Home Blog Page 5375

Dua WNA Kurir Sabu Ditembak Mati

DIVA/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan 14 kilogram sabu berikut tersangka hasil tangkapan Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (29/4).
DIVA/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memaparkan 14 kilogram sabu berikut tersangka hasil tangkapan Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin (29/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional. Petugas mengamankan belasan kilogram sabu-sabu.

“DALAM pengungkapan tersebut, petugas berhasil meringkus 16 tersangka. Dua di antaranya warga negara asing (WNA) ditembak mati. Dari mereka, diamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 14.000 gram atau 14 kg,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di depan instalasi jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (29/4).

Kedua WNA itu masing-masing, berinisial KPP (warga Malaysia) dan S (warga India). Keduanya terpaksa ditembak karena menyerang petugas saat ditangkap di perairan Tanjungbalai.

“Sudah kita beri tembakan peringatan, tapi para pelaku tetap melawan. Akhirnya diberikan tindakan tegas,” ungkap Agus.

Ke-14 tersangka lain masing-masing berinisial MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, IB, A, Y alias S, M alias A, W, M, FS, AM, IP, M dan I alias I.

Para tersangka dan barang bukti merupakan hasil dari penyergapan di beberapa tempat.

“Di Komplek Multatuli Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Tomang Elok Kecamatan Medan Sunggal dan Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Amplas,” tutur Andri.

“Kemudian di pintu Tol Tebingtinggi, Jalan Handoko Gang Kutilang Kelurahan Tanjungbalai Kota Kecamatan Tanjungbalai Selatan, serta perempatan lampu merah Jalan Letjen Suprapto Kecamatan Medan Maimun Kota Medan,” sam bung Agus.

Diterangkan Agus, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada Senin (8/4) malam, ada dua orang laki-laki yang memiliki narkoba jenis sabu di Komplek Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun.

“Selanjutnya petugas Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan. Kedua tersangka berinisial MRI alias R dan AS alias A. Dari mereka diamankan 5 kg sabu,” ujar Agus.

Dari penangkapan awal itu lah, polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 14 tersangka lain.

Jaringan ini cukup unik. Sebab, narkoba yang diamankan bukan diselundupkan dari negeri Cina. Melainkan dari Myanmar.

“Jadi kelompok ini baru, ya. Jaringan internasional baru. Jadi narkoba berasal dari India yang berbatasan dengan Myanmar. Memang kawasan itu adalah Segitiga Emas peredaran narkoba,” ungkapnya.

Ia mengatakan, barang tersebut rencananya diedarkan ke Indonesia dengan jalur masuknya ke Sumut. Apakah Sumut sebagai pintu masuk?

“Bukan hanya pintu masuk, tapi juga tujuan peredaran. Tapi dari sini masuknya untuk disebar ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Bagaimana teknis penangkapan yang dilakukan oleh polisi? Agus enggan membebernya. Menurutnya mereka masih melakukan pengembangan lebihlanjut.

“Kalau teknis tak usah lah ya saya sebutkan. Karena kita masih melakukan pengembangan dan akan kita ungkap lagi jaringan ini,” pungkas Agus.(dvs/ala)

Terkait Penembakan di Jalan Bambu II, Polisi Kantongi Identitas Dua Pelaku

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi masih terus memburu para pelaku penembakan di Jalan Bambu II, Jumat (5/4) lalu. Kabarnya, polisi sejak kemarin sudah mendeteksi identitas para pelaku penembakan yang menewaskan Sutopo (42) alias Komeng ini. Mereka mengklaim pelarian para pelaku segera berakhir.

Klaim itu disampaikan Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin. Ia mengatakan, ada beberapa identitas pelaku yang telah mereka dapati.

“Sudah kita identifikasi identitas pelaku, cuma belum bisa kita ekspos, lah. Namanya masih pengejaran,” ungkap Arifin, Senin (29/4).

Berapa jumlah pelaku yang berhasil diidentifikasi? Arifin menyatakan ada dua orang.

“Yang sudah diidentifikasi ada dua pelakunya. Itu yang kita dapatkan informasi nya, ya. Nanti kalau sudah dapat yang dua itu akan berkembang lagi jumlahnya,” tegasnya.

Arifin berharap awak media ikut membantu mereka dalam proses pengejaran dengan tidak terlalu mengekspos teknis dalam mengejar para pelaku.

“Ya doakan saja mudah-mudahan bisa segera kita ungkap. Kalau kemarin kita fokusnya ke Pemilu, saat ini sudah bisa fokus lagi memburu pelaku,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Prasetyo yang belum lama ini ditanyai soal pengejaran pelaku juga senada dengan pimpinannya. Menurut Prasetyo mereka masih bekerja memburu pelaku. “Masih kita buru, mas,” ungkapnya.

Ketika ditanya apa kendala dalam pengejaran tersebut, Prasetyo menyebut soal terekspos nya teknis pengejaran.

“Semoga tidak viral, sih (proses pengejaran). Apa lagi tahu kalau TSK (tersangka) sudah kita siapkan SP-KAP (surat perintah prnangkapan) nya. Bisa jadi kejar-kejaran kayak tikus sama kucing,” ungkapnya dengan nada canda.

