Home Blog Page 5344

Kelistrikan Sumbagut Sudah Normal, Gas Jadi Penyebab Padam Listrik

PERBAIKI: Teknisi PLN saat memperbaiki mesin di pembangkit mesin Belawan. saat ini sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sudah normal kembali.
PERBAIKI: Teknisi PLN saat memperbaiki mesin di pembangkit mesin Belawan. saat ini sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sudah normal kembali.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Padam listrik yang terjadi pada Kamis malam (9/5) hingga Jumat dini hari (10/9), diakibatkan penurunan tekanan suplay bahan bakar gas dari Arun untuk MVPP di Belawan. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan pembangkit sehingga berpengaruh pada pelayanan penyaluran tenaga listrik.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Rudi Artono mengatakan, pada Kamis (9/5) dini hari pukul 02.45 WIB terjadi kerusakan terjadi pada Current Transformer (CT), peralatan yang mengubah besaran arus dari besar ke kecil ataupun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan arus 150kV. Kondisi kelistrikan saat ini sudah pulih pukul 06.38 WIB dengan menyediakan tim untuk recovery yang dilakukan di lokasi CT tersebut.

Gangguan kembali terjadi pada pukul 20.44 WIB diakibatkan oleh penurunan tekanan suplay bahan bakar gas untuk MVPP di Belawan. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhi nya kebutuhan pembangkit sehingga berpengaruh pada pelayanan penyaluran tenaga listrik. Akhirnya, pada pukul 00.54 suplay tekanan gas normal kembali dan sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara pulih. “Pasokan listrik dari Hulu (pembangkitan), terganggu karena pasokan gas untuk Pembangkit Listrik Belawan tekanannya drop, sehingga produksi listrik dari Belawan berkurang sebesar 11% dari beban puncak yang mencapai 2.200 MW. Sistem kelistrikan pulih pada pukul 00.54 WIB (10/5). “Alhamdulillah tidak ada gangguan di Infrastruktur distribusi yg dikelola PLN Sumut,” ujarnya.

Dikatakan Rudi, akibat menurunnya tekanan suplay gas pada pembangkitkan mengakibatkan proteksi mesin pembangkit aktif dan secara otomatis shutdown. “Proteksi ini dibutuhkan untuk menjaga mesin pembangkit. Sehingga menyebabkan adanya padam listrik di beberapa titik dalam upaya pemulihan kembali tekanan gas di pembangkit,” paparnya.

Akibat padamnya listrik, Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Utara atas ketidaknyamanannya. “PLN akan terus berupaya dan percepat recovery kondisi kelistrikan untuk kenyamanan pelanggan, terutama Umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan,” pungkas Rudi.

Jamaah Masjid Datangi Kantor PLN Sumut

Sementara itu, akibat padam listrik tersebut membuat jamaah masjid mendatangi Kantor PLN Wilayah Sumut, Jalan KL Yos Sudarso Medan.

Perwakilan jamaah Masjid dan Musala Taqwa Medan Timur mendatangi Kantor PLN, Kamis (9/5) malam sekira pukul 21.45 WIB usai Salat Tarawih. Salah seorang perwakilan jamaah, Anwar Bakti mengutarakan kekecewaan jamaah terhadap pemadaman listrik di saat umat menjalankan Salat Tarawih.”Atas kekecewaan itu kami datangi Kantor PLN Wilayah Sumut di Jalan Yos Sudarso Medan,” katanya.

Ia mengatakan, kedatangan jamaah untuk menuntut penjelasan PLN terkait pemadaman yang dianggap memantik kemarahan umat. “Minta penjelasan PLN secepatnya pulihkan pemadaman,” katanya.

Kedatangan jamaah disambut Rudi Artono Humas PLN Wilayah Sumut. “Pemadaman berlangsung 2-3 jam. Humas PLN akan membuat konprensi pers secepatnya soal pemadaman listrik,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Pemerhati Sosial Medan Utara Institute Muhammad Asril mengingatkan PLN Sumut agar menjaga pasokan listriknya dengan baik demi kelancaran ibadah umat Muslim. (prn/ila)

BBPOM Lakukan Sidak Makanan di Ramadhan Fair, Temukan Mie Berformalin untuk Bahan Peledak

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS NIKMATI: Sejumlah pengunjung menikmati makanan di Ramadan Fair. Kemarin, BBPOM menemukan mie berformalin di Ramadhan Fair.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
NIKMATI: Sejumlah pengunjung menikmati makanan di Ramadan Fair. Kemarin, BBPOM menemukan mie berformalin di Ramadhan Fair.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi warga Kota Medan yang hendak berbuka puasa di Ramadhan Fair, sebaiknya berhati-hati dalam memilih makanan.

