Home Blog Page 5927

Lombok Mulai Pulih, Wisatawan Diharapkan Berkunjung

Menpar Arief Yahya berharap, Lombok dengan KEK Mandalika diproyeksikan sebagai destinasi halal, dengan pasar utama negara-negara Arab.
Menpar Arief Yahya berharap, Lombok dengan KEK Mandalika diproyeksikan sebagai destinasi halal, dengan pasar utama negara-negara Arab.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Para relawan dari lembaga kemanusiaan yang menangani bencana gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan, wilayah tersebut mulai aman. Para wisatawan tak usah ragu untuk berkunjung ke sana.

“Secara umum Lombok sudah aman dikunjungi. Karena Lombok ini daerah wisata dan unggulan Indonesia, jadi ke sana kalau mau berkunjung dan membantu, silakan. Sekarang sudah bisa datang ke lokasi-lokasi wisata,” ungkap Chief Marketing Officer Rumah
Zakat Irvan Nugraha, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Dengan banyaknya kunjungan masyarakat dan turis, para korban yang saat ini memasuki tahap recovery atau pemulihan, tentunya akan terbantu. Sebab, lokasi wisata tersebut merupakan sumber penghasilan mereka, mulai dari bisnis travel, hotel ataupun motel, membuka warung, dan menjual sovenir.

Sayangnya, sejak gempa bumi terjadi, tak jarang wisatawan yang mengurungkan rencana kunjungannya.

“Ya. Sebulan praktis, karena enggak ada pengunjung, enggak ada penghasilan. Dari kondisi itu, yuk, datang ke sana, berwisata lagi. Karena itu, bisa membantu perekonomian masyarakat di Lombok,” imbau Irvan.

Menurut Irvan, masyarakat tidak perlu lagi khawatir, karena para relawan siap sedia. Terutama dalam mengedukasi bagaimana menghadapi gempa yang sekarang sudah relatif jarang dan lebih kecil.

“Berbelanja dan bertransaksi akan mempercepat ekonomi di sana pulih kembali,” jelasnya.

Sementara Vice President Philanthropy Network Department Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rini Maryani menuturkan, tempat-tempat yang terkenal, seperti Gili Trawangan dan Sembalun masih bisa dinikmati keindahannya.

“Sembalun itu kan alamnya indah banget ya, jadi agak kontras nih, bukit-bukit dengan langit yang bagus, di bawahnya puing-puing. Jadi kontras tuh kalau kita ambil foto, bengong sendiri. Karena di bawahnya tenda-tenda gitu,” tuturnya pada kesempatan yang sama.

Ia berharap, para korban bisa mulai kembali membangun ekonomi demi kehidupan yang lebih baik ke depannya. Melalui kunjungan turis dan wisatawan, tentunya hal itu akan mempermudah mereka.

“Masyarakat sudah mulai bangun ekonomi dari tempat wisata lagi. Lombok Utara itu kan di bawah Rinjani ya, mereka (pengungsi) itu rata-rata jadi guide turis, jadi tour guide. Mereka sudah mulai. Mereka rata-rata profesinya itu,” pungkas Rini. (yes/jpc/saz)

Warga Desa Telagah Harapkan Infrastruktur Diperbaiki

bambang/sumut pos DISAMBUT: Ralin Sinulingga, Wakil Ketua DPRD Langkat, saat disambut warga Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.
bambang/sumut pos
DISAMBUT: Ralin Sinulingga, Wakil Ketua DPRD Langkat, saat disambut warga Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Ralin Sinulingga, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Langkat, mengunjungi Dusun Pelajaren, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Kehadiran Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Bahkan, Uis Gara yang merupakan simbol kehormatan, disematkan di bahu pria berkacamata ini.

Tidak hanya itu, perwakilan warga juga memberikan sekapur sirih sebagai tanda kehormatan (Pernanden Ndurdurken Kampil Kehamaten) dan langsung dimakan oleh dirinya.

Kedatangan Ralin Sinulingga yang di sambut meriah dan dihadiri sekitar 500 warga kali ini bukan dalam Kunjungan Kerja (Kunker), melainkan acara Reses DPRD Langkat Tahap II tahun 2018.

Banyaknya warga yang hadir, membuktikan bahwa hubungan kekeluargaan dan kedekatan hubungan emosional dengan konstituennya.

Salah seorang warga sekitar yang bernama Ngatasi Sembiring Gurky, mendapat kesempatan untuk memberikan kata sambutan. Dengan menitikkan airmata, pria paruh baya ini menyampaikan uneg-unegnya, yaitu perihal infrastruktur jalan yang masih rusak.

