Pelaku begal yang dibekuk petugas Polsek Kota Kisaran Mapolres Asahan, Kamis (12/7/2018).
Pelaku begal yang dibekuk petugas Polsek Kota Kisaran Mapolres Asahan, Kamis (12/7/2018).
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku begal dibekuk petugas Polsek Kota Kisaran Mapolres Asahan, Kamis (12/7/2018). Karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan, pria bernama Bambang Kuswono (23) tersebut dihadiahi timah panas.
Bambang diketahui menetap di Lingkungan VIII, Kel. Binjai Serbangan, Kec. Air Joman, Asahan. Dia diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat LP/138VII/2017/Sek Kota, Tanggal 01 Juli 2018 lalu.
Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Rianto menyebutkan, korban mengaku keretanya dibegal dengan cara menodongkan senjata tajam kelewang kepadanya.
“Dari hasil laporan itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan tersangka berhasil ditemukan saat melintas di Jalan Protokol Binjai Serbangan, Kecamatan Rawang, Asahan,” sebut Rianto.
Dalam pemeriksaan, Bambang melakukan beraksi bersama rekannya berinisial AH. Darinya disita barang bukti berupa 1 unit Yamaha Vixon warna putih. Senjata tajam yang digunakan saat beraksi masih dicari.(rik/ras)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kejadian memilukan terjadi Dusun IV Desa Bangun Purba, Kec. Bangun Purba, Deliserdang. Seorang pelajar bernama Aldi Mutasin (18), ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya, Jumat (13/7/2018) sekira pukul 09.30 wib.
Korban merupakan pelajar kelas II SMAN 1 Bangun purba. Dikabarkan, kedua orangtuanya sedang pisah ranjang. Dimana, ibunya tinggal di Aceh. Sementara Aldi tinggal bersama ayahnya.
Ponimin (53), ayah Aldi mengatakan, dia yang pertama kali menemukan putanya tewas. Pagi itu, dirinya berniat membangunkan korban. Namun begitu membuka pintu kamar, Aldi didapati sudah tergantung tak bernyawa. Saat itu juga dia berteriak minta tolong hingga menarik perhatian tetangga.
Maisarah (56), tetangga Ponimin membenarkannya. “Yah saya mendengar teriakan pak Ponimin dari arah dalam rumahnya, lalu saya bergegas mendatanginya bersama dengan Sri Utami. Kami berdua pun terkejut saat melihat korban sudah tergantung di dalam kamar tidurnya dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi,” katanya.
Tak lama, Polsek Bangun Purba beserta petugas Puskesmas tiba. Dibantu warga, jasad korban diturunkan dari gantungannya. Namun Ponimin tidak bersedia jenazah anaknya diotopsi.
Hasil pemeriksaan dr Nurli Ansyiah dari Puskesmas Bangun Purba, terdapat lebam pada kaki dan tangan korban. Korban diperkirakan tewas sekitar 10-12 jam sebelum ditemukan. (asw/ras)
Foto: Corcomm Martabe
Para peserta penanaman seribu pohon berfoto bersama.
Foto: Corcomm Martabe Para peserta penanaman seribu pohon berfoto bersama.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018, PT Agincourt Resources, selaku pengelola Tambang Emas Martabe bersama dengan pemerintah, masyarakat dan aktivis lingkungan hidup, menggelar kegiatan Kampanye Kebersihan Lingkungan bertemakan Pengendalian Sampah Plastik dan Penghijauan dengan menanam Seribu Pohon yang berlokasi di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Rabu (11/7).
Acara penanaman seribu pohon ini melibatkan lebih dari 500 remaja dari berbagai desa di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru. Sebelum acara penanaman pohon, para remaja melakukan aksi memungut sampah plastik di sepanjang jalan raya sekitar 3 kilometer dari Gedung Sopo Daganak, di Desa Napa, Batangtoru hingga ke lokasi penanaman pohon di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru.
Foto: Corcomm Martabe Direktur Operasi PT Agincourt Resources, Ed Cooney menanam sebuah pohon dalam acara penanaman seribu pohon.
Direktur Operasi PT Agincourt Resources, Ed Cooney menyatakan kegiatan ini digelar dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan pentingnya mengurangi sampah plastik sekaligus untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat serta membantu upaya pelestarian lingkungan di daerah kecamatan Batangtoru dan sekitarnya. (rel)
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Tim kuasa hukum Paslon urut 2 JTP-Frends saat berada di Bawaslu Sumut untuk mempertanyakan penamganan dugaan pelanggaran Pilkada Taput.
