Home Blog Page 6167

Intel Kodim Gagalkan Pesta Sabu

Foto: TEDDY/SUMUT POS KETERANGAN: Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Slamet Jaya (dua dari kiri) didampingi Dan Unit Intel Lettu Defrinal (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seraya menunjukkan hasil tangkapan mereka yang diserahkan ke Polres Binjai.
Foto: TEDDY/SUMUT POS
KETERANGAN: Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Slamet Jaya (dua dari kiri) didampingi Dan Unit Intel Lettu Defrinal (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seraya menunjukkan hasil tangkapan mereka yang diserahkan ke Polres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Prajurit Unit Intelijen Kodim 0203/Langkat menangkap 8 orang yang disinyalir hendak berpesta sabu-sabu, kemarin (14/7). Dua orang diantaranya ditangkap lebih dulu di Jalan Sisingamangaraja Nomor 22, Gang Jawa, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur.

Keduanya masing-masing, Fhandi Kiswanto (33) warga Jalan Mulia II Nomor 33, Kelurahan Nisujaya, Banda Aceh dan Edi Pranoto (44) warga Jalan Danau Poso, Lingkungan 6, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur.

Dari rumah kontrakan Fhandi yang digrebek prajurit TNI AD, didapat 2 paket sabu dengan berat lebih kurang 10 gram. Menurut Pasi Intel Kodim Langkat, Kapten Slamet Jaya, penangkapan tersebut sukses dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang resah terhadap peredaran sabu di Binjai Timur pada 2 hari lalu sebelum penggrebekan. Atas informasi itu, Tim Unit Intelijen menyusun rencana penggrebekan.

“Keduanya merupakan kurir. Barang itu didapat dari Izal?,” kata dia didampingi Komandan Unit Intelijen, Lettu Defrinal.

Atas informasi itu, tim kembali melakukan penyamaran. Mereka coba melakukan transaksi terhadap Izal.

“Tapi barangnya kosong,” ujarnya.

Begitupun, usaha prajurit Intel ini tak kendor. Sahrial alias Ial (38) warga Desa Sumbermelati, Sunggal, Deliserdang itu berhasil dipancing untuk melakukan transaksi sabu seberat 2 gram.

Alhasil, terjadi transaksi tersebut di Jalan Danau Poso, Gang Suratman, Lingkungan 6, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur.

“Setelah diupayakan transaksi, didapat barang bukti di rumah kos-kosan Ial. Ditemukan juga pemakai narkoba yang positif semuanya (hasil urine),” jelas Slamet.

Mereka yang ditangkap di rumah Sahrial masing-masing, Sari (29) yang merupakan wanita simpanan Sahrial, Isna (23) dan Andre (19) warga Jalan Danau Poso, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur. Lalu Wahyu (20) warga Jalan Danau Tempe, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur dan Danu (21) warga Jalan AR Hakim, Kelurahan Nangka, Binjai Utara.

Barang bukti didapat dari rumah kos-kosan, 6 paket kecil narkotika jenis sabu, 2 bungkus plastik klip dan 2 unit sepedamotor. Meski demikian, prajurit intelijen tetap melakukan penggeledahan ke rumah Sahrial. Sayang, penggeledahan tersebut tak membuahkan hasil.

“Tetapi ditemukan puluhan plastik klip transparan,” ujarnya.

Saat menggrebek rumah kontrakan Fhandi, prajurit Intel Kodim Langkat menemukan barang bukti 5 buah STNK roda empat. Lettu Defrinal menduga, Fhandi terlibat jaringan sindikat pencuriaan kendaraan bermotor.  

Maling HP Diciduk di Kontrakan

AR dan AS diamankan di Mapolsek Pancur Batu.
AR dan AS diamankan di Mapolsek Pancur Batu.

PANCURBATU, SUMUTPOS.CO -Tim Pegasus Polsek Pancurbatu dipimpin Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan meringkus pencuri handphone di rumah kontrakannya di Dusun III, Desa Hulu, Pancurbatu

Kedua tersangka berinisial AR (24) warga Desa Pematang Tanah Seribu, Kabupaten Asahan, dan  AS (18) warga Jalan Namo rambe, Kecamatan Namo Rambe, Deliserdang.

Penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari Veronica Br Purba (30) selaku pemilik Warnet Velin Net, di Jalan Jamin Ginting.

Dalam laporannya, warga Desa Hulu Pancurbatu ini mengatakan, kejadian pencurian tersebut terjadi, Jumat (13/7) Jam 11.00 Wib.