“Kami sangat berharap agar infrastruktur jalan menuju daerah kami bisa di perbaiki. Karena dengan dibangunnya jalan, maka perekonomian kami bisa meningkat,” pinta Manganti, seraya mengatakan infrastruktur tersebut berupa pengerasan dan Lenning Parit.

Tidak hanya itu, Sosok Ralin Sinulingga yang duduk di Gedung Dewan Langkat, juga membuat warga sekitar merasa bangga.

“Kami bangga memiliki Wakil yang terus berkarya untuk warganya, baik di bidang infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Administrasi Kependudukan,” sambung Manganti.

Warga menuturkan, semenjak Ralin Sinulingga menjadi Wakil Rakyat, sangat luar biasa manfaat yang mereka rasakan. Doa dan dukungan kepada Ralin Sinulingga agar dapat terus menjadi Wakil Rakyat, terus keluar dari ratusan hadirin. “Lanjutkan!! 2019 Tetap Ralin Sinulingga,” ujar seluruh warga.

Ditempat yang sama Ralin Sinulingga merasa tersanjung atas sambutan masyarakat. Dirinya berjanji akan terus memperjuangkan hak warga.

“Di tahun ini, untuk infrastruktur jalan sudah saya masukkan di RAPBD 2018, yaitu sepanjang 4 x 2000 meter, dan tahun lalu 1000 meter.

Namun, panjang jalan yang mencapai 8 Kilometer, belum maksimal manfaat yang dirasakan oleh Warga,” tutup Ralin, sembari berjanji akan terus memperjuangkan hak warga. (bam/han)

Banyak Kades Tak Mampu Kelola Dana Desa

ADITIA LAOLI/SUMUT POS Koordinator Tim Satgas dana desa, Mohammad Faturrahman.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
Koordinator Tim Satgas dana desa, Mohammad Faturrahman.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Kementerian Desa dan Daerah tertinggal menurunkan Satgas Dana Desa ke Kabupaten Nias Utara. Selama dua hari bertugas, Kamis (20/9) dan Jumat (21/9), ditemukan banyak Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya belum memahami tugas dan fungsinya.

Hal itu diungkapkan Koordinator Tim Satgas Dana Desa, Mohammad Faturrahman kepada wartawan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Nias Utara, Jalan Gunungsitoli-Lahewa Km 37, Lotu, bahwa kedatangan mereka untuk melakukan monitoring serta evaluasi pelaksanaan Dana Desa di wilayah itu.

“Sesuai dengan tugas kami, melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan dana desa di Kabupaten Nias Utara ini. Kegiatan semacam ini untuk memonitoring secara acak atau random di berbagai daerah”,tuturnya, Jumat (21/9).

Diakui Faturahman, keterlambatan penyampaian SPJ Dana Desa di Nias Utara selama ini, dipicu oleh lemahnya SDM perangkat desa. Sehingga merekomendasikan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Nias Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM-PD) dan Inspektorat, untuk meningkatkan pemberdayaan aparat desa.

“Beberapa desa yang sudah kita kunjungi, ternyata dalam mengelolah Dana Desa ini banyak ditemukan kepala desanya dan perangkat desa belum memahami tugas dan fungsinya, bahkan ditemukan bendaharanya saja tidak mengerti pembukuan”,ungkapnya.

Terkait penyalahgunaan Dana Desa, Faturahman menyampaikan atensi serius untuk mengawal setiap laporan masyarakat yang mereka terima termasuk yang telah dilaporkan ke penegak hukum.

“Setiap laporan masyarakat yang kita terima akan ditindaklanjuti, syaratnya mesti dengan pulbaket yang lengkap. Sebagian ada yang sudah dilimpahkan kepada penegak hukum, dan akan terus kita kawal”,tegasnya.

Ditempat yang sama, koordinator Provinsi (Korprov) Dana Desa wilayah Sumatera Utara, Afdi Marwan yang turut mendampingi Tim satgas, membantah paradigma bahwa Petugas Pendamping dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang selama ini dikenal dengan istilah PD (Pendamping Desa) dan PLD (Pendamping Lokal Desa) bertugas mengawasi pelaksanaan dana desa, tidak berfungsi.

“Namanya kan pendamping, petugas kita, mendampingi dari sisi regulasi. Jadi, apabila sewaktu-waktu ada perubahan aturan, maka akan disosialisasikan di desa dampingan. Sedangkan yang mengawasi pelaksanaan Dana Desa adalah masyarakat desa itu sendiri”,katanya. (mag-5/han)

Tetap Tolak Ikut Tes PPPK, Honorer K2 Daerah Siap Bergerak ke Istana

jawa pos AKSI: Sejumlah tenaga honorer K2 melakukan aksi demonstrasi, belum lama ini.
jawa pos
AKSI: Sejumlah tenaga honorer K2 melakukan aksi demonstrasi, belum lama ini.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Aksi unjuk rasa honorer K2 menolak rekrutmen CPNS 2018, dan solusi ikut tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), bakal terus bergulir. Puncaknya, aksi honorer K2 dalam skala besar akan dilakukan di depan Istana Negara, Jakarta.