Sebab, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menemukan makanan jenis mie yang dijual pedagang bakso, mengandung formalin.

Positifnya mie mengandung formalin berdasarkan hasil uji sampel laboratorium yang diambil petugas di arena Ramadhan Fair pada Rabu (8/5) sore lalu.

Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan yang dikonfirmasi tak menampik jika dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pihaknya berhasil menemukan adanya satu stand pedagang yang menjual mie mengandung bahan berbahaya formalin.

Formalin yang juga digunakan untuk bahan peledak, agar bahan makanan mampu bertahan lama dari biasanya.”Ya, dari sidak kemarin itu (Rabu, 8/5) kita ada menemukan mie kuningn

berformalin dari salah satu pedagang bakso di Ramadhan Fair,” ungkap Sacramento, Jumat (10/5).

Namun demikian, lanjutnya, meski ditemukan tetap kandungan formalin yang ada dalam mie kuning basah tersebut tidak begitu mencolok. Artinya, makanan yang dijual di Ramadhan Fair masih dalam kategori aman. “Sudah relatif lebih aman lah kalau kita menilainya pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya,” ujar Sacramento.

Diakui dia, temuan mie berformalin di Ramadhan Fair bukan baru kali ini. Namun, beberapa tahun belakangan sudah ditemukan. Oleh karenanya, terhadap temuan itu pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran guna mencari dimana sumber produsen mie berformalin tersebut.

“Kita telusuri pasti yang seperti ini untuk keamanan masyarakat di mana produsen mie berformalin tersebut. Sedangkan kepada pedagang akan diberikan edukasi agar lebih berhati-hati,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemeriksaan BBPOM Medan, Fajar mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya menurunkan 5 orang petugas di Ramadan Fair. Sidak itu dilakukan, dengan cara melakukan pemeriksaan dari sampling jajanan yang kemungkinan mengandung borax, formalin dan pewarna textile.

“Kalau positif mengandung bahan berbahaya, maka produknya akan kita tarik. Selanjutnya bila penjualnya membuat sendiri tanpa kesengajaan, maka akan kita edukasi. Tapi kalau dia membelinya dari industri rumah tangga, maka akan kita lakukan penelusuran lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Medan, OK Zulfi yang dikonfirmasi belum berhasil. Sebab, ketika dihubungi nomor ponselnya berkali-kali tidak menerima panggilan masuk atau memblokir panggilan yang tak dikenal. Sedangkan pesan singkat yang dikirimkan tak kunjung dibalas. (ris)

Pemko Medan Terima Dokumen Rekomendasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial (Aspem) Musaddad Nasution menerima Dokumen Rekomendasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang diberikan Subianto selaku Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Pusat di Balai Kota, Jumat (10/5).

Rekomendasi yang diberikan DJSN tersebut bertujuan agar penyelenggaraan jaminan sosial di Kota Medan dapat dijalankan dan dikelola dengan baik. Termasuk bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemko Medan. Dengan demikian, seluruh warga Kota Medan mendapatkan kepastian perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan terlebih ketika mengalami kecelakaan (accident) saat bekerja.

“Pemko Medan mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas rekomendasi yang diberikan DJSN kepada kami guna menjadikan penyelenggaraan jaminan sosial di Kota Medan menjadi lebih baik. Apalagi hal tersebut menyangkut kemaslahatan seluruh masyarakat, maka sudah selayaknya kita pikirkan bersama sehingga proses penyelenggaraannya dapat berjalan dengan baik pula,’’ kata Musaddad.

Di hadapan, Kadis Kesehatan Edwin Effendi dan Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Hannalore Simanjuntak yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Musaddad selanjutnya minta agar OPD terkait dapat menjalankan tupoksinya serta saling berkoordinasi terkait masalah jaminan sosial di Kota Medan, sehingga seluruh warga dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap agar seluruh OPD terkait dapat saling berkoordinasi untuk menyikapi permasalahan tersebut. Terlebih untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat menjadi peserta program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sehingga seluruh warga dapat tercover kesehatan dan keselamatannya. Kita berharap hal ini berlaku tidak hanya bagi para ASN di lingkungan Pemko Medan, tapi juga di BUMN dan BUMD,’’ paparnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Monev DJSN Pusat Subianto mengatakan kedatangannya beserta rombongan ke Kota Medan dalam rangka memberikan Rekomendasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial bagi Pemko Medan. Rekomendasi tersebut diperoleh usai DJSN melakukan monitoring dan evaluasi di Puskesmas Sentosa Baru, Jalan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Rekomendasi yang kami berikan hari ini hendaknya menjadi pedoman dan rujukan bagi Pemko Medan dalam menjalankan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) menjadi lebih baik. Sebab, kami melihat pelayanan kesehatan di Kota Medan sudah cukup baik. Oleh karenanya, kami berharap rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga mutu dan pelayanan kesehatan di Kota Medan juga dapat semakin meningkat,’’ kata Subianto. (ris/ila)

