Home Blog Page 6292

Mobil Anisa Bahar Hancur Terlibat Kecelakaan

Mobil Anisa Bahar yang terlibat kecelakaan.
Mobil Anisa Bahar yang terlibat kecelakaan.

SUMUTPOS.CO – Kabar mengejutkan datang dari pedangdut senior Anisa Bahar. Ia baru saja mengalami kecelakaan tunggal bersama putrinya, Jelita Bahar, Selasa (5/6). Anisa mengabarkan kecelakaan yang dialaminya melalui Instagram Story.

Dalam video singkat itu, Anisa Bahar memperlihatkan kondisi mobil yang hancur di bagian depan. “Astaghfirullahaladzim ya Allah, selamat dari kecelakaan tunggal,” kata Anisa, dalam video tersebut.

Kabar kecelakaan itu dibenarkan kakak Anisa Bahar, Joel Bahar. “Iya benar, ini lagi di lokasi urus mobil derek,” kata Joel pada JPNN (Grup Sumut Pos), Selasa (5/6).

Kejadian nahas itu pun kemudian diunggah kembali oleh akun Instagram gosip lambe_turah. “Mamah Bahar mengalami kecelakaan di jalan raya bersama anaknya Jelita Bahar. Alhamdulillah semua selamat dan baik baik saja,” tulis akun tersebut, sebagai keterangan.

Belum diketahui pasti di mana lokasi kecelakaan tersebut terjadi. Namun, dari unggahan pemilik goyang patah-patah itu, kejadian tersebut terjadi di jalan tol Jakarta.

Adapun kronologisnya, Anisa mengalami kecelakaan di jalan tol kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kecelakan tersebut, Anisa ditemani Jelita Bahar, Egi, dan Kiki. “Awalnya ada bau-bau yang enggak enak gitu, aku pikir itu dari mobil lain. Terus aku buka kaca mobil, setelah itu langsung gubrak-gubrak, Allahu Akbar, Allahu Akbar gitu,” kata Anisa.

“Kejadiannya di jalan tol Jakarta, tepatnya di atas mal Artha Gading. Sekitar jam 11-an,” sambung Anisa, yang mengaku tak mengetahui jam berapa kecelakaan itu terjadi.

Pemilik julukan goyang patah-patah itu menegaskan, ia bukan ditabrak atau pun menabrak. “Jadi mendadak ban mobil kanan itu patah dan membuat mobil tidak seimbang. Langsung kehilangan kendali, setelah itu gubrak-gubrak jalannya, yang enggak beraturan gitu,” jelas Anisa.

“Aku udah enggak bisa lihat apa-apa, karena muka aku ketutup airbag, jadi aku enggak tahu nabrak apa. Pas keluar, mobil depan sudah hancur seperti itu,” tambah Anisa.

Beruntung, lanjut Anisa, ia tidak mengalami luka serius. “Alhamdulillah ada airbag, jadi aku langsung tertolong dan enggak ada luka-luka serius. Cuma sakit di dada, terus ada benturan di kaki, pundak belakang, hidung aku juga,” pungkas Anisa. (mg7/jpnn/saz)

Pakai Tas Rp 1 Miliar, Zaskia Gotik Dicibir

SUMUTPOS.CO – Zaskia Gotik kembali menjadi sorotan warganet. Kali ini barang mewah yang digunakannya yang menjadi sorotan.

Saat menghadiri premiere film Dimsum Martabak, yang dibintangi sahabatnya Ayu Ting Ting, Zaskia terlihat menenteng tas berwarna pink. Dari akun hermesselebriti, tas pink yang dipakai Zaskia seharga Rp1.240.000.000 atau lebih Rp1 miliar.

Namun hal itu malah membuat pemilik goyang itik ini di-bully. Hal ini terlihat dalam posting-an akun gosip lamiscorner.

Selain dinilai tidak cocok menenteng tas mahal, ada juga yang menduga jika tas tersebut hanya disewa.

“Kalau gak nyewa, beli yg mirror ultimate,” kata netizen.

“Kayanya lbh ke sewa, kalo pelsong risiko gede, hahaha,” sambung lainnya.

“Maaf, kok jatuhnya enggak mewah, enggak sama @princessyahrini atau @krisdayantilemos kalo make,” ujar netizen lainnya.

