23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 5283

Arus Mudik Lebaran, Terdata 74 Titik Rawan Macet di Sumut

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERIKSA_Seorang petugas dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus di Terminal Amplas Medan, Rabu (7/6) Jelang arus mudik lebaran 2018 dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus yang akan mengangkut para pemudik, setelah di nyatakan layak maka bus tersebut akan di pasang stiker tanda kelayakan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERIKSA_Seorang petugas dinas perhubungan memeriksa kelayakan bus di Terminal Amplas Medan, Rabu (7/6) Jelang arus mudik lebaran 2018 lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mendata sejumlah titik rawan macet di Sumut pada di arus mudik dan balik libur Hari Raya Idul Fitri mendatang. Titik rawan kemacetan terdata di Binjai, Medan dan Pelabuhan Belawan.

“Total ada 74 Lokasi kerawanan macet di Sumut. Di Binjai ada 3 lokasi, Pelabuhan Belawan 5 lokasi, Kota Medan 17 lokasi, dan lainnya tersebar di beberapa kota/kabupaten,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, dalam Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Toba 2019 dalam agenda Kesiapan Pengamanan Idul fitri 1440 H di Sumut yang bertempat di Aula Catur Prasetya lantai 4 Mapolda Sumut, Jumat (24/5).

Untuk titik-titik pasar tumpah terdata ada sebanyak 103 lokasi di seluruh provinsi Sumut. Sementara untuk masjid dengan kapasitas 400-1000 jamaah terdata ada sebanyak 2.199 lokasi. “Seluruh titik ini harus diantisipasi, mulai dari keamanan dan potensi kemacetan,” ungkapnya.

Untuk aksi kriminalitas masih menjadi perhatian polisi ada Kota Medan. Gangguan keamanan yang berpotensi terjadinya di antaranya pencurian pemberatan (curat), curanmor, dan narkoba. “Ukuran Sumut adalah Kota Medan. Karena apa yang terjadi di kewilayahan, hulunya itu Kota Medan,” sebutnya.

Dalam rapat koordinasi itu, ancaman bencana alam masih akan terjadi di wilayah Pantai Barat. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati. “Kemudian personil aghar tidak slow respon terhadap ancaman teror dan penyebaran radikalisme di wilayah Sumut,” sebutnya.

Dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri ini, Poldasu mengerahkan 7.760 personel yang tersebar di seluruh jajaran. Beberapa instansi terkait yang akan ikut membantu seperti TNI, Satpol-PP, Pemadam kebakaran, SAR, dan pramuka.

Masalah lain yang dihadapi dalam Hari Raya Idul Fitri kali ini di antaranya beberapa ruas jalan yang masih rusak untuk dilewati kendaraan bermotor. “Ancaman gangguan terorisme setiap yang perlu diwaspadai oleh semua pihak,” sebut Tatan.

Data intelijen yang dikumpulkan Polda Sumut, ada beberapa poin yang menjadi perhatian. Di antaranya aksi teror, bencana alam, dan aksi unjuk rasa serta demo yang menjurus ke anarkis. “Ini yang kita antisipasi, agar nantinya tidak terjadi dan menganggu kenyamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri nantinya,” pungkas Tatan.

Pekan Ini, Sopir Akan Dites Urine

Untuk keamanan transportasi angkutan jalan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, pengecekan kendaraan akan mulai dilakukan pada 29 Mei mendatang. Selain itu, seluruh sopir bus AKDP dan AKAP bakal dites urine, dalam rangka memastikan kesehatan mereka.

Koordinator Posko Pemantauan dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2019 Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Agustinus Panjaitan, mengatakan pengecekan kendaraan dan tes urine sopir angkutan akan melibatkan instansi terkait. Seperti Balai Kesehatan, Balai Pengelola Transportasi Darat, BNN, Polda Sumut dan lainnya.

“Tes urine diberlakukan ke seluruh sopir, sebelum mengangkut penumpang pada arus mudik dan arus balik Lebaran,” katanya menjawab Sumut Pos, Minggu (26/5).

Menurut dia, kebanyakan para sopir mengaku memakai narkoba sebagai pelecut tenaga selama mengemudi. Karena itu pihaknya melibatkan BNN untuk melakukan tes urine di seluruh terminal, supaya tidak lagi ada kejadian kecelakaan dikarenakan pemakaian narkoba.

Dishub Sumut juga akan melakukan monitoring tarif berdasarkan ketentuan yang lama. Sebab setiap tahun didapati keluhan masyarakat atas penerapan tarif dari pihak perusahaan transportasi. “Terlebih kita prediksi jumlah penumpang via jalan (darat) dan laut akan meningkat. Prediksi kita naik 3-4 persen tahun ini untuk jalan, dan laut sampai 10 persen,” sambungnya.

Untuk jumlah armada selama Lebaran, Dishub menegaskan tidak ada kendala. Armada tercukupi selama arus mudik dan arus balik.

“Hitungan kita ada 740-an unit bus yang siap melayani penumpang. Kapasitas kursi 1,4 juta lebih perhari. Jadi masih sangat memadailah,” katanya.

Salah satu pemicu lonjakan penumpang via jalan dan laut meningkat, menurutnya karena tingginya harga tiket pesawat menjelang Lebaran 2019. “Angkutan laut yang pada tahun lalu menurun, tahun ini diprediksi meningkat karena tumpahan dari via udara. Ternyata tarif batas bawah dan batas atas belum signifikan untuk tiket pesawat. Masih di atas Rp2 jutaan,” katanya.

