Home Blog Page 6164

111 Atlet Deliserdang Bersaing di Popdasu

Foto: Batara/Sumut Pos Wakil Bupati Deliserdang, Zainudin Mars memberikan patakan kepada Ketua Kontingen Deliserdang.
Foto: Batara/Sumut Pos
Wakil Bupati Deliserdang, Zainudin Mars memberikan patakan kepada Ketua Kontingen Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Wakil Bupati Deliserdang Zainudin Mars lepas kontingen Kabupaten Deliserdang mengikuti Pekan Olah Raga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) di Aula Taman Pramuka Cadika Lubukpakam, Senin (16/7). Deliserdang menerjunkan 111 atlet pada ajang yang digelar 21-28 Juli.

Kontingen Deliserdang mengikuti beberapa cabang olahraga antara lain atletik, pencak Silat, voli, bulutangkis, tenis meja, renang, gulat dan sepak takraw. “Selain itu ada 25 orang pelatih dan 15 orang official yang ikut kontigen,” terang Kabid Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Budi Priatama sebagai Ketua Kontingen.

Pada kesempatan itu, Zainudin menyampaikan rasa bangga berada di tengah-tengah atlet pelajar itu. Bahkan disebutkannya para pelajar itu adalah calon-calon olahragawan berprestasi harapan masa depan bangsa yang akan tampil di delapan cabang olahraga.

Zainudin memberi motivasi agar para atlet mampu tampil dengan penuh semangat serta memiliki solidaritas dan sportifitas yang tinggi. Diharapkannya mampu meraih kejuaraan serta kembali membawa medali dan menjadi kebanggaan Kabupaten Deliserdang. “Sehingga ke depan bisa lebih baik dan mampu tampil di tingkat nasional,”harapnya.

Pihaknya juga bersyukur dan berbangga atas terpilihnya salah satu atlet pelajar Deliserdang, Yolanda Putri yang akan bertanding di cabang olahraga angkat besi putri Asian Games 2018.

Demikian dengan kehadiran api obor Asian Games yang dinyalakan di New Delhi (India) direncanakan meneruskan perjalanannya melalui Kabupaten Deliserdang yang merupakan salah satu lintasan obor Asian Games 2018.

“Kita sambut di Bandara Kualanamu Deliserdang yang tentu akan menjadi motivasi pembakar semangat para atlit dan seluruh masyarakat untuk giat berolah raga dan terus meningkatkan prestasinya,”pungkasnya. (btr/don)

Rachmat Hidayat Bergabung

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Rachmat Hidayat bersalaman dengan pelatih PSMS Peter Butler usai resmi bergabung dengan PSMS, Senin (16/7).
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Rachmat Hidayat bersalaman dengan pelatih PSMS Peter Butler usai resmi bergabung dengan PSMS, Senin (16/7).

SUMUTPOS.CO – PSMS resmi merekrut tiga amunisi baru. Mereka adalah Marco Kabiay (Persija), Ramadhan Saputra (Sragen United) dan Rachmad Hidayat (Sriwijaya). Ketiganya resmi diikat Senin (16/7).

Rachmad mengikuti jejak pemain Sriwijaya lainnya yang eksodus pasca kondisi finansial yang buruk. CEO PSMS, Doddy Taher mengatakan tiga pemain ini diharapkan bisa menambah kekuatan tim menghadapi Liga 1.

“Sudah tiga pemain, setelah Marco, Rachmad Hidayat dan Ramadhan. Rachmad itu yang ngincar tiga klub. Ada Borneo, Arema dan PSMS. Tapi akhirnya dia milih ke Medan. Mereka mau bayar lebih mahal awalnya, tapi akhirnya ke Medan,” kata Doddy.

“Marco juga sebenarnya bagus kami lihat. Hanya saja dia kurang dapat kesempatan karena saingannya juga bagus. Kalau Ramadhan kan anak Medan. Kami harapkan bisa memperkuat karakter,” tambahnya.

Ramadhan sebelumnya bukan orang baru bagi PSMS. Dia pernah memperkuat PSMS di ISl 2012. “Nantinya akan ada pemain baru lagi yang asing. Terutama striker kami butuh sekitar 7 atau 8 pemain baru,” tambahnya.