Saat itu, kedua tersangka mendatangi Velin Net dengan berpura-pura fotocopy surat-surat. Salah satu tersangka langsung mencuri HP warna hitam merk VIVO V7 plus yang terletak di kursi kasir.

Sesaat setelah, keduanya pergi, korban baru menyadari kalau HP miliknya sudah raib.

Keesokan harinya, korban pun membuat laporan pengaduan ke Polsek Pancurbatu. Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan olah TKP, termasuk memeriksa saksi dan rekaman CCTV Velin Net.

Dari hasil rekaman CCTV, terlihat tersangka sedang menjalankan aksi pencuriannya, dan ternyata, identitas salah seorang tersangka dikenali oleh petugas.

Petugas pun melakukan pengejaran ke rumah kontrakan tersangka di kawasan Dusun III, Desa Hulu, Pancurbatu. Setelah yakin kalau orang yang menjadi sasaran berada di dalam rumah kontrakan tersebut, petugas menggerebek dan membekuk kedua tersangka.

Selanjutnya, bersama barang bukti 1 unit HP OPPO A57 yang dibeli dari hasil penjualan HP VIVO V7 plus diamankan ke mako.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan, SH MH mengatakan, setelah keduanya menjalani pemeriksaan, salah satu pelaku ditahan. Sebab, temannya tidak mengetahui pelaku mencuri handphone korban.” Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP,” ujar Iptu Suhaily. (han)

 

Sepekan, Perampokan BTPN Belum Terungkap

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Agaknya perampokan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sulit diungkap pihak Kepolisian. Terbukti, hari ini tepat seminggu perampokan di Jalan Pasar 9 Tembung belum terungkap.

Meski masih sudah mengidentifikasi plat nomor polisi mobil pelaku, namun tidak satu pelaku pun berhasil diciduk.

Padahal sudah melibatkan tim gabungan Polsek Percutseituan, Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Pun begitu, penyelidikan masih terus diintensifkan. Kemarin polisi menyebut, tim masih mempelajari dan mengidentifikasi rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi bank.

Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, pihaknya masih dalam tahap pengembangan.

Apa kendala sehingga para pelaku belum berhasil dibekuk? Mantan Wakasat Sabhara Polrestabes Medan ini enggan membebernya.

“Pada dasarnya kita masih melakukan pengembangan, identitas masih diselidiki,” elaknya belum lama ini.

Faidil mengakui kasus tersebut memang begitu menyita perhatian masyarakat. “Banyak pertanyaan wartawan terkait kasus itu. Saya harap agar masyarakat memahami, kasus ini akan menjadi prioritas,” kata Faidil.

“Karena menyita banyak perhatian lantaran yang dirampok bank. Kami mohon masyarakat bersabar,” pintanya.

Seperti kasus perampokan pada umumnya, setelah peristiwa, polisi selalu melakukan razia di perbatasan Kota Medan.

Kata Faidil untuk memperkecil ruang gerak komplotan perampok. Apakah pelaku ada kemungkinan sudah melarikan diri ke luar kota? Dia tak mau banyak berkomentar.

“Saya tak mau beberkan itu ke media. Takutnya mereka tahu kemana pergerakan kita,” sebutnya.

Soal rekaman CCTV dari bangunan di kanan dan kiri bank tersebut, tidak bisa dijadikan bukti petunjuk maksimal mengungkap komplotan pelaku perampokan itu.

“Rekaman CCTV itu kita jadikan petunjuk awal saja. Kita tidak menjadikannya sebagai acuan. Doakan ya,” katanya.

Pirngadi Lirik Bisnis Limbah

File/SUMUT POS Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di RSUD Pringadi Medan, Minggu (17/5).
File/SUMUT POS
Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di RSUD Pringadi Medan, Minggu (17/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan banyak menerima tawaran pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sejumlah rumahsakit. Sejatinya, memang, pengolahan limbah B3 ini dilakukan oleh rumah sakit yang memiliki insenerator yang ditetapkan berdasar Keputusan Menteri Kesehatan (KepMenkes).

Pirngadi sebagai rumahsakit yang memiliki mesin insenerator, satunya lagi RSUP Haji Adam Malik, saat ini belum bisa mengakomodir permintaan jalinan kerja sama rumahsakit lain dalam pengolahan limbah  B3.

Begitupun, saat ini manajemen RSUD Pirngadi belum menutup peluang itu. Mereka masih menunggu turunnya regulasi dari Kemenkes untuk menjadikan pengolahan limbah B3 peluang bisnis.

