30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 5770

RE Nainggolan Ajak Masyarakat Cerdas Memilah Informasi

ist TERIMA:Delphi Ujung menerima bendera pataka usai dilantik dan pengukuhan DPC N4J Kabupaten Dairi, Senin (12/11).
ist
TERIMA:Delphi Ujung menerima bendera pataka usai dilantik dan pengukuhan DPC N4J Kabupaten Dairi, Senin (12/11).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Paguyuban Nusantara Untuk Jokowi (N4J) terus melebarkan sayapnya. Respon para relawan dari berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang menguntungkan bagi
organisasi yang berpusat di Medan Sumatera Utara ini.

Lahir dari rasa prihatin akan maraknya upaya perlawanan kepada pemerintah Indonesia yang kini dipimpin Presiden Joko Widodo. Ada berita hoax, fitnah bahkan upaya-upaya radikal untuk menghasut masyarakat bahwa pemerintah tidak sedang bekerja.

N4J hadir dari keprihatinan itu. Walau dengan swadaya, organisasi yang sudah memiliki perwakilan di 24 provinsi dan ratusan kabupaten/kota se Indonesia. Demikian dijelaskan Ketua Umum N4J Dr RE Nainggolan MM saat pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) N4J Kabupaten Dairi di Gedung Nasionla Sidikalang, Minggu (11/11).

“Kita cukup prihatin. Padahal, dengan sungguh-sungguh era kepemimpinan Jokowi, pembangunan begitu merata. Bahkan, baru sejarah presiden Republik Indonesia mengunjungi hampir seluruh daerah. Ke Sumut sudah sembilan kali, ke daerah lain juga demikian,” kata RE Nainggolan yang juga hadir bersama Anggota Dewan Pakar DPP N4J Sanggam Hutagalung, Ketua DPP Sihar Cibro, Wakil Sekjen Jadi Pane,SPd, dan Adol Frian Rumaijuk,STP.

Untuk itulah, kepengurusan DPC N4J Kabupaten Dairi dibawah pimpinan Delphi Masdiana Ujung SH, MSi, dengan sekretaris Berkat Banjarnahor, Bendahara Sondang Silalahi, Amd dan seluruh jajaran pengurus yang baru di kukuhkan untuk bekerja keras. Walau pada pilpres 2014, perolehan suara Jokowi-JK di Dairi sebesar 83% dari jumlah surat suara sah, harus didongkrak terus.

“Bagaimana kita menjokowikan Dairi, itu yang menjadi tantangan kita hingga 17 April 2019 mendatang,” kata Mantan Sekda Kabupaten Dairi ini di hadapan undangan diantaranya Ketua Parpol Pendukung Jokowi-Mar’ruf diantaranya Ketua DPK PKPI Dairi Parlindungan Silaban,S.Sos, dan Ketua DPC Partai Perindo Dairi Ir. Impol Siregar, relawan dan organisasi kepemudaan. Juga hadir Ketua Dewan Penasehat DPC N4J Dairi Drs. Guntur Simarmata,AK, James Li, Ramli Sianturi, Hota Asi Silaban dan Taliasa Sadeli Lase, dan Dewan Pakar Erikson Tampubolon, SH.

Dikatakan RE Nainggolan, bahwa saat ini berbagai kegiatan telah dilakukan DPP N4J dan perwakilan di berbagai daerah, termasuk kegiatan-kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca bagi lansia, pengumbulan donasi untuk para korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia seperti Sigli, Donggala, Madina dan daerah terdampak bencana lainnya.

“Kemarin (Sabtu, 10/11) kita melakukan acara Gebyar Goyang Dayung ala Jokowi bersama ibu-ibu bangsa di Medan yang diikuti seribuan ibu-ibu bangsa, dan mereka siap mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf di tengah masyarakat,” ujarnya. Untuk itulah, ajak RE Nainggolan, agar DPC N4J Dairi menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

Khususnya memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini adalah untuk kepentingan bersama. Demi masa depan bangsa yang lebih baik. Khususnya Sumatera Utara, begitu besar perhatian yang diberikan Jokowi untuk daerah ini.

“Bahkan putri satu-satunya diberikan menjadi menantu orang Sumatera Utara, Jokowi adalah “mora” kita, “hula-hula” kita, “kalimbubu”  kita. Yang harus kita dukung dan kita banggakan,” katanya.