Foto: Iqbal/Sumut Pos Tim kuasa hukum Paslon urut 2 JTP-Frends saat berada di Bawaslu Sumut untuk mempertanyakan penamganan dugaan pelanggaran Pilkada Taput.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut menghentikan penanganan dugaan pelanggaran Pilkada Taput karena tidak memenuhi unsur, terkait laporan dari tim paslon nomor urut 2 Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Frengky Pardamean Simanjutak (JTP-Frends).
Sejatinya, ada empat laporan yang masuk DNA teregistrasi di Bawaslu Sumut. Keempatnya mengenai dugaan pelanggaran pemilihan oleh pihak paslon nomor urut 1 Nikson Nababan pada Pilkada Taput 2018.
Penghentian itu pun dilakukan karena berdasarkan kajian, unsur dugaan dimaksud tidak terpenuhi. “Pada intinya telah dihentikan karena tidak memenuhi unsur,” kata Kasubbag Hukum Bawaslu Sumut Fery Afriansyah Pohan kepada Sumut Pos, Jumat (13/7).
Fery mengungkapkan, kajian atas laporan itu telah selesai terhitung sejak 10 Juli 2018, dengan status bahwa laporan tersebut dihentikan. Dan seyogyanya, diumumkan dalam form A13 di Kantor Bawaslu Sumut pada keesokan harinya. Namun, ada kendala teknis sehingga belum sempat diumumkan sampai hari ini.
Laporan dugaan pelanggaran oleh calon petahana ini dilaporkan oleh Tim Kuasa Hukum paslon nomor urut 2 JTP-Frends Lambas Tony Pasaribu ke Panwaslih Taput. Namun Bawaslu Sumut kemudian mengambil alih penanganan laporan tersebut.
Lambas Toni Pakpahan, kuasa hukum JTP-Frends mempertanyakan transparansi Bawaslu Sumut soal penanganan pelanggaran yang dilaporkan mereka. “Kalau memang sudah diputuskan, kenapa mereka tidak umumkan itu?” kata Lambas.
Mereka, tim Paslon nomor urut 2 dan juga masyarakat Taput, sangat berkepentingan untuk mengetahui hasil penanganan pelanggaran di Bawaslu Sumut.
Kata dia, ada puluhan masyarakat Taput yang masih bertahan di Bawaslu Sumut menunggu pengumuman resmi Bawaslu Sumut.
“Tapi sampai sekarang belum diumumkan. Sebetulnya, kalau sudah diumumkan kan bisa kami jadikan bukti untuk menggugat keputusan itu apakah ke Bawaslu RI atau ke PTTUN dan sebagainya,” jelasnya.
Presiden RI, Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu.
Presiden RI, Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Partai-partai politik yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) meyakini ’embusan angin koalisi’ akan mengantarkan partai berlambang mirip logo Mercy merapat. Benarkah?
Semua berawal dari ucapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai mengisyaratkan sinyal koalisi. SBY membacakan hasil sidang pertama Majelis Tinggi Partai Demokrat yang salah satu isinya menyebutkan posisi calon wakil presiden (cawapres) bukan harga mati bagi Demokrat untuk berkoalisi.
“Meskipun ini bukan harga mati, tapi saya mengetahui bahwa kader PD (Partai Demokrat) di seluruh Indonesia punya harapan tinggi agar cawapresnya dari kader terbaik PD,” ujar SBY.
Mereka yang selama ini berada di kubu Jokowi pun langsung menyambut. Seperti Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, Sarmuji.
“Selama ini pembicaraan pasti sulit maju karena seolah-olah yang satu harga mati untuk cawapres yang satu lagi kesulitan mengakomodasi. Sekarang jalan makin terbuka karena halangan sudah hilang,” ujar Sarmuji.
Sedangkan PPP yang juga tergabung di koalisi pendukung Jokowi menyebut SBY semakin realistis. Pilihan politik Demokrat disebutnya semakin terbatas.
“Berarti Demokrat sudah berpikir realistis,” kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi.
“Dengan waktu yang semakin mepet, sepertinya pilihan politik makin terbatas, mau gabung Jokowi atau Prabowo,” imbuhnya.
Namun bagi Partai Hanura, yang juga di kubu Jokowi, ucapan SBY itu menunjukkan kelabilan Demokrat. “Demokrat masih bingung kayaknya, sih,” kata Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir.
