Home Blog Page 5977

Disdukcapil Karo Layani Warga Dor to Dor

KABANJAHE,SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karo untuk melayani masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan turun langsung ke desa-desa.

Hal itu ditegaskan Terkelin saat membuka Sosialisasi Kebijakan Kependudukan tahun 2018 di Sinabung Hotel, Jalan Kolam Renang Berastagi,Kamis  (6/9).

Adapun maksud dan tujuan sosialisasi tersebut dilaksanakan, tidak lain memberikan pemahaman yang baik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada aparatur yang melayani dan menangani administrasi kependudukan di Kabupaten Karo. Adapun materi sosialisasi ini meliputi kebijakan bidang pendaftaran penduduk, pelayanan penerbitan dokumen identitas penduduk dan kebijakan teknis pencatatan sipil.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengatakan, sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan hari ini merupakan momentum yang cukup penting, mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum paham arti pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

“Melalui upaya ini diharapkan semakin memperkuat kesadaran kita dalam pentingnya memiliki dokumen kependudukan dan pemahaman aparatur yang baik dalam pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dan mampu melayani kebutuhan dokumen administrasi kependudukan dalam menyediakan informasi yang benar dan akurat, ”ujarnya.

”Agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo terjun langsung ke Desa Desa untuk melakukan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat, karena identitas warga adalah tanggung jawab dan kewajiban pemerintah,” tandas Bupati Karo.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Ibu Ati Kadarwati, SH, MH,yang mana sekaligus sebagai nara sumber, Anggota DPRD Kab. Karo Thomas Joverson Ginting, dan Mewakili  Moderamen GBKP Pdt Amos Ginting, dan dihadiri seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Karo. (deo/han)

Tekan Buta Aksara Hingga 0,18 Persen

BATARA/SUMUT POS TERIMA : Bupati H Ashari Tambunan dan Kepala Daerah lainnya serta para penggiat literasi dari berbagai daerah dipusatkan di Lapangan Alun-alun Komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).
BATARA/SUMUT POS
TERIMA : Bupati H Ashari Tambunan dan Kepala Daerah lainnya serta para penggiat literasi dari berbagai daerah dipusatkan di Lapangan Alun-alun Komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy memberikan penghargaan Anugerah Aksara kepada empat kabupaten/kota yang telah berhasil dalam penuntasan buta aksara. Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53 tingkat Nasional tahun 2018, di Lapangan alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (8/9).

Keempat kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara yang langsung diterima Bupati Ashari Tambunan, dengan capaian penuntasan buta aksara tinggal hanya 0,18 persen atau sekitar 900 penyandang buta aksara.

Kemudian, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan Pemko Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia patut bersyukur karena berhasil meningkatkan keaksaraan masyarakat secara signifikan. Menurut data BPS, Indonesia telah membuktikan keberhasilannya dan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang dideklarasikan di Dakar. Untuk itu, kita layak beri penghargaan kepada daerah yang berhasil menurunkan angka buta huruf,”ungkap Muhadjir dalam keterangan persnya.

Dikemukakannya, sampai saat ini tercatat terdapat 11 provinsi yang persentase buta aksaranya masih di atas rata-rata nasional (2,07 persen –red). “Tugas untuk mengentaskan buta aksara dan membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan terbebasnya bangsa ini dari buta aksara, maka kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat”tuturnya.

Dalam pengembangan masyarakat, lanjut Muhadjir, pemerintah memberikan layanan program pendidikan keaksaraan dasar dan keaksaraan lanjutan di daerah terdapat buta aksara, daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan komunitas adat terpencil. Selain itu juga, pemerintah memberikan layanan melalui program “Kampung Literasi” dan “Desa Vokasi”.

“Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa inisiator pengembangan budaya baca masyarakat dan terbentuknya kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan budaya lokal, lebih khusus di daerah-daerah 3T,” harap Muhadjir.

Untuk menumbuhkan kesungguhan dan komitmen pemerintah, pemda dan dukungan masyarakat, peringatan HAI tahun 2018 mengangkat thema “Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya. “Tema ini merupakan inspirasi kepada kita tentang kesungguhan dan komitmen untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekedar penuntasan buta aksara semata tetapi juga untuk menumbuhkembangkan keaksaraan dalam arti yang lebih luas,” jelas Mendikbud.

