Home Blog Page 6169

Kasus Eni Saragih Kelas Kakap, Terkait Proyek Rp 1.100 T

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Saragih berusaha menghindari awak media, saat bersiap meninggalkan gedung KPK.
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Saragih berusaha menghindari awak media, saat bersiap meninggalkan gedung KPK.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Langkah OTT (operasi tangkap tangan) terhadap Eni Saragih di kediaman Mensos Idrus Marham Jumat (13/7) berpeluang jadi pintu masuk KPK menangani kasus besar yang juga berpotensi menyeret orang besar.

Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menyampaikan bahwa kasus yang menyeret Eni berpotensi menjadi besar lantaran dana yang dibutuhkan untuk membangun PLTU dengan kapasitas 35 ribu megawatt mencapai Rp 1.100 triliun.

Pembangunan PLTU Riau 1 termasuk salah satu proyek yang dibuat untuk memenuhi target tersebut. ”Potensi fraud yang bisa muncul di situ ya bener yang kamu bilang, itu besar,” ungkapnya, Minggu (15/7).

Menurut pejabat yang akrab dipanggil Saut tersebut, potensi besar munculnya tindak curang dalam eksekusi proyek tersebut memang sudah dikhawatirkan KPK sejak lama. Bahkan, mereka sudah memanggil sejumlah stakeholder untuk mengingatkan. Namun demikian, korupsi tetap terjadi.

Untuk mengupas kasus itu sampai tuntas, KPK masih perlu waktu. Termasuk di antaranya guna mengetahui sejauh mana kasus suap terhadap Eni merugikan keuangan negara.

Lebih lanjut, Saut juga menyebutkan bahwa pengungkapan kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Riau 1 bisa jadi harus dilalui lewat jalan panjang. ”Menurut saya ada reli-reli panjang nih yang harus kami pelajari,” kata dia.

”Mudah-mudahan semuanya bisa terbuka. Terus lebih cepat lah,” tambahnya. Dia pun berjanji nama-nama lain yang terlibat kasus tersebut akan diumumkan oleh KPK. ”Nanti pada saatnya,” tegas dia.

Minggu (15/7) penyidik KPK menggeledah rumah Dirut PT PLN Sofyan Basir. Kasus yang berkaitan dengan proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 35 ribu megawatt itu disebut-sebut melibatkan banyak pihak.

41 Pelabuhan di Danau Toba Segera Diaudit Kemenhub

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Dermaga Tiga Ras Kabupaten Simalungun. Dernaga ini akan dibenahi oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, dermaga Muara, Ambarita, Simanindo dan Ajibata juga ikut dibenahi.
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Dermaga Tiga Ras Kabupaten Simalungun. Dernaga ini akan dibenahi oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, dermaga Muara, Ambarita, Simanindo dan Ajibata juga ikut dibenahi.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menggesa pembenahan transportasi di Danau Toba. Salah satunya dengan mengaudit pelabuhan-pelabuhan yang ada di Danau Toba.

Audit ini dilakukan tak lepas dari insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu lalu.

Berdasarkan catatan Kemenhub menunjukkan, ada 41 pelabuhan yang harus dibenahi. Baik pelabuhan milik pemerintah ataupun milik perorangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya akan menggelar rapat dengan mengundang semua bupati pada Senin besok.

“Hari Senin ini kami akan rapat mengundang semua bupati (di Danau Toba) untuk menentukan mana yang mau diresmikan. Kan harus ada penetapan lokasi dari pak menteri,” kata Budi Setiyadi, seperti dilansir Jawa Pos hari ini.

Dijelaskan, nantinya pelabuhan yang akan diresmikan pemerintah harus memenuhi standar.

Terpenting adalah standar keselamatan, agar kejadian KM Sinar Bangun tidak terulang lagi.

“Nah yang lain kita tutup. Tapi yang akan kita resmikan harus memenuhi standar semuanya. Yang pertama untuk meningkatkan kualitas keselamatan. Karena memang keselamatan itu tidak bisa tidak, harus dipaksakan. Masyarakat di sini sudah cukup bagus juga untuk mengikuti, bahkan ada yang mau naik kapal dia bilang kok belum dicatat. Jadi ada kesadaran,” katanya.

