profesional.

BRUNO Casimir merupakan pemain yang cukup dekat dengan Abdul Rahman Gurning. Bahkan, Casimir merupakan satu-satunya pemain yang direkomendasikan Gurning untuk direkrut manajemen pada putaran kedua, kemarin.

Kedekatan dan saling mengenal skill satu sama lain, membuat Gurning yakin dengan Casimir. Karena keduanya sempat bekerja sama di Arema beberapa tahun lalu.

Namun, pasca-mundurnya Gurning dari pelatih PSMS Medan, pemain eks Sriwijaya FC itu menegaskan tetap berlaku profesional di hadapan pelatih baru, Jafri Sastra.

“Saya tidak main untuk Coach Gurning atau Coach Jafri, saya main untuk PSMS Medan. Jadi siapapun pelatihnya, saya tetap semangat,” tegasnya di Stadion Teladan, Selasa (10/9).

Semangat memang harus diusung Casimir karena ini menjadi modal penting PSMS untuk melakoni laga berikutnya lawan PSCS Cilacap di Stadion Teladan, Kamis (12/9). Apalagi lini belakang menjadi konsentrasi pelatih baru Jafri Sastra, karena PSMS memiliki statistik lumayan banyak kebobolan. Sejauh ini dari 15 laga sudah kemasukan 17 gol.

“Yang penting harus semangat, yang kedua memaksimalkan instruksi pelatih baru. Tiap pelatih punya cara masing-masing. Yang pemain lakukan bermain lebih semangat, lebih rapat dan lebih disiplin di lini belakang,” ungkapnya.

Soal tim lawan, kata Casimir mengatakan Cilacap tim yang memang patut diwaspadai. Dia menyebut kekuatan Cilacap ada di gelandang dan wing kanan.

“Cilacap bagus, mereka punya gelandang yang kapten tim bagus, wing kanan juga memang bagus,” jelasnya.

Tapi sebagai tuan rumah, Casimir mengatakan siap memberikan yang terbaik. “Kami tuan rumah, ini Medan, harus menang. Enggak ada kata-kata lain,” ucapnya.

“Soal beban main di kandang enggak ada. Kami akan memanfaatkan pertandingan sebagai tuan rumah. Positif saja supaya bisa menang,” pungkasnya. (bbs/dek)