istimewa
AKSI: Sejumlah honorer K2 menggelar aksi di depan Istana Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.
AKSI: Sejumlah honorer K2 menggelar aksi di depan Istana Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabar tak sedap disampaikan Ketum Aliansi Honorer Nasional (AHN) Edi Kurniadi alias Bhimma. Dia mengaku mendapat informasi bahwa pemerintah akan memberhentikan seluruh honorer.
“SIAP-siap, tahun 2020-2024 seluruh honorer Indonesia akan diberhentikan oleh pemerintah. Ini bukan hoaks tapi kami dapatkan dari hasil diskusi dengan pejabat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 30 Agustus 2019,” ungkap Bhimma kepada JPNN.com (Grup Sumut Pos), Rabu (11/9).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bhimma meminta seluruh honorer K2 merapatkan barisan. Jangan mau diadu-domba oleh siapapun. Bila seluruh elemen honorer bersatu maka pemberhentian yang direncanakan pemerintah tidak akan terjadi.
“Kuncinya bersatulah wahai saudara honorer se-Indonesia. Ini menyangkut masa depan kita,” serunya. Hingga saat ini, pemerintah hanya menawarkan ikut tes PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) kepada honorer K2 berusia di atas 35 tahun. Sayangnya, kebijakan PPPK ini tidak jelas lagi aturannya karena Perpres belum ditetapkan.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana beberapa waktu lalu pernah menegaskan, dalam masa transisi pascaterbitnya PP 49/2018 tentang Manajemen PPPK, honorer K2 diberikan waktu hingga 2024 untuk ikut tes menjadi ASN. Setelah itu tidak ada lagi namanya honorer.
Terpisah, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai panitia seleksi nasional pengadaan CPNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), saat ini masih menunggu perintah untuk rekrutmen aparatur sipil negara (ASN). Untuk CPNS sudah jelas kapan pelaksanaannya. Sebaliknya, PPPK belum diketahui kebijakannya seperti apa.
“Maaf, kami belum tahu pengadaan PPPK modelnya seperti apa. Sampai saat ini belum ada petunjuk apapun terkait PPPK,” kata Karo Humas BKN Mohammad Ridwan kepada JPNN.com (Grup Sumut Pos), Selasa (10/9).
Di kalangan honorer K2 sendiri, informasi beredar menyebut tes PPPK (bagi K2) hanya berlangsung dari 2019-2020. Selebihnya, dibuka untuk umum.
Itu sebabnya, masing-masing forum honorer K2 terus melakukan konsolidasi untuk mengecek anggotanya apakah masuk data base BKN atau tidak. Ini agar saat rekrutmen dibuka, honorer K2 tidak lagi terkendala dengan data base.
Terhadap masalah tersebut, Ridwan mengaku tidak tahu soal kebenaran informasi tersebut.
“Aduh, saya enggak tahu nih apakah seperti itu kebijakannya. Karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda apakah mau ada rekrutmen PPPK atau tidak. Mekanismenya seperti apa juga kami tidak tahu,” ucapnya.
Dia mengimbau agar honorer K2 selalu mengecek kebenaran informasi langsung ke instansi resmi. Ini untuk mencegah terjadinya penipuan. Untuk diketahui, pemerintah berencana mengangkat PPPK 150 ribu orang dari honorer K2. Tahap I sudah dibuka Februari 2019. Tahap II rencanannya Oktober tapi kemudian disinyalir bakal diundur 2020 lantaran Perpres tentang jabatan PPPK belum ada. (jpnn/ala)
Foto: Istimewa Kesembilan finalis yang berhasil maju ke babak Grand Final Gala Catur Emas (GCE) 2019 di Medan, Oktober mendatang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Turnamen Gala Catur Emas (GCE) 2019 Road To Master yang digelar Galan kretek bekerjasama Pengda Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Sumut, memasuki babak seleksi tingkat kabupaten/kota ketiga. Setelah diawali dari Lubuk Pakam, dilanjutkan di Kota Pematangsiantar, seleksi GCE 2019 berlanjut 6-8 September kemarin di Labuhanbatu.
Turnamen berlangsung di Lapangan Parkir Stadion Binaraga,
Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu dan mendapat perhatian antusias dari para
pecatur maupun masyarakat Labuhanbatu sekitarnya.
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Erham Tarmizi WN, Drs
H Khairul Irwan MSI dan Inspektur Agustinus Siallagan MSI, pecatur Labuhanbatu,
Magatur Sialoho, tampil meyakinkan sebagai finalis di peringkat teratas. Ia
menyisihkan delapan pecatur lainnya yang menduduki posisi 9 Besar dari total 72
peserta. Atas keberhasilannya, Sihaloho pun berhak melaju ke babak grand final
di Medan pada Oktober mendatang.