Selain pemain lokal, PSMS mengincar beberapa legiun asing untuk memperkuat tim menghadapi laga tersisa Liga 1. Salah satu yang rencananya merapat antara lain Milos Krkotic, penyerang Bali United. Pemain asal Montenegro itu akan datang dalam pekan ini. “Tinggal pemain asing hari Kamis datang Milos (Krkotic) dari Bali United. Sudah dikirim tiketnya. Posisinya striker. Nanti pelatih yang melihatnya,” kata Doddy.

Sebelumnya Milos bermain sembilan laga bersama Bali United. Namun belum satupun gol yang dicetaknya. “Milos ini saya sudah bicara dengan pak Pieter (Tanuri) pemilik Bali United. Dia bilang saat mau dicoret malah tampil bagus. Jadi kami putuskan ambil dia,” katanya.

Doddy mengatakan akan segera menuntaskan perburuan pemain asing. Pasalnya PSMS tidak punya waktu banyak untuk perekrutan pemain karena transfer window akan segera tutup.

Sementara itu Rachmad Hidayat senang akhirnya bisa berjodoh dengan PSMS. Sebagai anak Medan, Rachmad berharap bisa mengangkat PSMS dari dasar klasemen.

“Sebagai anak Medan siapa yang tidak mau main di Medan. Mungk pein selama ini momennya tidak pas. Baru kali ini rezekinya. Mudah-mudahan ,” kata Rachmad usai tanda tangan kontrak.

Selain itu Rachmad juga tengah menanti kelahiran anak pertamanya di Medan. Hal itu membuatnya lebih ingin menetap di Medan. “Ada dari Arema dan Borneo. Selain itu istri saya lagi hamil kemungkinan bulan Oktober atau November lahir. Jadi lebih baik saya di Medan saja,” bebernya.

Rachmad juga optimis bersama Peter Butler, sebagai pelatih baru PSMS. “Memang belum pernah sama dia tapi waktu sama pro Duta dulu pernah menghadapi timnya Terengganu. Kalau saya lihat dia pelatih yang bagus,” pungkasnya. (don)

Kwarta v Madina Jaya: Ujian Berat

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Pemain Kwarta coba melakukan tendangan di penyisihan Liga 3 Sumut.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Pemain Kwarta coba melakukan tendangan di penyisihan Liga 3 Sumut.

SUMUTPOS.CO – Kwarta akan menghadapi laga perdana 16 besar Liga 3 Zona Sumut menghadapi Madina Jaya di Stadion TD Pardede, Rabu (18/7) mendatang. Ini menjadi ujian yang harus dilewati untuk menjaga asa lolos ke babak delapan besar.

Dibanding dengan grup lainnya, grup K yang dihuni Kwarta menjad grup yang paling ketat. Pasalnya empat juara grup berkumpul di grup ini. Pelatih Kwarta, Amrico menyadari ujian di babak ini bakal lebih berat dari sebelumnya.

“Pastinya lebih berat apalagi tim-tim yang main di grup ini semuanya juara grup. Artinya kami harus lebih siap dan bekerja keras di fase ini untuk bisa lolos. Kami yakin jika anak-anak terus main bagus,” kata Amrico.

Menghadapi 16 besar persiapan Kwarta cukup singkat. Namun pihaknya harus memaksimalkan waktu yang tersisa. “Kami baru dapat jadwalnya kemarin. Besok sore kami latihan persiapan. Mudah-mudahan kondisi anak-anak cepat balik dan bisa menjalankan sistem dan strategi pelatih dengan baik dan menang,” bebernya.

Pelatih berlisensi C AFC ini mengatakan Kwarta akan membenahi segala kelemahan yang masih terlihat di fase grup. Meskipun menjadi tim terproduktif dengan mencetak 14 gol dan kemasukan dua gol, Amrico ingin anak asuhnya tak jemawa.