“Saat ini tidak ada rumah sakit di Medan selain Pirngadi dan RS Adam Malik yang memiliki mesin insenerator. Banyak tawaran kerja sama pengolahan limbah B3 rumah sakit lain ke kita yang belum bisa kita setujui. Begitupun, kami masih menunggu keputusan Kemenkes RI,” ungkap Kasubbag Humas RSUD Dr Pirngadi Kota Medan, Edison Peranginangin, didampingi Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan, Sanvery P Sihombing, SKM M Kes, di ruang kerjanya, Minggu (15/7).

Edison menerangkan, sesuai Departemen Kesehatan, limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (gel) maupun gas yang dapat mengandung mikro organisme pathogen yang bersifat infeksius, bahan kimia beracun, dan sebagian bersifat radioaktif.

“Dengan melihat deskripsi tersebut, limbah yang berasal dari rumah sakit ini dapat dikategorikan sebagai limbah B3,” ungkapnya.

Limbah B3 memiliki dampak yang sangat merusak lingkungan dan kesehatan. Menjadi persoalan, masih banyak rumah sakit yang belum memiliki mesin pengelola limbah B3.

“Lantas ke mana mereka membuangnya, kita tidak tahu. Apakah dikirim ke rumah sakit di luar Sumut, atau bagaimana kita tidak tahu. Yang pasti pengelolaan limbah B3 itu menghabiskan biaya tak sedikit,” katanya.

Atas dasar itu, permintaan sejumlah rumahsakit swasta di Medan agar limbah B3 mereka dikelola rumah sakit pemerintah menyeruak.

Sementara itu, Sanvery mengatakan Direktur RSUD Pirngadi Medan saat ini tengah mengupayakan agar instalasi pengelolaan limbah, insenirator milik RS Pirngadi dapat juga digunakan untuk mengelola limbah B3 dari rumah sakit dan klinik yang tidak memiliki fasilitas pengelolaan limbah.

“Saat ini Pirngadi tengah menggodok dan mengusahakan regulasi atau izin dari pusat itu,” paparnya.

Ada dua jenis pengolahan limbah di RSUD Pirngadi, yakni limbah infeksius, dan noninfeksius. Limbah noninfeksius ini adalah limbah umum seperti sisa makanan, bungkus minuman, dan lainnya dan dikelola oleh tempat pembuangan sampah (TPS) umum.

Kabur dari Majikan, karena Tak Digaji dan Disiksa

Foto: Batara/Sumut Pos Para Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) yang disiksa majikan di Malaysia saat tiba di Bandara KNIA.
Foto: Batara/Sumut Pos
Para Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) yang disiksa majikan di Malaysia saat tiba di Bandara KNIA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 7 orang Tenaga Kerja Indoneisa (TKI) nonprosedural melarikan diri minta perlindungan ke kantor Kedutaan Besar Republik Indoneisa (KBRI) di Kuala lumpur Malaysia. Alasan mereka melarikan diri dari tempat kerjanya karena tidak tahan dipukul majikannya.

Masing-masing ke 7 TKI tersebut, Efa Butarbutar(32) warga Kabupaten Serdangbedagai, Rasimah,(21) warga Harjosari Amplas, Ayu wahyuni,(24) warga Jalan Josua Medan, Rita Ayu (27) warga Johor Lama Stabat, Afrida Yani (32) warga Bergam Binjai, Indah Wati(34) warga Labuhanbatu Selatan dan Rotua Hutagalung (56) warga Tapanuli Tengah.

Disebutkan para TKI nonproserual ini rata-rata bekerja  selama 1 tahun. Mereka ditempatkan sebagai  pembantu rumah tangga. Padahal janji agennya tidak sebagai pembantu. ”Aku merasa tertipu diiming-iming kerja di kilang ternyata sebagai pembantu rumah tangga,” terang Rasimah.

Ironisnya para pekerja wanita ini sering mendapat siksaan dari majikannya dengan cara dipukuli. Kemudian  gaji sering  telat dibayar. Dengan kondisi tersebut mereka melarikan diri ke Kedutaan Indonesia untuk minta dipulangkan.

Senada dialami Afrida. Ia tertipu oleh agen berkedok TKI karena dimasukkan secara ilegal. Di samping itu ia tidak betah bekerja karena majikanya selalu ringan tangan pada dirinya bahkan gajinya tidak dibayar.

“Siapa yang tahan dipukul, maka saya melarikan diri  ke KBRI minta perlindungan,” bebernya.