Selain itu, selalu dikatakan RE Nainggolan kekagumannya kepada sosok Jokowi. Sederhana, rendah hati dan memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun bangsa ini.

“Coba kita bayangkan, bagaimana kita begitu dekat dengan Presiden, kapan kita mau menyapa, bisa. kapan kita mau berselfi dengannya, bisa. Jangankan anak presiden, anak Camat pun tidak mau jualan martabak, anak Jokowi lakukan itu,” katanya.

Senada dikatakan Ketua DPK partai PKPI Dairi Parlindungan Silaban, S.Sos bahwa jika pun sebelumnya pada proses Pilkada di Dairi ada perbedaan pilihan ditengah masyarakat, itu sudah usai.

“Saat nya kita bersatu, lewat N4J ini masyarakat bisa bersama-sama menyatakan dukungan dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di pilpres mendatang,” ujarnya.

Hal itu juga disampaikan Delphi Masdiana Ujung, selaku ketua DPC N4J Dairi bahwa tidak dipungkiri adanya perbedaan pilihan saat Pilkada. “Kita sudah sepakat memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pilkada sudah usai,” ujarnya. (adz)

Puluhan Mahasiswa Demo Kantor Wali Kota, Kritisi Penanganan Banjir

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (13/11). Mahasiswa menuntut Wali Kota untuk serius dalam penanganan banjir di Kota Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (13/11). Mahasiswa menuntut Wali Kota untuk serius dalam penanganan banjir di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Medan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (13/11) siang sekira pukul 11.30 WIB.

Dalam aksinya, massa mengkritik kinerja wali kota yang menilai tak becus dan tak mampu menangani persoalan banjir yang kerap terjadi. Pada aksi tersebut, mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan tuntutannya dan bendera organisasinya membakar ban bekas tepat di depan gerbang kantor wali kota.

Salah seorang pengunjuk rasa, Maman Silaban menyatakan, hingga saat ini Kota Medan masih sering dilanda kebanjiran. Hampir semua ruas dan pemukiman penduduk dilanda banjir. Seperti yang terjadi di Jalan Jawa, HM Yamin, Dr Mansur dan lainnya.

Sebab, hasil pemantauan mereka, dan Laporan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Kota Medan oleh TRC-PB BPBD terkait banjir pada tanggal 15 September 2018 menyatakan, bahwa sepanjang Jalan Starban, Karya Kasih, Karya Dharma, Lingkungan IV-V, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter menggenangi rumah warga. Akibat banjir tersebut, diperkirakan rumah yang terendam sebanyak 12 Kepala Keluarga.

Diutarakan dia, sampai sekarang banjir di Kota Medan masih menjadi momok yang tak kunjung selesai. Hal ini disebabkan karena Pemko Medan sangat lambat dalam penanganan banjir, lantaran perencanaan, pelaksanaan kontruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya yang ada tidak maksimal.

Menurut dia, Pemko Medan tidak memiliki konsep dalam penanganan banjir. Tak hanya itu, gagal dalam pengawasan dan pemberian izin AMDAL serta izin bangunan. Untuk itu, diminta wujudkan Kawasan Terbuka Hijau (RTH) sesuai luas RTH yang telah ditentukan dalam pemanfaatan ruang publik. “Kami meminta evaluasi segera kinerja dinas-dinas terkait dalam penanganan banjir dan tata ruang,” cetusnya.

Pengunjuk rasa lainnya, Hendra Manurung menyatakan, aksi yang dilakukan murni menyikapi persoalan banjir di Medan dan tak kunjung tuntas diatasi oleh Pemko. “Aksi ini bukan serta merta dilakukan secara mendadak, melainkan kita sudah memantau jauh hari sebelumnya.

Bahkan, pada 9 November yang lalu sempat diadakan dialog publik yang mengundang Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perkim-PR. Namun, dinas yang diundang tak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas,” paparnya.

Setelah satu jam lebih menyampaikan aspirasinya, Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdakot Medan Mussadad Nasution hendak menemui para pengunjuk rasa untuk memberikan tanggapan. Namun, massa tak memberi kesempatan berbicara dan menolak ditanggapi, selain wali kota.

Aksi massa pun kemudian berlanjut dan meminta wali kota yang menanggapi langsung. Hingga pukul 13.30 WIB, wali kota tak kunjung menanggapi aksi massa lantaran sedang berada di luar kantor. Massa yang sudah lama menunggu berjam-jam, kemudian merapat ke pintu gerbang dan mengoyang-goyangkannya. Mereka meminta polisi memfasilitasi untuk mendatangkan wali kota.