Sinyal itu semakin kuat ketika Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto merapat ke kantor DPP PDIP. Dia mengaku sedang menjalin komunikasi dengan partai berlambang banteng itu. Sampai-sampai, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menugasi Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani melakukan pertemuan lanjutan dengan Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Ibu Megawati Soekarnoputri menugaskan Mbak Puan untuk nanti bertemu setelah pencalegan ini dilakukan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Namun Demokrat tetap tak ingin jadi ‘murahan’. Politik, bagi Demokrat, masih sangat dinamis.
“Politik itu adalah persepsi. Jadi kalau kawan-kawan itu semua membangun persepsi bahwa Demokrat akan bergabung ke Jokowi, ya itu sah saja,” kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.
“Yang pasti hingga saat ini, tidak ada dan belum ada keputusan apa pun. Kita tunggulah, sampai waktunya tiba, waktu akan menjawab nanti,” imbuh Ferdinand. (bbs/ala)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Umat muslim diminta siap-siap menyesuaikan arah kiblat, lantaran matahari akan melintasi Kakbah pada tanggal 17-18 Juli 2018.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Juraidi menjelaskan, berdasarkan data astronomi, Minggu (17/7) dan Senin (18/7) lusa, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.
“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah,” terang Juraidi, Jumat (13/7).
Menurutnya, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Kabah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Momentum ini, lanjut Juraidi, bisa digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.
Dijelaskan Juraidi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul.
Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata. Terakhir, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom. (esy/jpnn/ala)
Marcus Rashford akan melakoni laga perebutan tempat ketiga.
Marcus Rashford akan melakoni laga perebutan tempat ketiga.
SUMUTPOS.CO – Dua tim terluka yang gagal ke semifinal, Belgia dan Inggris kembali bersua. Reuni grup G di Saint Petersburg Stadium, Sabtu (14/7) malam diyakini akan tetap ketat karena ingin mencari pelampiasan pada perebutan tempat ketiga.
Belgia disingkirkan Prancis di semifinal. Gol tunggal Samuel Umtiti meruntuhkan asa tim yang disebut-sebut generasi emas itu. Inggris juga bernasib sama dengan juara grupnya itu, kalah di semifinal. Inggris ditekuk Kroasia 1-2 lewat extra time. “Ini bukan pertandingan yang ingin dimainkan oleh tim manapun,” kata Southgate, dikutip Reuters, Jumat (13/7).
Terhenti di semifinal Piala Dunia 2018 adalah hal menyakitkan. Namun, bagi Gareth Southgate, timnas Inggris tak boleh terlalu larut dalam kekecewaan. Dia menilai The Three Lions harus mengikuti jejak timnas Jerman. Menurut dia, ada kesamaan antara Inggris saat ini dengan Jerman pada 2006.
Southgate yakin anak-anak asuhnya bisa menapaki jejak Die Mannschaft. Menurut dia, Harry Kane cs. menunjukkan kemauan untuk bekerja keras dan belajar hal-hal baru. Sepanjang Piala Dunia 2018, mereka juga mampu merontokkan berbagai rintangan dan menmbuat catatan sejarah tersendiri.
Mereka juga baru saja menguras tenaga lawan Kroasia. Selain itu, third place play-off biasanya menampilkan beberapa pemain yang sebelumnya jarang jadi starter.
Seperti Gary Cahill yang pasca piala dunia ini mungkin akan pensiun. Begitu juga dengan beberapa pemain senior seperti Danny Rose, serta Welbeck. Jika ini terjadi laga ini mirip pertemuan sebelumnya di penyisihan grup G. Ketika itu kedua tim tampil dengan materi cadangan. Saat itu Belgia menang 1-0 lewat gol tunggal Adnan Januzaj dan finis sebagai juara grup.
Namun Harry Kane sepertinya bakal masuk starting line-up. Striker dan kapten Inggris itu tak main melawan Belgia di penyisihan grup, tapi kali ini harusnya dia dimainkan dari menit awal demi mendongkrak kans meraih sepatu emas.
Di kubu lawan Roberto Martinez juga sejatinya kurang bergairah. “Ini adalah perasaan yang sulit dikelola. Anda kecewa karena kalah di semifinal. Sangat sulit untuk melihat pertandingan lain sebagai hal yang positif,” kata Martinez.
Namun pemain Belgia, Thomas Meunier berharap bisa menunjukkan diri sebagai tim yang lebih baik dari Inggris.
