Home Blog Page 6005

Terpidana Korupsi Gardu PLN Ditangkap

Batara/sumut pos DIBOYONG: Tim Pidsus Kejari Deliserdang memboyong Syamair untuk diperiksa dan dijebloskan ke penjara.
Batara/sumut pos
DIBOYONG: Tim Pidsus Kejari Deliserdang memboyong Syamair untuk diperiksa dan dijebloskan ke penjara.

Kejaksaan Negeri Deliserdang menangkap Syamair (58), terpidana korupsi pembebasan dan penjualan lahan gardu Induk (GI) PT PLN di Galang. Sebelumnya, S masuk DPO karena kabur pasca divonis penjara selama 5,5 tahun oleh majelis hakim.

Terpidana ini ditangkap, setelah buron selama 4 tahun lalu berdasarkan putusan Mahkamah Agus RI No.113 K/Pid.Sus/2014 tanggal 07 Agustus 2014.

Usai ditangkap, petugas pun langsung memboyong Syamair ke Kantor Kejari Deliserdang. Selanjutnya, Syamair dijebloskan ke Lapas Klas II B Lubukpakam.

Menurut Kasi Iintel Kejari Deliserdang, Iqbal didampingi Kasipidsus mengatakan, bahwa penangkapan tersangka yang menjadi DPO ini terbilang kooperatif.

“Terpidana S ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait pembelian dan pembebasan lahan yang diperuntukkan untuk bangunan kepentingan umum, Pembangunan Gardu Induk PLN 27 KV, dan sudah dijatuhi hukuman pidana selama 5 (lima) tahun penjara dengan denda Rp200.000.000, subsider 6 (enam) bulan penjara dengan membayar ganti rugi sebesar Rp15.000.000 subsider satu bulan kurungan penjara,” ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, hingga kini pihaknya masih mengejar 3 terpidana korupsi dengan kasus yang sama dan mengimbau agar para terpidana yang masuk dalam DPO kiranya dapat menyerahkan diri.

“Kepada pihak terpidana yang saat ini masuk dalam DPO kiranya menyerahkan diri ke Kejari Deliserdang, mengingat pihaknya tetap akan terus memburu mereka,” tegasnya. (btr/han)

TSK Korupsi Tugu Mejuah-mejuah Tak Ditahan

KARO,SUMUTPOS.CO -Kinerja dan keseriusan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Gloria Sinuhaji dalam menangani kasus korupsi di Tanah Karo, patut dipertanyakan.

Hampir setahun bertugas, belum ada satu pun kasus korupsi yang masuk ke meja hijau.

Bahkan penanganan dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi pun terkesan berjalan “di tempat”.

Meski telah menetapkan 4 orang tersangka, hingga kini para terduga pencuri uang rakyat Karo itu tak kunjung dijebloskan ke penjara. Tersangka yang dua di antaranya berstatus Kepala Dinas dan Kabid itu masih bebas menghirup udara segar. Keduanya juga tetap bekerja dan menerima gaji. Tak kunjung ditahannya para tersangka ini jadi pertanyaan di tengah masyarakat Kabupaten Karo.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Kajari Karo terkesan buang badan dan mengarahkan wartawan ke Kasi Pidsus, Dapod Manurung. “ Soal itu, kordinasi saja sama Kasi Pidsus ya,”elaknya kemarin.

Ironisnya, Kasi Pidsus Kejari Karo Dapod Manurung yang dihubungi juga enggan berkomentar. Padahal sebelumnya, Dapod berdalih belum memeriksa atau pun menahan para tersangka karena pihaknya harus lebih dulu memeriksa saksi ahli.

Namun saat ditanya apakah para saksi ahli dari BPK dan Tekhnik Sipil USU tersebut sudah diperiksa apa belum? Kapan para tersangka akan diperiksa? Dapod kembali bungkam. Sebelumnya, Candra Tatigan oknum Kadis Perkim Karo yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui dirinya telah berstatus tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo atas kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah, Berastagi. “Bagaimana saya menanggapi, saya sendiri belum tau soal status tersangka tersebut,” kata Candra saat dikonfirmasi kru koran ini, Selasa (28/8) siang.