Akan tetapi, wali kota tak juga hadir. Malahan, yang hadir Sekretaris PU Medan. Massa lagi-lagi menolak dan tak mau menerima tanggapan. Merasa kesal tak kunjung diterima wali kota, massa akhirnya membubarkan diri dengan sendirinya. Namun, massa mengancam kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar lagi.

Akibat aksi tersebut, membuat Jalan Kapten Maulana Lubis sempat macet total. Sebab, massa memakan separuh badan jalan sehingga kendaraan yang ingin melintas harus mengantri satu persatu. (ris/ila)

Bentrok OKP di Pancurbatu, IPK Minta Polisi Tangkap Provokator

.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca bentrokan berdarah antara sekelompok pemuda berpakaian Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Pancurbatu, Deliserdang, DPD IPK Kota Medan membantah tudingan yang menyebut bentrokan dimulai oleh kader IPK.

“Kita mau meluruskan tudingan itu. Yang terjadi adalah kader IPK yang dipimpin Yustin Surbakti sebenarnya sedang mengumpulkan massa (kader IPK) di Pancurbatu,” ujar Sekretaris IPK Medan Brando Z Simanjuntak mewakili Ketua IPK Kota Medan, Tomas Purba.

“Kemudian rencananya setelah massa berkumpul, mereka langsung bergerak ke acara pelantikan pimpinan ranting IPK di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Tapi, tiba-tiba malah terjadi penyerangan itu,” sambungnya didampingi LBH IPK Kota Medan, Romi Tampubolon dan Putra J Limbong. Brando sangat mengecam dan mengutuk kejadian penyerangan di Pancurbatu. Sebab, telah melukai kader mereka Yustin Surbakti alias Pio.

“Kami sangat mengecam penyerangan itu. Apa sebenarnya motif di balik penyerangan itu. Apa memang sengaja ditimbulkan agar terjadi perpecahan. Kami (IPK) tidak mau seperti itu. Untuk itu, kami minta kepada Pak Kapolrestabes mendukung hal itu dengan memproses laporan kita,” ujar Brando.

LBH IPK Kota Medan Romi Tampubolon dan Putra J Limbong menegaskan, kader IPK akan melakukan aksi damai jika laporan mereka ke Polrestabes Medan tidak diproses.

“Harapan kita kepada kepolisian agar menangkap pelakunya secepatnya. Jangan tebang pilih. Segera proses laporan kita. Karena kita tidak mau kejadian ini semakin meluas dan menambah korban,” katanya dalam konfrensi pers di Kantor DPD IPK Kota Medan, Jalan Burjamhal B-31, Medan Petisah, Selasa (13/11).

“Kita sepakat dengan Pak Kapolda. Sumut kondusif dalam pesta demokrasi dan Pilpres 2019. Kita berharap agar Pak Kapolda mengintruksikan Pak Kapolres segera menangkap pelaku penyerangan yang masih berkeliaran,” sambungnya.

Romi juga sangat menyesalkan tindakan Polsek Pancurbatu. Sebab, pengaduan warga atas teror yang kerap terjadi tidak ditindaklanjuti.

“Ada apa dengan Polsek Pancurbatu? Untuk itu kami sangat berharap kepada Kapolrestabes supaya memberikan atensi khusus kepada Kapolsek Pancurbatu, agar tercipta kenyamanan dan memberikan situasi yang kondusif bagi masyarakat Pancurbatu dan sekitarnya,” harapnya.

Terpisah, Ketua DPD IPK Kota Medan, Tomas Purba meminta kepada Satgas, Satma, Satpel, LBH IPK Kota Medan serta LBH IPK Provinsi Sumut agar bersama-sama mengawal kasus ini.

“Mari kita mengawal kasus ini sampai benar-benar selesai dan para pelaku ditangkap dan diadili,” kata Tomas.

Sebelumnya, akibat bentrok tersebut 5 orang menderita luka bacok dari kedua belah pihak, Sabtu (10/11). Diantaranya, Yustin Surbakti alias Pio Surbakti, Jonatan Bangun, Trendi, Imanuel Gurusinga dan Yusuf.(man/ala)

5 Tips Bisnis Travel yang Wajib Anda Jalankan Kalau Ingin Sukses

Ilustrasi Travel
Ilustrasi Travel

Metadeskripsi: Menjalankan bisnis travel tak bisa dilakukan secara sembarangan. Kalau ingin sukses, Anda wajib mengikuti 5 tips penting ini!