Pantauan di beberapa pelabuhan di Danau Toba, standar pelayaran ini memang sudah di lakukan. Seperti di pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Setiap penumpang kapal feri, mengisi daftar penumpang.

Di atas KMP Tao Toba juga sudah tersedia pelampung. Namun yang sangat disayangkan, pelampung itu hanya dipakai sebagian penumpang.

Sementara lainnya masih saja tidak menggunakan. Petugas kapal juga masih abai akan hal itu. Pelampung hanya dibiarkan jadi pajangan di dalam lemari penyimpanan.

Budi menambahkan akan melakukan perubahan untuk pengawasan perkapalan. Kemenhub segera mengubah kelembagaan di tingkat Dirjen Perhubungan Darat. (pra/JPC)

Cowboy Itu Naik Kuda, Bukan Kerbau

Pevita Pearce bersama Yoshi Sudarso, dalam Buffalo Boys.
Pevita Pearce bersama Yoshi Sudarso , dalam Buffalo Boys.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kerbau biasanya berjalan lambat, seakan menikmati langkah demi langkah. Tapi film Buffalo Boys menampilkan adegan kerbau berlari cepat laksana kuda. Dipacu 2 cowboy asal ‘wild west’ Amerika, yang menjadi pahlawan. Tapi si penjajah, Van Trach mengejek, “Cowboy itu naik kuda, bukan kerbau!”

Film Buffalo Boys di-setting 1860, sebuah film drama petualangan berlatar berlakang masa penjajahan Belanda di Jawa. Film ini digarap oleh Infinite Studios, bekerja sama dengan Zhao Wei Films (Singapore) dan Screenplay Infinite. Films ini telah dipilih untuk berpartisipasi dalam kompetisi Fantasia Film Festival yang tersohor di Kanada.

Film ‘Anak Kerbau’ ini, mengisahkan tentang petualangan 2 pangeran bersaudara, putra sultan pemberontak terakhir terhadap sekutu Belanda, Sultan Hamza.

Setelah bertahun-tahun diasingkan di Amerika (Wild West Amerika), kedua pangeran tersebut –Jamar dan Suwo– kembali ke tanah Jawa, untuk membalas dendam atas pembunuhan ayah mereka. Bertiga dengan adik sang Sultan, mereka bertemu dengan sebuah kampung yang mencoba melawan dan merebut keadilan di daerah mereka.

Sabtu (14/7), 2 pemeran film ini, Yoshi Sudarso (pemeran Suwo) dan Daniel Adnan (pemeran Drost, tentara Belanda), hadir di Kota Medan untuk pemutaran perdana di Cinemaxx Plaza Medan Fair.

Yoshi, yang sudah 20 tahun tinggal di Amerika ini, mengatakan, tantangan utama dirinya membintangi Buffalo Boys adalah bahasa Indonesia. “Jadi, bahasa Indonesia saya kan kurang lancar. Saya harus banyak belajar dan melakukan riset,” katanya, sembari tersenyum lebar.

Yoshi Sudarso, di Medan, Sabtu (14/7).

Namun ia tidak terlalu kesulitan saat adegan naik kuda dan naik kerbau, karena ia pernah memerankan karakter cowboy dalam film-filmnya yang dulu.

Sosok Yoshi Sudarso dikenal melalui perannya sebagai Power Ranger Biru di serial televisi Power Rangers (2015-2018), dan juga keterlibatannya dalam film Maze Runner. Menariknya, pekerjaan pertama Yoshi Sudarso dalam dunia entertainment adalah menjadi cowboy performer dalam satu stuntshow di Knotts Berry Farm, suatu taman hiburan popular di Amerika Serikat. “Kerjaan pertama saya dalam dunia entertainment itu jadi seorang performer di Knotts Berry Farm. Di stuntshow itu saya dituntut untuk tidak hanya melakukan beragam aksi, namun juga berakting. Di show pertama saya itu, saya berperan sebagai cowboy selama 2 tahun,” ungkap Yoshi.