“Cb itu yg bawa Nia Ramadhani, Olla Ramlan, ato Dian Sastro kliatan hidup tasnya… Dibawa Duta Pancasila, malah kek beli di Tanah Abang… Itu cb yg bawa Elly Sugigi… Malah aura hrgnya dr 1 miliar bs jd 3 miliar,” kata netizen lainnya lagi. (zul/pojoksatu/jpnn/saz)

Via Vallen Dilecehkan

Direct message yang diunggah Via Vallen.
Direct message yang diunggah Via Vallen.

SUMUTPOS.CO – Kabar tak sedap dialami pedangdut Via Vallen. Ia mengaku dilecehkan oknum pesepak bola nasional. Melalui fitur Instagram Story miliknya, Via mengunggah pesan yang dianggap telah melecehkannya.

I want you sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes,” tulis oknum pesepak bola itu kepada Via.

Padahal, pelantun Sayang itu, belum pernah bertemu apalagi mengenal orang tersebut. Tak berhenti di situ, isi direct message antara keduanya pun diunggah Via di Instagram Story lainnya.

Dalam pesannya tersebut, oknum pesepak bola nasional itu tampak marah, karena Via mengunggahnya. Sayangnya, Via tidak menyebut nama akun pesepak bola yang dimaksud. Ia sengaja mem-blur nama serta foto orang tersebut.

Hanya saja, akun tersebut bertanda verified (centang biru), penanda akun tersebut memiliki banyak pengikut.

Meski merasa dihina oleh sang pengirim pesan, Via berharap sosok tersebut menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Via juga berjanji tidak akan membongkar identitas sang pengirim pesan tersebut.

Namun tak lama setelah curhatan Via beredar, ada aktivitas tidak biasa di Instagram striker Persija Jakarta, Marko Simic. Pada unggahan foto anyar, Marko mendadak menutup kolom komentar.

Namun, pada unggahan foto Marko lain, terus dibanjiri komentar nyinyir dari Vyanisty (sebutan penggemar Via Vallen).

Dilihat dari apa yang ditulis Vyanisti, mereka tampak marah idolanya dilecehkan. Mereka bahkan menuduh Marko yang telah mengirim pesan tidak pantas ke Via.

“Berani-beraninya lu godain Via Vallen, belum tau penggemar dangdut Indonesia juga anarkis,” tulis refoben12.

“Hahaha enggak bisa ngebobol gawang lawan, malah pengen ngebobol yang lain,” tulis erlanggajati.

“Parah kamu bung.. sudah salah dibela.. ia melecehkan wanita Indonesia bung.. seharusnya klarifikasi kebenaran.. kalo iya ya ngaku + minta maaf bung. kamu cari uang di Indonesia,” lanjut akun radityaeka25.

Hal yang sama pun terjadi pada unggahan terbaru akun Instagram Via. Pelantun Sayang itu, mengunggah foto berwajah muram dan menuliskan, “Don’t judge me, you know my name but not my story,”. (yln/jpc/mg7/jpnn/saz)

USU Cegah Paham Radikalisme Masuk Kampus

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos Rektor USU, Runtung Sitepu saat memberi arahan tentang antiradikalisme di kampus, Selasa (5/6).
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Rektor USU, Runtung Sitepu saat memberi arahan tentang antiradikalisme di kampus, Selasa (5/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Mengantisipasi paham radikalisme masuk kampus, rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas kampus. Pengawasan dilakukan dengan melibatkan dekan dan para dosen di masing-masing Fakultas USU.

“Seluruh menaati imbauan dari Menpan RB, ada beberapa poin untuk mawas diri untuk tidak tertular aliran-aliran radikal. Itu terus-terus menerus kita imbau,” kata Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum kepada wartawan, usai berbuka puasa bersama di Kampus USU, Senin (4/6) malam.

Runtung memastikan untuk universitas yang dipimpinnya, belum ada indikasi terpengaruh dengan paham radikal, seperti yang terjadi di Kampus Universitas Riau, tiga mahasiswanya terduga teroris dan sejumlah barang bukti disita oleh Densus 88 Antiteror, Sabtu (2/6) kemarin.

“Belum ada indikasinya. Seperti Universitas Riau itu akan diberikan sanksi yang berat. Kita tidak memberikan tempat sedikit orang-orang betul tidak menjunjung tinggi paham dasar Pancasila dan NKRI,” kata Runtung.