Kemenhub Diminta Koordinasi

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran, DPRD Sumut meminta Kementerian Perhubungan, untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada di Sumatera Utara.

“Kemenhub melalui balai di Sumatera Utara diminta rapat koordinasi dengan Dishub provinsi, kabupaten/kota, Ditlantas Polda, hingga polres-polres beserta seluruh stakeholder perhubungan darat,” ucap ketua komisi D DPRD Sumut yang mengawasi tentang Perhubungan, Sutrisno Pangaribuan.

Menurut Sutrisno, jalur darat merupakan jalur yang paling sering dan paling banyak digunakan oleh masyarakat dalam melakukan mudik. “Demikian juga dengan perhubungan laut, udara, dan kereta api hingga pengelola jalan tol, semua harus terkoordinasi untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujarnya.

Selain alat transportasi yang aman dan nyaman, Sutrisno juga menyebutkan pentingnya sarana dan prasarana lainnya untuk kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik. Salah satunya adalah penyediaan posko-posko mudik di sejumlah titik yang rentan kemacetan.

“Posko mudik harus tersebar di titik-titik kemacetan, untuk memantau penumpukan kendaraan pada arus mudik. Sekaligus sebagai rest area untuk para pengendara yang kelelahan,” terangnya.

Tenaga Kesehatan dan Jasa Raharja juga diharapkan selalu sedia proses arus mudik tahun ini. Selain itu, pihak kepolisian diharapkan selalu berjaga mengantisipasi kemacetan dan tingginya tingkat kecelakaan sepanjang arus mudik.

“Untuk persiapan seluruh stakeholder itu, komisi D akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 27 Mei 2014, pukul 14.00 wib,” tutupnya. (dvs/prn/mag-1)

Pengamat Dari USU Soal Pemilu 2019, Dari Dulu Sumut Rawan Curang

Dr. Warjio Pengamat Sosial Politik
Dr. Warjio
Pengamat Sosial Politik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suhu politik di Indonesia —termasuk di Sumatera Utara— yang memanas sejak proses Pemilihan Umum (pemilu) Serentak 17 April lalu, meninggalkan beragam tuduhan. Mulai dari dugaan kecurangan perolehan suara, money politics, hingga dugaan keterlibatan aparat hukum dan ASN. Kubu yang kalah terus membangun skenario kecurangan sejak awal proses Pemilu. Benarkah Pemilu di Sumut rawan kecurangan?

PENGAMAT sosial politik dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Warjio, mengatakan sejak awal pihak Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) telah memprediksi bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terjadinya kecurangan pemilu.

“Rawannya kecurangan pada perolehan suara di Sumut sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Bukan hanya pada Pemilu 2019 saja. Namun juga pada proses-proses pemilihan lainnya. Seperti Pilgubsu, Pilwako, dan Pilbup yang telah berkali-kali dilakukan di Sumut,” cetusnya kepada Sumut Pos, kemarin.

Daerah-daerah yang dinilai rawan kecurangan di Sumut dalam pemilu 2019 kemarin, cukup banyak. Ke-33 kabupaten/kota di Sumut dinilai punya potensi yang cukup rawan kecurangan. “Tetapi daerah Nias misalnya, itu memang rawan dan kemarin terbukti ada kendala di sana. Selain Nias, daerah-daerah persaingan capres 01 dan 02 yang susah untuk diakses juga rawan akan kecurangan,” jelasnya.

Bawaslu sendiri telah memprediksi rawannya kecurangan pemilu 2019 di Sumut. Dan banyak pihak yang sepakat bahwa Sumut memang rentan akan terjadinya kecurangan dalam pemilu. Contoh-contoh kerawanan yang terjadi di Sumatera Utara seperti maraknya money politics, keterlibatan aparat, dan buruknya birokrasi.

Bawaslu sendiri telah memprediksi rawannya kecurangan pemilu 2019 di Sumut. Namun pengamatan Bawaslu itu tidak dijadikan pihak-pihak penyelenggara pemilu sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya kecurangan.

“Bila Sumatera Utara telah dipetakan oleh Bawaslu sebagai salah satu wilayah yang rawan kecurangan, seharusnya Bawaslu melakukan pengawasan ekstra untuk Sumut. Penyelenggara harusnya lebih intens, agar pengamatan mereka tidak menjadi sia-sia. Kalau nantinya terbukti Sumut melakukan kecurangan, alangkah gagalnya pihak penyelenggara pemilu di Sumut ini,” terangnya.

Langkah Capres 02 Sudah Benar

Di sisi lain, Dr. Warjio mengapresiasi langkah pihak Capres 02, Prabowo-Sandiaga, yang memutuskan menempuh jalur konstitusional dengan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebanai bentuk memprotes hasil pemilu 2019.

“Langkah konstitusional sudah tepat dan elegan dalam menyelesaikan masalah dalam dunia politik. Bila memang punya bukti, kenapa tidak?” katanya.

Ditanya mengenai peluang pihak Capres 02 dalam memenangkan gugatannya ke MK —salah satunya dengan membawa bukti kecurangan dari Sumut— disebut Warjio tergantung dari bukti-bukti yang telah disiapkan oleh pihak penggugat.

“Selain dari kesiapan bukti, juga tergantung kemampuan para tim pengacara penggugat dalam membuktikan dan menyampaikan bukti-bukti itu sendiri. Bukti yang valid dan disampaikan dengan cara yang tepat dan terukur, tentu tidak akan dapat ditolak oleh pihak MK,” jelasnya.