“Salah satunya saat transisi kehilangan bola dan bertahan masih harus dibenahi. Sementara saat menyerang kita sedikit kurang variasi dan kurang tenang di saat ada peluang gol,” tambahnya. (don)

Pejudi Online Simpan 2,43 Ons Sabu

Foto: Agusman/Sumut Pos PERLIHATKAN: Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit VC memperlihatkan barang bukti narkoba milik pelaku, Senin (16/7).
Foto: Agusman/Sumut Pos
PERLIHATKAN: Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit VC memperlihatkan barang bukti narkoba milik pelaku, Senin (16/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Subdit III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut menangkap seorang pemain judi bola online, Adi Tia Ramadhan (27). Warga Jalan Sekata, Gang Kenanga, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Barat diamankan dari kamar kosnya di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (14/7).

Namun saat ditangkap, polisi justru mendapati sebanyak 243 gram (2,43 ons) sabu yang disembunyikannya di dalam dispenser miliknya.

“Tersangka awalnya ditangkap untuk kasus judi online. Akan tetapi saat digeledah, ditemukan narkotika jenis sabu yang disimpan dalam dispenser,” ungkap Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kanit VC Kompol Daniel Marinduri kepada wartawan, Senin (16/7).

Sebelum penangkapan dilakukan, Unit VC Jahtanras Polda Sumut awalnya memang telah mengantongi nama target operasi (TO) berdasarkan informasi judi online.

“Tapi karena curiga, selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang haram tersebut tersimpan,” jelasnya.

Selain 243 gram sabu dari tangan Adi, polisi turut mengamankan barang bukti berupa, 1 unit hp, 5 lembar bukti setoran ke BRI, laptop, dispenser, 4 kaca pirek, timbangan digital serta uang tunai Rp1.050.000.

“Jadi karena ditemukan sabu, selanjutnya kasusnya akan kita limpahkan ke Ditresnarkoba. Sedangkan untuk judi online, berkasnya tetap akan lanjut namun saja penahanannya ditangguhkan,” tandasnya.

Kepada polisi, Adi mengaku bahwasanya ia hanya bertugas sebagai kurir narkoba. Sedangkan narkoba itu diakuinya, milik dari seorang narapidana berinisial D di Lapas Tanjunggusta.

“Di narkoba saya baru bekerja selama 2 bulan. Untuk upah, dari satu gram sabu saya diberi upah Rp300 ribu. Sebelumnya saya bekerja sebagai ojek online,” terangnya.

Sedangkan untuk kasus judi, Adi mengatakan, ia baru menjadi pemainnya selama Piala Dunia 2018 berlangsung. Dari judi ini, ia mengaku telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp4 juta.

“Saya mainnya melalui website hoki365. Hanya selama piala dunia ini saja,” pungkasnya.(mag-1/ala)

 

 

 

 

 

Pesta Sabu Dua Pria dan Satu Wanita Bubar

Herianto, Reza dan Ayu diamankan di Mapolsek Gebang karena pesta sabu.
Herianto, Reza dan Ayu diamankan di Mapolsek Gebang karena pesta sabu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dua pria dan seorang wanita berambut pirang digerebek saat akan berpesta narkotika jenis sabu. Mereka diamankan di salah satu rumah di Dusun VIII, Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat.

Ketiganya masing-masing, Sri Rahayu alias Ayu (28) warga Jalan Tanjungpura, Gang Mangga, Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat; Herianto (34) warga Lingkungan 1, Gang Amal, Kelurahan Sei Bilah Barat, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat dan M Reza (33) warga Jalan Sukamulia, Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

Kasubbag Humas Polres Langkat AKP Arnold mengatakan, aktivitas mereka selama ini sudah terendus oleh warga sekitar. Sebab, ketiganya tidak dikenal warga dan kerap masuk ke dalam rumah tersebut. Masyarakat pun melapor ke polisi.

“Pelapor dan saksi mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya, bahwa di sebuah rumah di lokasi sering dijadikan tempat untuk pesta narkotika,” kata Arnold, Minggu (15/7).

AKP Arnold menjelaskan, setelah mendapat informasi tersebut pelapor dan saksi mendatangi TKP dan melakukan pengecekan. Kemudian pelapor dan saksi langsung masuk melalui pintu depan rumah.