Kepala BP3TKI Medan Syahrum melalui Kordinator Pos BP3TKI Kualanamu Suyoto yang dikonfirmasi Minggu, (15/7) membenarkan pihaknya telah menampung tujuh TKI nonprosedural yang dipulangkan dari Malaysia. Mereka diangkut menggunakan pesawat Air Asia, Sabtu,(14/7), penerbangan siang dan sore.

Diterangkannya, para TKI ini sesuai dengan keterangan dari KBRI semuanya nonprosedrual. Mereka di Malaysia berbagai masalah. Termasuk gaji tidak dibayar, dan mengaku sering dipukul majikan, sehingga mereka melarikan diri ke KBRI minta diperlindungan dan  dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam hal ini,  dipastikan agar mereka tiba di Bandara Kualanamu setelah didata langsung pulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Sekali lagi diimbau agar warga Indoneisa yang hendak bekerja keluar negeri hendaknya melalui jalur resmi yang sudah dibuka pemerintah.

“Sebab, dengan kondisi itu kejadian seperti ini tidak akan terjadi pada TKI di luar negeri karena dibawa pengawasan negara,” terangnya. (btr/azw)

Prajurit Marinir Sukses Menggagalkan Curanmor di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua anggota Prajurit Marinir TNI AL dari satuan Batalyon Marinir Pertahanan pangkalan (Yonmarhanlan I) Belawan, yakni Kopral Kepala Marinir M. Alinafiah dan Kopral Dua Marinir M. Ikhsan berhasil menggagalkan upaya pencurian motor serta meringkus pelakunya pada Kamis (12/7) di Medan, Sumatera Utara.

Kejadian ini berawal saat Kedua Prajurit itu berencana akan makan malam sekitar pukul 23.00 WIB di salah satu warung sate di Jalan Platina samping SPBU Titipapan dengan menggunakan satu sepeda motor. Saat perjalanan menuju warung, kedua prajurit Marinir tersebut melihat beberapa orang berteriak “maling…maling !!”.

Kopka Mar M. Alinafiah dan Kopda M. Ikhsan mendapat informasi dari seorang warga bahwa telah terjadi pencurian kendaraan bermotor milik tukang bakso dan pelakunya sedang dikejar massa. Saat itu, keduanya mendapat informasi bahwa pelaku diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor.

Kopka Mar M. Alinafiah dan Kopda M. Ikhsan langsung mengejar pelaku dan berhasil menarik salah satu pelaku yang dibonceng hingga terjatuh. Pelaku yang terjatuh kemudian langsung dihakimi massa, Kopka Mar M. Alinafiah kemudian mengamankan pelaku dari amukan massa dan meminta massa untuk tenang.

Sesaat setelah peristiwa itu, massa yang berdatangan di lokasi semakin banyak, akhirnya Kopka Mar M. Alinafiah dan Kopda Mar M. Ikhsan memutuskan membawa pelaku beserta alat bukti (Kunci T dan dompet) ke Polsek Labuhan. Sekitar pukul 24.00 WIB, kedua prajurit TNI AL itu beserta beberapa warga dan pelaku yang berhasil ditangkap tiba di Polsek Labuhan Simpang Kantor dan langsung diserahkan kepada petugas Kepolisian.

Diketahui, Pelaku yang berhasil diamankan bernama Syarif, 32 tahun warga Jalan Gumala, Kecamatan Medan Belawan, dan saat ini sudah diamankan oleh pihak Kepolisian. Dari kejadian ini tidak ada jatuh korban karena upaya pencurian berhasil digagalkan dan pelaku berhasil diamankan dari amukan massa.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan membenarkan ada pelaku curanmor dengan barang bukti kunci T diamankan prajurit dari Yonmarhanlan I.

“Pelaku sudah kami tahan, korban sudah membuat laporan, kasusnya akan segera kami proses,” katanya. (fri/jpnn)

Pemprovsu Keberatan Dianggap Utang

Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu, R Sabrina.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu, R Sabrina.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kewajiban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahkan Dana Bagi Hasil (DBH) pada tahun anggaran 2017 ke 33 kabupaten/kota ternyata belum selesai hingga terutang sebesar Rp418,3 miliar dari total utang Rp926,711 miliar. Bahkan penyaluran utang DBH tersebut baru dilakukan Pemprovsu pada 20-23 April 2017 yakni hanya sekitar Rp507.551.775.947.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, Jumat (13/7), utang DBH Pemprovsu 2017 paling banyak ke Kota Medan yakni dari Rp170.272.858.947 bersisa menjadi Rp158.403.404.426. Kemudian ke Kabupaten Deliserdang sisa utang Rp32.753.219.968 dari Rp92.281.785.213.