Yoshi Sudarso pun mendapatkan kesempatan untuk kembali memerankan karakter cowboy, namun kali ini di layar lebar, melalui perannya sebagai Suwo di film Buffalo Boys. “Di Amerika tidak banyak orang Asia yang mendapatkan kesempatan untuk memerankan cowboy, dan setiap kali saya tampil pasti ada yang memanggil saya Asian Cowboy, dan semenjak saat itu saya suka banget dengan adegan cowboy, dan saat saya tahu karakter yang akan saya perankan itu cowboy, saya tidak ragu untuk mengambil peran ini,” kata Yoshi.

Perannya sebagai Suwo dalam Buffalo Boys akan menjadi film pertama Yoshi, yang berperan sebagai cowboy. Menurutnya, melalui perannya di Buffalo Boys, ia juga memberikan arti baru terhadap karakter cowboy. “Di Amerika mungkin kita hampir gak pernah lihat ada orang Asia jadi cowboy, pasti jadi seorang yang memperbaiki rel kereta api zaman itu. Karakter cowboy Asia pertama di Hollywood itu Jackie Chan. Teman-teman saya di sana ikut senang saat mengetahui saya akan berperan sebagai cowboy,” kata Yoshi.

Daniel Adnan, seorang tokoh jahat, mengakui terkesan dengan latihan berkuda yang mereka lakukan di Bandung. Juga latihan memainkan senjata api, yang dilatih langsung oleh tentara.

“Setiap jam, saya berlatih memutar pistol keperluan adegan film,” cetusnya.

Film Buffalo Boys menampilkan gambar-gambar indah dan berkualitas Hollywood, dengan setting dan kostum berkualitas internasional.

Meski banyak adegan kekerasan yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas, film ini juga sukses menguras airmata. Khususnya akting Pevita Pearce yang patut mendapat pujian.

Para pemeran utama di film Buffalo Boys.

Kualitas Internasional

Aktor Ario Bayu (pemeran Jamar) mengatakan, film Buffalo Boys yang ia bintangi adalah satu film karya anak bangsa yang berkaliber internasional. “Mulai dari skrip, kostum, karakter, hingga tampilan set, saya benar-benar takjub,” ujarnya.

Berperan sebagai Jamar, anak sulung dari 2 bersaudara yang kembali ke tanah Jawa untuk membalas dendam atas kematian sang ayah yang seorang Sultan, Ario Bayu mengungkapkan tantangan terbesar yang harus ia hadapi selama proses syuting film ini. “Terlihat natural ketika menunggangi kuda itu merupakan tantangan terbesar bagi saya hahaha… Setiap kali saya arahkan ke kanan, mereka justru bergerak ke arah yang berlawanan. Malah saya yang akhirnya harus mengikuti kemauan kudanya,” kata Ario.

Tidak hanya latihan menunggangi kuda dan mendalami skrip, Ario pun juga harus mempersiapkan diri untuk berbagai jenis adegan action yang harus ia lakukan. “Karena saya juga memiliki beberapa adegan action yang harus diambil, sebagian besar waktu saya disalurkan ke latihan koreografi pertarungan. Meskipun saya akui cukup sulit untuk dipelajari, namun latihannya sangat mengasyikan,” ungkapnya.

Film peranakan antara sejarah Indonesia dengan genre klasik Western ini, menampilkan jajaran artis, seperti Pevita Pearce, Ario Bayu, Yoshi Sudarso, Mikha Tambayong, Tio Pakusadewo, Happy Salma, Zack Lee, Hannah Al Rasyid, dan Alex Abad.

Pevita Pearce, berperan sebagai Kiona, gadis yang ahli memanah.

Pevita Pearce Terbang ke Canada

Aktris cantik pemeran Kiona, gadis pemanah, Pevita Pearce, Rabu malam terbang ke  Montreal, Kanada, untuk menghadiri Fantasia International Film Festival. Di festival itu, film Buffalo Boys akan menjalani sesi world premiere.

Mike Wiluan, sang sutradara bersama Rayya Makarim co writer, akan bergabung dengan Pevita di Montreal, setelah menghadiri acara di New York.

Pevita mengaku antusias menanti bisa hadir di momen pemutaran pertama film Buffalo Boys di Montreal. “Aku enggak sabar pengen tahu bagaimana reaksi penonton dari berbagai negara,” kata Pevita saat bersiap-siap berangkat, Rabu malam.