Menjalankan bisnis travel merupakan jenis usaha dengan potensi yang begitu besar. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka perjalanan wisata di Indonesia, baik wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Perlu diketahui, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2017 mencapai angka lebih dari 9 juta. Sementara itu, jumlah wisatawan domestik jauh lebih tinggi, lebih dari 265 juta kunjungan.

Menariknya lagi, tren kunjungan wisatawan di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Apalagi, seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak tempat wisata baru yang menawarkan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan. Di sisi lain, tempat wisata yang sudah ada juga terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Sebagai tambahan, pembangunan infrastruktur di berbagai tempat di Indonesia, semakin menguntungkan para pelaku bisnis travel.

Namun, kesuksesan dalam menjalankan bisnis travel tidak datang secara tiba-tiba. Meski memiliki potensi yang besar, tingkat persaingan di pasaran juga sangat tinggi. Agar bisa menjalankan usaha travel dengan sukses, Anda wajib mengikuti tips berikut:

1. Perencanaan bisnis yang matang

Dalam setiap bisnis, termasuk bisnis travel, Anda harus memiliki business plan atau perencanaan bisnis yang jelas. Perencanaan bisnis itu mencakup beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Uraian bisnis, yang di dalamnya terdapat penjelasan mengenai visi, misi, kepemilikan usaha serta tujuan pembentukan bisnis travel.
  • Niche bisnis, artinya usaha dalam sektor travel yang Anda jalankan harus memiliki segmen konsumen yang jelas. Anda harus tahu karakter konsumen seperti apa yang cocok dengan bisnis yang dijalankan.
  • Perencanaan keuangan, yang menjadi landasan dalam mengatur anggaran keuangan bisnis travel. Anda harus melakukan pencatatan yang jelas mengenai pemasukan, pengeluaran, kerugian, ataupun keuntungan yang didapatkan perusahaan.
  • Strategi penjualan juga menjadi hal yang harus ada dalam business plan. Pastikan Anda memiliki beberapa strategi yang bakal dilakukan untuk memasarkan produk, seperti sarana marketing menggunakan email, iklan berbayar, media sosial, ataupun pemasaran dengan menggunakan website.

2. Memiliki kemampuan mengorganisasi yang baik

Seorang pebisnis di bidang travel yang sukses, punya kemampuan dalam mengorganisasi tugas serta bawahan dengan baik. Apalagi, menjadi pebisnis travel, Anda bakal disibukkan dengan berbagai hal yang kemungkinan besar harus dilakukan sendiri. Beberapa tugas tersebut di antaranya adalah, melakukan pemesanan tiket pesawat, memproses pembayaran, memesan akomodasi, mengirim tiket, ataupun melayani konsultasi kepada klien.

Untuk memudahkan Anda dalam menjalankan semua tugas-tugas tersebut, layanan Mokapos wajib Anda gunakan. Aplikasi ini bukan sekadar membantu dalam mengirim struk lewat email atau SMS. Di waktu yang sama, Mokapos juga membantu Anda dalam mencatat laporan, invetarisasi barang, pembayaran, dan sebagainya.

3. Mampu melayani konsumen dengan baik

Seorang pebisnis sukses, punya kemampuan yang baik dalam menghadapi klien. Perlu diketahui, hubungan dengan klien tak sebatas ketika Anda memesan tiket perjalanan. Anda juga perlu menjaga relasi baik sebelum perjalanan, saat di perjalanan, ataupun ketika perjalanan telah berakhir.

4. Punya spesialisasi

Menjalankan bisnis travel yang melayani beragam jenis aktivitas perjalanan memang menjanjikan segmen pasar luas. Namun, Anda bakal dihadapkan pada persaingan yang sangat keras. Di waktu yang sama, usaha Anda juga bakal tidak terlihat memiliki keunggulan di mata klien. Oleh karena itu, ketika menjalankan usaha travel, pastikan agar bisnis tersebut punya spesialisasi tersendiri.

Menjalankan bisnis travel dengan spesialisasi juga membuat Anda bisa lebih fokus dalam menerapkan strategi pemasaran. Hasilnya, perusahaan bisa berkembang lebih cepat dibandingkan ketika mengambil segmen pasar yang umum. Sebagai contoh, Anda memilih untuk secara khusus menawarkan paket perjalanan untuk pasangan suami istri yang ingin liburan romantis, baik dalam rangka bulan madu atau ulang tahun perkawinan.

