Home Blog Page 6293

Rohim Siap Tampil

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Kondisi kiper PSMS, Abdul Rohim mulai membaik. Dia diperkirakan kembali bermain setelah liburan Idul Fitri.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Kondisi kiper PSMS, Abdul Rohim mulai membaik. Dia diperkirakan kembali bermain setelah liburan Idul Fitri.

SUMUTPOS.CO – Abdul Rohim menjadi pemain yang paling dirindukan publik PSMS di lapangan hijau. Kiper yang mencuat namanya sejak Piala Presiden itu sudah dua bulan absen karena cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) atau cedera ligamen terkuat pada lutut bagian belakang. Namun jangan khawatir, pasca lebaran, Rohim diprediksi kembali merumput.

Terbukti, Rohim sudah melahap menu latihan yang sama dengan dua kiper lainnya, Dhika Bayangkara dan Ahmad Fauzi. Selain itu pada latihan, Rohim mulai diturunkan pada internal game meskipun tidak lama.

Dokter Tim PSMS, dr Indra Feriadi menjelaskan Abdul Rohim mulai sembuh. Secara medis menurutnya tidak ada masalah untuk kondisi cedera Rohim. “Progres penyembuhannya berjalan baik. Itu bisa dilihat dia sudah bisa ikut latihan dengan rekan-rekannya, “ ujarnya.

Lalu apakah Rohim sudah aman secara medis jika diturunkan? “Insya Allah. Tapi kesiapannya silahkan tanyakan kepada pelatih kiper, “ ungkapnya.

Sebelumnya Rohim sudah bsen sejak pekan keempat Liga 1 awal April lalu. Ketika itu lututnya mengalami benturan ke tanah saat bersua Persija.

Sementara itu, Sahari Gultom yang diwawancari terpisah mengakui Rohim sembuh lebih cepat dari yang diprediksi akan memakan waktu berbulan-bulan. “Memang diakui dia pulih lebih cepat, awalnya kan diprediksi tiga bulan,” ungkapnya di Stadion Mini Kebun Bunga.

Hanya saja, Ucok menegaskan Rohim belum bisa diturunkan lawan Persib Bandung, Selasa (5/6/2018) di Stadion Teladan. “Tapi memang belum bisa kalau untuk turun lawan Persib besok (lusa) . Lebih baik kita tunggu lagi setelah lebaran karena ada jeda cukup panjang,” bebernya.

Dia mengurai meski cederanya membaik, secara fisik dan stamina pemulihannya belum fit 100 persen. “Kondisi fisiknya yang saat ini belum siap. Masih 70-80 persen. Terkadang dia juga masih cepat capek saat diberikan menu latihan. Jadi masih harus kita tingkatkan lagi,” bebernya.

Ucok tak ingin ambil risiko jika memaksakan Rohim tampil. “Apalagi sudah lama tidak bertanding tentu berbeda. Harus diuji dulu lewat laga uji coba. Kalau untuk trauma benturan sepertinya tidak ada masalah, “ pungkasnya. (don)

Perseru v Arema FC: Tandang Rasa Kandang

Arema hadapi Perseru di kandang sendiri.
Arema hadapi Perseru di kandang sendiri.

SUMUTPOS.CO – Walaupun Arema FC dalam kondisi terpuruk, sang pelatih tim berjuluk Singo Edan itu, Milan Petrovic, tetap optimistis mengarungi Liga 1 2018. Selanjutnya mereka akan dihadang Perseru, di Gajayana, Malang Rabu (6/6) malam nanti.

Arema FC bisa dibilang diuntungkan. Arema FC meladeni Perseru di Stadion Gajayana, Malang. Ini seperti tandang rasa kandang bagi Arema.

Untuk itu ini kesempatan Arema. Milan meyakinkan pada anak asuhnya bahwa masih ada peluang untuk bangkit. Di akhir putaran pertama Liga 1, minimal menembus papan tengah masih mungkin. Syaratnya, harus sapu bersih lima laga sisa. Artinya, dari lima laga itu, Arema FC harus bisa meraih 15 poin.