Trailer terbaru Buffalo Boys dapat disaksikan di YouTube. Sedangkan Global Premier Buffalo Boys, akan dilaksanakan di Montreal, Kanada, pada 14 Juli di Fantasia Film Festival, dan 15 Juli di New York Film Festival. Buffalo Boys akan ditayangkan perdana di Indonesia pada 19 Juli 2018. (mea/saz)

Dua Pesawat Dua Kejadian

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Ini sehari sebelum final Piala Dunia 2018. Sebuah pesawat menuju Kroasia ‘jatuh’ sedalam 9.000 meter. Dalam waktu satu menit.

Asal pesawat itu: Dublin,  Irlandia. Tapi di atas wilayah Jerman terjadi petaka: tekanan udara di dalam pesawat hilang.

Pesawat Ryan Air itu tiba-tiba seperti terhempas ke bawah. Masker oksigen keluar dari tempatnya: bergelantungan di atas tiap kursi penumpang.

Sampai di ketinggian tinggal 3.000 meter pesawat seperti ditahan spiderman. Tidak lebih jatuh lagi. Lalu stabil.

Pilot memutuskan: mendarat darurat. Di Frankfurt. Kota terbesar di Jerman itu.

Penumpangnya 189 orang. Yang 33 terluka. Ada yang keluar darah dari hidung. Atau dari telinga.

Tidak ada yang  meninggal dunia. Kelihatannya penumpang kurang disiplin: banyak yang tidak mengenakan sabuk pengaman.

Lima hari sebelumnya ada kejadian yang mirip. Pesawat Air China tiba-tiba ‘jatuh’ setinggi 8.000 meter. Saat baru setengah jam terbang dari Hong Kong. Dengan tujuan Dalian, Tiongkok timur laut. Dekat Korea Utara.

Saat itu pesawat baru mencapai ketinggian normalnya: 30.000 kaki. Baru tiba di atas Xiamen. Masih tiga jam lagi ke tujuan.

Tiba-tiba tekanan udara dalam pesawat hilang. Kantong oksigen bergelantungan. Menawarkan diri untuk segera dipasang di hidung masing-masing.

Penyebabnya?

Yang tujuan Kroasia itu belum jelas. Yang pasti tidak ada hubungannya dengan final Piala Dunia 2018 tadi malam: Kroasia vs Prancis. Tidak ada satu pun penumpangnya yang suporter Kroasia.

Tapi untuk pesawat Air China yang dari Hong Kong itu urusannya panjang: pilotnya langsung dipecat.

Hanya ada lima alasan tekanan udara dalam pesawat itu hilang: mesin pesawat rusak, sistem AC tidak berfungsi, setting AC tidak tepat, badan pesawat bocor, jendela/pintu pesawat copot.

Tidak ada penyebab lainnya.

Eni Saragih Terima Suap, Rumah Dirut PLN Digeledah

Suap-Ilustrasi
Suap-Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir, Minggu (15/7). Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penggeledahan itu merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-I yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih.

“Ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi ini oleh tim KPK dalam penyidikan kasus suap terkait proyek PLTU Riau-I,” kata Febri.

Menurut Febri, tim penyidik masih berada di rumah Sofyan. Penyidik, kata mantan aktivis ICW itu, sedang mencari barang bukti dalam kasus korupsi rasuah yang juga menyeret pengusaha kondang Johannes B Kotjo tersebut.

“Penggeledahan di lokasi tertentu dilakukan dalam rangka menemukan bukti yang trkait dengan perkara,” tuturnya.

Febri menambahkan, KPK masih terus mengembangkan kasus itu sekaligus meminta pihak-pihak yang terkait agar bersikap kooperatif. “Kami harap pihak-pihak terkait, kooperatif dan tidak melakukan upaya-upaya yang dapat menghambat pelaksanaan tugas penyidikan ini,” pungkas dia.

Sebelumnya KPK menangkap Eni dan Johannes pada Jumat lalu (13/7). Eni diduga menerima uang Rp 500 juta dari Johannes sebagai bagian commitmen fee proyek PLTU Riau-1.