5. Selalu belajar dan bepergian

Hal yang tidak kalah pentingnya, Anda juga harus menghabiskan banyak waktu untuk bepergian dan belajar hal baru. Lewat hal baru yang dipelajari atau perjalanan yang dilakukan, Anda bisa memperoleh ide dalam menawarkan konsep liburan baru kepada klien.

Dengan 5 tips tersebut, kesuksesan dalam menjalankan bisnis travel berada tak jauh dari pandangan mata. Semoga bermanfaat, ya.

Tanggal Merah 2019: Libur Nasional 16 Hari, Cuti Bersama 4 Hari

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada 20 hari libur yang terdapat pada tahun 2019. Hal ini sudah ditetapkan pemerintah melalui kesepakatan tiga menteri yakni Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menaker Hanif Dhakiri, dan Menteri PANRB Syafruddin, di Jakarta, 2 November 2018.

Dalam Keputusan Bersama itu disebutkan, jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2019 yaitu sebanyak 20 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 4 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah dan Hari Raya Natal. Cuti Bersama Idul Fitri 1440 Hijriah ditetapkan pada 3, 4, dan 7 Juni (Senin, Selasa, dan Jumat). Sedangkan Cuti Bersama Natal pada 24 Desember (Selasa).

Selengkapnya rincian Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019 adalah sebagai berikut:

Libur Nasional

– 1 Januari (Selasa): Tahun baru 2019

– 5 Februari (Selasa): Tahun baru Imlek 2570 Kongzili

– 7 Maret (Kamis): Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941

– 3 April (Rabu): Isra’ Mi’raj

– 19 April (Jumat): Wafat Isa Al Masih

– 1 Mei (Rabu): Hari buruh internasional

– 19 Mei (Minggu): Hari raya Waisak 2563

– 30 Mei (Kamis): Kenaikan Isa Al Masih

– 1 Juni (Sabtu): Hari lahir Pancasila

– 5-6 Juni (Rabu-Kamis): Hari raya Idul Fitri 1440 H

– 11 Agustus (Minggu): Hari raya Idul Adha 1440 H

– 17 Agustus (Sabtu): Hari kemerdekaan RI

– 1 September (Minggu): Tahun baru Islam  1441 H

– 9 November (Sabtu): Maulid Nabi Muhammad SAW

– 25 Desember (Rabu): Hari raya Natal Cuti Bersama

– 3, 4 dan 7 Juni (Senin, Selasa, Jumat): Hari raya Idul Fitri 1440 H

– 24 Desember (Selasa): Hari raya Natal (kps)

Survei: Pangeran Harry Paling Tenar di Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).
Pangeran Harry dan Meghan Markle meninggalkan Kapel St George di Kastil Windsor setelah pemberkatan pernikahan di Windsor, Inggris, Sabtu (19/5/2018).

LONDON, SUMUTPOS.CO – Pangeran Harry menjadi anggota kerajaan paling tenar di kalangan warga Inggris. Demikian hasil survei polling terbaru yang dirilis oleh YouGov.

Melansir Daily Mail, Selasa (13/11/2018), The Duke of Sussex mengalahkan neneknya, Ratu Elizabeth II, dengan berada di posisi teratas dalam hal popularitas. Sekitar 77 persen warga Inggris memberikan opini positif terhadap suami Meghan Markle itu. Dalam survei tersebut, Ratu Elizabeth II menduduki urutan kedua dengan raihan 74 persen, dan Pangeran William berada di posisi ketiga dengan selisih tipis.

Banyak penggemar yang menggambarkan Pangeran Harry sebagai sosok yang dikagumi, menyenangkan, humoris, pecinta kebahagiaan, dan sikapnya tidak dibuat-buat. Metro melaporkan, hanya 7 persen responden yang memberikan opini negatif padanya. Sementara itu, sebanyak 13 persen responden membagikan pendapat yang netral. Popularitas Pangeran Harry menyebar di kalangan orang tua dan generasi muda.

Sementara itu, raja masa depan Inggris, Pangeran Charles berada di urutan ke-7 dalam survei YouGov. Ketenaran Prince of Wales bahkan berada di belakang menantu dan ayahnya. Duchess of Cambridge Kate Middleton di urutan keempat dengan ulasan positif sebanyak 64 persen, disusul suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip.