“Saya tak tau itu, belum ada pemberitahuan apa pun dari Kejari Karo. Jadi gimana saya menanggapinya,” elaknya enteng.

Sekda Kabupaten Karo, Terkelin Kamperas juga enggan saat dikonfirmasi terkait penetapan dua “anak buahnya” sebagai korupsi. “Maaf ya, saya lagi sibuk, lagi rapat ini,” tandasnya pada Sumut Pos seraya enggan berkomentar lagi.

Seperti pemberitaan sebelumnya, meski telah berstatus sebagai tersangka kasus korupsi, namun hingga kini Kejari Karo belum juga menjebloskan dua pejabat Pemkab Karo ke penjara.

Alhasil, kedua tersangka korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi masing-masing Candra Tarigan dan RT itu, masih bebas berkeliaran. Keduanya juga masih masuk kerja sebagai Kepala Dinas Perkim dan Kepala Bidang di Dinas Kebersihan Karo.

Candra dan RT adalah dua dari empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka lain masing-masing RHS dan EPS. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pihak Kejari Karo menerima hasil audit kerugian negara dari BPK RI kurang lebih Rp 605 juta. “Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara atau ekspose di kantor Kejari Karo pada tanggal 31 Juli 2018 lalu. Hasil audit BPK ditemukan dugaan kerugian negara dalam kasus ini sebesar kurang lebih Rp650 juta,” tegas Dapod, Rabu (15/8) sore.

Dikatakan Dapod, ke empat tersangka itu mempunyai peran masing-masing, Candra selaku Pengguna Anggaran, RT selaku Pejabat Pembuat Komitmen, RHS selaku direktur perusahaan (rekanan) dan Ir. EPS selaku pelaksana kegiatan.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo, dengan pagu anggaran Rp 679.573.000 yang ditampung dalam APBD Karo TA 2016.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2016 itu, BPK RI menemukan kekurangan volume yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp 571.720.387, jaminan pelaksanaan belum dibayar Rp 33.978.650 dan denda belum dibayar ke kas daerah Rp 33.978.650.

Pekerjaan pembangunan Tugu Mejuah-Juah dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016, dengan masa kerja 50 hari , terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016. (deo/han)

Hadi Setiawan Dicekal ke Luar Negeri

JAKARTA- Orang kepercayaan pengusaha Tamin Sukardi, Hadi Setiawan, dicegah bepergian ke luar negeri. KPK mengatakan Hadi, dalam kasus dugaan suap dari Tamin kepada hakim ad hoc Tipikor Medan Merry Purba, punya peran dalam kasus ini.

“Kami sudah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap yang bersangkutan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (30/8). Febri menyatakan, pencegahan dilakukan hingga 6 bulan ke depan. Saat ini KPK masih mencari Hadi, yang saat operasi tangkap tangan pada Selasa (28/8), tak berada di Medan. “Saat kegiatan tangkap tangan dilakukan dua hari yang lalu, Saudara HS (Hadi Setiawan) ini sedang tidak berada di tempat, tidak sedang berada di Kota Medan bahkan,” ucapnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Sebagai pihak yang diduga penerima adalah Merry Purba dan Helpandi, yang merupakan panitera pengganti pada PN Medan. Kemudian sebagai tersangka pemberi suap adalah Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan (HS).

Dugaan suap dengan total duit SGD 280 ribu ini terkait dengan vonis Tamin Sukardi di PN Medan pada Senin (27/8). Kasus Tamin di PN Medan disidangkan oleh Merry Purba. (bbs)

Polres Langkat Sertijab Empat Kapolsek

Bambang/sumut pos SERTIJAB: Waka Polres Langkat Kompol Hendrawan, memasang tanda jabatan Iptu Dahnial Saragih sebagai Kapolsek Pangkalan Berandan.
Bambang/sumut pos
SERTIJAB: Waka Polres Langkat Kompol Hendrawan, memasang tanda jabatan Iptu Dahnial Saragih sebagai Kapolsek Pangkalan Berandan.