Namun Warjio meminta seluruh pihak agar menghargai apapun keputusan yang akan dikeluarkan MK. “Penting bagi kita, agar seluruh elemen masyarakat termasuk pihak penggugat dan tergugat melihat MK sebagai sebuah lembaga profesional, yang telah ditunjuk sebagai lembaga yang menyelesaikan persoalan ini. Maka apapun hasilnya nanti, semua pihak harus bisa menghormati keputusan itu dan semua pihak kembali bersatu sebagai anak bangsa,” sebutnya.

Sukses Pemilu, KPU Salah Kaprah

Di sisi lain, Dr. Warjio menyebutkan bahwa klaim KPU yang menyatakan pihaknya sukses dalam menyelenggarakan pemilu 2019, dilihat dari tingginya tingkat pemilih sebagai barometer kesuksesan penyelenggaraan pemilu, dinilai sebagai kesalahan.

“Saya fikir KPU salah kaprah. Tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan pemilu bukan hanya bergantung pada tingginya tingkat partisipasi pemilih. Melainkan kualitas proses serta kualitas hasil pemilu itu. Kalau soal partisipasi pemilih, di zaman orde baru juga luar biasa partisipasi pemilih. Tapi tidak bisa serta merta langsung disebut sukses dalam menyelenggarakan pemilu,” katanya.

Ia menyebutkan, penyelenggara seharusnya memfokuskan dulu penyelesaian masalah yang timbul saat ini. Lalu biarkan masyarakat yang menilai. (mag-1)

KM Doro Londa Diperbantukan ke Belawan

fachril syahputra/sumut pos TIBA: Sejumlah penumpang KM Doro Londa yang tiba di Pelabuhan Belawan, Minggu (26/5).
fachril syahputra/sumut pos
TIBA: Sejumlah penumpang KM Doro Londa yang tiba di Pelabuhan Belawan, Minggu (26/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – TINGGINYA minat masyarakat menggunakan jasa kapal laut akibat tingginya harga tiket pesat dan mahalnya tarif bagasi, memaksa PT Pelni menambah armada guna melayani arus mudik dari Pulau Jawa ke Belawan. KM Doro Londa trayek Indonesia Timur pun diperbantukan ke Belawan. Minggu (26/5) kemarin, KM Doro Londa bersandar di Pelabuhan Belawan dengan mengangkut 2.621 penumpang dari Tanjungpriok via Batam.

Kedatangan KM Doro Londa di dermaga Bandar Deli, Pelabuhan Belawan ini molor 5 jam dari waktu yang dijadwalkan. Harusnya tiba di Belawan pukul 09.00 WIB, namun baru bersandar pukul 14.00 WIB. Sore harinya, kapal ini bertolak lagi ke Batam dengan membawa 500 penumpang. “Kapal (Doro Londa) akan tiba kembali di Pelabuhan Belawan, Selasa (28/5), diperkirakan membawa jumlah pemudik yang lebih banyak,” katanya.

Sebelumnya, Luthfi mengatakan, di masa peak season Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Pelni hanya menambah frekuensi kunjungan kapal penumpang KM Kelud ke Belawan. Jika biasanya hanya satu kali dalam seminggu, kini diubah menjadi 3 kali seminggu. “Dengan frekuensi ditambah plus kapasitas kapal 2.607 penumpang, harusnya pelayanan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Namun melihat ‘serbuan’ warga terhadap angkutan laut akibat tingginya harga tiket pesawat, ditambah dengan diterapkannya bagasi berbayar, kata Luthfi Israr, PT Pelni terpaksa menambah armada angkutan untuk melayani arus mudik dari Pulau Jawa via Batam ke Belawan. Sebelumnya kata Luthfi, jumlah penumpang KM Kelud dari Tanjungpriok via Batam-Tanjungbalai Karimun ke Pelabuhan Belawan maupun sebaliknya hanya di kisaran 700 penumpang. Tapi setelah harga tiket pesawat mahal dan sejumlah operator penerbangan menerapkan bagasi berbayar jumlah penumpang KM Kelud melonjak hingga dua kali lipat, yakni menjadi hampir 2.000 penumpang.

Mengamati kondisi itulah, kata Luthfi, sehingga PT Pelni mengambil inisiatif menambah kapal KM Doro Londa yang selama ini melayani pelayaran Surabaya ke Indonesia Timur untuk melayani angkutan arus mudik dari Pulau Jawa via Batam ke Belawan. “Trayeknya ke Belawan khusus melayani arus mudik Minggu 26 Mei 2019 pulang pergi. Hanya satu trip,” katanya.

Disinggung soal biaya bagasi, Luthfi mengatakan, untuk biaya bagasi sudah lama diterapkan di KM Kelud. Hanya saja, ada perubahan jumlah berat yang diberlakukan. Sebelumnya, biaya bagasi hanya dikenakan untuk berat barang di atas 50 kg, tapi sekarang diberlakukan untuk berat di atas 40 kg.

“Hanya jumlah beratnya saja yang berubah, dari 50 kg menajdi 40 kg. Mengenai biaya bagasinya, untuk penumpang dari Belawan tujuan Batam dan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, biaya bagasi yang beratnya di atas 40 kg sebesar Rp173.000, sedangkan tujuan Tanjungpriok Rp350.000,” jelas Luthfi.

