Home Blog Page 5929

Sekolah Lakukan ’Jemput Bola’

net Muhadjir Effendi
net
Muhadjir Effendi

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy optimistis dengan sistem zonasi, target wajib belajar 12 tahun lebih mudah tercapai. Nantinya sekolah bersama aparat daerah bisa lebih aktif mendorong anak-anak usia sekolah untuk belajar di sekolah atau pendidikan kesetaraan.

“Kita balik, kalau dulu sekolah menunggu siswa datang mendaftarkan diri. Mulai tahun depan, sekolah aktif mendatangi keluarga-keluarga yang memiliki anak usia sekolah untuk masuk sekolah, bersama aparat daerah. Yang tidak mau di sekolah, harus dicarikan alternatif yaitu di pendidikan kesetaraan. Sehingga tidak boleh lagi anak usia wajib belajar 12 tahun yang tidak belajar,” tutur Menteri Muhadjir, Minggu (23/9).

Dengan sistem zonasi, penerimaan siswa baru diyakini bisa berjalan lebih baik dan mencerminkan keberadilan. Melalui zona-zona yang ada, peta guru dan sarana prasarana pendidikan menjadi lebih jelas, sehingga memudahkan dalam penanganan permasalahan.

Menurut Menteri Muhadjir, jika sebelumnya, populasi sumber daya unggulan terkonsentrasi pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap berkualitas atau favorit, maka ke depan semua sekolah akan didorong memiliki kualitas baik.

Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas diharapkan bisa mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat. Selain itu, sistem zonasi juga menjadi langkah strategis dalam penerapan pendidikan karakter.

Ekosistem pendidikan, menurut Muhadjir, sangat penting bagi penerapan pendidikan karakter. Dia mencontohkan, saat jarak sekolah dekat dengan tempat tinggal, kemudian siswa jenjang pendidikan dasar bisa berjalan kaki ke sekolah. Dalam proses berjalan ke sekolah itu, siswa bisa belajar etiket warga negara. Orang tua dan masyarakat sekitar ikut teribat dalam pendidikan karakter.

“Zonasi ini adalah terjemahan operasional dari ekosistem pendidikan yang dimaksud dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional itu,” tandasnya.(esy/jpnn)

Hari Ini, Pameran Buku Digelar di Medan, Tawarkan Diskon Hingga 70 Persen

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TEMU PERS: Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina didampingi Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat, Kuslistyarini dan Wakil Ketua Umum Bidang Pameran dan Minat Baca, Amalia saat temu pers di Medan, Kamis (20/9).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TEMU PERS: Ketua Umum IKAPI Rosidayati Rozalina didampingi Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat, Kuslistyarini dan Wakil Ketua Umum Bidang Pameran dan Minat Baca, Amalia saat temu pers di Medan, Kamis (20/9).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pameran buku, budaya dan teknologi akan diselenggarakan mulai hari ini sampai 27 September mendatang. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Medan akan memberikan diskon harga buku hingga 70 persen.

“Potongan harga jual buku di pameran buku pada 22-27 September dilakukan untuk menarik minat beli dan baca masyarakat,” ujar Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina kepada wartawan, Kamis (20/9) sore.

Didampingi Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat, Kuslistyarini dan Wakil Ketua Umum Bidang Pameran dan Minat Baca, Amalia Bakti Safitri, dia menyebutkan pameran memang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang tercatat masih sangat rendah.

“IKAPI berharap, pameran yang diikuti 115 perusahaan penerbit itu akan menjadi momentum untuk peningkatan minat baca masyarakat di Sumut,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provsu yang menggelar Pameran Buku. Apalagi Sumut, kata Rosidayati, merupakan provinsi yang mendeklarasikan diri sebagai provinsi literasi. “Tidak banyak pemerintah provinsi yang serius meningkatkan minat baca masyarakatnya dan IKAPI memberikan apresiasi tinggi dengan bekerja sama menggelar pameran,” katanya.

Bendahara Umum IKAPI Pusat Bien Pasaribu menyebutkan sudah 115 penerbit yang menyatakan ikut dalam pameran itu. “Banyaknya peminat ikut pameran membuat panitia menyiasati dengan berbagai cara karena stan yang ada hanya 46,” katanya.