Diberitakan sebelumnya, warga yang berada disekitaran rel Jalan Bambu II, Medan Timur, Kota Medan, dihebohkan dengan penembakan yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) di kawasan tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, Sutopo alias Komeng (43) warga sekitar Jalan Bambu II meninggal dunia.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku saat itu melancarkan aksinya menggunakan sepeda motor. Diperkirakan jumlah pelaku antara 6 sampai 8 orang.(dvs/ala)

Berniat Kibuskan Markas Narkoba, Wartawan Gadungan Babak Belur Dihajar Pengedar

IST/SUMUT POS Hervin Nasution
IST/SUMUT POS
Hervin Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria yang mengaku-ngaku wartawan harian Metro 24, Hervin Nasution dianiaya oleh sekelompok orang yang menurutnya jaringan pengedar narkotika di Jalan Brigjen Katamso, Gang Perbatasan, Minggu (28/4) dini hari. Akibatnya, korban mengalami luka parah di tubuh hingga kepalanya.

Informasi dihimpun di Mapolsek Delitua, korban mengalami sejumlah luka tusukan. Beruntung nyawanya tak melayang.

Ia diselamatkan seorang oknum TNI yang langsung memboyongnya ke Rumah Sakit Abdul Malik milik TNI AU, Jalan Imam Bonjol.

Dari cek medis yang dilakukan di rumahsakit, korban mengalami luka tikam di paha kaki kiri dan di kepala. Bahu kanan korban juga patah akibat diinjak-injak para pelaku.

Menurut keterangan korban di rumah sakit, ia sangat mengenali empat dari lima pelaku yang menganiayanya. Para pelaku merupakan komplotan Wira, Cs warga Gang Sepakat, Delitua yang menurutnya bandar narkoba.

Komplotan ini beranggotakan lelaki dengan nama panggilan Nenggolan, Gebok dan Jhony. Selain itu, korban juga kehilangan barang berupa 1 unit ponsel, 1 jam tangan dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio.

“Kepala saya dipukul pakai softgun dan dicelurit. Kaki saya ditikam pisau, sedang bahu saya patah karena diremukkan para pelaku,” ungkap Hervin kemarin.

Menurut korban, awal mula penganiayaan tersebut terjadi lantaran upayanya yang akan membongkar jaringan Narkoba Wira Cs.

Menurutnya, ia sudah menginvestigasi para tersangka bandar tersebut sejak lama. Bahkan dirinya mengklaim tahu pemetaan pergerakan bisnis narkoba di tempat itu.

Merasa sudah tahu banyak soal jaringan narkotika ini, korban kemudian mencoba ‘membisikkannya’ kepada Tato dan seorang personel Polsek Delitua.

Adi Tato diketahui merupakan informan yang biasa bermitra dengan Polsek Delitua.

“Sebenarnya sudah lama insvestigasi saya di situ, sampai saya tahu mana-mana saja jalurnya dan siapa-siapa pemainnya. Sampai pada kesimpulan, saya harus ambil tindakan,” katanya.

“Yang paling tepat saya pikir, ya kerjasama sama Polsek Delitua dan sama si Adi Tato. Waktu itu saya tidak pikir macam-macam,” sambungnya.

Namun usahanya tidak membuahkan hasil yang baik. Ia malah mengalami penganiayaan dari para pelaku.

“Aku nggak tau bang, kok ada sama para pelaku rekaman pembicaraan antara aku dengan si Adi Tato lewat telepon. Pasti si Adi Tato yang ngerekam trus dikasihnya sama para pelaku,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Delitua Kompol Efianto mengaku sudah bertemu dengan korban di RS Abdul Malik. Ia mengatakan informasi dari korban menjadi masukan pihaknya. Efianto mengklaim segera menangkap para pelaku tersebut.

“Ya, pasti kita buru lima-limanya dan akan kita jebloskan ke penjara. Namun sampai saat ini korban atau keluarganya belum membuat laporan resmi. Kita tunggu saja bagaimana nanti hasilnya,” kata Efianto saat dihubungi Sumut Pos, Senin (29/4).

Terpisah, Ahmad, salah seorang reporter koran Metro 24 membantah Hervin yang menyatakan dirinya adalah wartawan koran tersebut.

“Dia bukanlah wartawan di Metro 24. Tapi benar Hervin pernah bekerja di sini, tapi sebagai Kabag OB. Itupun dia sudah dipecat sejak satu tahun lalu,” ujarnya.

Hervin dipecat lantaran selama bertugas ia berkelakuaan tak baik. “Informasi yang saya dapat dari manajemen, karena dia OB, dia dikasih sepedamotor oleh kantor tapi digadaikannya. Kurang tahu dibuatnya untuk apa uang itu. Sejak saat itulah dia dipecat,” ungkap Ahmad.

Terkait kepemilikan kartu identitas yang menyatakan Hervin wartawan Metro 24, Ahmad menyebut pihaknya sudah datang ke rumahsakit mencabut ID Card tersebut.

“Ya karena ia sudah menyalahgunakan ID Card itu dengan mengaku sebagai wartawan Metro 24. Sudah kita tarik kemarin kartunya. Artinya jangan sampai disalahgunakan yang akhirnya jadi fitnah,” pungkas Ahmad.(dvs/ala)

Sambut Kedatangan Bulan Suci Ramadan 1440 H, Cana Berangkatkan 104 Calon Jamaah Umroh

foto-foto: Istimewa for sumut pos SAMBUTAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, memberi kata sambutan kepada 104 Calon Jamaah Umroh yang akan berangkat ke Tanah Suci di Masjid Raya Stabat, Langkat, Minggu (28/4)
foto-foto: Istimewa for sumut pos
SAMBUTAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, memberi kata sambutan kepada 104 Calon Jamaah Umroh yang akan berangkat ke Tanah Suci di Masjid Raya Stabat, Langkat, Minggu (28/4)

Kemerduan lantunan ayat suci Alquran mengiringi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melepas 104 Calon Jamaah Umroh (CJU) Kabupaten Langkat untuk berangkat ke Tanah Suci Makkah Madinah Al Munawaroh.