“Akan ada aksi besar-besaran nanti. Kawan-kawan di daerah sudah siap. Saya tinggal pencet tombol hijau, langsung bergerak ke Jakarta semuanya,” ungkap Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN (Grup Sumut Pos), Senin (24/9).

Titi mengimbau seluruh honorer K2 dari Sabang sampai Merauke, untuk merapatkan barisan. Tunjukkan honorer K2 itu ada dan nyata. Perjuangkan hak honorer K2 untuk diangkat menjadi PNS, bukan PPPK.

Koordinator Daerah FHK2I DKI Jakarta, Nurbaiti menambahkan, aksi nanti lebih besar dan akan dilakukan di Jakarta. Honorer K2 Jakarta akan siap berada di garda terdepan. “Jihad akbar kembali kami lakukan. Sekarang, atau tidak sama sekali,” serunya.

Titi kembali menegaskan, seluruh honorer K2 harus siap. Maju terus, pantang mundur, dan sebarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia atas ketidakadilan ini. Biar mereka tahu, honorer K2 yang selama ini membantu pemerintah diperlakukan tidak adil di negeri sendiri.

Ia yakin akan ada jutaan empati dari masyarakat umum yang ikut merasakan penderitaan honorer K2 selama ini.

“Pasang spanduk, banner ataupun pamflet untuk save honorer K2 dari sekarang, dan terus proaktif di sosmed atas ketidakadilan ini. Ayo bergeraklah semua honorer K2. Bangun dan singsingkan lengan baju, lawan ketidakadilan ini,” seru Titi, seraya menegaskan, aksi kali ini akan menjadi kejutan besar bagi pemerintah.

Sementara Korda FHK2I Sulawesi Barat, Padli Fadel mengatakan, bila penentu kebijakan yang ada di negeri ini tergetar melihat penindasan dan ketidakadilan, maka mereka menjadi kawan honorer. Jika para pejabat tidak tergetar sedikitpun, maka hatinya terbuat dari batu, dan harus dilawan.

Sementara itu, Komisi X DPR RI akan berupaya, agar pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS bisa diwujudkan lewat revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Pasalnya, solusi yang ditawarkan pemerintah dalam bentuk 3 skema bagi honorer K2, terutama yang berusia di atas 35 tahun untuk menjadi PPPK, masih mendapat penolakan.

“Harus ada regulasinya. Pemerintah itu sebenarnya perhitungannya bukan regulasi. Regulasi kan masih bisa diubah. Kalau dibilang nanti menyalahi UU, ya tinggal direvisi,” jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/9).

Apalagi, lanjut politikus PKS ini, untuk guru honorer K2, ia sudah berdiskusi panjang dengan user, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Bahkan Kemendikbud sudah mengusulkan poin revisi terbatas pada UU ASN. Revisi akan menyebutkan, honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS.

“Mendikbud sudah mengusulkan juga, bisa saja kan ditambahkan pengalaman kerja, pengalaman mengajar, sehingga mereka (honorer K2) punya poin. Kalau tidak, hanya umur 35 tahun, ya akhirnya enggak mengakomodasi mereka,” kata Fikri.

Di antara poin revisi terbatas yang bisa dilakukan adalah memasukkan frasa baru yang bisa mengakomodir honorer K2. Sehingga, ada payung hukum ketika pemerintah mengangkat para honorer K2.

“Misalnya soal usia, umpama bunyinya 35 tahun dan atau, ditambahkan kalimat atau berpengalaman sekian tahun, dengan SK dari kepala daerah. Atau bisa saja frasa lain untuk mengakomodasi honorer K2 itu,” pungkas Fikri. (esy/fat/jpnn/saz)

Siapkan Dana Rp1 Triliun, Pemerintah Bakal Bangun BLK di 1.000 Pesantren

istimewa/sumut pos ISTIRAHAT: Sejumlah santri di Pesantren Ar Raudhatul Hasanah Medan bermain saat waktu istirahat, belum lama ini.
istimewa/sumut pos
ISTIRAHAT: Sejumlah santri di Pesantren Ar Raudhatul Hasanah Medan bermain saat waktu istirahat, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah menciptakan banyak tenaga terampil yang bisa diserap dunia kerja atau membuka lapangan usaha. Langkahnya dengan membuka balai latihan kerja (BLK). Kali ini program pembukaan BLK lebih diarahkan ke pondok pesantren.