“Setelah masuk, lalu petugas berhasil mengamankan dua orang laki-laki sedang berada di dalam kamar sedang menggunakan sabu-sabu,” katanya.

Dari dalam rumah itu juga, petugas menciduk Ayu yang sedang memakai piyama warna pink. Saat diinterogasi, diketahui rumah itu merupakan tempat tinggal Ayu. Setelah cukup bukti, petugas memboyong ketiganya ke Mapolsek Gebang.

“Ketiga dimanakan dari satu rumah milik Ayu. Ketiganya saat ini ditahan di Polsek Gebang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelas Arnold.

“Para tersangka kita amankan sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/28/VII/2018/LKT/ Sek-Gebang Tanggal 12 Juli 2018,” sambung Arnold.

Dari lokasi, petugas mengamankan 1 set alat hisap sabu (bong), 1 kaca pirex yang masih ada sisa bekas bakaran sabu, 1 mancis warna biru yang ada sumbu jarumnya, 1 bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 1,21 gram dan 1 bungkus plastik klip bening yang didalamnya berisikan tujuh butir pil diduga ekstasi warna cokelat muda berlogo A.(bam/ala)

 

 

5,2 Kg Sabu Malaysia Gagal Diselundupkan

PAPARKAN: Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono memaparkan temuan 5,2 kg sabu di perairan Bagan Asahan-Tanjungbalai, Minggu (15/7) lalu.
PAPARKAN: Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono memaparkan temuan 5,2 kg sabu di perairan Bagan Asahan-Tanjungbalai, Minggu (15/7) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – TNI AL menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 5,297 kg melalui perairan Bagan Asahan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (15/7) malam.

“Tim First Fleet Quick Respons (FFQR) Lanal Tanjung Balai Asahan yang menemukannya. Kala itu tim curiga dengan kapal motor di Sungai Asahan,” kata Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Senin (16/7).

Yudo menjelaskan, operasi tersebut berawal dari informasi yang menyebut adanya kapal motor masuk ke wilayahnya.

Kala itu, pengecekan dilakukan dengan menyisir sejumlah kapal yang melintas di Perairan Bagan Asahan, termasuk saat kapal yang dicurigai melintas.

“Saat ditemukan anggota. Kapal dibiarkan begitu saja. Mesin tetap dinyalakan,” jelas Yudo.

Meskipun anggota mengejar ke kawasan hutan bakau dan menyisir pelaku, namun pelaku yang diduga sebagai penyelundup tak ditemukan.

Saat ini, sabu-sabu yang terbungkus cokelat dan tersimpan di belakang kapal itu sudah diamankan petugas.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BNN dan menyerahkan kasusnya,” tambah Yudo.

Sedangkan Pjs Dispen Lantamal I Letnan Sidik, membenarkan adanya penangkapan sabu oleh Lanal Tanjungbalai Asahan.

“Penangkapan terjadi di laut. Sabu diselundupkan dari Malaysia,” singkatnya. (fac/omi/ala)

 

 

 

Beredar Video Penggerebekan Judi Pj Wali Kota Padangsidempuan

Penjabat Wali Kota Padangsidempuan, Sarmadan Hasibuan.
Penjabat Wali Kota Padangsidempuan, Sarmadan Hasibuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa penggerebekan judi oleh Polda Sumut yang melibatkan Penjabat Wali Kota Padangsidempuan sekaligus Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, Sarmadan Hasibuan mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.

Salah satunya Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sumatera Utara. Kepala ORI Sumut Abyadi Siregar meminta Pj Gubsu Eko Subowo segera memerintahkan Inspektur Sumut, OK Henry untuk memeriksa kebenaran video tersebut.

Dalam video itu, Sarmadan beserta pejabat Pemko Sidempuan digerebek personel Poldasu sedang main judi. Mereka digerebek di salah satu kamar hotel di Medan, beberapa waktu lalu.

“Mana tahu dari pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat itu, ternyata mereka lebih punya narasumber dan bukti yang banyak untuk mengungkap kebenaran video tersebut. Pj Gubsu harusnya memerintahkan OK Henry untuk menindaklanjuti kebenaran atas video yang telah beredar luas di masyarakat tersebut,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (16/7).

