Home Blog Page 5117

Desak Jalan Layang Medan-Berastagi Segera Dibangun, Masyarakat Karo Demo Istana Negara

AKSI: Masyarakat Karo melakukan aksi damai di Istana Negara Jakarta, Rabu (14/8).
AKSI: Masyarakat Karo melakukan aksi damai di Istana Negara Jakarta, Rabu (14/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ditolaknya usulan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memicu kekecewaan bagi masyarakat Karo. Karenanya, mereka mendesak agar pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan itu. Apalagi selama ini, masyarakat Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat, sangat merindukan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi untuk mempermudah akses mereka baik ke Kota Medan dan ke daerah lainnya.

Kekecewaan inipun disampaikan masyarakat Karo yang menamakan diri Jambur Pergeraken Sienterem (JPS) melalui aksi damai di depan Sitana Negara, Jakarta, Rabu (14/8). Dalam aksi itu, turut hadir tokoh masyarakat Karo seperti pengacara kondang Minola Sebayang, mantan calon Bupati Karo Sudarto Sitepu, aktivis pejuang masyarakat Karo Julianus Sembiring dan Yoki Pranata Sinulingga.

“Kami melakukan aksi ini karena mendengar kalau Kementerian PUPR menolak usulan pembangunan jalan tol dan dua jembatan layang di jalur Medan-Berastagi yang diusulkan ICK. Kami masyarakat Karo sangat kecewa,” kata Sudarto Sitepu dalam orasinya.

Untuk itu, kata Sudarto, mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mendengarkan keinginan masyarakat Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbahas, Simalungun, Aceh tenggara, Aceh Selatan dan Aceh Tengah yang sangat merindukan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi.

“Apalagi jalan tol belum dapat direalisasikan pemerintah, kita meminta sesuai usulan ICK Sumut, yaitu jalan layang sejajar dengan jalan sekarang sepanjang 1,6 Km dengan dana Rp400 miliar di daerah Bandarbaru dan di tikungan PDAM Tirtanadi sepanjang 387 meter dengan dana Rp200 miliar,” ungkap Sudarto lagi.

Dia juga mengungkapkan, mereka sangat kecewa dengan konsep yang ditawarkan Kementerian PUPR dengan perbaikan pada spot-spot tertentu, seperti pelebaran total panjang 4 km dengan biaya Rp80 miliar, karena dinilai tidak efektif memecahkan masalah.

Sudarto juga mengungkapkan, kemacetan yang terjadi selama ini di ruas Jalan Medan-berastagi telah membuat kerugian dan horor yang luar biasa bagi masyarakat Karo. Karena sudah banyak sekali korban meninggal di perjalanan akibat macet yang luar biasa, yang akhir-akhir ini terjadi minimal tiga kali dalam sebulan.

“Kita minta kepada Bapak Presiden Joko Widodo jangan menganaktirikan Kabupaten Karo dalam hal pembangunan infrastruktur. Walau bagaimanapun Jokowi dalam dua kali Pilpres menang telak di atas 90 persen di Kabupaten Karo,” ungkapnya.

Untuk itu, Sudarto meminta agar Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono untuk mengubah rencanya dalam APBN 2020. “Kita akan bergerak dengan aksi damai yang lebih besar lagi jika tuntutan ini tidak diakomodir. Sebab, pembangunan jalan tol ini akan meningkatkan taraf hidup petani di Karo, Dairi, dan Pakpak Baharat,” pungkasnya.

Komisi D DPRD Sumut mengapresiasi aksi yang digelar masyarakat Karo di depan Istana Negara, kemarin. Menurut Ketua Komisi D, Sutrisno Pangaribuan, lazim saja bila elemen masyarakat Karo menggelar aksi di Istana Negara, untuk mengungkapkan kekecewaan atas kandasnya rencana pembangunan jalan tol tersebut. “Itu tentu bagian dari demokrasi dimana seluruh masyarakat bebas menyampaikan aspirasi,” katanya.