Ditempat yang sama, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provsu, Ferlin Nainggolan menyebutkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan sekolah dasar (SMP), SMP, SMA dan perguruan tinggi untuk meramaikan pameran tersebut. Berbagai acara seperti lomba mewarnai pun akan meramaikan pameran itu.

“Pameran buku merupakan salah satu bentuk komitmen dan konsistensi Pemprovsu untuk meningkatkan minat baca ditengah masyarakat dan petapan Sumut sebagai Provinsi Literasi,” katanya.

Ia menyebut adapun sub tema yang telah pihaknya canangkan dalam kegiatan pameran; Rakyat Membaca, Sumut Bermartabat. “Ide dan gagasan itu lahir dari rekan-rekan wartawan unit Kantor Gubsu saat berdiskusi dengan IKAPI. Dan kita rencanakan pak gubernur langsung yang membuka acara ini,” pungkasnya. (prn/ram)

Masakan Rumahan Dimodernisasi

M IDRIS/sumut pos RESMIKAN: Anang Hermansyah bersama Ashanty dan kedua anaknya serta Anggota DPR RI Sofyan Tan berpose sesuai meresmikan Dapur Asix, di Jalan Abdullah Lubis No 62, Medan, akhir pekan lalu.
M IDRIS/sumut pos
RESMIKAN: Anang Hermansyah bersama Ashanty dan kedua anaknya serta Anggota DPR RI Sofyan Tan berpose sesuai meresmikan Dapur Asix, di Jalan Abdullah Lubis No 62, Medan, akhir pekan lalu.

SUMUTPOS.CO – Setelah cukup sukses mengembangkan bisnis kulinernya dengan membuka rumah makan Dapur Asix di kawasan Menteng, Jakarta, pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty mengembangkan usahanya ke Kota Medan. Pasangan artis tersebut membuka Dapur Asix di Jalan Abdullah Lubis No 62.

Anang Hermansyah menuturkan, Medan merupakan kota ketiga yang menjadi sasaran ekspansi, setelah Makasar. Selanjutnya, akan membuka lagi di Bali dalam waktu dekat dan juga kota-kota besar lainnya hingga akhir tahun yang ditargetkan mencapai 10 tempat.

“Medan dipilih karena mempunyai potensi bisnis yang menjanjikan. Apalagi, Kota Medan memiliki ragam kuliner dan juga masyarakatnya seneng makan. Makanya, kita pilih Medan dan yakin kuliner yang ditawarkan bisa bersaing karena memiliki citarasa yang berbeda,” ungkap Anang disela-sela peresmian Dapur Asix di Medan akhir pekan lalu.

Menurutnya, makanan yang ditawarkan di Dapur Asix merupakan masakan rumahan seperti ayam sambal ijo dan lainnya. “Tidak ada makanan yang aneh-aneh, di Dapur Asix semua masakan rumahan yang dimodernisasi,” sebutnya.

Diutarakan Anang, menu makanan yang ditawarkan cukup banyak dan bervariasi. Namun, akan terus ditambah menunya dan nanti sama seperti di Jakarta yang memiliki 22 pilihan. Untuk harganya, jangan khawatir karena cukup terjangkau semua kalangan dan paling mahal Rp35 ribuan.

“Saya mendapat masukan dari Pak Sofyan Tan (anggota DPR RI), beliau bilang makanannya cocok dengan lidah orang Medan karena salah satu rasanya pedas,” tuturnya.

Anang menyebutkan, keinginan Ashanty nantinya tidak hanya masakan yang diramu di Jakarta saja yang ada di Dapur Asix Medan. Melainkan, ada juga makanan yang lokal seperti sate kerang. Begitu juga di kota-kota lainnya.

Sementara, Ashanty mengatakan, bisnis kuliner yang digelutinya ini bersama suami bukan secara tiba-tiba. Akan tetapi, telah dimulai beberapa tahun belakangan. “Awalnya kita merintis bisnis ini dengan berjualan online. Setelah dua tahun dan animo pelanggan yang tinggi hingga keluar kota, akhirnya memutuskan untuk membuka tempat di Makasar dan Medan agar pelanggan tidak perlu lagi menunggu lama,” terangnya.

