Home Blog Page 6187

13 Nisan Makam Belanda di Aceh Patah

Foto: Nisan makam bertumbangan (agus/detikcom)
Foto: Nisan makam bertumbangan (agus/detikcom)

ACEH, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 13 nisan berbentuk salib di kuburan serdadu Belanda di kompleks Kerkhof Peucut Banda Aceh, Aceh patah. Belum diketahui penyebabnya. Hingga kini, puing nisan tersebut masih berserakan di lokasi.

Pantauan di lokasi, nisan-nisan yang mengalami kerusakan ini terletak di dalam salah satu sudut kompleks Kerkhof. Bentuk salib pada nisan patah dan terpisah dari kuburan. Petugas belum memindahkan sisa-sisa patahan tersebut. Lokasi nisan yang hancur ini memang saling berdekatan.

“Jumlah nisan yang rusak berjumlah sebanyak 13 unit. Kami tahu kejadian pagi kemarin (Senin 9 Juli) saat kami masuk kerja,” kata Kepala Satpam Kerkhof Peucut Akmal saat ditemui di lokasi, Selasa (10/7/2018).

Setelah mengetahui adanya kerusakan ini, petugas jaga selanjutnya melapor ke Dinas Pariwisata Aceh. Menurut Akmal, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti hancurnya belasan nisan tersebut.

“Sementara kami menyimpulkan bahwa disebabkan oleh faktor angin atau dugaan adanya pengrusakan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saya tidak menuduh seseorang atau sekelompok. Memang banyak dugaan dan kemungkinan terjadi. Karena kami lihat yang kami simpulkan hal ini bisa jadi disebabkan oleh faktor angin dan orang tidak bertanggung jawab atau orang gila,” jelas Akmal.

Petugas jaga di sana bertugas mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sore. Sementara malam hari, pintu dikunci dan tidak ada petugas jaga. Menurut Akmal, pihaknya menduga kerusakan itu terjadi malam hari.

“Kami masih mencari tahu apa penyebab rusaknya makam di situs sejarah ini,” ungkap Akmal.

“Kalau melihat kondisinya ada kuburan lama yang belum direhab. Sebagian miring dan rapuh akibat faktor usia. Belum pernah terjadi (kerusakan) yang ada kuburan-kuburan sebagian belum renovasi seperti pengecatan ataupun kuburan itu sendiri. Untuk jumlah setahu saya sekitar 2.200 jiwa,” kata Akmal.  (asp/dtc)

Kadispora Aceh Dibawa KPK ke Rumahnya

Kadispora Aceh di kantornya setelah digeledah KPK. (Agus/detik)
Kadispora Aceh di kantornya setelah digeledah KPK. (Agus/detik)

BANDA ACEH, SSUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh Darmansah keluar dari kantor Dispora bersama penyidik KPK. Lembaga antirasuah tersebut membawa Darmansah ke rumahnya.

“Setelah saya cek, tadi Kadispora (Darmansah) setelah penggeledahan pergi menuju rumahnya,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah seperti dikutip dari detikcom, Selasa (10/7/2018).

Penyidik KPK keluar dari kantor Dispora Aceh sekitar pukul 17.25 WIB. Ada lima mobil yang keluar. Empat mobil ditumpangi penyidik dan satu mobil ditumpangi Darmansah.

Saat keluar, penyidik juga membawa dua koper dan satu kardus. Penyidik menggeledah kantor Dispora Aceh sejak siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sedangkan Kadispora Darmansah keluar dari belakang dan langsung masuk ke mobil.

Darmansah meninggalkan kantor dengan menumpangi mobil berpelat nomor BL-519-BS. Dia terlihat mengenakan seragam PNS dan jaket hitam. Di dalam mobil yang ditumpangi Darmansah juga ada personel Brimob bersenjata lengkap.

Hari ini, KPK menggeledah sejumlah lokasi di Aceh. Di antaranya kantor Dispora Aceh, kantor PUPR, rumah pribadi kepala ULP Nizarli, ruang kerja Bupati Bener Meriah, dan kantor PUPR Kabupaten Bener Meriah. Menurut Febri, penggeledahan itu dilakukan untuk penelusuran bukti-bukti dalam kasus dugaan suap terkait DOKA Aceh.

“Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali. Dalam kasus ini, dari dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus ini,” kata Febri dalam keterangan kepada wartawan. (rvk/dtc)

Angin Kencang, 39 Kapal Ikan Terbakar di Benoa Bali

Petugas pemadam kebakaran dan warga berusaha memadamkan api yang membakar kapal ikan di Pelabuhan Benoa,
Petugas pemadam kebakaran dan warga berusaha memadamkan api yang membakar kapal ikan di Pelabuhan Benoa.

DENPASAR, SUMUTPOS.CO – Puluhan kapal ikan yang sedang sandar di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Bali, hangus terbakar pada Senin (9/7) dini hari sekira pukul 02.00 Wita. Insiden tersebut terjadi tepat di depan PT Intimas Surya.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Lantamal V turut memberikan bantuan untuk mengatasi insiden tersebut. Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Catamaran mengerahkan unsur kekuatannya guna memberikan bantuan. Yaitu Kal Badung dan Speed Boad serta satu unit mobil ambulance dan satu unit mobil truck milik Pangkalan TNI AL Denpasar.

Menurut keterangan saksi mata, I Ketut Kariana, salah seorang Security PT. TKF, mengaku pada saat kebakaran, dirinya sedang berjaga di pos. Saat itu, Ketut Kariana mendengar ada salah satu ABK berteriak kebakaran. Selanjutnya saksi serta beberapa ABK berusaha memadamkan api dengan tabung pemadam.

Menurutnya, pada saat kejadian angin bertiup kencang sehingga mengakibatkan api cepat menjalar dan membakar kapal yang ada di sebelahnya.

Diduga api berasal dari kapal ikan KM. Cilacap Jaya Karya milik PT TKF. Kebakaran yang terjadi menyebabkan api menjalar ke beberapa kapal milik PT. Intimas Surya dan PT. Bandar Nelayan.

Atas kejadian tersebut, selanjutnya petugas security berusaha menghubungi petugas damkar melalui radio IBHRC (Integrated Benoa Harbour Radio Communication).

Upaya pemadaman pada kapal-kapal ikan yang terbakar di dermaga barat pelabuhan Benoa melibatkan 11 unit mobil PMK milik Pemkot Denpasar sebanyak delapan unit, PMK Kabupaten Badung dua unit, PMK Pelindo satu unit, Water Cannon Dalmas Polda Bali dua unit, alkon milik PT. Intimas, PT. AKFI dan PT. Bandar Nelayan masing-masing satu unit, Ambulance BPBD Kota Denpasar tiga unit.

Dari hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

Bocah 3 Tahun Tenggelam di Kolam Sri Deli Medan

Kolam Sri Deli, Medan.
Kolam Sri Deli, Medan.16

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rizki, bocah 3 tahun, tenggelam di kolam Taman Sri Deli, Jalan Mesjid Raya, Medan. Bocah tersebut tenggelam saat sedang bermain dengan teman-temannya siang tadi.

“Korban bersama beberapa orang kawannya sedang mandi di kolam ini. Terus terdengar teriakan warga ada yang tenggelam,” kata warga sekitar, Iwan, seperti dikutip dari detik, Selasa (10/7/2018).

Iwan menambahkan, warga sekitar sempat melarang korban dan kawan-kawannya berenang. Tapi peringatan warga tidak diindahkan korban.

“Saya sudah larang mereka (korban) mandi di kolam ini,” jelasnya.

Setelah Rizki diketahui tenggelam, sejumlah warga langsung melakukan pencarian. Hingga akhirnya, tubuh korban di temukan di lubang saluran pembuangan air kolam.

“Mendengar ada yang tenggelam, kami langsung masuk ke kolam mencari korban. Korban akhirnya ditemukan beberapa menit kemudian dalam kondisi tak bergerak,” ungkapnya.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani membenarkan hal tersebut. Dia menambahkan, saat ini polisi sudah meluncur ke lokasi. “Anggota kita langsung meluncur ke TKP,” ucap Revi.

Kolam Sri Deli Medan ini selama ini dijadikan lokasi taman kota dan tempat rekreasi bagi warga Kota Medan. Sudah ada larangan bagi warga untuk berenang di kolam tersebut. (rvk/dtc)

Tim yang Sama untuk Gua yang Sama

Oleh: Dahlan Iskan

Kenapa nama empat remaja itu dirahasiakan? Yang berhasil diselamatkan tahap satu itu? Dari jebakan gua Tham Luang, di pedalaman Thailand itu?