PELEPASAN yang mendekati bulan suci Ramadan 1440 Hijriah itu, terlihat sangat hikmad di Masjid Raya Stabat, Langkat, Minggu (28/4). Tangis haru tak lagi terbendung dari para jamaah.

Dalam sambutannya, atas nama pemerintah dan pribadi, Bupati Langkat mengucapkan selamat jalan kepada semua CJU. Dirinya juga berpesan agar para jamaah dapat menjaga kesehatan dengan baik, hingga perjalanan kembali ke tanah air.

“Sehingga dapat menjalani seluruh rukun ibadah dengan khusuk dan sempurna,” tutur pria yang akrab disapa Cana ini.

Selain itu, Bupati berharap, selain mendoakan kebaikan untuk diri dan keluarga, jamaah juga mendoakan Langkat agar selalu mendapatkan berkah dan dilindungi oleh Allah SWT.

“Saya juga mohon do’anya, untuk diri saya dan keluarga, untuk selalu dipeliharakan dalam keimanan dan dalam ma’unah-NYA,” katanya.

Selanjutnya, Cana juga berharap, sekembalinya para jamaah nanti, dapat menjadi penguat keimanan keluarga. Selain itu, dapat menjadi jembatan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan Langkat.

“Sebab tanpa partisipasi masyarakat, saya tidak akan mampu untuk memberikan yang terbaik secara maksimal bagi kemajuan dan kemakmuran negri bertuah ini,” ujarnya.

Pimpinan PT Safa Cahaya Pratama, Ustad Irfan Yusuf menerangkan, dari 105 orang CJU yang berangkat, 32 orang menggunakan biaya pribadi. Sedangkan 73 lainnya diberangkatkan dengan biaya dari Bupati Langkat.

Dengan kategori ustad 24 orang, bilal mayit 14 orang, penggali kubur 23 orang, juara MTQ Langkat 2 orang dan 10 orang dari tokoh masyarakat Langkat.

“Dari 105 orang ini, ada satu orang yang gagal ikut berangkat. Sebab menjalani opname atas nama Dewa PA,” terangnya.

Acara pelepasan CJU diiringi dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang dibawakan oleh qoriah putri terbaik Langkat MTQ 2019, Zakiah Khairani.

Turut mendampingi Bupati Langkat, Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para kepada OPD Pemkab Langkat berikut jajarannya, tokoh agama dan masyarakat Langkat. (bam/ala)

Underpass Titi Kuning Amblas

Triadi Wibowo/Sumut Pos jalur UndeRPass: Sejumlah pekerja memperbaiki jalur underpass Katamso yang amblas pada saluran drainase, Senin (29/4). Jalan underpass Titi Kuning arah Jalan Tritura ditutup sementara karena perbaikan.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
jalur Underpass: Sejumlah pekerja memperbaiki jalur underpass Katamso yang amblas pada saluran drainase, Senin (29/4). Jalan underpass Titi Kuning arah Jalan Tritura ditutup sementara karena perbaikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Underpass Jalan Titi Kuning Medan amblas, Senin (29/4). Akibatnya, salah satu jalur underpass dari Jalan AH Nasution menuju Jalan Tritura Medan ditutup petugas. Jalur lalu lintas di kawasan itu menjadi macet total.

Sebelumnya beredar kabar amblasnya underpass akibat pencurian plat besi penutup saluran drainase di jalur tersebut. Beredar video berdurasi 1 menit 29 detik berisi suara laki-laki yang menyebut kejadian tersebut karena pencurian.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto yang dikonfirmasi Sumut Pos perihal informasi tersebut membantah adanya pencurian plat besi yang menutupi saluran drainase di jalur itun “Kalau informasi yang saya dengar bukan pencurian, tapi ada kerusakan di sana. Coba konfirmasi ke Kasatlantas Polrestabes Medan, nanti kalau saya salah cakap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini yang dikonfirmasi kejadian itu membenarkan keterangan Efianto. Bukan pencurian, tapi amblasnya plat besi penutup saluran drainase di lokasi underpass tersebut.

Ia menjelaskan terungkapnya kerusakan plat besi underpass Jalan AH Nasution Sabtu (27/4) mulai diketahui sekira pukul 07.00 WIB. Kala itu diketahui gorong-gorong saluran drainase itu amblas ke bawah sehingga menyulitkan pengendara saat melintasi kawasan itu.

“Jadi yang terjadi sekarang itu bukan saya tegaskan bukan pencurian, tapi kerusakan plat besi saluran drainase. Itu sudah dibongkari plat besinya mau dibenerin,” ungkap Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini kepada Sumut Pos Senin (29/4).

Ia menyebut, pihaknya sudah membuat plog kepada pengguna jalan untuk sabar dan berhati- hati saat melintasi obyek tersebut karena akan terjadi pelambatan kendaraan dan antrian.

“Saat ini sedang perbaikan dinding semen (drainase) yang runtuh ke bawah, dicor lagi dan dipasang. Kerusakan hanya bagian kecil saja, tapi harus membongkar semua plat,” ungkapnya.

Kembali ia memberikan keterangan soal kabar pencurian plat besi tersebut. Menurutnya, informasi tersebut hoax belaka.