Untuk mendukung program pembukaan BLK di pesantren ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp1 triliun. Anggaran sebanyak itu diharapkan dapat membuka 1.000 BLK di seluruh Indonesia.

“Presiden sudah setuju dan akan dimulai pada 2019,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Senin (24/9).

Hanif menjelaskan, setiap pesantren nanti bisa mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan dana pembangunan BLK komunitas. Syaratnya, ada lahan kosong yang cukup luas untuk membangun gedung BLK.

“Nanti kami survei lokasinya. Karena BLK ini membutuhkan lahan yang cukup luas, memang perlu kami lakukan survei lebih dulu,” jelasnya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berharap, BLK komunitas bisa membantu pemerintah mempercepat masifikasi peningkatan kompetensi masyarakat. Termasuk mereka yang memilih pendidikan di pondok pesantren.

Dengan begitu, kesenjangan antara kebutuhan di pasar kerja dan kompetensi alumni pesantren bisa semakin dikikis, sehingga masa depan peran alumni pesantren semakin kuat. Terlebih dalam mengentaskan problem kemiskinan.

Pada Agustus 2018 lalu, Kemenaker menandatangani perjanjian kerja sama penerima bantuan pembangunan BLK berbasis komunitas. Hanif menyatakan, bantuan pembangunan BLK komunitas tersebut merupakan program rintisan di Kemenaker sejak 2017.

Tahun lalu, Kemenaker membangun 50 BLK komunitas. Pada tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 75 lembaga yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut akan dinaikkan menjadi 1.000 titik pada 2019.

Rencana awalnya dibangun 2.000 BLK. Namun, karena anggaran terbatas, diputuskan untuk membangun 1.000 BLK lebih dulu.

“BLK komunitas ini sangat penting. Dari sini kami ingin kaum santri semakin berperan,” kata Hanif.

Konsep bantuan BLK komunitas itu, nanti berbentuk hibah. Karena hibah, nanti bantuan dikelola sendiri oleh pesantren. Kemenaker akan melakukan pendampingan, serta membantu program, kurikulum, dan instruktur. Setelah 2 tahun, program akan dilepas dan diserahkan kepada pengelola.

“Yang penting, pembangunan BLK dijalankan sebaik-baiknya sesuai ketentuan,” pungkas Hanif. (tau/c5/fim/jpc/saz)

IDI Khawatir JKN Jadi Program Gagal

jawa pos KIS: Pejabat pemerintahan dan unsur BPJS Kesehatan saat memperlihatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), beberapa waktu lalu.
jawa pos
KIS: Pejabat pemerintahan dan unsur BPJS Kesehatan saat memperlihatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), beberapa waktu lalu.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dipimpin langsung oleh ketuanya Ilham Oetama Marsis, bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Seni (24/9).

Selain menyampaikan undangan Muktamar ke-30 IDI di Samarinda, Ilham juga bicara soal revisi UU Kedokteran, hingga masalah defisit BPJS Kesehatan, dan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

IDI pada kesempatan itu, mendorong agar pemerintah mencari penyelesaian jangka panjang terkait defisit yang dialami BPJS Kesehatan, dengan memanfaatkan era digital melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Sebab, lanjut Ilham, Perpres Nomor 82/2018, tentang Jaminan Kesehatan, sebagai instrumen menutup defisit tersebut, hanya bersifat sementara. Namun yang diperlukan ke depan adalah penyelesaian secara tetap.

“Kalau melihat dengan masuk ke era digital, semua masalah bisa dianalisa dalam waktu singkat. Kemudian jalan keluar juga dalam waktu yang singkat, tidak akan terjadi masalah yang diributkan sekarang ini, tentang masalah defisit BPJS Kesehatan,” jelas Ilham, usai bertemu Jokowi.

Usulan IDI ini, menurut Ilham, disetujui oleh Jokowi, dan berharap ada sinkronisasi melalui kerja sama yang erat antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan IDI. “Tentu masalah ini akan cepat diselesaikan secara komprehensif, bukan bersifat sementara seperti yang kita ketahui,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Pengurus IDI juga menyampaikan kekhawatiran kepada Jokowi, soal program JKN yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan.

“Melihat pola operasional sekarang ini, dengan defisit yang besar, kami mengkhawatirkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau JKN, akan mengalami suatu kegagalan,” kata Ilham.

Itu sebabnya IDI menyampaikan jalan keluar dari persoalan tersebut, agar JKN berjalan sukses sesuai yang diharapkan. Harapannya, dengan program KIS yang baik, bukan hanya masyarakat yang tertolong, tapi para dokter juga ikut tersenyum.

