Home Blog Page 6291

14 Juni, Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1439 H

Kemenag Sidang Isbat
Kemenag akan kembali menggelar sidang isbat untuk penetapan awal Syawal 1439 H pada Kamis, 14 Juni mendatang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar sidang isbat untuk penetapan awal Syawal 1439 H pada Kamis, 14 Juni mendatang.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat. Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia akan berhari raya Idulfitri, 1 Syawal 1439 H.

“Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan 14 Juni 2018M di Kementerian Agama RI,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Juraidi di Jakarta, Rabu (6/6).

Menurut Juraidi, sidang isbat akan dihadiri para duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

“Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah,” ujarnya.

Juraidi menjelaskan, rangkaian Sidang Itsbat diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi. Data hisab menunjukan ijtimak menjelang Syawal 1439H jatuh pada Kamis, 14 Juni 2018 M sekitar pukul 02:43 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 6° 4’ sampai 7° 34’. “Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada Kamis sore,” jelasnya.

Selepas Magrib, lanjut Juraidi, digelar Sidang Itsbat secara tertutup yang dipimpin oleh menag. Dalam sidang tersebut, Direktur Urais dan Binsyar akan melaporkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 95 titik lokasi di seluruh Indonesia.

“Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal,” tandasnya. (esy/jpnn)

IKA PAKU Stambuk 2004 s/d 2016 Gelar Buka Puasa Bersama

BERSAMA: Ketua Ika Paku, Edy Sembiring SH (tiga dari kanan) diabadikan bersama beberapa pengurus usai acara buka puasa bersama, Sabtu (2/6).
BERSAMA: Ketua Ika Paku, Edy Sembiring SH (tiga dari kanan) diabadikan bersama beberapa pengurus usai acara buka puasa bersama, Sabtu (2/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Alumni Persaudaraan Anak Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Fakultas Hukum, menggelar buka puasa bersama. Acara diikuti alumnus stambuk 2004 sampai dengan 2016.

Ibadah sekaligus silaturahim itu digelar di rumah anggota Ika Paku, Chairunnisa. Tepatnya di Jalan Pembangunan, Komplek Pondok Surya, Lingkungan VI, Blok 1 No 9, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (2/6).

 Ketua Ika Paku, Edy Sembiring SH menyambut baik gagasan buka puasa bersama tersebut. Selain ibadah, menurutnya dapat semakin mempererat silaturahim sesama anggota.

 “Semoga solidaritas persaudaraan ini tetap terjalin selamanya. Untuk itu, jadikan momentum silaturahim sebagai gaya hidup,” ujar Edy dalam kata sambutannya.

 Kepada para anggota Ika Paku, Edy mengimbau agar selalu dapat menahan diri dari segala hal yang tidak baik selama bulan suci ramadan.

 “Supaya ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini berarti di hadapan Allah SWT,” tuturnya.

 Selain itu, Edy juga mengimbau kepada para rekan-rekan Ika Paku, agar tidak mudah terpancing isu-isu tidak benar atau pun Hoax.

 “Waspada rekan-rekan. Jangan sampai terpancing Hoax atau pun isu-isu sara. Karena dapat memecah belah kita sebagai warga negara Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika,” imbau Edy.

 Menutup, Edy berharap silaturahim ini bisa tetap terjalin selama-lamanya. Sebab, teman juga merupakan keluarga.

 “Semoga untuk selamanya. Tetap jaga kesehatan rekan-rekan sekalian selama menjalan ibadah puasa hingga hari kemenangan nanti tiba,” pungkas Edy.(ala)

PSMS Resmi Depak Sadney Urikhob

Sadney Urikhob resmi didepak dari PSMS.
Sadney Urikhob resmi didepak dari PSMS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akhirnya resmi memutuskan untuk mendepak salah satu pemain asing mereka, Sadney Urikhob. Kepastian status pesepakbola asal Namibia ini dibenarkan Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

“Betul, betul (lawan Persib laga terakhirnya). Memang belum dipublikasikan,” ujar Djanur sapaan Djadjang, Rabu (6/62018) siang.

