Home Blog Page 6264

Ulandari Temui Tunangan & Dibawa Jalan-jalan ke Tigaras

Foto: Repro/Adi/Metro Siantar/SMG Tri Suci Ulandari bersama tunagannya, semasa hidup. Ulandari salahsatu korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bnagun di Danau Toba, Senin (8/6) sore lalu. Sang tunangan hingga kini belum ditemukan.
Foto: Repro/Adi/Metro Siantar/SMG
Tri Suci
Ulandari bersama tunagannya, semasa hidup. Ulandari salahsatu korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bnagun di Danau Toba, Senin (8/6) sore lalu. Sang tunangan hingga kini belum ditemukan.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Jenazah salah satu korban kapal tenggelam di Danau Toba pada senin sore lalu, Tri Suci Ulandari (24), warga Dusun Ingin Jaya, Kecamatan Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi NAD, tekah dijemput pihak keluarga dari ruang Jenazah RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Selasa (19/6) sekira pukul 16.00 WIB.

Jenazah Tri Suci Ulandari sempat tidak diketahui identitasnya setelah dievakuasi. Namun berkat kerja cepat Tim Identifikasi Polres Simalungun, dalam hitungan jam identitas korban diketahui. Jasadnya sempat diinapkan ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih, sebelum dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.

Dedy Suhendri, salah seorang pihak keluarga yang hadir pada saat penjemputan jenazah korban menyebutkan, pihaknya tidak menyangka peristiwa nahas tersebut akan menimpa Ulandari. Sepengetahuannya, korban pergi ke Simalungun dengan tujuannya ingin bertemu Apri Franyoto, tunangannya.

“Sepupu saya ini pada hari Sabtu lalu berangkat dari Aceh, ke rumah tunanganya di Tiga Balata. Saya dapat informasi saat berada di Tiga Balata, sepupu saya pergi bersama tunangannya dan dua saudara tunangannya ke Tigaras, dan tertimpa musibah ini”,ujar Dedi Suhendri, menceritakan ihwal keberadaan korban di Simalungun.

Kerabatnya lainnya menyebutkan, korban bersama tunangannya, Apri Franyoto (masih belum diketemukan) seyogyanya akan melangsungkan pernikahan pada Januari 2019 mendatang. Namun takdir berkata lain.

“Sabtu malam korban Tri Suci tiba di Tiga Balata. Sebelum kejadian, mereka permisi mau ke Tigaras. Tapi ternyata kejadian yang sangat mengejutkan ini terjadi”,ujar Risman, pria paruh baya, paman Apri Franyoto, tunangan Tri Suci Ulandari.

Penyerahan jenazah korban dilakukan Dr Reinhard JD Hutahaean SH SPF, didampingi Dirut RSUD Djasamen Saragih Dr Susanti SpA. Penyerahan juga disaksikan pihak PT Jasa Raharja kepada pihak keluarga. Selanjutnya, keluarga membawa jenazah korban ke rumah duka, untuk dikebumikan. (adi/esa)

Penumpang Hilang Dilaporkan 189 Orang

Foto: Edi Saragih/Metrosiantar Para Keluarga korban KM Sinar Bangun saat menunggu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6).
Foto: Edi Saragih/Metrosiantar
Para Keluarga korban KM Sinar Bangun saat menunggu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, di rute antara Simanindo-Tigaras, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 WIB lalu, diprediksi mengangkut penumpang lebih dari 200 orang, serta puluhan unit sepedamotor.

Hingga Rabu (20/6) siang, 189 orang dilaporkan keluarga hilang, diduga ikut menumpang kapal yang dinahkodai Yosi Tua Sagala (40) ini. Sementara 19 orang dilaporkan selamat, dan 3 orang berjenis kelamin perempuan ditemukan meninggal dunia.

Empat korban sempat  dibantu kapal ferry KMP Sumut yang sedang melintas menuju Tigaras, namun satu di antaranya meninggal dunia. Sementara 16 diselamatkan kapal motor yang datang membantu dan dibawa ke Pelabuhan Simanindo.

Hari ketiga pascatenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Kedua jenazah itu berjenis kelamin perempuan. Salah satunya berciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jacket jeans, celana jeans warna biru, umur lebih kurang 23 tahun.

Tim SAR selanjutnya membawa jenazah ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Jenazah dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Umum Rondahaim, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.

Mayat pertama atas nama Fahriyanti, warga Binjai, sesuai kartu identitas yang melekat di jenazah. Fahriyanti masuk daftar orang hilang posko Dinas Kominfo Samosir. Sedangkan satu jenazah lagi belum teridentifikasi.

Kadis Kominfo Samosir, Tombor Simbolon saat dikonfirmasi membenarkan temuan dua mayat tersebut, satu atas nama Fahrianti, warga Binjai.

Posko DVI yang sebelumnya berada di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir kini sudah dipindah ke Pelabuhan Tigaras.

Sampai pukul 10.50 WIB (20/8/18), korban tewas yang sudah dievakuasi sebanyak 3 orang. Yang pertama atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Sinar Bangun diperkirakan meninggalkan Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun sekira pukul 17.00 WIB.