LANGKAT-Waka Polres Langkat Kompol Hendrawan, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) empat Kapolsek, di lapangan futsal Bharadaksa Mapolres Langkat, Rabu (29/8).

AKP Eriyanto Ginting yang menjabat Kapolsek Tanjungpura, mendapat tugas baru sebagai Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan. Sementara jabatannya diserahkan kepada AKP Bulat Panjaitan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Batangkuis, Polres Deliserdang.

Kapolsek Salapian, AKP Maritaken Surbakti dimutasi sebagai Panit 2 unit 1 Subdit 2 Dir Reskrimsus Polda Sumut, jabatannya digantikan AKP Junaidi yang sebelumnya menjabat Waka Polsek Percut Seituan, Polrestabes Medan.

Selanjutnya, Kapolsek Pangkalan Berandan AKP Jhonson M Sitompul, mendapat jabatan baru sebagai Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Dir Reskrimsus Polda Sumut. Sedangkan penggantinya Iptu Dahnial Saragih, yang sebelumnya menjabat sebagai KBO Sat Lantas Polres Langkat.

Kemudian, Iptu Khairul Saleh yang sebelumnya menjabat Kapolsek Secanggang, akan bertugas sebagai Kapolsek Tanjung Beringin di Polres Serdang Bedagai (Sergai). Sementara jabatannya dipercayakan kepada AKP Mangelek Pasaribu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Belawan.

Waka Polres Langkat Kompol Hendrawan dalam amanatnya, menyampaikan kepada pejabat yang baru untuk segera beradaptasi serta menyesuaikan diri dalam menjalankan tugas. “Jauhkan diri dari perbuatan yang melawan hukum,”ujar Hendra.

Ditegaskan Hendrawan, setiap sertijab dituntut komitmen didikasi dan tanggung jawab dari pejabat yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas dalam memelihara Kamtibmas, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. (bam/han)

Generasi Muda Berperan Cegah Peredaran Narkoba

DIABADIKAN: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Binjai, Drg Lilik Rosdewati, diabadikan bersama mahasiswa KKN UINSU dan tokoh masyarakat, usai membuka talkshow penyuluhan narkoba dan deklarasi generasi muda Kota Binjai anti narkoba, di Gedung Olahraga Binjai.
DIABADIKAN:
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Binjai, Drg Lilik Rosdewati, diabadikan bersama mahasiswa KKN UINSU dan tokoh masyarakat, usai membuka talkshow penyuluhan narkoba dan deklarasi generasi muda Kota Binjai anti narkoba, di Gedung Olahraga Binjai.

Keluarga yang harmonis akan menjadi pelindung bagi anak dan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba.

Demikian disampaikan Wali Kota Binjai HM Idaham melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Binjai, drg Lilik Rosdewati saat membuka talkshow penyuluhan narkoba dan deklarasi generasi muda anti narkoba Kota Binjai, di Gedung Olahraga Binjai, Selasa (28/8).

Selain itu, peranan masyarakat juga sangatlah penting dan sentral dalam mengawasi peredaran narkoba. “Sangat lah pas melalui kegiatan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Binjai agar berupaya mencegah penyalahgunaan, dan ikut memberantas peredaran narkotika,”pintanya.

Menurut Lilik, permasalahan narkotika merupakan satu dari sekian permasalahan global yang menjadi perhatian serius. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika menjadi isu strategis bagi masyarakat dunia.

Maraknya peredaran narkoba sudah menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. Saat ini, ancaman narkoba sudah masuk ke seluruh elemen masyarakat. Tanpa terkecuali dari kalangan pemuda, pelajar maupun anak-anak. Generasi muda sangat rawan terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba.