Disamping menunggu apa hasil dari penyelidikan polisi, menurutnya tidak ada salahnya jika Inspektorat Sumut turut andil dalam kasus ini.

“Harapan kita, Inspektorat tetap memeriksa kebenaran video itu. Sebab saya khawatir jika menunggu pihak kepolisian, kita tahu sendiri bagaimana jawaban mereka. Kalau itu benar (hasil pemeriksaan Inspektorat), Pj Gubsu saya pikir harus mengevaluasi dia (Sarmadan),” katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga meminta agar Poldasu jujur dan transparan mengenai penggerebekan terhadap Sarmadan dan pejabat lainnya kepada publik.

Sehingga, kasus dimaksud tidak membangun opini miring sekaligus menjatuhkan citra kepolisian semakin negatif.

“Dari video yang beredar dan kita lihat itu, orang awam juga bisa menilai bahwa ada penggerebekan judi. Menurut saya ini dulu yang perlu diclearkan Poldasu. Kepolisian harus memberi penjelasan dengan jujur tentang gambar dan video tersebut,” katanya.

Dua Spesialis Maling Rumah Kosong Diciduk

Maling-Ilustrasi
Maling-Ilustrasi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Unit Jahtanras Reskrim Polres Deliserdang berhasil meringkus dua dari tiga kawanan sepesialis pembobol rumah. Keduanya masing-masing, SS (17) dan GD (17) warga Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa. Seorang lagi berinisial AD, masih buron.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman mengatakan, kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan warga Perum Mandiri Indah, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa.

Dalam pengaduannya, M Reza Iskandar Ginting mengaku rumahnya dibongkar kawanan maling, Kamis (28/6).

Akibatnya, korban mengalami kerugian 1 unit laptop, 1 unit HP Blackberry, emas seberat 4 gram serta uang tunai Rp2 juta.

Berdasarkan keterangan korban tersebut, AKP Ruzi Gusman memerintahkan Unit Jahtanras Reskrim Polres Deliserdang melakukan penyelidikan.

Mendapat informasi keberadan diduga tersangka, akhirnya personel berhasil meringkus SS (17). Kepada petugas, SS mengaku dirinya sendirian ketika masuk kedalam rumah korban.

Caranya dengan mencongkel jendela kamar menggunakan obeng dan pahat. Setelah jendela terbuka, pelaku masuk kedalam kamar dan menjarah barang milik korban.

Esok harinya pelaku menemui temannya bernama GD (tertangkap) warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa dan AD. Selanjutnya, ketiganya berangkat menjual hasil curian itu ke Medan.

“Semua barang-barang yang dicuri dijual. Hasilnya mereka mendapat uang Rp700.000,” terang AKP Ruzi Gusman.

Kedua tersangka kini diamankan di Mapolres Deliserdang untuk diminta keterangan lebih lanjut.

“Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelasnya.(btr/ala)

Mantan PHL Disperindag Cari Keadilan

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Mantan PHL Dinas Perindustrian Kota Medan, Ahmad Fauzi saat menunjukkan SPT dari Dinas Perindustrian. Saat ini dia diberhentikan secara sepihak.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Mantan PHL Dinas Perindustrian Kota Medan, Ahmad Fauzi saat menunjukkan SPT dari Dinas Perindustrian. Saat ini dia diberhentikan secara sepihak.

SUMUTPOS.CO – Mantan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang dulunya bertugas di Dinas Perindustrian Kota Medan, Ahmad Fauzi, siang itu tampak lesu. Tatapan matanya kosong, tersirat ada beban berat dari goresan wajahnya pascadiberhentikan tanpa sebab jelas dari tempatnya bekerja.

Ya, dia mengaku diberlakukan sewenang-wenang yakni dipecat sepihak oleh pimpinan di Dinas Perindustrian, Zulkifli Sitepu yang menjadi kepala dinas di sana. Bagi pria yang sudah menjadi PHL sejak 2013 ini, kisah sedih itu dimulai saat Zulkifli duduk menjadi pucuk pimpinan.

