Home Blog Page 6071

PTPN III Salurkan Dana Kemitraan kepada 23 UKM

ist FOR SUMUT POS SALAMAN: Pejabat PTPN III saat bersalaman dengan penerima dana kemitraan UKM di Aula Elaeis Guinensis, Jalan Sei Batanghari Medan, Senin (6/8).
ist FOR SUMUT POS
SALAMAN: Pejabat PTPN III saat bersalaman dengan penerima dana kemitraan UKM di Aula Elaeis Guinensis, Jalan Sei Batanghari Medan, Senin (6/8).

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) kembali menyalurkan dana kemitraan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di triwulan ketiga kepada 23 UMKM (mitra binaan). Penyaluran dilaksanakan pada Senin (6/8) di aula Elaeis Guinensis, Jalan Sei Batanghari Nomor 2 Medan.

Penerima pinjaman bergulir yang baru hanya 12 UKM dan sisanya 11 UKM adalah mitra binaan lama yang dianggap berhasil kemudian mengajukan pinjaman kedua kali.

Mitra binaan baru pada triwulan ketiga adalah UMKM yang berdasarkan survey dan penilaian yang dilakukan oleh tim dari bagian PKBL. Para pengusaha kecil dan menengah yang dinilai tersebut kemudian dianggap mampu dan bisa mengembangkan sektor usahanya dari bantuan dana kemitraan kemudian diberikan pinjaman yang ditransfer langsung ke nomor rekening pengusaha setelah melalui serangkaian penilaian dan tahapan pelatihan selama dua hari yakni pada tanggal 6-7 Agustus 2018.

SEVP SDM dan Umum PTPN III Gusmar Harahap, Ahmad Gusmar Harahap, mengatakan kepada para UKM bahwa pada prinsipnya pinjaman hanya bisa diberikan sebanyak tiga kali kepada mitra binaan yang sama dan total pinjaman tertinggi sebanyak Rp200 juta. “PTPN III sangat berharap usaha para UKM bisa berhasil dan menjadi mandiri,” katanya.

Ia mengharapkan usaha yang dikelola para mitra binaan dapat meningkat lebih baik dan menyicil angsuran secara tepat waktu. Ia juga mengingatkan bahwa bila kedapatan para penerima pinjaman dana bergulir ini memberikan tip kepada para petugas akan dikenai tindakan khusus kepada kedua belah pihak.

Kepala Bagian PKBL PTPN III Tengku Rinel mengatakan, pelatihan dan pengarahan tersebut antara lain dari mitra binaan yang sukses agar menjadi motivasi bagi mitra binaan baru dan memiliki kiat menjadi pengusaha kecil yang sukses.

Materi kewirausahaan, etika dan komunikasi Bisnis disampaikan oleh Drs. Agus Deni Sukanda, MSi dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian dan ceramah agama oleh H. Sultoni Trikusuma, tambahan materi dari internal PKBL disampaikan oleh Tengku Rinel, Kepala Bagian PKBL dan materi teknik penentuan calon mitra binaan di ruang assessment centre Kantor Unit kandir Medan.

Selain itu untuk menanggulangi risiko PTPN III bekerja sama dengan PT Asuransi Jasa Tania, Tbk di Medan untuk mengikuti program asuransi jiwa. Untuk jaminan agunan dari para mitra binaan ke perusahaan, maka digunakan jasa notaris melalui Kantor Notaris Elza Mawarni, SH.

PTPN III juga mendatangkan seorang owner dari Dapur Usaha yang telah berhasil bernama Sri Susiani yang berbagi pengalamannya tentang tehnik mengelola usaha yang harus dimulai dari bisnis plan kemudian membuat langkah-langkah pemasaran.

Susiani telah berhasil mengikuti pameran baik di tingkat lokal maupun nasional dan sering diundang untuk berbagi pengalaman mengelola bisnis kecil-kecilan. (ila/ram)

Sokhiatulo Tuntut Mahasiswa Berinovasi

istimewa for sumut pos PIAGAM: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM (kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawati yang berprestasi, sekaligus ucapan selamat.
istimewa for sumut pos
PIAGAM: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM (kiri) menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawati yang berprestasi, sekaligus ucapan selamat.

Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM menghadiri wisudawan Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Gunungsitoli Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Auditorium STT Sunderman BNKP Jalan Pendidikan Kelurahan Ilir Kota Gunungsitoli, Sabtu (4/8). Sebanyak 112 mahasiswa IKIP yang diwisuda merupakan sarjana pendidikan IKIP Gunungsitoli periode I Tahun 2018.