Selain itu, lanjut Subianto, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemko Medan atas persentase penerima bantuan iuran (PBI) bagi warga tidak mampu yang telah mencapai hingga 79%. Hal ini menunjukkan kepedulian Pemko Medan untuk menanggung biaya iuran warga yang menjadi peserta program jaminan kesehatan yang telah ada.

“Kami mengapresiasi kepedulian Pemko Medan kepada masyarakat tidak mampu untuk menanggulangi iuran jaminan kesehatannya. Semoga, ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga seluruh warga mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan,’’ imbuhnya.

Di samping apresiasi atas persentase PBI di Kota Medan, DJSN juga mengapresiasi Pemko Medan karena telah mengikutsertakan dan mendaftarkan tenaga pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemko Medan dalam program jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan. ‘’Tidak hanya bagi para ASN, langkah yang dilakukan bagi PHL juga patut diapresiasi. Dengan demikian mereka akan merasa aman dan nyaman serta terlindungi dalam bekerja,’’ pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut turut dihadiri perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan. Dalam kesempatan tersebut, Pemko Medan dengan DJSN saling bertukar cinderamata dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (ris/ila)

Harga Bahan Pokok Masih Mahal, Operasi Pasar Harus Rutin

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta melakukan operasi pasar terhadap sejumlah bahan pokok. Hal ini men-yusul, lantaran selama awal Ramadan ini harga sejumlah bahan pokok bertahan mahal. Bahkan, ada salah satu bahan pokok yang harganya terus melambung.

Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, selama ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri harga bahan pokok seringkali naik signifikan dikarenakan berbagai faktor. “Seolah sudah tradisi, harga bahan pokok kerap naik menjelang hari besar keagamaan seperti puasa dan lebaran. Jadi kita minta, Pemko Medan melakukan operasi pasar baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket,” ungkapnya, Jumat (10/5).

Diutarakan Boydo, memang Pemko Medan telah membuka pasar murah di beberapa titik. Akan tetapi, sayangnya tidak menyediakan seluruh bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. “Daging, cabai, bawang dan beras, biasanya mengalami kenaikan harga sewaktu ramadan dan menjelang lebaran. Jadi, untuk mengantisipasinya maka Pemko harus melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Menurut Boydo, operasi pasar yang dilakukan sekaligus untuk mengawasi spekulan-spekulan yang memanfaatkan momen hari besar keagamaan. Mereka memainkan harga untuk meraup keuntungan.

“Harga bawang putih saat ini di pasaran sedang melambung. Dari informasi yang saya terima, harganya sudah tembus mencapai Rp100 ribu per kg. Oleh karena itu, Pemko harus cepat mengambil langkah untuk melakukan operasi pasar agar harganya dapat terkendali. Apalagi, beberapa hari belakangan Gunung Sinabung kembali erupsi yang berimbas terganggunya distribusi pasokan bahan pokok,” paparnya.

Senada disampaikan Anggota Komisi C, Asmui Lubis. Menurut Asmui, pengawasan yang dilakukan sejak dini agar permainan harga diduga oleh distributor maupun pedagang yang melakukan penimbunan barang dapat segera diantisipasi. Sebag, kalau tidak maka kenaikan harga pun tak dapat dikontrol.

“Jangan sampai kenaikan harga ini mengganggu kenyamanan umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Mereka jadi terbebani dengan tingginya harga bahan pokok. Jadi, jangan tunggu didesak-desak dulu baru dibuar operasi pasar. Artinya, operasi pasar sudah terprogramkan jauh-jauh hari sehingga ketika harga bergejolak maka dapat terkontrol,” ujarnya.

Diutarakan dia, tak hanya operasi pasar, Pemko Medan juga diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap beberapa bahan pokok yang harganya mulai naik.

“Harga-harga yang naik ini segera ditinjau lagi dan jangan dibiarkan. Karena banyak pelaku usaha diduga nakal atau sengaja melakukan penimbunan barang supaya harganya mahal. Oleh karena itu, dinas terkait harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kenakalan pelaku usaha. Bahkan, kalau perlu diberi sanksi tegas agar ada efek jera,” tukasnya.