Sementara Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam kunjungan pertamanya ke Kabupaten Deliserdang yang turut hadir mengatakan, bahwa ada 134.000 jiwa lagi yang buta aksara di Sumatera Utara, dan terbesar berada di Kabupaten Nias.

“Saya berjanji selama jabatan saya terutama dalam waktu satu tahun ke depan akan menyelesaikan persoalan buta aksara di Sumut, minimal tercapai 50 persen penurunan buta aksara. Hal itu sesuai cita-cita nasional bahwa semua rakyat Indonesia harus tau baca, bagaimana bisa maju suatu daerah kalo masih ada warganya yang tak tau baca,” janji Edy kepada Mendikbud dan para peserta undangan HAI.

Bupati Ashari dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Deliserdang sebagai tuan rumah HAI dan merupakan kebanggaan bagi masyarakat. “Semua ini berkat kerja sama seluruh pegiat pendidikan, penggiat literasi dan masyarakat Deliserdang,” ujarnya.

Ashari melaporkan kepada Menteri bahwa secara bersama telah menyaksikan tarian yang syairnya dinamakan “Mekarsari Dalu Dendang”, akronim dari Melayu, Karo, Simalungun dan etnis lain yang ada di Deliserdang. Tarian itu, tuturnya, secara khusus diciptakan oleh penggiat seni untuk menggambarkan keanekaragaman suku dan budaya di Deliserdang, namun tetap menyatu dalam ikatan visi bersatu dalam kebhinekaan.

Usai kegiatan, Mendikbud, Gubsu, Bupati dan Wabup Deliserdang dan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman serta rombongan meninjau stand-stand pameran, dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus peresmian museum Deliserdang di Jalan Lintas Sumatera depan Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam.(btr/han)

Harus Lebih Kreatif

DUEL: Alexandros Tanidis saat berduel dengan Medan Utama di Stadion Teladan, Sabtu (8/9).
DUEL: Alexandros Tanidis
saat berduel dengan Medan Utama di Stadion Teladan, Sabtu (8/9).

SUMUTPOS.CO – Dua uji coba telah dijalani PSMS Medan jelang laga kontra PSIS Semarang di Stadion Teladan Medan. Mencetak 13 gol dari dua laga menandakan PSMS cukup produktif.

Teranyar Ayam Kinantan membungkam Medan Utama dengan skor 5-0 di Stadion Teladan, Sabtu (8/9). Namun Butler tak lantas puas dengan produktivitas timnya. Apalagi lawannya beda kasta dengan PSMS.

Butler mengatakan walaupun mencetak banyak gol bukan menjadi patokan bagi timnya bisa dengan mudah menghadapi PSMS. “Saya tidak pernah lihat hasil. Seperti yang saya bilang sebelumnya pertandingan ke depan (lawan PSIS) lebih penting. Pasti akan berbeda,” ujar Butler.

Pelatih asal Inggris itu juga sudah tahu kerangka tim utama yang akan menghadapi PSIS. Namun Butler masih menguji beberapa pemain untuk menjadi alternatif.

“Saya sudah tahu tim saya untuk Minggu depan (lawan PSIS). Tapi saya sengaja campur untuk memberi kesempatan agar kompetitif. Sedikit kecewa babak pertama, mungkin lapangan bergelombang dan panas tapi kalau main dengan saya mereka harus kerja keras. Tidak bisa kalau tidak memberi 100 persen,”ujar eks pelatih Persipura itu.

Meski kualitas lawan di bawah dia meminta skuadnya tak menurunkan intensitas serangan. “Sangat sulit melawan tim seperti ini. Mereka kompetitif. Mereka kerja keras. Tidak apa-apa mereka datang dari divisi (Liga) 3. Saya sudah kerja di Indonesia lama. Kita harus tetap hormati mereka. Mungkkn mereka tidak bisa menang tapi mereka bikin masalah untuk anda,” beber nya.

Butler tak menyoroti gol-gol.yang mereka ciptakan. Meski menguasai bola sangat dominan namun dia meminta skuadnya lebih kreatif. Terutama dalam membongkar pertahanan lawan.

“Mungkin ada 90 persen possession. Tapi lebih penting apa yang anda buat saat pegang possession seperti itu. Kehilangan bola itu biasa. Apalagi dalam.kondisi lapangan seperti ini,”ucapnya.