“Dengan wisuda hari ini, maka IKIP Gunungsitoli pada umur 52 tahun, secara keseluruhan telah meluluskan alumni sebanyak 6.680 orang dengan rincian, sarjana muda 442 orang, diploma tiga 451 orang, strata satu (Sarjana) 5787 orang. Dan perlu diketahui bahwa para alumni IKIP Gunungsitoli hampir 80 persen bertugas sebagai tenaga pendidik atau guru,” jelas Rektor IKIP Gunungsitoli Desman Telaumbanua dalam laporannya.

Desman menjelaskan bahwa IKIP Gunungsitoli milik Pemerintah Kabupaten Nias didirikan pada 15 November 1965. Dipimpin pertama sekali oleh Drs H Chandra Telaumbanua menjabat dari tahun 1965-1966.

Pada kesempatan itu hadir Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias Drs F Yanus Larosa MAP. Yunus mengatakan, bahwa Yaperti Nias mewadahi dua satuan pendidikan tinggi, yaitu IKIP Gunungsitoli dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembnas Nias. Keduanya telah berupaya me-ningkatkan mutu dan kualitas pendidikan melalui peningkatan program studi.

“Pada IKIP Gunungsitoli, enam program studi telah memperoleh akreditasi B, dan 2 program studi akan reakreditasi pada Tahun 2019, sementara pada STIE Pembnas Nias dua program studi, 1 di antaranya telah memperoleh akreditasi B dan direncanakan pada Tahun 2019 pembukaan program studi baru S1 Akuntansi,” paspar Yanus Larosa yang juga menjabat Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Nias.

Sementara, Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM pada arahannya menekankan agar yang wisuda mampu berkompetisi dalam merebut kesempatan dan peluang kerja.

Dia juga beraharap ke depan IKIP Gunungsitoli senantiasa berorientasi pada standar kompetisi nasional.

“Wisuda harus bisa menjadi refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, dan tidak dianggap hanya sebagai acara rutin atau seremonial belaka. Wisuda juga harus disikapi secara arif dan bijak sebagai koreksi terhadap proses manajerial pendidikan, baik itu dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian serta hasil yang telah dicapai,” urainya.

Pada kesempatan itu juga Sokhiatulo me-ngajak mahasiswa yang baru diwisuda untuk menyadari bahwa kehidupan moderen di era global ini semakin komplek. Dan, masyarakat semakin terbuka, tingkat kompetisi semakin tajam serta tiada lagi ruang dan waktu tanpa kompetisi.

“Untuk itu, kesadaran mahasiswa berinovasi itu sangat penting, belajar dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan harus selalu melekat, jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dipelajari, akan tetapi teruslah belajar, belajar, dan belajar lagi,” pungkasnya. (mag-5/azw)

Chairuman Harahap Ditanya soal Anaknya Hobi Moge

ABBA GABRILLIN/kps Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/8/2018).
ABBA GABRILLIN/kps
Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (7/8/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap kembali bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (7/8/2018). Chairuman bersaksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Dalam persidangan, Chairuman membantah menerima uang terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Chairuman membantah pernah menerima sesuatu dari Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto itu. Bahkan, Chairuman mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Irvanto. “Sampai saat ini saya tidak kenal,” kata Chairuman kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk mempertegas, jaksa menanyakan apakah Chairuman tahu anaknya yang bernama Diatce Gunungtua Harahap kenal dan dekat dengan Irvanto. Menurut jaksa, Diatce atau yang sering disapa Ace, memiliki hobi mengendarai motor besar. “Menurut saya enggak ada hobinya lah. Enggak ada (motor besar). Kalau motor saja ya punya,” kata Chairuman.

Dalam kasus ini, Irvanto didakwa merekayasa proses lelang dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Irvan juga didakwa menjadi perantara suap untuk sejumlah anggota DPR RI. Irvan disebut beberapa kali menerima uang Johannes Marliem selaku penyedia produk biometrik merek L-1 yang seluruhnya berjumlah 3,5 juta dollar Amerika Serikat.

