Foto: Repro/Adi/Metro Siantar/SMG
Tri Suci
Ulandari bersama tunagannya, semasa hidup. Ulandari salahsatu korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bnagun di Danau Toba, Senin (8/6) sore lalu. Sang tunangan hingga kini belum ditemukan.
Foto: Repro/Adi/Metro Siantar/SMG Tri Suci Ulandari bersama tunagannya, semasa hidup. Ulandari salahsatu korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bnagun di Danau Toba, Senin (8/6) sore lalu. Sang tunangan hingga kini belum ditemukan.
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Jenazah salah satu korban kapal tenggelam di Danau Toba pada senin sore lalu, Tri Suci Ulandari (24), warga Dusun Ingin Jaya, Kecamatan Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi NAD, tekah dijemput pihak keluarga dari ruang Jenazah RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Selasa (19/6) sekira pukul 16.00 WIB.
Jenazah Tri Suci Ulandari sempat tidak diketahui identitasnya setelah dievakuasi. Namun berkat kerja cepat Tim Identifikasi Polres Simalungun, dalam hitungan jam identitas korban diketahui. Jasadnya sempat diinapkan ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih, sebelum dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.
Dedy Suhendri, salah seorang pihak keluarga yang hadir pada saat penjemputan jenazah korban menyebutkan, pihaknya tidak menyangka peristiwa nahas tersebut akan menimpa Ulandari. Sepengetahuannya, korban pergi ke Simalungun dengan tujuannya ingin bertemu Apri Franyoto, tunangannya.
“Sepupu saya ini pada hari Sabtu lalu berangkat dari Aceh, ke rumah tunanganya di Tiga Balata. Saya dapat informasi saat berada di Tiga Balata, sepupu saya pergi bersama tunangannya dan dua saudara tunangannya ke Tigaras, dan tertimpa musibah ini”,ujar Dedi Suhendri, menceritakan ihwal keberadaan korban di Simalungun.
Kerabatnya lainnya menyebutkan, korban bersama tunangannya, Apri Franyoto (masih belum diketemukan) seyogyanya akan melangsungkan pernikahan pada Januari 2019 mendatang. Namun takdir berkata lain.
“Sabtu malam korban Tri Suci tiba di Tiga Balata. Sebelum kejadian, mereka permisi mau ke Tigaras. Tapi ternyata kejadian yang sangat mengejutkan ini terjadi”,ujar Risman, pria paruh baya, paman Apri Franyoto, tunangan Tri Suci Ulandari.
Penyerahan jenazah korban dilakukan Dr Reinhard JD Hutahaean SH SPF, didampingi Dirut RSUD Djasamen Saragih Dr Susanti SpA. Penyerahan juga disaksikan pihak PT Jasa Raharja kepada pihak keluarga. Selanjutnya, keluarga membawa jenazah korban ke rumah duka, untuk dikebumikan. (adi/esa)
Foto: Edi Saragih/Metrosiantar
Para Keluarga korban KM Sinar Bangun saat menunggu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6).
Foto: Edi Saragih/Metrosiantar Para Keluarga korban KM Sinar Bangun saat menunggu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, di rute antara Simanindo-Tigaras, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 WIB lalu, diprediksi mengangkut penumpang lebih dari 200 orang, serta puluhan unit sepedamotor.
Hingga Rabu (20/6) siang, 189 orang dilaporkan keluarga hilang, diduga ikut menumpang kapal yang dinahkodai Yosi Tua Sagala (40) ini. Sementara 19 orang dilaporkan selamat, dan 3 orang berjenis kelamin perempuan ditemukan meninggal dunia.
Empat korban sempat dibantu kapal ferry KMP Sumut yang sedang melintas menuju Tigaras, namun satu di antaranya meninggal dunia. Sementara 16 diselamatkan kapal motor yang datang membantu dan dibawa ke Pelabuhan Simanindo.
Hari ketiga pascatenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.
Kedua jenazah itu berjenis kelamin perempuan. Salah satunya berciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jacket jeans, celana jeans warna biru, umur lebih kurang 23 tahun.
Tim SAR selanjutnya membawa jenazah ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Jenazah dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Umum Rondahaim, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.
Mayat pertama atas nama Fahriyanti, warga Binjai, sesuai kartu identitas yang melekat di jenazah. Fahriyanti masuk daftar orang hilang posko Dinas Kominfo Samosir. Sedangkan satu jenazah lagi belum teridentifikasi.
Kadis Kominfo Samosir, Tombor Simbolon saat dikonfirmasi membenarkan temuan dua mayat tersebut, satu atas nama Fahrianti, warga Binjai.
Posko DVI yang sebelumnya berada di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir kini sudah dipindah ke Pelabuhan Tigaras.