“Ada lebih 100 lebih orang di dalam kapal kami itu. Saya sendiri bersama 12 orang teman saya”, jelas salah seorang korban yang selamat, Rahman Syahputra (22) saat hendak dibawa dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Toba Samosir menuju Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun.

Untuk melakukan pencarian, ratusan personel gabungan dari Basarnas, Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun, Polres Toba Samosir, Brimob, TNI-AD, TNI-AL, dan Dinas Perhubungan, diturunkan sejak Senin (19/6) pagi hingga hari ketiga, Rabu (20/6).  (adi/esa)

 

19 Nama Penumpang yang Selamat

  1. Hernando Lingga, warga Tanjung Morawa
  2. Sri Santika, warga Kuala Tanjung
  3. Rahman Saputra, warga Indrapura
  4. Riko Sijabat, warga Kotapinang
  5. Tiambuns Situmorang, warga Kota Aekkanopan
  6. Hermanto Turnip, warga Tigaras
  7. Suhendra, warga Kota Pematang Siantar
  8. Sandri Sianturi, warga Lubuk Pakam
  9. Dedi Setiawan, warga Lubuk Pakam
  10. Hafni, warga Pematang Siantar
  11. Toni, warga Kotapinang
  12. Roni, warga Simpang Rajani Huta
  13. Rudi Wibowo, warga Kota Binjai.
  14. Muhammad Fitri, warga Indrapura
  15. Heri Nainggolan, warga Panei Tongah
  16. Jamuda Sinaga, warga Parbungabunga,
  17. Juita Morga, warga Serbelawan
  18. Josua Sinaga, warga Simpang Rajani Huta
  19. Juwita Saragih Sumbayak, warga Dolok Batu Nanggar, Simalungun

 