Disebutnya, Komisi D DPRD Sumut akan terus meminta Komisi V DPR RI mendesak Kementerian PUPR untuk membangun jalan layang dan jalan tol Medan-Berastagi. “Sesungguhnya kita sudah merespon aspirasi masyarakat Karo dengan mengunjungi Komisi V DPR RI, Bappenas, dan Kementerian PUPR. Responnya sementara adalah penambahan alokasi anggaran 80 miliar untuk peningkatan maupun perbaikan jalan Medan- Berastagi. Kita terus meminta agar Komisi V tetap memaksa Kementerian PUPR untuk membangun jalan layang,” tegas politisi PDIP ini.

Senada, Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Burhanuddin Siregar mengatakan, kandasnya usulan Pemprovsu dan Pemkab Karo atas pembangunan jalan tol dan layang Medan-Berastagi, tak lain dikarenakan keterbatasan anggaran pemerintah. Namun begitu, kata dia, pada 2020 pemerintah pusat akan memberikan alokasi Rp80 miliar untuk Pemkab Karo untuk pelebaran jalan di wilayah Tanah Karo.

“Tetapi saya bilang pada saat itu (dalam pertemuan dengan Kementerian PUPR), agar pusat membuat kajian lebih mendalam terhadap jalan layang tersebut. Sebab kita sendiri masyarakat Sumut, melihat kondisi Tanah Karo adalah salah satu destinasi wisata, tidak memiliki akses jalan memadai untuk dilalui orang yang mau berkunjung ke sana. Alhasil, masalah kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas menuju kawasan itu kerap terjadi konflik sampai saat ini,” katanya.

Semestinya, kata politisi PKS ini, pemerintah pusat melakukan perhitungan sebelum pelaksanaan pembangunan pelebaran jalan Medan-Berastagi nantinya. Antara lain memerhatikan titik pelebaran bilamana ada terkena jaringan pipa PDAM Tirtanadi. “Kita maunya ada dulu kajian itu supaya kita percaya. Jika tidak kita pesimis pelaksanaannya dapat berjalan. Jadi sebenarnya apa yang dilaksanakan masyarakat Karo di Jakarta, bahwa kita sudah merasakan bagaimana kondisi rakyat Karo yang menginginkan supaya daerahnya tidak tertinggal dari daerah lain,” paparnya.

ICK: Kantilever Tak Efektif

Sebelumnya, Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) juga sangat kecewa dengan ditolaknya usulan rencana pembangunan jalan tol dan jalan layang Medan-Berastagi ini. “Padahal dari beberapa kali pertemuan dengan Kementerian PUPR di Jakarta yang dimediatori Komisi D DPRD Sumut, telah disepakati akan dibangun jalan tol maupun jembatan layang di jalur Medan-Berastagi untuk mengatasi kemacetan,” ungkap Ketua ICK Budi D Sinulingga.

Atas penolakan Kementerian PUPR tersebut, ICK Sumut menyatakan kekecewaannya, karena konsep yang ICK tawarkan dengan membangun dua titik jembatan layang sepanjang 1,6 Km dengan dana Rp400 miliar di lokasi Bandar Baru dan di tikungan PDAM Tirtanadi sepanjang 387 meter dengan dana Rp200 miliar digaransi bisa mengatasi kemacetan.

“ICK menyakini konsep Kantilever (beton bertulang) yang akan dibangun Kementerian PUPR sepanjang 4 Km dengan biaya Rp80 miliar sebagai pengganti jembatan layang sangat tidak efektif mengurai kemacetan karena tidak menghilangkan tikungan kritis. Kesannya seperti program follow money dan mengabaikan penderitaan masyarakat,” ujar mantan kepala Bappeda Sumut itu.

Perlu diketahui, lanjut dia, pembangunan jalan tol atau jembatan layang tidak hanya untuk kepentingan Karo, tapi juga untuk pengembangan wilayah daerah lain seperti Dairi, Pakpak Bharat, Deliserdang, Humbahas, Samosir dan 4 kabupaten/kota di Aceh. Karena jalan tersebut merupakan sarana penghubung ke Kota Medan. “Kita tadinya berasumsi dengan dibangunnya jalan tol ini akan meningkatkan pertanian dan perekonomian masyarakat.