Sampai pukul 10.50 WIB (20/8/18), korban tewas yang sudah dievakuasi sebanyak 3 orang. Yang pertama atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Seperti diberitakan sebelumnya, KM Sinar Bangun diperkirakan meninggalkan Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun sekira pukul 17.00 WIB.
“Ada lebih 100 lebih orang di dalam kapal kami itu. Saya sendiri bersama 12 orang teman saya”, jelas salah seorang korban yang selamat, Rahman Syahputra (22) saat hendak dibawa dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Toba Samosir menuju Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun.
Untuk melakukan pencarian, ratusan personel gabungan dari Basarnas, Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun, Polres Toba Samosir, Brimob, TNI-AD, TNI-AL, dan Dinas Perhubungan, diturunkan sejak Senin (19/6) pagi hingga hari ketiga, Rabu (20/6).  (adi/esa)
19 Nama Penumpang yang Selamat
Hernando Lingga, warga Tanjung Morawa
Sri Santika, warga Kuala Tanjung
Rahman Saputra, warga Indrapura
Riko Sijabat, warga Kotapinang
Tiambuns Situmorang, warga Kota Aekkanopan
Hermanto Turnip, warga Tigaras
Suhendra, warga Kota Pematang Siantar
Sandri Sianturi, warga Lubuk Pakam
Dedi Setiawan, warga Lubuk Pakam
Hafni, warga Pematang Siantar
Toni, warga Kotapinang
Roni, warga Simpang Rajani Huta
Rudi Wibowo, warga Kota Binjai.
Muhammad Fitri, warga Indrapura
Heri Nainggolan, warga Panei Tongah
Jamuda Sinaga, warga Parbungabunga,
Juita Morga, warga Serbelawan
Josua Sinaga, warga Simpang Rajani Huta
Juwita Saragih Sumbayak, warga Dolok Batu Nanggar, Simalungun
189 Penumpang yang Dilaporkan Hilang
Luky Pratama (17), warga Pematangsiantar.
Manan Sitanggang (25), warga Karang Sari, Pematangsiantar
Lusi Nurbayati Sitanggang (20), warga Pematangsiantar
Joel Manurung (26), warga Bah Birong, Simalungun
Tamara Oktavia Napitupulu (15), wargaPekan Baru
Indah Juwita Saragih (24), warga Sidamanik, Simalungun
Edi Subastian (21), warga Indrapura, Batu Bara
Veri Despian Panggabean (28), warga Pematangsiantar
Mei Apriana Saragih (28), warga Pematangsiantar
Irwan Syahputra (22), warga Tebing Tinggi
Eka Handayani (19), warga Batubara
Ilham Lubis (25), warga Indrapura, Batu Bara
Tams Melani (22), warga Tanjung Kasau, Batu Bara
Ranto Fajar Siregar (27) warga Simantin, Simalungun
Afri Franyoto (24), warga Tiga Balata, Simalungun
Endang Pangestu (21), warga Tiga Balata, Simalungun
Tri Wulandari (27), warga Kuala Simpang
Diki Wibowo (24), warga Simarimbun, Simalungun
Diki Prayogi (26), warga Sidamanik, Simalungun
Eka Siti Apriyanti (26), warga Sidamanik, Simalungun
Heru Purnomo (25), warga Sidamanik, Simalungun
Bayu Syahputra (22), warga Medan
Kinoy Ajeng Sandi (26), warga Sidamanik, Simalungun
Krisman Reynol Simarmata (27), warga Sinaksak.