Tentu karena yang sembilan lagi masih belum berhasil dikeluarkan. Agar tidak banyak pertanyaan: mengapa, mengapa, mengapa…

Lebih seribu wartawan juga tidak bisa dapat bocoran. Media hanya memanggil mereka Remaja 1, Remaja 2, Remaja 3 dan Remaja 4. Yang pasti: keempatnya sehat. Kuat.

Rupanya untuk tahap satu dipilih yang paling sehat yang diselamatkan dulu. Yang menjamin suksesnya evakuasi ini. Untuk menaikkan moral secara umum.

Ibarat adu tendangan penalti. Penendang pertama harus sekelas Messi.

Semua itu serba spekulasi. Wartawan memang diisolasi. Mereka memang diberitakan berkumpul di depan mulut gua.

Tapi yang disebut ‘di depan mulut gua’ itu adalah satu kilometer dari mulut gua. Wartawan diisolasi di sebuah sekolahan di situ. Sekolah diliburkan. Tim sepakbola remaja desa itu lagi jadi berita dunia. Sejak mereka terperangkap dalam gua.

Bocoran paling berharga hanya: dari empat remaja itu yang tiga orang dilarikan dengan helikopter. Ke rumah sakit Chiang Rai. Ibukota propinsi. Yang jaraknya 70 km dari gua. Hanya memerlukan penerbangan 15 menit.

Seorang lagi, dinaikkan ambulan. Sejauh kurang satu jam perjalanan. Wartawan tidak bisa melihatnya. Hanya mendengar ngoeng…. ngoeng… sirine ambulan. Atau deru helikopter.

Wartawan juga tidak tahu: kapan pemain sepakbola remaja lainnya itu diselamatkan. Hujan musim monsoon terus berderai.

Sepanjang hari Senin kemarin. Memang hujannya hanya renyai-renyai. Tapi cukup menganggu.

Rencananya Senin kemarin dituntaskan. Semua remaja dan asisten pelatihnya itu harus sudah bebas.

Persiapan sudah lebih baik. Remaja yang tersisa dilatih. Latihan bagaimana melakukan perjalanan penyelamatan. Sejauh 4 km.

Di dalam gua juga tidak lagi gelap. Sudah ada penerangan darurat. Juga sudah ada makanan. Minuman. Oksigen.

Tali sepanjang 4 km juga sudah dibentang. Antara lokasi remaja itu dengan mulut gua. Tali ini sangat penting untuk pegangan. Juga untuk arah.

Setiap dua penyelam akan menggandeng satu remaja.

Ilustrasi proses penyelamatan dengan cara menyelam dipandu seutas tali. (image courtesy abc news)

Dari pengalaman penyelam Inggris yang hebat itu diperlukan waktu 4 jam: dari mulut gua ke lokasi remaja itu. Untuk kembali ke mulut gua diperlukan waktu lima jam lagi.

Penyelamatan empat remaja pertama hari Minggu lalu memberikan banyak pelajaran.

Waktu itu bisa dipercepat satu jam. Ini karena air di dalam gua agak berkurang: oleh pompa raksasa dan oleh hujan yang kelelahan.

Tapi semua itu tidak bisa untuk patokan. Ada dua kesulitan di dalam gua. Kesulitan pertama, ada bagian gua yang menyempit. Hampir hanya pas untuk ukuran badan. Penyelam Inggris itu harus melepaskan tabung oksigen. Agar bisa lolos dari bagian yang menyempit itu.

Kesulitan kedua, ada satu lokasi yang dasar guanya menanjak. Menanjaknya tidak begitu berat. Tapi di ujung tanjakan itu tiba-tiba curam.

Menuruninya harus hati-hati. Juga licin.

Jadi, kapan sisa delapan remaja itu?

Sampai jam makan siang kemarin belum ada penyelam yang terjun ke dalam genangan di mulut gua. Atau sengaja dirahasiakan. Tapi perjalanan p/p itu memakan waktu sekitar 9 jam.

Kalau pun kemarin siang ada tim yang memasuki gua, hasilnya baru diketahui tadi malam. Saat disway.id sudah deadline.