Ini memang bukan tugas ringan. Sebab lawan yang bakal dihadapi juga tim-tim cukup berkualitas. Setelah Perseru, ada Persela Lamongan (7/7), Barito Putera (11/7), PS Tira (15/7), dan Sriwijaya FC (21/7) yang menanti. ”Kami berharap mendapat 15 poin, setelah itu berhenti dan menyelesaikan putaran pertama,” tegas Milan Petrovic.

Sebenarnya, jika Arema FC mampu menyapu bersih poin pada enam laga kandang di awal kompetisi lalu, Purwaka Yudhi dkk saat ini bisa menempati posisi papan atas dengan raihan 18 poin.

Hanya saja, ketika itu Singo Edan justru kehilangan banyak poin di kandang sendiri. Dari enam laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Arema meraih hasil imbang sebanyak tiga kali.

Hal itulah yang ingin dikejar untuk dikembalikan oleh pelatih berkebangsaan Serbia tersebut. ”Kita banyak kehilangan poin dan kami berikan itu ke klub lain. Mestinya saat ini minimal kami memiliki 18 poin,” tambah bapak tiga orang anak tersebut.

Oleh karena itu, ia ingin menyapu bersih laga yang tersisa di putaran pertama ini dengan kemenangan. ”Kami harus mencoba mendapatkan poin pada pertandingan-pertandingan tersebut,” terangnya.

a mengungkapkan bahwa setelah melawan Perseru Serui, dirinya telah mengagendakan program latihan selama libur kompetisi untuk meningkatkan fisik dan kualitas permainan.

”Nanti itu akan ada waktu jeda, dan kami akan memanfaatkan itu dengan baik,” imbuhnya. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa dirinya ingin membuat permainan Arema FC lebih enak ditonton agar tidak mengecewakan para fans, yaitu Aremania. ”Saya ingin menampilkan pemainan seperti klub-klub besar,” terangnya.

Strategi yang akan banyak ia terapkan adalah dengan melakukan serangan melebar ke arah sayap yang ditutup dengan umpan silang atau tusukan ke depan gawang lawan.

”Saya ingin permainan kami menyebar ke samping, mencoba menarik pemain lawan agar keluar, kemudian kami tutup dengan serangan ke bagian tengah,” ujarnya. (bbs/jpnn/don)

Sempat Kolaps, Hilton Cepat Tertolong

Hilton Moreira langsung dibawa ke ambulans.
Hilton Moreira langsung dibawa ke ambulans.

SUMUTPOS.CO – Laga Persipura Jayapura menjamu PSM Makassar pada Senin (4/6) malam WIB, sempat terhenti beberapa menit saat memasuki menit 38. Itu bermula dari benturan Hilton Moreira dengan kiper PSM, Rivky Mokodompit. Penyerang Persipura asal Brasil itu langsung terjatuh usai tengkuknya terkena tangan Rivky. Kedua pemain sama-sama hendak menyongsong bola tendangan bebas Ian Kabes.

Benturan itu membuat Hilton mengerang kesakitan dan kemudian tergeletak tak sadarkan diri. Dia mengalami kolaps akibat benturan tersebut.

Melihat Hilton tak bergerak, Rivky secara cepat langsung memegangi mulut Hilton dan sepertinya melakukan tindakan agar lidah Hilton tak tertelan. Kiper PSM itu juga mengangkat tangan dan berteriak meminta bantuan. Kemudian datang Marcel Sacramento dan Abdul Rahman. Kedua pemain itu ikut memegangi mulut Hilton dan memasukkan jari ke dalamnya.

Rivky terus berteriak meminta bantuan tim medis agar segera datang. Sacramento dan Abdul Rahman juga melakukan hal serupa. Hasyim Kipuw juga datang untuk memberikan bantuan. Tak lama tim medis datang dan langsung memberikan penanganan secara cepat. Rivky dan para pemain lain pun ikut membantu dengan memegangi mulut Hilton agar tetap terbuka dan menahan lidah tak tertelan.