“Generasi muda sebagai tumpuan harapan bangsa, harus kita jaga agar tidak terjerumus kepada narkoba. Dengan demikian tidak akan terjadi lost generation,”tegasnya.

BNN Kota Binjai tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari segenap komponen yang ada di Kota Binjai.

Karenanya, Lilik mengimbau untuk bersama-sama menyelamatkan dan melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Talkshow tersebut digelar oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, dan dihadiri para pelajar beserta seluruh tamu undangan. (ted/han)

8 Bacaleg Partai Golkar Ajukan Mundur

Delapan orang Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) keterwakilan perempuan dari Partai Golkar di tiga Dapil di Kota Tebingtinggi akan mengajukan mundur dari bursa bacaleg, apabila Plt Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi Pahala Sitorus tidak dipilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang definitif dalam Musda Partai Golkar Tebingtinggi pada September 2018mendatang.

Keterwakilan perempuan bacaleg dari tiga Dapil tersebut menyatakan sikap secara tertulis di Hotel Coin Mulia, Jalan Ahmad Yani, Kota Tebingtinggi, Kamis (30/8). Alasannya, mereka tidak menyetujui calon Ketua baru, Basyaruddin Nasution menjadi Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, apabila terpilih dalam Musda.

Kedelapan Caleg tersebut adalah Indah Ramadani Dapil I, Rizki Rinda Ammelia Bangun Dapil I, Novita Herawati Dapil I, Winda Andriana Pratiwi Dapil 1 (Tebingtinggi Kota/Padang Hilir), Winda Carlina Lubis Dapil II, Nurmalina SE Dapil II (Bajenis/Padang Hulu) dan Sri Wahyuni Dapil III dan Mulahati SPd Dapil III (Rambutan).

Rencana mundurnya keterwakilan perempuan ini juga diikuti caleg lainnnya, Edi Azhar Caleg dari Dapil III dan akan menyusul bacaleg lainnya. Apabila keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen mundur di tiga Dapil, maka secara otomatis Partai Golkar Tebingtinggi tidak bisa mengikuti pemilihan umum tahun 2019 nantinya.

Mewakili keterwakilan caleg perempuan, Rizki Rinda Ammelia Bangun dari Dapil I menyatakan, bahwa pernyataan sikap calon legislatif unsur perempuan Partai Golkar Tebingtinggi, menyikapi Musda Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang direncanakan pada tanggal 7 September 2018 mendatang, dengan tegas menolak Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi.

Calon legislatif unsur perempuan Partai Golkar Tebingtinggi mendukung sepenuhnya Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi, Pahala Sitorus menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi. “Adapun alasan kami mendukung Pahala Sitorus karena beliau adalah Kader Senior Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang telah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Tebingtinggi,”katanya.

Menurutnya, semenjak Pahala Sitorus menjadi Plt Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi dari tanggal 24 Juni 2018, Partai Golkar Kota Tebingtinggi yang selama ini telah hancur, telah terkonsolidasi dengan baik. Begitu juga proses penjaringan dan penyiapan berkas caleg sampai pendaftaran ke KPUD Kota Tebingtinggi berjalan dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat untuk merebut hati rakyat terlaksana dengan baik.

“Apabila DPD Partai Golkar Sumatera Utara meloloskan Basyaruddin Nasution menjadi Calon Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, kami seluruh calon Legislatif perempuan Partai Golkar Kota Tebingtinggi akan mengundurkan diri sehari sebelum Rapat Pleno KPUD Tebingtinggi menetapkan DCT Legislatif Kota Tebingtinggi, sehingga Partai Golkar Kota Tebingtinggi tidak ikut Pemilu tahun 2019,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Plt Partai Golkar Tebingtinggi, Ir Pahala Sitorus ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa dirinya masih berada di Jakarta sejak tanggal 27 Agustus lalu, terkait apa yang dilakukan oleh caleg perempuan dari Partai Golkar, Pahala Sitorus tidak mengetahuinya. “Gejolak yang terjadi di Kota Tebingtinggi terkait rencana mundurnya caleg perempuan tidak diketahuinya,”terang Pahala sambil menutup telepon selulernya.