Tapi Kementerian PUPR membatalkannya dengan menyampaikan berbagai argumen yang tidak masuk akal yakni tidak adanya anggaran maupun kekhawatiran akan terkena pipa-pipa PDAM Tirtanadi oleh pembangunan tiang-tiang beton jembatan layang,” ujarnya seraya menantang Kementerian PUPR adu konsep dengan ICK dalam membangun jalan tol maupun jembatan layang ini.

ICK Sumut juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah memberi kesempatan kepada investor untuk membangun jalan tol Medan-Berastagi dengan persyaratan relatif ringan yakni dengan pengembalian modal selama 25 tahun. “Ini merupakan kesempatan bagi investor.

Kita berharap semua pihak ikut mendukung agar pembangunan jalan tol bisa segera terealisasi disaat Kementerian PUPR membatalkan rencana proyek justru gubernur menawarkan kepada investor untuk membangunnya,” ujarnya menanggapi pertemuan gubernur dengan para investor yang dihadiri Dinas BMBK Sumut, Bappeda Sumut, sejumlah OPD Sumut dan ICK di gubernuran pada 12 Agustus 2019.(bbs/prn)

Gojek Beri Bantuan Hewan Kurban Dishub Kota Medan

Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar S.S.iT.MT, Muhammad Ruslan berjabat tangan dengan Head of Government Relations GOJEK Regional Sumatera, jelang penyembelihan hewan kurban.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GOJEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, memberikan bantuan hewan kurban kepada Dinas Perhubungan kota Medan, dalam rangka Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah Tahun 2019.

Tujuan beri bantuan hewan kurban untuk meningkatkan keimanan dan kesolehan social dalam bermasyarakat, serta memberikan contoh kerjasama yang baik dalam kepedulian sosial.

Hadir dalam pelaksanaan kurban yang baru pertama sekali dilaksanakan di lingkungan Dinas Perhubungan Kota Medan Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar S.S.iT.MT, Muhammad Ruslan – Head of Government Relations GOJEK Regional Sumatera, dan sejumlah jajaran Dishub Medan.

Ruslan mengatakan, memberikan bantuan kurban merupakan salah satu contoh kepedulian sosial dan contoh kerjasama yang baik, sehingga dapat meningkatkan keimanan dan kesolehan sosial masyarakat.

Ruslan menambahkan khusus pada moment Idul Adha mulai tanggal 11 Agustus sampai 14 Agustus 2019, pengguna Gojek pun bisa mengikuti acara pemotongan hewan kurban atau penyaluran daging kurban yang diselenggarakan setiap Laznas, yang sudah bekerjasama di ribuan titik di berbagai daerah di Indonesia. Dengan teknologi Gotix, pengguna dapat memilih untuk mengikuti berbagai pilihan paket kurban yang ditawarkan Laznas, dari satu ekor kambing, hingga satu ekor sapi baik secara berjamaah maupun secara individual. “Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengakselerasi digitalisasi ekonomi umat,” ujar Ruslan melanjutkan.

“Kami berharap baik Gojek maupun pengguna Gojek dapat menjalankan ibadah kurban dengan baik dan mendapatkan keberkahan hari raya Idul Adha, amin,” kata Ruslan mengakhiri. (rel/sih)

Pungli Bedah Rumah di Bagan Deli, Ada Tanda Tangan Lurah

fachril/sumut pos BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah.
BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah.
fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan penipuan dan pungutan liar (pungli) mengatasnamakan program Bedah Rumah di Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, telah ditangani Polres Pelabuhan Belawann

Sedangkan pada surat menyurat untuk kelengkapan pengajuan program Bedah Rumah, ada terdapat tanda tangan lurah setempat.

“Perbuat melanggar hukum yang dilakukan oknum pungli tersebut pasti berkaitan dengan lembaga pemerintah. Tapi dalam hal ini bukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan. Dan di dalam berkas surat menyurat, ada ditandatangani oleh pihak kelurahan,” ujar Praktisi Hukum, Bambang Santoso SH, MH.

Bambang mengapresiasi langkah yang telah dilakukan polisi untuk mengusut kasus itu. Artinya, pungli yang dilakukan oleh warga sipil dapat dijerat dalam kasus penipuan dan penggelapan.