Kesembilan pecatur yang berhak melaju ke babak grand final
di Medan berdasarkan peringkat yang dirilis adalah Mangatur Sihaloho asal
Labuhanbatu dengan poin 6, Harunsyah (Labura/poin 6), Edu Tambunan
(Labuhanbatu/poin 5,5), H Sinaga (Medan/poin 5,5), Akun Nasution (Medan/poin
5,5), Edy Surya Hasibuan (Labuhanbatu/poin 5,5), Paula Rosi Tambunan
(Labuhanbatu/poin 5), Ridwan Siregar (Tanjungbalai/poin 5), dan Ibrahim
(Taput/poin 5).
“Dengan telah terjaringnya 27 finalis dari tiga
kota,masing-masing sembilan orang, maka persaingan akan semakin seru nantinya.
Kita tinggal menanti hasil dari dua seleksi lagi yaitu di Kabanjahe dan
Sibolga,” ujar Inspektur Pertandingan Agus Siallagan kepada wartawan, Rabu
(11/9).
Adapun babak Grand Final GCE 2019 dijadwalkan akan
berlangsung pada 9 -13 Oktober 2019 di Garuda Plaza Hotel Medan.
Ketua Pengda Percasi Labuhan Batu, Risfan kepada pers
mengatakan digelarnya turnamen catur ini dapat lebih menggairahkan pembinaan
olahraga catur di Labuhanbatu, di mana pecatur daerah ini pernah menjadi juara
di tingkat Sumut pada tahun 2018.
Sementara itu, Edric Chandra, Community and Event
Manager GCE 2019 menyambut baik hasil seleksi di Labuhan Batu ini.
“Gala Catur Emas hadir dan diadakan oleh Galan Kretek sejak
tahun 2016. sebagai upaya untuk mengembalikan nama Sumatera Utara gudang atlet
catur dan diharapkan mampu melahirkan kembali atlet atlet catur berbakat, Kita
harapkan dengan banyaknya kompetisi semakin banyak pecatur-catur baru
handal lahir dari Sumut, termasuk dari Labuhan batu,” ujar Edric. (gus)
net
KUMUH: Kondisi Stadion Andi Mattalatta telihat kumuh.
KUMUH: Kondisi Stadion Andi Mattalatta telihat kumuh.
MAKASSAR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merebut hak penggunaan Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) Makassar. Ahli waris pemilik stadion pun meradang.
Pemprov Sulsel mulai bergerak untuk mengambil alih Stadion Andi Mattalatta dari pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS). Pemprov mengaku YOSS sudah mengakui stadion tersebut adalah milik pemerintah.
Pemprov pun memasang papan bicara bertuliskan Stadion Andi Mattalatta punya pemerintah. Hal itu dibenarkan Kepala Biro Aset Pemprov Sulsel, Nurlina.
“Pemerintah bukan hak milik, tapi hak pakai. Tetap (Stadion Andi Mattalatta) milik Pemprov dan dia (YOSS) sudah mengakui itu milik Pemprov. Kami lihat dulu, penertiban dulu hari ini (kemarin, red). Kami pasang papan bicara, nanti kami lihat perkembangannya dengan Satpol PP,” ungkap Nurlina, Selasa (10/9).
Ahli waris Stadion Andi Mattalatta, Andi Ilham Mattalata, meresponsnya. Pihaknya disebut akan memperkarakan masalah ini ke pengadilan. “Insya Allah kami akan lakukan itu (mengajukan laporan ke pengadilan). Kami akan adukan ini sebagai tindakan kesewenang-wenangan dan pengambilan hak dengan semena-mena,” jelas Ilham.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, kembali bersikukuh Stadion Andi Mattalatta adalah aset Pemprov. Dia pun menantang pihak YOSS menempuh jalur litigasi, jika menolak memberikan pengelolaan stadion kebanggaan PSM Makassar tersebut. “Ya gugat saja enggak apa-apa. Nanti dibuktikan di pengadilan,” katanya, belum lama ini.
Korsupgah KPK dan Kejati Sulsel sebenarnya sejak jauh hari telah turun tangan menangani aset bermasalah Pemprov Sulsel, termasuk Stadion Andi Mattalatta, dengan menempuh jalur nonlitigasi alias persuasif.
Namun status pengelola aset stadion ini, justru berpolemik dan memanas. YOSS menolak menyerahkan mandat pengelolaan stadion, meski KONI telah mencabut mandat tersebut dan meminta aset stadion dikembalikan ke Pemprov Sulsel selaku pemilik aset.