Petugas medis kemudian memberi isyarat ke petugas lain untuk membawa tabung oksigen. Hilton pun diberi bantuan oksigen. Secara sigap, mobil ambulans sudah merapat ke pinggir lapangan dekat Hilton mendapat penanganan. Hilton pun sempat dibawa menggunakan tandu mendekati ambulans.

Tak lama berselang, Hilton tersadar dan dalam kondisi baik-baik saja. Dia pun langsung berdiri. Kesigapan pemain dan kecepatan tim medis dalam memberikan pertolongan pertama sangat layak diacungi jempol. Bahkan, Hilton bisa langsung pulih dan melanjutkan pertandingan. Dia seperti tak mengalami apa-apa sebelumnya.

Laga kemudian dilanjutkan dan Hilton bisa bermain lagi tanpa mengalami apa-apa. Pemain dan tim medis melakukan langkah cepat dalam memberikan pertolongan pertama untuk menghindarkan dari akibat yang fatal.

Tindakan cepat ini seperti belajar dari kejadian Choirul Huda. Ketika itu kiper Persela itu meninggal dengan kondisi yang mirip. (epr/jpc/don)

Keluarga Terpidana Teroris Dapat Tali Asih

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Keluarga terpidana teroris mendapat santunan dari anggota Polrestabes Medan di Medan Denai.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Keluarga terpidana teroris mendapat santunan dari anggota Polrestabes Medan di Medan Denai.

SUMUTPOS.CO – MASIH ingatan peristiwa penyerangan Mapolda Sumut, Minggu 25 Juni 2017 lalu. Seorang pelaku teror tewas ditembak polisi. Satu pelaku lainnya kritis. Dalam kejadian ini, seorang personel polisi gugur ditikam pelaku.

Dialah Firman Syahputra Yudi, pelaku penyerangan yang sudah divonis dalam kasus penyerangan itu. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih sekolah.

Kabarnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, istri Firman seorang diri bekerja menjadi pembantu rumah tangga.

Mengambil hikmah dari semua itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi memberikan bantuan bahan persiapan Hari Raya Idul Fitri 1439 H kepada keluarga Firman Syahputra. Melalui Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang bantuan itu diserahkan.

“Kedatangan kami ke rumah pelaku terorisme di Jalan Menteng Raya Gang Rahayu Kelurahan Binjai, Medan Denai karena tergugahnya hati Kapolrestabes Medan mendengarkan laporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Binjai, Aiptu JO Sidabutar,” tutur Jesmi, Selasa (5/6).

Dalam keterangan Jesmi, istri Firman itu harus menjadi asisten rumah tangga untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih sekolah. Ketiga anaknya itu Bambang Permadi, Eka Kayana Putri, dan Abdul Rahmad Yadi.

Bantuan itu diakuinya bukanlah bantuan yang luar biasa, malah terkesan ala kadarnya tidak berlebihan.

Kapolrestabes Medan mengirimkan bantuan tersebut untuk bahan persiapan Hari Lebaran agar mereka bisa membuat kue seperti layaknya warga lainnya.

“Pada dasarnya bantuan ini diberikan atas rasa ingin membantu dari Kapolrestabes. Karena beliau merasa iba, pasca ditinggal suaminya, sang istri harus bekerja sendirian mengurus ketiga anaknya,” terang Jesmi.

Adapun bantuan yang diberikan di antaranya beras, gula, telur, mie instan, dan bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya. Dia berharap, bantuan tali asih ala kadar itu dapat bermanfaat.

“Ya mudah-mudahan bermanfaat, saling berbagi itukan baik,” pungkasnya. (dvs/azw)

ASN Medan Sudah Dapat THR

SUMUTPOS.CO – Kabar gembira menghampiri ASN Pemko Medan. Sebab, THR yang mereka ditunggu-tunggu sudah dicairkan. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Irwan Ibrahim Ritonga mengaku, THR telah ditransfer ke rekening masing-masing ASN kemarin.