Rasanya penyelamatan ini akan berhasil: tim yang kemarin  diminta masuk gua lagi. Merekalah yang sudah tahu lika-likunya. Agar tidak ada kesalahan baru.

Setim sepakbola ditemukan selamat setelah terperangkap 9 hari di dalam goa (Image via EPA)

Sebanyak 50 penyelam dari 18 negara kumpul di mulut gua. Yang ini, mulut gua beneran. Demikian juga 13 orang dokter.

Satu dokter bertanggungjawab satu remaja. Pemeriksaan pertama adalah pernafasan. Lalu suhu badan.

Baru setelah itu dilarikan ke rumah sakit. Yang paling dikhawatirkan adalah virus kelelawar. Di dalam gua biasanya banyak tahi kelelawar.

Kalau tadi malam penyelamatan ini sukses maka luar biasa. Bagaimana 12 remaja berkumpul di satu dataran yang hanya 10 m2, yang dikelilingi air, yang setiap saat airnya bisa naik, yang gelap gulita, selama 9 hari 9 malam, tidak ada kabar dari luar, tidak ada kepastian apakah keberadaan mereka diketahui. Dan seterusnya.

Maka, seperti kemarin, setelah membaca disway.id jam 5 pagi ini cepat-cepatlah cari info. Begitu dapat lantas gantian: beritahulah saya. Seperti kemarin: jam 5 pagi saya sudah diberitahu pembaca disway. Bahwa sudah ada empat remaja yang diselamatkan.

Ketika saya menulis ini ada kabar baru dari Thailand: sudah delapan yang berhasil diselamatkan. Amitaba. Amitohu.

Saya setuju dengan para pembaca disway: asisten pelatih itu luar biasa. Bisa mengendalikan remaja asuhannya itu begitu sabar dan tawakkal. Tawakkal ala Budha.

Saya ikut berdoa untuk mereka. Tapi mungkin ada juga yang berdoa mudah-mudahan tim sepakbola mereka tidak bisa mengalahkan Indonesia. (dis)

 

Catatan admin disway: Prioritas penyelamatan anak yang terkuat terlebih dahulu merupakan rencana awal dari otoritas Thailand. Namun, pada detik terakhir ada skenario baru setelah Dr Richard Harris, seorang anaesthetist dan expert cave diver berhasil menjangkau dan melakukan pemeriksaan medis pada ke-12 anak dan pelatihnya.

Setelah melakukan check-up, Dr Harris menemukan bahwa beberapa anak terlalu lemah kalau harus tetap berada di gua, meskipun sudah menjalankan program pemulihan di daklam gua. Dr Harris lalu mendesak pemerintah Thailand untuk secepat mungkin mengeluarkan anak-anak yang paling lemah. Skenario mana yang akhirnya dijalankan masih simpang siur.

7.690 Korban Erupsi Sinabung Terima Santunan Rp6,9 Miliar

Foto: Solideo/Sumut Pos Mensos idrus Marham, disambut Bupati Karo.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Mensos idrus Marham, disambut Bupati Karo, Senin (9/7) petang.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 7.690 warga di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara menerima Bantuan Jaminan Hidup dari pemerintah sebesar Rp6.921.000.000.

Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Menteri Sosial RI Idrus Marham di Pendopo Bupati Karo, Senin (9/7) petang.

“Gunakan uangnya sebesar-besarnya untuk kepentingan keluarga dan semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup dan ekonomi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung,” kata Menteri Sosial Idrus Marham dalam siaran tertulisnya, Selasa (10/7).

Mensos mengatakan, penerima bantuan jaminan hidup korban bencana erupsi Gunung Sinabung ini merupakan bagian dari Relokasi Tahap 3 yakni di Siasor.

Mereka adalah warga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Simpang Empat terdiri dari Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Tiga Pancur, Desa Kuta Tengah, Desa Sukanalu Teran. Kecamatan Namanteran terdiri dari dua desa yakni Sigarang-garang dan Kuta Gugung, Kecamatan Tiganderket di Desa Mardinding.

“Sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung terus disalurkan secara bertahap. Hal ini sebagaimana yang dipesankan Presiden Joko Widodo agar kebutuhan rakyat terdampak erupsi menjadi prioritas. Perlindungan dan jaminan sosial korban menjadi perhatian serius Bapak Presiden,” tegas Mensos.