Sedangkan calon Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak mau menjawab. (ian/han)

Waspadai Virus Mers Coronavirus

Seluruh jemaah haji dari Embarkasi Medan diminta mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-COV). Penyakit saluran pernapasan muncul akibat virus yang bisa ditularkan oleh kelelawar dan unta.

“Jamaah haji Embarkasi Medan disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita.

Dikatakan Usma, MERS merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan manusia. Ini merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. MERS-Cov merupakan kependekan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus). “Sejauh ini tidak ada pengobatan khusus untuk MERS, hanya terapi suportif untuk gejala dan tidak ada vaksin, sehingga perlindungan terbaik adalah pencegahan,” ujar dia.

Usma mengatakan, setelah kepulangan jamaah haji Embarkasi Medan ke Tanah Air, Puskesmas di Medan akan memantau kesehatan jamaah selama dua pekan dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) ke Puskesmas terdekat. “Dalam proses pemulangan jamaah haji di Asrama Haji maka jamaah haji diperiksa dengan thermoscanner, jika sehat maka jamaah akan langsung pulang ke rumah dengan membawa K3JH,” kata Usma Polita, Kamis (30/8).

Namun, lanjutnya, jika jamaah haji sakit saat diperiksa dengan thermoscanner di Asrama Haji mengalami demam tinggi, maka akan diperiksa di klinik Asrama Haji Medan. “Bila memerlukan rujukan maka akan dirujuk di RS Haji Medan. Tapi ketika setelah di rumah mengalami sakit, maka wajib berobat ke RS dengan membawa K3JH ke Puskesmas se tempat,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Kesehatan Haji di Puskesmas Bestari dr. Indra mengatakan, pemantauan jamaah haji selama dua pekan itu untuk melihat apakah ada penyakit tertentu yang terpapar selama pelaksanaan ibadah haji.

“Ini mencegah jamaah membawa penyakit menular dan berbahaya dari Arab. Kebijakan ini sebenarnya tidak hanya untuk haji tapi untuk semua mereka yang baru datang dari luar negeri,” ungkapnya.

Dia juga menganjurkan para jamaah haji setiba dari Arab Saudi untuk istirahat kurang lebih 2 minggu guna memulihkan stamina. “Kurangi aktivitas terlebih dulu, istirahat yang cukup dan makan yang bergizi untuk memulihkan kesehatannya terlebih dulu setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat selama 40 hari,” kata Agustama lagi.

Menurut Indra, biasanya banyak jamaah haji yang alami batuk dan demam usai pulang dari Tanah Suci karena perubahan cuaca saat berada di Tanah Suci. “Jika sebelum 14 hari usai pulang dari Tanah Suci mengalami sakit demam dan sesak nafas, segera periksakan diri ke layanan kesehatan. Tunjukkan kartu kesehatan haji kepada petugas kesehatan, bilang ke mereka kalau Anda baru pulang dari Arab Saudi,” pungkasnya.

Jamaah Madina Miqot di Hudaibiyah
Sementara itu, usai melaksanakan puncak haji, jamaah Kabupaten Mandailing Natal pada Kloter 3/MES menunaikan ibadah umroh yang kali ini mengambil Miqot di Masjid Hudaibiyah.

TPIHI Kloter 3/MES H Ahmad Zainul Khobir mengatakan, jamaah haji yang berasal dari kabupaten yang dikenal dengan Negeri Beradat Taat Beribadah, masih segar dan bersemangat untuk menunaikan umrah sunah ini.

”Rombongan jamaah haji Mandailing Natal dengan berpakaian ihrom berangkat dari Mahbas Jin Bakda, Salat Zuhur dengan menaiki 9 bus menuju Hudaibiyah, dan bus berhenti di depan Masjid Hudaibiyah,” ujarnya, Kamis (30/8).