Kata Irwan, transfer yang dilakukan terhadap seluruh ASN yang tercatat di OPD masing-masing. “Sudah, sudah ditransfer semua ke rekening masing-masing, termasuk juga anggota DPRD Medan,” ujarnya.

Irwan menyebutkan, sebelum mencairkan THR, pihaknya terlebih dahulu membayarkan gaji Bulan Juni. Pembayaran gaji pada bulan tersebut dilakukan Senin (4/6) kemarin. “Pembayaran THR memang agak sedikit terlambat karena tidak sama dengan pembayaran gaji. Hal itu disebabkan karena lambatnya tagihan pembayaran atau SPM dari masing-masing OPD, sehingga THR tidak bisa dicairkan bersamaan dengan gaji,” sebutnya.

Ia menyatakan, pada dasarnya pencairan THR menginginkan lebih awal ditransfer. Sebab, sudah dinanti para ASN untuk memenuhi kebutuhan lebaran. “Karena sudah masuk seluruh SPM, maka kami akan terbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) ke bank. Selanjutnya, uang THR langsung masuk ke rekening masing-masing ASN,” jelasnya.

Lebih jauh Irwan mengatakan, tak hanya THR, ASN nantinya akan mendapatkan gaji ke-13 yang akan dicairkan pada awal Juli mendatang. Selain itu, mendapatkan juga tunjangan tambahan penghasilan (TPP). “Kami berharap kepada OPD agar menyerahkan SPM atau tagihan untuk membayar TPP paling lambat Kamis (7/6). Jadi, kalau tagihan masuk hari Kamis, maka Jumat pagi atau siangnya sudah bisa diterbitkan SP2D untuk diserahkan ke bank sehingga otomatis langsung ditransfer ke rekening,” sambungnya.

Diutarakan dia, TPP yang akan dibayarkan setiap bulannya berjumlah sekitar Rp40 miliar. Namun, TPP dibayar setelah ASN bekerja. “TPP beda dengan gaji, sebab gaji dibayar sebelum bekerja. Lumayan lah keuangan ASN menghadapi lebaran tahun ini karena banyak menerima honor,” tandasnya. (bal/prn/ris)

AHY Ingin Terus Menyapa Masyarakat

Foto: PRANS/SUMUT POS BERDOA: AHY, istri dan rombongan berdoa bersama Tuan Guru Babussalam, Syekh Hasyim Al Syarwani, Selasa (5/6).
Foto: PRANS/SUMUT POS
BERDOA: AHY, istri dan rombongan berdoa bersama Tuan Guru Babussalam, Syekh Hasyim Al Syarwani, Selasa (5/6).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hari kedua safari politik Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Sumatera Utara dimulai dari Persulukan Babussalam, Kabupaten Langkat, Selasa (5/6).

Di kampung religi itu AHY dan istri, Annisa Larasati Pohan melakukan silaturahim sekaligus memohon doa dari Tuan Guru Babussalam, Syekh Hasyim Al Syarwani.

Kehadiran AHY dan rombongan turut didampingi Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah dan istri Sri Ayu Mihari.

Tak hanya memohon doa restu Tuan Guru, AHY juga menyempatkan diri berziarah ke makam pendiri ilmu Tariqat Naqsabandiah itu.

Usai ziarah kepada wartawan, AHY mengaku tujuan kedatangannya ke kampung religi itu untuk bertemu dengan Tuan Guru. Apalagi dirinya memang belum pernah melawat dan bersilaturahmi dengan kalangan ulama di kampung tersebut.

Bahkan saat disinggung safari politik yang ia lakukan berkaitan dengan kontestasi Pilpres 2019, AHY tampak percaya diri.

“Saya cuma ingin lebih dekat dengan masyarakat. Melihat dan mendengar langsung apa aspirasi masyarakat se-Nusantara. Termasuk menjalin komunikasi dengan banyak elemen termasuk ulama. Jadi tidak semata-mata kaitannya mengarah ke pencalonan (capres/cawapres),” katanya.

Putra Sulung Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono juga mengatakan, perkembangan politik di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan masih dinamis.