Diketahui, saat ini harga bawang putih terus naik dan menembus Rp100 ribu per kg. Padahal, normalnya harga bawang putih berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kg. Kenaikan harga bawang putih ini, berpotensi menggerek harga-harga sejumlah bahan pokok seperti bawang merah, cabai dan lainnya.

Sementara, Kadis Perdagangan Medan, Damikrot mengaku pihaknya telah membuka pasar murah yang digelar pada 151 titik. Pasar murah ini tersebar di seluruh kelurahan yang diprioritaskan di wilayah dominan masyarakat berekonomi lemah, mayoritas beragama Islam dan jauh dari pasar.

“Untuk menekan gejolak harga, kami telah membuka pasar murah di 151 titik. Pasar murah ini berlangsung mulai 30 April sampai 29 Mei mendatang, yang menawarkan sejumlah bahan pokok dengan harga murah,” katanya. Dengan adanya pasar murah itu, lanjut Damikrot, diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan aneka bahan kebutuhan pokok berkualitas dan layak konsumsi dengan harga jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. Dengan demikian, mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa.

“Agar pasar murah tepat sasaran sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu, maka meminta kepada seluruh camat, lurah dan panitia pelaksana yang terlibat supaya berperan aktif. Artinya, warga yang membeli bahan pokok di pasar murah merupakan masyarakat yang ekonomi rendah,” pungkasnya. (ris/ila)

Rekontruksi Pembunuhan Pengusaha RM BPK, Sadis, Keluarga Korban Histeris

SOLIDEO/SUMUT POS REKONSTRUKSI: Andika Prananta Ginting (kanan) saat melakukan reka ulang aksinya saat membunuh Muliati Sinuhaji, pengusaha rumah makan BPK.
SOLIDEO/SUMUT POS
REKONSTRUKSI: Andika Prananta Ginting (kanan) saat melakukan reka ulang aksinya saat membunuh Muliati Sinuhaji, pengusaha rumah makan BPK.

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo menggelar rekonstruksi tewasnya Muliati Sinuhaji (60), pengusaha rumah makan BPK di tangan mantan pekerjanya, Andika Prananta Ginting (20) pada (14/4) lalu.

Reka ulang aksi pembunuhan itu digelar dengan 29 adegan di Rumah Makan BPK Vicada, di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (10/5).

Rekonstruksi yang langsung diperankan tersangka Andika, disaksikan pihak keluarga korban, Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Kuasa Hukum tersangka dan ratusan warga setempat.

Dari adegan yang diperagakan, tersangka yang merupakan mantan anggota pekerja korban, diawali pukul 03:00 WIB.

Andika Pranata meloncat tembok rumah korban setinggi 1,5 meter. Berhasil masuk, pelaku pun memaksa merusak kawat jerjak RM BPK Vicada.

Selanjutnya, Andika mendapati korban yang sedang tidur di dalam kamar warung. Melihat korban tertidur pulas dengan memegang bungkusan kain, Andika pun berniat memilikinya.

Namun ketika tersangka mengambil bungkusan dari genggaman tangan korban, korban terbangun dan mengenali tersangka. Saat itu korban langsung berteriak. Maling – maling, Andika maling,” teriak korban kala itu, yang mengenali tersangka.

Gugup akan teriakan korban, tersangka Andika mencoba mendiamkan korban, dan seketika melihat sebilah pisau di atas kepala korban dan menikam di bagian kepala hingga korban tewas.

Melihat itu, keluarga korban yang menonton rekonstruksi langsung histeris, bah kan hendak menyerang tersangka.

Beruntung petugas Polres Karo yang melakukan pengawalan saat rekonstruksi, dengan sigap mengamankan tersangka.

Tidak sampai di situ saja, tersangka juga melucuti beberapa cincin yang melingkar di jari tangan korban, dan langsung meninggalkan korban tak bernyawa. Perjalanan Andika Pranata Ginting langsung menuju warung tuak di wilayah Berastagi, di dalam warung tersebut, dirinya bertemu dengan Kurniawan dan Dewi Sartika br Sinulingga.

Selanjutnya, tersangka dan Kurniawan berangkat ke Kota Kabanjahe guna menikmati sarapan pagi.