Di antara solusi jangka pendek yang disampaikan IDI, satu di antaranya melalui pemanfaatan cukai rokok 2017, yang telah diatur pemerintah melalui Perpres 82/2018, tentang Jaminan Kesehatan.

“Itu ide awal yang kami sampaikan. Kedua, bagaimana menyesuaikan iuran dari JKN, terutama pada yang namanya peserta non-PBI. Kalau istilah saya adalah penyesuaian iuran,” beber Ilham. (fat/jpnn/saz)

Target SHM BPN Sumut Capai 98 Persen

ist POTONG TUMPENG: Gubsu Edy Ramayadi memotong tumpeng saat menghadiri HUT ke-58 Agraria dan Tata Ruang Nasional di Gedung Serba Guna, Senin (24/9).
ist
POTONG TUMPENG: Gubsu Edy Ramayadi memotong tumpeng saat menghadiri HUT ke-58 Agraria dan Tata Ruang Nasional di Gedung Serba Guna, Senin (24/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Masyarakat diharapkan tidak gundah ataupun risau soal sengkarut kepemilikan tanah, terlebih bagi yang sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM) atas lahannya. Tetapi sebaliknya, bagi masyarakat yang ‘menduduki’ lahan atau pun tanah yang sampai kini tidak memiliki alas hak tentu akan berurusan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kepada masyarakat yang tidak memiliki (alas hak), terus dia berpura-pura memiliki tetapi tidak memiliki, nanti akan ketemu dengan kepala BPN Sumut. Karena semua data pertanahan khususnya di Sumatera Utara ada pada beliau,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Agraria dan Tata Ruang Nasional di halaman Gedung Serba Guna, di Jalan Pancing Medan, Senin (24/9).

Didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Sumut Bambang Priono, Gubsu sekali lagi menegaskan bahwa masyarakat Sumut yang memiliki alas hak atas lahan, harus mampu menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, dan nantinya akan diidentifikasi oleh petugas BPN jika ditemukan tumpang tindih sertifikat.

Dalam upacara dan bertindak sebagai Irup, Edy yang membacakan pidato Menteri ATR/BPN, Sofyan A Djalil menyampaikan, pada 2025 diharapkan seluruh tanah sudah terdaftar melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sejalan dengan Kementerian ATR/BPN.

“Seremonial kegiatan ini adalah doa dan agraria ini sangat penting sekali. Apalagi di Sumut merupakan pekerjaan yang begitu besar. Kehadiran kearifan dan kebijakan Presiden Jokowi, sangat begitu besar untuk diperlukan ke depan. Untuk Sumatera Utara, permasalahan tanah harus selesai semuanya,” ujarnya.

Guna meningkatkan kualitas rencana tata ruang di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah meluncurkan Sistem Informasi Geografis Tata Ruang (Gistaru) yang memungkinkan setiap orang dapat mengakses rencana tata ruang yang berlaku secara nasional, maupun yang berlaku di setiap daerah.

“Dengan terbukanya akses terhadap dokumen rencana tata ruang diharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat dan selanjutnya masyarakat berperan aktif dalam proses penyusunan rencana tata ruang dan pengawasan implementasinya,” ujarnya.

Masih membacakan sambutan menteri, Edy menyebut pembangunan infrastruktur adalah prasyarat untuk peningkatan produktivitas dan daya saing nasional, serta berkembangnya investasi. Salah satu kegiatan penting terkait dengan pembangunan infrastruktur tersebut adalah pelaksanaan pengadaan tanah.

“Undang-undang dan peraturan yang ada telah memungkinkan pengadaan tanah yang cepat dan pasti, oleh karena itu dukungan pemerintah provinsi/kabupaten/kota dan instansi lainnya menentukan suksesnya pengadaan tanah dimaksud,” jelasnya.

Selain itu, acara yang bertema ‘Tanah dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran’ juga menjadi momentum untuk mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan asset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat, melalui Program Reforma Agraria yang dicanangkan pemerintah.

Berkenaan dengan permasalahan dan sengketa pertanahan yang dihadapi perlu penanganan dan penyelesaian secara komprehensif, karena banyak kasus sengketa maupun perkara pertanahan sudah banyak yang berlarut-larut dan menyita waktu. “Harapannya tentu dengan terdaftarnya seluruh bidang tanah melalui PTSL dapat mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari,” ujarnya.