Dijelaskan Ashanty, dipilihnya nama Asix itu diambil dari huruf depan anggota keluarganya yang berarti A6. “Karena keluar kami nama huruf depannya A semua, makanya kami namakan Asix. Sedangkan dapur tentu sudah pasti tahu karena merupakan tempat memasak,” terangnya.

Ashanty mengaku, ke depan ada rencana ekspansi ke luar negeri seperti Arab Saudi (Mekkah), Australia, Amerika dan Hongkong. Pengembangan bisnis keluar negeri ini nantinya sang suami yang menangani, dan insya Allah tahun 2019.

“Motivasi membuka usaha rumah makan ini keluar negeri karena cinta dengan makanan Indonesia. Jadi, kami ingin mempopulerkan makanan khas Indonesia di luar negeri,” pungkasnya. (ris/ram)

Kompetisi Desain dan Inovasi Properti Pertama di Indonesia

BERSAMA: President of KOHLER Kitchen and Bath Asia Pacific, Angel Yang berfoto bersama juri KOHLER Bold Design Awards.
BERSAMA: President of KOHLER Kitchen and Bath Asia Pacific, Angel Yang berfoto bersama juri KOHLER Bold Design Awards.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – KOHLER Bold Design Award (KBDA) untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Kompetisi desain dan inovasi properti ini diharapkan bisa terus memicu industri dan mengembangkan proyek-proyek, yang bisa mempromosikan praktiknya tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

President of KOHLER Kitchen and Bath Asia Pacific, Angel Yang mengungkapkan, KBDA diciptakan untuk mencari dan menghargai orang-orang terbaik di desain dan inovasi properti. Ajang ini adalah kali kedua digelar di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia adalah pasar yang besar untuk properti hospitality, hunian dan properti yang dipicu pertumbuhan masyarakat kelas menengah atau konsumen berpenghasilan tinggi di negara ini. Indonesia kaya dengan gedung-gedung yang memiliki desain menakjubkan, beberapa diantaranya sudah memperoleh penghargaan di Asia Tenggara dan dunia.

Sejumlah desainer dari Indonesia memenangkan penghargaan internasional atau bekerja di proyek bertaraf internasional,” ungkap Angel Yang dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (20/9).

Ia menyebutkan, KBDA terbuka untuk proyek dan arsitektur ritel, desainer, dan pengembang properti. Selain itu, operator hotel yang berani (bold) membuat perbedaan besar dalam desain proyek properti hospitality, hunian, dan komersial yang dibangun di Indonesia.

“Para peserta harus menunjukkan boldness dan kreativitas, estetika ruang/bangunan, desain yang berguna dan praktis, serta bisa memiliki dampak dan mengembangkan standar desain di Indonesia. Mereka akan berkompetisi di beberapa kategori seperti villa, apartemen, hunian bertingkat, hotel resor/urban, rekreasi, dan budaya,” papar Angel.

Diutarakannya, KBDA juga memberi penghargaan khusus pada sosok berpengaruh, bakat baru dan ikon di industri desain properti. “Kami memberi kontribusi yang luar biasa terhadap keberlangsungan dan inovasi proyek hingga sejauh ini. Selain penghargaan, pemenang juga akan memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan mereka serta memperkuat relasi dengan manajemen teratas dari proyek properti, pengembang, arsitek, dan desainer dari seluruh kawasan,” ujarnya.

Lebih lanjut Angel mengatakan, para pemenang kompetisi ini tak hanya menerima penghargaan dan kesempatan memperluas jaringan, karya mereka juga akan ditampilkan di media sosial, literatur, dan kolateral Kohler. Selanjutny, tampil di majalah-majalah desain interior terkemuka seperti Design Anthology dan CASA, serta media lainnya.