Usai sarapan tersangka memberitahu soal cincin yang dicuri nya, guna dijual. Selanjutnya tersangka, dan sahabatnya itu melanjutkan perjalanan ke wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Sebuah cincin dijual mereka di Pasar Pan curbatu. Personel Polres Tanah Karo yang mendapat kabar adanya remaja menjual cincin curian, langsung turun ke wilayah dimaksud.

Tidak sampai 1×24 jam, tersangka dan temannya, tepatnya di Desa Namo Rih, Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, berhasil ditangkap. (deo/han)

Pemkab Asahan akan Lakukan Safari Ramadan ke-202 Desa dan Kelurahan

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan akan melakukan Safari Ramadan ke 202 desa dan kelurahan.

Kepala Bagian Sosial Pemkab Asahan Asahan, Sunardi kepada Sumut Pos mengatakan, Pemkab Asahan telah membentuk tim untuk melakukan Safari Ramadhan di 25 kecamatan se-Kabupaten Asahan selama empat hari.

“Kunjungan Tim Safari Ramadan dimulai 13 dan 14 Mei 2019. Kemudian dilanjutkan 16 dan 17,” kata Sunardi.

Dilanjutkan Sunardi, Tim akan membawa bantuan berupa dana tunai serta bantuan sajadah gulung dan juga membawa ustadz untuk memberikan tausiyah.

“Tentulah bantuan akan diserahkan masing-masing ketua tim kepada masjid atau musala yang dikunjungi,” sebut Sunardi.

Hari pertama, tim akan mengunjungi 50 masjid/musala, kemudian untuk hari kedua mengunjungi 51 masjid/musala dan dilanjutkan di hari ketiga 50 dan keempat 51 masjid dan musholla.

Dari sejumlah tim, Plt Bupati Asahan H Surya Bsc akan mengujungi empat masjid dan musala di wilayah Kecamatan Buntu Pane, Kisaran Timur, Kisaran Barat dan Pulau Bandring.Selain itu, tim juga terdiri dari FKPD dan SKPD.

“Tentulah Safari Ramadhan dilakukan dalam rangka silaturahmi dan syiar dan dakwah untuk mewujudkan visi dan misi Pemkab Asahan yang religius,”bilang Sunardi. (omi/han)

Safari Ramadan, Sekda Provsu Harapkan Labuhanbatu jadi Daerah Maju

ist SAFARI RAMADAN: Sekda Provsu, Ir Hj R Sabrina MSi melaksanakan Safari Ramadan 1440 Hijriah bersama rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Kabupaten Labuhanbatu yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Jalan W.R. Supratman - Rantauprapat, Jumat (10/5).
ist
SAFARI RAMADAN: Sekda Provsu, Ir Hj R Sabrina MSi melaksanakan Safari Ramadan 1440 Hijriah bersama rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Kabupaten Labuhanbatu yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Jalan W.R. Supratman – Rantauprapat, Jumat (10/5).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Usai berkunjung dan bersilaturahmi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ir Hj R Sabrina MSi beserta rombongan Pemprov Sumut melanjutkan kegiatan Safari Ramadan 1440 Hijriah ke kampung halamannya di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (10/5).

Sabrina dan rombongan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe, Sekretaris Daerah Labuhanbatu Ahmad Muflih, OPD dan unsur Forkopimda Labuhanbatu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Jalan WR Supratman Rantauprapat, Labuhanbatu.

“Sebagai putri dari daerah ini, sudah pasti saya ingin melihat kampung saya menjadi daerah yang maju. Untuk itu, lewat safari Ramadan ini, kita bersilaturahim dan saling update informasi pembangunan yang sudah terlaksana di sini. Mudah-mudahan, kebutuhan pembangunan yang sudah disampaikan oleh Bapak Bupati tadi akan kami tindak lanjuti,” ujar Sabrina.

Kunci penting menuju kemajuan tersebut, kata Sabrina, terletak pada persatuan dan kesatuan. Perbedaan sudah pasti ada, namun kebersamaan harus lebih diutamakan demi kemajuan bersama.

Dalam sambutannya, Sabrina juga menyampaikan harapan agar bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk umat Islam membiasakan diri, turut dan bersemangat dalam memakmurkan masjid. Tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga usai Ramadan berakhir.

“Banyak aktivitas ibadah yang terlaksana di masjid selama bulan Ramadan. Mulai dari pengajian, tadarus, salat tarawih, dan lainnya. Saya harap, kita umat Islam beramai-ramai aktif mengikuti aktivitas-aktivitas ibadah tersebut. Dan mudah-mudahan semangat ini terus berlanjut, hingga ramadan berakhir, kita makmurkan masjid-masjid kita,” ujarnya.