Bambang Priono menyatakan, permasalahan konflik tanah terparah adalah tanah yang diduduki masyarakat di atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II maupun yang aktif. “Inilah yang selalu didemo dan diributi, tapi cuma ribut saja tanpa ada solusi penyelesaiannya. Dengan Pak Gubernur Edy Rahmayadi luar biasa dukungannya dalam rangka menyelesaikan masalah itu,” katanya.

“Tadi sudah kita dengar yang disampaikan beliau. Nanti kami identifikasi dulu permasalahannya. Apakah benar mereka menggarap di situ dan apa dasarnya. Kalau dia menggarap sejak tahun 2000, ya silakan saja. Sampai sekarang harus dipertahankan terus sepanjang di atas tanah eks HGU,” imbuh Bambang.

Bagi masyarakat yang menguasai tanah masih berstatus HGU aktif, imbuhnya, akan berhadapan dengan negara. “Pada zaman dulu kita memperebutkan republik ini, harta, nyawa dan darah kita sumbangkan. Lah, sekarang ini punya negara jangan dikangkangi dan dirampaslah. Negara ngerti kok. Tujuannya kan mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Seperti diketahui ada sekitar 5.873 hektar lahan eks HGU PTPN II di Sumut. Lahan tersebut tersebar di beberapa daerah, antara lain Binjai, Deliserdang dan Medan. Apalagi mayoritas lahan eks HGU dikuasai oleh masyarakat maupun mafia tanah. Lahan eks HGU sering menimbulkan konflik antara masyarakat dan pengembang yang ingin mengambil alih lahan. Sesama masyarakat juga tidak jarang berkonflik karena masalah tanah.

Dikatakan Bambang, dengan sejengkal tanah yang dimiliki itu berarti sudah menunjukkan sebagai warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menargetkan Kementerian ATR/BPN agar seluruh masyarakat mendaftarkan tanahnya melalui PTSL pada tahun 2025. “Alhamdulillah, tahun lalu (target) kami 5 juta bidang terealisasi hampir seluruhnya. Tahun ini kami sudah menyelesaikannya hampir 98 persen,” ujarnya.

Dari 234.000 bidang tanah dengan dana sebesar Rp 500 miliar yang ditargetkan untuk Sumut, atas kerja 25 kantor BPN di kabupaten/kota, provinsi ini menjadi kedua terbaik dalam penyelenggaraan PTSL. “Kinerjanya sekarang peringkat kedua se Indonesia. Kalau zaman dulu, boro-boro sepuluh besar, ya, peringkat kedua tapi dari bawah. Tapi sekarang kami merubah mindset. Infrastrukturnya kita ubah, sistemnya juga dan manusianya kami kuatkan dengan melakukan pengawasan dan evaluasi,” sebutnya. (prn)

KLHK Perkuat Konservasi Orangutan di PLTA Batangtoru

Foto: SOCP For JawaPos.com ORANGUTAN: Bayi Orangutan Tapanuli kembar digendong induknya saat ditemukan pada 20 Mei 2018.
Foto: SOCP For JawaPos.com
ORANGUTAN: Bayi Orangutan Tapanuli kembar digendong induknya saat ditemukan pada 20 Mei 2018.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta PT North Sumatera Hydro Energi (NSHE) terus memperkuat konservasi habitat orangutan dan satwa liar lainnya. Hal ini karena keberadaan orangutan menjadi perhatian utama KLHK.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/9). “Kami sudah mengirimkan surat. Nantinya hasilnya akan menjadi pedoman sejak pembangunan, hingga beroperasi,” kata Wiratno.

Demikian pentingnya masalah itu, sehingga saat ini KLHK menempatkan satu tim yang terus memantau aktivitas orangutan di sana.”Orangutan di sana itu lucu. Dia mempunyai tradisi bisa tinggal di dekat kebun-kebun masyarakat. Apalagi musim buah. Kalau buahnya habis, dia pergi ke daerah yang lebih tinggi lagi. Menariknya, masyarakat di sana tidak menganggu orangutan,” kata Wiratno.

Tim monitoring itu difungsikan selama sebulan ini. Setiap hari mereka melakukan monitoring di Batangtoru dan melapor langsung kepada Dirjen.

Hal seperti ini juga yang diharapkan untuk dilakukan oleh NSHE. Membentuk tim pemantau orangutan yang bisa merespons secara cepat. Dengan demikian jika ada masalah orangutan, bisa langsung terdeteksi. Ada laporan harian yang bisa menjadi pedoman. Wiratno menyatakan, hal itu menjadi poin penting dalam revisi Amdal nanti.

Pembangunan PLTA di Batangtoru ini, diharapkan bisa menjadi contoh penting untuk pembuktian bahwa kelestarian bisa sejalan dengan pembangunan. Pembuktian itu nantinya bisa direplikasi untuk pembangunan PLTA di tempat lain di Indonesia.