Nurdin juga sempat memastikan, bakal merenovasi Stadion Andi Mattalatta. Dia memperkirakan biaya renovasi stadion mencapai Rp200 miliar. “Tentu kami berharap 2020 sudah anggarkan bagaimana stadion bisa menjadi layak. Tentu menjadi sport center di situ, karena lahannya juga cukup besar. Saya kira dengan rehab stadion dan semuanya sekitar Rp200-an (miliar),” bebernya, baru-baru ini.
Nurdin menginginkan, stadion itu sudah tidak kumuh lagi. Dengan adanya renovasi tersebut, Stadion Andi Mattalatta diharapkan dapat menjadi stadion bertaraf internasional. “Kami akan melakukan rehabilitasi berat. Minimal stadion itu sudah tidak kumuh lagi. Kami akan tata kembali, terus akan bikin market-nya,” pungkasnya. (dtc/saz)
JAWA POS
ABSEN: Striker Persela Lamongan Alex Dos Santos tidak bisa dimainkan saat melawan Perseru Badak Lampung.
JAWA POS
ABSEN: Striker Persela Lamongan Alex Dos Santos tidak bisa dimainkan saat melawan Perseru Badak Lampung.
BEKASI, SUMUTPOS.CO – Kekuatan Persela Lamongan tereduksi saat menantang Perseru Badak Lampung FC. Laskar Joko Tingkir tak bisa memainkan penyerang andalannya, Alex Dos Santos Goncalves, dalam laga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (11/9). Top scorer sementara Liga 1 tersebut, absen karena menjalani hukuman larangan bertanding.
Tanpa Alex, tentu daya gedor Persela menurun. Sebab, selama putaran pertama, striker asal Brasil itu, menjadi mesin utama Persela dalam membobol gawang lawan. Sejauh ini, Alex sudah mengemas 15 gol. Jumlah tersebut lebih dari separo total gol tim asal Kota Soto itu. Persela membukukan 25 gol di putaran pertama.
Di sisi lain, M Ridwan yang menjadi pelapis Alex, kualitasnya masih jauh di bawah penyerang 29 tahun tersebut.
“Ini tentu tantangan berat. Saat latihan di Bekasi, kami akan coba tentukan siapa yang akan mengisi posisi Alex,” ungkap Pelatih Persela Nil Maizar.
Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut, menyebutkan, akan berupaya menemukan taktik yang tepat dalam latihan terakhir, Selasa (10/9). Apakah tetap memainkan stiker murni atau menggeser seorang gelandangnya ke posisi striker. Jika pilihan kedua yang digunakan, opsinya ada 2 pemain. Menempatkan Rafael Oliveira atau Hambali Tolib. “Apa pun pilihannya nanti, kami berharap taktikal yang kami mainkan bisa menghasilkan poin untuk Persela,” ujar Nil.
Selain dipusingkan dengan absennya Alex, Persela krisis di sektor pertahanan, saat bersua Badak Lampung. Situasi itu menyusul hukuman larangan bermain kepada kiper utama Persela Dwi Kuswanto. Sebenarnya di posisi tersebut masih ada Dian Agus Prasetyo yang kualitasnya setara.
Masalahnya, pos di bawah mistar itu hanya menyisakan satu penjaga gawang. Kiper ketiga Persela Reza Agus Febrian, yang mengalami cedera ligamen. Kiper 19 tahun tersebut, masih butuh waktu sekitar 2 bulan untuk pemulihan. Untuk menambal posisi itu, Persela memanggil kiper Persela U-20 Muhammad Rio Agata. “Mudah-mudahan di hari pertandingan nanti tidak ada problem dengan Dian Agus, sehingga dia bisa main penuh,” harap Nil.
Senin (9/9) Rio sudah merapat ke Bekasi bersama rombongan Persela. Jika proses pendaftarannya beres Selasa (10/9), Demerson Bruno Costa akan menyusul ke Bekasi. (jpc/saz)
sutan siregar/sumut pos
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat mengikuti sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat mengikuti sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
Pelatih PSMS Medan, Jafri Sastra mengaku, bakal bekerja keras mewujudkan keinginan semua pihak, agar Ayam Kinantan di akhir musim bisa lolos ke babak 8 besar. Dan tujuan utama promosi ke Liga 1 musim depan, juga bakal coba diwujudkan dengan memenangi sisa laga di paruh kedua Liga 2 2019 Wilayah Barat.
Untuk merealisasikannya, Jafri pun sudah menggeber para penggawa PSMS dengan sejumlah latihan. Namun, dengan target wajib menang di sisa laga, dia mengaku tak terbebani. Jafri mengatakan, target ini dijadikannya sebagai motivasi kepada pemain agar lebih bersemangat meraih kemenangan demi kemenangan.