Kekecewaan dan ketidakterimaan Ahmad mencuat lantaran dirinya tidak menerima penjelasan yang sejelas-jelasnya soal pemberhentian itu. Dia berani mempertanyakan lantaran dirinya masih terdaftar dalam Surat Perintah Tugas (SPT) dari Dinas Perindustrian terhitung sejak Desember 2017 hingga akhir Januari 2018.

“Inilah saya sudah mengadu kemana-mana, ke LBH juga sudah saya laporkan. Mereka juga sudah menemui Sekda, bahkan wali kota. Tapi tidak juga ada kejelasan terhadap nasib saya,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Senin (16/7).

Menurutnya, bila berbicara soal massa kontrak kerja dirinya sebagai PHL, memang seharusnya habis di akhir Januari. Namun, dia kekeuh dengan keberadaan SPT seja pertengahan Desember 2017 hingga akhir Januari 2018.

Kepada awak Sumut Pos, dia menunjukkan SPT dengan kepala surat Dinas Perindustrian dengan nomor 893.3/713.d yang berisikan salahsatu namanya ditugaskan untuk mendata perusaha bidang pengolahan pangan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan bersama.

“Jadi saya sudah diperintah untuk tidak lagi bekerja di Dinas Perindustrian sejak tanggal 22 Januari 2018. Sementara dalam SPT ini, yang ditandatangani Kepala Dinas, berlaku mulai tanggal 18 Desember 2017 hingga 31 Januari 2018. Berarti untuk SPT ini yang ada nama saya di dalamnya, anggarannya ada,” ungkapnya.

Menurutnya, permasalah ini sudah lama dia pertanyakan kepada sejumlah pegawai di Dinas Perindustrian. Namun, tak banyak yang berani berkomentar lantaran itu titah pimpinan tertinggi, Zulkifli Sitepu.

BBPOM Sita Kosmetik Ilegal Berbahan Merkuri, Merusak Ginjal

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento (tengah) saat memaparkan sejumlah kosmetik dan obat tradisional ilegal yang mereka amankan.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento (tengah) saat memaparkan sejumlah kosmetik dan obat tradisional ilegal yang mereka amankan.

SUMUTPOS.CO – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan kembali menyita produk kosmetik berbahaya ilegal dan tanpa izin edar (TIE) senilai ratusan juta rupiah. Kosmetik illegal tersebut mengandung bahan merkuri yang bisa menyebabkan gagal ginjal.

Kepala BBPOM di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, mereka menyita ratusan kosmetik berbahaya tersebut dari empat tempat di Kota Medan. Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian selama beberapa hari, pihaknya berhasil menyita 122 jenis kosmetik dan 1 jenis obat tradisional dengan total Rp294 juta lebih.

“Penyitaan merupakan hasil pengawasan intensif yang dilakukan BBPOM dalam rangka aksi penertiban pasar kosmetik dan obat tradisional ilegal atau tanpa izin edar dan atau mengandung bahan berbahaya periode Juli 2018,” ungkap Yulius Sacramento Tarigan, didampingi Kabid Penyidikan, Ramses Doloksaribu, saat paparan barang bukti kosmetik ilegal di Medan, Senin (16/7).

Ia mengatakan, dari hasil pengawasan diperoleh temuan empat sarana dan empat tersangka. Pertama, di toko penjual kosmetik online Jalan Perjuangan sebanyak 81 jenis kosmetik senilai Rp161.970.000.

Lokasi kedua, sambungnya, di rumah tinggal tempat penyimpanan kosmetik di  Jalan Ampera sebanyak 38 jenis kosmetik ilegal (tanpa izin edar) bernilai Rp73 juta. Kemudian, lokasi ketiga, pengemas racikan kosmetik diduga mengandung merkuri di Jalan Brigjend Zein Hamid ditemukan bahan baku racikan krim  mengandung bahan berbahaya sebanyak 125 kg, lalu produk jadi dua jenis kosmetik dan kemasan label senilai Rp30 juta. Sementara, lokasi keempat di apotek VS Kabanjahe dengan temuan Salep Pi Khang Shuang sebanyak 2.520 pvs/tube senilai Rp25.200.000.