Setelah turun dari bus masing masing, TPIHI mengarahkan jamaah yang belum batal wudhunya untuk langsung masuk Masjid Hudaibiyah melaksanakan Salat Sunat Ihrom. Dan bagi jamaah yang batal wudhunya diarahkan ke tempat pengambilan wudhu, selanjutnya masuk ke dalam masjid untuk Salat Sunat Ihram.

Menurut Khobir Batubara, Hudaibiyah berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Letak Hudaibiyah ini merupakan daerah perbatasan Tanah Haram. Miqot di Hudaibiyah penuh makna, karena daerah ini merupakan awal pintu masuk kecemerlangan bagi kaum Muslimin dalam menaklukkan Kota Mekkah (Fathul Makkah).

Dan disinilah, Rasulullah SAW dan kaum Quraisy Mekkah membuat suatu perjanjian untuk saling tidak menyerang atau gencatan senjata, dan melalui perjanjian Hudaibiyah ini awal dari peluang umat Islam Madinah dalam mengembangkan islam, dan mengislamkan pendudukan Kota Makkah.

“Setiba di Masjidil Haram jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal ini menunaikan thawaf, sai dan tahallul yang dipandu oleh TPIHI dan para mukimin warga Mandailing Natal yang bertempat tinggal di Mekkah yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU),” ujarnya. (dvs/man)

Jaga Pasokan LPG 3 Kg dan Kestabilan Harga

sopian/sumut pos OPERASI PASAR: Pihak Agen penyalur gas 3 kg wilayah Kota Tebingtinggi melaksanakan Operasi Pasar di Kelurahan Bandar Sakti.
sopian/sumut pos
OPERASI PASAR: Pihak Agen penyalur gas 3 kg wilayah Kota Tebingtinggi melaksanakan Operasi Pasar di Kelurahan Bandar Sakti.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan atau ketersediaan bahan bakar Liquified Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melakukan operasi pasar di Kota Tebingtinggi.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan operasi pasar di Kota Medan, selama dua hari, tanggal 30-31 Agustus 2018. Hal ini, dilakukan menurut Rudi, untuk menjaga keamanan pasokan LPG 3 Kg di Sumut pasca Hari Raya Idul Adha 1439 H.

“Selama dua hari, Pertamina MOR I akan memberikan tambahan alokasi sebesar 3 persen atau sebanyak 2.800 tabung, sehingga penyaluran LPG 3 Kg di Tebingtinggi akan bertambah dari penyaluran harian normal dan fakultatif sebesar 4.640 tabung perhari menjadi 4.750 tabung perharinya,” kata Rudi, Kamis (30/8) siang.

Meski terjadi kenaikan harga di Kota Tebingtinggi, pasokan LPG 3 kilogram disalurkan melalui 2 agen dan 86 pangkalan, dengan HET Rp16.000 per tabung.

“Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina mengimbau, bahwa peruntukkan LPG 3 kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp1,5 jt per bulan atau Usaha Mikro. Bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial,” jelas Rudi.

Untuk mengantisipasi adanya kenaikan kebutuhan LPG 3 Kg di wilayah tersebut, Pertamina MOR I telah memberikan tambahan alokasi secara fakultatif pada tanggal 11, 17, dan 22 Agustus 2018 dengan total tambahan pasokan mencapai 563.520 tabung, sehingga penyaluran harian di wilayah Sumut mengalami kenaikan dari 294.885 tabung perhari naik menjadi 318.482 tabung per hari. “Distribusi untuk wilayah Sumut Bagian Utara disalurkan oleh 165 agen melalui lebih dari 5.000 pangkalan yang tersebar di 150 Kecamatan,” tutur Rudi.

Rudi mengklaim, selama ini, tidak ada terjadi masalah dalam pendistribusian dilakukan. “Sejauh ini penyaluran berlangsung lancar dan tidak ditemukan adanya kendala distribusi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) ke Agen maupun Pangkalan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Ekbang Kota Tebingtinggi, Zahidin SPD mengatakan, pihaknya juga melakukan operasi pasar bersama agen yang dihunjuk seperti PT Deja Sentosa dan PT Maruli Esa Gasindo di lima Kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi.