Hal serupa diterapkannya jelang menghadapi PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, Kamis (12/9) mendatang. Berlaga di kandang, kemenangan sudah wajib jadi hasil akhir, untuk mengangkat posisi PSMS di klasemen sementara.
“Saya rasa tidak hanya supporter saja, tapi pemain, pelatih, dan manajemen sangat menginginkan PSMS menang. Kami akan bekerja keras untuk menang di sini. Namun tetap dikembalikan kepada Tuhan. Tapi, kalau kerja keras pasti hasilnya akan lebih baik,” ungkap Jafri, usai memimpin sesi latihan di Stadion Teladan Medan, Selasa (10/9).
Sejak menukangi PSMS 2 hari terakhir, Jafri mengaku, tak menemui kendala melakukan persiapan. Kondisi pemainnya sedang dalam baik dan memiliki kemauan untuk meraih kemenangan di kandang. Dia tinggal menunggu kemauan para pemain untuk kerja keras. “Saya coba tingkatkan gairah anak-anak agar semangat menjalani laga nanti. Tidak ada kendala, semua berjalam lancar. Tinggal sehari lagi persiapan terakhir official training di sini. Mudah-mudahan motivasi anak-anak makin meningkat jelang pertandingan,” harapnya.
Selain itu, dia mengatakan, masih banyak hal yang perlu dibenahi dari skuad Ayam Kinantan. Terutama di lini pertahanan, yang memiliki jumlah kebobolan cukup banyak. “Sebenarnya banyak yang mau saya perbaiki di tim ini. Tapi waktunya cukup singkat. Pelan-pelan akan saya perbaiki. Lini pertahanan dulu, karena itu yang menjadi masalah di tim ini. Kemudian baru fokus finishing, agar seimbang ciptakan gol dan meminimalisir kebobolan,” jelas Jafri.
Menghadapi PSCS, PSMS dipastikan tidak akan diperkuat 3 pemainnya, yakni Rendi Saputra, Afiful Huda, dan Aidun Sastra Utami. Ketiganya absen karena akumulasi kartu kuning, yang mereka terima saat PSMS kalah 2-1 atas tuan rumah Perserang Serang.
Jafri pun mengatakan, telah mengetahui ketiga pemain tersebut absen, saat dia melakoni debut sebagai juru taktik Ayam Kinantan. Dan tim pelatih pun kini mencoba menyiapkan pengganti. “Sudah tahu ada pemain absen dari Coach Edi Syahputra (asisten pelatih). Dan Coach Edi juga sudah kasih masukan. Makanya pada sesi latihan, kami sudah mulai setting siapa pengganti yang paling siap,” katanya.
Sementara Asisten Pelatih PSMS, Edi Syahputra mengatakan, meski PSMS tak diperkuat 3 pemain tersebut, namun Ayam Kinantan sudah kembali diperkuat 2 pemain lainnya, Elina Soka dan Syaiful Ramadhan, yang di laga sebelumnya absen.
Selain itu, lanjut Edi, PSMS juga sudah kembali bisa diperkuat pemain muda andalan mereka, Natanael Siringoringo, yang sempat menjalani seleksi Timnas Indonesia U-23 di Jogjakarta. “Beruntung Syaiful dan Elina sudah bisa main lawan Cilacap nanti. Selain itu, Natanael juga sudah akan bergabung,” pungkasnya. (bbs/saz)
BERSAMA: Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto dan rekan berfoto bersama dengan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, di ruang VIP Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli, Selasa (10/9). Pertemuan ini terkait dukungan PLN dalam Sail Nias 2019 mendatang.
BERSAMA: Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto dan rekan berfoto bersama dengan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, di ruang VIP Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli, Selasa (10/9). Pertemuan ini terkait dukungan PLN dalam Sail Nias 2019 mendatang.
NIAS, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelontorkan dana hingga Rp36 miliar untuk mendukung kelistrikan pada pelaksanaan Sail Nias 2019, yang digelar 3-16 Agustus 2019. Kegiatan Sail Nias 2019 rencananya akan secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2019 mendatang.
Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, jika dana senilai Rp36 miliar itu bukanlah dana yang sedikit untuk mensukseskan satu acara. Anggaran itu digunakan untuk membiayai mobilisasi dan operasional seluruh sumber daya pengamanan kelistrikan yang sudah dikerjakan mulai 30 Agustus 209 sampai dengan 16 September 2019.