Bahkan tidak menutup kemungkinan arah koalisi partainya untuk mencalon dengan parpol lain.

“Tadi pun saya ditanya oleh Tuan Guru soal ini (apakah mau capres-cawapres). Jawaban saya tetap sama, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Intinya saya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Mau lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat di beberapa daerah,” ujarnya.

“Setidaknya pada Agustus mendatang sudah harus terbentuk koalisi dan pencalonan untuk pilpres, saya tidak begitu khawatir dengan kondisi itu dan ingin terus berbuat yang terbaik buat masyarakat dan bangsa. Bagi Demokrat, ingin membangun kebersamaan dan kekuatan bersama rakyat,” imbuh AHY.

Ia pun menyambut positif hasil sejumlah lembagai survei yang menjagokan dirinya masuk bursa capres mendatang.

“Pertama saya katakan amin dan bersyukur. Seterusnya saya ingin bersama-sama rakyat dan mendengar langsung apa keluhan mereka,” katanya.

Usai mendengar pernyataan dari AHY, Tuan Guru Babussalam Syekh Hasyim Al Syarwani, langsung memberi nasihat agar dalam berjuang selalu mengutamakan kepentingan umat.

“Seluruh daerah yang kamu kunjungi itu, pusatnya disini. Murid kami ada dimana-mana, dan kalau sudah bertekad kami akan ikut berjuang,” ungkapnya.

Anggota Dewan Juga Menanti THR

Anggota DPRD Sumut, Ahmadan Harahap.
Anggota DPRD Sumut, Ahmadan Harahap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tak cuma aparatur sipil negara (ASN), honorer, dan karyawan yang berharap pencairan tunjangan hari raya (THR). Ternyata, sejumlah anggota DPRD Sumut juga berharap THR mereka segera dicairkan.

Para anggota DPRD Sumut mengaku menerima informasi, tahun ini mereka akan menerima tunjangan hari raya (THR). Namun hingga kemarin, belum diketahui kapan akan diserahkan dan berapa besarannya.

Anggota DPRD Sumut Ahmadan Harahap mengatakan, dirinya belum mendapatkan kabar mengenai kapan THR akan diberikan kepada mereka. Karenanya, ia bersama legislator lainnya masih menunggu kepastian kapan ‘uang lebaran’ itu mereka terima.

“Nggak tahu juga kapan. Katanya ada, tapi kita belum dapat kabar. Ini masih menunggu lah bagaimana,” ujar Ahmadan kepada Sumut Pos, Selasa (5/6).

Dirinya mengaku, THR yang diterima nantinya akan diberikan kepada konstituen yang menurutnya layak menerima. Mengingat tunjangan tersebut merupakan berkah yang harus dibagikan kepada orang lain.

“Paling tidak, uang itukan bisa sedikit membantu konstituen kita menjelang lebaran ini. Jadi, ya tetap kita tunggu THR kalau memang ada,” sebutnya.

Sebagaimana disebutkan Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga, tahun sebelumnya mereka menerima THR sebesar Rp2,5 juta. Meskipun jumlahnya kecil dibandingkan penghasilan utama dewan, namun jika diberikan atau disumbangkan kepada yang membutuhkan, tentu nilainya akan lebih berharga.

Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Tripriyono menyebutkan, tidak ada masalah dalam pembayaran THR, baik kepada ASN, Pensiunan beserta anggota dewan. Hal ini karena pemberian ini sudah berlangsung sejak tahun-tahun sebelumnya.

Milla Belum Butuh Lilipaly

Stefano Lilipaly

SUMUTPOS.CO – Stefano Lilipaly memang sedang moncer bersama Bali United dalam dua musim terakhir. Bukan sekadar menjadi gelandang serang yang kerap membuka ruang serang dan memberikan assist, pemain 28 tahun tersebut juga kerap mencetak gol bagi klubnya, Bali United.

Menurut pelatih Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 Luis Milla Aspas, penampilan impresif Lilipaly di liga, tak membuatnya kepincut untuk saat ini. Dia terang-terangan menegaskan, belum membutuhkan tenaga pemain naturalisasi asal Belanda tersebut untuk skuat menuju Asian Games.