Penerapan bagasi berbayar terhadap penumpang KM Kelud, ungkap Luthfi, berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Pelni Nomor 01.15/2/SK/HKO.01/2018 tentang Tarif Over Bagasi di PT Pelni. Diharapkan tidak membawa barang bawaan yang melebihi ketentuan. Karena selain dikenakan biaya juga menggangu ruangan bagi penumpang lainnya di atas kapal.

Frekuensi Penyebrangan di Danau Toba Ditambah

Tak ingin peristiwa tenggelamnya kapal di Danau Toba terulang lagi, Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) bersama sejumlah pihak melakukan persiapan pelayanan masa libur Lebaran tahun ini. Direktur Utama (Dirut) BPODT, Arie Prasetyo mengatakan, saat ini Balai Pengelolaan Transportasi Darat Sumatera Utara (BPTDSU) sedang melakukan pengecekan dan perbaikan alat komunikasi pelayaran repeater Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Danau Toba.

“Kemudian, juga telah dilaksanakan rampchek dari tanggal 30 April hingga 3 Mei 2019 oleh Tim Direktorat Transportasi SDP Perhubungan Darat Kemenhub didamping oleh BPTDSU. Hal ini, kita lakukan bersama untuk mencegah hal tidak diinginkan saat Liburan Lebaran nantinya,” jelas Arie kepada wartawan di Medan, Minggu (26/5).

Arie mengatakan, untuk Repeater Kemenhub ditempatkan di 5 lokasi, yakni di Pelabuhan Tigaras, Simanindo, Ajibat, Ambarita?, dan Tower RRI di Kabupaten Samosir. Kemudian, Hal serupa. ia mengungkapkan pemeriksaan dan pengecekan dilakukan juga kepada Kapal Motor Penyebrangan yang dikelola oleh perorangan atau masyarakat. “Dengan melakukan pengukuran ulang, perbaikan dokumen administrasi atau dokumen kepada sekitar 60 persen kapal tradisional itu,” tutur Arie.

Arie menjelaskan, prediksi puncak arus mudik menunju Kabupaten Samosir pada 28 Mei 2019. Sedangkan, puncak arus balik dari daerah yang sama, diperkirakan 9 Juni 2019. Dengan itu, ia mengatakan pihak Kemenhub sudah menyiapkan Kapal Motor Penyebrangan (KMP) sebanyak 5 unit.

Kelima KMP itu, adalah KMP Tao Toba I dengan melayani rute Ajibata-Tomok sebanyak 5 trip selama libur Lebaran. Kemudian, KMP Tao Toba II ?rute Ajibata-Tomok juga sebanyak 5 trip. KMP Ihan Batak rute Ajibata-Ambarita sebanyak 6 trip. KMP Sumut I rute Tigaras-Simanindo Rute Tigaras-Simando sebanyak 7 trip dan KMP KMP Sumut II dengan rute yang sama sebanyak 7 trip. “Itu semua ada penambahan frekuensi pengangkutan penumpang untuk penyebrangan di Danau Toba selama liburan Lebaran ini,” tutur Arie.

Arie menjelaskan Basarnas selama liburan Hari Raya di Danau terbesar di Asian itu, ?akan melakukan patroli di Kawasan Tomok, Ajibata, Tigaraja dan Pantai bebas. Patroli dilakukan sembari mengawasi pengangkutan penumpang untuk mencegah kapal berlayar dengan kondisi over kapasitas. “Basarnas juga menyiapkan nomor kontak darat stanby 24 jam. Kemudian, nomor mobile 115 dan nomor handpone pribadi Koordinator SAR Tobasa dengan nomor 0813-7030-7319,” ungkap Arie.

Untuk posko siaga Lebaran 2019, pihak BPTDSU, Pol Airud, SAR dan Dishub setempat akan mendirikan sebanyak 4 posko, yang berada di Ajibata, Ambarita, Tigaras dan Simanindo. Arie juga menginformasikan bahwa Air Asia kembali membuka rute penerbangannya, Kuala Lumpur, Malaysia-Bandara Silangit Internasional Airport Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sejak 24 Mei 2019, kemarin.

“Dengan pelayanan penerbangan dilakukan 4 kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu. Ini memberikan daya tarik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Danau Toba. Yang mana wisman kita didominasi dari Malaysia juga,” pungkasnya. (fac/gus)

Dugaan Kecurangan Pemilu di Medan, Hari Ini KPU Dalami Klarifikasi Oknum PPK

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai memanggil dan menerima klarifikasi 22 oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari lima kecamatan di Kota Medan, hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Medan akan melanjutkan rapat pleno guna mendalami klarifikasi dari oknum-oknum PPK yang terlibat.

“Kemarin sudah kita lakukan rapat pleno membahas masalah ini. Besok (hari ini, Red) kami akan melanjutkan rapat plenonya, karena rapat kemarin belum selesai,” ucap Komisioner KPU Medan Divisi Hukum dan Pengawasan, Zefrizal SH.MH kepada Sumut Pos, Minggu (26/5)n

Usai rapat hari ini, KPU kota Medan akan segera memanggil sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang disebut-sebut melakukan kesalahan dalam proses rekapitulasi suara di tingkat TPS di masing-masing kelurahan.

“Yang bersangkutan diminta datang ke kantor KPU Medan guna memberikan klarifikasi,” ujarnya.