Menurut jaksa, uang tersebut disebut sebagai fee sebesar 5 persen untuk mempermudah pengurusan anggaran e-KTP. Baca juga: Nazaruddin Mengaku Lihat Pemberian Uang untuk Ganjar dan Chairuman Harahap Selain memperkaya Setya Novanto, perbuatan Irvan diduga telah memperkaya sejumlah orang dan korporasi. Perbuatan yang dilakukan bersama-sama itu telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun. (abba/kps)

Cuaca Ekstrem, Air Selang di Gunung Bromo Jadi Es

Air di dalam selang yang berubah jadi es di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.(Dok Humas TNBTS)
Air di dalam selang yang berubah jadi es di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.(Dok Humas TNBTS)

MALANG, SUMUTPOS.CO – Cuaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cukup ekstrem menghadapi puncak musim kemarau. Bahkan, pada Sabtu (4/8/2018) pagi, air yang terdapat di dalam selang atau saluran air di kawasan Gunung Bromo berubah menjadi es.

“Info teman-teman di Bromo tanggal 4 pagi, air di selang di sana jadi es,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat, Selasa (7/8/2018).

Sarif menjelaskan, cuaca di kawasan TNBTS memang lebih dingin dari biasanya. Jika dini hari, suhu di kawasan itu bisa menyentuh 4 derajat celsius.

Kondisi itu lebih dingin dari biasanya yang hanya berkisar di 10 hingga 17 derajat celsius. “Terakhir saya di Penanjakan Sabtu sampai Minggu tanggal 4-5 Agustus, pemantauan sekitar jam 2.30 WIB, cuaca sekitar 4 derajat celsius, Mas,” katanya.

Wisatawan yang hendak berlibur ke Gunung Bromo atau Semeru diimbau menyiapkan segala perlengkapannya untuk menahan dinginnya cuaca. “Wisatawan tetap waspada dan antisipasi dengan membawa baju atau jaket untuk meminimalisir hawa dingin,” tuturnya.

Kepala Resort Ranupani pada TNBTS, Agung Siswoyo mengatakan, akhir-akhir ini kerap muncul es atau embun upas di kawasan Ranupani, Lereng Gunung Semeru.

“Kalau kondisi satu minggu yang lalu memang ada fenomena froz atau sering disebut embun upas oleh masyarakat Desa Ranupani. Fenomena ini biasa terjadi pada puncak musim kemarau sekitar bulan Juli dan Agustus setiap tahunnya,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas 1 Juanda, Surabaya, Mohammad Nurhuda melalui siaran persnya, Jumat (3/8/2018), menyampaikan Agustus ini seluruh Jawa Timur akan memasuki puncak musim kemarau. Pada saat itu, cuaca pada malam dan pagi hari lebih dingin karena hembusan angin muson yang membawa massa udara dari Benua Australia. (andi/kps)

UUD Baru yang Sangat Yahudi

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Israel punya undang-undang dasar baru. Sejak 19 Juli lalu. Intinya: Israel itu negara Yahudi. Untuk orang Yahudi yang beragama Yahudi.

Geger. Di dalam negeri. Di luar negeri. Kok di zaman modern seperti ini lahir negara jenis itu: hanya untuk ras tertentu yang beragama tertentu.

Jadilah Israel negara yang paling rasialis. Negara Vatikan memang hanya untuk Katolik. Tapi Katolik dari ras apa pun. Banyak negara Islam lahir: tapi tidak untuk satu ras tertentu.

Ini, Israel itu, hanya untuk agama Yahudi dari ras Yahudi. Rasnya Nabi Ibrahim dari istri yang Sarah.

Parlemen Israel memang dikuasai ekstrim kanan. Sebagian orang Israel sendiri malu: kok jadi negara apartheid seperti ini.

Tapi UUD itu sudah sah. Sudah berlaku pula. Protes dan oposisi hanya jadi angin lalu.

Ada 20 persen suku Arab di Isreal. Sebagian besar beragama Islam. Sebagian lagi Kristen. Tidak dianggap berarti. Apalagi yang beragama Druze. Yang hanya dua persen.

Tapi orang Druze tidak tahan. 20.000 orang Druze turun ke jalan. Dua hari lalu. Memprotes UUD itu.

Tentu banyak juga kelompok lain yang protes. Tapi protesnya Druze menarik perhatian.

Mengapa? Druze adalah kelompok minoritas yang paling dekat Yahudi. Juga paling taat pada pemerintahan Yahudi. Kebijakan Israel apa pun tidak pernah ditentang. Loyal.

Agama Druze dulunya Islam. Disebut satu aliran dalam Islam.

Tapi kemudian dimusuhi oleh Islam. Dianggap sesat. Lantas menamakan dirinya menjadi agama sendiri. Agama Druze. Agar tidak lagi dimusuhi Islam.