Popularitas Meghan Markle berada di urutan keenam, tepat di atas Pangeran Charles. Perempuan berusia 37 tahun itu dianggap sangat atraktif, cantik, percaya diri, setia, dan menghibur.

Sebagai informasi, Lembaga Peringkat YouGov mengukur popularitas dan ketenaran orang serta produk berdasarkan jutaan tanggapan dari publik Inggris. Lembaga tersebut juga menghasilkan survei untuk mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan warga Inggris. Survei kali ini melibatkan sekitar 3.700 wawancara yang digelar pada 15 Mei 2018 hingga 31 Oktober 2018. (kps)

Tim Gabungan Segel Pool Paradep Taksi dan Simpati

Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11).
Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Pemko Medan menyegel terminal liar milik Paradep Taksi di Jalan Sisingamagaraja Medan, Selasa (13/11). Tindakan tegas yang dilakukan karena perusahaan angkutan ini tidak mengindahkan imbauan serta surat peringatan yang sudah tiga kali disampaikan guna menutup terminal tersebut.

Penyegelan yang dilakukan tim gabungan terdiri dari unsur Satpol PP, Dishub, unsur TNI dan Polri serta personil Kecamatan Medan Kota sempat ricuh. Pasalnya, ketika tim gabungan yang dipimpin Kasat Pol PP HM Sofyan bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Renward Parapat mendapat penolakan dari pemilik beserta sejumlah pekerjanya.

“Saya tidak mau ini (terminal liar) disegel. Sebab saya tinggal di sini dan juga memiliki usaha lain seperti usaha ekspedisi dan menjual makanan dan minuman. Jadi pintu ini merupakan satu-satunya akses keluar masuk. Apabila disegel, bagaimana kami nanti,” kata pria berpostur tinggi dan berdarah India dengan nada tinggi.

Sofyan tidak bergeming sedikitpun mendengar penjelasan pemilik Paradep Taksi. Mantan Camat Medan Area itu memerintahkan tim gabungan untuk segera menggembok pintu pagar terminal liar dengan menggunakan rantai besi serta diikuti pemasangan garis polisi.

Namun, ketika proses penyegelan terjadi pengusaha dibantu sejumlah karyawannya menmghalangi tim gabungan sehingga terjadi dorong-mendorong. Untuk mengatasi hal tersebut Sofyan meminta unsur TNI Polri untuk mengamankan, sehingga proses penyegelan dapat berlangsung dengan lancar.

Usai penyegelan Sofyan memerintahkan tim Satpol PP untuk mengangkut barang bukti berupa kursi dan meja pool ke dalam truk dan dibawa ke markas. Sofyan selanjutnya meminta kepada anggotanya untuk memarkir 1 unit truk Sat Pol PP di depan pool Paradep Taksi untuk menghalangi terminal tersebut beroperasi kembali.

Selanjutnya, tim kembali bergerak menuju pool Simpati yang juga memiliki indikasi melakukan pelanggaran serupa.

Pada penindakan di pool Simpati, tim gabungan tidak banyak mendapat perlawanan. Setelah melakukan tindakan persuasif, pengusaha angkutan umum Simpati bersedia dilakukan penyegelan dan berjanji tidak akan mengoperasikan terminal liarnya.

Usai penyegelan dua terminal liar tersebut, Kasat Pol PP mengaku  tim gabungan akan terus menindaktegas dan memroses sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika masih ada pengusaha angkutan masih nekat mengoperasikan terminal liar.

”Kali ini tim gabungan tidak akan bernegosiasi dan akan terus bertindak bagi pengusaha angkutan yang tidak patuh terhadap peraturan. Saya dan tim gabungan akan terus mengawasi hingga terminal liar benar-benar tertib,” tegas Sofyan. (rel)

Evakuasi Terhalang Lumpur & Hujan Deras

istimewa for sumut pos TINJAU: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu turun ke lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Minggu (11/11). Tujuh orang dalam satu keluarga tertimbun longsor.
istimewa for sumut pos
TINJAU: Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu turun ke lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Minggu (11/11). Tujuh orang dalam satu keluarga tertimbun longsor.

TELUK DALAM, SUMUTPOS.CO – Evakuasi terhadap enam korban longsor di Dusun Dua, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), dilanjutkan kemarin. Petugas gabungan terus berjibaku dengan lumpur dan hujan deras.