Juliana Suraida (26), warga Depok, Jakarta
Jonathan Fernando Tampubolon (27), warga Tanjung Morawa
Juniko (23), warga Sidamanik, Simalungun
Yenni (23), warga Sidamanik, Simalungun
Rikki (28), warga Sidamanik, Simalungun
Doni Septian (28), warga Binjai
Arin (29), warga Binjai
Salama Febriani (14), warga Sidamanik, Simalungun
Maya (14), warga Sidamanik, Simalungun
Wagino (18), warga Sidamanik, Simalungun
Dengot Nainggolan (38), warga Sidamanik, Simalungun
Akmal Rino Kancah Nainggolan (10), warga Sidamanik, Simalungun
Wira Pradana (20), warga Indrapura, Batu Bara
Restu Apriangga (24), warga Indrapura, Batu Bara
Fadli Syahputra (22), warga Indrapura, Batu Bara
Yanda Aria (24), warga Indrapura, Batu Bara
Ali Imron (21), warga Indrapura, Batu Bara
Bagas Prama Ananda (20), warga Indrapura, Batu Bara
M Nursaid Sinaga (24), warga Medan
Toyan Bakara (34), warga Sidamanik, Simalungun
Arifin Lubis (40), warga Sidamanik, Simalungun
Resmi Sinaga (60), warga Dolok Silau, Simalungun
Dinda Puji Lestari (21), warga Pematang Bandar, Simalungun
Dimas Afandi (17), warga Pematang Bandar, Simalungun
Mutiara Oktaviani (17), warga Pematang Bandar, Simalungun
Longser Nainggolan (50), warga Tiga Runggu, Simalungun
Ramansyah (27), warga Karangsari, Simalungun
Gusti Muliani (23), warga Karangsari, Simalungun
Rasyah Arjuna (4), warga Karangsari, Simalungun
Yudi Samsudin (30), warga Kampar, Riau
Sri Wahyuni (23), warga Kampar, Riau
Adli Pratama (2,5), warga Kampar, Riau
Noval Aziz Rambe (19), warga Indrapura, Batu Bara
Rida Shahfitri (19), warga Batu Bara
Heriawan (23), warga Batu Bara
Jaudur Simarmata (41), warga Simanindo, Toba Samosir
Ami Sitindaon (32), warga Simanindo, Toba Samosir
Tiar Silaban (33), warga Simanindo, Toba Samosir
Gresia Simarmata (11), warga Simanindo, Toba Samosir
Siti Arbiah (23), warga Pematangsiantar
Alfaro Siahaan (23), warga Pematangsiantar
Nova Sulastri Sijabat (25), warga Haranggaol, Simalungun
Indah Junita Saragih (21), warga Sidamanik, Simalungun
May Sri Novi (30), warga Medan
Roy Sirait (23), warga Penai Tongah, Simalungun
Dedi Suhaini (19), warga Indrapura, Simalungun
Erwansyah (20), warga Perdagangan, Simalungun
Wawan (30), warga Negeri Bayu, Simalungun
Sahala Pardamean (30), warga Sibuntuon, Simalungun
Jonner Silalahi (55), warga Nagori Bayu, Simalungun
Ismail Purba Siboro (20), warga Raja Nihuta, Simalungun
M Irfan, warga Batu Bara
Bongbong Simarmata, warga Nagori Bayu Dopar, Simalungun
Poltak Sitio (40), warga Medan
Marsinta Pakpahan (42), warga Medan
Berman Sitio (42), warga Medan
Rotuahmin Sitio (50), warga Tebing Tinggi
Lamtama Be Napitupulu (15), warga Pekan Baru
Arif Candra (23), warga Martubung, Medan
Desi Dwi Wahyuni (22), warga Martubung, Medan
Nisa Hastari (19), warga Labuhanbatu Selatan
Ayu Safitri (20), warga Labuhanbatu Selatan
Iwan Sugiarto, warga Tapian Dolok, Simalungun
Farida Saragih Sumbayak (32), warga Tapian Dolok, Simalungun
Wafa Izzi (7), warga Tapian Dolok, Simalungun
Bambang Wardana (32), warga Dolok Merangir, Tapian Dolok, Simalungun
Azka (6), warga Tapian Dolok, Simalungun
Aimi (2), warga Tapian Dolok, Simalungun
Yoka Hendrik Sumbayak (40), warga Sidamanik, Simalungun
Manja Naibaho (33), warga Sidamanik, Simalungun
Alvaro (5), warga Sidamanik, Simalungun
Keila (2,5), warga Sidamanik, Simalungun
Sahputra (40), warga Medan
Awaleni Sumbayak (35), warga Medan
Fikri (9), warga Medan
Musnah (8), warga Medan
Bahmid (30), warga Medan
Mina Insani (22), warga Medan
Naya (1), warga Medan
Sri Hendriani (23), warga Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan
Yeni Limbong (32), warga Medan
Beben (26), warga Labuhanbatu Selatan
Khairiah Handayani (21), warga Medan
Sarsubhan Nasution (32), warga Karang Rejo, Simalungun
Atuk Duma Sampai (19), warga Sibunga bunga, Simalungun
Selmalina Sinaga (16), warga Sibunga bunga, Simalungun