Ia mengungkapkan pihak USU sendiri juga melakukan pencegahan paham radikal melalui mata kuliah agama. Runtung menilai dari mata kuliah agama sebagai benteng bagi mahasiswa untuk tidak mengikuti paham radikal.

“Selain itu, kita mengimbau langsung. Seperti hari ini (kemarin,red) seluruh dekan, pimpinan lembaga menaati edaran dari Menpan RB. Untuk mengawasi untuk memperdayakan dekan dan dosen untuk mengawasi mahasiswanya, ada menyimpang atau tidak,” tutur Runtung.

Runtung juga akan memperdayakan para staf USU di rumah-rumah ibadah, masjid kampus USU untuk memperhatikan seluruh aktivitas, termasuk kutbah yang disampaikannya.

“Kita letak staf di masjid seperti intelijenlah. Tidak tertutup kemungkinan universitas menjadi prihatikan intel (polisi) kita,” katanya.

Runtung juga mengimbau kepada seluruh warga USU untuk menghindari selalu terhadap paham-paham radikal, aktivitas dan sikap dengan radikal itu.”Mudah-mudahan jangan adalah hal-hal seperti itu di Kampus ini,” tandasnya.(gus/azw)

 

 

Parlinsyah Sah Diberhentikan

Parlinsyah Harahap
Parlinsyah Harahap

SUMUTPOS.CO – Nama Wakil Ketua DPRD Sumut dari Partai Gerindra Parlinsyah Harahap secara sah diberhentikan melalui paripurna dewan, Selasa (5/6) sore. Setelah melewati beberapa sidang dan batal karena tidak quorum, akhirnya kemarin Parlin digantikan Sri Kumala untuk sisa jabatan hingga 2019 mendatang. Sempat terjadi perdebatan antar anggota dewan.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman yang memimpin sidang menyampaikan bahwa agenda Paripurna adalah Pemberhentian dan Penetapan Calon Pengganti Antar Waktu Wakil Ketua DPRD Sumut sisa masa jabatan 2014-2019 dari fraksi Partai Gerindra. Dirinya membacakan hasil keputusan DPP partai terkait yang kemudian menjadi acuan legislatif untuk melanjutkan putusan tersebut.

Setelah putusan dibacakan, Parlinsyah yang masih duduk di kursi pimpinan langsung mengintruksikan pimpinan sidang dengan alasan bahwa anggota dewan yang ada saat sore itu hanya berkisar 30-an orang saja. Sedangkan menurutnya, tata tertib mengatur bahwa pada pasal 80 ayat 1 huruf (b) Tatib DPRD Sumut disebutkan bahwa rapat paripurna memenuhi kuorum apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/ 3 (dua pertiga) dari jumlah anggota DPRD untuk memberhentikan pimpinan DPRD serta untuk menetapkan peraturan daerah dan APBD.

“Saya tidak melihat di sini ada 2/3 yang hadir. Jadi saya mau pertanyakan itu. Apakah ini tidak melanggar tatib?” kata Parlin yang ngotot paripurna untuk mendepak dirinya dari kursi pimpinan ditunda atau dibatalkan.

Mendengar itu, sejumlah anggota dewan yang hadir ikut angkat suara dan sempat terjadi pro dan kontra antara sejumlah dewan. Diantaranya HM Hanafiah Harahap, Aripay Tambunan, dan Indra Alamsyah mendukung agar rapat pemberhentian itu dilanjutkan. Sedangkan Ramses Simbolon dan Sutrisno Pangaribuan justru menganggap sikap Wagirin Arman yang menyatakan kehadiran 2/3 dari jumlah anggota dewan dilihat dari daftar hadir sejak pagi.

Namun Wagirin Awrman menjawab, bahwa sebelum paripurna tersebut dibuka, dirinya sudah meminta persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir saat itu. Termasuk apakah daftar hadir legislator mencukupi 2/3, meskipun pada saat sore itu, jumlahnya di bawah 30 persen.

“Saya sudah sampaikan ke forum, apakah kita sepakati menjalankan rapat. Karena setuju, saya buka,” sebutnya.

Menanggapi itu, Sutrisno Pangaribuan menyampaikan bahwa dasar dari pelaksanaan paripurna itu adalah tatib. Dirinya menilai bahwa Wagirin menggunakan daftar hadir untuk menjadikan itu sebagai dasar menetapkan kehadiran sebesar 2/3 dari jumlah legislator.