Pemain menurutnya harus berani menciptakan peluang tanpa takut kehilangan bola. “Seperti Rahmat dia punya kualitas. Tapi beberapa kali dia hilang bola. Tapi saya tidak kritik itu, karena saya mau dia lari kepada lawan tunjuk kualitas. Bantu pemain main kreatif dann imajinatif,” pungkasnya.

Sementara itu uji coba ini juga berarti penting bagi Medan Utama. Meski tidak mencetak gol dan kalah namun menguji kekuatan mereka menghadapi tim sekelas PSMS. “Ya saya pikir walaupun kalah kami bermain cukup baik. Hanya saja memang level PSMS di atas. Ini menjaid persiapan kita hadapi Liga 3 regional,” kata Ketua Umum Medan Utama, Ahmad Untung Lubis.

Seperti diketahui Medan utama finish sebagai runner up Liga 3 zona Sumut. Mereka berhak bertarung di zona regional Sumatera bersama sang juara PSDS. “Persiapan sudah cukup baik. Targetnya kami bisa lolos ke zona nasional,” ujarnya turut diamini pelatih Jefrizal. (don)

Pemkab Deliserdang Terima 720 CASN

Ilustrasi
Ilustrasi

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Deliserdang akan membuka penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2018 , sebanyak 720 orang.

“Kabupaten Deliserdang menerima 720 CASN. Angka itu belum digabungkan dengan eks tenaga honorer kategori II (K-2). Saya lupa secara terperincinya, tetapi kita yang terbanyak di Sumut. Untuk Formasi pada tenaga pendidik dan medis yang mendominasi,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein, ketika dihubungi Sumut Pos, Minggu (9/9).

Disebutkannya, Pemkab Deliserang akan mengumumkan penerimaan CASN tersebut secara resmimbaik melalui media cetak maupun online. Oleh karena itu, masyarakat yang berminat mendaftar, agar mempersiapkan diri.

“Silakan lihat persyaratannya di portal nasional via http://sscn.bkn.go.id. Tidak ada pendaftaran melalui portal madiri,”terangnya.

Berdasarkan Permen PANRB, instansi pemerintah pusat wajib mengalokasikan minimal 10 persen untuk sarjana lulusan terbaik (cumlaude).Instansi daerah, persentasenya minimal 5 persen dari total alokasi yang ditetapkan.

Pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi maupun program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan. Adapun untuk penyandang disabilitas, setiap instansi wajib mengalokasikan formasi jabatan, persyaratan, jumlah, dan unit penempatan yang dapat dilamar oleh penyandang disabilitas.

Adapun formasi khusus pendaftaran CPNS 2018 adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat.Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Persyaratan lain soal formasi bagi honorer K2 diatur dalam ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan. Tercatat ada 13.347 orang di dalam database BKN.

Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Persyaratan lain soal formasi bagi honorer K2 diatur dalam ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan. (btr/prn/esy/jpnn)

Sumut Belum Terima Formasi

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Di pihak lain, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan meminta masyarakat bersabar menunggu informasi perihal formasi CASN 2018 untuk wilayah Sumut. Sebab sejauh ini, pihaknya belum menerima formasi CASN secara resmi dari BKN Pusat.

“Kami belum ada menerima surat formasi CASN. Masyarakat diminta bersabar dan tetap waspadai berbagai modus penipuan terkait hal ini,” kata Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (9/9).

Senada, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengatakan, hingga Minggu pihaknya belum menerima surat edaran terkait formasi CASN 2018. “Kabarnya masih di Jakarta (Kemenpan RB dan BKN). Kalau sudah, akan kita infokan,” katanya.

Untuk diketahui, prioritas pengadaan CASN tahun 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur, sesuai dengan program Nawacita. Jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, guru madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Sementara peruntukan instansi pemerintah daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, guru agama sebanyak 8.000 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis), serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CASN 2018 terdiri dari putra/putri lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Pendaftaran CASN resmi dibuka pada 19 September 2018 mendatang. Pendaftaran akan dipusatkan pada situs Badan Kepegawaian Negara. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. (btr/prn/esy/jpnn)

Gelar Festival U-11 dan U-13

ISTIMEWA BERSAMA: Siswa Generasi, pengurus dan alumni.
ISTIMEWA
BERSAMA: Siswa Generasi, pengurus dan alumni.

Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi Medan terkenal menjadi sekolah yang selalu melahirkan pemain-pemain besar kota Medan. Kini SSB tertua di kota Medan itu memasuki usia ke-28 tahun.

Perayaan digelar dengan sederhana di Lapangan Brigif Marindal, Minggu (9/9). Sejumlah alumni Generasi seperti Hasbi, Rudi Helmiawan, Fityan Hamdy dan lainnya menghadiri latihan SSB Generasi pada Minggu pagi dan turut melakukan tiup lilin bersama para pengurus yang diwakili Pembina Generasi, Nasrul Saleh Rangkuti, Mahadi Surya ST dan pelatih, Yudhi Ramanda.

“SSB Generasi adalah SSB pertama di Sumatera Utara dan sudah banyak melahirkan pemain-pemain profesional seperti Edu Juanda, Saktiawan Sinaga, Yudhi Ramanda, Herman Batak, Jecky Pasarella dan lainnya. Kami berharap di usia yang semakin tua ini, generasi tetap eksis dan tetap konsisten melahirkan pemain-pemain berbakat untuk Sumatera Utara dan kancah nasional,” ucap Pemilik dan Pembina Generasi Medan, Nasrul Saleh Rangkuti.

Sampai saat ini Generasi Medan terus melakukan latihan rutin di bawah asuhan Yudhi Ramanda. Latihan digelar empat kali sepekan, setiap Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu di Lapangan Brigif, Marindal.

Pelatih Generasi, Yudhi Ramanda mengatakan anniversary ke-28 nantinya akan dimeriahkan dengan festival sepak bola U-11 dan U-13. “Festival U-11 untuk kelahiran 2007 digelar 16 September. Sementara U-13 untuk kelahiran 2005 digelar 23 September. Festival ini dibuka untuk umum dengan hadiah trofi serta uang pembinaan,” tambah Rama, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut eks pemain PSDS, PSMS dan Persikota itu menambahkan Generasi Medan juga aktif mengikuti berbagai turnamen dan festival di Sumatera Utara. “Kami beberapa kali menjadi juara di turnamen lokal di Medan. Ini menambah jam terbang pemain,” katanya.

Selain itu salah seorang pengurus Generasi, Mahadi Surya Putra ST menambahkan digelarnya festival ini dihbarapkan bisa menciptakan pemain andal yang bisa mengharumkan kota Medan. “Dari festival ini harapannya ditemukan bakat-bakat pemain, tidak hanya dari Generasi tapi SSB-SSB di kota Medan untuk bisa kelak mengikuti para senior yang berkecimpung di kompetisi Liga Indonesia,” katanya. (don)

Pelamar Diperkirakan Capai 6 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan, siap menghadapi pendaftaran CPNS secara online mulai 19 September mendatang. Dia mengklaim, walaupun diperkirakan ada 6 juta pelamar yang akan mengunjungi portal sscn.bkn.go.id, tapi BKN sudah menyiapkan berbagai antisipasi.

“Kemampuan servernya sudah ditambah insyallah tidak akan down. Selain itu kami menyiapkan tim help desk yang akan membantu para pelamar,” ujar Bima, Minggu (9/9).

Bima yang juga ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) itu meminta bagi para pelamar yang belum ingin mendaftar pada 19 September sebaiknya tidak mengunjungi portal SSCN. Ini untuk mengurangi beban server. Pelamar juga diimbau tidak melamar pada hari-hari terakhir karena beban server tinggi sehingga bisa menyulitkan proses pendaftaran.

“Waktunya kan dua minggu, jadi bisa daftar pada hari ketiga dan seterusnya. Kalau awal atau akhir biasanya pengunjungnya padat,” ujar Bima.

Hingga saat ini tes CPNS direncanakan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pembda).

Bima mengimbau pemda memberikan persyaratan seleksi CPNS 2018 yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat. “Persyaratan seperti Akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan Indeks Prestasi di wilayah masing-masing,” jelasnya.

176 lokasi itu menurut Bima akan terus bertambah. Sebab, ada instansi yang ingin melaksanakan tes CPNS juga. BKN tinggal menyiapkan sistem CAT (computer assisted test).