Berliana Sipayung (60), warga Simpang Bage, Simalungun
Dimerais Purba Tambak (40), warga Simpang Bage, Simalungun
Halomoan Siagian (53), warga Sihemun, Sibuntuan, Dolok Pardamean, Simalungun
Wasinton Silalahi (46), warga Sihemun, Sibuntuan, Dolok Pardamean, Simalungun
Rudiman Siboro (55), warga Panei Tongah, Simalungun
Marsinta Sijabat (55), warga Panei Tongah, Simalungun
Elisabet Hutahuruk (12), warga Panei Tongah, Simalungun
Ivan Rahmat Saputra (20), warga Sei Suka, Batu Bara
Ayu Lestari (19), warga Dolok Merawan, Serdang Bedagai
Romi Siadari (17), warga Salbe, Dolok Pardamean, Simalungun
Dede Wike Ikani (23), warga Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara
Nurwanto (28), warga Riau
Herman Suryanto (24), warga Aek Nabara, Labuhanbatu
Dorman Nainggolan, warga Silaumalaha, Simalungun
Ledikson Nainggolan (52), warga Silau Malaha, Simalungun
Hotman Nainggolan (55), warga Silau Malaha, Simalungun
Lili Lubis (50), warga Silau Malaha, Simalungun
Hasiholan Sidabutar (61), warga Jalan Asahan Km VI, Kecamatan Siantar, Simalungun
Riani Nainggolan (52), warga Silau Malaha, Simalungun
Basaria Nainggolan (17), warga Silau Malaha, Simalungun
Jon Feldi Nainggolan (9), warga Silau Malaha, Simalungun
Bungaran Nainggolan (20), warga Silau Malaha, Simalungun
Nikolas Nainggolan (17), warga Silau Malaha, Simalungun
Astrit Nainggolan (18), warga Silau Malaha, Simalungun
Melintun Togatorop (22), warga Siilau Malaha, Simalungun
Muhamad Riadi Saputra (23), warga Indra Pura, Batu Bara
Fitri Wulandari (22), warga Indra Pura, Batu Bara
Hotman Manik (41), warga Pematang Sidamanik, Simalungun
Alisa Pertiwi (23), warga Perlanaan, Simalungun
Mohamad Aftianfi Itu (23), warga Batu Bara
Anggi Rohim (21), warga Marelan, Medan
Tri Andri Putra Pandiangan (24), warga Marelan, Medan
Richad Sianturi (28), warga Huta III Tanah Jawa, Simalungun
Sahat Veri Tua Sembiring (30), warga Medan
Eko Hardianto (24), warga Batu Bara
Mutiara Tri Murni (24), warga Tembung, Medan
Suryantika (17), warga Bandar Tinggi, Buat Bara
Ardi Wardana (19), warga Nagori Lambau, Simalungun
Rusmadi R (50), warga Tebing Tinggi
Jorneli Andreas Purba (23), warga Haranggaol, Simalungun
Nova Zoya, warga Medan
Iksan Zulkarnaen Siagian, warga Medan
Rudi Wibowo, warga Binjai
Novia Barus, warga Medan
Tandi, warga Deli Tua, Medan
Obet Pangihutan Hutauruk, warga Laras, Simalungun
Jaya Sidauruk (23), warga Simanindo, Toba Samosir ( kernet kapal )
Pardamena Purba, warga Sibuntuon, Simalungun
Ader Nainggolan, warga Simpang Haranggaol, Simalungun
Selma Sinaga, warga Salbe, Simalungun
Atur Sinaga, warga Simantin Tiga, Simalungun
Niko, warga Sidamanik, Simalungun
Doni, warga Pematang Sidamanik, Simalungun
Febri, warga Pematang Sidamanik, Simalungun
Lucki pratama, warga Pematangsiantar
Mei Siadari, warga Pematangsiantar
Geri Panggabean, warga Pematangsiantar
Halomoan siagian, warga Dolok Pardamean, Simalungun
Sahala Marbun, warga Desa Cinta Dame
Mardingot Naingholan, warga Sidamanik, Simalungun
M. Imron, warga Batu Bara
Ade Fauzia, warga Medan
Ramli Simbolon, warga Tebing Tinggi
Peter Simbolon, warga Tebing Tinggi
Yusuf, warga Pematangsiantar
Fitri, warga Pematangsiantar
Mohamad aldiansa (24), warg Pematangsiantar
Yoga Alfiano, warga Pematangsiantar.
Tuminem (20), warga Perlanaan, Simalungun
Burhanudin (48), warga Binjai
Fahri Yanti (47), warga Binjai
Dede Handrian (21), warga Binjai
Neneng Nurainun (19), warga Binjai
Maya Oktavianti (18), warga Binjai
Dika Ferdyan (8), warga Binjai
Zahariani Pohan (20), warga Belawan
May Audina Saragih (27), warga Pematangsiantar
Very Panggabean (27), warga Pematangsiantar
Bayu Satriawan (25), warga Pasar IX, Deli Serdang.
Tiga Penumpang yang Ditemukan Meninggal Dunia
Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim SAR melakukan pencarian korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Simanindo-Tigaras, Selasa (19/6).