Bahkan Djanur mengakui kalau keputusan tidak lagi memperpanjang kontrak Sadney terjadi dua hari lalu.

“Malah dua hari sebelum ini kita sudah putuskan sama dia. Bahwa itu adalah pertandingan terakhir buat Sadney tadi malam. Dia evaluasi, kita yang memutuskan kontrak,” jelasnya.

Djanur menjelaskan hal krusial yang membuat manajemen mendepak pemain yang sebelumnya berkarir di Liga Thailand itu adalah karena kurang maksimalnya penampilannya selama membela PSMS.

“Berdasarkan penampilan yang kurang memuaskan dan tidak pernah memberikan kontribusi yang bagus buat tim. Sehingga tim pelatih memutuskan untuk mengevaluasi,” tegasnya.

Sejatinya, evaluasi pemain akan dilaksanakan hingga akhir putaran I usai. Namun, Djanur menjelaskan ada pertimbangan yang sudah dipikirkan matang oleh tim pelatih dan klub.

“Karena sekarang kan mau libur satu bulan. Para pemain pulang kampung. Agak berat dia (Sadney) harus kembali hanya untuk empat pertandingan sisa di putaran I, sementara dia tidak menjadi pilihan lagi. Jadi pemikiran itu, kasihan kalau dia bolak-balik sementara dia akhirnya didepak,” bebernya.

Saat ini, kata Djanur tim sudah mencari pemain pengganti Sadney. Hanya saja, belum menemukan yang pasti. “Dari sekarang sudah dicari-cari. Tidak bisa juga saat putaran II mulai kalau enggak salah tanggal 29 Juli, sementara si pemain datang 23 Juli. Tidak bisa. Jadi kita inginnya awal Juli si pemain sudah di sini. Saat ini nama pemainnya belum ada, kita masih cari,” bebernya.

Sekadar mengingatkan, selama membela PSMS, Sadney Urikhob sudah memberikan satu gol kemenangan saat melawan Perseru di Stadion Teladan. Sadney memang kerang dibangkucadangkan, berbeda dengan tiga pemain asing lainnya yang selalu mendapatkan tempat utama. (nin)

Geger! Mayat Gadis Dibungkus Kardus di Atas Motor

Mayat gadis yang ditemukan dibungkus kardus di atas motor itu bernama Rika.
Mayat gadis yang ditemukan dibungkus kardus di atas motor itu bernama Rika Karina.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penemuan sesosok mayat wanita diduga korban pembunuhan bikin geger warga Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sumut, Rabu (6/6/2018) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan di dalam kardus dekat sebuah gereja yang ada di daerah tersebut.

Mayat perempuan dalam kardus yang diperkirakan berusia 20-an tahun dan ditemukan berada di atas sepeda motor Honda Scoopy plat BK 5875 ABM.

Kanit 2 Subdit 3 Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut Kompol Hendra Eko Triyulianto mengatakan, orang pertama yang menemukan mayat wanita muda tersebut adalah seorang penjual martabak.

“Saat itu saksi bersama temannya melintas di sekitar TKP (tempat kejadian perkara). Mereka melihat sepeda motor Honda Scoopy BK 5875 ABM dalam kondisi mesin mati dan lampu tetap menyala tanpa pengendara,” sebut Hendra.

Lantas, sambungnya, kedua saksi mendekat untuk melihat sepeda motor tersebut sambil mencari keberadaan pengendaranya. Namun mereka tidak menemukannya.

“Mereka mencurigai adanya barang bawaan berupa kardus warna kuning. Karena tidak berani membukanya, kedua saksi lalu menghubungi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat( Lingkungan IV Kelurahan Sei Agul),” jelas Hendra.

Mendapat laporan tersebut, Kepling IV bersama sejumlah warganya mendatangi lokasi. Selanjutnya menghubungi pihak Polsek Medan Barat.

Tak berapa lama, anggota Reskrim Polsek Medan Barat turun ke lokasi. Polisi lalu membuka sebagian bungkusan tersebut.