Nantinya hasil klarifikasi akan disinkronkan dengan hasil klarifikasi 22 oknum PPK yang telah dipanggil dan dimintai klarifikasi pada pekan lalu. “Dari situ kita akan lihat, apakah ada pihak lain yang akan kita panggil lagi. Ataukah akan kembali memanggil para petugas PPK kemarin? Atau mungkin kami sudah langsung bisa mengambil kesimpulan. Kita lihat saja nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 22 oknum PPK dari lima kecamatan dikota Medan, yakni kecamatan Medan Helvetia, Medan Polonia, Medan Belawan, Medan Deli dan Medan Marelan telah dimintai klarifikasi oleh KPU Medan, terkait dugaan praktik penggelembungan suara. Dari hasil klarifikasi tersebut, sejumlah PPK menyebutkan bahwa kesalahan rekapitulasi bukan terjadi pada pihaknya. Melainkan pada petugas TPS di tingkat kelurahan (KPPS).

Dugaan praktik penggelembungan suara terkuak dalam rapat pleno terbuka KPU Medan di Hotel Grand Inna Medan sejak 2 Mei hingga 10 Mei yang lalu. Dari proses rekapitulasi suara tersebut, terdapat beberapa perubahan data rekapitulasi suara antara data yang dimiliki oleh PPK dengan data para saksi.

KPU Medan pun membuka plano untuk kembali melakukan penghitungan suara dari hasilnya terdapat penggelembungan suara untuk pihak sejumlah pihak. (mag-1)

TKD Sumut Hargai Gugatan 02 ke MK

Ivan Iskandar Batubara , Ketua TKD Sumut
Ivan Iskandar Batubara
Ketua TKD Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Langkah calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo-Sandiga menggugat sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), disambut positif oleh Tim Kemenangan Daerah (TKD) Sumut. Langkah tersebut dinilai tepat untuk menghargai nilai-nilai demokrasi.

“Kalau memang ada masalah dari pesta demokrasi kemarin, menggugat ke Mahkamah Konstitusi tentu kami hargai. Karena memang begitulah langkah yang seharusnya ditempuh,” ucap ketua TKD Sumut, Ivan Iskandar Batubara kepada Sumut Pos, Minggu (26/5).

TKD Sumut berharap langkah itu dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah sejak lama terbangun di Indonesia.

“Kami harapkan langkah ini dapat ditiru semua pihak yang berkeberatan dengan hasil pemilu kemarin. Kita berharap semua pihak tetap pada jalur konstitusional untuk menghindari jalur – jalur diluar konstitusional yang bisa mengakibatkan perpecahan di antara sesama anak bangsa” ujarnya.

Terkait adanya bukti dari Sumatera Utara yang disebut-sebut dibawa oleh pihak Capres 02 dalam mengajukan gugatan ke MK, Ivan Iskandar menyebutkan, tentu pihak penggugat yang harus membuktikan gugatan mereka.

“Kami tidak perlu menyiapkan bukti apapun, karena kami bukan penggugat. Kalau katanya ada bukti yang dibawa dari Sumut, ya silakan saja dibuktikan kepada MK,” jelasnya.

Ivan menyebutkan, pihaknya menerima dan menghargai hasil perhitungan suara oleh KPU. Baik KPU Sumut maupun KPU RI. “Hasil KPU yang memenangkan pak Jokowi, sudah kami prediksi sebelumnya. Seperti yang pernah saya ucapkan, tidak harus curang untuk bisa menang. Dan kami telah membuktikan itu,” tutupnya.

Seperti diketahui, awalnya Capres 02 memilih aksi jalanan untuk memprotes dugaan kecurangan yang terus mereka tuduhkan kepada KPU. Namun akhirnya, pihak Capres 02 menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan gugatan ke MK. Tim Capres 02 pun menyebutkan, pihaknya telah membawa sejumlah bukti kepada MK .

GNKR: Kami Bukan Dukung Prabowo

Sementara itu, Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara menegaskan akan terus melakukan aksi turun ke jalan, untuk menyuarakan dugaan kecurangan Pilpres 2019.

Ustadz Heriansyah, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU) Indonesia Sumut, menegaskan aksi turun ke jalan akan terus dilakukan sampai dugaan kecurangan terungkap.

Namun pihaknya belum bersedia mengungkapkan kapan lagi aksi dimaksud kembali digelar. Terlebih, beberapa orator aksi dari kelompok mahasiswa, termasuk dirinya, sedang mendapat panggilan pihak kepolisian. “Tunggu aja (kapan aksi lagi, Red),” kata Heriansyah.

Ia menegaskan, aksi yang mereka lakukan bukan dalam konteks mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI. Melainkan untuk mengungkap dugaan kecurangan yang mereka tuduhkan dalam pemilu.

“Udah nggak itu lagi (demo perjuangkan Prabowo jadi presiden). Salah besar jika mereka menafsirkan aksi umat Islam sekarang ini. Namanya perjuangan, tentu kita berjuang terus sampai Allah meminta kita berhenti,” bilangnya.

Tunggu Komando

Berbeda dengan Heriansyah, Direktur Relawan Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi Sumut, Sugiat Santoso mengatakan, pihaknya sejauh ini masih menunggu komando dari Prabowo Subianto menyikapi kondisi atau gejolak yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Baik setelah memasukkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), maupun nanti pada waktu putusan MK disampaikan. “Ya, Badan Pemenangan Provinsi tetap menunggu instruksi dari BPN terutama Bapak Prabowo Subianto. Pada prinsipnya kami masih optimis, jalur konstitusional akan tegak terhadap keadilan,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta agar aparat kepolisian mengayomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, sejumlah dokumen dugaan kecurangan pilpres telah disampaikan pihaknya ke Badan Pemenangan Nasional. “Yang salah input banyak. Lalu terlibatnya birokrasi dan sebagainya sebelum dan sesudah pemilu berlangsung,” katanya. Semua dugaan kecurangan tersebut dilaporkan ke BPN. (mag-1/prn)

Sejumlah Stadion di Indonesia Diajukan untuk Piala Dunia U-20

net Stadion Utama Gelora Bung Karno
net
Stadion Utama Gelora Bung Karno

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PSSI sudah memikirkan betul soal keputusan maju dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 medatang. Ada beberapa stadion yang akan diajukan kepada FIFA untuk dijadikan gelanggang Piala Dunia U-20 2021.