Diketahui, formasi CPNS 2018 terdiri dari umum dan khusus dengan total 238.015. Rinciannnya 51.271 formasi instansi pusat di 76 K/L dan 186.744 formasi di 525 daerah. (btr/prn/esy/jpnn)

Dua Pengedar Sabu Diamankan

BAMBANG/SUMUT POS DIAPIT:Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Mardiyanto mengapit tersangka pengedar narkoba di Mapolsek Stabat.
BAMBANG/SUMUT POS
DIAPIT:Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Mardiyanto mengapit tersangka pengedar narkoba di Mapolsek Stabat.

LANGKAT,SUMUTPOS.CO -Peredaran narkoba seakan tak terbendung dan kian marak. Dalam tempo satu malam, petugas Polsek Stabat meringkus dua pengedar narkoba.

Mul (38), warga Dusun Kedondong Barat Desa Jentera Stabat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diciduk petugas tak jauh dari kediamannya pada Jumat (7/9) sekira pukul 19.00 WIB.

Dari tangannya, diamankan barang bukti satu bungkus kotak rokok yang didalamnya terdapat tujuh bungkus plastik kecil sabu, hp, dan dua buah jarum.

Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Mardiyanto menjelaskan, penangkapan tersebut berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa di sekitar Dusun Kedondong Barat sering djadikan tempat transaksi narkoba.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan mengatakan, pihaknya juga mengamankan tersangka pengedar narkoba, yakni EPB (39), warga Dusun Melati Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjungpura, Sabtu (8/9) pukul 01.30 WIB.

Saat EPB ditangkap, petugas menyita barang bukti sepera motor tanpa plat, kotak kaleng rokok, jarum pentol, kaca pirek, dua sekop yang terbuat dari pipet, dua plastik klip ukuran sedang yang berisikan sabu, 20 plastik klip kecil transparan tanpa isi, pungkasnya. (bam/han)

Terkendala Pembebasan Lahan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANJIR: Sejumlah kendaraan melintasi genangan air saat diguyur hujan di Jalan Bahagia By Pass Medan, Minggu (9/9). Buruknya saluran drainase di jalan tersebut membuat air di drainase meluap tumpah ke jalan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANJIR: Sejumlah kendaraan melintasi genangan air saat diguyur hujan di Jalan
Bahagia By Pass Medan, Minggu (9/9). Buruknya saluran drainase di jalan tersebut membuat air di drainase meluap tumpah ke jalan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan penanganan banjir di Kota Medan dan kawasan Medan Utara. Namun penanganan tersebut mengalami kendala dengan pembebasan lahan.

“Untuk Medan khususnya, Sumatera Utara banyak. Medan dan sekitarnya banjir juga, sudah ditangani banjirnya beberapa tahun ini ya. Kita terkendala pembebasan lahan untuk Kota Medan,” kata Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi kepada wartawan, usai menghadiri pembukaan acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia ke-35 di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Jumat (7/9) malam.

Hari mengungkapkan, kendala pembebasan lahan tersebut untuk normalisasi dan pelebaran Sungai yang ada di Medan. Tapi, dengan kondisi kota terbesar nomor 3 di Indonesia padat penduduk membuat lahan untuk penanganan banjir sulit untuk dilakukan pengadaan oleh Kementerian PUPR.

“Walaupun tanah susah di Medan, kita akan tetap melakukan penanganan untuk banjir Belawan. Untuk Sungai Deli dan sekitarnya. Sudah dianggaran, tapi tanah tidak ada. Jadinya, anggaran hangus,” jelas Hari.

Dengan kondisi tersebut, Hari menjelaskan sudah membuat konsep yang dilakukan dengan memfungsikan Sungai di sekitar Kota Medan, seperti Sungai Sei Padang, Kota Tebing Tinggi..”Kita kontruksi sudah ada, selama tanah ada. Tidak jadi masalah ini, seperti Sungai Deli, Sungai Babura. Tahu sendiri kanan-kiri sungai sudah padat penduduk,” papar Hari.

Untuk drainase perumahan, menurut Hari itu, yang mengurusinya Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan silakan Pemko Medan menangani itu.”Kemudian air baku-baku kita siapkan, dengan air tanah, sumur dalam. Untuk alat sumur bor 150 meter juga kita siapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Roy Panagom Pardede mengungkapkan pihak juga melakukan langkah-langkah untuk mengatasi banjir di Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumut ini.

“Untuk di Sumatera Utara soal Banjir dan persedian air baku dan pola pengaturan debit air. Masyarakat buang sampah, berakibat banjir,” kata Roy kepada wartawan di USU.