Kini Eni menjadi tersangka penerima suap dan ditahan KPK. Politikus Golkar itu dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Johannes menjadi tersangka pemberi suap. Dia dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (tan/jpnn)

Jual Sabu, Pasutri di Aceh Tamiang Ditangkap Polisi

Foto: Masrizal/Sumut Pos Suami istri penjual narkoba jenis sabu, ditangkap di Dusun Pasiran, Gampong Binjai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Sabtu (14/7/2018) tadi malam.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Suami istri penjual narkoba jenis sabu, ditangkap di Dusun Pasiran, Gampong Binjai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Sabtu (14/7/2018) tadi malam.

ACEH , SUMUTPOS.CO – Sepasang suami-istri (pasutri) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, ditangkap polisi, karena nekat menjual narkoba jenis sabu. Keduanya ditangkap di Dusun Pasiran, Gampong Binjai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Sabtu (14/7/2018) tadi malam. Kedua tersangka yakni TP (47) dan istrinya JR (30).

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian melalui Kapolsek Seruway, Ipda M Rizal, mengatakan keduanya ditangkap atas laporan masyarakat tentang adanya pengedar sabu di kawasan gampong setempat. Sebelumnya, polisi pun menerima informasi ada seorang pria yang membawa sabu.

“Menerima informasi itu kita langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud, penangkapan dilakukan sekira pukul 21.00 WIB,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi Minggu (15/7).

Kapolsek menjelaskan, pihaknya pertama menangkap TP saat sedang melintas di jalan desa setempat. Saat hendak ditangkap, ia pun langsung membuang bungkusan kecil di jalanan Dusun Pasiran.

“TP kita amankan, barang bukti yang dibuangnya juga kita temukan di jalan, lalu kita kembangkan dengan melakukan penyelidikan lanjut ke rumah tersangka,” kata mantan Panit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh ini.

Setiba di rumah TP, sang istri yakni JR yang diduga mengetahui kedatangan polisi langsung menuju ke kamar mandi untuk membuang paket sabu yang ada di rumahnya.

“Saat kita gedor pintu rumah, istri tersangka tidak membukanya. Ada suara orang buang air di kamar mandi, kemudian baru dibuka pintu setelah kita gedor berapa kali. Waktu digeledah di ruangan tidak ditemukan barang bukti sabu, kita curiga barang bukti dibuang ke toilet sebelumnya,” ungkapnya.

Setelah melakukan penggeledahan lanjut, polisi memeriksa serta membongkar septic tank yang berada di belakang rumah tersangka dan ditemukan 18 paket sabu yang dibuang melalui toilet sebelumnya. Kedua pasutri ini pun langsung diamankan ke Mapolsek Seruway untuk diproses lebih lanjut.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa satu paket kecil sabu dari tangan TP yang ditangkap di jalan. Sementara di rumah tersangka, diamankan 2 paket sedang sabu dan 16 paket kecil sabu yang dibuang ke toilet.

“Selain itu diamankan 4 korek api, 3 gunting, sebuah timbangan elektrik, sebuah buku tulis berisi catatan penjualan sabu, sebuah dompet berisi uang tunai Rp 4,3 juta, sebuah plastik bening, satu kotak kacamata berisi 3 pipet kaca dan 2 buah kaca pilek serta satu sepeda motor Honda Beat tanpa nopol milik tersangka,” jelasnya.

Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berada di Sungai Iyu. Akan tetapi saat pengembangan dilakukan, yang bersangkutan tak ditemui di lokasi.

“Ini masih kita kembangkan, termasuk mencari keberadaan si pemberi barang yang ada di Sungai Iyu,” tambah Ipda M Rizal. (zal)

Massa KMAB Berencana Kembali Gelar Aksi Bela Irwandi

Foto: Masrizal/Sumut Pos Pengurus sejumlah Ormas menyatakan sikap siap membela gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Pengurus sejumlah Ormas menyatakan sikap siap membela gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Koalisi Barisan Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB), berencana kembali melakukan aksi damai menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membebaskan gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.

Rencananya, aksi kali kedua ini akan dilaksanakan pada Selasa (17/7) di Banda Aceh, dan akan dihadiri oleh massa yang lebih banyak dari sebelumnya.