Seperti diketahui, Indonesia bersama Brasil dan Peru mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah pagelaran akbar sepak bola dunia usia muda itu. Indonesia akan mendaftarkan diri sesegera mungkin.

PSSI yakin, FIFA bisa melirik niat baik Indonesia. Apalagi, Indonesia baru saja sukses menggelar beberapa ajang akbar, termasuk Asian Games 2018 lalu.

“Stadion yang kami siapkan tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Asian Games 2018 dan Piala Asia U-19. Kemungkinan, masih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Juga bisa di Stadion Madya,” ungkap Head of Media Relations and Digital Promotion PSSI Gatot Widakdo, Sabtu (25/5) lalu.

Selain SUGBK, lanjut Gatot, stadion lain yang diajukan adalah Stadion Pakansari, Stadion Patriot Chandrabhaga, dan Gelora Bandung Lautan Api. Tiga stadion tersebut sudah terbukti bisa menjadi gelanggang event besar saat Asian Games 2018. “Sekarang juga perkembangan stadion di Indonesia lumayan. Misalnya, di Jogjakarta ada Stadion Mandala Krida selain Stadion Maguwoharjo Sleman. Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya juga bisa. Nanti akan kami lihat-lihat,” pungkasnya. (jpc/saz)

Agendakan Ujicoba Kontra Tim Kostrad PSMS Inginkan Tekanan

istimewa LEWATI: Pemain PSMS Medan saat melewati lawan.
istimewa
LEWATI: Pemain PSMS Medan saat melewati lawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan kembali mengagendakan pertandingan ujicoba, sebagai bentuk pematangan tim jelang kick off Liga 2 medio Juni 2019 mendatang.

Setelah pekan lalu menjalani 3 laga ujicoba, kali ini Ayam Kinantan telah menjadwalkan laga bentrok Tim Kostrad, yang rencananya digelar di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, pada Rabu (29/5) mendatang.

PSMS Medan bakal melawan tim yang cukup berpengalaman, pasalnya Tim Kostrad ini berisi gabungan pemain yang merupakan prajurit TNI, dan pernah merumput di Liga 1 maupun Liga 2. Termasuk beberapa eks PSMS Medan, seperti Fiwi Dwipan, Willyando, Andy Prayoga, Tri Hardiansyah, dan lainnya.

“Ujicoba selanjutnya, kami sudah dapat lawan, yakni Tim Kostrad. Tim ini gabungan prejurit TNI tapi yang pernah main di liga. Saya juga enggak tahu nama tim mereka apa, yang pasti mereka gabungan dari Kostrad,” unglap Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, Sabtu (25/5) lalu.

Laga kali ini, Gurning menilai, timnya bakal mendapat tekanan yang kuat. Mengingat lawan yang mereka hadapi dihuni pemain yang berpengalaman. Hal inilah yang membuat tim pelatih tertarik beruji coba dengan Tim Kostrad. Dia berharap, pada pertandingan ini, para anak asuhnya mendapat perlawanan, sehingga bisa mengetahui titik kelemahan dan kekurangan timnya. “Pada ujicoba ini, semoga anak-anak bisa lebih teruji. Karena selama ini, memang masih dapat lawan yang levelnya di bawah. Saya berharap nanti tim kami mendapat tekanan,” katanya.

Sementara pada laga ujicoba sebelumnya, bentrok Tobasa FC di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Sabtu (25/5), Ayam Kinantan menang telak dengan skor 4-0. Keempat gol tersebut dicetak oleh Aldino Herdianto (2 gol), Tedi Alma, dan Wahyu. Pada babak pertama PSMS Medan langsung tampil menekan. Mereka mendominasi laga dengan menerapkan tempo tinggi. Usaha mereka pun berbuah gol. Menit ke-14 Ayam Kinantan berhasil menciptakan gol lewat sundulan Aldino Herdianto. Menerima umpan lambung dari Syaiful, Aldino yang sudah berdiri di depan gawang, langsung menyundul bola. Sundulannya pun tak mampu dibendung kiper Tobasa. 1-0 untuk PSMS Medan.

Tim besutan Gurning ini pun menambah keunggulan beberapa menit kemudian. Aldino kembali jadi eksekutornya. Lagi, gol yang diciptakannya dari hasil duel bola udara. Menerima umpan lambung, Aldino yang sudah berdiri di depan gawang dengan tenang menyundul bola. Skor berubah 2-0, dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Gurning mengganti sejumlah pemain pilarnya. Dia memberikan kesempatan kepada para pemain pelapis untuk unjuk gigi. Menit ke-64, PSMS Medan menambah keunggulan lewat Tedi Alma. Menerima umpan terobosan, Tedi langsung menyambut dengan berlari kencang ke arah gawang. Dan dengan tenang melesakkan tendangan ke sudut gawang. Skor jadi 3-0. Dan 7 menit berselang, Ayam Kinantan menggenapi kemenangan menjadi 4-0. Kali ini giliran Wahyu. Dia melepaskan tendangan keras, setelah menerima umpan datar. Skor tak berubah hingga laga berakhir, 4-0 untuk kemenangan PSMS Medan.