“Setelah sebagian kardus terbuka, polisi melihat adanya bentuk tangan dan kaki dari manusia. Setelah itu, polisi membawa mayat tersebut ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan identifikasi,” pungkas Hendra.

Mayat gadis dalam kardus itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Namanya Rika

Hasil penyelidikan polisi, mayat wanita korban pembunuhan dalam kardus itu bernama Rika Karina (21), warga Tanjung Morawa yang menetap di Medan Marelan.

“Identitas jasad yang ditemukan di kardus bernama Rika Karina,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara, AKBP Tatan Dirsan Atmaja saat dihubungi, Rabu (6/6/2018).

Identitas korban diketahui setelah polisi mengecek sepeda motor yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Motor tersebut setelah dicek di Samsat ternyata milik keluarga korban. Beberapa hari ini, motor tersebut dibawa oleh korban,” imbuhnya.

Setelah mengetahui identitas korban, polisi mulai meminta keterangan dari orang-orang terdekat korban. “Saat ini kita masih memintai keterangan saksi dari keluarga,” jelas Tatan.

Dari hasil autopsi, ditemukan 7 luka tusuk di tubuh korban. “Kami masih menyelidiki motif pembunuhan sadis ini,” tegas Tatan.

Kardus berisi mayat wanita yang diletakkan di atas motor mulanya dilihat saksi pada sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (6/6) dini hari di Jalan Karya Rakyat, Medan Barat. Saksi melihat motor bernomor polisi BK 5875 ABM dalam kondisi mesin mati namun lampu menyala dan tanpa pengendara. (fir/jpnn/fdn)

Madina Membara! 19 Rumah Serta Belasan Kios Terbakar

Belasan kios dan 19 rumah terbakar di Pasar Sinunukan di Desa Widodaren, Kec. Sinunukan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (5/6/2018) dinihari.
Belasan kios dan 19 rumah terbakar di Pasar Sinunukan di Desa Widodaren, Kec. Sinunukan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (5/6/2018) dinihari.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Pasar Sinunukan di Desa Widodaren, Kec. Sinunukan, Mandailing Natal (Madina), membara pada Selasa (5/6/2018) dinihari. Belasan kios dan 19 rumah terbakar. Tidak ada korban jiwa.

Belum diketahui peyebab kebakaran sekira pukul 00.30 wib itu. Dugaan sementara karena korsleting listrik di salah satu rumah yang terbakar. Lalu merembet. Api baru berhasil dipadamkan setelah tiga jam lebih atau sekitar pukul 03.45 wib.

Informasi diperoleh, pemilik 19 unit rumah terbakar tersebut; Sein Siregar, M Tahir, Yusda, Adek, Lannida Tambunan, Rinto, Nasib, Umak Tambat, Rahit, Daulat Pasaribu, Ucok Ibrahim, H Batam, Kak Butet, Marlis, H Ibrahim, Ngadiman, Hariono, dan rumah milik Heri.

Menurut Abdul Aziz (20), warga setempat yang melihat kejadian mengatakan, api awalnya bersumber dari salah satu kios yang berjualan jenis pecah belah.

“Saya tahu kejadiannya karena mendengar orang berteriak minta tolong dan menyebut kebakaran, seketika itu asap dan api mulai menyambar, lalu saya bantu dengan mengambil air dari rumah menggunakan ember. Saya juga membangunkan warga yang dekat dengan kejadian,” ungkap Aziz.

Ia juga bercerita, selain berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, sebagian warga bekerja melempari dan menggedor rumah warga yang pemiliknya masih tidur pulas.

“Api begitu cepat menyambar. Warga masih banyak yang tidur. Di situlah kami bantu membangunkan warga, kami gedor, kami lempari rumahnya biar cepat bangun. Alhamdulillah tidak ada warga yang tersambar api, tetapi semua peralatan rumah tangga tak bisa diselamatkan,” sebutnya.