“Ya beliau kemudian menjadikan daftar hadir itu sebagai dasar menetapkan kuorum atau tidak. Dan ketika itu dipertanyakan ke forum, dan disetujui, ya bagaimana lagi. Tinggal menunggu resminya saja, SK dari Mendagri,” sebutnya yang sempat ngotot agar tatib dipahami secara kontekstual, buka tekstual.

Sebelum menutup dan meninggalkan sidang paripurna yang masih berlanjut, Parlinsyah menyampaikan bahwa dirinya akan mengambil langkah hukum terhadap keputusan pemberhentian dirinya dari kursi pimpinan dewan. (bal/ila)

 

DPP Demokrat Kecewa Sikap Burhanuddin

Burhanudin Sitepu

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat M Subur Sembiring menyayangkan sikap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan, Burhanudin Sitepu yang tidak mempercepat proses pergantian antar waktu (PAW)  Parlaungan Simangunsong ke Amiruddin.

Padahal, sudah ada surat keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Sekretaris Jendral, Hinca Panjaitan untuk PAW tersebut.

“Kita kecewa sikapnya (Burhan) yang terkesan acuh. Padahal, ini sudah perintah DPP,” kata Subur Sembiring di Medan, kemarin.

Menurutnya, sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanudin Sitepu harusnya proaktif dan mempercepat eksekusi SK DPP. Terlebih, Burhanudin juga menjabat salah satu pimpinan di DPRD Medan.

Oleh sebab itu, Subur melihat ada kesan untuk memperlambat proses PAW. Mengingat batas akhir PAW yakni Oktober mendatang.

“Kalau tidak salah Oktober batas akhir PAW, setelah itu tidak ada lagi dan begitu ketentuannya. Mungkin sengaja dibiarkan atau diulur-ulur,” bebernya.

Untuk itu, kata Subur, dia mendesak agar Burhanudin segera mengawal keputusan DPP. Jangan sampai PAW yang merupakan perintah DPP tidak dijalankan. Apalagi, PAW anggota DPR dan DPRD, merupakan kewenangan mutlak partai. Lembaga DPRD tidak bisa mencampuri kebijakan partai.

“PAW Parlaungan itu kan berdasarkan keputusan Mahkamah Partai, dan Mahkamah Agung. Kalau ada gugatan Parlaungan seharusnya tidak mempengaruhi proses PAW, jalan saja,” cetusnya.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanudin Sitepu belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Ketika didatangi ke kantornya, Burhan tidak ada ditempat. Ketika dihubungi juga belum merespon.

Terpisah l, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, dasar Partai Demokrat melakukan permohonan PAW karena Parlaungan telah dipecat. Disebutkannya, ada 3 hal yang diatur dalam UU tentang PAW. Antara lain, meninggal dunia, dipecat partai dan mengundurkan diri.

“Dalam perkembangannya kami lihat Parlaungan tidak dipecat, malah dia dapat jabatan sebagai pengurus di DPC Demokrat Medan dan DPD Demokrat Sumut. Salah satu wakil ketua 1 Demokrat Medan, salah satu pengurus harian Demokrat Sumut. Bagaimana itu, apakah tidak bertentangan dengan keputusan Mahkamah Partai Demokrat,” ujarnya.

Terkena Dampak Reklamasi, Nelayan Demo Minta Kompensasi

Foto: Fachril/Sumut Pos Puluhan nelayan yang menetap di Belawan melakukan aksi demo ke Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (5/6) siang.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Puluhan nelayan yang menetap di Belawan melakukan aksi demo ke Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (5/6) siang.

SUMUTPOS.CO – Puluhan nelayan yang menetap di Belawan secara spontan melakukan aksi demo ke Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (5/6) siang.

Kedatangan nelayan untuk menuntut agar kompensasi atas ganti rugi atas lahan mata pencaharian yang telah dijadikan lokasi reklamasi pembangunan dermaga oleh PT Pelindo I dan Otoritas Pelabuhan Belawan.

Masyarakat nelayan skala kecil umumnya berasal dari Belawan I, Gudang Arang dan Belawan Lama, secara spontan mendatangi kantor Camat Belawan untuk meminta agar pencairan hak mereka segera direalisasikan sebelum Lebaran Idul Fitri.