“Totalnya Rp36 miliar. Ini jumlah yang luar biasa besar untuk meningkatkan keandalan listrik Sail Nias,” ujar Wiluyo saat memaparkan kesiapan kelistrikan Sail Nias kepada Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, didampingi antara lain GM PLN UIW Sumut, Feby Joko Priharto, GM PLN UIK SBU, Bambang Iswanto, GM PLN UIP Sumbagut, Octavianus Padudung, GM PLN UIP KITSUM, Weddy B Sudirman, dan GM PLN P3BS, Nur Wahyu Dhinianto di ruang VIP Bandara Binaka, Kota Gunungsitoli, Selasa (10/9). (rel/ila/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Salah satu Unicorn Indonesia, Bukalapak melakukan efisiensi perusahaan yakni dengan perampingan jumlah pegawai. Padahal, dengan status Unicorn, Bukalapak punya valuasi atau nilai perusahaan US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000/US$).
Dengan valuasi perusahaan sebesar itu, kok Bukalapak bisa sampai PHK karyawannya? Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) terpilih, Ignatius Untung mengatakan, hal itu sebenarnya merupakan konsekuensi normal dari semakin ketatnya persaingan di Industri e-commerce meskipun secara industri tren pertumbuhannya masih positif. “Industrinya masih berkembang terus walaupun persaingannya makin ketat,” jelas dia.
Meski ada PHK di Bukalapak, bukan berarti unicorn lain di Indonesia bakal ikut tumbang.
“Karena ini bukan masalah industri, jadi nggak bisa dipukul rata,” tandas dia.
Di Indonesia ada sedikitnya 4 unicorn yang digadang-gadang jadi magnet investasi masuk ke tanah air. Bukalapak jadi salah satunya. Unicorn lainnya adalah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.
Bukalapak sendiri sudah mengonfirmasi perusahaannya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawannya. Hal ini dilakukan Bukalapak sebagai upaya restrukturisasi atau pembenahan di internal perusahaan.
“Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang,” kata manajemen Bukalapak, Selasa (10/9).
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan Bukalapak pada sejumlah karyawannya tampaknya direspons negatif oleh para pemilik saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. Saham berkode ticker EMTK tersebut hari ini tercatat ‘rontok’ hingga Rp 900 (12,5%) ke level Rp 6.300.
Mengutip data RTI, Selasa (10/9/2019), saham EMTK hari ini tercatat ditransaksikan sebanyak 53 kali dengan nilai Rp 257,4 miliar. Saham EMTK hari ini dibuka di level Rp 7.000 dan sempat jatuh hingga ke level Rp 6.050 pada siang tadi.
Untuk diketahui, Bukalapak merupakan salah satu cucu perusahaan yang dimiliki EMTK melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya (KMK). KMK merupakan pemegang saham utama Bukalapak dengan porsi kepemilikan saham sebesar 35,17%. EMTK sendiri memegang hampir seluruh porsi kepemilikan saham KMK atau sebesar 99,99%.
Emtek diketahui masuk ke Bukalapak melalui pendanaan seri B. Pemilik stasiun televisi SCTV ini masuk Bukalapak sebagai Lead Investor lewat KMK Online pada Februari 2015 yang juga bersamaan dengan 500 startup.
Bukalapak merupakan perusahaan e-commerce yang menyandang status unicorn. Hari ini tersiar kabar di beberapa media yang menyebutkan startup ini melakukan PHK sebagai salah satu langkah restrukturisasi. (jpc/dtc/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PGAS Solution merupakan anak perusahaan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang bergerak dibidang Operasi dan Pemeliharaan, Konstruksi, dan Enjinering. Kini PGAS Solution tidak hanya siap mendukung dan bersinergi dalam PGN Group saja, namun juga dalam Pertamina Group, sejak PGN ditunjuk menjadi subholding gas di Pertamina.
Hal ini diwujudkan dalam kontrak yang ditandangani dalam kegiatan Synergy Expo 2019 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) pada 4 – 5 September 2019, di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero).
PT PGAS Solution dan PT Pertamina Lubricants melaksanakan penandatanganan Perjanjian Distributor Pelumas – Industri (LOCO) pada Rabu, 4 September 2019 di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Jakarta. Dalam perjanjian kerjasama ini, PT PGAS Solution sebagai agen distributor yang melakukan pemasaran Pelumas – Industri LOCO yang diproduksi oleh PT Pertamina Lubricants.
Proses penandatanganan dilakukan oleh Andria Nusa selaku Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants dan Chaedar selaku Direktur Utama PGAS Solution. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan selain mengembangkan bisnis kedua perusahaan, juga bisa menjadi kebanggaan bangsa Indonesia yang lebih mandiri dan mengangkat produk lokal brand Indonesia.
“Kontrak ini adalah awal yang baik untuk menjalin kerjasama dengan Pertamina Group, dan dapat semaksimal mungkin berkontribusi untuk penjualan Pertamina Lubricants dan semoga hubungan yg baik ini dapat terus terjalin serta meningkatkan sinergi Pertamina Group.” ungkap Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN.