“Peserta yang tertarik mengikuti KBDA bisa mengumpulkan karya mereka ke website https://kbda-ap.com mulai 19 September 2018 hingga 8 Januari 2018. Nominasi KBDA akan diumumkan pada 1 Februari 2019. Sedangkan, pemenang akan diumumkan dalam gala dinner dan seremonial award pada Maret 2019,” imbuhnya. (ris/ram)

Tak Mau Cepat Puas

doni hermawan/sumut pos DUEL: Pemain PSMS U-16, Fadila Akbar berduel dengan pemain Persib U-16 di Stadion Teladan.
doni hermawan/sumut pos
DUEL: Pemain PSMS U-16, Fadila Akbar berduel dengan pemain Persib U-16 di Stadion Teladan.

SUMUTPOS.CO – PSMS U-16 meraih hasil yang cukup baik di pekan kedua Liga Pro Elite Academy U-16. Ayam Kinantan Muda meraih empat poin dari Persib Bandung lewat dua laga di Stadion Teladan.

Pada Sabtu (22/9) lalu, Ayam Kinantan meraih kemenangan 1-0 atas Persib. Gol penalti diceploskan Sandi Samosir dua menit jelang laga berakhir. Sementara pada laga berikutnya Minggu(23/9), tim besutan Reswandi itu bermain imbang tanpa gol.

Reswandi menyambut positif hasil tersebut. Empat poin yang diraih membuat Fahri Rozi dkk kini sudah mengoleksi 10 poin. “Secara keseluruhan pemain kita itu cukup bagus karena mampu bermain tanpa kebobolan dan tidak mengalami kekalahan.Kompetisi masih panjang, segala sesuatu masih mungkin terjadi. Yang terpenting kami harus mempertahankan ritme dan intensitas pemain saya,” bebernya.

Bermain di kandang sendiri untuk pertama kalinya, pelatih berlisensi B AFC itu mengakui jika pemain sedikit terbebani. Namun dia akan coba memperbaiki mentalitas. “Mungkin ada sedikit beban, main di depan pendukung sendiri. Apalagi Persib juga tampil disiplin,” tambahnya.

Dari hasil pertandingan ini, Reswandi akan mengevaluasi tim sebelum berangkat ke Semarang untuk melawan PSIS Semarang. “Sebelum berangkat ke Semarang saya akan mengevaluasi dan memperbaiki sebelum berangkat ke Semarang” ujar mantan bek PSMS era 2000an itu.

Sementar itu pemain PSMS U-16 Fadila Akbar saat melawan Persib U-16 mengakui sudah bermain dan bekerja keras namun hasil yang diraih belum maksimal. “Para pemain sudah bekerja keras namun kami belum bisa meraih hasil maksimal kedepannya kami harap bisa lebih baik lagi,” kata Fadila.

Hasil ini juga sangat disyukuri manajer PSMS U-16, Mulyadi Simatupang. Menurutnya pencapaian ini harus diapresiasi dengan positif. “Saya bersyukur kami tidak hilang poin di kandang. Di Palembang juga berhasil curi enam poin. Apalagi tidak banyak waktu untuk rehat. Keseluruhan sudah sesuai target,” kata Mulyadi didampingi Sunardi A.

“Ada sedikit beban, namanya usia 16. Yang terpenting momen di kandang tidak lepas. Babak kedua baru main lepas. Terpenting anak-anak main maksimal saja, tidak usah terlalu dibebani karena ini kan level pembinaan,” tambahnya.

Sementara itu Pelatih Persib U-16, Budiman mengaku senang dengan hasil imbang yang diraih karena para pemain mampu bermain dengan lepas. Meskipun mereka belum meraih satu kemenangan pun di Liga 1 Pro Elite Academy U-16. “Pada pertandingan kedua ini sangat menarik saya senang anak – anak bisa bermain dengan lepas. Secara keseluruhan saya puas dengan anak – anak kami” ungkap Budiman.

Persib U-16 sempat melancarkan beberapa serangan yang membuat pertahanan PSMS U-16 kerepotan. Rahmat pemain Persib U-16 tak mempersoalkan hasil akhir yang diraih tim asal Bandung ini. “Saya selaku pemain sudah bermain dengan baik, tapi inilah sebuah pertandingan kalah menang soal biasa,” ucapnya.