189 Penumpang yang Dilaporkan Hilang

  1. Luky Pratama (17), warga Pematangsiantar.
  2. Manan Sitanggang (25), warga Karang Sari, Pematangsiantar
  3. Lusi Nurbayati Sitanggang (20), warga Pematangsiantar
  4. Joel Manurung (26), warga Bah Birong, Simalungun
  5. Tamara Oktavia Napitupulu (15), wargaPekan Baru
  6. Indah Juwita Saragih (24), warga Sidamanik, Simalungun
  7. Edi Subastian (21), warga Indrapura, Batu Bara
  8. Veri Despian Panggabean (28), warga Pematangsiantar
  9. Mei Apriana Saragih (28), warga Pematangsiantar
  10. Irwan Syahputra (22), warga Tebing Tinggi
  11. Eka Handayani (19), warga Batubara
  12. Ilham Lubis (25), warga Indrapura, Batu Bara
  13. Tams Melani (22), warga Tanjung Kasau, Batu Bara
  14. Ranto Fajar Siregar (27) warga Simantin, Simalungun
  15. Afri Franyoto (24), warga Tiga Balata, Simalungun
  16. Endang Pangestu (21), warga Tiga Balata, Simalungun
  17. Tri Wulandari (27), warga Kuala Simpang
  18. Diki Wibowo (24), warga Simarimbun, Simalungun
  19. Diki Prayogi (26), warga Sidamanik, Simalungun
  20. Eka Siti Apriyanti (26), warga Sidamanik, Simalungun
  21. Heru Purnomo (25), warga Sidamanik, Simalungun
  22. Bayu Syahputra (22), warga Medan
  23. Kinoy Ajeng Sandi (26), warga Sidamanik, Simalungun
  24. Krisman Reynol Simarmata (27), warga Sinaksak.
  25. Juliana Suraida (26), warga Depok, Jakarta
  26. Jonathan Fernando Tampubolon (27), warga Tanjung Morawa
  27. Juniko (23), warga Sidamanik, Simalungun
  28. Yenni (23), warga Sidamanik, Simalungun
  29. Rikki (28), warga Sidamanik, Simalungun
  30. Doni Septian (28), warga Binjai
  31. Arin (29), warga Binjai
  32. Salama Febriani (14), warga Sidamanik, Simalungun
  33. Maya (14), warga Sidamanik, Simalungun
  34. Wagino (18), warga Sidamanik, Simalungun
  35. Dengot Nainggolan (38), warga Sidamanik, Simalungun
  36. Akmal Rino Kancah Nainggolan (10), warga Sidamanik, Simalungun
  37. Wira Pradana (20), warga Indrapura, Batu Bara
  38. Restu Apriangga (24), warga Indrapura, Batu Bara
  39. Fadli Syahputra (22), warga Indrapura, Batu Bara
  40. Yanda Aria (24), warga Indrapura, Batu Bara
  41. Ali Imron (21), warga Indrapura, Batu Bara
  42. Bagas Prama Ananda (20), warga Indrapura, Batu Bara
  43. M Nursaid Sinaga (24), warga Medan
  44. Toyan Bakara (34), warga Sidamanik, Simalungun
  45. Arifin Lubis (40), warga Sidamanik, Simalungun
  46. Resmi Sinaga (60), warga Dolok Silau, Simalungun
  47. Dinda Puji Lestari (21), warga Pematang Bandar, Simalungun
  48. Dimas Afandi (17), warga Pematang Bandar, Simalungun
  49. Mutiara Oktaviani (17), warga Pematang Bandar, Simalungun
  50. Longser Nainggolan (50), warga Tiga Runggu, Simalungun
  51. Ramansyah (27), warga Karangsari, Simalungun
  52. Gusti Muliani (23), warga Karangsari, Simalungun
  53. Rasyah Arjuna (4), warga Karangsari, Simalungun
  54. Yudi Samsudin (30), warga Kampar, Riau
  55. Sri Wahyuni (23), warga Kampar, Riau
  56. Adli Pratama (2,5), warga Kampar, Riau
  57. Noval Aziz Rambe (19), warga Indrapura, Batu Bara
  58. Rida Shahfitri (19), warga Batu Bara
  59. Heriawan (23), warga Batu Bara
  60. Jaudur Simarmata (41), warga Simanindo, Toba Samosir
  61. Ami Sitindaon (32), warga Simanindo, Toba Samosir
  62. Tiar Silaban (33), warga Simanindo, Toba Samosir
  63. Gresia Simarmata (11), warga Simanindo, Toba Samosir
  64. Siti Arbiah (23), warga Pematangsiantar
  65. Alfaro Siahaan (23), warga Pematangsiantar
  66. Nova Sulastri Sijabat (25), warga Haranggaol, Simalungun
  67. Indah Junita Saragih (21), warga Sidamanik, Simalungun
  68. May Sri Novi (30), warga Medan
  69. Roy Sirait (23), warga Penai Tongah, Simalungun
  70. Dedi Suhaini (19), warga Indrapura, Simalungun
  71. Erwansyah (20), warga Perdagangan, Simalungun
  72. Wawan (30), warga Negeri Bayu, Simalungun
  73. Sahala Pardamean (30), warga Sibuntuon, Simalungun
  74. Jonner Silalahi (55), warga Nagori Bayu, Simalungun
  75. Ismail Purba Siboro (20), warga Raja Nihuta, Simalungun
  76. M Irfan, warga Batu Bara
  77. Bongbong Simarmata, warga Nagori Bayu Dopar, Simalungun
  78. Poltak Sitio (40), warga Medan
  79. Marsinta Pakpahan (42), warga Medan
  80. Berman Sitio (42), warga Medan
  81. Rotuahmin Sitio (50), warga Tebing Tinggi
  82. Lamtama Be Napitupulu (15), warga Pekan Baru
  83. Arif Candra (23), warga Martubung, Medan
  84. Desi Dwi Wahyuni (22), warga Martubung, Medan
  85. Nisa Hastari (19), warga Labuhanbatu Selatan
  86. Ayu Safitri (20), warga Labuhanbatu Selatan
  87. Iwan Sugiarto, warga Tapian Dolok, Simalungun
  88. Farida Saragih Sumbayak (32), warga Tapian Dolok, Simalungun
  89. Wafa Izzi (7), warga Tapian Dolok, Simalungun
  90. Bambang Wardana (32), warga Dolok Merangir, Tapian Dolok, Simalungun
  91. Azka (6), warga Tapian Dolok, Simalungun
  92. Aimi (2), warga Tapian Dolok, Simalungun
  93. Yoka Hendrik Sumbayak (40), warga Sidamanik, Simalungun
  94. Manja Naibaho (33), warga Sidamanik, Simalungun