“Kami datang kemari, agar camat segera mendesak Pelindo untuk mencairkan hak kami yang selama ini dirugikan, kami meminta agar sebelum lebaran dicairkan,” kata nelayan yang beremo.

Para nelayan yang bermata pencaharian tangkapan kerang, udang dan beralat tangkap jaring ikan, bubuh kepiting serta penjala ikan selama ini berdampak langsung dari akibat reklamasi. Mereka berharap agar kompensasi yang dijanjikan tidak berlarut – larut.

“Kami minta, agar camat segera menanyakan kembali masalah kompensasi, karena kami sudah bosan terus dijanjikan,” kata Boy salah satu nelayan.

Para nelayan yang ingin meminta penjelasan dari camat tidak dapat berjumpa, karena camat sedang rapat di Kantor Walikota Medan. Para nelayan setelah mendengar adanya penjelasan akan dilakukan pertemuan dua hari kedepan, mereka membubarkan diri.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Sumatera Utara, Abdul Rahman menegaskan, seluruh data yang sudah diberikan ke kecamatan agar segera dicairkan oleh PT Pelindo. “Kita tegaskan, verifikasi data sudah lama berlangsung, sampai saat ini belum ada penjelasan pencairan, kita minta Pelindo jangan berjanji, karena ini sudah mau lebaran, nelayan sangat berharap itu untuk kebutuhan nelayan,” ungkap pria akrab disapa Atan.

Terpisah, Camat Medan Belawan, Ahmad Sp dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah mengajukan data untuk segera diverifikasi oleh PT Pelindo, pihaknya akan meneruskan keluhan nelayan untuk mempertanyakan pencairan kompensasi tersebut.

“Kalau tidak ada halangan, hari jumat kedepan akan kita lakukan pertemuan, untuk menjelaskan sudah sejauh mana hasilnya untuk kompensasi ini,” jelas Ahmad. (fac/ila)

 

Rumah Kosong, Lapor ke Kepling

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Perumahan di Jalan Griya martubung

 

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Perumahan hunian masyarakat yang kerap menjadi sasaran kejahatan karena ditinggal kosong saat mudik Lebaran.

SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto lantas mengimbau ke warga Kota Medan yang hendak meninggalkan rumah, mudik ke kampung halaman diharapkan agar melapor ke Kepala Lingkungan (Kepling) atau Bhabinkamtibmbas di lingkungannya.

“Kalau mau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, kepada masyarakat diimbau agar melapor ke kepling atau Bhabinkamtibmasnya. Hal ini perlu agar personel kita di lapangan dapat melakukan pemantauan,” ungkap Dadang, kepada Sumut Pos, Rabu (5/6).

Selain kepada Kepling atau Bhabinkamtimbas, Dadang mengimbau agar rumah juga dititipkan kepada tetangga yang tidak mudik lebaran. Selain itu, dia mempersilakan warga mencatat nomor Bhabinkamtibmas dan kepala kepolisian sektor (Kapolsek) di mana warga itu berdomisili.

“Masing-masing mencatat nomor telepon Bhabinkamtibmas, Kapolsek karena kita tidak mudik. Kita siap amankan, SMS kepada Bhabinkamtibmas atau Kapolsek, rumah yang ditinggalkan alamatnya. Kita akan bekerjasama dengan kelurahan, Babinsa dan Kepling utk menjaganya. Jangan lupa rumah dikunci, lampu dihidupkan air dan gas dipadamkan,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga diri sendiri dari terjadinya tindak pidana, dia mengharapkan masyarakat menjadi Polisi untuk diri sendiri. “Artinya warga juga harus waspada terhadap kejahatan yang mengintainya. Lebih baik kan mencegah, dari pada kejadian. Nah, kita tentunya tetap ada saat masyarakat membutuhkan pertolongan. Dengan begitu kita dan harta kita bakalan aman,” pungkasnya. (dvs/ila)

 

Simpang Sun Plaza Kembali Macet

Triadi Wibowo/Sumut Pos Laul intas di depan Sun Plaza Jalan KH. Zainul Arifin Medan, Senin (20/2).
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Lalu lintas di depan Sun Plaza Jalan KH. Zainul Arifin Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Antrean panjang kendaraan di Jalan Diponegoro Medan menuju persimpangan Sun Plaza Jalan Zainul Arifin kembali terjadi, Selasa (5/6). Bahkan, kemacetan juga terjadi pada beberapa hari terakhir. Padahal, kawasan ini sudah direkayasa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

Namun akibat rekayasa arus lalu lintas yang ternyata kini telah dinonaktifkan, membuat kawasan itu kembali macet.  Kemacetan terjadi pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari diperkirakan antara pukul 07.00 s.d 09.00 WIB, ketika jam masuk sekolah atau kerja.