Selama proses pemadaman itu, Aziz mengungkapkan bahwa armada pemadam kebakaran milik Pemda Mandailing Natal datang terlambat. Semua rumah nyaris ludes terbakar, armada baru tiba. “Bahkan ada lagi armada yang tidak membawa air, masih sempat mencari air untuk isi tangki mereka,” keluhnya.

Warga Sinunukan sangat berharap ke depan Pemkab Madina menambahkan jumlah armada pemadam kebakaran di wilayah Pantai Barat, apalagi jarak tempuh satu kecamatan ke kecamatan yang lain di sana sangat jauh.

Di samping berhasil menyelamatkan diri, korban pemilik rumah yang terbakar juga sebagian masih sempat menyelamatkan sejumlah pakaian dan benda berharga dari dalam rumah.

Saat ini, semua warga dari berbagai desa sudah mulai menurunkan bantuan terutama bantuan tenaga menolong korban kebakaran. Warga juga mulai turun jalan menggalang bantuan.

Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji SIK yang dihubungi Metro Tabagsel (grup SUMUTPOS.CO) membenarkan kejadian kebakaran 19 unit rumah warga serta belasan unit kios di Pasar Sinunukan. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

“Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, sementara korban materil anggota sedang melakukan pendataan di lapangan, jumlahnya sudah pasti besar,” sebut Irsan.

Perwira menengah Polri itu mengaku turut prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat desa Widodaren itu, ia juga berpesan kepada masyarakat setempat supaya turut sama-sama membantu meringankan beban para korban yang rumah dan harta bendanya tidak dapat diselamatkan. (syaf/ras)

Heboh! Pemancing Temukan Mayat Bayi

Lokasi penemuan mayat bayi.
Lokasi penemuan mayat bayi.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Seorang pemancing ikan di sungai Bah Kisat, Tanjung Pinggir, Kec. Siantar Martoba, dikejutkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki.

Dengan dibungkus plastik bening, tubuh bayi telanjang itu dibawa ke Polsek Siantar Martoba untuk selanjutnya diserahkan ke ruang jenazah RSUD dr Djasamen Saragih untuk diotopsi.

“Kita sedang membuat administrasi permintaan otopsi ke rumah sakit umum,” kata Kapolsek Siantar Martoba, AKP David Sinaga.

Terlihat dari kondisi mayat, David memperkirakan bayi itu berusia 2 hari dan diduga langsung dibuang. Saat melahirkan, ibu dari bayi yang masih penyelidikan itu, diduga dibantu oleh bidan.

“Saat ditemukan, tali pusat (bayi) ada lilitan. Berarti (ibu bayi) dibantu bidan saat melahirkan,” katanya.

Dijelaskan David, sungai yang menjadi lokasi penemuan mayat bayi itu merupakan hilir dari aliran sungai di Sibatu-batu. Meskipun begitu, pihaknya akan masih mencari kemungkinan-kemungkinan asal bayi malang itu. Pihaknya berharap bagi masyarakat yang memiliki informasi, agar menyampaikan kepada pihak kepolisian.

“Memang disitu ada 2 aliran sungai yang dari Sibatu-batu. Dari kota juga bisa, tapi tidak tahu lah, nanti kita akan cari. Mayat itu didapat dari pusaran air,” tukas David Sinaga. (syaf/int)

Bandit Curanmor Johor Ditembak Tim Pegasus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Medan, menembak kaki kiri tersangka spesialis pencurian sepedamotor (curanmor) berinisial DS (23).

Warga Jalan karya Tani, Medan Johor, ini ditembak saat mencoba kabur dan melakukan perlawanan terhadap petugas ketika dilakukan pengembangan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/6/2018) menerangkan, sebelum tersangka tertangkap, awalnya Tim Pegasus pada Minggu (3/6) sore melakukan patroli dan menyambangi objek-objek vital di wilayah hukum (wilkum) Polrestabes Medan guna mengantisipasi kasus curat, curas dan curanmor (3C).

“Selain 3C, sasaran Tim Pegasus juga melakukan pemeriksaan terhadap sekelompok orang-orang yang sedang berkumpul, serta pemeriksaan kendaraan bermotor yang tak memiliki kelengkapan identitas/surat-surat,” ujar Kasat.