  95. Alvaro (5), warga Sidamanik, Simalungun
  96. Keila (2,5), warga Sidamanik, Simalungun
  97. Sahputra (40), warga Medan
  98. Awaleni Sumbayak (35), warga Medan
  99. Fikri (9), warga Medan
  100. Musnah (8), warga Medan
  101. Bahmid (30), warga Medan
  102. Mina Insani (22), warga Medan
  103. Naya (1), warga Medan
  104. Sri Hendriani (23), warga Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan
  105. Yeni Limbong (32), warga Medan
  106. Beben (26), warga Labuhanbatu Selatan
  107. Khairiah Handayani (21), warga Medan
  108. Sarsubhan Nasution (32), warga Karang Rejo, Simalungun
  109. Atuk Duma Sampai (19), warga Sibunga bunga, Simalungun
  110. Selmalina Sinaga (16), warga Sibunga bunga, Simalungun
  111. Berliana Sipayung (60), warga Simpang Bage, Simalungun
  112. Dimerais Purba Tambak (40), warga Simpang Bage, Simalungun
  113. Halomoan Siagian (53), warga Sihemun, Sibuntuan, Dolok Pardamean, Simalungun
  114. Wasinton Silalahi (46), warga Sihemun, Sibuntuan, Dolok Pardamean, Simalungun
  115. Rudiman Siboro (55), warga Panei Tongah, Simalungun
  116. Marsinta Sijabat (55), warga Panei Tongah, Simalungun
  117. Elisabet Hutahuruk (12), warga Panei Tongah, Simalungun
  118. Ivan Rahmat Saputra (20), warga Sei Suka, Batu Bara
  119. Ayu Lestari (19), warga Dolok Merawan, Serdang Bedagai
  120. Romi Siadari (17), warga Salbe, Dolok Pardamean, Simalungun
  121. Dede Wike Ikani (23), warga Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara
  122. Nurwanto (28), warga Riau
  123. Herman Suryanto (24), warga Aek Nabara, Labuhanbatu
  124. Dorman Nainggolan, warga Silaumalaha, Simalungun
  125. Ledikson Nainggolan (52), warga Silau Malaha, Simalungun
  126. Hotman Nainggolan (55), warga Silau Malaha, Simalungun
  127. Lili Lubis (50), warga Silau Malaha, Simalungun
  128. Hasiholan Sidabutar (61), warga Jalan Asahan Km VI, Kecamatan Siantar, Simalungun
  129. Riani Nainggolan (52), warga Silau Malaha, Simalungun
  130. Basaria Nainggolan (17), warga Silau Malaha, Simalungun
  131. Jon Feldi Nainggolan (9), warga Silau Malaha, Simalungun
  132. Bungaran Nainggolan (20), warga Silau Malaha, Simalungun
  133. Nikolas Nainggolan (17), warga Silau Malaha, Simalungun
  134. Astrit Nainggolan (18), warga Silau Malaha, Simalungun
  135. Melintun Togatorop (22), warga Siilau Malaha, Simalungun
  136. Muhamad Riadi Saputra (23), warga Indra Pura, Batu Bara
  137. Fitri Wulandari (22), warga Indra Pura, Batu Bara
  138. Hotman Manik (41), warga Pematang Sidamanik, Simalungun
  139. Alisa Pertiwi (23), warga Perlanaan, Simalungun
  140. Mohamad Aftianfi Itu (23), warga Batu Bara
  141. Anggi Rohim (21), warga Marelan, Medan
  142. Tri Andri Putra Pandiangan (24), warga Marelan, Medan
  143. Richad Sianturi (28), warga Huta III Tanah Jawa, Simalungun
  144. Sahat Veri Tua Sembiring (30), warga Medan
  145. Eko Hardianto (24), warga Batu Bara
  146. Mutiara Tri Murni (24), warga Tembung, Medan
  147. Suryantika (17), warga Bandar Tinggi, Buat Bara
  148. Ardi Wardana (19), warga Nagori Lambau, Simalungun
  149. Rusmadi R (50), warga Tebing Tinggi
  150. Jorneli Andreas Purba (23), warga Haranggaol, Simalungun
  151. Nova Zoya, warga Medan
  152. Iksan Zulkarnaen Siagian, warga Medan
  153. Rudi Wibowo, warga Binjai
  154. Novia Barus, warga Medan
  155. Tandi, warga Deli Tua, Medan
  156. Obet Pangihutan Hutauruk, warga Laras, Simalungun
  157. Jaya Sidauruk (23), warga Simanindo, Toba Samosir ( kernet kapal )
  158. Pardamena Purba, warga Sibuntuon, Simalungun
  159. Ader Nainggolan, warga Simpang Haranggaol, Simalungun
  160. Selma Sinaga, warga Salbe, Simalungun
  161. Atur Sinaga, warga Simantin Tiga, Simalungun
  162. Niko, warga Sidamanik, Simalungun
  163. Doni, warga Pematang Sidamanik, Simalungun
  164. Febri, warga Pematang Sidamanik, Simalungun
  165. Lucki pratama, warga Pematangsiantar
  166. Mei Siadari, warga Pematangsiantar
  167. Geri Panggabean, warga Pematangsiantar
  168. Halomoan siagian, warga Dolok Pardamean, Simalungun
  169. Sahala Marbun, warga Desa Cinta Dame
  170. Mardingot Naingholan, warga Sidamanik, Simalungun
  171. M. Imron, warga Batu Bara
  172. Ade Fauzia, warga Medan
  173. Ramli Simbolon, warga Tebing Tinggi
  174. Peter Simbolon, warga Tebing Tinggi
  175. Yusuf, warga Pematangsiantar
  176. Fitri, warga Pematangsiantar
  177. Mohamad aldiansa (24), warg Pematangsiantar
  178. Yoga Alfiano, warga Pematangsiantar.
  179. Tuminem (20), warga Perlanaan, Simalungun
  180. Burhanudin (48), warga Binjai
  181. Fahri Yanti (47), warga Binjai
  182. Dede Handrian (21), warga Binjai
  183. Neneng Nurainun (19), warga Binjai
  184. Maya Oktavianti (18), warga Binjai
  185. Dika Ferdyan (8), warga Binjai
  186. Zahariani Pohan (20), warga Belawan
  187. May Audina Saragih (27), warga Pematangsiantar
  188. Very Panggabean (27), warga Pematangsiantar
  189. Bayu Satriawan (25), warga Pasar IX, Deli Serdang.