Dijumpai usai laga, Gurning mengaku, anak asuhnya masih belum memaksimalkan peluang. “Kami bersyukur karena tak ada kebobolan. Tapi masih bermasalah di finishing. Banyak yang harusnya bisa jadi gol, sejak babak pertama hingga babak kedua. Seolah-olah sepele. Kami akan evaluasi lagi masalah finishing ini,” pungkasnya. (bbs/saz)

Gurning Segera Coret Tiga Pemain

istimewa REBUT BOLA: Pemain PSMS Medan coba merebut bola dari pemain lawan, saat bentrok TIm Pra PON Sumut di Stadion Mini USU, baru-baru ini.
istimewa
REBUT BOLA: Pemain PSMS Medan coba merebut bola dari pemain lawan, saat bentrok TIm Pra PON Sumut di Stadion Mini USU, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai serangkaian hasil pertandingan ujicoba yang dilakoni PSMS Medan, tim pelatih bakal melakukan evaluasi per individu pemain. Dan Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning mengungkapkan, sudah mengantongi 3 nama penggawa Ayam Kinantan yang bakal didepak.

Namun Gurning masih enggan membeberkan 3 nama tersebut. “Seharusnya kemarin (Sabtu (25/5), red), setelah ujicoba mau saya umumkan. Tapi karena kantor (sekretariat) sudah tutup, nanti sajalah,” ungkap Gurning, Minggu (26/5).

Menurut Gurning, pencoretan 3 pemain tidak akan membuat tim kekurangan penggawa. Karena saat ini jumlah pemain PSMS Medan sudah berjumlah sekitar 26 orang, dan 21 di antaranya sudah dikontrak. Sedangkan sisanya masih menjalani proses seleksi.

Pemain yang masih menjalani seleksi inilah yang kemungkinan besar bakal dicoret oleh tim pelatih. Adapun mereka, yakni Rohid, Ardi Putra Mulia, Hamzaly, Bayu Anggara, dan Reza Pratama. Sementara sisanya, juga memliki chance besar akan masuk skuad PSMS Medan, serta bakal direkomendasikan untuk dikontrak. Tentunya, jika tim pelatih merasa pemain-pemain tersebut potensial. “Pemain yang dicoret itu yang sudah ikut dari awal. Jadi mereka memang belum dikontrak, tapi baru diputuskan sekarang. Yang dicoret kemungkinan dari lini yang ‘gemuk’, seperti kiper, tengah, juga penyerang,” beber Gurning.

Seperti diketahui, Liga 2 2019 bakal segera bergulir pada 15 Juni mendatang. Namun dengan semakin dekatnya jadwal kick off, PSMS Medan belum juga merampungkan proses perekrutan para penggawanya. Saat ini baru 21 pemain yang sudah resmi dikontrak. Sementara Gurning butuh minimal 25 pemain untuk didaftarkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Gurning tentunya sangat berharap ada penambahan pemain baru lagi untuk melengkapi skuad, termasuk mendatangkan pemain naturalisasi. Namun hingga saat ini, belum juga ada juga pemain baru yang merapat ke markas Ayam Kinantan. Manajemen PSMS Medan yang sempat menjanjikan mendatangkan pemain naturalisasi, belum juga terealisasi. Teranyar, PSMS Medan gagal mendapatkan tanda tangan Bio Paulin, yang sudah direkrut PSGC Ciamis. “Sebelumnya katanya mau didatangkan, tapi sampai sekarang belum ada juga. Soal Bio, kata King sudah ada komunikasi, tapi belum tahu perkembangannya bagaimana. Tri Handoko yang kemarin sudah datang, malah kabarnya gabung dengan klub lain,” keluhnya.

PSMS Medan masih punya waktu untuk mendatangkan pemain baru. Karena PT LIB menenggat jadwal pendaftaran hingga 14 Juni mendatang. Namun hal ini menyebabkan kegelisahan Gurning. Karena menurutnya, dengan semakin mepetnya waktu pendaftaran, tentu banyak pemain yang dipastikan sudah memiliki klub, sebelum kompetisi dimulai. “Masih ada waktu untuk rekrut pemain. Tapi waktunya sudah sangat mepet, para pemain pasti banyak yang sudah bergabung dengan tim lain. Kalau manajemen serius, pasti mereka mau mendatangkan pemain baru lagi,” pungkas Gurning.

Seperti pengamatan Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, yang sempat menyaksikan pertandingan PSMS Medan belum lama ini, dia menyarankan agar pemain ditambah, khususnya berposisi stoper dan striker, termasuk pemain naturalisasi, supaya Ayam Kinantan lebih kompetitif menatap promosi ke Liga 1. (bbs/saz)

APJII Tingkatkan Penetrasi Fixed Broadband

APJII
APJII

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 di Sumatera Utara (Sumut), yang diselenggarakan di Hotel Dyandra Santika Medan pada 27-28 Juni mendatang. Dalam Rakernas tersebut, bakal dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI, Rudiantara.