Menteri Idrus menyebutkan bantuan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2014 hingga Juli 2018 mencapai Rp79.083.590.818.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan Jaminan Hidup Rp12.070.980.000, bantuan Isi Hunian Tetap Rp4.434.000.000, Santunan Ahli Waris dan Luka Berat Rp250.000.000, bantuan Logistik Darurat Rp6.063.518.730, Bantuan Beras senilai Rp5.069.922.088, Bantuan Paket Sembako Rp249.800.000, Bantuan Program Penanggulangan Bencana Sosial Rp159.000.000, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp25.650.930.000 dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera Rp25.135.440.000.

Bantuan tambahan lainnya adalah dua unit mobil angkutan anak sekolah, 24.000 kg ikan makarel, 250 paket sepatu anak sekolah, 250 paket seragam, tas dan alat tulis sekolah anak. Serta 80 baju hangat dan 20 unit kursi roda.

Menikah Kali Keempat, Opick Minta Izin Istri Pertama

Opick
Opick

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kabar pernikahan keempat Opick rupanya sudah sampai ke telinga Dian Rositaningrum.

Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum Dian Rositaningrum, Ina Rachman. Menurut Ina, pelantun Tombo Ati itu sudah meminta izin pada kliennya untuk menikah lagi.

“Dian telepon saya, ‘Mbak, Mas Opick sudah menikah lagi dan sudah minta izin ke aku, kamar boleh enggak dipakai sama yang (istri) baru’,” ungkap Ina Rachman di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Selasa (10/7).

Dian Rositaningrum pun kemudian mengizinkan Opick dan istri barunya menggunakan kamar yang pernah digunakan dengan istri pertamanya itu.

“Klien saya juga luar biasa, langsung mengizinkan, ‘silahkan’. Hubungan dan komunikasi antara Opick dan Dian cukup baik,” kata Ina.

“Artinya, awalnya mereka berteman, kemudian menikah, punya anak, kemudian berpisah, ya sudahlah baik-baik saja,” lanjutnya.

Gosip pernikahan keempat Opick bermula dari foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, Opick tampak tengah bersama seorang perempuan bercadar.

Sebelumnya, Yulia Mochamad juga sempat mengungkap pernikahan keempat Opick. (mg7/jpnn)

KPK Geledah Kantor Dispora dan PUPR Aceh

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh, Selasa (10/7).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh, Selasa (10/7).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh, Selasa (10/7).

Penggeledahan Kantor Dispora Aceh ini, berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menyeret Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi.

Pantauan wartawan, di depan kantor terlihat petugas pengamanan dari Kepolisian dengan senjata lengkap bersiaga. Tampak juga pintu pagar kantor Dispora ditutup rapat, tidak sebagaimana biasanya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain kantor Dispora, tim penyidik KPK juga menggeledah dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh. “Hari ini tim Penyidik KPK meneruskan penelusuran bukti-bukti di kasus dugaan suap terkait dana otonomi khusus Aceh (DOKA),” kata Febri.

“Penggeledahan dilakukan di Dinas PUPR dan Dispora Aceh. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali,” tambah Febri.

Diketahui, Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf diamankan oleh KPK pada Selasa (3/7/2018) malam lalu. Orang nomor satu di Aceh itu ditangkap KPK bersamaan dengan Bupati Bener Meriah Ahmadi serta dua orang lainya.

Dalam kasus ini, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diduga menerima suap Rp500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Diduga uang itu bagian dari commitment fee sebesar Rp1,5 miliar yang diminta oleh Irwandi kepada Ahmadi. Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Dalam kasus ini, KPK telah mencekal empat orang yang dijadikan sebagai saksi, yaitu Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase dan Teuku Fadhilatul Amri. (zal)

Bea Cukai Aceh Musnahkan Ribuan Batang Rokok

Foto: Masrizal/Sumut Pos Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh memusnahkan ratusan kotak rokok ilegal yang disita di Lhokseumawe dan Meulaboh, di halaman di kawasan Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (10/7).
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh memusnahkan ratusan kotak rokok ilegal yang disita di Lhokseumawe dan Meulaboh, di halaman di kawasan Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (10/7).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Ratusan kotak rokok ilegal yang disita di Lhokseumawe dan Meulaboh, dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh di kawasan Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (10/7).

Kakanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto, mengatakan puluhan ribu batang rokok yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Lhokseumawe dan Meulaboh.

“Upaya ini merupakan aksi nyata bea cukai dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok yang telah patuh dengan segala ketentuan yang berlaku, sehingga diharapkan dengan penindakan ini tidak ada lagi beredarnya rokok ilegal,” ujarnya.

Agus menjelaskan, jumlah rokok yang disita oleh KPPBC TMP C Lhokseumawe sebanyak 81.552 batang berbagai jenis, dengan potensi kerugian negara senilai Rp 32 juta lebih. “Rata-rata, rokok yang disita tidak memiliki pita cukai seperti rokok legal umumnya,” sebutnya.

Sementara di Meulaboh, sambungnya, jumlah yang disita sebanyak 308.953 batang berbagai jenis dengan kerugian negara senilai Rp 124 juta lebih. “Penyitaan dan pemusnahan rokok ilegal ini dinyatakan barang milik negara dan pemusnahannya sudah disetujui,” jelasnya.

Untuk peredaran rokok ilegal sendiri, kata dia, modusnya berbagai macam. “Ada rokok polos tanpa pita cukai, pemalsuan pita, pita cukai yang tidak sesuai antara rokok pabrikan dan hutang tangan serta lainnya,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, ratusan ribu batang rokok ilegal ini dimusnahkan dengan cara dibakar hingga habis di sejumlah tong pembakaran yang sebelumnya sudah dipersiapkan. (zal)

Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018, Terlama Abad Ini

FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos Fenomena bagian dari Gerhana Bulan Total tampak di sekitar Klenteng Sanggar Agung Surabaya, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena alam langka Gerhana Bulan Total ini mempunyai tiga keunikan yaitu Supermoon, Bloodmoon, Bluemoon yang terjadi sekali dalam 150 tahun.
FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos
Fenomena bagian dari Gerhana Bulan Total tampak di sekitar Klenteng Sanggar Agung Surabaya, Rabu (31/1/2018) malam lalu. Tanggal 28 Juli 2018 nanti, gerhana bulan total bakal terjadi dengan durasi terlama sepanjang abad ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gerhana bulan total yang akan terjadi 28 Juli 2018 tergolong cukup spesial. Sebab pada saat itu bakal terjadi gerhana bulan total dengan durasi terlama sepanjang abad ini.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gerhana 28 Juli nanti dimulai pukul 00.13 WIB. Kemudian gerhana total mulai terjadi pada pukul 02.30 WIB. Lalu puncak gerhana terjadi pada pukul 03.22 WIB. Rangkaian gerhana bulan total bakal berakhir pada pukul 06.30 WIB.

Dari kronologi fase-fase itu, maka durasi keseluruhan gerhana bulan total mencapai 103 menit. BMKG juga melaporkan seluruh wilayah Indonesia dapat mengamati fenomena gerhana bulan total terlama itu. Untuk wilayah Jawa, Bali, dan sebagian Kalimantan serta Sumatera, gerhana bulan total akan teramati dari awal sampai gerhana sebagian berakhir.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan penyebab lamanya durasi gerhana bulan total 28 Juli nanti. Dia mengatakan durasi fase gerhana bulan total mulai 02.30 sampai 04.13 atau sekitar 103 menit.

’’Waktu yang lama itu terjadi karena jarak bulan terhadap bumi (pada titik, Red) terjauh,’’ katanya saat dihubungi tadi malam (9/7). Kemudian pada saat itu lintasan bulan hampir di tengah bayangan bumi.

Sehingga bulan berada dalam bayangan bumi lebih lama. Akibatnya gerhana bulan total bakal teramati dalam durasi waktu yang lama pula.

Dia mengatakan selama ini durasi gerhana bulan total berbeda-beda. Bergantung pada jarak bulan ke bumi dan lintasannya. Dia mengatakan kalau lintasan bulan berada di pinggir bayangan bumi, maka gerhana bulan total hanya terjadi beberapa menit saja.

Lebih lanjut data BMKG menyebutkan gerhana bulan total dengan durasi 106 menit pernah terjadi pada 16 Juli 2000 lalu. Kemudian gerhana bulan total dengan durasi 106 menit bakal terjadi kembali pada 9 Juni 2123. Tetapi saat itu tidak teramati dari Indonesia. (wan)