Roy menyebutkan Balai Wilayah Sungai Sumatera II sudah melakukan upaya untuk untuk mengatasi banjir di Medan dengan melakukan pengerukan dan pemiliharan Sungai-sungai yang ada di Medan dengan setiap tahun ada anggaran untuk hal tersebut.

“Bukan di Sungai Deli, tapi Sungai Seikambing, Sungai Babura. Namun, nilainya tidak terlalu besar. Karena ini, kita mengajak semua pihak dari Pemerintah Kota sinergitas untuk sama-sama mengerjakannya. Seperti penanganan banjir Jalan Tinta? sebagai modal kerjasama kita lakukan,” tutur Roy.

Disinggung soal  Kanal yang ada di Medan tidak berfungsi, Roy menjelaskan Kanal tersebut sudah berfungsi secara otomatis. Bila debit air di Sungai Deli sudah tinggi akan mengalir ke Kanal itu.”Untuk Kanal bukan tidak berfungsi. Tapi, tetap difungsikan. Difungsikan dimana sungai Deli alirannya besar bisa dialirkan melalui kanal,” kata Roy.

Ia menambahkan bahwa Kota Medan berada didataran rendah. Dengan itu, perlu dilakukan normalisasi sungai perlu dilakukan.”Sedangkan, Untuk merelokasi masyarakat di pinggir sungai, saya tidak bisa mengatakan itu. Itu tidak bisa diselesaikan Balai, tapi bersama dengan Pemerintah Kota juga,” pungkasnya.

 

Diminta Antisipasi Musim Penghujan

Masih terkait soal banjir, Pemerintah Kota Medan diminta untuk sedini mungkin mengantisipasi datangnya musim penghujan yang kemungkinan menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Kota Medan.

Selama ini, permasalahan selalu datang saat musim penghujan tiba seperti banjir yang menggenangi ruas jalan protokol di Medan, yang semestinya permasalahan itu sudah bisa ditangani.”Selama ini permasalahan banjir dan genangan air lebih disebabkan karena buruknya saluran drainase yang tidak terintegrasi dengan baik,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Medan, Ilhamsyah, kemarin.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini menekankan, pentingnya pengerjaan infrastruktur yang memiliki konsep yang baik dengan kondisi Kota Medan sekarang ini. “Pengerjaan proyek infrastruktur harus diperhatikan dengan baik, karena baiknya pengerjaan infrastruktur akan sangat berpengaruh terhadap kondisi ke depan,” jelasnya.

Begitu juga dalam pengerjaan proyek, Ilham melihat cara pengerjaannya banyak dijumpai tidak memiliki konsep yang baik. “Semisal pengorekan lumpur dari sendimentasi saluran drainase dibiarkan di jalan hingga mengganggu kenyamanan berkendaraan,” jelasnya seraya menekankan agar pola pengerjaan seperti ini tidak dilakukan lagi.

Sebagai contoh, pengerjaan proyek drainase di Jalan Harapan Pasti, Ilham melihat pengerjaan proyek drainase yang seharusnya membawa manfaat bagi warga, sejak awal malah merugikan warga. “Jadi ini harus benar-benar ditekankan, agar supaya Medan benar-benar menjadi ‘Rumah Kita’ bersama,” ucapnya.

Menghadapi musim penghujan tahun ini, Ilham mengajak masyarakat dan Pemerintah Kota Medan beserta jajarannya untuk memperhatikan lingkungannya bersama-sama. “Tidak hanya kepada Pemerintah Kota Medan, kita juga mengajak kepada masyarakat dan kita bersama untuk memperhatikan lingkungan kita agar benar benar nyaman untuk ditinggali,” jelasnya.

Sementara, data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyebutkan hingga beberapa hari ke depan diprediksi Kota Medan akan dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga berat. Hujan yang akan terjadi juga berpotensi disertai angin dan kilat/petir. Selain Medan, hujan yang bakal melanda beberapa kabupaten/kota lainnya di kawasan Sumatera Utara. (gus/ris/ila)

 

 

Jemaah Haji Asahan Wisata ke Jabal Magnet

Info haji
Info haji

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sebelum kembali ke tanah air, jemaah haji asal Asahan yang tergabung dalam Kloter 09/MES, menyempatkan diri berwisata ke Jabal Magnet, Sabtu (8/9). Jabal Magnet terletak 60 kilometer dari kota Madinah.