Tim SAR melakukan pencarian korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Simanindo-Tigaras, Selasa (19/6).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO –Â Sedikitnya 25 penyelam yang terdiri dari Basarnas Pusat, Basarnas Medan, Basarnas Parapat, dan TNI-AL, dihari ke-3, Rabu (20/6) sekira pukul 13.00 WIB, diturunkan untuk mencari korban kapal KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6) sekira pukul 17.30 WIB, di perairan Danau Toba.
Kepala Basarnas Medan, Budiawan SSos MSi, saat menggelar press release di Posko Bencana Pelabuhan Tigaras, mengatakan hingga pukul 12.00 WIB, pihaknya sudah mengevakuasi 2 korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan sudah dikirim ke Posko Identifikasi korban, di RSUD Rondahaim Pematangraya. Satu di antaranya sudah berhasil diindetifikasi yakni Fahri Yanti, warga Binjai. Sementara satu orang lainnya belum terindentifikasi.
Untuk sementara hingga Rabu siang, tiga korban meninggal sudah ditemukan. Keseluruhannya berjenis kelamin perempuan. Yang pertama ditemukan Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Selain itu juga, sejumlah peralatan pendukung pencarian juga sudah didatangkan ke lokasi Posko Bencana untuk melakukan upaya pencarian, diantaranya ROV (Robot Observasional Vihacle) untuk mendeteksi logam, dalam hal ini untuk mencari keberadaan kapal, dan peralatan lainnya dalam mendukung penyelaman.
Terkait mekanisme penyelaman, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk tidak melakukan aktifitas kapal selama masa penyelaman yang rencananya akan dimulai pukul 13.30 WIB. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya juga menurunkan personel dengan perahu karet guna memastikan areal Danau Toba, benar-benar bersih dari aktifitas kapal selama Tim penyelam melakukan penyelaman didalam danau.
Lebih lanjut, pihak Basarnas memohonkan kepada pihak keluarga untuk menunggu di RSUD Rondahaim Pematangraya. Cukup perwakilannya saja, karena mobilisasi dan aktifitas para personel gabungan sangat sibuk dan padat, hingga dibutuhkan area yang lapang dan bersih dari kerumunan massa di posko pencarian.(adi/esa)
Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.
Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Hari ketiga pascatenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.
Kedua jenazah itu berjenis kelamin perempuan. Salah satunya berciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jacket jeans, celana jeans warna biru, umur lebih kurang 23 tahun.
Tim SAR selanjutnya membawa jenazah ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Jenazah dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Umum Rondahaim, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.
Mayat pertama atas nama Fahrianti, warga Binjai, sesuai kartu identitas yang melekat di jenazah. Fahrianti masuk daftar orang hilang posko Dinas Kominfo Samosir. Sedangkan satu jenazah lagi belum teridentifikasi.
Kadis Kominfo Samosir, Tombor Simbolon saat dikonfirmasi membenarkan temuan dua mayat tersebut, satu atas nama Fahrianti, warga Binjai.
Posko DVI yang sebelumnya berada di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir kini sudah dipindah ke Pelabuhan Tigaras.
Sampai pukul 10.50 WIB (20/8/18), korban tewas yang sudah dievakuasi sebanyak 3 orang. Yang pertama atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Kapal kayu berpenumpang berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun) terbalik dan tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.15 Wib. Tidak diketahui pasti jumlah penumpang, namun data yang tercatat ada 185 orang. Sebanyak 21 orang sudah berhasil dievakuasi, 18 dalam kondisi hidup, 3 meninggal dunia. Sekitar 165 penumlang lagi masih hilang. (mb/sc/mea)
Presiden Joko Widodo menyampaikan turut berdukacita atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.
Presiden Joko Widodo menyampaikan turut berdukacita atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam, atas musibah yang menimpa Kapal Motor Sinar Bangun dan ratusan penumpangnya saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu.
Presiden juga memerintahkan para pemilik kapal agar mematuhi peraturan yang ada dan mengutamakan keselamatan penumpang.
Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi, dari Istana Negara, Rabu (20/6) malam.
“Di tengah kegembiraan kita seusai merayakan Hari Raya Idulfitri, berita duka datang dari Sumatra Utara. Kapal Motor Sinar Bangun mengalami musibah saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu.
Untuk itu, saya hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Saya telah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kepala Badan SAR Nasional) mengenai musibah kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.
2. Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.
3. Terhadap korban yang hilang saya minta Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB untuk secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban.
KM Sinar Bangun yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Simanindo ke Tigaras, Senin (18/6).
4. Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semua untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk.
5. Saya juga minta kepada Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang.
6. Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan.
7. Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi dan saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan.” (mea)
Foto: Famo/Sumut Pos
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiady memberi keterangan pers di Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
Foto: Famo/Sumut Pos Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiady memberi keterangan pers di Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
TIGARAS, SUMUTPOS.CO – Pasca kecelakaan Kapal KM Sinar Bangun, Senin (18/6) rute Simanindo-Tigaras Kabupaten Simalungun, jumlah pasti penumpang tidak bisa diketahui.