Tiga Penumpang yang Ditemukan Meninggal Dunia

  1. Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.
  2. Fahriyanti (44), warga Binjai.
  3. NN, perempuan (belum diketahui identitasnya)

25 Penyelam dan Robot Diterjunkan

Tim SAR melakukan pencarian korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Simanindo-Tigaras, Selasa (19/6).
Tim SAR melakukan pencarian korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Simanindo-Tigaras, Selasa (19/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 25 penyelam yang terdiri dari Basarnas Pusat, Basarnas Medan, Basarnas Parapat, dan TNI-AL, dihari ke-3, Rabu (20/6) sekira pukul 13.00 WIB, diturunkan untuk mencari korban kapal KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6) sekira pukul 17.30 WIB, di perairan Danau Toba.

Kepala Basarnas Medan, Budiawan SSos MSi, saat menggelar press release di Posko Bencana Pelabuhan Tigaras, mengatakan hingga pukul 12.00 WIB, pihaknya sudah mengevakuasi 2 korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan sudah dikirim ke Posko Identifikasi korban, di RSUD Rondahaim Pematangraya. Satu di antaranya sudah berhasil diindetifikasi yakni Fahri Yanti, warga Binjai. Sementara satu orang lainnya belum terindentifikasi.

Untuk sementara hingga Rabu siang, tiga korban meninggal sudah ditemukan. Keseluruhannya berjenis kelamin perempuan. Yang pertama ditemukan Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu juga, sejumlah peralatan pendukung pencarian juga sudah didatangkan ke lokasi Posko Bencana untuk melakukan upaya pencarian, diantaranya ROV (Robot Observasional Vihacle) untuk mendeteksi logam, dalam hal ini untuk mencari keberadaan kapal, dan peralatan lainnya dalam mendukung penyelaman.

Terkait mekanisme penyelaman, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk tidak melakukan aktifitas kapal selama masa penyelaman yang rencananya akan dimulai pukul 13.30 WIB. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya juga menurunkan personel dengan perahu karet guna memastikan areal Danau Toba, benar-benar bersih dari aktifitas kapal selama Tim penyelam melakukan penyelaman didalam danau.

Lebih lanjut, pihak Basarnas memohonkan kepada pihak keluarga untuk menunggu di RSUD Rondahaim Pematangraya. Cukup perwakilannya saja, karena mobilisasi dan aktifitas para personel gabungan sangat sibuk dan padat, hingga dibutuhkan area yang lapang dan bersih dari kerumunan massa di posko pencarian.(adi/esa)

Dua Jenazah Ditemukan, Satu Warga Binjai

Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.
Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Hari ketiga pascatenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tim SAR menemukan dua jenazah, diduga penumpang kapal tenggelam, Rabu (20/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Kedua jenazah itu berjenis kelamin perempuan. Salah satunya berciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jacket jeans, celana jeans warna biru, umur lebih kurang 23 tahun.

Tim SAR selanjutnya membawa jenazah ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Jenazah dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Umum Rondahaim, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.

Mayat pertama atas nama Fahrianti, warga Binjai, sesuai kartu identitas yang melekat di jenazah. Fahrianti masuk daftar orang hilang posko Dinas Kominfo Samosir. Sedangkan satu jenazah lagi belum teridentifikasi.

Kadis Kominfo Samosir, Tombor Simbolon saat dikonfirmasi membenarkan temuan dua mayat tersebut, satu atas nama Fahrianti, warga Binjai.

Posko DVI yang sebelumnya berada di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir kini sudah dipindah ke Pelabuhan Tigaras.

Sampai pukul 10.50 WIB (20/8/18), korban tewas yang sudah dievakuasi sebanyak 3 orang. Yang pertama atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Kapal kayu berpenumpang berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun) terbalik dan tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.15 Wib. Tidak diketahui pasti jumlah penumpang, namun data yang tercatat ada 185 orang. Sebanyak 21 orang sudah berhasil dievakuasi, 18 dalam kondisi hidup, 3 meninggal dunia. Sekitar 165 penumlang lagi masih hilang. (mb/sc/mea)

Presiden Jokowi Minta Pemilik Kapal di Danau Toba Patuhi Peraturan

Presiden Joko Widodo menyampaikan turut berdukacita atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.
Presiden Joko Widodo menyampaikan turut berdukacita atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam, atas musibah yang menimpa Kapal Motor Sinar Bangun dan ratusan penumpangnya saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu.

Presiden juga memerintahkan para pemilik kapal agar mematuhi peraturan yang ada dan mengutamakan keselamatan penumpang.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi, dari Istana Negara, Rabu (20/6) malam.

“Di tengah kegembiraan kita seusai merayakan Hari Raya Idulfitri, berita duka datang dari Sumatra Utara. Kapal Motor Sinar Bangun mengalami musibah saat berlayar di perairan Danau Toba, Senin sore lalu.

Untuk itu, saya hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Saya telah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kepala Badan SAR Nasional) mengenai musibah kapal motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba.

2. Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.

3. Terhadap korban yang hilang saya minta Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB untuk secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban.

KM Sinar Bangun yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Simanindo ke Tigaras, Senin (18/6).

4. Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semua untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk.

5. Saya juga minta kepada Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang.

6. Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan.

7. Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi dan saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan.” (mea)

Pencarian Korban Dilakukan 7 Hari Berturut-turut

Foto: Famo/Sumut Pos Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiady memberi keterangan pers di Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
Foto: Famo/Sumut Pos
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiady memberi keterangan pers di Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).

TIGARAS, SUMUTPOS.CO – Pasca kecelakaan Kapal KM Sinar Bangun, Senin (18/6) rute Simanindo-Tigaras Kabupaten Simalungun, jumlah pasti penumpang tidak bisa diketahui.

“Manifest penumpang kapal Sinar Bangun hingga kini belum ditemukan,” kata Dirjen Perhubungan Darat, Budy Setiady, didampingi Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syaugi dan Dirut Jasa Raharja, Budi Rahardjo, Ketua KNKT Suryanto Thahjono, Wadan Lantamal Kolonel Aris Mudian, Pihak  PMI, BMKG Medan, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).

Dikatakan Budi, pencarian dan pertolongan oleh Basarnas akan dilakukan selama 7 hari berturut-turut.  “Dan bila diperlukan, dapat ditambah 3 hari lagi,” tuturnya.

Tentang tidak jelasnya manifest penumpang, Budi menyatakan pengawasan dan operasional di dermaga, seperti kapal kayu sudah didelegasikan kepada pemerintah Kabupaten/Kota serta tingkat provinsi. “Tentunya aturan keselamatan harus dipenuhi,” Ategasnya.

Terkait kejadian ini pihaknya menegaskan akan melakukan pembinaan khusus kepada instansi terkait pada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi, agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang lagi. (famo)

Riko: Kami Selamat Karena Pegang Helm

Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).
Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).

SIMANINDO, SUMUTPOS.CO – Korban selamat dari kecelakaan maut KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Riko Saputra mengatakan, para korban selamat rata-rata karena memegang helm untuk mengapung

Riko –yang mengaku akan pulang ke Kota Pinang bersama delapan rekannya yang lain–, berwisata ke Danau Toba naik sepeda motor. Pulangnya pun naik sepeda motor.

Saat kapal yang kelebihan muatan oleng ke sisi kanan yang kebanyakan sepeda motor, dan kemudian terbalik, sebagian besar penumpang ikut terkurung dalam kapal.

Riko sendiri berhasil keluar dari dalam kapal melalui jendela kapal berukuran kecil. Dengan kemampuan berenang, dirinya bisa lolos dari maut dan berhasil keluar ke permukaan bersama sejumlah orang lainnya yang selamat.

“Sebagian besar yang selamat itu pegang helm. Karena saya juga pegang helm, jadi posisi masih bisa mengapung. Itupun kalau penyelamat tidak segera datang, kami tidak tahu lagi sampai berapa lama bisa bertahan. Karena kondisinya ombak besar,” sebut Riko saat dirawat di Puskesmas Simarmata, Selasa (19/6) siang.

KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo-Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal terbalik dan tenggelam, kapal yang diduga membawa lebih dari 100 penumpang dan puluhan sepeda motor itu sempat oleng. L

Data terakhir, jumlah korban yang selamat dievakuasi hanya 18 orang. Sedangkan yang meninggal dunia satu orang. Yang hilang mencapai 166 orang. (bal/mea)

OMG…. Jumlah Penumpang Hilang Capai 166 Orang

Foto: Fb Dhev Bakkara Tim SAR yang mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba melibatkan 350 personil, menggunakan speedboat dan kapal-kapal penumpang, Selasa (19/6).
Foto: Fb Dhev Bakkara
Tim SAR yang mencari korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba melibatkan 350 personil, menggunakan speedboat dan kapal-kapal penumpang, Selasa (19/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pascatenggelamnya kapal penumpang KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir menuju ke pelabuhan Tigaras-Simalungun, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 wib, jumlah pasti penumpang yang diangkut masih simpang siur.

Hingga Selasa malam, jumlah korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut tetap 18 orang, korban ditemukan meninggal dunia satu orang atas nama Tri Suci Hadayani, perempuan berumur 24 tahan, warga Aceh Tamiang. Sedangkan korban yang dinyatakan hilang/belum ditemukan hingga saat ini sudah berjumlah 166 orang (sesuai data diperoleh Sumut Pos dari Kodam I BB).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan, sebanyak 350 personil secara terpadu berada di lokasi kejadian untuk menemukan korban hilang dari kapal karam tersebut. Bahkan sejak kemarin malam, BPBB Sumut telah mengerahkan logpal dan Satgas Water Rescue ke Posko Tigaras. Dan melakukan pendampingan pendirian pos komando, poskes, dapur umum dan unit informasi serta pos pengaduan masyarakat akan kehilangan keluarganya.

“Upaya pencarian terus dilakukan sejak kemarin sore sampai malam dan dilanjutkan hari ini pukul 06.00 oleh TNI AL , Basarnas, Polda Air, BPBD dan masyarakat dengan dilakukan penyisiran mulai titik tenggelam hingga radius perubahan arahan angin yang berubah,” katanya.