Sedangkan pada sore hari, kemacetan terjadi sekira pukul 16.00 s.d 18.00 WIB. Sebab, pada kondisi waktu tersebut merupakan jam pulang kantor saat bulan ramadan.

Salah seorang pengendara motor, Abi mengaku kecewa rekayasa arus lalu lintas tak lagi diterapkan oleh Dishub. Sebab, kata dia, kemacetan kembali terjadi.”Harusnya Dishub memberlakukan tetap rekayasa arus lalu lintas tersebut, karena rekayasa yang dilakukan cukup efektif mengurai kemacetan,” ujarnya.

Tak jauh beda disampaikan pengendara mobil, Rizal. Menurutnya, kemacetan kembali seperti semula. “Kok bisa macet lagi kayak gini ya, biasakan enggak terlalu parah. Ternyata, setelah tahu uda enggak ada lagi pengalihan arus,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat yang dikonfirmasi, tak merespon sambungan selulernya. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan, tak kunjung dibalas.

Sebagaimana diketahui, Jalan Palang Merah yang semula dua arah menjadi satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol. Kemudian, Jalan Cut Mutia yang semula satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol menjadi satu arah dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pangeran Diponegoro.

Selanjutnya, Jalan RA Kartini semula satu arah dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pangeran Diponegoro, menjadi satu arah dari Jalan Pangeran Diponegoro menuju Jalan Imam Bonjol. Oleh sebab itu, pengguna kendaraan bermotor dari Jalan Imam Bonjol dan Jalan Palang Merah yang menuju ke Jalan KH Zainul Arifin-S Parman dapat melalui Jalan Cut Mutia atau Jalan Cut Nyak Dien.

Sedangkan Jalan RA Kartini arah dari Jalan Cik Ditiro, bisa mengambil arah belok kiri menuju Jalan Pangeran Diponegoro atau mengambil arah lurus menuju Jalan RA Kartini-Jalan Imam Bonjol. (ris/ila)

 

BOPI Ancam Cabut Izin Liga 1

Skuad Persija di Liga 1.
Skuad Persija di Liga 1.

SUMUTPOS.CO – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) buka suara terkait penundaan laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya. Mereka mengancam mencabut izin Liga 1 andai tak ada pembenahan dari pihak operatordan kejadian serupa terulang lagi.

Seperti diketahui, laga yang sejatinya dihelat Minggu (3/6) malam WIB itu batal digelar karena alasan keamanan. Kondisi di sekitaran Stadion Sultan Agung, Bantul kala itu tak memungkinkan untuk menggelar pertandingan.

Hal itu ditanggapi oleh BOPI. Mereka heran tak ada pembenahan yang betul-betul dari pihak operator untuk kompetisi sepak bola Indonesia.

“Kami prihatin soal peristiwa di Bantul. Kami mau memberikan peringatan kepada operator, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar jangan sampai terjadi lagi,” ujar Ketua BOPI, Richard Sam Bera kepada wartawan.

PT LIB, lanjut dia, harusnya lebih proaktif soal kejadian itu. Diharapkan kejadian di Bantul tak terulang lagi apalagi sampai ada yang menjadi korban.

“Kami mewakili pemerintah untuk memberikan rekomendasi di Liga. Agar perlu diingat jangan sampai rekomendasi ini ditarik. Makanya kami peringatkan lagi supaya tak terjadi kembali di kemudian hari,” tandasnya.

Di sisi lain pemegang hak siar Liga 1 2018, dalam hal ini Indosiar, ingin laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya dijadwal ulang. Sebab, pertandingan itu jelas sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Indosiar selaku pemegang hak siar tentu dirugikan atas pembatalan itu.

“Sebenarnya sudah ada tiga pertandingan super bigmatch yang gagal digelar. Kami pastinya rugi. Karena sepak bola revenue-nya tak sama, pemasang iklan akan memasang di laga yang berpotensi rating tinggi, seperti laga Persija vs Persebaya,” ungkap Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad kepada wartawan. (ies/jpc/don)