Sabrina mengaku bersyukur banyak umat muslim yang berlomba-lomba dan melakukan usaha kolektif untuk membangun masjid. Namun, dirinya menyayangkan masih banyak yang sering terlupa untuk kemudian memakmurkan masjid-masjid yang telah dibangun tersebut. “Untuk itu lah, Ramadan ini kita jadikan sebagai ajang pembiasaan diri untuk aktif dan semangat melangkah ke masjid,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat agar lebih peka dengan lingkungan sekitar, khususnya yang menyangkut kehidupan kaum dhu afa dan anak yatim piatu. Ajakan memperbanyak sedekah pun ia sampaikan.

“Selain memberi manfaat untuk orang lain, sedekah juga pasti akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi diri kita,” tuturnya.

Selanjutnya, Sabrina pun menjelaskan bahwa Safari Ramadan merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh Pemprov Sumut sebagai ajang silaturahim dengan pemerintah dan masyarakat di daerah-dae rah. Juga, untuk mengetahui per kembangan pembangunan yang ada di daerah tujuan.

Sementara itu, Plt. Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe mengucapkan selamat datang kepada Sekda Sabrina dan rombongan Safari Ramadan Pemprov Sumut. “Ibu Sekda Provsu ini adalah salah satu putri daerah Labuhanbatu, saya bergaul dan berteman dengan adik bungsu beliau. Selamat pulang kampung, Ibu,” ucapnya.

Andi Suhaimi menyampaikan bahwa ada dua sektor prioritas yang menjadi fokus pembangunan Kabupaten Labuhanbatu saat ini, yakni pendidikan dan kesehatan.

“Di bidang kesehatan, kita sedang mengusahakan untuk merampungkan pembangun rumah sakit umum berstandar internasional dan untuk pendidikan kita rajin mengirimkan generasi muda kita sekolah di Luar Negeri, di Kairo. Tahun lalu lima orang, tahun ini delapan orang untuk menjadi penerus ulama-ulama kita,” tuturnya.

Acara Safari Ramadan 1440 H/2019 di Labuhanbatu diawali dengan baramah-tamah dan mendengarkan tausiyah sembari menunggu waktu berbuka. Usai berbuka, dilanjutkan dengan salat maghrib berjamaah. Saat itu, dilakukan pula penyerahan tali asih bagi anak yatim piatu panti asuhan, para ulama, dan masjid At – Taqwa Rantau Prapat. Acara safari ramadan turut dihadiri oleh Asisten dan OPD Pemprovsu, unsur forkopimda Labuhanbatu, alim ulama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan Islam, dan masyarakat umum. (prn)

Terkait Pemadaman Listrik, MUI dan Tokoh Ulama Datangi PLN Kisaran

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Berapa tokoh ulama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)di Kabupaten Asahan mendatangi kantor PLN Rayon Kisaran di Jalan Sutomo Kisaran, Jumat (10/5).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perihal pemadaman listik yang terjadi sejak dua hari terakhir selama bulan suci Ramadan yang berdampak terganggunya aktivitas masyarakat menjalankan ibadah puasa.

Tokoh ulama yang hadir di antaranya, Ketua MUI Asahan Ustad H Salman Abdullah Tanjung Lc. MA, Ustad Drs Abdurahman Rifai, mewakili kantor Kemenag Asahan Syamsul Bahri Manurung, Ketua Kelompok Penyuluh Agama Islam Ustad Zulhaidir Pinayungan dan Ustad Nahrudin Fakih Batubara Ketua Persatuan Wakaf Indonesia.

Kedatangan tokoh ulama tersebut langsung disambut oleh manager PLN Rayon Kisaran, Heryanto Siburian bersama jajarannya. Dalam kesempatan itu, mereka berdiskusi terkait penyebab pemadaman listik sejak dua hari terakhir, terutama saat jam umat Islam menjalankan ibadah tarawih dan sahur.

“Biasanya, setiap tahun memang kami selalu kesini, untuk memastikan listrik tak padam selama bulan suci Ramadan. Ini permintaan para jemaah kepada kami, apalagi semalam kita ketahui listrik padam saat sahur dan tarawih,” kata Ustad Salman Abdullah Tanjung.

Sementara itu, manager PLN Rayon Kisaran, Heryanto Siburian mengucapkan permohonan maafnya kepada masyarakat di Kabupaten Asahan terkait dampak dari pemadaman listrik yang terjadi sejak dua hari terakhir, dikarenakan defisit listrik pada sejumlah pembangkit seperti PLTU Nagan Raya dan Belawan.