Namun selama seharian melakukan pencarian korban hilang, sejak pagi hingga malam Selasa (19/6), sebanyak 350 anggota Tim SAR belum menemukan satupun korban yang hilang. Tim menaiki sejumlah speedboat, perahu karet, lima kapal penumpang dan dua kapal feri. Akibat ikut membantu pencarian korban, kapal-kapal penyeberangan dari Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut, untuk sementara berhenti mengangkut penumpang. Ratusan penumpang yang ingin menyeberang hanya bisa menunggu.

Pada Selasa sore, tim akhirnya berhasil menemukan posisi bangkai kapal kayu KM Sinar Bangun yang tenggelam, dengan menggunakan batu duga menggunakan tali plastik yang diulur.

“Bangkai kapal ditemukan di perairan Danau Toba dengan kedalaman ‘dua gulungan tali plastik’,” kata petugas SAR, yang dikonfirmasi Sumut Pos di Pelabuhan Simanindo, Selasa (19/6) sore.

Saat berita ini diturunkan, petugas masih mengumpulkan alat untuk mengangkut kapal dari dasar danau. (Mea/mag-01/bal)

Jasa Raharja Santuni Korban Meninggal Rp50 Juta, Dirawat Rp20 Juta

Petugas Jasa Raharja Sumut standby di lokasi Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).
Petugas Jasa Raharja Sumut standby di lokasi Posko Pengaduan Korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).

TIGARAS, SUMUTPOS.CO – Jasa Raharja menjamin korban meninggal dunia dan dirawat dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Senin (18/6), akan mendapat santunan.

Selasa (19/6), petugas Jasa Raharja secara proaktif mendatangi posko pengaduan korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, dan mengatakan akan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan bagi korban luka-luka.

“Sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan, seluruh korban terjamin oleh UU No 33 tahun 1964. Korban meninggal dunia akan diberikan santunan sejumlah Rp50 juta, akan diserahkan kepada ahli waris korban yang sah. Sementara untuk korban luka-luka langsung diterbitkan jaminan biaya perawatan ke rumah sakit di mana korban dirawat, dan diberi biaya maksimal 20 juta,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Sumatera Utara, Ifryantono melalui Kasubag Administrasi Pelayanan, Pahala Hendra Hutabarat, di Pelabuhan Tigaras, Selasa (19/6).

KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo-Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal terbalik dan tenggelam, kapal yang diduga membawa kurang lebih 100-an penumpang dan puluhan sepeda motor itu sempat oleng. “Saksi menyebutkan bahwa sebelum tenggelam, kapal sudah mulai dipenuhi oleh air pada bagian bawah kapal,” tambah pejabat berwenang.

Hingga kini pihak Basarnas dan Kepolisian masih mencari korban yang tenggelam di Danau Toba. Jumlah korban yang selamat dievakuasi sudah 19 orang. Sedangkan yang meninggal dunia satu orang. Yang hilang mencapai 95 orang.

Hingga kemarin, puluhan pihak keluarga korban memadati pelabuhan Tigaras, menunggu adanya temuan korban yang baru. (famo/mea)

Inilah Daftar Nama 94 Penumpang Hilang

Foto: Famo/Sumut Pos Warga mengecek daftar nama korban KM Sinar Bangun, di Posko Pengaduan di Pelabuhan Tigaras Simalungun, Selasa (19/6).
Foto: Famo/Sumut Pos
Warga mengecek daftar nama korban KM Sinar Bangun, di Posko Pengaduan di Pelabuhan Tigaras Simalungun, Selasa (19/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pascatenggelamnya kapal penumpang kayu KM. Sinar Bangun di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir menuju ke pelabuhan Tiga Ras, Senin (18/6) sekira pukul 17.15 wib, jumlah penumpang yang diangkut masih simpang siur.

Hingga tadi sore, jumlah korban yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut sebanyak 18 orang, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia atas nama Tri Suci Hadayani, perempuan berumur 24 tahun, warga Aceh Tamiang (ditangani Puskesmas Tigaras).

Sedangkan data terbaru korban kapal yang dinyatakan hilang/belum ditemukan hingga saat ini berjumlah sekitar 94 orang (sesuai data sementara pada papan aduan keluarga penumpang yang tertera pada Posko).