Sementara ke Kabupaten Langkat utang dari Rp41.164.087.808 dan telah dibayar Rp22.526.385.230 dengan sisa utang menjadi Rp18.637.770.357,9. Lalu untuk Kabupaten Asahan sisa utang menjadi Rp14.312.561.468 dari sebelumnya Rp36.172.063.164.

Menanggapi utang DBH tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu, R Sabrina mengaku justru belum mendapat informasi terkait besaran nilai utang DBH. Ia keberatan hal itu disebut utang karena uang tidak ada dipakai.

“Kalau itu disebut utang kurang pas saja, karena tidak ada uang yang kita pakai. Berbeda seperti di tahun kemarin, ada yang kita pakai dan sudah diselesaikan dalam 3 tahun,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata Sabrina, kondisi ini karena uang mereka yakni berasal dari kabupaten/kota belum diserahkan Pemprovsu. Contohnya saja ada pajak kendaraan bermotor. Di mana yang memungut uangnya adalah Pemprovsu tapi karena datangnya dari kabupaten/kota, maka tentulah ada sharing antara provinsi dengan kabupaten/kota yakni perhitungan persen untuk provinsi dan sekian persen untuk kabupaten/kota asal.

“Jadi secara bertahap juga akan diserahkan. Berarti ini bukan utang. Bahkan disebut utang berjalan pun saya tidak setuju, hanya saja uang belum diserahkan,” katanya tanpa enggan merinci alasan keterlambatan penyerahan DBH.

Satpol PP Ancam ‘Blender’ Restauran Pondok Mansyur

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Petugas Satpol PP Medan membongkar Restoran Pondok Mansyur di Jalan Dr Mansyur Medan, karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Jumat (13/7).
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Petugas Satpol PP Medan membongkar Restoran Pondok Mansyur di Jalan Dr Mansyur Medan, karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Jumat (13/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pemilik dan pengelola restauran Pondok Mansyur seakan tak peduli terhadap perintah stanvas oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan. Meski gedung sudah dibongkar, Jumat (13/7) kemarin, usaha kuliner di lokasi itu tetap berjalan melayani pembeli.

Sabtu (14/7) malam, berdasarkan amatan Sumut Pos, bisnis jual beli makan di Pondok Mansyur tetap berjalan. Setidaknya, empat tenan usaha kuliner tetap berjualan menjajakan makanan di kawasan Jalan Dr Mansyur yang diramaikan tempat hiburan.

Kepala Bidang Penegak Perundang-undangan Daerah (P2D) Satpol PP Kota Medan, Indra Siregar mengatakan pihaknya akan kembali memberikan tindakan tegas kembali kepada bangunan itu. Menurutnya, tindakan lebih tegas akan mereka berikan.

“Ya kalau masih beroperasi juga akan saya suruh lagi anggota turun ke lapangan, kita bongkar lagi bangunan itu. Kemarin niatan saya tiang pancang yang di tengah bangunan mau saya ‘blender’ (potong) jadi biar gantung nampak tegantung-gantung,” kata Indra, Minggu (15/6).

Dia menyebut, Jumat (13/7) lalu saat timnya datang ke lokasi untuk membongkar bangunan tersebut, dia sempat dihalang-halangi oleh pengacaranya Kalam Liano, pemilik bangunan Pondok Mansyur tak berizin tersebut.

Menurutnya, memang kemarin itu banyak sekali pihaknya dihalang-halangi.

Menurut Indra, sorenya dia juga kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap sejumlah bangunan yang hari itu mereka bongkar lantaran berdiri tidak memilikin Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari TRTB.

DPP N4J Gelar Bakti Sosial untuk Lansia

BAKSOS: Ketum DPP N4J DR RE Nainggolan memimpin acara bakti sosial N4J untuk Lansia di markas N4J Jalan Nibung 2 Medan, Jumat (13/7).
BAKSOS: Ketum DPP N4J DR RE Nainggolan memimpin acara bakti sosial N4J untuk Lansia di markas N4J Jalan Nibung 2 Medan, Jumat (13/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nusantara untuk Jokowi (N4J) melakukan bakti sosial untuk ratusan lansia di sekretariat Jalan Nibung 2 Nomor 12 Medan Petisah, Jumat (13/7). Pembagian kaca mata baca gratis dan bingkisan untuk para lansia dipimpin Ketua Umum DPP N4J DR RE Nainggolan didampingi sejumlah pengurus inti. Bakti sosial ini merupakan mata program pengabdian masyarakat yang tertuang dalam rancangan kerja DPP N4J, dan dilaksanakan secara periodik dua bulan sekali.