Cuaca buruk yang melanda kawasan pegunungan membuat petugas kesulitan Setelah bersusah payah, petugas berhasil mengevakuasi jenazah korban kedua atas nama Gustiayu Putri Hulu(5), yang ditemukan di aliran sungai.

“Saat ini pencarian dihentikan sementara karena hujan deras,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias, Tonggor Gultom, Senin (12/11).

Selain cuaca, tim gabungan yang melakukan proses evakuasi juga terkendala akses menuju ke lokasi. Di mana, lokasi kejadian sangat sulit dijangkau. Petugas harus menembus jalanan berlumpur sedalam sekitar 50 cm.

Kondisi ini juga yang membuat alat berat tidak bisa masuk. Apalagi jalan menuju ke sana bergelombang. ”Menuju desa itu kanan kirinya juga jurang. Kita masih mencari cara lain,” ungkapnya.

Karena alat berat tidak bisa masuk, petugas melakukan pencarian dengan menyisir kawasan longsor. Pembersihan material dilakukan dengan cara manual.  “Kita sangat hati-hati. Karena kita menghitung ada potensi longsor susulan. Apalagi saat hujan deras,” ujarnya.

Senada dengan Basarnas Nias, Ketua Regu SAR Nias, Antonius Salam, mengatakan tim SAR yang diterjunkan masih menggunakan alat manual, cangkol dan sekop. Cara itu dilakukan karena sulitnya alat berat memasuki wilayah terdampak yang sempit dan berlumpur.

“Hari ini tim Rescue SAR gabungan bekerja secara manual. Alat berat atau eskavator masih berada di Kecamatan Gomo, sekitar 8 kilometer dari lokasi bencana. Alat berat terhalang bebatuan, jalanan sempit dan berlumpur dengan kedalaman sekitar 50 centimeter,” tutur Antonius.

Ia mengatakan, tim Rescue SAR gabungan BASARNAS, TNI, POLRI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nisel dan Masyarakat, masih bekerja melakukan pencarian korban secara manual, di titik yang diperkirakan keberadaan korban.

Sebelumnya, tujuh orang dilaporkan tertimbun longsor yang terjadi Sabtu (10/11) sekira pukul 08.45 WIB. Hingga kemarin, baru dua yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban pertama atas nama Kristofen Hulu, ditemukan Minggu (11/11). Korban kedua atas nama Gustiayu Putri Hulu (5) ditemukan Senin (12/11) sore.

Ketujuh korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor yakni Setiamas Hulu (perempuan/30 tahun), Aristina Laia (P/33), Kristopen Hulu (laki-laki/4), Darman Hulu (L/7), Rei Jaya Hulu (L/3), Gustiayu Putri Hulu (P/5) dan Noverman Hulu (L/2).

Ribuan Peserta CASN Medan Gugur, Jeblok di Tes Karakter Pribadi

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mayoritas nilai peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018, jeblok pada tes karakteristik pribadi (TKP). Hal ini menjadi penyebab rendahnya tingkat kelulusan CPNS tahun ini. Di Medan, dari 4.486 peserta yang mengikuti SKD pada formasi CASN di Pemko Medan, yang lulus hanya 178 orang dan berhak mengikuti proses Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sementara 4.308 orang lainnya tidak lulus.

KEPALA Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Lahum Lubis, menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti tahap SKD sebanyak 4.896. Jumlah peserta tersebut merupakan yang lolos tahap seleksi administrasi. Namun dari jumlah 4.896 yang lolos administrasi ini, sebanyak 410 orang tidak hadir pada saat ujian.

Artinya, yang hadir ikut SKD hanya 4.486 peserta. “Dari 4.486 peserta yang ikut SKD, hanya 178 orang yang sesuai passing grade (pemeringkatan nilai). Selanjutnya, peserta yang lulus akan mengikuti tahap SKB,” ungkap Lahum, Senin (12/11).

Ia menyebutkan, jumlah peserta lolos ke tahap seleksi berikutnya sangat sedikit. Karena kuota CASN yang disediakan untuk Medan mencapai 247 formasi. “Proses penilaian yang dilakukan benar-benar tergantung dari hasil para peserta. Penilaian juga dilakukan oleh sistem terpusat, Pemko hanya sebatas fasilitator,” jelasnya.