Mirip agama Baha’i. Yang dulu juga hanya satu aliran dalam Islam. Saya tahu itu: beberapa teman asing saya beragama Baha’i.

Sudah begitu loyalnya Druze ke Israel. Pun diabaikan.

Evakuasi Wisatawan dari 3 Gili di Lombok Selesai

Foto: Reuters/Beawiharta/net TINGGALKAN GILI: Sejumlah turis asing menarik koper milik mereka di pantai, dengan tujuan meninggallkan Gili Trawangan pasca gempabumi berkekuatan 7 SR di di Pulau Lombok Island di Pamenang, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018).
Foto: Reuters/Beawiharta/net
TINGGALKAN GILI: Sejumlah turis asing menarik koper milik mereka di pantai, dengan tujuan meninggallkan Gili Trawangan pasca gempabumi berkekuatan 7 SR di di Pulau Lombok Island di Pamenang, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Proses evakuasi wisatawan, pekerja, dan warga di kawasan wisata Kepulauan Gili yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai dilakukan.

Sejak Selasa (7/8/2018) pagi, Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama TNI AL dan Polisi Air dan Udara (Polairud) lakukan penyisiran di tiga Gili untuk memastikan wisatawan dapat selesai dievakuasi hari ini.

“Intinya proses evakuasi selesai. Setelah tadi malam sampai subuh tadi kami lakukan penyisiran,” ujar Ketua Tim Crisis Center di Lombok, Guntur Sakti, Selasa.

Evakuasi terakhir telah dilakukan terhadap 100 wisatawan mancanegara (wisman) dari Gili Air dengan menggunakan kapal Polisi Air menuju Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. Sementara di Gili Trawangan sudah tidak ada lagi aktivitas evakuasi.

Guntur menjelaskan proses evakuasi dari tiga gili melalui jalur laut, darat, dan udara. Untuk mereka yang dievakuasi melalui jalur laut, sudah diberangkatkan sejak Senin (6/8/2018) malam dari Pelabuhan Bangsal menuju Pelabuhan Benoa.

“Hari ini dinyatakan pemberangkatan seluruh wisatawan di tiga Gili terakhir 16.30 WITA. Lebih 190 orang menggunakan kapal Patagonia. Itu adalah kapal terakhir yang berangkat dari Pelabuhan Bangsal ke Bali,” kata Guntur.

Ia mengatakan kondisi tiga gili di Lombok saat ini tak ada turis. Adapun evakuasi telah dilakukan sejak Senin dan ada sekitar lebih dari 7.000 ribu orang yang dievakuasi dari ketiga Gili. Dalam proses evakuasi, TCC Kemenpar menerjunkan petugas yang terbagi dalam tiga tim yaitu Tim Gili, Tim Posko Dinasparprov, dan Tim Bandara LOP di Bandara Internasional Lombok untuk memberikan bantuan langsung di lapangan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi kepada semua pihak dalam membantu kelancaran evakuasi wisatawan atas musibah gempa Lombok, termasuk kepada maskapai penerbangan yang menambah penerbangan ekstra.

“Kemenpar akan memberikan insentif kepada airlines bila load factor-nya kurang dari 80%. Dengan demikian kita harapkan pelayanan kepada wisatawan di Bandara Internasional Lombok akan lebih baik,” kata Arief di Jakarta, Selasa siang. (anggita/kps)

Pertamina Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Cek Linknya

Logo Pertamina-Ilustrasi.
Logo Pertamina-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) membuka lowongan kerja melalui rekrutmen bimbingan profesi sarjana (BPS) dan experience hired mulai 6 hingga 18 Agustus 2018.

Lowongan kerja itu terbuka bagi mahasiswa yang baru lulus maupun tenaga kerja yang sudah berpengalaman.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, pihaknya membuka rekrutmen karena adanya kebutuhan pekerja yang sangat dinamis.

Hal itu seiring dengan proyek-proyek yang terus dilakukan serta adanya beberapa pekerja yang pensiun secara alamiah.

Dia menambahkan, Pertamina membuka kesempatan bagi para sarjana serta profesional berpengalaman yang memiliki keahlian di bidang seperti project management, research & development, engineer, dan, keuangan.

Latar belakang pendidikan tidak terbatas pada teknik, tetapi juga di bidang manajemen, hukum, dan akuntansi.