“Tidak ada (pencurian, Red) saya waktu hari pertama di obyek langsung komunikasi dengan pihak underpass (BBPJN II). Sampai sekarang juga tidak ada laporan kalau itu dicuri. Murni rusak karena dinding penyanggah flat baja yang di atas parit (drainase) ambles ke bawah,” tuturnya.

Dari kabar terakhir yang Juli dapat, pengerjaan perbaikan underpass itu bakal memakan waktu yang cukup lama, kuranglebih sepekan. Ia mengimbau agar masyarakat berhati-berhati ketika melintasi kawasan tersebut.

“Sudah saya hubungi pihak underpass, Senin (6/4) depan baru selesai karena parit yang ambles dinding cornya itu dibongkar lagi dan dicor baru. Akhirnya kita alihkan arus lalulintas dari Jalan AH Nasution melalui jalur sebaliknya. Mohon masyarakat maklum karena terjadi kepadatan di jalur tersebut,” pungkasnya. (dvs/ila)

Reklamasi Sebabkan Banjir Rob Meluas, Dewan Minta Pelindo I Tanggung Jawab

Baskami Ginting Anggota komisi D DPRD Sumut,
Baskami Ginting
Anggota komisi D DPRD Sumut,

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi banjir Rob yang sudah semakin parah dan sangat memprihatinkan di daerah sekitar Pelabuhan Belawan, menjadi perhatian banyak pihak. Bukan hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga berdampak negatif secara langsung terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan Belawan.

Dalam menanggapi hal itu, pihak komisi D DPRD Sumut yang mengawasi tentang Lingkungan hidup mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi yang yang terkena dampak banjir Rob tersebut untuk segera mencari akar masalahnya.

“Kami akan segera kesana untuk mencari tahu akar masalahnya itu ada dimana, apa benar reklamasi yang dilakukan oleh Pelindo I atau perusahaan – perusahaan yang ada di sana menjadi akar masalah banjir Rob semakin meluas di kawasan tersebut,” ujar anggota komisi D DPRD Sumut, Baskami Ginting kepada Sumut Pos, Senin (29/4) via selulernya.

Bila nanti memang terbukti bahwa reklamasi yang dilakukan oleh Pelindo I dan sejumlah perusahaan lainnya yang mengakibatkan terjadinya banjir Rob yang semakin parah dan meluas, pihaknya akan segera mendesak pihak-pihak terkait untuk menghentikan izin sejumlah perusahaan tersebut dalam melakukan reklamasi atau perbuatan lainnya yang dapat merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

“Bila terbukti, kami akan minta kepada kementrian lingkungan hidup untuk segera mencabut izin perusahaan tersebut dalam melakukan reklamasi. Kami juga akan meminta kementrian lingkungan hidup supaya tidak sewenang-wenang dalam memberikan izin kepada pihak manapun, tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan dampaknya bagi lingkungan. Harus ada Amdal untuk itu,” terangnya.

Selain kepada kementrian lingkungan hidup, Baskami menjelaskan bahwa pihaknya juga akan mendesak pemerintah provinsi untuk segera menghentikan proyek reklamasi tersebut.

“Pemerintah Provinsi (Sumut) juga harus berperan dalam hal ini,” tegasnya.

Baskami menuturkan, tindakan itu nantinya bukanlah bentuk sebuah penentangan terhadap pembangunan di Sumatera Utara, namun merupakan suatu tindakan dalam membela kepentingan rakyat Sumut.

“Kalau nantinya kita menolak reklamasi, itu bukan berarti kita menolak pembangunan. Kami sangat mendukung pembangunan di Sumatera Utara. Namun jangan sampai pembangunan itu sendiri justru memberi dampak negatif bagi lingkungan terlebih-lebih bagi masyarakat. Jangan ada pembangunan yang mengorbankan lingkungan dan masyarakat demi keuntungan satu pihak, itu tidak benar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Banjir Rob yang terjadi di kawasan sekitar pelabuhan Belawan akibat dari proyek reklamasi yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I semakin menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya, pascareklamasi Pelabuhan Belawan yang dilakukan Pelindo I, menyebabkan banjir rob meluas karena berkurangnya daerah resapan air. (mag-1/ila)

Sidang Gugatan Pondok Mansyur, Kantor Satpol PP dan Balai Kota Jadi Sita Jaminan

istimewa/sumut pos Sidang: Suasana sidang gugatan Pondok Mansyur. Penggugat serahkan permohonan sita jaminan.
istimewa/sumut pos
Sidang: Suasana sidang gugatan Pondok Mansyur. Penggugat serahkan permohonan sita jaminan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan pemilik Food Court Pondok Mansyur, Kalam Liano terhadap tergugat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan M Sofyan dan tergugat dua Wali Kota Medan Dzulmi Eldin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/4)n

Dalam sidang perkara perdata Nomor 207/Pdt.G/2019/PN.Mdn yang diketuai Erintuah Damanik, pihak tergugat melalui kuasa hukumnya menyerahkan jawaban atas gugatan dari penggugat.

Sementara, penggugat melalui kuasa hukumnya Parlindungan Nadeak, menyerahkan permohonan meletakkan sita jaminan atau cinservatoir beslag kepada majelis hakim.

Sedangkan Hakim Ketua Erintuah Damanik, memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk membaca dan mempelajari jawaban yang diberikan tergugat dan permohonan meletakan sita jaminan yang diajukan penggugat. “Sidang kita lanjutan minggu depan, dengan agenda sidang untuk mendengarkan Replik atas jawaban tergugat,” kata Erintuah.