Saat di perjalanan/berpatroli lanjut Putu, Tim Pegasus mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya pelaku curanmor berada di kawasan Jalan Binjai Km 15,5 Sei Semayang, Kec. Sunggal. Selanjutnya petugas menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi.

“Setibanya di lokasi, Tim Pegasus berhasil meringkus DS yang sedang menjalankan aksinya mencuri Honda Vario 125 warna Putih BK 2373 AHH, milik Indra Saputra di depan toko pulsa Jalan Binjai Km 15,5 milik korban. Dari saku celana tersangka disita kunci letter T, kunci sepedamotor dan 1 butir peluru senjata api. Saat diinterogasi, tersangka juga mengaku jika sebelumnya telah 6 kali melakukan aksi pencurian sepedamotor bersama seorang rekannya berinisial AG (DPO),” terangnya.

“Lokasi curanmor yang dilakukan tersangka diantaranya di Jalan Eka Rasmi, Komplek Perumahan J-city Johor, Jalan Karya Tani Gang Sepakat, Perumahan Johor Indah Permai I, depan Pajak Johor dan Jalan Karya Wisata (Tiki Gerai Johor 37, dimana aksi pencurian tersebut masuk Wilkum Polsek Delitua,” ungkap Kasat.

Lanjut Putu, atas keterangan tersangka, Tim Pegasus melakukan pengembangan dengan membawa tersangka DS untuk menunjukkan dimana keberadaan rekannya, AG. Namun di perjalanan tersangka mencoba kabur dan melakukan perlawanan kepada petugas, sehingga dilakukan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan tersangka.

“Karena tak diindahkan, Tim Pegasus akhirnya memberikan tindakan tegas terukur terukur dengan menembak kaki kiri tersangka hingga rubuh. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Setelah itu tersangka diboyong ke Mako guna proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Putu.(sor/ras)

 

 

 

Pinggang & Kaki Ditemukan Kepala dan Perut Hilang

RIAU, SUMUTPOS.CO – Bagian pinggang hingga kaki telah ditemukan, sementara bagian perut hingga kepala masih hilang. Polisi dibantu warga hingga kini, Selasa (5/6/2018), masih melakukan pencarian bagian tubuh yang masih hilang tersebut.

Dari bagian tubuh yang ditemukan, alat kelamin pria korban mutilasi itu juga tak ditemukan. Pada bagian tersebut telah rata, pertanda telah dipotong oleh pelakunya. Tak cuma itu, di bagian anusnya juga terdapat luka akibat benda tumpul.

Kasus mutilasi sadis ini masih dalam penyelidikan Polres Indragiri Hilir (Inhil)-Polda Riau. “Bagian perut sampai kepalanya masih dicari,” ujar Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Adhi Makayasa.

Kasus ini berawal saat warga menemukan potongan tubuh manusia di aliran sungai Gaung, Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke polisi.

“Saat ditemukan kondisinya sudah membusuk dan tidak ada alat kelaminnya. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru, diketahui potongan tubuh itu berjenis kelamin laki-laki,” katanya.

Hasil autopsi, kata AKP Adhi, selain berjenis kelamin laki-laki tubuh diperkirakan tingginya 155 cm sampai 160 cm. “Ditemukan luka lecet pada permukaan dalam lubang pelepasan akibat kekeran benda tumpul,” kata Adhi.

Potongan tubuh ini, kata Adhi, ditemukan luka terbuka pada paha kiri yang terpotong rata pada daerah kemaluan. “Hasil pemeriksaan juga jasad ini ditemukan zat narkoba yakni zat amphetamin dan metamphetamine. Mungkin mengkonsumsi narkoba,” kata Adhi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Cukup rumit untuk mengungkap kasus mutilasi ini. Karena warga desa setempat juga tidak ada laporan yang kehilangan keluarganya. (*)

Rp2,4 Juta Upal Beredar di Percut

Dua orang pengedar uang palsu (upal) beserta barang bukti diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Beringin, Pasar VII, Percut Sei Tuan.
Dua orang pengedar uang palsu (upal) beserta barang bukti diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Beringin, Pasar VII, Percut Sei Tuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua orang pengedar uang palsu (upal) diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur di Jalan Beringin, Pasar VII, Percut Sei Tuan.