“Kita punya 40 PLTA di seluruh di Indonesia. PLTA itu mensyaratkan hutan yang bagus. Kalau hulunya rusak bagaimana airnya mengalir? PLTA dengan konservasi hutan itu sangat terkait, terkait langsung,” katanya.

Saat ini, Rektor Universitas Sumatera Utara Runtung Sitepu bersama tim sedang berada di lokasi proyek PLTA Batangtoru. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman bersama USU, NSHE, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Senin (10/9) lalu. USU mengerahkan para ahlinya untuk membuat kajian dan langkah-langkah kolaborasi bersama masyarakat untuk mendorong pembangunan PLTA Batangtoru secara lestari.

Sebelumnya Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sakti Hadengganan menyatakan, rencana pembangunan PLTA di Batang Toru bisa berdampak positif pada kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) setempat. PLTA tersebut, katanya, tidak membangun bendungan skala besar. Ini berarti kesinambungan pasokan air akan mengandalkan aliran sungai.

“PLTA punya kepentingan untuk menjaga DAS Batang Toru. Mereka membutuhkan pasokan air yang berkesinambungan,” kata Sakti dalam lokakarya Pengelolaan Lanskap Batang Toru Secara Berkelanjutan di Bogor, Jumat lalu.

DAS bukan hanya meliputi wilayah kiri-kanan bantaran sungai. Akan tetapi, DAS merupakan seluruh kesatuan wilayah daratan yang dibatasi pemisah topografis yang menampung, menyimpan dan mengalirkan air ke laut secara alami.

Untuk perbaikan hulu DAS yang masuk ke dalam kawasan hutan, pengembang PLTA Batang Toru bisa melakukannya dengan pendekatan public private partnership.

Sementara untuk lahan dengan status Areal Penggunaan Lain (APL) yang dimiliki masyarakat, bisa dilakukan dengan pendekatan imbal jasa lingkungan dengan pola-pola insentif dan pendampingan agar masyarakat melakukan budidaya agroforestry yang mendukung pengelolaan tata air.

“Agroforestry yang berhasil menyediakan ketersediaan air sepanjang tahun untuk kebutuhan PLTA dapat diberikan imbal jasa lingkungan. Model seperti ini sudah terlaksana di Cidanau, Banten,” kata Sakti.

Sementara Ketua Forum DAS Batang Toru Adriani Siahaan menjelaskan, sebagai wadah multipihak untuk mendorong pengelolaan DAS berkelanjutan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rencana aksi untuk pemulihan DAS Batang Toru.

Menurut Adriani, diantara rencana aksi yang disiapkan adalah pelibatan masyarakat dan mendorong pengelolaan kawasan budidaya berbasis DAS. “Untuk itu butuh penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat,” katanya. (rel/ila)

Tuntut Jatah Hidup dan Fasilitas, Pengungsi Erupsi Sinabung Geruduk DPRD Karo

SOLIDEO/SUMUT POS Geruduk: Kepala Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Gemuk Sitepu dan Pelita Sitepu, bersama warganya pengungsi erupsi Sinabung saat berdemo di DPRD Karo.
SOLIDEO/SUMUT POS
Geruduk: Kepala Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Gemuk Sitepu dan Pelita Sitepu, bersama warganya pengungsi erupsi Sinabung saat berdemo di DPRD Karo.

KARO,SUMUTPOS.CO – Untuk keduakalinya, ratusan pengungsi erupsi gunung Sinabung asal Desa Beras Tepu, Kecamatan Simpang Empat, kembali menggeruduk kantor DPRD dan Bupati Karo, Senin (24/9). Tuntutan mereka masih sama, belum dibayarnya Jatah Hidup (Jadup/Penjayon ) oleh Dinas Sosial dan Jaminan hidup dari BPBD Karo. Ironisnya, dua kali melakukan aksi, Bupati Karo tak kunjung menemui para pengungsi. Warga juga meneriaki DPRD Karo sebagai dewan penipu rakyat.

Dalam aksinya, warga kembali membawa spanduk yang bertuliskan, Bupati dan DPRD Karo Sepakat tak Menepati Janji. Warga juga meminta KPK turun kembali ke Bumi Turang untuk menyelidiki dugaan penyelewengan dana yang seharusnya sudah mereka terima.