Kuasa hukum Kalam Liano, Parlindungan Nadeak, kepada wartawan, membenarkan kliennya mengajukan permohonan sita jaminan kepada majelis hakim. Permohonan sita jaminan yang diajukan kliennya (penggugat), menurut Nadeak, adalah terhadap tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya, milik tergugat I yang dikenal sebagai kantor Satpol PP Kota Medan yang terkatakan di Jalan Arief Lubis No 2 Medan dan, atau tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya, milik tergugat II yang dikenal sebagai kantor Wali Kota Medan, terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No 3, Medan.

“Permohonan meletakan sita jaminan ini dibuat agar gugatan penggugat tidak sia-sia (illusioner). Karena itu, kami berharap klien kami mendapatkan perhatian dari mejelis hakim yang mulia,” kata Nadeak.

Mengenai gugatan dan permohonan sita jaminan, kuasa hukum Kasatpol PP dan Wali Kota Medan, Rahma, dari Bagian Hukum Pemko Medan, mengatakan, mereka akan mempelajari dulu permohonan sita jaminan yang disampaikan pihak penggugat.

Sebagaimana diketahui, gugatan yang dilakukan Kalam Liano kepada Kasatpol PP Medan adalah atas kerugian materil dan immateril akibat kesewenangan oknum Satpol PP membongkar sejumlah bagian bangunan Food Court Pondok Mansyur pada tahun lalu.

Kalam Liano mengajukan gugatan materil sebesar Rp3,10 miliar dan immateril Rp1 triliun. Parlindungan Nadeak beralasan, gugatan materil karena dampak tindakan kesewenangan Satpol PP, kliennya merasa dirugikan. Sebab, sebagian tempat usahanya tidak beroperasi, pengunjung menjadi sepi dan berimbas ke pendapatan.

Sedangkan nilai gugatan immateril yang diajukan, karena harga diri kliennya dipermalukan dari tindakan kesewenangan itu. Sebelumnya, gugatan terhadap oknum Satpol PP Kota Medan telah dikabulkan majelis hakim PTUN Medan, pada Desember 2018 lalu. Saat itu, majelis hakim mewajibkan tergugat untuk mencabut surat Kasatpol PP Medan. (man/ila)

Kemplang Pajak Rp119 Miliar, Komisaris PT Uni Palma Diadli

Agusman/sumut pos dakwaan: Komisaris PT Uni Palma, Sutarmanto, terdakwa pengemplang pajak, menjalani sidang dakwaan, Senin (29/4).
Agusman/sumut pos
dakwaan: Komisaris PT Uni Palma, Sutarmanto, terdakwa pengemplang pajak, menjalani sidang dakwaan, Senin (29/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sutarmanto (50), warga Jalan Karya Budi No 40 C, Lingkungan VII, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, lesu saat duduk di kursi pesakitan ruang sidang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/4) siang.

Pasalnya, Komisaris PT Uni Palma ini didakwa mengemplang pajak senilai Rp119 miliar lebih.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustini dalam dakwaannya yang dibacakan menyebutkan, terdakwa sebagai orang yang turut serta mengemplang pajak bersama-sama dengan Kok An Harun (berkas terpisah) selaku Direktur CV Buana Raya dan selaku Komisaris PT Liega Sawit Indonesia serta Husin (berkas terpisah) selaku Direktur PT Uni Palma pada masa pajak Januari 2011 sampai dengan Juni 2013 yang telah disampaikan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Medan Barat.

“Bahwa CV Buana Raya yang bergerak dalam bidang usaha pengangkutan CPO (Crude Palm Oil) dengan direkturnya Kok An Harun bekerja sama dengan terdakwa Husin selaku direktur PT Uni Palma dan Sutarmanto selaku Komisaris PT Uni Palma melakukan kegiatan di bidang usaha perdagangan CPO,” ucapnya di hadapan Ketua Majelis hakim, Erintuah Damanik.

JPU mengungkapkan, dalam kegiatan usaha perdagangan CPO tersebut PT Uni Palma adalah supplier CV Buana Raya. Terdakwa Kok An Harun melakukan pembelian sawit dari PT Uni Palma dan oleh terdakwa Husin membuat faktur pajak keluaran atas penjualan CPO kepada CV Buana Raya. Sedangkan oleh Kok An Harun menerbitkan faktur pajak masukan atas pembelian CPO dari PT Uni Palma.

“Selanjutnya oleh Kok An Harun kembali melakukan penjualan CPO kepada PT Sinar Mas Agro Resourced and Tchnology Tbk serta PT Bina Sawit Abadi Pratama. Atas setiap transaksi perdagangan CPO dari tahun 2011 sampai dengan Juni 2013 tersebut oleh Kok An Harun menerbitkan faktur pajak keluaran atas penjualan CPO kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk dan PT Bina Sawit Abadi Pratama, di mana oleh Kok An Harun bersama-sama dengan terdakwa Sutarmanto dan Husin dibuat seolah-olah ada kegiatan transaksi jual beli CPO,” urai JPU.

Kemudian, untuk melengkapi dokumen-dokumen faktur pajak keluaran atas penjualan CPO tersebut, terdakwa Sutarmanto mendapat peran membuat pengantar barang faktur pajak keluaran, di mana surat pengantar barang tersebut diperoleh dari Husin.