Koordinator lapangan KMAB Fahmi Nuzula, dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Banda Aceh, Minggu (15/7) mengatakan, aksi ini dilakukan karena KPK tidak merespon permintaan pihaknya membebaskan Irwandi Yusuf, yang dilakukan pada aksi sebelumnya.

“Dalam beberapa hari kedepan kita akan melakukan aksi susulan, karena KPK tidak menggubris permintaan kita. Masyarakat kini sudah bersatu,” ujar Fahmi Nuzula, didampingi sejumlah pengurus ormas di antaranya Forkab Aceh, AAA, Laskar Merah Putih dan ormas perempuan.

Dikatakan, mereka tidak akan berhenti melakukan aksi sampai Irwandi Yusuf dibebaskan. Sebab menurut mereka, Irwandi Yusuf hanyalah korban dari permainan elit-elit politik di Aceh dan Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan, jika gubernur non aktif Irwandi tidak segera dibebaskan, dikhawatirkan situasi ini dapat merusak keadaan damai yang telah terajut di Aceh. Bahkan, Fahmi mengatakan, bukan tak mungkin Aceh akan kembali mengalami konflik.

“Kami senang dengan damai saat ini. Tapi situasi ini telah membuat gejolak, masyarakat kecewa pemimpinnya ditangkap. Karena itu kami bersedia berpartner dengan Pemerintahan pusat untuk menengahi kasus ini. Tapi jika itu diterima. Jika tidak, kami akan terus melakukan aksi,” katanya.

Diketahui, Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi serta dua orang dari swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri pada Selasa (3/7/2018) malam lalu ditangkap oleh KPK dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka ditangkap KPK atas dugaan kasus suap senilai Rp 500 juta atas komitmen fee ijon proyek pembangunan infrastruktur Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Kini keempatnya resmi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (zal)

Dinar Candy Lunasi Janji

SUMUTPOS.CO –  Belum lama ini, Dinar Candy berjanji akan tampil mengenakan bra saja di pinggir jalan bila Prancis mengalahkan Belgia dalam lanjutan Piala Dunia 2018.

Disc jockey (DJ) seksi ini pun membuktikan janjinya. Dia nekat membuka pakaiannya di pinggir jalan. Pembuktian itu dibeberkannya lewat sebuah video pendek yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

Dalam video itu, dia tampak berjalan santai di tepi ruas jalan. Sesaat kemudian, Dinar Candy mengangkat pakaian putih yang dipakainya.

Dia berlari dengan hanya mengenakan bra pink dan celana jeans. “Lunas yah janji aku buat kemenangan Prancis,”  tulis Dinar Candy sebagai keterangan.

Video tersebut spontan mendapat respons dari netizen. Berbagai komentar ditulis oleh para followers yang menunggu Dinar Candy membuktikan janjinya beberapa hari lalu. Hingga saat ini terdapat lebih dari empat ribu komentar. Baik pujian maupun cacian untuk DJ seksi tersebut. (mg3/jpnn)

Godaan Pakaian Mini Janda Kembang Bikin Melayang

SUMUTPOS.CO –  Sudah jadi suami orang bukan menjamin mata suami tak jelalatan. Seperti Donwori, 33, ini yang keblinger dengan janda kembang penjual warung kopi (warkop) kampung sebelah.

Karin (29) sudah muak dengan kelakuan suaminya. Makin tua hubungan pernikahannya, bukannya makin sayang, ia malah tergoda perempuan lain.

Tentu saja Karin cemburu, pasalnya, yang digoda suaminya bukanlah perempuan biasa, melainkan janda kembang yang baru cerai satu bulan, berparas ayu pula.

Keberadaan janda kembang ini, ujar Karin, telah meresahkan banyak istri di kampungnya. Bagaimana tidak, sesaat setelah bercerai, ia membuka warkop yang ramai didatangi laki-laki hingga larut malam.

Satu hal yang membuat pikiran para perempuan ini tak tenang adalah penampilan janda kembang itu yang suka memakai pakaian mini dan ketat.

Sialnya, lanjut Karin, suaminya ini juga ikut-ikutan bapak-bapak girang itu memodusi perempuan itu. Nyaris setiap malam, ada saja alasannya untuk keluar rumah.