Ketua Pengurus Wilayah APJII Sumatera Utara, Bambang Heru Wijaksono menyatakan, pihaknya siap menjadi tuan rumah untuk melaksanakan Rakernas yang setiap tahun digelar. Tema yang diangkat pada Rakernas kali ini yaitu ‘APJII Aktif Mendukung Tersedianya Infrastruktur Bagi Anggota Dalam Meningkatkan Penetrasi Fixed Broadband di Indonesia’. “Kita siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakernas tahun ini, dan rencananya akan dibuka oleh Menkominfo RI, Rudiantara,” ujar Bambang Heru dalam acara buka puasa bersama dengan anak yatim dan kaum duafa di Hotel Arya Duta, Medan, akhir pekan lalu (24/5).

Diutarakan Bambang Heru, pada Rakernas ke-23 ini akan diikuti oleh seluruh anggota APJII yang berjumlah sekitar 450 perusahaan sebagai penyelenggara. Ditambah lagi, sekitar 900 anggota nonpenyelenggara (perusahaan/lembaga/instansi yang memiliki blok IP/Address langsung membeli dari APJII). “APJII merupakan salah satu pengelola IP/Address di Indonesia berdasarkan SK Menkominfo. Di Sumut sendiri, anggota APJII ada 33 perusahaan,” ucapnya.

Kata Bambang, pada hari pertama Rakernas nantinya akan disampaikan laporan tahunan program kerja pengurus dan membahas masalah kebijakan yang sedang berkembang. Selanjutnya, hari kedua akan digelar rapat yang membahas hal-hal terkait kebijakan dan regulasi di internal APJII. Misalnya, kesepakatan pengajuan tarif baru secara internal karena memang belum ada mengatur tarif batas bawah. Namun, tarif tersebut bukan untuk umum tetapi hanya untuk anggota APJII.

“Sesuai tema yang diangkat, sebagaimana kita ketahui sekarang ini adalah eranya tren ke arah fiber optik. Untuk itu, APJII akan membantu anggotanya terutama yang belum memiliki infrastruktur. Oleh karenanya, kita bekerja sama dengan perusahaan yang mempunyai infrastruktur sehingga anggota yang tidak memilikinya tetap tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Disebutkan dia, dalam Rakernas itu juga akan diperkenalkan berbagai budaya yang berasal dari Sumatera Utara.

“Rencananya akan dikemas dengan kegiatan yang memperkenalkan budaya Sumut termasuk kuliner. Nantinya, kita akan menampilkan beragam tarian dan pertunjukan tradisional Sumatera Utara. Pokoknya kita buat semenarik mungkin hingga para peserta nanti akan terkesan,” ungkapnya. (azw/ram)

Buka Puasa Bersama Ramadan 1440 Hijriah di Institut Teknologi Medan, Penerapan Ekonomi Syariah Menghadapi Revolusi Industri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT IPM AER bersama keluarga besar Institut Teknologi Medan (ITM), menggelar acara buka puasa bersama sekaligus menyantuni anak yatim piatu dan kurang mampu, Jumat (24/5).

BUKA puasa di kampus ITM ini juga diisi tausyiah Ramadan 1440 Hijriah dengan judul Penerapan Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Teknologi Revolusi Industri 4.0 serta Peluang Kerja Abad 21 Menurut Sains Al-Quran. Tausyiah disampaikan Wakil Rektor I ITM, Dr H Hermansyah Alam MT MM.

Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT IPM AER mengatakan, bahwa buka puasa diadakan keluarga besar ITM serta Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna. Mahrizal menyebut, ITM juga mengundang anak yatim piatu dan kurang mampu untuk dapat bergembira dalam bulan puasa. Mahrizal berharap semua keluarga besar ITM selalu mendapatkan limpahan rahmat dari Allah.

Disaat negara sedang mendapat musibah, rektor juga mengajak umat Islam dapat mendoakan agar terwujud Indonesia yang damai. Rektor juga berdoa agar Indonesia mendapatkan pemimpin bangsa yang dapat membela agama Islam sehingga dapat beribadah secara nyaman.

Wakil Rektor I ITM Dr H Hermansyah Alam MT MM dalam tausyiah Ramadan mengingatkan pentingnya menerapkan ekonomi syariah dalam menghadapi teknologi revolusi.

Menurut dia, didunia banyak jenis ekonomi seperti berbasis kapitalis, ekonomi berbasis sosialis dan ekonomi campuran kapitalis dan sosialis.

Di Indonesia, lanjut Hermansyah, diterapkan ekonomi berbasis Pancasila. Disamping itu, berkembang pula ekonomi syariah yang merujuk pada Al-Quran, Al-Hadist, Ijtima dan qiyas.

‘’Siapa saja dalam ekonomi syariah harus memperhatian lingkungan dan masyarakat dengan keadilan. Disitu tidak ada tipu muslihat dan tidak boleh menyengsarakan. Ekonomi syariah ini telah banyak diterapkan di Asia dan Afrika. Di antaranya Qatar, Kuwait, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan dan Indonesia,’’ katanya.

Disebutkan Hermansyah, ekonomi syariah di Indonesia yang diterapkan sejak tahun 1992 lalu.

‘’Revolusi industri 4.0 dengan semua sistem ekonomi berbasis IT, sebenarnya adalah kekecewaan negara Jerman yang teknologinya tertinggal terus dengan Amerika Serikat dan Eropa serta China,” kata Hermansyah.

“Ini ada efeknya yang menyebabkan banyak pengangguran. Bahkan bisa sampai 800 juta jiwa di dunia,’’ sambungnya.

Hermansyah menegaskan, bahwa bumi dan langit diciptakan Allah untuk manusia dan diolah oleh manusia. Karena itu, manusia tidak perlu takut akan kehilangan pekerjaan. (*)