“Kami lebih baik daripada Inggris. Memenangkan pertandingan bukanlah suatu kewajiban tetapi sesuatu yang ingin kami lakukan. Tempat ketiga adalah minimum bagi Belgia. Kami mengalahkan Inggris di fase grup. Kami bisa melakukannya lagi. Kami lebih hebat,” kata Meunier dikutip dari Reuters, Jumat (13/7)
“Kami ingin tempat ketiga untuk diri kami sendiri pada tingkat pribadi dan bagi mereka yang mendukung kami selama bertahun-tahun terakhir. Kami ingin finis di posisi ini agar menyempurnakan semua pekerjaan yang kami lakukan di kualifikasi. Kami memiliki skuat fantastis. Menyelesaikan pekerjaan dan naik di podium akan menjadi suatu kebanggaan,” ujar pemain 26 tahun itu. (bbs/don)
Djadjang Nurdjaman diberhentikan dari posisi pelatih PSMS Medan.
SUMUTPOS.CO – Kebersamaan Djadjang Nurdjaman bersama PSMS resmi berakhir, Jumat (13/7). Duel kontra Persipura di Stadion Teladan yang berujung kekalahan 1-3, Kamis (12/7) malam menjadi laga terakhirnya membesut Ayam Kinantan di Liga 1. Djanur didepak manajemen setelah menelan empat kekalahan beruntun dan terpuruk di posisi juru kunci.
Sekretaris PSMS, Julius Raja mengatakan sudah mengadakan rapat dengan petinggi PSMS lainnya. Pihaknya menyimpulkan untuk mengakhiri kerjasama dengan eks pelatih Persib itu. “Sudah resmi. Ini berdasarkan keputusan rapat dan sudah kami bicarakan tadi. Berterimakasih atas kinerja dia selama ini bawa PSMS ke Liga 1. Sayang tidak berjodoh sampai akhir musim. Tapi beliau memahami risiko seorang pelatih,” kata Raja.
Pria yang akrab disapa King itu belum mau memberikan pelatih baru yang dimaksud. Rencananya akan diumumkan dalam dua hari ke depan. “Bukan (Suharto). Dia tetap asisten. Nanti saja kalau sudah resmi kita sebutkan,” tambahnya.
Sementara itu Djanur mengatakan sudah menerima surat pendepakan dirinya. Dia tak terkejut karena sudah mencium gelagat dirinya bakal didepak. Terutama sejak pendepakan dua asistennya Yusuf Prasetyo dan Suwanda.
“Sebetulnya saya sudah mempelajari situasi ini. Seperti sudah diskenariokan. Mulai dari masuknya Suharto (asisten) sampai dipecatnya dua asisten saya tanpa persetujuan saya. Lalu saya beri nama pengganti tapi tidak direspon mereka memasukkan Nimrod (pelatih fisik). Bukan tidak setuju dengan mereka tapi caranya,” kata Djadjang.
“Jadi skenario itu untuk membuat saya tidak nyaman. Supaya saya mundur tapi akhirnya saya tetap bertahan akhirnya mereka juga yang memecat,” tambahnya.
Djanur juga mengakui hubungannya dengan manajemen sudah tidak baik. “Sejak dari Piala Presiden hubungan saya dengan manajemen sudah tidak baik. Bagaimana pun kalau tidak kompak pelatih dan manajemen susah dong. Tim mana bisa kuat,” bebernya.
Timans U-19 saat bersua Thailand di pertandingan sebelumnuya.
Timans U-19 saat bersua Thailand di pertandingan sebelumnya.
SUMUTPOS.CO – Kegagalan tim nasional Indonesia U-19 ke final menjadi kegagalan kedua beruntun Egy Maulana Vikri dkk. Namun tak ada gunanya menyesali kegagalan. Masih ada satu laga lagi yang harus dituntaskan saat bersua Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (14/7) sore.
Laga perebutan tempat ketiga ini menjadi momen yang tepat bagi pasukan Indra Sjafri untuk membalas kekalahan dari Thailand saat penyisihan. Kali ini timnas U-19 punya pembeda dengan kehadiran Egy Maulana Vikri yang telah turun sejak semifinal.
Pada laga itu Egy main sejak awal dan mencetak satu gol lewat titik putih. Dia terlihat sangat berenergi dan banyak melakukan penetrasi.
Walaupun sang bintang terlihat sangat kelelahan, Indra memegang teguh apa yang sudah ia putuskan. “Bukan masalah dengan Egy-nya. Kami pun kalah karena penalti,” terang Indra Sjafri.