Dikatakan Zahidin, penyebab kelangkaan gas dan mahalnya harga gas ukuran 3 kg pasca Idul Adha, karena kurangnya pasokan dari pihak Pertamina terhadap kuota gas 3 kg di Kota Tebingtinggi.

“Kita berharap dengan operasi pasar ini, kebutuhan gas 3 kg kepada masyarakat Kota Tebingtinggi bisa terpenuhi dan harganya bisa kembali normal,”bilang Zahidin.

Salah seorang warga, Rita (34) mengaku merasa terbantu dengan adanya operasi pasar.

“Dengan operasi gas ini, harganya pun murah dengan per tabungnya Rp16 ribu,”pungkasnya.(gus/ian/han)

Delapan Perwira Polres Tebingtinggi Sertijab

sopian/sumut pos SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika melaksanakan sertijab delapan perwira di Polres Tebingtinggi.
sopian/sumut pos
SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi ketika melaksanakan sertijab delapan perwira di Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi memimpin serah terima jabatan (setijab) Kabag Ops, Kasat Sabhara, Kasat Binmas, Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, Kapolsek Tebingtinggi, Kapolsek Padang Hulu dan Kapolsek Padang Hilir di Lapangan Apel Polres Tebingtinggi, Jalan Pahlawan, Kota Tebingtinggi, Kamis (30/8).

Berrdasarkan Keputusan Kapoldasu nomor KEP /901/ Delapan Romawi / 2018 tanggal 10 Agustus 2018, jabatan Kabag Ops Kompol Tumpal Sitorus digantikan Kompol Ramli Manurung, Kasat Binmas AKP Gamal Lusiawan digantikan AKP Adjie Makno, yang sebelumnya menjabat Kasat Sabhara Polres Tebingtinggi.

Sedangkan Kasat Sabhara AKP Adjie Makno digantikan oleh AKP Soya Latopuma, Kapolsek Padang Hulu AKP Kusnadi digantikan AKP AZ Simamora. Sedangkan jabatan Kasat Intelkam AKP LS Siregar diberikan kepada AKP Nazaruddin, dan Kapolsek Tebingtinggi sebelumnya dijabat oleh AKP AR Manurung digantikan oleh AKP Ramli Simanjorang. Kemudian jabatan Kasat Narkoba dari AKP Dedy Darma, digantikan AKP Manson Nainggolan.

Selanjutnya, Kapolsek Padang Hilir sebelumnya dijabat AKP Armansyah Harahap digantikan AKP AKP David Sinaga. Dalam amanahnya, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengatakan, kepada perwira yang diganti agar tidak berkecil hati, karena ini merupakan motivasi dalam melaksanakan tugas ke depan. Untuk perwira yang baru, diharapkan untuk segera membaur dengan personel dijajarannya, serta melaksanakan tugas-tugas dengan baik. (ian/han)

Dinkes Asahan Tangani 41 Kasus DBD

ASAHAN-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan tangani 41 kasus Demam Berdarah (DBD) dari Januari-Agustus tahun 2018. Dimana ke-41 penderita DBD di Asahan sudah ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan baik di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran.

“Alhamdulillah ke 41 penderitanya sudah ditangani dengan baik,”kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Santoso, Rabu (29/8).

Sesuai data yang dimiliki di tahun 2018, jumlah penderita DBD di Asahan cukup tinggi. Untuk itulah, Suntoso mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Asahan agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.

“Tentunya langkah yang harus dilakukan misalnya melakukan pembersihan bak penampungan air, menanam botol dan barang yang bisa menampung air,”katanya.

Dimana, sambung Santoso, karena nyamuk Aides Agepty menjadi penyebab DBD paling suka bersarang di tempat-tempat yang tergenang air.

“Sejauh ini pihak Dinkes Asahan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan,” kata Santoso. (omi/han)