Selanjutnya tim PSMS Medan U-16 akan bertandang ke Semarang melawan PSIS Semarang U-16. Saat ini tim Kinantan Muda mengoleksi 10 Poin dari 4 laga yang telah dilakoni dalam kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16. (don)

Modal Pengembangan Pertanian Mandiri

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos BERSAMA: Ketua Divisi Pengembangan Ekonomi BI Sumut, Demina Sitepu berfoto bersama Kabid Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Dairi saat Pashing Out klaster bawang merah di Kabupaten Dairi, Kamis (20/9).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
BERSAMA: Ketua Divisi Pengembangan Ekonomi BI Sumut, Demina Sitepu berfoto bersama Kabid Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Dairi saat Pashing Out klaster bawang merah di Kabupaten Dairi, Kamis (20/9).

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut mengakhiri binaan (phasing out) petani binaan Kelompok Tunas Muda di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, Kamis (20/9). Pembinaan yang sudah berlangsung selama 4 tahun diharapkan mampu diterapkan oleh petani secara mandiri.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Sumut, Demina Sitepu mengatakan pembinaan ini diberikan kepada kluster bawang merah.

“Pembinaan selama 4 tahun, kepada klaster kita telah memberikan bantuan teknis seperti pelatihan dan demplot budidaya bawang merah, pengujian kesuburan tanah, pelatihan pembuatan Mikro Organisms Lokal (MOL), penguatan kelembagaan kelompok, pengendalian OPT bawang merah sampai dengan pengolahan pupun organik dan sertifikasi penangkar bawang merah,” kata Demina.

Demina menjelaskan Pashing Out ini bertujuan untuk mengakhiri aktivitas intensif pembinaan yang dilakukan Bank Indonesia dan menyerahkan kepada dinas terkait di Kabupaten Dairi untuk pengelolahan lebih lanjut.

“Walau sudah kita lakukan Pashing Out namun Bank Indonesia akan terus memonitoring keberlangsungan para petani bawang merah Kelompok Tunas Muda dalam pengelolahan usaha secara produktif bawang merah,” jelas Demina.

Melalui program ini, Demina mengharapkan capai dilakukan BI bisa menjadi contoh atau modal untuk pengembangan pertanian bagi kelompok tani dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi. Ia meminta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Dairi untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani tersebut.

Apa lagi, Demina menilai pengembangan komoditas bawang merah di wilayah dan kelompok lain yang dinilai potensial. Selain itu, Kabupaten Dairi menjadi satu sentra atau penghasil bawang merah terbesar di wilayah Sumatera Utara.

“Tentu ini akan menjadi peluang yang baik, karena bawang merah menjadi pengaruh terhadap laju inflasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Resmina Siska Tampubolon mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pembinaan dan monitoring terhadap pengembangan bawang merah di Desa Silalahi. Upaya pemberian dukungan juga telah dilakukan melalui pemberian bantuan dalam bentuk bibit bawang merah, pupuk, obat-obatan serta sosialisasi mengenai cara penanganan pascapanen dan bertanam.

“Di Kecamatan Silalahi Sabungan ini, ada lebih dari 25 Poktan yang menanam bawang. Kendalanya memang terdapat pada hama penyakit yang menyebabkan Poktan kita mengalami gagal panen. Untuk mengantisipasi hal ini, kita menempatkan pengamat hama penyakit tanaman agar membantu Poktan kita yang mengalami gagal panen,” tutur Resmina.

Resmina mengucapkan terima kasih atas apa dilakukan BI selama 4 tahun tersebut. Ia berharap Poktan Tunas Muda dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal dan budidaya bawang merah di daerah tersebut bisa lebih berkembang lagi.

Sedangkan, Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Tomy Silalahi bahwa para petani berharap kedepan Bank Indonesia terus memberikan dorongan dan dukungan kepada para petani Binaannya.

“Agar kedepan, kami para petani bisa terus melakukan pengelolahan dan pengembangan usaha produktif bawang merah secara baik dan mendapatkan hasil panen yang maksimal,” sebutnya. (gus/ram)

Tingkatkan Kualitas SDM Sektor Pariwisata

SAMBUTAN: Denny S Wardhana (kiri) saat memberikan sambutan kepada peserta uji kompetensi di Banda Aceh didampingi Dewi Juita Purba
SAMBUTAN: Denny S Wardhana (kiri) saat memberikan sambutan kepada peserta uji kompetensi di Banda Aceh didampingi Dewi Juita Purba

MEDAN- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hotpari Medan menggelar uji kompetensi di Banda Aceh selama tiga hari, pekan lalu. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari tanggungjawab mereka untuk turut meningkatkan kualitas SDM sektor pariwisata di Banda Aceh.