“Kita bukan menuding, tapi untuk proses pengusutan, polisi bisa saja menyelidiki ke arah lembaga pemerintahan. Bisa saja kita duga ada keterlibatan oknum pemerintah. Tapi kalau memang tidak ada, berarti kasus itu murni pidana umum kasus penggelapan dan penipuan. Apabila ada keterlibatan unsur pemerintah maka kasus itu masuk dalam ranah tindakan pidana korupsi,” tegasnya.

Bambang berharap polisi bisa mengusut aktor di balik oknum tersebut. Polisi sudah bisa bergerak dari temuan itu, walaupun tidak ada warga yang melapor. Apalagi kasus itu menyentuh publik dan warga miskin. “Inikan menyangkut hak konstitusi masyarakat secara sah dan terjamin dalam hukum. Jadi, polisi yang sudah bekerja mampu menuntaskan kasus itu,” tegasnya.

Menurut Bambang, Kepala Dinas PKP2R selaku pemilik regulasi, agar memperketat pengawasan ke depannya agar verifikasi dan peruntuhan untuk rumah bedah kepada warga miskin tepat sasaran tanpa ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya masih terus mengusut kasus itu. Sedangkan untuk terduga pelaku belum mereka periksa karena masih dalam menyelidiki. “Kita masih fokus kumpulkan bukti, untuk terduga pelaku belum kita periksa. Adanya keterlibatan unsur pemerintah belum dapat dipastikan, yang jelas kasus ini masih kita selidiki,” pungkasnya. (fac/ila)

Otoritas Pelabuhan Belawan Berkurban, Tingkatkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

KURBAN: Kepala OP Belawan, Jece Julita Piris didampingi para stafnya, saat menyerahkan hewan kurban.
KURBAN: Kepala OP Belawan, Jece Julita Piris didampingi para stafnya, saat menyerahkan hewan kurban.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan menyembelih 1 ekor Sapi dan 2 ekor Kambing di Kantor OP Belawan, Selasa (13/8). Hal ini untuk meningkatkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),

Selain itu, kegiatan juga dibarengi dengan acara olahraga bersama dan lomba tarian yel – yel semangat WBK dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) RI ke-74 tahun.

Kegiatan olahraga diikuti sebanyak 130 karyawan dengan 13 pejabat utama di Otoritas Pelabuhan Belawan. Berlangsungnya kegiatan untuk mewujudkan kebersamaan di kalangan karyawan, penyembelihan hewan kurban terlaksana secara bersamaan di acara tersebut.

Kepala OP Belawan, Jece Julita Piris, mengatakan, ada dua kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka meningkatkan integritas dalam zona WBK dan WBBM. Pertama menyembelih hewam kurban untuk merayakan Lebaran Idul Adha 1440 H. Tujuannya, untuk saling berbagi di kalangan karyawan dan masyarakat kurang mampu di sekitar kantor.

“Ini kita berikan untuk saling berbagi, harapannya apa yang telah kita berikan menjadi berkah bagi masyarakat dan sebagai motivasi bagi seluruh karyawan,” ucapnya didampingi stafnya, Yudi.

Dikatakannya, kegiatan lain yang mereka selenggarakan adalah olahraga dan senam bersama. Kegiatan itu diisi dengan lomba tarian yel – yel WBK dan WBBM diikuti seluruh karyawan untuk memeriahkan kemerdekaan proklamasi. Program inj untuk memberikan motivasi bagi karyawan menuju integritas semangat WBK dan WBBM.

“Kantor kita masuk dalam nominasi WBK dan WBBM, sudah 3 bulan ini kita terus memberikan semangat kepada seluruh karyawan. Sehingga mereka bisa memberikan pelayananan dan melayani dengan disiplin. Makanya kita terapkan senam otak agar mereka tidak kendor dalam bekerja,” pungkas Jece.