Pamitnya sih ketemu dengan kawan, tapi ujung-ujungnya, baru ia tahu kalau suaminya ini sambang pemilik warung seksi itu. Ulah Donwori ini ketahuan saat Karin kumpul dan bergosip bersama tetangga. Para ibu rumah tangga di sekitarnya pada mengeluhkan kelakuan beberapa suami yang kepalang genit.

Mereka khawatir suaminya kebliger, apalagi si janda itu selalu meladeni godaan-godaan para tamu. “Aku disuruh hati-hati sama mereka, katanya suamiku juga ikut-ikutan, Waduhh,” imbuhnya.

Curiga dengan kelakuan suami, Karin pun mulai menjalankan aksinya. Saat Donwori pamit keluar, ia membuntuti suaminya. Dari situ, terbongkarlah semua kedok suami.

“Lha kok, pas kudatangi dia lagi ngobrol mesra sama janda itu, langsung, aku nangis-nangis di tempat,” jelasnya. Karena menimbulkan keributan, Donwori yang malu langsung mengajak Karin pulang.

Tapi bukannya merasa bersalah, Donwori malah memarahi Karin. Hingga keputusan bercerai akhirnya diucapkan juga. “Sedih kalau diperlakukan begitu, saat itu juga aku minta cerai saja,” pungkasnya dengan tatapan sedih di matanya. (*/no/jpnn/jpc)

Suami Ngurus Anak Isteri Bunuh Diri

Ilustrasi

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Diduga akibat himpitan ekonomi, Siti Khotimah Br Sihombing alias Septi (28) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Ironinya, langkah itu diambilnya saat suaminya, Sahlan (28) sibuk berupaya menidurkan anak mereka, Jumat (13/7/2018) sekira pukul 09.30 wib. Kejadian tersebut sontak menghebohkan warga Dusun III Desa Lubuk Bayas, Kec.Perbaungan.

Aksi Septi diketahui suaminya sekira pukul 10.00 wib. Ketika itu, Sahlan berniat mengambil dodot (kompeng) anak mereka yang tertinggal di rumah.

Begitu melangkah masuk ke rumah berdinding tepas mereka, sang suami terperanjat mendapati korban sudah tergantung di tempat ayunan anaknya. Leher korban terikat tali nilon.

Tanpa bisa menyembunyikan kesedihannya, Sahlan menangis sejadi jadinya sembari berlari keluar rumah untuk memberitahu jiran terdekat, perihal apa yang terjadi terhadap istrinya.

Beberapa tetangga segera berlari ke TKP dan buru-buru melepaskan tali yang menjerat leher korban. Namun sayang, Tuhan berkehendak lain. Nyawa korban tetap tak terselamatkan.

Berikutnya, keluarga Sekdes Lubuk Bayas, Miswan dan selanjutnya  menghubungi polisi. Atas laporan itu, personel Polsek Perbaungan dan tim Inafis Polres Serdang Bedagai datang guna melakukan olah TKP.

Disitu, petugas mendapati korban sudah diletakkan diatas kasur kamar. Berikutnya bidan desa setempat memeriksa seluruh tubuh korban dan tidak adanya ditemukan tanda tanda kekerasan.

Karena penyebab kematiannya murni bunuh diri, pihak keluarga korban memohon kepada petugas Polsek Perbaungan agar tidak dilakukan otopsi.

“Kami mengikhlaskannya,” bilang Sahlan suami korban dengan sedih.

Pihak keluarga membuat  pernyataan dan ditandatangani oleh keluarga korban, kemudian jenazah korban dimandikan dan selanjutnya di kebumikan di TPU Desa Lubuk Bayas.

Menurut warga sekitar, korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum racun serangga. Namun upaya tersebut gagal karena berhasil diselamatkan bidan desa setempat.

Beberapa hari sebelum kejadian, korban juga diketahui beberapa tetangga, sering keluar rumah saat tengah malam maupun dini hari. Dia pergi seorang diri.

“Motif bunuh diri masih dalam penyelidikan,” tandas Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, Ipda M Tambunan kepada wartawan.(war/ras)