“Manifest penumpang kapal Sinar Bangun hingga kini belum ditemukan,” kata Dirjen Perhubungan Darat, Budy Setiady, didampingi Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syaugi dan Dirut Jasa Raharja, Budi Rahardjo, Ketua KNKT Suryanto Thahjono, Wadan Lantamal Kolonel Aris Mudian, Pihak PMI, BMKG Medan, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
Dikatakan Budi, pencarian dan pertolongan oleh Basarnas akan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. “Dan bila diperlukan, dapat ditambah 3 hari lagi,” tuturnya.
Tentang tidak jelasnya manifest penumpang, Budi menyatakan pengawasan dan operasional di dermaga, seperti kapal kayu sudah didelegasikan kepada pemerintah Kabupaten/Kota serta tingkat provinsi. “Tentunya aturan keselamatan harus dipenuhi,” Ategasnya.
Terkait kejadian ini pihaknya menegaskan akan melakukan pembinaan khusus kepada instansi terkait pada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi, agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang lagi. (famo)
Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).
Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).
SIMANINDO, SUMUTPOS.CO – Korban selamat dari kecelakaan maut KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Riko Saputra mengatakan, para korban selamat rata-rata karena memegang helm untuk mengapung
Riko –yang mengaku akan pulang ke Kota Pinang bersama delapan rekannya yang lain–, berwisata ke Danau Toba naik sepeda motor. Pulangnya pun naik sepeda motor.
Saat kapal yang kelebihan muatan oleng ke sisi kanan yang kebanyakan sepeda motor, dan kemudian terbalik, sebagian besar penumpang ikut terkurung dalam kapal.
Riko sendiri berhasil keluar dari dalam kapal melalui jendela kapal berukuran kecil. Dengan kemampuan berenang, dirinya bisa lolos dari maut dan berhasil keluar ke permukaan bersama sejumlah orang lainnya yang selamat.
“Sebagian besar yang selamat itu pegang helm. Karena saya juga pegang helm, jadi posisi masih bisa mengapung. Itupun kalau penyelamat tidak segera datang, kami tidak tahu lagi sampai berapa lama bisa bertahan. Karena kondisinya ombak besar,” sebut Riko saat dirawat di Puskesmas Simarmata, Selasa (19/6) siang.
KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo-Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal terbalik dan tenggelam, kapal yang diduga membawa lebih dari 100 penumpang dan puluhan sepeda motor itu sempat oleng. L
Data terakhir, jumlah korban yang selamat dievakuasi hanya 18 orang. Sedangkan yang meninggal dunia satu orang. Yang hilang mencapai 166 orang. (bal/mea)
Foto: Fb Dhev Bakkara
Tim SAR yang mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba melibatkan 350 personil, menggunakan speedboat dan kapal-kapal penumpang, Selasa (19/6).
Foto: Fb Dhev Bakkara Tim SAR yang mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba melibatkan 350 personil, menggunakan speedboat dan kapal-kapal penumpang, Selasa (19/6).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pascatenggelamnya kapal penumpang KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir menuju ke pelabuhan Tigaras-Simalungun, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 wib, jumlah pasti penumpang yang diangkut masih simpang siur.
Hingga Selasa malam, jumlah korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut tetap 18 orang, korban ditemukan meninggal dunia satu orang atas nama Tri Suci Hadayani, perempuan berumur 24 tahan, warga Aceh Tamiang. Sedangkan korban yang dinyatakan hilang/belum ditemukan hingga saat ini sudah berjumlah 166 orang (sesuai data diperoleh Sumut Pos dari Kodam I BB).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan, sebanyak 350 personil secara terpadu berada di lokasi kejadian untuk menemukan korban hilang dari kapal karam tersebut. Bahkan sejak kemarin malam, BPBB Sumut telah mengerahkan logpal dan Satgas Water Rescue ke Posko Tigaras. Dan melakukan pendampingan pendirian pos komando, poskes, dapur umum dan unit informasi serta pos pengaduan masyarakat akan kehilangan keluarganya.
“Upaya pencarian terus dilakukan sejak kemarin sore sampai malam dan dilanjutkan hari ini pukul 06.00 oleh TNI AL , Basarnas, Polda Air, BPBD dan masyarakat dengan dilakukan penyisiran mulai titik tenggelam hingga radius perubahan arahan angin yang berubah,” katanya.