Harapannya, dengan menjadi mitra Pertamina Lubricants, PGAS Solution dapat optimal dalam memasarkan dan mendistribusikan secara langsung produk pelumas dari Pertamina Lubricants. “Penandatanganan ini merupakan kerjasama jangka Panjang yang baik antara PGAS Solution dengan Pertamina Lubricants, sekaligus praktik nyata sinergi di dalam Pertamina Group, dan harapannya PGAS Solution dapat memperluas segmen dan market produk – produk yang dihasilkan oleh Pertamina Lubricants”, jelas Chaedar, Direktur Utama PT Pgas Solution.
“PGAS Solution telah hadir di 17 kota di Indonesia seiring dengan perluasan jaringan pipa gas milik PGN, juga merupakan hal yang baik untuk Pertamina Lubricants yang telah mempercayai PGAS Solution menjadi salah satu distributornya, karena dapat memperluas segmen dan market yang telah eksis sebelumnya,” imbuh Chaedar.
Kedepannya, apa yang dikerjakan PT PGAS Solution semoga dapat memberi solusi baik untuk PGN Group, Pertamina Group, maupun masyarakat dan bangsa Indonesia, dan akan tumbuh kerjasama – kerjasama sinergi yang lainnya karena hal ini selaras dengan visi PT PGAS Solution yaitu menjadi mitra yang dapat diandalkan.
PGN saat ini terus menegaskan perannya sebagai subholding gas bumi di Tanah Air. PGN yang juga merupakan pionir pemanfaatan gas bumi nasional, terus melakukan insiatif dan terobosan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen melalui pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi dalam rangka menjalan peran agent of development untuk peningkatan pemanfaatan dan memenuhi kebutuhan domestik gas bumi
PGN dengan inovasinya telah mengembangkan layanan PGN 360 Degree Integrated Solution untuk mengoptimalkan layanan pelanggan. Melalui layanan ini PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), jaringan pipa gas bumi dan LNG yang tersebar di berbagai kota.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Uang kas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) senilai Rp1.672.985.500, raib dari dalam mobil yang diparkir di pelataran depan Kantor Gubernur Sumut, Senin (9/9) sore. Uang tersebut baru saja diambil dari Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, untuk membayar honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Raja Indra Saleh, mengakui kejadian itu dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (10/9) sore. “Iya, uang tersebut merupakan honor kegiatan TAPD selama penyusunan PAPBD Sumut 2019 dan RAPBD Sumut 2020. Jumlahnya Rp.1.672.985.500,” katanya, didampingi Kasubbag Anggaran pada BPKAD Setdaprovsu, Fuad Perkasa dan Kabag Humas pada Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Muhammad Ikhsan.
Raja Indra tidak merinci jumlah pegawai yang terlibat dalam TAPD yang akan menerima honor tersebut. “Untuk berapa person, coba kita lihat berapa orang. Itu berdasarkan SK gubernur yang mendapat honor ini. Nanti kita lihat berapa jumlahnya. Ada semua sudah jelas, berapa honornya siapa orangnya di OPD mana dia, semua jelas,” ujarnya.
TAPD sendiri terdiri dari sejumlah unsur pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk sekretaris daerah sebagai ketua tim, dan kepala BPKAD sebagai sekretaris. Sekaitan jumlah person yang tergabung di TAPD ini, Indra yang disinggung soal itu kembali mengaku tak mengingat persis.
Selanjutnya terkait kebijakan mengambil uang secara tunai, Fuad Perkasa menjelaskan, hal itu didasarkan pada peraturan gubernur tentang transaksi nontunai. Menurutnya, bendahara dibenarkan menyerahkan transfer kepada orang yang dikuasakan untuk mencairkan uang, dalam hal ini diamanahkan kepada Muhammad Aldi yang kini sudah membuat laporan di kepolisian.
“Dari Bank Sumut ke bendahara itu nontunai, kemudian dari bendahara kepada si person tadi M Aldi juga transfer. Nah, M Aldi setelah menerima transfer mencairkannya untuk selanjutnya didistribusikan ke tim TAPD,” pungkasnya.
Pihaknya berharap, pihak kepolisian mampu menangkap pelaku pencurian uang berikut hasil curian tersebut. Kesempatan itu, Pemprovsu juga menepis isu liar seperti pemberitaan media massa, bahwa uang yang hilang itu diperuntukkan sebagai ‘uang ketok’ PAPBD 2019 dan RAPBD Sumut 2020.
“Musibah ini juga sudah kami laporkan kepada pimpinan,” imbuh Indra.