“Untuk estimasi pemulihan jaringan membutuhkan waktu 2 – 3 jam hingga mencapai tekanan normal. Itu sebabnya mengapa setiap kali pemadaman terjadi dengan durasi sampai tiga jam. Sementara itu, untuk setiap kali pemadaman listrik kami tetap berupaya dan memohon kepada arena pengatur distribusi agar wilayah kita tak terkena dampak pemadaman,” katanya.

Dilanjutkannya, adapun alasan pemadaman yang terjadi pada pukul 20.44 WIB pada Kamis (9/5) malam, karena terjadi penurunan suplay bahan bakar gas untuk pembangkit di Belawan. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan pembangkit, sehingga berpengaruh pada pelayanan tenaga listrik.

Eryanto Siburian kembali melanjutkan, beban puncak listik biasanya terjadi saat menjelang malam dan sahur dan kemarin sempat kekurangan daya sebesar 11 persen dari beban puncak, hingga menyebabkan padamnya listik.

“Akan tetapi kami di PLN Rayon Kisaran saat ini sudah menyiagakan sebanyak 50 orang di empat unit area rayon Kisaran, termasuk menyiagakan 2 orang petugas di gardu hubung selama 24 jam, yang berguna jika sewaktu waktu terjadi kerusakan kecil mereka bisa langsung mengatasinya,” ujarnya.

Selain itu, pihak PLN Rayon Kisaran juga belum bisa memastikan sampai kapan dampak pemadaman listrik ini masih berlangsung sepanjang pemulihan suplay gas pada pembangkit masih dalam masa perbaikan.

“Pihak PLN Rayon Kisaran tidak memiliki kapasitas menjawab soal kepastian sampai kapan pemadaman itu berlangsung. Upaya tetap terus kami lakukan termasuk mensiagakan petugas di gardu hubung selama 24 jam,” bilangnya.(omi/han)

Pria Misterius Rusak Mobil Warga

ist DIRUSAK: Beberapa warga saat melapor di Polres Binjai karena mobil mereka dirusak oleh seorang pria misterius.
ist
DIRUSAK: Beberapa warga saat melapor di Polres Binjai karena mobil mereka dirusak oleh seorang pria misterius.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Seorang pria misterius mengendarai sepeda motor dilaporkan membuat keonaran di jalan raya. Sedikitnya lima pengendara melaporkan kaca mobil mereka dipecahkan oleh pelaku.

“Kejadian pengrusakan beberapa unit mobil ini sudah terjadi sejak dari Jalan Medan-Binjai Km.12 Kecamatan Sunggal sampai dengan Bundaran Tugu Jalan Soekarno-Hatta, Binjai,”ujar Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, Jumat (10/5) pagi.

Menurut keterangan salah satu korban bernama Henny K Widya (46), kata Siswanto, kaca mobilnya di bagian depan, dipecahkan pelaku saat melintas di Jalan Binjai Km.12. Bukan hanya mobilnya, sejumlah mobil lainnya juga menjadi aksi brutal pelaku. Itu diketahui korban, saat dirinya hendak pulang ke Binjai.

Meski melihat kaca mobil lainnya sudah pecah, korban tetap melanjutkan perjalanan menuju Binjai.

Namun naas, saat melintas di Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota, tepatnya Simpang Rumah Sakit Bangkatan, kaca samping mobilnya tak luput dari aksi brutal pelaku. Dengan menggunakan rantai, pelaku bertubuh agak tambun mengenakan kaos orange, mengayunkan rantai ke kaca samping mobilnya hingga pecah.

“Henny pun kemudian putar arah mobilnya ke Polres Binjai untuk melapor. Sesampai di Polres Binjai, tak lama kemudian berdatangan mobil lainnya dengan kondisi yang sudah dalam keadaan kacanya pecah. Semua korban bilang, pelaku pengerusakan adalah seseorang yang mengenakan baju kaus warna oranye dengan mengendarai sepeda motor metik warna merah,”beber mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Mendapat laporan warga itu, lanjut Siswanto, personel Jatanras dan Intelkam Polres Binjai berupaya mengejar pelaku. “Petugas melakukan penyisiran di kota Binjai untuk mencari pelaku, seperti ciri-ciri yang disampaikan para korban. Selain mencari pelaku, juga sekaligus antisipasi timbul korban lainnya. Namun hingga kini, pelaku belum ditemukan,” ujar Siswanto.