Ketua LSP Hotpari Medan Denny S Wardhana mengatakan, Tim yang diberangkatkan oleh LSP Hotpari ke Banda Aceh cukup lengkap karena selain Ketua LSP, turut juga bersamanya Wakil Ketua LSP Hotpari Dewi Juita Purba, Ketua Bidang Administrasi Yan Ardi serta para asesor untuk bidang front office, housekeeping dan food and beverage. “Tempat uji kompetensi dilakukan di Grand Arabia Hotel Banda Aceh dengan target peserta 200 orang,” kata Denny.

Denny S Wardhana saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta menegaskan, pelaksanaan uji kompetensi di Banda Aceh merupakan langkah lanjutan yang dilakukan LSP Hotpari setelah menggelar uji kompetensi di Medan, Berastagi, dan Parapat tahun ini.

“Bapak ibu para pekerja sektor pariwisata kehadiran kami ke Banda Aceh juga dalam rangkaian meningkatkan kualitas SDM kita. Karena masih merupakan kegiatan yang difasilitasi Kementerian Pariwisata. Harusnya respon kita harus lebih besar dan lebih bersemangat,” tuturnya.

Kata dia, ada kendala di sana sini termasuk sosialisasi yang belum maksimal membuat tim harus bekerja keras. “Tak lupa saya sampaikan terimakasih kepada seluruh tim LSP Hotpari yang begitu semangat. Bahkan sampai menjemput dan bersosialisasi dengan peserta sampai ke hotel-hotel di Banda Aceh ini. Luar biasa saya kira,” katanya.

Menurutnya, ke depan LSP Hotpari tetap akan berperan melakukan uji kompetensi dan sertifikasi sesuai amanah UU dan Peraturan Kementerian Pariwisata. “Sertifikat kompetensi menjadi senjata bagi bapak dan ibu menangkal pekerja asing. Kemudian uji kompetensi juga akan menjadikan bapak ibu yang bekerja di sektor pariwisata layaknya sudah dapat SIM saat mengemudi. Artinya legalitas dan kemampuannya diakui,” jelas Denny S Wardhana.

Sementara GM Hotel Grand Arabia Iwan Wahyudi yang berbicara terpisah menyambut baik pelaksanaan acara tersebut. “Ya kita akui, saat ini Banda Aceh utamanya sudah menjadi destinasi wisata. Baik kuliner maupun lokasi wisata pantai cukup diminati pengujung. Tentu kelayakan pelayanan dari sumber daya manusia yang memadai harus diwujudkan,” ujar Iwan.

Servis yang maksimal dari SDM lokal akan menentukan imej pariwisata Aceh ke depannya. “Karena kami di hotel pun sebenarnya melakukan sendiri pelatihan-pelatihan kepada pekerja untuk meningkatkan kualitas SDM-nya,” kata dia.

Hal yang sama disampaikan Bambang Pramusinto, GM Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh. Bambang malah langsung hadir ke lokasi uji kompetensi untuk melihat secara langsung proses uji.

”Kami siapkan peserta sebanyak-banyaknya. Sesuai tuntutan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), para pekerja sektor pariwisata memang harus mengikuti uji kompetensi. Ucapan terimakasih yang tak terkira kami sampaikan karena sudah jauh-jauh datang dari Medan bersama tim,” kata Bambang Pramusinto kepada Denny  S Wardhana dan Dewi Juita Purba.

Peserta yang ikut uji pun mengamini-nya. Mereka awalnya tidak faham mekanisme pelaksanaan uji kompetensi. Apalagi sosialisasi sertifikasi jarang dilakukan di Aceh. Namun setelah tim LSP dan para asesor turut menjelaskan, mereka kemudian memahami dan mengikuti semua proses. “Akhir September dan Oktober nanti kita masih akan ada uji. Tapi khusus wilayah Sumut,” sahut Denny lagi. (rel/ila/ram)

Pemerintah Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Mata uang rupiah baru.
Mata uang rupiah.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau perusahaan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi pembayaran di dalam negeri.