Namun selama seharian melakukan pencarian korban hilang, sejak pagi hingga malam Selasa (19/6), sebanyak 350 anggota Tim SAR belum menemukan satupun korban yang hilang. Tim menaiki sejumlah speedboat, perahu karet, lima kapal penumpang dan dua kapal feri. Akibat ikut membantu pencarian korban, kapal-kapal penyeberangan dari Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut, untuk sementara berhenti mengangkut penumpang. Ratusan penumpang yang ingin menyeberang hanya bisa menunggu.
Pada Selasa sore, tim akhirnya berhasil menemukan posisi bangkai kapal kayu KM Sinar Bangun yang tenggelam, dengan menggunakan batu duga menggunakan tali plastik yang diulur.
“Bangkai kapal ditemukan di perairan Danau Toba dengan kedalaman ‘dua gulungan tali plastik’,” kata petugas SAR, yang dikonfirmasi Sumut Pos di Pelabuhan Simanindo, Selasa (19/6) sore.
Saat berita ini diturunkan, petugas masih mengumpulkan alat untuk mengangkut kapal dari dasar danau. (Mea/mag-01/bal)
Petugas Jasa Raharja Sumut standby di lokasi Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
Petugas Jasa Raharja Sumut standby di lokasi Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
TIGARAS, SUMUTPOS.CO – Jasa Raharja menjamin korban meninggal dunia dan dirawat dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Senin (18/6), akan mendapat santunan.
Selasa (19/6), petugas Jasa Raharja secara proaktif mendatangi posko pengaduan korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, dan mengatakan akan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan bagi korban luka-luka.
“Sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan, seluruh korban terjamin oleh UU No 33 tahun 1964. Korban meninggal dunia akan diberikan santunan sejumlah Rp50 juta, akan diserahkan kepada ahli waris korban yang sah. Sementara untuk korban luka-luka langsung diterbitkan jaminan biaya perawatan ke rumah sakit di mana korban dirawat, dan diberi biaya maksimal 20 juta,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Sumatera Utara, Ifryantono melalui Kasubag Administrasi Pelayanan, Pahala Hendra Hutabarat, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo-Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal terbalik dan tenggelam, kapal yang diduga membawa kurang lebih 100-an penumpang dan puluhan sepeda motor itu sempat oleng. “Saksi menyebutkan bahwa sebelum tenggelam, kapal sudah mulai dipenuhi oleh air pada bagian bawah kapal,” tambah pejabat berwenang.
Hingga kini pihak Basarnas dan Kepolisian masih mencari korban yang tenggelam di Danau Toba. Jumlah korban yang selamat dievakuasi sudah 19 orang. Sedangkan yang meninggal dunia satu orang. Yang hilang mencapai 95 orang.
Hingga kemarin, puluhan pihak keluarga korban memadati pelabuhan Tigaras, menunggu adanya temuan korban yang baru. (famo/mea)
Foto: Famo/Sumut Pos
Warga mengecek daftar nama korban KM Sinar Bangun, di Posko Pengaduan di Pelabuhan Tigaras Simalungun, Selasa (19/6).
Foto: Famo/Sumut Pos Warga mengecek daftar nama korban KM Sinar Bangun, di Posko Pengaduan di Pelabuhan Tigaras Simalungun, Selasa (19/6).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pascatenggelamnya kapal penumpang kayu KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir menuju ke pelabuhan Tiga Ras, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 wib, jumlah penumpang yang diangkut masih simpang siur.
Hingga tadi sore, jumlah korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut sebanyak 18 orang, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia atas nama Tri Suci Hadayani, perempuan berumur 24 tahun, warga Aceh Tamiang (ditangani Puskesmas Tigaras).
Sedangkan data terbaru korban kapal yang dinyatakan hilang/belum ditemukan hingga saat ini berjumlah sekitar 94 orang (sesuai data sementara pada papan aduan keluarga penumpang yang tertera pada Posko).