Berdasar catatan Polres Binjai, kata Siswanto, ada lima mobil yang dinyatakan mengalami kerusakan, yakni Pajero Sport BK 130 BS milik Uganinta Sitepu yang mengalami rusak kaca samping; Xenia BK 1516 IG milik Erwinsyah Sinaga yang mengalami rusak kaca belakang dan samping; Sigra BK 1853 PP milik Abdi Rahman yang mengalami pecah kaca samping; Avanza D 1455 ABT milik Sandi Putra yang mengalami pecah kaca belakang dan Calya BK 1831 IR milik Henny Widya.

Namun lanjut Siswanto, para korban hanya melaporkan musibah yang dialami mereka. “Mereka hanya melapor secara lisan saja, lalu para korban membawa kendaraannya pergi meninggalkan Mapolres Binjai. Situasi cuaca pada saat kejadian dalam keadaan hujan rintik dan aliran listrik di Kota Binjai dalam kondisi padam,”imbuhnya.

Berdasarkan penyelidikan awal, menurut Siswanto, korban juga tidak mengenal jelas siapa pelaku dan nomor polisi kendaraan yang dikendarai. Analisa informasi dari para korban, polisi menduga pelaku berdomisili di Seputaran Km 12 Diski dan Kota Binjai. Siswanto menambahkan, personel gabungan juga melakukan monitoring di sepanjang jalan umum yang dilintasi oleh pelaku dan korban.

“Polres Binjai akan melihat rekaman CCTV pada 5 traffic light yang dilintasi oleh pelaku, untuk memastikan apakah kejadiannya berada di wilayah hukum Polres Binjai atau tidak. Kepada personel, Kapolres Binjai sudah menekankan untuk meningkatkan patroli kendaraan dinas di jalan raya wilayah hukum Polres Binjai guna antisipasi kejadian serupa,”tandas Siswanto. (ted/han)

DPRK Aceh Barat Tertarik Sistem Pertanian Langkat

ist CINDERAMATAN: Tata Pemerintahan Setdakab Langkat Drs Abdul Karim, MAP memberikan cenderamata kepada perwakilan Anggota DPRK Aceh Barat Daya.
ist
CINDERAMATAN: Tata Pemerintahan Setdakab Langkat Drs Abdul Karim, MAP memberikan cenderamata kepada perwakilan Anggota DPRK Aceh Barat Daya.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh berkunjung ke Kabupaten Langkat. Kunjungan ini dilakukan, untuk mengetahui tentang sistem pemerintahan dan pertanian di Bumi Bertuah.

Hal itu disampaikan Ketua DPRK Abdya Zaman Akli Ssos, saat memimpin kunjungan ke DPRD Langkat, yang diterima Kabag Hukum dan Risalah Sekretariat DPRD Langkat H. Zurwansyah, SH bersama Asisten Administrasi Tata Pemerintahan Setdakab Langkat Drs. Abdul Karim, MAP dan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Aman Purba di ruang rapat Badan Anggaran DPRD Langkat, Kamis (9/5) kemarin.

Dalam sambutannya, Zaman Akli menjelaskan Kabupaten Aceh Barat Daya merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan yang beribukota di Blangpidie dan 80 persen mata pencaharian masyarakatnya dari sektor pertanian, serta perkebunan ini berharap dapat menggali ilmu di Kabupaten Langkat.

“Kami berharap besar jika kunjungan kami ini bisa menimba ilmu tentang sitem pemerintahan dan pertanian disini,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Ketua dan Anggota DPRK Abdya begitu tertarik dengan pencapaian pertanian, peternakan dan perkebunan yang disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Ir. Aman Purba yang begitu rinci. Ketertarikan itu terlihat dari interaktifnya Ketua DPRK Abdya yang merinci dengan pertanyaan-pertanyaan bagaimana Kabupaten Langkat bisa mendapatkan DAK pertaniaan dari pemerintah pusat.

Selain itu bagaimana Langkat menerapkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang kalau sapi sakit atau hilang tercover dalam asuransi. Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) yang missalnya gagal panen (puso) petani juga dibayarkan ganti rugi dan penerapan program SIWAB (Sapi Induk Wajib Bunting) dari Kementerian Pertanian.

Tidak hanya itu, mereka juga memuji penerapan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang mendapatkan bantuan 25 juta per hektar. “Menurut kami itu sangat bagus,” katanya.

Walaupun dalam suasana puasa, Ketua DPRK Abdya sangat antusias mendalami keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kabupaten Langkat dan berterima kasih atas pengetahuan yang mereka dapatkan, hingga pertemuan diakhiri dengan saling bertukar cindera mata dan sholat zuhur berjamaah di Musholla DPRD Langkat. (bam/han)