“Bakti sosial hari ini untuk para lansia dulu, namun kegiatan selanjutnya direncanakan yang lebih massif,” ungkap mantan Sekda Provinsi Sumut ini didampingi penasehat JA Ferdinandus, Prof BA Simanjuntak, H Sanggup Purba yang juga Ketua Lansia Sumatera Utara, Koordinator Pengabdian Masyarakat Pdt Indra Hutauruk, Wakil Sekretaris Valdesz Junianto, Divisi Umum Gabriel Renjana, Divisi Komunikasi dan Multimedia Toga Nainggolan, dan sejumlah pengurus seperti Batara Batubara, Yusra Martua, Adol F Rumaijuk, Thony Manurung, Tere Marbun, dan lainnya.

“Kami ingin N4J menjadi relawan yang bekerja dan memberikan dampak bagi masyarakat, sekaligus mendorong peemgurus N4J di seluruh provinsi dan kabupaten/kota untum melakukan hal sama,” kata RE.

Perhatian kepada masyarakat sebagaimana dilakukan presiden Joko Widodo sungguh patut ditiru para relawan. “Hal itulah yang dilakukan DPP N4J di Medan, kita ingin melakukan yang terbaik. Dengan harapan masyarakat semakin menyadari progres pembangunan yang berjalan saat ini,” katanya.

RE melihat Jokowi menempatkan diri sebagai presiden bagi semua. Contohnya Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. “Para gubernur di daerah itu mengapresiasi perhatian presiden atas pengembangan infrastruktur,” kata Ketua Kelompok Ahli Dewan Pengarah BPOP Danau Toba ini.

Menjelang kontestasi Pemilihan Presiden tahun 2019, RE mengimbau, tidak perlu ada dramatisasi pengkubuan atau polarisasi antar calon yang seolah-olah tak bisa dicairkan. “Di atas semua dinamika politik, kita adalah saudara sebangsa, satu tujuan, demi Indonesia yang bersatu, adil, makmur, dan sejahtera,” katanya. (adz)

Dinkes Cari 70 Ribu Penderita TBC

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan kepada para stakeholder terkait agar mencari penderita tuberculosis (TBC/TB Paru) sebanyak 70 ribu orang di seluruh kabupaten/ kota. Hal ini sesuai roadmap pemerintah, dengan target agar d Indonesia pada tahun 2050, bebas TBC.

“Tapi untuk mencapai ini, kita harus sudah memastikan hingga tahun 2030, sudah tidak ditemukan kasus baru di kemudian hari,” kata Kepala Dinas Dinkes Sumut Agustama, diwakili Sekretaris Ridesman usai menutup acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dengan tema, Sinergisme provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Sumut dalam mewujudkan Universal Health Coverage, di Emerald Garden Hotel, Kamis (12/7).

Dia mengimbau agar masyarakat yang terkena penyakit TBC tidak malu. Hal ini perlu agar dilakukan penyembuhan.

“Mari kita cari kasus TB Paru ini. Kita temukan. Jangan merasa malu, seolah-olah banyak sekali yang terkena TBC di Sumut. Jangan merasa malu. Justru jika ditemukan maka dapat dilakukan pengobatan. Dan sumber daya kita untuk mengobati itu tersedia oleh pemerintah,” imbaunya.

Dikatakannya, pada tahun 2018 ini, di Sumut memiliki beban menemukan orang terkena TB Paru sebanyak 40.000 orang lagi, dari target 70.000 orang. Sementara yang sudah ditemukan masih 34.000 orang.

“Ini yang harus kita kejar. Di akhir tahun ini rata-rata 8.000 orang lagi per bulan. Ini harus ada dukungan dari kader, keluarga serta fasilitas kesehatan (faskes). Jika ditemukan maka segera bawa ke Puskesmas,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Ridesman, pihaknya juga menargetkan, imunisasi measles rubella (MR) pada Agustus dan September 2018.

“Kita sudah mengumpulkan stakeholder agar dapat mencapai target ini. Kita berharap dapat mencapai target 95 persen. Dengan jumlah 4,2 juta anak. Ini kita arahkan agar dapat dibawa ke faskes-faskes dan Posyandu,” ungkapnya.