“Dengan persyaratan yang kami tetapkan, Pertamina berharap mendapatkan calon pekerja high talent, baik dari sisi teknikal maupun soft skill-nya,” ujar Adiatma, Senin (6/8).

Rekrutmen dibuka secara online dengan mengakses www.pertamina.com atau https://recruitment.pertamina.com.

Seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Pertamina mengimbau pendaftar untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang memanfaatkan pembukaan pengumuman rekrutmen.

Dengan pendaftaran online, proses rekrutmen diharapkan lebih cepat, tepat sasaran dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang memenuhi persyaratan awal pendaftaran.

“Kami berharap kandidat yang lolos adalah pelamar yang telah melalui proses penyaringan dan kompetisi yang ketat,” ujar Adiatma. (uji/jpc/jpnn)

Pria kenakan sabuk TNI AL dibunuh di Desa Namorubejahe

Warga Dusun III, Desa Namorubejahe, Kecamatan Kutalimbaru dihebohkan temuan mayat pria dengan kepala dan badan terpisah di areal perkebunan sawit. Hingga kemarin, identitas korban belum juga diketahui. Namun saat ditemukan, jasad pria tersebut mengenakan sabuk (tali pinggang) berlogo TNI Angkatan Laut (AL).

Orang yang pertamakali menemukan jasad korban adalah Pairun (56) warga Dusun Ban Reja, Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Langkat dan temannya, Sumardi (46) pada Minggu (5/8) sore.

Mendapati mayat dikebun tempat mereka bekerja, keduanya pun melapor kepada Dedi Arianto Keliat (32), anak pemilik kebun sawit, hingga diteruskan ke Kepala desa Namorube Julu.

Kabar temuan itu pun sampai ke Polsek Kutalimbaru. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim dan Pawas dibantu anggotanya turun ke lokasi temuan mayat. “Kita dapati mayat dalam posisi telungkup dan kepala terpisah dari badan sekitar sejauh 15 meter,”ungkap AKP Martualesi Sitepu, Senin (6/8).

Dikatakan Martualesi, pihaknya cukup kesulitan mengidentifikasi jasad tanpa identitas tersebut, apalagi kepala korban sudah menjadi tengkorak. “Belum ada pula laporan dari pihak manapun soal kehilangan korban. Makanya ini kita masih kesulitan mengidentifikasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Martualesi, adapun ciri-ciri korban yakni berusia sekitar 40-an tahun, mengenakan kemeja merk Cardinal warna putih, celana jeans abu-abu merk Levis dan mengenakan sabuk(tali pinggang) PDH lambang TNI AL.

“Belum ada warga Desa Namorube Julu yang mengenali korban, dan yang merasa kehilangan anggota keluarga. Hingga saat ini kami masih di lapangan melakukan penyelidikan. Kalau soal dia oknum TNI AL belum bisa dipastikan, soalnya siapa saja bisa mengenakan atribut militer,”terang Martualesi.

Kapolsek juga mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melihat korban di RS Bhayangkara Polda Sumut atau menghubungi Polsek Kutalimbaru. “ Setidaknya agar kita bisa mendapati informasi sekecil apapun terkait penemuan mayat itu,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, mayat tanpa identitas tersebut diperkirakan sudah tewas 10 hari sebelum ditemukan. Perubahan kepala korban menjadi tengkorak diduga karena gosong akibat dibakar. “Bisa jadi pelaku hendak menghilangkan jejak dengan mempersulit identifikasi korban. Sewaktu ditemukan, kepala korban berjarak sekira 15 meter dari lokasi korban ditemukan,” pungkasnya.

Sementara, Pjs Dispen Lantamal I, Letnan Sidik saat dikonfirmasi terkait temuan mayat pria mengenakan sabuk berlogo TNI AL, mengaku bukanlah personel dari Lantamal I. “Bukan anggota kita, saya sudah coba cek”tegas Sidik. (dvs/fac/han)

Tipikor Binjai Dalami Bukti-bukti

BINJAI,SUMUTPOS-Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Binjai masih mendalami dugaan penyelewengan dana hibah untuk organisasi kepemudaan (OKP). Karenanya, penyidik akan melakukan pemanggilan lanjutan terhadap sejumlah OKP dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Binjai, selaku pengguna anggaran yang mencairkan dana hibah tersebut.