Sementera, stafnya Yudi mengaku, terus mendorong program yang diterapkan Kepala OP Belawan. Harapannya, kegiatan yang terlaksana dapat meningkatkan integritas seluruh karyawan di OP Belawan menuju WBK dan WBBM.”Kegiatan ini sudah kesekian kali kita lakukan. Kedepannya, kita terus membuat kegiatan yang mampu bersinergi dengan institusi lain,” terangnya. (fac/ila)

Melihat Kehidupan Lina, Janda 4 Anak, Rumah Mau Ambruk, 50 Tahun Tanpa Listrik

REYOT: Lina bersama Ketua Karang Taruna Tanjung Mulia Hilir, Sadam Husein, foto di depan kediamannya yang sudah reyot.
REYOT: Lina bersama Ketua Karang Taruna Tanjung Mulia Hilir, Sadam Husein, foto di depan kediamannya yang sudah reyot.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lina warga Jalan Aluminium Raya, Gang Lomba, Lingkungan 13, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli adalah warga kurang mampu. Janda berusia 56 tahun ini hidup selama 50 tahun tidak pernah merasakan penerangan listrik.

Saat wartawan koran ini menelusuri langsung ke kediamannya, kondisi ekonomi wanita yang bekerja sebagai buruh cuci ini, cukup memprihatinkan.

Rumah yang ditempatinya tak layak huni itu adalah peninggalan kedua orangtuanya. Tanah yang dijadikan tempat berteduh itu adalah hasil garapan pada masa silam. Dan, sejak berdirinya rumah itu, ia belum pernah merasakan terangnya aliran listrik di rumahnya.

“Beginilah keadaan saya. Kalau malam hari pasti gelap, karena sejak 50 tahun lalu kami tinggal di sini, belum pernah merasakan terangnya listrik,” ujar Lina lirih di rumahnya.

Bertahun – tahun hidup di rumah memprihatinkan, janda anak 4 ini hanya bisa pasrah dengan kehidupan yang ia jalani. Sehari – hari untuk memasak, ia terpaksa menggunakan kayu bakar dan menggunakan air sumur yang kondisinya menghitam.

“Lihatlah, rumah saya mau ambruk. Lantainya sudah berlubang, kami ini miskin. Belum lagi kalau hujan, pasti menampung air hujan yang bocor dari atap rumah, saya berharap ada kepedulian terhadap saya,” pinta Lina.

Diakui buruh cuci ini, ke – 4 anaknya telah dewasa. Di antaranya, 3 sudah berumah tangga, sedangkan yang masih bungsu tinggal bersamanya. Tapi, anak – anaknya yang telah berumah tangga pun hidup dalam kesusahan.

“Anak – anak saya juga susah. Untuk makan saja payah, apalagi mikiri saya. Saya lihat menjelang perayaan kemerdekaan banyak lampu menghiasi jalan dan lorong. Andai saja lampu itu bisa menerangi kegelapan rumah ini, saya sangat bersyukur,” ucapnya dengan nada sedih.

Kondisi memprihatinkan dialami Lina mendapat respon pihak Kelurahan Tanjung Mulia Hilir. Perpanjang Pemko Medan turun ke lokasi untuk mengecek nasib yang dialami Lina selama bertahun – tahun.

“Kita sudah mendengar kondisi ibu ini 2 minggu lalu, makanya hari ini kita turun untuk mengecek. Saya sudah perintahkan untuk dipasang listrik dengan biaya gratis. Biaya akan kita swadayakan melalui LPM kelurahan,” kata Lurah Tanjung Mulia Hilir, Hendra.

Dijelaskan Hendra, selama ini Lina sudah masuk program keluarga tidak mampu. Untuk bantuan pemerintah dalam bentuk BPJS sudah terdaftar. Ia akan mendafatkan Bu Lina untuk masuk dalam program keluarga harapan (PKH).

“Saya sudah perintahkan ke kepling, agar dicek warga tidak mampu di setiap lingkungan. Untuk Bu Lina sudah kita prioritaskan, agar warga tidak mampu dapat terbantu dalam program – program pemerintah,” kata Hendra.

Sementara, Ketua Karang Taruna Tanjung Mulia Hilir, Sadam Husein mengapresiasi langkah yang dilakukan lurah. Harapannya, kesedihan yang selama ini dirasakan Lina dapat teratasi.