Hal itu untuk mengurangi tekanan rupiah menyusul permintaan dolar Amerika Serikat (USD) terus meningkat.

”Sejumlah perusahaan sudah melakukan transaksi dalam bentuk USD dikonversi ke rupiah. Dengan begitu, tidak menimbulkan permintaan atas USD secara berlebihan,” tutur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tengah pekan lalu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mencontohkan sejumlah perusahaan pertambangan yang beberapa kontraktornya ternyata dibayar menggunakan USD.

“Kami akan terus melakukan upaya sehingga cadangan devisa dan penerimaan devisa betul-betul bisa memperkuat kondisi di dalam negeri,” imbuh Sri.

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan bersama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan menko perekonomian supaya para eksportir melakukan itu. Setelah repatriasi dilakukan, selanjutnya memonitor secara terus menerus.

”Kami akan meminta supaya suplai USD tidak hanya direpatriasi. Kemudian juga akan digunakan sebagai suplai devisa di dalam negeri,” ucap Sri. (dai/jpnn/ram)

Biaya Melaut Hemat dan Ramah Lingkungan

PENYERAHAN: Pertamina menyerahkan mesin konverter kit mepada nelayan.

PENYERAHAN: Pertamina menyerahkan mesin konverter kit mepada nelayan.

LABUHANBATU,SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) terus melakukan sosialisasi Bahan Bakar Gas (BBG) kepada ratusan nelayan di di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Jum’at (21/9). Melalui program konversi bahan bakar nelayan ini, diharapkan nelayan mulai beralih sehingga biaya melaut lebih murah dan ramah lingkungan.

Di Labuhanbatu sendiri sebanyak 310 paket konverter kit didistribusikan kepada kapal perikanan bagi nelayan kecil dengan harapan nelayan dapat menghemat biaya bahan bakar untuk melaut. Pemberian konverter ini merupakan bagian dari pelaksanaan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke bahan bakar gas, khususnya bagi para nelayan di seluruh Indonesia.

“Kita sudah bagikan paket konverter Kit itu sejak Oktober 2017 lalu, dan kita tambah 310 paket lagi untuk Kabupaten Labuhanbatu,”ujar Asisten Manager Sales Administration Domestic Gas Pertamina MOR I, Muhammad Tahir kepada wartawan, usai penyerahan secara simbolis 310 paket konverter kit kepada ratusan nelayan tersebut.

Tahir menjelaskan di Sumatera Utara terdapat 1042 orang nelayan menerima paket mesin dan konverter kit itu berasal dari Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 197 paket, Tapanuli Tengah sebanyak 420 paket, Labuhan Batu Utara sebanyak 59 paket, Mandailing Natal sebanyak 315 paket, dan Kabupayen Samosir sebanyak 51 paket.

Untuk di luar Provinsi Sumatera Utara, Pertamina MOR I juga sudah menyalurkan Kit, sebanyak 595 paket di Provinsi Riau. Terdiri dari Kota Pekanbaru sebanyak 67 paket, Kabupaten Kampar sebanyak 459 paket dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 69 paket.

“Konverter kit ini khusus buat nelayan kecil. Kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP),” tutur Tahir.

Program tersebut, dilaksanakan secara nasional itu. Sesuai dengan data dimiliki Pertamina? pada tahun 2016 dan 2017 telah dibagikan sejumlah 5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit. Sementara hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25.000 unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Paket yang diperuntukan bagi nelayan kecil terdiri dari regulator untuk tekanan tinggi pada tabung LPG, regulator untuk tekanan rendah untuk tabung LPG, selang karet untuk mesin, tabung LPG 3 KG, serta konverter kit BBM ke BBG dan mesin kapal,”jelas Tahir.

Dalam acara sosialisasi tersebut, tampak hadir Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Plt. Bupati Kabupaten Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe,

Plt. Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusi Pertamina kepada nelayan di Labuhanbatu melalui program konversi ini. Ia menilai dengan program ini, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi nelayan.?