Adapun sementara nama-nama korban hilang yakni:
1. Resmi Sinaga, PR, alamat Perasmian Kec. Dolok Silau Kab. Simalungun
2. Khayrani Handayani, PR, Medan Jl. SM raja Gg. Mandailing
3. Inksan Zulkarnaen, L, Delitua
4. Bayu, L, Delitua Pasar 9
5. Nony Zoya, PR, Titikuning Medan
6. Ferry Sembiring, L, Brastagi
7. Novia Barus, P, Marindal Medan
8. Pandi, L, Delitua Gang Satria
9. Jandur Simarmata, L, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
10. Tiar Silaban, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
11. Ami Elisabet Sitindaon, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
12. Gresia Simarmata, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
13. Berliana Sipayung, PR, simpang Bage Saribu Dolok
14. Demensis Purba Tambak, L, simpang Bage Saribu Dolok
15. Hotman Manik, L, Sidamanik Parmahanan
16. Hotman Nainggolan, L, Sionggang Parmahanan
17. Dorman Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
18. Ledak Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
19. Basaria Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
20. Bungaran Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
21. Jaya Sidauruk, L, Desa Simanindo
22. Riani Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
23. Jonveldi Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
24. Nicholas Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
25. Astrid Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
26. Lilis Lubis, Pr, Sionggnang P. Siantar
27. Melinton Nainggolan, L, Sionggnang P. Siantar
28. Hasiolan Sidabutar, L, Sionggnang P. Siantar
29. Jornelin Andreas Purba, L, Purba Saribu Haranggaol
30. Nova Sulastri Sijabat, Pr, alamat Naga Pane Tigarunggu
31. Pardamean Purba, L
32. Gonggong Simarmata, L
33. Jonner Silalahi, L
34. Ader Nainggolan, L, Simpang Haranggaol kab. Simalungun
35. Loncer Nainggolan, L, Simpang Haranggaol kab. Simalungun
36. Selma Sinaga, P, Salbe Tigaras kab. Simalungun
37. Atur Sinaga, Pr, Salbe Tigaras kab. Simalungun
38. Ranto fajar Siregar, L, Simantintolu Kab. Simalungun
39. Yeni, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
40. Niko, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
41. Doni, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
42. Febri, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
43. Maya, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
44. No, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
45. Riski, L, Manik Uluan
46. Obet Hutahuruk, L, kec. Harian
47. Trisman Renol Simarmata, L, jln. Puan Gunung Purba Depok
48. Juliana Suraida, Pr, jln. Puan Gunung Purba Depok
49. Manan Sitanggang, L, P. Siantar
50. Lusi Nurbayati Sitanggang, P, alamat Siantar
51. Lucky Pratama, L, alamat Siantar
52. Mei a. Siadari, Pr, Siantar
53. Fery Panggabean, L, Siantar
54. Halomoan Siagian, L, kec. Pardamean Kab. Simalungun
55. Wasinton Silalahi, L, Kec. Pardamean kab. Samosir
56. Toyan Bakkara, L, Bah Butong Hutabayu Kab. Sima
57. Arifin Lubis (partuak), L, Ambarisan Sidamanik Simalungun
58. Sahala Marbun, L, Desa Cinta Dame (Sinuan)
59. Mardingot Nainggolan L, Sidamanik
60. Joel Manurung, L, Sidamanik (Bah Birong)
61. Sinta Pakpahan, Pr, Medan
62. Berman Sitio, L, Medan
63. Poltak Sitio, L, Medan
64. Tuammin Sitio, Pr, Medan
65. Yudi Syamsudin, L, Karangsari Siantar
66. Sri Wahyuni, Pr, Karangsari Siantar
67. Rahmansyah, L, Karangsari Siantar
68. Gusti, Pr, Karangsari P. Siantar
69. M. Ali Imron Batubara, L, Medan
70. Ade Fauzia, Pr, Medan Panglima Denai
71. Ramli Simbolon, L, Tebingtinggi
72. Peter Simbolon, L, Tebingtinggi
73. Dinda Fuji Lestari, Pr, Pematang Siantar
74. Yusuf, L, Pematang Siantar
75. Dimas, L, Pematang Siantar
76. Fitri, Pr, Pematang Siantar
77. Ayu Safitri, Pr, Kota Pinang
78. Nisa Hastari, Pr, Tanjung Medan
79. Bayu Saputra, L, Marelan
80. Muhamad Nursaid Sinaga, L, Kampung Duren Medan
81. Jonathan Tampubolon, L, Lubukpakam
82. Akmal Nainggolan, L, Sidamanik
83. Siti Arbiah, Pr, P. Siantar
84. Richat Sianturi, L, P. Siantar
85. Alfaruk Siahaan, L, P. Siantar
86. Muhammad Aldiansyah, L, P. Siantar
87. Yugo Alfiano, L, P. Siantar
88. Ifan, L, Kuala Tanjung
89. Wawan, L, negeri Bayu P. Siantar
90. Rusmadi, L, Tebingtinggi
91. Rudy Anto Siboro, L, Simpang Raya P. Siantar
92. Marsinta Sijabat, Pr, Simpang Raya P. Siantar
93. Anak dari ibu Marsinta Sijabat, Pr, umur 7 tahun, Simpang Raya P. Siantar
94. Roy Sirait, L, Panei Tonga Simalungun.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian penumpang kapal yang tenggelam terus dilakukan oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas BPBD Kab. Samosir dan Kab. Simalungun dan dari Pemkab Samosir. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sebanyak 3 unit dan KMP Sumut I.
Namun cuaca dan ombak menjadi kendala dalam pencarian para korban yang hilang. (rel/prn/mea)