Turut diamankan barang bukti upal 8 lembar pecahan Rp100 Ribu, 24 lembar uang Rp50 Ribu, 21 lembar uang Rp20 Ribu. Serta printer dan komputer.‎

Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu kepada wartawan, Selasa (5/6/2018) siang menjelaskan, kedua tersangka yang diamankan yakni Syahri Ramadhan Dongoran (40) dan Deni Alvi Maulana (24).

“Kita memprediksi aksi kejahatan akan meningkat menjelang lebaran, dan ternyata hasil penyelidikan ada dua orang pengedar upal di Percut,” katanya kepada wartawan.

Dan pada Senin (4/6/2018) kemarin, personel Polsek Medan Timur kemudian membekuk dua tersangka dari dua lokasi terpisah yakni di Pasar VII Percut Sei Tuan, dan Jalan Sederhana Tembung.

“Saat diperiksa, dari kantong baju tersangka Syahri ditemukan barang bukti upal,” tambahnya. Dari pengakuan tersangka, telah dua kali melakukan pencetakan dan membelanjakan upal.

“Pengakuan mereka sudah dua kali mengedarkan upal di wilayah Percut sebanyak Rp2,4 juta modusnya dengan cara belanja di warung,” terang Wilson.

Akibat perbuatannya, tersangka diganjar dengan Pasal 36 ayat 1 dan 3 UU No 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara. (sor/ras)

Insya Allah Sah 2 Dirilis Tepat di Hari Lebaran

SUMUTPOS.CO – Film Insya Allah Sah sukses menghibur masyarakat pada libur Lebaran 2017 lalu. Menjelang libur Lebaran kali ini, sekuelnya, Insya Allah Sah 2, siap menyusul, dan tampil tepat pada Idu Fitri, yang jatuh pada Jumat (15/6) mendatang.

Senin (4/6), 3 cast utama Insya Allah Sah 2, berkunjung ke Redaksi Jawa Pos (Grup Sumut Pos). Mereka adalah Pandji Pragiwaksono bersama 2 pemain baru, Donny Alamsyah dan Nirina Zubir.

Insya Allah Sah 2 masih berkisah tentang Raka (Pandji) yang polos dan taat beribadah. Kali ini ia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun, ia terjebak dalam taksi online bersama Gani (Donny), buron polisi yang kabur dari penjara sekaligus menghindari kejaran kelompok lain. Gani meminta bantuan Raka untuk meloloskan diri. Raka mau membantunya dengan syarat Gani bertobat.

“Raka ini orangnya sangat sederhana. Ia melihat dunia hanya ada hitam dan putih,” jelas Pandji yang berdandan menjadi Raka, lengkap dengan kemeja batik warna cerah, dan gigi palsu. Begitu bertransformasi jadi Raka, tak ada lagi Pandji.

“Mas Pandji itu manajer. Tapi, ia suka enggak bertanggung jawab. Ini sekarang ia lagi siap-siap dugem,” kata Raka, eh Pandji.

Jika belum menonton film pertama, tidak perlu khawatir. Jalan cerita sekuel tersebut berisi petualangan baru Raka. Perjalanannya dengan Gani penuh situasi tak terduga, komedi, juga aksi.

Kalau di film sebelumnya Raka membantu Titi Kamal dan Richard Kyle untuk jadi sah, di Insya Allah Sah 2, Donny akan beradu akting dengan Luna Maya, dan Nirina memerankan Kapten Jingga.

Selain deretan cast pendukung, yang baru dari film itu adalah sutradaranya, yakni Anggy dan Bounty Umbara. Keduanya memasukkan unsur action dalam film komedi drama religi tersebut. (nor/c22/na/jpnn/saz)