Hingga saat ini, nama-nama 178 yang lolos belum diketahui. Pusat hanya memberitahu jumlah yang lulus. “Meski mereka lolos tahap SKD, belum bisa dipastikan apakah mereka lolos menjadi CASN. Sebab, mereka harus mengikuti SKB yang merupakan tahap akhir. Selanjutnya, dilakukan akumulasi nilai SKD dan SKB mereka. Lalu, setelah itu barulah diumumkan apakah lolos menjadi CASN atau tidak,” paparnya.

Melihat minimnya jumlah peserta yang lulus seleksi, dipastikan bakal ada formasi yang kosong di Pemko Medan”Tapi bisa saja penerimaan selanjutnya (tahun depan) dibuka lagi formasinya,” tukasnya.

Data dihimpun Sumut Pos, sebanyak 4.896 yang lulus seleksi administrasi, meliputi tenaga guru honorer dan guru bidang studi, analis hukum, analis keuangan, tenaga kesehatan dan lainnya.

Untuk kuota yang tersedia, terdiri dari formasi tenaga guru pengalaman dan non pengalaman untuk ditempatkan di sekolah lingkungan dinas pendidikan.

Setelah itu, formasi cumlaude untuk BKDPSDM, formasi khusus disabilitas untuk dinas tenaga kerja. Berikutnya, formasi umum tenaga guru bidang studi, tenaga kesehatan puskemas, tenaga teknis puskesmas dan sebagainya.

Ranperda ABPD Sumut 2019 Rp3,15 Triliun, Belanja Dinas Pendidikan Terbesar

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggaran belanja untuk Dinas Pendidikan Sumut tahun 2019, menjadi alokasi terbesar di antara anggaran belanja belasan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Yakni Rp3,15 triliun. Sangat besar dibandingkan dengan anggaran belanja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Pertanian), yang hanya Rp213,7 miliar.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019, pada rapat peripurna di gedung Dewan, Senin (12/11).

Gubernur menyebutkan, dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 triliun, belanja daerah pada 2019 mendatang diusulkan sebesar Rp15,4 triliun lebih. Angka ini, sebagian besar dialokasikan untuk belanja langsung pembangunan sebesar Rp4,9 triliun, dalam rangka pencapaian lima poin visi misi Sumut Bermartabat. Yakni belanja ketenagakerjaan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Belanja untuk ketenagakerjaan, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp82,7 miliar atau 1,68 persen.

Belanja untuk peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan sebesar Rp1,3 triliun lebih atau 27,91 persen.

Belanja untuk pembangunan infrastruktur yang baik dan lingkungan berwawasan dialokasikan Rp1,4 triliun lebih atau 28,64 persen.

Belanja untuk peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 miliar lebih atau 7,73 persen.

Terakhir belanja untuk peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata Rp365 miliar lebih atau 7,43 persen.

“Selanjutnya pembiayaan daerah pada APBD tahun 2019, terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp500 miliar. Dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp283 miliar lebih,” kata Gubernur kepada wartawan.

Nota keuangan ini sendiri menurutnya telah mempedomani KUA-PPAS yang telah disepakati berdasarkan Permendagri nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019. Dan mengacu kepada arah dan kebijakan sasran pokok RPJPD, program prioritas nasional, program strategis nasional, serta visi misi kepala daerah terpilih.

“Acara yang diselenggarakan ini merupakan suatu kegiatan konstitusional. Di mana APBD tersebut harus dibahas dan disetujui secara bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD,” sebut Gubernur.

Ringkasan Rancangan APBD 2019 yang dilampirkan Pemprovsu menunjukkan, jumlah belanja di Dinas Pendidikan merupakan yang terbesar dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Dari total Rp3,15 triliun, belanja tidak langsung dialokasikan Rp1,962 triliun. Dan belanja langsung Rp1,193 triliun.

Disusul Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Rp903,6 miliar. Dengan pembagian Rp819,9 miliar belanja langsung dan Rp83,6 miliar untuk belanja tidak langsung.

Selanjutnya Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang dengan total belanja Rp448,7 miliar, dengan alokasi belanja langsung sebesar Rp323,2 miliar. Dan belanja tidak langsung Rp125,5 miliar.

Untuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Pertanian), dialokasikan Rp213,7 miliar, dibagi Rp115,5 belanja langsung dan Rp98,1 miliar untuk belanja tidak langsung.

Rapat juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs H Musa Rajeksyah SH.MHum dan Sekretaris Daerah R. Sabrina. (bal)