“Sedangkan Husin memperolehnya dari Kok An Harun. Bahwa dalam perdagangan CPO tersebut seolah-olah telah terjadi transaksi,” beber Jaksa dari Kejatisu itu.

Kemudian pada tahun 2012, Kok An Harun kembali mendirikan PT Liega Sawit Indonesia. Ia menjabat sebagai komisaris sedangkan direkturnya adalah Rizal Hasrun. Kok An Harun menggunakan PT Liega Sawit Indonesia dalam melakukan transaksi yang fiktif dan mengisi faktur pajak atas transaksi yang tidak sebenarnya dalam penjualan CPO kepada PT Bina Sawit Abadi Pratama.

Ia dibantu oleh Sutarmanto dan Husin. Akibat perbuatan ketiganya mengemplang pajak, negara mengalami kerugian senilai Rp119 miliar lebih. “Perbuatan terdakwa Sutarmanto bersama Kok An Harun dan Husin sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 39 A huruf (b) jo Pasal 43 Ayat (1) UU RI No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah dirubah dengan UU RI No 16 Tahun 2009 Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” pungkas JPU. (man/ila)

Persiapan Lebaran, Pekan Depan Cek Kesiapan Jalan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para pemangku kepentingan atau stakeholder di Sumatera Utara sudah melakukan rapat koordinasi awal terkait persiapan Lebaran 2019. Pada pekan depan, stakeholder terkait akan melakukan tinjauan langsung ke lapangan dengan melihat kondisi jalan di wilayah Sumutn

“Kebetulan kemarin sudah ada rapat terkait kesiapan angkutan Lebaran tahun ini. Namun untuk sementara kita masih melakukan pengecekan tentang kondisi kesiapan jalan dan sarananya. Kita akan bergabung dengan kepolisian, Dinas PU dan Balai Jalan nantinya,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Darwin Purba menjawab Sumut Pos, Senin (29/4).

Darwin mengungkapkan, adapun pengecekan kondisi jalan yang akan ditinjau tersebut, lanjutnya, terdiri dari tiga bagian, yakni timur, tengah dan barat. Pada pemaparan rapat itu, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, pada H-10 sesuai perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pekerjaan menyangkut pembangunan jalan segera diselesaikan.

“Sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik Lebaran nantinya. Termasuk pekerjaan yang belum selesai diharapkan segera rampung dilakukan,” katanya.

Pihaknya memperkirakan mulai H-10 nanti, surat keputusan (SK) tim untuk turun ke lapangan sudah selesai dan diterima masing-masing Instansi, serta diharapkan pula pengecekan jalan yang dilakukan sudah dalam kondisi mantap.

“Pastinya kita akan tunggu SK-nya dulu. Minggu depan mudah-mudahan tim sudah mulai jalan. Lalu setelah selesai pengecekan kondisi jalan, baru akan dilakukan pengecekan kondisi angkutan yang disiapkan selama Lebaran, baik arus mudik maupun arus balik,” katanya.

Menurut Darwin, sarana bus AKAP dan AKDP selama momen Lebaran 2019, diperkirakan hampir sama jumlahnya seperti tahun lalu. Yakni, di mana ada disediakan total kursi yang tersedia sebanyak 48.594 kursi/seat per hari. Bila dirinci, untuk AKAP tersedia 1.101 unit bus dengan total seat 19.596 kursi, 48 PO (MPU) sebanyak 836 unit dengan total 6.858 seat, pemandu moda Bandara KNIA sebanyak 385 unit bus dan taksi sebanyak 5.184 unit, dengan total 5.568 seat. Sedangkan untuk AKAP tersedia 18 PO yakni 615 unit dengan total 24.600 seat. “Iya, kurang lebih sama jumlahnya kayak tahun lalu. Nantinya akan kita pastikan lagi jumlah tersebut dalam rapat koordinasi lanjutan,” pungkasnya. (prn)

Peringati Hari Buruh 1 Mei 2019, Gerak Jalan Santai hingga Aksi Demo

Sutan Siregar/sumut pos LONGMARCH: Buruh melakukan aksi teatrikal di Bundaran Majestik Jalan Gatot subroto Medan, beberapa waktu lalu. Menyambut Hari Buruh tahun ini, buruh akan gelar aksi demo hingga mengikuti acara gerak jalan santai.
Sutan Siregar/sumut pos
LONGMARCH: Buruh melakukan aksi teatrikal di Bundaran Majestik Jalan Gatot subroto Medan, beberapa waktu lalu. Menyambut Hari Buruh tahun ini, buruh akan gelar aksi demo hingga mengikuti acara gerak jalan santai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh elemem buruh akan merayakan hari buruh internasional atau May Day tepat pada tanggal 1 Mei 2019.

Berjalannya perayaan itu, elemen buruh tetap menyuarakan tuntutan kesejahteraan kepada pemerintah deng-an turun ke jalan melakukan aksi demo. Tapi ada juga yang merayakan May Day dengan cara gerak jalan santai.

Dewan Pengurus Pusat Konfedarasi Indonesia (DPP – K) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Indonesia (SBSI) melalui Sekretaris Wilaya I Sumatera (DPP – K) SBSI, Arsula Gultom, SH mengatakan, perayaan hari buruh adalah bentuk perayaan kemenangan buruh, tepat pada tanggal 1 Mei secara nasional telah ditetapkan libur nasional. Artinya, buruh berpesta untuk berkumpul merayakan kemenangan dari 12 jam kerja menjadi 8 jam kerja.

“Ini adalah perjuangan buruh di Amerika untuk menetapkan jam kerja buruh dari 12 jam kerja menjadi 8 jam kerja. Kemenangan itu merembet ke seluruh dunia, sehingga ditetapkan May Day sebagai hari buruh.

Jadi, kita sifatnya merayakan kemenangan yang telah diperjuangkan buruh,” jelas Arsula, Senin (29/4).

Meskipun merayakan hari May Day, buruh tetap bersuara menyampaikan aspirasi. Buruh ingin pemerintah untuk mengawasi dan memperbaiki sistem, agar kesejahteraan buruh dapat tercapai. Penyebabnya, karena banyaknya lingkaran yang menekan perusahaan untuk mengeluarkan cost siluman, sehingga upah buruh melebihi UMK tidak bisa direalisasikan perusahaan kepada buruh.

“Kita lihat saja sekarang, banyak cost siluman untuk perizinan, ekspor impor dan biaya ilegal yang menekan pengusaha. Ini imbasnya ke buruh, anggaran yang seyogianya bisa untuk buruh, maka dianggarkan ke pembiayaan siluman. Sistem ini harus diperbaiki, biar buruh sejahtera,” tegas Arsula.

Intinya, kata Arsula, perlunya pengawasan tegas dari pemerintah terhadap sistem yang sudah rusak. Sehingga tidak ada lagi pelanggaran – pelanggaran, maka prioritas pengupahan buruh menuju sejahtera dapat dimaksimalkan setiap pengusaha. Bayangkan saja, biaya siluman yang harus dikeluarkan perusahaan setiap bulan mencapai 7 hingga 10 persen dari hasil laba usaha.

“Kalau cost laba 7 hingga 10 persen diberikan ke buruh, pasti sudah jelas buruh sejahtera. Jadi, inilah yang menjadi penyebab buruh terus sengsara. Kesimpulannya, buruh dan perusahaan pasti taat aturan, kalau pemerintah tegas. Jadi, dengan perayaan May Day ini, pemerintah dapat mengevaluasi dan tegas dalam pengawasan sistem, agar nasib buruh dapat sejahtera kedepannya,” cetus Arsula.

Aktivis buruh ini juga mengungkapkan, May Day merupakan kemerdekaan buruh, mereka dengan tegas tetap menolak penetapan upah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015. Selain itu, pengupahan buruh harus mengacu pada Tripartit UU Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Tenaga Kerja.

“Kita minta kepada pemerintah khusunya Sumatera Utara harus arif dan bijaksana dalam memeberikan keputusan hak normatif buruh. Artinya, tidak ada dasar pemerintah menentukan hak buruh, tetap harus melalui Tripartit untuk tercapainya upah buruh sejahtera,” kata Arsula.

Selain itu, perayaan May Day, ia menyuarakan agar pemberlakuan outsorcing untuk dihapus. Karena masih berlaku di setiap perushaan adalah bentuk penindasan terhadap buruh.

“Perbaiki sistem, hapus outsourcing dan hapus PP 78 tahun 2015. Ini adalah bentuk penjajahan terhadap buruh, kami ingin merdeka dari penindasan yang menghalang kesejahteraan buruh. Makanya, pemerintah harus menyerap aspirasi yang terus kami perjuangkan,” tegas Arsula.

Sementara, Ketua Tenaga Kerja Bongkat Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan, Sabam Manalu menegaskan, perayaan May Day adalah bentuk pesta yang diperingati buruh di seluruh dunia. Akan tetapi, mengenai kesejahteraan buruh tetap terus mereka suarakan dengan para pengusaha jasa di Pelabuhan Belawan.

“Yang jelas, kita seluruh buruh merayakan hari libur ini, kita tidak akam demo, karena kita mau merayakan. Tapi, kita tetap minta kepada regulasi harus tetap mengedepankan hak buruh dengan menegaskan kepada pengusaha agar memberikan jasa sesuai waktu yang telah ditentukan, agar hak buruh dapat disalurkan secara maksimal,” tegas Sabam.

Dengan lambatnya pembayaran jasa oleh pengusaha sesuai kesepakatan waku, kata Ketua DPD SPTI Sumatera Utara ini, harapannha, pengusaha untuk lebih tertib sesuai waktu untuk pembayaran jasanya, agat hak buruh tidak terhambat.

“Intinya, masih banyak sistem yang merugikan buruh sepihak. Makanya, sistem ini harus diperbaiki, agar tidak ada yang dirugikan satu sama lain,” pungkas Sabam.

Sementara itu, peringatan May Day juga akan diisi dengan aksi gerak jalan santai yang dipusatkan di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis (STIPAP), Jalan Williem Iskandar, Medan Estate, Percut Seituan, Deliserdang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Harianto Butarbutar mengatakan, sekitar dua ribuan serikat buruh akan bergabung dalam kegiatan tersebut dalam rangka memeringati May Day 2019. “Acara akan dimulai dari pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai. Selain gerak jalan, acara akan diisi dengan hiburan dan pembagian sembako kepada kaum buruh di Sumut,” katanya menjawab Sumut Pos, kemarin.

Harianto menyebutkan, Gubsu Edy Rahmayadi juga akan diagendakan hadir dalam kesempatan tersebut untuk menyampaikan sambutan sekaitan Hari Buruh Internasional kali ini. “Untuk tingkat Provinsi Sumut, kami memang akan memusatkan kegiatan May Day kali ini di Kampus STIPAP. Sekitar dua ribuan serikat buruh di Sumut akan turut serta dalam kegiatan tersebut. Untuk buruh di kabupaten/kota lain, masing-masing juga sudah mengagendakan kegiatan serupa dengan pemerintah setempat,” katanya.

Pihaknya menggaransi kegiatan May Day akan berlangsung tertib dan lancar, tanpa ada aksi unjuk rasa dan konvoi dari kaum serikat buruh. Saat disinggung bahwa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut menolak bergabung dengan agenda pemerintah dalam May Day kali ini, Harianto mengaku itu merupakan hak daripada FSPMI sendiri dan pihaknya tidak dapat memaksakan kehendak adanya kelompok buruh untuk ikut agenda Pemprovsu. “Serikat buruh lainnya juga menolak mereka (FSPMI) untuk bergabung. Kami tentu tidak bisa memaksakan hal tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo mengatakan, pihaknya menolak tegas acara May Day yang digandeng oleh pemerintah provinsi ataupun kabupaten/kota. Menurut dia, kegiatan yang menghabiskan biaya yang sia-sia untuk kegiatan hura-hura seperti berjoget dengan musik dan iming-iming pembagian hadiah untuk para buruh tidak pantas dilakukan di Hari Buruh yang memiliki sejarah kelam dalam meraih kesejahteraan buruh.

Willy menambahkan, buruh Sumut khususnya belum sejahtera bahkan upah buruhnya dalam kurun enam tahun terakhir tertinggal jauh dari daerah lain. Belum lagi carut marut tentang masalah ketenagakerjaan yang tidak bisa dituntaskan oleh Disnaker Sumut. “Hampir tiap May Day Pemprovsu dan kepala daerah kabupaten/kota di Sumut sibuk membuat kegiatan hura-hura, padahal praktiknya pemerintah itu sendiri masih abai akan hak, nasib, dan kesejahteraan buruh, jadi kita akan tetap turun aksi, tidak akan ikut acara yang kami anggap meninabobokan kaum buruh itu,” katanya.

Pihaknya berharap pada aksi mereka nanti, Gubsu Edy Rahmayadi dapat hadir ditengah-tengah masaa buruh yang melakukan aksi di kantornya. “Agar dia mendengar langsung kasus kasus buruh di Sumut, dan ke depan memerhatikan kesejahteraan kaum buruh Sumut khususnya. Kalau beliau tidak hadir, berarti kita anggap ia tidak berempati pada kaum buruh,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mempersilakan para buruh menyampaikan aspirasinya. Jendral bintang dua ini menyatakan siap memberikan pengawalan dan penjagaan pada hari H. Ia lantas menyatakan untuk menyemarak kan May Day, polisi menyiapkan hiburan rakyat.

“Kita mengimbau saudara saudara saya, saya ini kan buruh juga sih, buruhnya Negara. Mari sama-sama kita upayakan hari ulang tahun buruh secara bersama-sama. Nanti pada tanggal 1 May, mari kita sama-sama ngumpul untuk berpesta merayakan Hari Buruh pada 1 mei nanti di Lapangan Merdeka,” ujar Agus di RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (29/4).

Ia lantas berterima kasih atas partisipasi warga Sumut dalam partisipasi mewujudkan keamanan di Sumut. “Saya berterima kasih sekali kepada warga Sumut sudah sangat berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan keamanan di Sumut. Kami tentunya sesuai dengan kapasitas dengan rekan rekan di Sumut. Berkomitmen untuk menjaga keamanan di Sumut,” ujarnya.

Agus mengaku ingin perayaan May Day kali ini terselenggara dengan ramai, dalam artian bahagia. “Tentunya akan sangat berbahagia sekali. Kita akan bikin perayaan yang sama (dengan aksi demo). Yang mau unjukrasa kita minta tertib, kalau boleh jangan lagi di tungang-tungangi, karena itu kan hari libur, harusnya gak boleh. Lebih bagus kita kumpul merayakan pesta merayakan Hari Buruh Internasional. Kita akan ada kuliner makanan rakyat,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang ditanyai terkait pengamanan May Day mengatakan pihaknya masih mendata kekuatan personel untuk melakukan pengawalan. “Untuk angka personelnya masih dalam penghitungan. Saya sudah perintahkan anggota untuk mendata kekuatan personel yang diperlukan,” ungkapnya.

Perwira polisi berpangkat tiga melati emas ini menyebut akan ada dua titik hiburab rakyat dalam menyemarakkan peringatan Hari Buruh Internasional nanti. “Ada di Du tempat, Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka. Nanti ada sajian kuliner rakyat kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk buruh yang melakukan aksi dideteksi ada dua kelompok. Aksi itu akan berlangsung di dua tempat, Bundara Majestik Jalan Gatot Subroto, Medan dan di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Dipenogoro, Medan. “Imbauan kita agar para buruh yang melakukan aksi demo bisa berjalan dengan kondusif, tidak membuat keributan. Kita dari Polri tentu akan mengawal agar jalannya aksi demo tidak terganggu,” pungkas Dadang.

Dadang menyebut untuk aksi demonstrasi di peringatan May Day, Polrestabes Medan menurunkan kuranglebih 900 personel polisi melakukan pengamanan. “Jumlah itu untuk mengamankan dua aksi yang kabarnya akan melakukan aksi. Tapi data yang masuk ke kita baru 1 elemen saja. Estimasi massa untuk kedua elemen itu ada yang 1.000-an orang dan 500-an orang,” ungkap Dadang. (fac/prn/dvs/ila)