“Semoga Bu Lina bisa merasakan terangnya listrik di malam hari. Jadi, kita sangat mendukung yang telah dilakukan pihak kelurahan untuk turun ke lapangan, begitu juga program pemerintah dapat juga dirasakan ibu itu,” kata Sadam. (fac/ila)

Usulan Tunjangan Guru Honorer K2 Diatensi Menkeu

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan bahwa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan atensi terhadap usulannya terkait tunjangan untuk guru honorer K2 agar dimasukkan ke DAU (Dana Alokasi Umum).

“Saya sudah usulkan kepada Bu Menkeu, dan beliau sangat berikan atensi agar guru honorer yang belum bisa diangkat menjadi ASN, baik PNS atau PPPK supaya dapatkan tunjangan atau honorarium yang bersumber dari DAU,” ucap Muhadjir di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8).

Sesuai usulan yang telah disampaikan Kemendikbud ke Kemenkeu, honorarium yang diberikan kepada guru honorer setidaknya setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) di masing-masing daerah.

Selain itu, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga sudah dua kali rapat dengan Kemenkeu, untuk memastikan tersedianya anggaran dari APBN untuk menggaji guru yang diangkat menjadi ASN, baik PNS maupun PPPK (pegawai kontrak dengan perjanjian kerja).

Hal ini guna memastikan tidak ada lagi daerah yang kekurangan dana untuk menggaji guru. Mengenai sumber pembiayaannya akan disalurkan melalui DAU untuk pendidikan.

Dengan begitu, daerah tidak ada alasannya lagi ketika diberikan jatah kuota penerimaan guru PNS maupun PPPK.

Menurut Muhadjir, Menkeu Sri Mulyani sudah menyampaikan bahwa tahun depan DAU pendidikan akan dikunci hanya untuk pendidikan saja. Tidak boleh digunakan untuk yang lain karena memang sebagian besar peruntukannya untuk gaji dan tunjangan guru.

“Dengan begitu kita harapkan masalah ini akan selesai, soal guru honorer dan seterusnya. Tahun ini (DAU pendidikan) Rp 154 Miliar, tahun depan kami belum tahu, pasti lebih dari itu. Karena setiap tahun pasti naik,” tandas Muhadjir. (bbs/ala)

Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Hari Ini Buruh Sumut Aksi di Kantor Gubernur

AKSI: Massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) saat menggelar aksi demo di kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Belum lama ini.
AKSI: Massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) saat menggelar aksi demo di kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pemerintah yang akan melakukan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan (UUK) No.13 Tahun 2003 mendapat penolakan dari elemen buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut).

Rencananya, hari ini, Kamis (15/8), para buruh akan menyampaikan aspirasi tersebut ke kantor Gubernur dan DPRD Sumut. “Kita besokn

(hari ini) aksi menolak tegas revisi UU Ketenagakerjaan yang mengebiri hak buruh Indonesia,” kata Willy Agus Utomo, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Sumut melalui pernyataan tertulis yang diterima Sumut Pos, Rabu (14/8).

Mereka menilai pemerintah terus- terusan mengusik hak kaum buruh dan terkesan selalu berpihak pada pengusaha dengan mengeluarkan kebijakan yang mengurangi hak para buruh. Di sisi lain, UU Ketenagakerjaan yang ada saja masih belum menjamin hak dan keaejahteraan kaum buruh itu sendiri. “Kami kaum buruh dikebiri, sementara pengusaha terus diberi kelonggaran dengan kebijakan pemerintah dalam kurun 5 tahun terakhir ini” ungkapnya.

Pihaknya mencermati UU Ketengakerjaan yang telah dibahas di Jakarta oleh para pihak terkait, rencananya sebanyak 77 pasal dalam UU tersebut akan direvisi pemerintah, yang kesemuanya menguntungkan dunia usaha. “Di antara 77 pasal tersebut, yakni pesangon buruh akan dikurangi, biro jasa atau pekerja outsourching tanpa ada batas waktu dan bebas ditempatkan dimana saja, tenaga kerja asing bisa jadi HRD di perusahaan, upah buruh murah dengan menghilangkan sektoral upah dan lain lain yang semuanya merugikan kaum buruh,” kata Willy.

Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi mengatakan, para buruh yang melakukan aksi berasal dari beberapa daerah di Sumut, seperti Kota Medan, Delisedang, Serdangbedagai, Labuhan Batu Raya, dan Tabagsel.

Ia menyampaikan selain menolak revisi UU Ketenagakerjaan, pihaknya akan mengusung beberapa poin tuntutan dalam aksi. Yakni, tolak revisi UUK No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, cabut kebijakan upah murah PP 78 tentang Pengupahan, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, hapuskan sistem kerja perbudakan (outsourching, kontrak, harian lepas dan pemagangan), dan pemerintah harus antisipasi gelombang PHK masal.

“Itu untuk nasional, untuk tuntutan daerah kami meminta agar gubernur Sumut memerintahkan Disnaker-nya untuk segera menyelesaikan kasus- kasus perburuhan di Sumut, dan agar Gubsu bersama DPRD Sumut memperkuat penegakan hukum ketenagakerjaan dengan menambah anggaran, kuantitas, kualitas SDM pegawai pengawas ketenagakerjaan di Sumut,” pungkasnya. (prn/ila)

Gantikan Pendidik yang Pensiun, 52 Ribu Guru PNS Dibutuhkan

net MENGAJAR: Seorang guru PNS mengajar salah satu sekolah, belum lama ini.
MENGAJAR: Seorang guru PNS mengajar salah satu sekolah, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan pada tahun ini harus dilakukan pengangkatan minimal 52 ribu guru PNS. Hal itu untuk menggantikan pendidik yang memasuki usia pensiun.

MUHADJIE memperkirakan, jumlah guru PNS yang pensiun tahun ini sekitar 52 ribu orang. Otomatis akan ada kekurangan jumlah pendidik yang harus ditutupi.

“Kami perkirakan 52 ribu (guru akan pensiun), artinya tahun ini tidak bisa tidak harus mengangkat 52 ribu minimum untuk ganti guru yang pensiun. Ditambah pengangkatan bertahap guru honorer,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8).

Selain itu, pihaknya juga akan menghitung berapa banyak sekolah baru yang juga membutuhkan guru. Secara umum, kebutuhan guru PNS hampir 150 ribu karena pada 2022 akan lebih banyak yang pensiun.

“Ditambah lagi, kami belum tahu jumlah sekolah baru yang butuh guru baru. Sudah ada perkiraan kami, dibutuhkan 148 ribu guru. Dan puncak pensiun guru tahun 2022, sekitar 70 ribu lebih guru pensiun,” jelasnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap ke depan tidak ada lagi moratorium penerimaan guru PNS. Sebaliknya, pemerintah daerah dan kepala sekolah juga jangan lagi merekrut guru honorer.

“Biarlah pemerintah sekarang selesaikan guru honorer yang ada. Karena kalau guru honorer diangkat terus oleh sekolah, kapan selesainya,” tandas menteri 63 tahun ini.

Terpisah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggencarkan program peningkatkan kualifikasi pendidikan, kompetensi dan keterampilan guru, serta tenaga kependidikan.

Program penghargaan juga diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi serta berkarya melalui berbagai lomba-lomba seperti Inovasi Pembelajaran (Inobel) dan Olimpiade Guru (OGN).

“Semua program itu diharapkan akan timbul upaya pembaruan dan inovasi dalam proses pembelajaran,” kata Dirjen GTK Kemendikbud Supriano dalam pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi, Selasa (13/8) lalu.

Beragam stimulan lain juga terus diberikan agar guru mampu mengajari dan membimbing peserta didik menguasai lima potensi dasar abad ke-21.

Yaitu kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif, komunikatif, bekerja sama, dan berkolaborasi, serta mampu menghadirkan sebuah kepercayaan diri.

Melalui program peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) berbasis zona, para guru didorong untuk saling bertukar pengalaman dengan sejawatnya di kelompok kerja guru (KKG) dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di wilayah masing-masing, khususnya dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas.

“Polanya 5 in (pelatihan) dan 3 on (penerapan). Jumlahnya 82 jam. Materinya cukup lengkap,” ujar Supriano.