Sekaitan kronologi kejadian, M Ikhsan menerangkan, peristiwa naas itu berawal pada Senin sekitar pukul 13.43 WIB. Selanjutnya pukul 14.00 WIB, Pembantu PPTK Muhammad Aldi Budianto bersama tenaga honorer BPKAD Indrawan Ginting sampai di Bank Sumut Cabang Utama, Jalan Imam Bonjol, Medan. Sekitar pukul 14.47 WIB dilakukan penarikan uang tunai sebesar Rp1.672.985.500.
Pukul 15.40 WIB, Aldi dan Indrawan sampai di Kantor Gubsu. Setelah sempat berputar sekali, keduanya yang mengendarai Toyota Avanza BK-1875-ZC parkir di pelataran parkir kantor Gubsu. Keduanya langsung masuk ke gedung kantor untuk salat dan absen pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, saat Indrawan Ginting hendak pulang melihat uang sudah tidak ada lagi di mobil.
Aldi langsung menghubungi Propam Polrestabes, lalu Propam tersebut menyarankan untuk membuat laporan secara resmi. Mereka diperiksa dan di BAP oleh pihak kepolisian. “Dan pada Maghrib menghubungi atasannya dan bertemu sekitar pukul 24.00 WIB di TKP bersama dengan pihak kepolisian,” katanya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, yang dikonfirmasi ihwal kejadian ini, memerintahkan bawahan untuk mencari tau kebenaran, apakah uang tersebut benar hilang. “Aku belum tau itu,” katanya menjawab wartawan ketika meninjau sungai di Kota Medan, kemarin.
Menurutnya jika memang benar uang tersebut hilang, pastinya ada kelalaian di petugas Pemprov Sumut. “Seharusnya uang milik rakyat tersebut tidak boleh sampai hilang,” tegas dia.
Mantan Pangkostrad ini juga belum bisa memberikan komentar lebih jauh mengenai peristiwa tersebut. “Saya belum tau dan saya belum bisa berkomentar soal kehilangan itu,” pungkasnya.
Anggota DPRD: Pemprov Konyol
Hilangnya uang kas Pemprov Sumut senilai Rp1,6 miliar ini cukup mengejutkan berbagai pihak. Termasuk anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan. Sejumlah pertanyaan mengikuti kabar kehilangan itu.
Menurut Sutrisno, sesuatu yang aneh jika Pemprovsu masih menyimpan uang cash di kantor sebesar Rp1,6 miliar. Patut dipertanyakan sumber uang tersebut dan akan digunakan untuk pembayaran apa? Sebab saat ini tata cara pembayaran semua transaksi saat ini telah menerapkan sistem transfer. Bukan lagi dengan uang cash atau tunai.
“Pemprov Sumut konyol,” tegas Sutrisno yang merupakan Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Disebutnya, peristiwa hilangnya uang Pemprov Sumut bukan kejadian biasa.
Hilang dari mobil yang tengah di parkirkan di area kantor gubernur. Seharusnya dengan uang sebanyak itu ada pengawalan oleh Satpol PP guna mengamankan.
Mengingat paristiwa kehilangan uang terjadi pada hari Senin (9/9), persis bersamaan dengan penyelenggaraan rapat paripurna penetapan P-APBD 2019 dan APBD 2020 oleh DPRD Sumut, dia menyindir kemungkinan, karena gubernur dan jajarannya berkonsentrasi penuh mengikuti sehingga situasi kantor tidak terkontrol. “Kalau kantor gubernur yang dijaga ketat oleh Satpol PP dengan CCTV yang terpasang di setiap sudut pun bisa bobol, itu cukup mengejutkan,” tutur Sutrisno.
Namun dia tidak bisa memastikan, apakah ada kaitannya antara uang yang hilang dengan penetapan P-APBD 2019. “Semua hal bisa terjadi, semua hal bisa berkaitan. Kita akan menyaksikan episode berikut terkait keberadaan uang yang dinyatakan “hilang” tersebut,” terangnya.
Sutrisno menyarankan Pemprov Sumut melakukan cross cek dari bank mana yang diambil dan pukul berapa dilakukan pengambilan. Rute perjalanan mobil dicek melalui google maps.
Polisi Periksa 3 ASN
Berdasarkan keterangan M Aldi Budianto dan Indrawan Ginting saat membuat laporan ke Mapolrestabes Medan, peristiwa raibnya uang milik negara itu terjadi Senin (9/9) sore. Ketika itu Aldi dan Indrawan mengambil uang dari Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.
Mereka membawa uang itu dari Bank Sumut dengan meletakkan di bagian belakang mobil. Setibanya di halaman parkir Kantor Gubsu, keduanya meninggalkan mobil untuk Salat Ashar.