“Kami berharap konversi BBM ke bahan bakar gas ini dapat berguna bagi para nelayan dan masyarakat sekitar di Kabupaten Labuhanbatu,” sebut Andi.?

Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan menjelaskan konversi dari BBM ke BBG dilakukan Pertamina sangat didukung DPR RI. Selain mendorong perekonomian nelayan lebih baik lagi. BBG tersebut, sangat ramah lingkungan dan ekonomis.

“Selain membangun ekonomi masyarakat, penggunaan bahan bakar gas juga dinilai akan mengurangi pencemaran karena lebih ramah lingkungan sehingga dapat memberikan kualitas ekosistem laut yang lebih baik,” tutur Gus Irawan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan, dengan menggunakan konverter kit berbahan bakar elpiji, penggunaan bahan bakar kapal akan menjadi lebih hemat dan biaya melaut ekonomis, bisa digunakan untuk kebutuhan hidup lainnya bagi nelayan sehari-hari.

“Pemanfaatan LPG untuk bahan bakar kapal para nelayan kecil terbukti membuat biaya melaut para nelayan menjadi lebih hemat dan efisien sehingga penggunan LPG memberikan nilai manfaat ekonomi yang signifikan bagi nelayan kecil,” tandasnya.(gus/ram)

Candra dan Radius Tak Ditahan

DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.
DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh
beberapa pejabat Pemkab Karo.

KARO,SUMUTPOS.CO – Meski telah berstatus tersangka korupsi, namun Kepala Dinas Perkim Karo, Chandra Tarigan dan Radius Tarigan selaku PPK di dinas yang sama, masih bisa bernapas lega. Betapa tidak, kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Karo ini tak kunjung ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo.

Keduanya melenggang santai saat keluar dari ruang pemeriksaan, Jumat (22/9). Keduanya diperiksa sebagai tersangka Tugu Mejuah-juah.

Pantauan kru koran ini, kedua tersangka tiba di Kejari Karo sekira pukul 14.30 WIB. Setelah melapor ke bagian security, dengan wajah santai Candra dan Radius langsung bergegas ke ruang pemeriksaan di lantai dua.

Sekira dua hingga tiga jam diperiksa, keduanya justru diperbolehkan pulang oleh penyidik.

“Hari ini pemeriksaan perdana terhadap kedua tersangka,” kata Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapot Manurung SH.

Kenapa kedua terduga pencuri uang milik rakyat Bumi Turang itu tak ditahan, seperti tersangka korupsi lainnya? Dapot berdalih ditahan atau tidaknya tersangka adalah murni kewenangan penyidik dan kebijakan Kepala Kejaksaan Negeri Karo (Kajari) Karo, Gloria Sinuhaji.

“Tim penyidik masih menganggap kedua tersangka yang diperiksa hari ini masih kooperatif. Keduanya juga tidak menyulitkan selama pemeriksaan sebelum-sebelumnya,” kata Dapot.

Meski tak ditahan dalam pemeriksaan perdana ini, bukan berarti keduanya tak bisa ditahan. “Proses kan masih lanjut, jika dalam pemeriksaan kedua nanti bisa saja keduanya ditahan jika penyidik beranggapan perlu melakukan penahanan,” tegasnya.

Candra dan Radius Tarigan adalah dua dari empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka lain masing-masing RHS dan EPS belum diperiksa.

“Kedua tersangka lagi belum diperiksa karena mereka tinggal di Medan. Kemungkinan keduanya akan kita periksa pada hari Selasa ini,” tandasnya.

Candra, Radius Tarigan, RHS dan EPS ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak Kejari Karo menerima hasil audit kerugian negara dari BPK RI. Keempatnya dinilai merugikan negara sebesar Rp650 juta.

Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara atau ekspose di kantor Kejari Karo pada tanggal 31 Juli 2018 lalu.

Korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo menggunakan APBD Karo TA 2016. Pagu anggarannya sebesar Rp679.573.000.

Pekerjaan pembangunan Tugu Mejuah-Juah dimulai pada 28 Oktober 2016, terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016. (deo/ala)