Dia menjelaskan, dalam PKP itu terdapat materi refleksi, baik internal maupun eksternal, kemudian dilakukan semacam supervisi klinis.

Setelah itu, para guru peserta PKP diajak untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi.

“Siswanya, dituntut untuk mampu. Jangan sampai gurunya belum pernah dilatih seperti itu,” imbuh Supriano. (bbs/ala)

Idul Adha, PLTA Batangtoru Berkurban 4 Ekor Sapi

Foto: net/zia
Penyerahan empat ekor sapi itu kepada panitia kurban di Masjid Raya Sri Alam Dunia, Sipirok Tapanuli Selatan.

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara berkurban empat ekor sapi pada Idul Adha kali ini. Hewan kurban ini disebar di sejumlah daerah.

Public Relation PT NSHE, Dede Wafiza Ashia mengatakan, Keempat ekor sapi itu diserahkan langsung ke panitia kurban di Masjid Raya Sri Alam Dunia, Dusun Dano, Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Pasar Sempurna, Kecamatan Marancar dan Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru.

“Penyerahan hewan kurban itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terutama yang ada di sekitar operasional perusahaan. Dengan berkurban, dapat memupuk rasa kepedulian terhadap sesama. Juga akan terjalin pula sikap solidaritas yang kuat di antara pemberi dan penerima kurban, untuk PLTA Batangtoru tahun ini menyerahkan kurban kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, ke depannya hubungan emosional antara perusahaan dan masyarakat akan semakin lebih baik, sehingga percepatan pembangunan PLTA Batangtoru, akan terealisasi.

Raja Luat Sipirok, Edwar Siregar mengungkapkan terima kasih kepada pihak perusahaan. Dejak perusahaan tersebut masuk ke Sipirok, sudah banyak membantu masyarakat terutama dibidang sosial dan ekonomi.

“Pada dasarnya, pihak perusahaan peduli kepada masyarakat, salah satunya dengan menyerahkan hewan kurban ini,” ujarnya. (bbs)

Tatap Putaran Kedua Liga 2 2019, PSMS Incar Tri Handoko

net Tri Handoko (tengah)
Tri Handoko (tengah)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Putaran kedua Liga 2 2019 belum dimulai, namun PSMS Medan sudah ancang-ancang merekrut pemain baru. Ayam Kinantan cukup serius menghadapi putaran kedua, dengan ambisi yang sudah ditarget sejak awal musim, yakni lolos ke babak 8 besar.

Kabar teranyar, rumornya PSMS sedang membidik striker Perserang Banten, Tri Handoko. Kabar tersebut mencuat, setelah akun resmi Instagram mantan penggawa PSMS ini, @ndoko_10, dan PSMS, @official_psmsmedan, saling mem-follow.

Rumor itu kian kencang, karena sang pemain dalam beberapa posting-an terakhirnya seperti menyampaikan sinyal. Dilansir dari @ndoko_10, dalam posting-annya 4 Agustus lalu, sang pemain telah berpamitan dengan Perserang. Di posting-an terakhir, beberapa hari lalu, Handoko mem-posting sebuah foto dia yang masih berseragam Persis Solo, sedang berhadapan dengan PSMS.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Umum PSMS Julius Raja, angkat bicara. King, sapaan karib Julius Raja, mengakui, manajemen telah menjalin komunikasi dengan Handoko.

“Benar. Kami sudah ada komunikasi dengannya (Handoko). Lihat saja nanti,” ungkap King, baru-baru ini.

Sementara itu, Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, juga membenarkan ada sejumlah nama yang telah diajukan oleh staf pelatih kepada manajemen, untuk direkrut. “Iya. Nama dia (Handoko) masuk satu di antaranya. Untuk yang lain, masih dirahasiakan. Nanti saja setelah habis pertandingan putaran pertama ini, baru bisa diungkapkan. Intinya, ditunggu saja,” bebernya.

Sejatinya, Handoko sudah menjadi incaran PSMS sejak awal musim, namun dia batal bergabung dengan Ayam Kinantan. Dia malah tertarik gabung Perserang. (bbs/saz)