Adapun sementara nama-nama korban hilang yakni:

1. Resmi Sinaga, PR, alamat Perasmian Kec. Dolok Silau Kab. Simalungun
2. Khayrani Handayani, PR, Medan Jl. SM raja Gg. Mandailing
3. Inksan Zulkarnaen, L, Delitua
4. Bayu, L, Delitua Pasar 9
5. Nony Zoya, PR, Titikuning Medan
6. Ferry Sembiring, L, Brastagi
7. Novia Barus, P, Marindal Medan
8. Pandi, L, Delitua Gang Satria
9. Jandur Simarmata, L, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
10. Tiar Silaban, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
11. Ami Elisabet Sitindaon, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
12. Gresia Simarmata, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
13. Berliana Sipayung, PR, simpang Bage Saribu Dolok
14. Demensis Purba Tambak, L, simpang Bage Saribu Dolok
15. Hotman Manik, L, Sidamanik Parmahanan
16. Hotman Nainggolan, L, Sionggang Parmahanan
17. Dorman Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
18. Ledak Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
19. Basaria Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
20. Bungaran Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
21. Jaya Sidauruk, L, Desa Simanindo
22. Riani Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
23. Jonveldi Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
24. Nicholas Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
25. Astrid Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
26. Lilis Lubis, Pr, Sionggnang P. Siantar
27. Melinton Nainggolan, L, Sionggnang P. Siantar
28. Hasiolan Sidabutar, L, Sionggnang P. Siantar
29. Jornelin Andreas Purba, L, Purba Saribu Haranggaol
30. Nova Sulastri Sijabat, Pr, alamat Naga Pane Tigarunggu
31. Pardamean Purba, L
32. Gonggong Simarmata, L
33. Jonner Silalahi, L
34. Ader Nainggolan, L, Simpang Haranggaol kab. Simalungun
35. Loncer Nainggolan, L, Simpang Haranggaol kab. Simalungun
36. Selma Sinaga, P, Salbe Tigaras kab. Simalungun
37. Atur Sinaga, Pr, Salbe Tigaras kab. Simalungun
38. Ranto fajar Siregar, L, Simantintolu Kab. Simalungun
39. Yeni, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
40. Niko, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
41. Doni, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
42. Febri, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
43. Maya, Pr, Manik Uluan Kab. Simalungun
44. No, L, Manik Uluan Kab. Simalungun
45. Riski, L, Manik Uluan
46. Obet Hutahuruk, L, kec. Harian
47. Trisman Renol Simarmata, L, jln. Puan Gunung Purba Depok
48. Juliana Suraida, Pr, jln. Puan Gunung Purba Depok
49. Manan Sitanggang, L, P. Siantar
50. Lusi Nurbayati Sitanggang, P, alamat Siantar
51. Lucky Pratama, L, alamat Siantar
52. Mei a. Siadari, Pr, Siantar
53. Fery Panggabean, L, Siantar
54. Halomoan Siagian, L, kec. Pardamean Kab. Simalungun
55. Wasinton Silalahi, L, Kec. Pardamean kab. Samosir
56. Toyan Bakkara, L, Bah Butong Hutabayu Kab. Sima
57. Arifin Lubis (partuak), L, Ambarisan Sidamanik Simalungun
58. Sahala Marbun, L, Desa Cinta Dame (Sinuan)
59. Mardingot Nainggolan L, Sidamanik
60. Joel Manurung, L, Sidamanik (Bah Birong)
61. Sinta Pakpahan, Pr, Medan
62. Berman Sitio, L, Medan
63. Poltak Sitio, L, Medan
64. Tuammin Sitio, Pr, Medan
65. Yudi Syamsudin, L, Karangsari Siantar
66. Sri Wahyuni, Pr, Karangsari Siantar
67. Rahmansyah, L, Karangsari Siantar
68. Gusti, Pr, Karangsari P. Siantar
69. M. Ali Imron Batubara, L, Medan
70. Ade Fauzia, Pr, Medan Panglima Denai
71. Ramli Simbolon, L, Tebingtinggi
72. Peter Simbolon, L, Tebingtinggi
73. Dinda Fuji Lestari, Pr, Pematang Siantar
74. Yusuf, L, Pematang Siantar
75. Dimas, L, Pematang Siantar
76. Fitri, Pr, Pematang Siantar
77. Ayu Safitri, Pr, Kota Pinang
78. Nisa Hastari, Pr, Tanjung Medan
79. Bayu Saputra, L, Marelan
80. Muhamad Nursaid Sinaga, L, Kampung Duren Medan
81. Jonathan Tampubolon, L, Lubukpakam
82. Akmal Nainggolan, L, Sidamanik
83. Siti Arbiah, Pr, P. Siantar
84. Richat Sianturi, L, P. Siantar
85. Alfaruk Siahaan, L, P. Siantar
86. Muhammad Aldiansyah, L, P. Siantar
87. Yugo Alfiano, L, P. Siantar
88. Ifan, L, Kuala Tanjung
89. Wawan, L, negeri Bayu P. Siantar
90. Rusmadi, L, Tebingtinggi
91. Rudy Anto Siboro, L, Simpang Raya P. Siantar
92. Marsinta Sijabat, Pr, Simpang Raya P. Siantar
93. Anak dari ibu Marsinta Sijabat, Pr, umur 7 tahun, Simpang Raya P. Siantar
94. Roy Sirait, L, Panei Tonga Simalungun.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian penumpang kapal yang tenggelam terus dilakukan oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas BPBD Kab. Samosir dan Kab. Simalungun dan dari Pemkab Samosir. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sebanyak 3 unit dan KMP Sumut I.

Namun cuaca dan ombak menjadi kendala dalam pencarian para korban yang hilang. (rel/prn/mea)