TPHD Kloter 09/MES, H Subuh Henny, mengatakan jemaah haji terheran-heran saat bus yang mereka tumpangi berjalan sendiri tanpa pengemudi, walaupun adanya tanjakan . Saat memasuki area Jabal Magnet, kecepatan bus perlahan-lahan menurun. Dari sebelumnya berkecepatan mencapai 120 kilometer per jam, terus melambat hingga akhirnya bus berhenti tanpa sopir harus duduk di bangku driver/pengemudi.

Disebutkan Subuh, kawasan Jabal Magnet disebut juga Manthiqa Baidha, yakni perkampungan putih. Di kawasan ini, kendaraan seperti bus dan mobil pribadi bisa berjalan sendiri maupun maju ataupun mundur tanpa dikemudikan. Penyebabnya, area itu mengandung medan magnet yang sangat tinggi. “Silakan perhatikan smartphonenya. Pasti tidak berfungsi dikarenakan pengaruh magnet,” ucap Subuh.

Jemaah haji kemudian turun dari bus dan memperhatikan hilir mudiknya mobil yang melaju tanpa dikemudikan. Para haji percaya itu merupakan suatu kekuasaan Allah SWT. Daya tarik magnet di pegunungan tersebut sangat kuat, hingga dapat terasa sesaat sebelum sampai, ditandai dengan beratnya laju mobil. Bila bus atau mobil yang diparkir tidak dipasang rem tangan, maka bus/mobil akan berjalan mundur bahkan bisa melewati tanjakan.

Selama kunjungan ke Jabal Magnet, jemaah haji  ada yang menunggangi kuda dan ada juga yang menggunakan kenderaan ATV menikmati indahnya kawasan Jabal Magnet . Maklum, pemerintah Arab Saudi telah menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata.

Setelah puas menikmati kawasan Jabal Magnet, jemaah haji mengabadikannya dengan berfoto bersama.

Sementara itu, Jemaah haji Kloter 07 Debarkasi Medan (MES) tiba di Bandara Kualanamu Deliserdang dengan selamat pada Sabtu (8/9) pukul 16.44 WIB. Jemaah Haji disambut oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan.

Setelah proses penerimaan di Bandara Kualanamu Deliserdang, jemaah haji kemudian dibawa ke Asrama Haji Medan menggunakan 10 bus dan tiba pukul 18.40 WIB.

Wali Kota Medan diwakili Kabag Agama Kota Medan Adlan dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air kepada jemaah haji. Pak Wali bersyukur karena jemaah haji tiba dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat.

“Semoga amal ibadah bapak/ibu selama di tanah suci diterima Allah SWT dan memperoleh haji dan hajjaj yang mabrur dan mabrurah dan selamat berkumpul kembali bersama keluarga,” katanya.

Walikota Medan juga berharap, sekembalinya para jamaah haji ke daerah masing-masing, agar dapat meningkatkan amal ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta menjadi contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat.

TPHI Kkoter 07/MES Fauzan Habib Syahrial dalam laporannya menyampaikan, jemaah haji Kloter 07/MES berjumlah 388 orang. Jumlah itu berasal dari Medan 365 orang, Asahan, 5 orang, Binjai 2 orang, Deli Serdang 7 orang, Tebing Tinggi 1 orang, Mandailing Natal 1 orang, Karo 1 orang, TPHD Medan 1 orang, ditambah 5 orang petugas yang menyertai jemaah.

Fauzan Habib juga melaporkan, satu jemaah haji wafat pada kloter ini an. Rahmawati Muhammad Ibrahim Binti Muhammad Ibrahim (47) warga Jalan Gatot Subroto Gg Kelapa No7 Sei Putih Barat Medan, wafat tanggal 23 Agustus 2018 di Rumah Sakit Arab Saudi.

Sementara itu, Kloter 8/ MES yang berasal dari Tebingtinggi, Tobasa, Tanjungbalai, Madina, Batubara dan Medan, dengan total jumlah jamaah 381 orang diperkirakan mendarat di Bandara Kualanamu, Minggu (9/9) pukul 19.40 WIB.

“Kloter 8 tiba pukul 19.40 WIB, dan sampai di Asrama Haji pukul 22.00 WIB,” ujar Humas PPIH Debarkasi Medan, Imam Mukhair. (man)