Didampingi warganya, Kepala Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Gemuk Sitepu dan Pelita Sitepu, bahwa selama keluar dari posko pengungsi pada tahun 2014 lalu hingga saat ini Jatah Hidup (Jadup/Penjayon ) baru dibayar oleh Dinas Sosial dan Jaminan hidup dari BPBD Karo belum dibayar sama sekali kepada warga, begitu juga sewa rumah “Warga Desa Berastepu jumlahnya 874 kepala keluarga,kami sangat mengharapkan agar secepatnya diselesaikan dan kami menduga kalau jaminan hidup untuk warga telah dimakan oleh BPBD,”ujar Gemuk Sitepu diamini warganya

Disambungnya lagi, begitu juga adanya pembangunan ke relokasi Nang Belawan II tidak diketahui oleh masyarakat, sehingga hal ini membuat warga menjadi bingung,bahkan mereka juga menuding pihak DPRD Karo menghambat segala bentuk pencairan yang seharusnya diterima oleh warga Pengungsi Gunung Sinabung. “Kenapa mesti diperlambat, itu kan hak pengungsi, mana hati nurani mereka terhadap kami selaku korban bencana,” katanya.

Sebelum menuju Kantor Bupati, warga lebih dulu menuju gedung DPRD Karo Jalan Veteran Kabanjahe. Namun warga langsung diantarkan anggota dewan ke kantor bupati. Selanjutnya, anggota DPRD Karo itu langsung menuju ruang kantor Bupati Karo untuk melakukan rapat guna membahas masalah tersebut, tetapi hingga saat ini belum ada hasilnya sama sekali.

Saya sudah katakan kepada seluruh warga Desa Berastepu, agar jangan lagi memilih anggota DPRD Karo pada tahun 2019 ini walau pun para calon itu ada memberikan sesuatu lebih baik ditolak karena mereka bukan memihak kepada rakyat. “Anggota DPRD Karo bukan memihak kepada rakyar melainkan Dewan Penipu Rakyat,”teriak warga. Pantawan di lokasi, tampak warga Desa Berastepu masih bertahan di halaman kantor Bupati Karo sambil menunggu hasil keputusan rapat anggota DPRD Karo dengan pihak terkait terkait masalah tersebut. (deo/han)

Pemko Binjai Ingatkan Pentingnya Bela Negara

teddy/sumut pos sambutan: Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham Ingatkan Pentingnya Bela Negara.
teddy/sumut pos
sambutan: Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham Ingatkan Pentingnya Bela Negara.

BINJAI,SUMUTPOS.CO – Peningkatan kesadaran bela negara diharapkan mampu meningkatkan dan memantapkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesadaran bela negara. Tujuannya, agar nilai-nilai bela negara menjadi landasan sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Melalui peran para ibu-ibu PKK diharapkan tidak hanya menjadi panutan, akan tetapi lebih berperan penting sebagai agen perubahan dan menjadi garda terdepan dalam turut menumbuh kembangkan semangat serta kesadaran bela negara kepada masyarakat, terutama di lingkungan keluarga,”ujar Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham saat menghadiri pembukaan peningkatan kesadaran bela negara bagi ibu PKK di Aula Gedung Diklat BKD Binjai, Senin (24/9).

Lisa mengungkapkan, kegiatan PKK merupakan bagian dari pembangunan nasional dan berkelanjutan selaras dengan dinamika pembangunan. Adapun tujuan gerakan PKK antara lain memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejati, lahir serta batin.

Kegiatan peningkatan kesadaran bela negara merupakan program prioritas TP PKK Kota Binjai, khususnya pokja satu di bidang penghayatan dan pengalaman Pancasila yang bekerjasama dengan Pemko Binjai melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai.

Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak terlepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat. Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela Indonesia dari para penjajah.

“Kemerdekaan yang saat ini kita rasakan adalah anugerah yang sudah selayaknya kita syukuri dan dirawat. Kita tidak perlu lagi memegang senjata untuk mempertahankan diri. Kita juga tidak perlu untuk belajar secara sembunyi-sembunyi.

Kita bisa beraktivitas dengan layak,” ungkap Lisa. Akhir-akhir ini situasi cukup prihatin dengan kejadian yang terjadi di beberapa daerah. Misalnya terjadinya bentrokan fisik sesama bangsa yang kadang kala berakibat fatal hilangnya nyawa seseorang. Bahkan, ironisnya yang menjadi pemicu hanyalah persoalan kecil saja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan akan lahir para kader penyebarluasan kesadaran bela negara yang berasal dari para kader PKK di Kota Binjai,” harap Lisa. Wali Kota Binjai, HM Idaham diwakili Staf Ahli, Mustika Hadrah membuka peningkatan kesadaran bela negara Kota Binjai tahun 2018 yang diikuti oleh kader PKK.

Peningkatan kesadaran bela negara diikuti sebanyak 50 orang kader PKK dari lima Kecamatan, berlangsung selama dua hari, Senin (24/9) dan Selasa (25/9). (ted/han)