Kapten Timnas U-19, Nurhidayat Haji Haris, tak menampik bahwa kegagalan ini membuat situasi tim selepas laga kurang menyenangkan. Akan tetapi, selaku pemimpin di lapangan, penggawa Bhayangkara FC itu mencoba untuk mengajak rekan-rekannya segera berbenah.
“InsyaAllah kami akan berbenah dan berupaya memberikan yang terbaik untuk laga selanjutnya. Melawan Thailand nanti, kami akan berusaha meraih tempat ketiga,” kata Nurhidayat.
Ada beberapa persoalan yang timbul sesaat sebelum laga menghadapi Malaysia. Salah satunya, faktor Myanmar lolos ke babak final dan meyakini bahwa timnya bisa mengatasi perlawanan Malaysia.
“Mungkin pemain terlalu percaya diri. Makanya, pas babak pertama, mainnya kurang lepas. Pas babak kedua, pemain baru bisa mengeluarkan kemampuan mereka untuk tampil habis-habisan,” tambahnya.
Sementara di kubu lawan, Thailand juga sudah melupakan kegagalan melaju ke final. Meskipun hal itu sangat mengecewakan. ”Kami sangat kecewa dengan hasil akhir. Kami sebenarnya berharap hasil yang bagus. Semua berharap kami melaju ke final,” ucap asisten pelatih Thailand Jetnipat Ratchatatoemphon di Sidoarjo.
“Hasil ini tak seharusnya kami dapatkan. Sebab kami bermain bagus. Myanmar mendapatkan kesempatan dan mereka mencetak gol. Sedangkan kami memperoleh banyak kesempatan tetapi tidak cetak gol. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pertandingan besok,” tutupnya. (bbs/don)
FOTO: UNPRI JUARA
Juara: Pemain Unpri bersama Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes dan lainnya setelah menjadi juara LIMA Basketball 2018 Conference Sumatera. (IST/Sumut Pos)
FOTO: UNPRI JUARA Juara: Pemain Unpri bersama Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSiT MKes dan lainnya setelah menjadi juara LIMA Basketball 2018 Conference Sumatera. (IST/Sumut Pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Universitas Prima Indonesia (Unpri) berhasil menjadi juara Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball 2018 Conference Sumatera. Mereka menjadi terbaik usai mengalahkan STIE Eka Prasetya dengan skor 47-36 pada pertandingan terakhir di GOR Unpri, Jalan Danau Singkarak, Jumat (13/7) malam.
Pertandingan Unpri melawan STIE Eka Prasetya ini merupakan penentuan. Pasalnya kedua tim mencatatkan kemenangan 100 persen dalam lima pertandingan sebelumnya. Kondisi ini membuat Unpri dan Eka Prasetya sama-sama menampilan permainan terbaiknya.
Unpri yang didukung banyak suporternya langsung menekan begitu pertandingan dimulai. Mereka pun unggul di kuarter pertama dengan skor 12-4. Namun keadaan berbalik ke kuarter kedua, Eka Prasetya berhasil bangkit dengan mencetak 10 angka, sedangkan Unpri hanya mampu menambah 5 angka. Kedudukan pun berubah menjadi 17-14.
Setelah istirahat, kedua tim terus meningkatkan permainan. Unpri yang main buruk di kuarter kedua, berusaha bangkit pada kuarter ketiga. Mereka pun mampu menambah 14 angka. Anak asuh Jenny Kirawan ini kembali menjauh di kuarter ketiga dengan skor 31-24.
Tidak ingin kalah, Eka Prasetya kembali berjuang sekuat tenaga di kuarter terakhir. Namun, anak asuh Danny Marpaung ini beberapa kali gagal mencetak angka. Hal itu dimanfaatkan Unpri untuk menutup kuarter keempat dengan skor 47-36.
Zudhistira Bernando menjadi bintang Unpri dengan torehan 14 angka. Sedangkan di kubu Eka Prasetya, Irwin Dennis juga mencetak 14 angka, namun tidak mampu memberikan kemenangan bagi timnya.
Dengan hasil ini, Unpri akan mewaliki Pulau Sumatera di tingkat nasional, Agustus mendatang. Mereka akan bersaing dengan tim juara dari conference lainnya.
Pelatih Unpri, Jenny Kirawan pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraanya. “Ini merupakan hasil perjuangan dari para pemain. Mereka bermain luar biasa di setiap pertandingan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unpri yang sudah mensuport tim ini,” kata Jenny.
Jenny menambahkan, setelah even ini, timnya akan kembali fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi tingkat nasional. “Tingkat nasional pasti persaingan lebih sengit, jadi kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin,” pungkas Jenny. (dek)