Sehabis salat, keduanya terkejut ketika kunci remote mobil tidak berfungsi saat membuka pintu. Saat dicek, ternyata lubang kunci mobil telah rusak dan dicek pintu mobil bisa terbuka tanpa remote. “Kami sebelum masuk ke kantor, salat dulu ke masjid. Waktu kami balik ke mobil, rupanya pintu mobil sudah rusak. Kami cek uang di bagian belakang telah hilang,” cerita keduanya di kantor polisi.
Peristiwa itu langsung menghebohkan sejumlah pegawai dan pejabat di Kantor Pemprovsu. Lantas, kejadian itu dilaporkan ke Mapolrestabes Medan. Petugas langsung turun melakukan olah TKP dan mengamankan mobil dibawa ke Mapolresta Medan.
Kasat Reskrim Polresta Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengaku akan mengecek laporan tersebut. “Bentar saya cek dulu ya,” katanya singkat melalui pesan Whatsapp.
Tak berapa lama, Putu Yudha membenarkan kasus itu telah dilaporkan. Pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. “Laporan sudah diterima dan masih diselidiki,” katanya.
Dia mengakui, penyidik Satuan Reskrim bakal memeriksa beberapa orang yang mengetahui hilangnya uang rakyat Sumut tersebut di dalam mobil. “Sabar pasti terungkap kasus tersebut dengan cepat, “ paparnya.
Begitupun, tiga orang ASN Pemprovsu telah diperiksa tadi pagi. “Mereka datang tepat waktu dan pemeriksaan berjalan lancar, “ ucap salah satu petugas yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan Polrestabes Medan.
Mengenai siapa orangnya yang diperiksa, dia tidak hapal nama pejabat yang diperiksa tersebut. Yang jelas sudah ada yang datang dengan pakaian pegawai Pemprovsu. (prn/fac)
TANPA BAYANGAN
Sejumlah orang mendirikan telur di bawah terik matahari, saat terjadi fenomena equinox atau hari tanpa bayangan yang terjadi pada 2018 lalu. Di Medan, hari tanpa bayangan ini diprediksi bakal terjadi pada 14 September mendatang.
TANPA BAYANGAN
Sejumlah orang mendirikan telur di bawah terik matahari, saat terjadi fenomena equinox atau hari tanpa bayangan yang terjadi pada 2018 lalu. Di Medan, hari tanpa bayangan ini diprediksi bakal terjadi pada 14 September mendatang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fenomena equinox atau dikenal dengan hari tanpa bayangan akan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Medan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Medan menyebutkan, fenomena itu akan terjadi di Kota Medan, tepatnya pada 14 September 2019 mendatang.
“Fenomena ini dimulai sejak 8 September di Sabang, Aceh, hingga 20 Oktober 2019 di Seba, NTT. Untuk Kota Medan dan sekitarnya, kami prediksi akan terjadi pada Sabtu tanggal 14 September, tepatnya berkisar pukul 12.21 WIB,” ucap kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Medan, Erida kepada Sumut Pos, Selasa (10/9).
Erida menjelaskan, hal ini disebabkan adanya rotasi bumi, maka terjadi pergeseran Matahari dari garis Khatulistiwa menuju ke Selatan. “Jadi sebenarnya bukan tidak ada bayangan, tapi karena adanya pergeseran matahari yang tepat berada di atas kita, maka bayangan pun tepat berada di bawah benda, hingga bayangannya tidak terlihat karenanya,” ujarnya.
Dilanjutkannya, hari tanpa bayangan muncul karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. “Dan sebenarnya ini merupakan hal yang biasa atau fenomena alam yang biasa terjadi dari tahun ke tahun. Sama seperti gerhana, pergeseran lah yang menyebabkan semua itu, baik rotasi bulan yang mengelilingi Bumi maupun rotasi Bumi mengelilingi Matahari,” jelasnya.
Untuk dampaknya sendiri terhadap cuaca pada kota-kota yang terkena fenomena ini, Erida menjelaskan fenomena ini tidak berpengaruh terhadap cuaca disekitarnya. “Tidak ada pengaruhnya, cuaca sehari-hari tidak bisa diprediksi dari fenomena seperti ini, itu dua hal yang berbeda,” tandasnya.
Rupanya tak hanya wilayah Indonesia yang menikmati hari tanpa bayangan. Sejumlah negara lain juga merasakan hal yang sama.
Seperti diungkapkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bahwa hari tanpa bayangan ini bisa terjadi di semua tempat yang kira-kira berjarak 2.500 kilometer dari khatulistiwa. “Daerah-daerah itu dikenal sebagai daerah tropis. Ada di Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan,” ujar Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto.