Home Blog Page 5518

Bangunan Diambil Paksa, Komisi C Rekomendasi Pasar Kampunglalang

markus pasaribu/sumutpos RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.
markus pasaribu/sumutpos
RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Paska batalnya serah terima bangunan Pasar Kampunglalang, Komisi C DPRD Medan akan merekomendasikan kepada Pemko Medan untuk mengambil paksa bangunan dari kontraktor PT Budi Mangun KSO.

Sebab, kontraktor tersebut hingga kini belum menuntaskan proyek yang dibangun senilai Rp26 miliar lebih itu.

Namun, rekomendasi tersebut masih menunggu tiga hari ke depan terhitung sejak tanggal 5 Maret. Apabila sampai batas waktu yang ditetapkan tak juga diserahterimakan, maka Pemko Medan diminta mengambil paksa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman mengatakan, pihaknya masih menunggu kesadaran dan memberi waktu kepada kontraktor untuk menyerahkannya secara baik-baik. Namun, jika tidak juga diserahkan maka kemungkinan dilakukan pengambilan paksa.

“Kita ingin bagaimana agar pedagang bisa masuk segera. Oleh karena itu, dicari upaya lain (pengambilan paksa). Namun, upaya lain ini jangan pula kita menegak hukum namun melanggar hukum,” ujar Wiriya ketika ditemui usai menghadiri acara di Hotel Dyandra Santika Medan, Selasa (5/3) siang.

Untuk itu, lanjut Wiriya, Pemko Medan tidak mau konyol. Karenanya, dilakukan kajian terlebih dahulu secara mendalam. “Kami harus mengkaji lagi dasar hukum apa, ketentuan apa yang bisa memaksa kontraktor supaya menyerahkan (kepada Dinas Perkim-PR Medan),” ujar Wiriya.

Wiriya mengatakan, permasalahan bangunan Pasar Kampunglalang bukan menjadi rahasia umum lagi. Terlebih, pembayaran proyek revitalisasi pasar tersebut tidak dianggarkan sewaktu pengesahan APBD 2019. “Masalahnya kan sudah tahu, makanya kami berusaha sekarang ada penyerahan dari kontraktor kepada Dinas Perkim-PR Medan. Apalagi, Tahun 2018 kami mau membayar proyek ini tetapi kontraktor meminta supaya ditunda. Jadi, bukan kesalahan kita,” ucapnya.

Meski begitu, lanjut dia, pembayaran proyek ini masih bisa dilakukan dalam anggaran tahun 2019. Pembayaran harus melalui proses Perubahan APBD 2019. “Tidak bisa serta merta begitu saja, harus dialokasikan dulu dan ada SPM (Surat Perintah Membayar) baru bisa dibayar. Padahal, seharusnya bisa dibayarkan pada anggaran tahun lalu (APBD 2018) tapi kontraktor meminta untuk menunda pembayaran,” jelasnya.

Wiriya meminta agar kontraktor punya kesadaran untuk menandatangani berita acara serah terima kepada Dinas Perkim-PR Medan. Meskipun, pembayaran belum dilakukan saat itu juga. “Setelah diserahkan kepada Dinas Perkim-PR barulah kepada PD Pasar Medan untuk dioperasionalkan. Dengan begitu, pedagang bisa masuk atau menempati untuk berjualan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan menyatakan, serah terima bangunan Pasar Kampunglalang yang direncanakan Selasa (5/3) dipastikan batal dilakukan. Sebab, kontraktor PT Budi Mangun KSO belum menyelesaikan beberapa hal yang menjadi kewajibannya, yaitu pengadaan genset, sound system yang sudah dipasang namun belum sesuai speknya dengan kesepakatan di dalam kontrak kerja, sehingga harus diganti.

“Kekurangan-kekurangan tersebut kita minta kepada kontraktor segera diselesaikan. Kita sudah sepakat dari hasil pertemuan, menambah waktu hingga 3×24 jam agar segera dipenuhi terhitung mulai tanggal 5 Maret,” kata dia.

Diutarakan dia, jika pada waktu tambahan kontraktor telah memenuhi semua kewajibannya, maka dilakukan Profesional Hand Over (PHO) atau serah terima kepada Dinas Perkim-PR Medan. Selanjutnya, dilakukan tanda tangan berita acara.

Namun demikian, apabila sampai batas tambahan waktu pihak kontraktor tak bisa memenuhi, sambung Boydo, pihaknya sudah membuat rekomendasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan untuk mengambil paksa Pasar Kampung Lalang dari kontraktor.

“Kita sudah ultimatum Dinas Perkim-PR Medan untuk segera menyurati kontraktor, dan kita sampaikan tegas saja. Kalau tidak dipenuhi, maka dengan itu kita rekomendasi kepada Sekda mengambil paksa bangunan Pasar Kampung Lalang dari kontraktor,” kata Boydo.

Ia menuturkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Sekda Kota Medan jika batas waktu 3×24 jam pihak kontraktor belum bisa memenuhinya. Koordinasi tersebut untuk melakukan langkah selanjutnya setelah diambil paksa. “Jadi, Senin depan (11/2) kita kumpul bersama untuk membahas persoalan ini. Rencananya, tanggal 12 Maret diserahkan ke PD Pasar agar bisa segera digunakan,” paparnya.

Boydo menyebutkan, ketika diambil paksa, dilakukan dengan beberapa catatan untuk dilaporkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan. Catatan dimaksud adalah beberapa kewajiban yang tak dipenuhi kontraktor dimasukan sebagai utang.

Artinya, ketika dilakukan pembayaran proyek ini maka langsung dipotong utang kontraktor karena tak memenuhi kewajibannya. Termasuk juga dengan denda Rp3,1 miliar yang telah ditetapkan oleh BPK RI Perwakilan Sumut, akibat keterlambatan mengerjakan proyek tersebut.

“Pembayaran tidak dilakukan saat itu juga atau ketika diambil paksa, tetapi pada Perubahan APBD 2019. Sebab, proyek tersebut tidak dianggarkan sewaktu pengesahan APBD 2019. Nah, sewaktu hendak dibayar maka dipotong utang-utang mereka dari segala sesuatu yang tidak dipenuhi kontraktor,” beber Boydo.

Dia menambahkan, dalam persoalan ini pihaknya menyarankan agar lebih mengutamakan untuk mengamankan aset negara. Hal ini juga merupakan tugas dari Sekda Kota Medan. Apalagi, kontrak kerja Pasar Kampung Lalang sudah selesai. Jadi, pengambilan paksa merupakan solusi agar aset daerah segera bisa digunakan.

“Oktober (2018) kan kontrak kerjanya sudah berakhir, tapi ditambah lagi waktu dengan adanya adendum 2. Namun, ternyata adendum berakhir tapi belum juga serah terima. Jadi, seharusnya bisa diambil paksa apa yang sudah menjadi aset Pemko Medan,” pungkasnya. (ris/ila)

Danau Siombak Butuh Perhatian Pemko

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembangan destinasi wisata Danau Siombak perlu perhatian serius dari Pemko Medan. Wali Kota Medan, HT Dzulmi Edin harus punya terobosan baru untuk pengembangan icon wisata di kota metropolitas tersebut.

“Banyak permasalahan yang perlu dievaluasi untuk pengembangan wisata Danau Siombak. Untuk itu, terobosan baru di bidang wisata dan budaya harus diprioritaskan,” kata tokoh masyarakat Medan Utara, Saharudin.

Mengenai terobosan itu, lanjutnya, Pemko Medan harus melakukan kegiatan even pagelaran budaya secara rutin, rehabilitasi manggrove, memangun stand wisata kuliner dan pembenahan insfrastruktur.

“Terobosan itu perlu diterapkan Pemko Medan agar ciri khas dari danau itu jadi pusat perhatian pengunjung. Dengan sendirinya, perkembangan wisata di Danau Siombak akan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dijelaskan pengamat kebijakan publik ini, keberadaan Danau Siombak dengan luas lebih kurang 43 hektare adalah icon wisata bagi Kota Medan. Untuk itu, pemerintah juga harus serius memperhatikan masalah insfrastruktur dan perawatan danau tersebut. Misalnya, kebersihan danau yang terabaikan, agar mampu mendorong keindahan danau tersebut.

“Kebersihan danau itu adalah yang utama, jangan pula menjadi corak buruk danau itu membuat pengunjung enggan datang. Makanya, kita minta perhatian dari Dinas Kebersihan untuk ikut bertanggung jawab terhadap sampah di danau itu,” kata Saharudin.

Selain itu, Pemko Medan harus tegas mengevaluasi masalah perusahaan yang akan mendirikan di kawasan Danau Siombak. Misalnya, masalah reklamasi di danau dan pemunahan manggrove yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab.

“Kalau Pemko Medan serius dan tegas, maka pengembangan wisata Danau Siombak akan terlaksana. Dengan sendirinya akan menambah PAD dan pendapatan bagi usaha mikor masyarakar sekitar,” kata Saharudin.

Sementara itu, Erlianto selaku pihak pengelola Danau Siombak juga mengharapkan keseriusan Pemko Medan untuk mengembangkan Danau Siombak. Secara umum, kondisi saat ini sangat minim diminati masyarakat ke danau tersebut.

“Lihatlah, insfrastruktur jalan dan drainase masih jadi masalah. Disini sering banjir dan banyak sampah di danau. Inilah penyebab masyarakat malas berkunjung,” bebernya.

Dampak dari minimnya pengunjung, katanya, penghasilan mereka pun turun drastis. Sehingga, mereka hanya bisa memanfaatkan pengunjung yang sifatnya acara khusus. “Kalau untuk pengunjung yang datang untuk menikmati danau tidak bisa diharapkan, kami hanya bisa menunggu pengunjung khusus seperti membuat acara arisan, ulang tahun dan acara khusus lainnya,” ungkap Erlianto.

Harapannya, pemerintah untuk segera memberikan perhatian serius dengan kondisi Danau Siombak agar pengembangan wisata bisa dikelola secara profesional.

“Ini merupakan objek wisata praktis dan mampu dijangkau masyarakat, kalau ini tidak segera diperhatikan, maka danau ini akan hilang begitu saja. Kami berharap masalah banjir dan sampah segera diambil tindakan dari pemerintah,” harapnya.(fac/ila)

8 Maret, PRSU 2019 Kembali Digelar, Tawarkan Hadiah Rumah

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS PAPARKAN: Promotor PRSU 2019, Muhammad Ferry Budiman Sumbayak (dua dari kanan) dan lainnya saat memaparkan event PRSU 2019. dan Achmad Setya Dara didampingi Ketua Pengelola PRSU Nuzirwan Lubis dan Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus saat memaparkan persiapan PRSU 2019 di Ruang Wartawan Kantor Gubsu, Jl P Diponegoro Medan, Selasa (5/3).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
PAPARKAN: Promotor PRSU 2019, Muhammad Ferry Budiman Sumbayak (dua dari kanan) dan lainnya saat memaparkan event PRSU 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) akan kembali digelar, mulai 8 Maret sampai 8 April 2019. Mengangkat tema “Pesona Sumut yang Bermartabat”, promotor acara menargetkan kunjungan sebanyak 600 ribu pengunjung selama 32 hari PRSU berlangsung.

Promotor PRSU 2019 dari PT Media Kreasi Nusantara, Muhammad Ferry Budiman Sumbayak dan Achmad Setya Dara dari PT Quantum Creative, didampingi Ketua Pengelola PRSU Nuzirwan Lubis mengatakan, PRSU ke-48 kali ini akan sangat memanjakan pengunjung yang hadir karena perhelatannya dipastikan bakal menghadirkan konten demi konten yang terdiri dari berbagai asoek/sub bidang sangat luar biasa.

“Konten-konten tersebut antara lain meliputi penampilan artis-artis hits dalam dan luar negeri seperti Republik, Nidji, Armada, Tipe X, Cita Citata, The Rain. Kahitna, Viki Sianipar, Shaggy Dog, KPR, Virgoun, Judika, Punxgoaran, Marion Jola, Four Twenty dan Disko Pantera,” katanya kepada wartawan di Kantor Gubsu, Jalan P Diponegoro Medan, Selasa (5/3).

Kata dia, di arena PRSU pun bakal hadir ratusan stand/tenant yang berasal dari berbagai segmen seperti otomotif, consumer goods, fashion, handicraft khas Sumut, IT, hobbies, kuliner serta sejumlah produk unggulan lainnya.

“Ada juga pameran multi produk terbesar dan terlengkap. Bagi penikmat kopi, PRSU 2019 untuk pertama kalinya mendirikan kampung kopi. Di situ pengunjung bisa menikmati beragam kegiatan seperti talk show coffe, edukasi kopi, free cupping session, workshop, male dan female barista competition,” katanya.

Menambah keseruan PRSU, penyelenggara akan menggelar fun bike dan fun run competition berhadiah utama dua unit rumah. Sedangkan untuk di lini program kreatif, promotor juga mengkreasikan berbagai konten yang hadir secara out of the box.

“Ini merupakan sejarah baru dalam penyelenggaraan PRSU (hadiah rumah). Program lainnya ada forum bisnis dan investasi, pementasan kesenian daerah dari berbagai kabupaten/kota,” katanya.

Nuzirman Lubis dalam kesempatan itu mengungkapkan, pengajuan PRSU dari yayasan menjadi BUMD Pemprovsu sejak dua tahun yang lalu, masih mentok di Biro Perekonomian Setdaprovsu. Pihaknya sudah bertemu dengan Sekdaprovsu dan Gubsu membahas hal ini, dan Gubsu merespon positif keinginan pengelola PRSU.

“Dulu legal standing PRSU adalah yayasan. Hanya saja ketika saya berada di sana, PRSU ini tidak lagi seperti apa yang ada di UU yayasan. Dan dari dua tahun lalu, sudah kita sarankan agar menjadi BUMD,” katanya.

Dari dua tahun lalu saran tersebut telah diajukan, namun hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan status badan hukum dari PRSU. Secara pribadi dia juga menyarankan, kalau nanti menjadi BUMD tapi yang dikelola hanya PRSU saja, tentu tak efektif juga dijadikan perusahaan milik pemda.

“Itukan usul. Saat ini kita hanya bisa mendapatkan operasional dari penyewaan gedung saja. Anggaran ke kita itu sama sekali tidak ada. Kalau legal standingnya BUMD, mungkin saja nanti bisa merger dengan BUMD lainnya. Semoga di gubernur sekarang, pengajuannya menjadi BUMD bisa diproses,” ujarnyanya. (prn/ila)

Terkait Dugaan Malapraktik RSUD Pirngadi, Tim Medis akan di Panggil

istimewa/sumut pos AMPUTASI: Tangan kanan Nadya Safitri yang diamputasi. Nadya merasa menjadi korban malapraktik RSU Pirngadi Medan.
istimewa/sumut pos
AMPUTASI: Tangan kanan Nadya Safitri yang diamputasi. Nadya merasa menjadi korban malapraktik RSU Pirngadi Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan malapraktik terhadap RSUD Pirngadi Medan saat ini membuat pihak rumah sakit tersebut angkat bicara.

Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengatakan, pihaknya belum bisa disebut sebagai pihak yang bersalah.”Kami belum bisa langsung disebut sebagai pihak yang salah, itu semua kan butuh pembuktian lebih lanjut,” ujar Edison kepada Sumut Pos, Selasa (5/3).

Menurut Edison, setelah membaca berita tentang dugaan malapraktik di beberapa surat kabar di Kota Medan, dirinya langsung melaporkannya kepada Wakil Direktur RSUD Pirngadi.

“Saya sudah baca tentang berita itu di beberapa koran, langsung saya laporkan hal itu pada Wadir (Wakil direktur), karena Direktur sedang di Jakarta. Ini butuh proses, yang pasti hari ini sudah saya laporkan,” akunya.

Ditanya seperti apa dan berapa lama proses yang dibutuhkan pihak RSUD Pirngadi dalam menanggapi berita tersebut, Edison bilang pihaknya akan mengejar proses itu dalam satu pekan kedepan.

“Setelah saya laporkan, maka akan segera diproses. Prosesnya mulai dari pemanggilan tim medis yang berkaitan dengan pasien tersebut, nantinya mereka akan dikonfirmasi oleh pimpinan. Mereka (tim medis) pasti akan ditanyai bagaimana kejadian sesungguhnya, nanti dari situ akan terlihat apakah ada yang salah atau tidak. Setelah itu, hasilnya akan segera kami beritahukan. Untuk waktu prosesnya kurang lebih satu minggu dari sekarang, karena baru saya laporkan hari ini dan kamis nanti kan hari libur. Pasti akan kami beritahukan hasilnya”, janjinya pada Sumut Pos.

Seperti diketahui, dugaan malapraktik di RSUD Pirngadi Medan seketika sempat menjadi viral di sosial media. Bagaimana tidak, korban yang bernama Nadya Syafitri mengaku bahwa dia harus kehilangan tangan kanannya yang diamputasi.

Menurutnya, kondisi tersebut akibat pelayanan RSUD Pirngadi yang lalai dan tidak memberikan pengobatan yang maksimal kepada tangan kanannya yang terlindas truk tersebut.

Nadya Syafitri mengalami kecelakaan pada 22 Januari 2019 lalu. Wanita 19 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi ojek Online itu awalnya ingin mengantarkan orderan ke jalan Cemara Medan. Di jalan, Nadya terjatuh dari sepeda motornya karena menghindari batu. Saat ingin bangkit, truk pengangkut pasir yang ada di depannya justru melindas tangan kanannya.

Kemudian, Nadya pun dibawa ke klinik terdekat. Namun melihat kondisi tangan kanannya yang parah karena terlindas truk, pihak klinik kemudian merujuknya ke RSUD Pirngadi Medan.

Di RSUD Pirngadi Medan, tangan Nadya dirontgen. Hasil rontgen menyatakan bahwa kondisi tulang tangan kanannya tidak bermasalah. Namun para tim medis yang berada di UGD Rumah Sakit Pirngadi malah memperlakukan tangannya seperti patah. Tangan Nadya dibalut dengan perban lalu digips dengan papan.

Beberapa hari setelah itu, Nadya kembali lagi ke Rumah Sakit Pirngadi Medan untuk melakukan checkup dan sempat mengeluhkan kalau tangannya menjadi sangat gatal dan juga merasakan sakit yang sangat luar biasa. Setelah kontrol hari kedua tersebut, ia mendapati kondisi tangannya bukan bertambah baik tetapi semakin parah malah melepuh.

Akhirnya Nadya berpindah rumah sakit. Diapun memeriksakan tangannya yang telah melepuh ke rumah sakit USU. Di sana, dokter menyarankan agar tangan Nadya untuk segera diamputasi. Menurut dokter tangan Nadya yang tidak patah tulang seharusnya tidak digips yang mengakibatkan tangannya infeksi dan harus diamputasi.

Karena tangan Nadya mengalami kerusakan syaraf, akhirnya dia dirujuk ke RS Putri Hijau. Sependapat dengan dokter di Rumah Sakit USU, tangan Nadya akhirnya diamputasi. Nadya kecewa, karena menurutnya dirinya dirawat di RSUD Pirngadi bukan dengan pelayanan BPJS, melainkan pelayanan umum. (mag-1/ila)

Peringati Bulan K3 di Pelabuhan Belawan, Gubsu Minta Tingkatkan Kesehatan & Keselamatan Kerja

Fachril/sumut pos BERSAMA: Gubsu bersama Manajemen PT Pelindo I dan lainnya di sela-sela peringatan K3 Tahun 2019 di Pelabuhan Belawan.
Fachril/sumut pos
BERSAMA: Gubsu bersama Manajemen PT Pelindo I dan lainnya di sela-sela peringatan K3 Tahun 2019 di Pelabuhan Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengajak seluruh stakeholders untuk terus meningkatkan budaya kesadaran pentingnya pengawasan kesehatan dan keselamat kerja (K3).

“Melalui peringatan bulan K3 ini, kami mengharapkan agar semua pihak turut berpartsipasi, baik dari pengusaha maupun pekerja untuk melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing, serta membudayakan peningkatkan pengawasan menjadi salah satu upaya untuk menurungkan angka kecelakaan kerja,” katanya, Selasa (5/3).

Pesan itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara pada acara apel memperingati K3 tahun 2019 yang berlangsung di Pelabuhan Belawan. Peringatan acara itu dilaksankan secara bersama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara bertema Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional.

Acara itu turur dihadiri Direktorat Jenderal Pembinaan pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kementerian Ketenagakerjaan Sugeng Priyanto, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Syahputera Sembiring, Direktur Teknik Pelindo 1 Hosadi A. Putra, serta 5.000 peserta upacara yang terdiri karyawan BUMN, BUMD dan swasta, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serikat pekerja, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Dalam kesempatan itu juga, Direktorat Jenderl Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemenaker Sugeng Priyanto menyambut baik kegiatan apel memperingati bulan K3 di Pelabuhan Belawan.

“Kami berharap dengan peringatan bulan K3 ini mampu meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya kesadaran dari semua pihak, diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja yang selama ini cenderung meningkat,” jelasnya.

Pelindo 1 sebagai BUMN yang mengelola pelabuhan di empat Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau sangat peduli terhadap penerapan K3, terbukti dengan penerapan K3 di seluruh cabang pelabuhan yang membudayakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di pelabuhan untuk keselamatan setiap pihak.

Pelindo 1 juga telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk cabang pelabuhan Belawan, Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB), Belawan International Container Terminal (BICT), Dumai, Lhokseumawe, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Malahayati.

Direktur Teknik Pelindo 1, Hosadi A. Putra menerangkan, Pelindo 1 telah menerapkan pelaksanaan K3 di seluruh lingkungan pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1.

“Dari tahun ke tahun, kita selalu membudayakan pelaksanaan K3. Melalui kegiatan Apel Peringatan Bulan K3 di Pelabuhan Belawan ini kita mengharapkan tumbuh kesadaran dari semua stakeholders yang ada di pelabuhan akan pentingnya pelaksanaan K3 untuk menurunkan angka kecelekaan kerja,” katanya.

Selain itu, Pelindo juga melakukan sosialisasi pelaksanaan K3 di setiap cabang pelabuhan, melakukan audit pelaksanaan K3 yang bertugas untuk mengawasi penerapannya.

Dalam pelaksanaan apel Peringatan K3 ini, Pelindo 1 menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan di Pelabuhan Belawan yang kemudian dirangkai dengan simulasi K3 penyelamatan bekerja pada ketinggian dan pemberian K3, simulasi K3 pemadaman kebaran, hiburan serta hiburan dan lucky draw. (fac)

Jalan Medan-Binjai Butuh Perbaikan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Medan – Binjai kilometer 12 saat ini membutuhkan perbaikan dari pemerintah. Jalan yang hanya berjarak tempuh 10 menit ke kota Medan itu, statusnya merupakan jalan negara dan berada di wilayah pemerintahan kabupaten Deliserdang.

Rizki, warga sekitar menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan di seputar simpang empat tersebut. “Lihatlah lubang (di jalan) itu, bukan cuma sekadar berlubang, tapi memang parah sekali kerusakannya. Kalau dari jauh, banyak orang (pengendara) yang tak nampak (lubangnya). Begitu sudah dekat, tak terelakkannya lagi lubang itu. Sudah terlalu banyak yang celaka karena lubang yang di jalan itu,” kata Rizki.

Melihat kondisi itu, akhirnya warga sekitarpun berinisiatif menutup lubang tersebut dengan potongan kayu sebagai memberi tanda adanya lubang bagi para pengendara yang melintas.

“Kita prihatin dengan adanya yang celaka karena lubang itu, tapi tak ada yang bisa kita perbuat. Kita hanya bisa kasih tanda aja dengan kayu di lubang jalan itu, supaya orang (pengendara) tahu kalau di situ ada lubangnya, supaya bisa dihindarinya lubang itu,” kata Agus, warga sekitar. Mereka berharap, agar pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi jalan yang berlubang itu. (mag-1/ila)

PFI dan PSP Foundation Gelar Lomba Foto Instagram

Istimewa/sumut pos BERSAMA: Pengurus PFI Medan foto bersama relawan PSP Foundation.
Istimewa/sumut pos
BERSAMA: Pengurus PFI Medan foto bersama relawan PSP Foundation.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan dan Prananda Surya Paloh Foundation menjalin kerjasama untuk pelaksanaan Lomba Foto Instagram 2019. Kerjasama ini terjalin usai melakukan pertamuan di sekretariat PSP Foundation Medan, Senin (4/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua PFI Medan Rahmat Suryadi beserta jajaran pengurus dan OK Fachru Hidayat selaku Dewan Pengawas PSP Foundation, Rudiansyah Sekretaris PSP Foundation, dan M Zulfahmi Azwar selaku Bendahara PSP Foundation.

OK Fachru, dalam pertemuan ini menyampaikan kegelisahannya terhadap nasib pedagang tradisional di Pasar Ikan Lama Medan. “Dulunya pasar ini berjaya. Pembelinya bahkan datang dari Malaysia, tapi sekarang sepi dan para pedagang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.

Selain itu OK Fachru juga prihatin dengan nasib para pedagang kuliner kaki lima yang ada di Kota Medan. Selain jarang bisa bersaing dengan pebisnis kuliner bermodal besar, para pedagang kuliner kaki lima juga selalu dibayangi ancaman penggusuran, pungli dari OKP, dan lain sebagainya.

“Padahal soal rasa, pedagang kuliner kaki lima ga kalah enak dari restoran dan kafe-kafe yang bagus. Bahkan rasanya lebih enak. Tapi mereka selalu terpinggirkan dalam hal kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap PFI menggelar lomba foto tentang keberadaan pedagang Pasar Ikan Lama dan pedagang kuliner kaki lima yang ada di Kota Medan. “Harapannya dengan lomba foto ini, mereka lebih diperhatikan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ketua PFI Medan Rahmat Suryadi menyambut baik rencana ini. Menurutnya PFI Medan selain sebagai organisasi profesi, juga punya tanggungjawab moral terhadap nasib kaum marjinal.

Lewat foto, tambah Rahmat, pesannya akan lebih tersampaikan kepada seluruh stakeholder, khususnya pemerintah.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan PSP Foundation untuk memblow-up persoalan sosial di Kota Medan. Detail rencana kegiatan akan segera kami rampungkan dalam waktu dekat,” katanya sambil menambahkan bahwa Ketua Panitia untuk menhandle acara ini adalah Hermansyah.

Hermansyah mengatakan lomba foto Instagram ini akan dimulai dalam waktu dekat. Tema pertama adalah Pasar Ikan Lama, dan yang kedua adalah pedagang kuliner kaki lima di Kota Medan.

“Peserta umum, dan mengapa lewat instagram, karena saat ini para milenial sangat menggandrungi media sosial instagram. Sehingga efeknya akan lebih besar dan pesertanya bisa lebih banyak,” ungkap pria yang akrab disapa Awot ini.

Menurutnya puncak acara penyerahan hadiah akan direncanakan berlangsung di Taman Ahmad Yani Medan pada 7 April 2019.

“Detail syarat lomba foto instagram akan segera kami share di IG PFI Medan dan PSP Foundation. Selain itu akan ada juga lomba foto on the spot pada puncak acara,” jelasnya.(ram/ila)

23 Tewas, Puluhan Hilang Disapu Tornado

Korban tornado
Korban tornado

LEE COUNTY, SUMUTPOS.CO – Puluhan korban masih hilang pascabencanatornado yang menerjang wilayah tenggara negara bagian Alabama, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 23 orang telah dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya masih belum ditemukan, setelah tornado mengamuk di wilayah Lee County, pada Minggu (3/3) sekitar pukul 14.00.

Sherif Lee County, Jay Jones dalam konferensi pers, Senin (4/3) mengatakan, puluhan orang masih hilang setelah angin tornado menghantam kawasan pedesaan di Beauregard, menimbulkan kerusakan di area seluas 1,6 kilometer.

Jones menambahkan, upaya pencarian para korban hilang akan mengerahkan segala cara, termasuk menurunkan anjing pelacak dan drone pendeteksi panas untuk mengetahui lokasi korban yang tertimbun reruntuhan.

“Pencarian telah dilakukan di daerah dengan kerusakan paling parah, tetapi proses pencarian masih jauh dari selesai,” kata Jones, dilansir Al Jazeera.

Sementara, Gubernur Alabama Kay Ivey mengatakan, Presiden Donald Trump telah menghubungi ponselnya pada Senin pagi untuk menawarkan bantuan.

Presiden Trump telah mengatakan kepada Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) untuk memberi “pelayanan A plus” kepada Alabama.

“Kepada masyarakat hebat di Alabama dan sekitarnya, harap berhati-hati dan semoga mendapat keselamatan. Tornado dan badai benar-benar ganas dan kemungkinan masih akan datang.”

“Kepada keluarga dan rekan para korban, dan bagi mereka yang terluka, Tuhan memberkati Anda semua,” tulis Trump dalam akun media sosial Twitter miliknya, Senin (4/3).

Terkait korban tewas yang dilaporkan sebanyak 23 orang, tiga di antaranya merupakan anak-anak berusia 6, 9, dan 10 tahun. Seluruh korban kecuali enam orang, telah diidentifikasi dan para keluarga korban akan dihubungi.

Petugas koroner Lee County, Bill Harris, memperingatkan bahwa keseluruhan angka kematian masih bisa bertambah seiring pencarian yang masih berlanjut.

Jumlah pasti korban hilang belum dapat dipastikan, namun sherif mengatakan jumlahnya mencapai puluhan. (bbs/azw)

Pascapenyerangan Benteng Terakhir ISIS, 3.000 Orang Dievakuasi, Termasuk WNI

net EVAKUASI: Sekelompok pria yang diduga ISIS ikut dalam rombongan warga yang dievakuasi oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari wilayah terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, Senin (4/3/2019)
net
EVAKUASI: Sekelompok pria yang diduga ISIS ikut dalam rombongan warga yang dievakuasi oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari wilayah terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, Senin (4/3/2019)

Sebanyak 3.000 orang dari wilayah kantong terakhir ISIS telah dievakuasi. Itu merupakan pernyataan dari Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang didukung AS, Senin (4/3).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 orang di antaranya merupakan anggota ISIS yang memilih untuk menyerah.

Diwartakan CBC News mengutip Reuters, eksodus tersebut terjadi selang tiga hari setelah SDF kembali menggelar operasi militer melawan ekstremis yang terpojok di Baghouz.

Baghouz merupakan sebuah desa di tepian Sungai Eufrat, dekat perbatasan Irak.

Sebelum matahari terbenam, sebanyak 20 truk terlihat berada di area yang dikuasai ISIS. Truk yang biasanya dipakai untuk mengangkut hewan terpaksa dipakai untuk membawa manusia.

Pria, perempuan, dan anak-anak dievakuasi dari benteng terakhir ISIS.

Seorang perempuan terlihat tubuhnya dipenuhi warna hitam dan mengacungkan simbol kemenangan saat meninggalkan daerah itu.

Proses evakuasi tersebut termasuk membawa seorang pria asal Perancis, sejumlah pria dan perempuan asal Indonesia, Turki, Bosnia, Suriah, dan Irak.

Beberapa pria terlihat berusia lanjut namun tampak sehat, sementara yang lainnya terluka.

Selain itu, sejumlah orang juga memakai kruk, dan seorang pria nampak memiliki wajah dengan luka bakar dan kaki yang patah.

Pria terluka yang dibawa dengan truk kemudian ditempatkan di atas kasur, sedangkan jarum infus terlihat di tangannya.

Tampak juga lelaki kurus dengan rambut gimbal pendek, turun dari truk dengan linglung.

Sejak 20 Februari lalu, diperkirakan sebanyak 15.000 orang telah meninggalkan wilayah kantong ISIS.

Pejabat SDF, Lewla Abdullah mengatakan ada tiga bom mobil yang ditempatkan oleh ISIS. Sementara, empat tentara SDF dan lebih dari 100 anggota ISIS telah tewas sejak pertempuran Jumat lalu.

Kelompok ekstremis itu masih menawan penduduk sipil dan tawanan lainnya. Seorang pejabat lainnya di SDF menyebutkan, banyak anggota ISIS yang bersenjata bertahan di benteng terakhir dan bersiap untuk tempur.

“Ini bukan akhir. Kami mungkin masih di ambang pertempuran baru,” katanya.

Kepala kantor media SDF, Mostafa Bali, mengatakan sekitar 1.000 anggota ISIS diprediksi masih berada di Baghouz. (bbs/azw)

Dukung Pembangunan PLTA Batangtoru, AM-SU: Anak Belajar Tak Lagi Gelap-gelapan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AM-SU) mendukung proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru. Dukungan itu mereka sampaikan dengan berorasi di depan Bank Of China, Jalan Raden Saleh, Medan persisnya di Hotel Grand Aston, Selasa (5/3).

Selain menyampaikan dukungan secara lisan, AM-SU juga membentangkan poster bertuliskan bentuk dukungan terhadap pembangunan PLTA. Mereka juga melakukan aksi membubuhkan tandatangan di depan Bank Of China. Dalam orasinya, AM-SU menyampaikan bahwa PLTA Batangtoru akan mampu menerangi masyarakat dari kegelapan.

“Coba bayangkan yang selama ini anak-anak belajar tanpa diterangi lampu, kini dengan adanya pembangunan PLTA Batangtoru, anak-anak tidak perlu lagi belajar bergelap-gelapan,”ujar mereka melalui pengeras suara. Perwakilan dari AM-SU pun akhirnya diterima oleh perwakilan dari pihak Bank off China. Koordinator aksi, Zakir Barus mengatakan, bahwa aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan PLTA Batangtoru.

Mampu Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Anggota Dewan Energi Nasional yang juga Menteri Lingkungan Hidup periode 1999-2001, Sonny Keraf, menyambut positif putusan PTUN Medan. Putusan tersebut memberi kepastian hukum bagi pengembangan energi terbarukan yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Apa yang diputuskan oleh pengadilan (PTUN Medan) sudah bagus,” kata Sonny di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Sekadar diketahui, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, menolak gugatan Walhi untuk membatalkan izin lingkungan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru yang dikeluarkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Sonny menegaskan, sejak awal memang pembangunan PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik energi bersih bagi rakyat Sumatera, khususnya Sumatera Utara. Proyek itu juga menjadi bagian dari upaya Indonesia mencapai target energi terbarukan sebanyak 23 persen pada tahun 2025. “Proyek PLTA Batangtoru juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah bencana perubahan iklim, seperti tertuang dalam Persetujuan Paris,” ujar Sonny.

Soal perhatian LSM terhadap dampak lingkungan, khususnya kelestarian orangutan, Sony menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem sudah melakukan langkah-langkah mitigasi di lapangan untuk memastikan orangutan tak terganggu. “Sehingga proyek bisa berjalan dan bisa menyumbang pencapaian target bauran energi terbarukan,” katanya.

Sonny mengingatkan, proyek PLTA dan proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan lainnya sebenarnya berdampak positif bagi lingkungan. Penggunaan energi terbarukan adalah bagian dari solusi pengendalian perubahan iklim.

Sementara Koordinator Masyarakat Peduli Listrik Sumatera Utara, Syaiful Wahyu menyatakan, putusan PTUN Medan adalah kemenangan bagi rakyat. Putusan tesebut diharapkan membawa angin segar untuk membawa masyarakat Sumut di wilayah pesisir Barat untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah tetangganya.

Dia menjelaskan, sebagai kebutuhan dasar, pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan rakyat. Berbekal pasokan listrik, aktivitas belajar bagi anak sekolah bisa dilakukan hingga malam. Warga juga bisa dengan mengakses informasi pada dunia luar. Listrik juga bisa dimanfaatkan warga untuk mengembangkan berbagai industri rumahan demi kesejahteraan.

Dia memastikan, warga sangat mendukung pembangunan PLTA Batangtoru, termasuk warga di Kecamatan Sipirok, Kecamatan Marancar, dan Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, yang daerahnya merupakan lokasi proyek PLTA Batangtoru. Apalagi, pembangkit listrik yang dibangun bukanlah pembangkit yang memanfaatkan bahan bakar fosil, yang bisa menimbulkan pencemaran udara, melainkan pembangkit yang memanfaatkan energi terbarukan yang bersih.

”Keberadaan PLTA juga akan membantu menjaga hutan sehingga mencegah kemungkinan terjadinya banjir dan kekeringan. PLTA kan butuh hutan yang bagus agar pasokan airnya berkesinambungan,” katanya.

Sebelumnya, Majelis Hakim PTUN Medan yang dipimpin Jimmy Claus Pardede, memutuskan untuk menolak gugatan secara keseluruhan, dan menghukum lembaga itu untuk membayar biaya perkara sebesar Rp300 ribu Semula, Walhi Sumut mengajukan gugatan atas terbitnya SK Gubernur Nomor 660/50/

DPMPPTSP/5/IV.1/I/2017 tertanggal 31 Januari 2017. SK ini memberi izin bagi PT NorthSumatera Hydro Energi (NSHE) untuk membangun PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan. (man/ila/han)