Kanit Tipikor Polres Binjai, Iptu Irvan Pane menyatakan, pemotongan Rp400 ribu setiap pencairan yang dilakukan KNPI kepada sejumlah OKP adalah bentuk unsur pidana. “Kalau ada dasarnya, tidak bisa disalahkan. Artinya ada payungnya. Pidana lah itu (kalau pemotongan tidak ada payung hukum),” kata Pane, Senin (6/8).

Menurutnya, penyidik Tipikor Polres Binjai akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi dari kalangan OKP dan Dispora Kota Binjai pada Rabu (8/8) mendatang. Pemeriksaan terhadap pegawai Dispora, kata Pane, dilakukan untuk mengetahui jumlah dana yang disalurkan untuk 61 OKP tersebut.

“Karena yang menaungi mereka. Tapi enggak bisa sekaligus (pemeriksaan). Pengusulan juga banyak dari OKP. Kita harus kumpulkan bukti-bukti yang menurut keterangan dia (Arif), itu diserahkan (ke semua yang berhak menerima),” kata Pane.

Menurut dia, penyidik sudah mengumpulkan bahan dan keterangan dari sejumlah OKP yang menerima dana hibah tersebut. Penyidik menduga, tidak semua OKP mendapat dana hibah tersebut.

Pun begitu, kata Pane, Ketua KNPI Kota Binjai Arif Rahman Nasution mengaku telah menyalurkan dana hibah kepada semua OKP tersebut. “Nanti dari hasil hibahnya berapa per OKP, timbul semuanya disitu. Berapa nanti dipotong, berapa dimakan dan berapa dikembalikan ke Pemko. Itu kerugian negaranya berapa kerugian negara,” ujarnya.

Berapa pengembalian yang sudah dilakukan Ketua KNPI Binjai? Irvan Pane menyebut, penyidik masih mendalaminya. “Kalau beberapa OKP tidak menerima itu (dana hibah), mana pengembaliannya.

Itu singkron OKP dan uang yang dihibahkan. Nampak nanti kalkulasinya,” tambahnya. Menurut Irvan, pegawai Dispora dipanggil penyidik guna mengetahui aliran dana kepada OKP tersebut. Apakah dialirkan ke semua OKP yang fiktif atau jelas adanya. “Limper pun, seperak pun enggak mungkin lari,” sambungnya.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP yang disalurkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Binjai kian menguat. Dimana adanya dugaan penyunatan sebesar Rp400 ribu kepada OKP penerima dana pembinaan dengan alasan uang makan dan minum. (ted/han)

Dongkrak Perekonomian dengan Pasar Kecamatan

SOPIAN/SUMUT POS Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhrie Siregar.
SOPIAN/SUMUT POS
Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhrie Siregar.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS-Dalam rangka mendongkrak perekonomian dan menampung para pedagang pasar kaget, Dinas Perdagangan mendirikan pasar di setiap kecamatan yang ada di Tebinggtinggi.

Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi Gul Bakhrie Siregar, mengatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan beberapa pasar kecamatan, yang salah satunya pasar kain di Jalan MT Haryono Kota Tebingtinggi.

Dan tak lama lagi, lanjut Gul Bakhrie, Pasar Kecamatan yang ada di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan. “Keberadaan pasar ini nantinya menampung seluruh pedagang pasar kaget yang berjualan di sepanjang Jalan Gunung Arjuna,”terangnya.

Dan pihaknya pun sudah membagi los kepada para pedagang. “Nantinya mereka akan melayani pembeli dari Kecamatan Rambutan dan sebagian warga dari kabupaten Sergai, seperti dari Paya Lombang,”sebut Gul Bakhrie, saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (6/8) siang.

Sebagai bentuk keseriusan Dinas Perdagangan, los pasar Mekar Sentosa sudah memasang aliran listrik, kamar mandi, hingga penadataa lahan parker. “Minggu ini pedagang sudah bisa melakukan transaksi jual-beli,”katanya.

Gul Bakhrie pun menepis, adanya isu sejumlah pasar di kecamatan lainnya belum beroperasi dikarenakan ketidakseriusan Dinas Perdagangan.

Dijelaskannya, belum beroperasinya pasar di kecamatan lainnya seperti Kecamatan Bajenis dan Padanghilir dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pasar yakni penyediaan air dan aliran listrik. Sebab pihaknya baru menganggarkannya di P-APBD tahun 2018.

“Setelah semua ada anggarannya, pasti pasar di kecamatan tersebut akan beroperasi,”tegas Gul Bakhrie yang baru 4 bulan menjabat Kadis Perdagangan. (ian/han)