“Lilipaly adalah pemain bagus. Namun perlu diingat, kami hanya bisa bawa tiga pemain senior. Lilipaly pemain bagus. Tak ada keraguan soal itu,” kata Milla.

Milla memastikan, tiga pemain senior itu bukan di posisi gelandang yang dibutuhkan olehnya. Bagi Milla, keberadaan gelandang tidak sepenting seperti pemain di Lini belakang atau depan.

“Kalau ini tidak ada pembatasan dan ini timnas di level senior, saya pasti akan memanggil Lilipaly. Tapi, sekarang kami butuh pemain U-23, dengan batas hanya tiga pemain senior boleh dipakai, kami harus maksimalkan betul slot tersebut,” tandasnya.

Pelatih asal Spanyol tersebut memastikan, untuk posisi gelandang yang serupa dengan pos yang dihuni oleh Lilipaly, menurut Milla sudah cukup banyak talenta muda dan sesuai kriteria umur yang masuk dalam skuat.

“Untuk gelandang, kami punya banyak pemain muda yang bisa memerankan peran lilipaly. Ada Evan Dimas, Septian David, dan Saddil Ramdani. Sia-sia nanti kalau kami panggil pemain senior di posisi tersebut,” terang Milla. (dkk/jpnn/don)

Tim Pegasus Ciduk 28 Tersangka Kasus 3C/N

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sepekan dibentuk, Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) berhasil menciduk 28 Tersangka yang terlibat kasus curanmor, curas, curanmor dan narkoba (3C/N). Selain itu, Tim Pegasus juga menyita barang bukti 200 sepedamotor yang diduga hasil kejahatan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto menerangkan, Tim Pegasus dibentuk Senin 28 Mei 2018.

“Personel yang tergabung dalam Tim Pegasus 3C/N terdiri dari Sat Reskrim Polrestabes Medan 52 personel yang dibagi menjadi 6 tim,” ujar kapolrestabes didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SIK, Selasa (5/6)

“Kemudian, Satres Narkoba 21 personel yang dibagi menjadi 3 tim dan 164 personil dari Unit Reskrim Polsek jajaran dibagi menjadi 24 tim. Total keseluruham Tim Pegasus berjumlah 245 personel,” terang Kapolrestabes.

Menurut kapolrestabes, kegiatan dilaksanakan dengan waktu yang selalu berubah sesuai dengan trend kejahatan yang terjadi.

Setiap minggunya juga dilaksanakan analisa dan evaluasi (Anev) untuk mengetahui ritme kejahatan 3C/N yang terjadi.

Tujuan kegiatan tersebut untuk menekan angka kejahatan di wilayah hukum (Wilkum) Polrestabes Medan.

“Sasaran Tim Pegasus yakni terhadap daerah-daerah yang rawan terjadi 3C/N di Medan. Selain itu terhadap pengendara roda dua dan empat yang dicurigai,” kata kapolrestabes.

Cara bertindak yang dilakukan, kata kapolres yakni dengan menggunakan sistem hunting. Petugas akan memberhentikan dan melakukan penggeledahan terhadap ranmor dan badan orang/target yang diduga pelaku 3C/N.

“Serta mengecek kelengkapan surat-surat kendaaraan orang/target yang diduga pelaku 3C/N,” ujar kapolrestabes.

Sejak dibentuk 29 Mei hingga 3 Juni, Tim Pegasus sudah ‘unjuk gigi’. Beberapa keberhasilannya antara lain, mengamankan 200 kendaraan roda dua tanpa dokumen.

Kemudian, membekuk 6 tersangka curas, 3 tersangka curat dan 3 tersangka curanmor.

Selain itu, berhasil menciduk 14 tersangka narkoba, 2 tersangka sajam dan penculikan anak.

“Selasa 29 Mei, Tim Pegasus mengamankan 3 tersangka curas, 2 tersangka penadah, 1 tersangka narkoba, serta menyita 23 sepedamotor tanpa dokumen. Masih banyak lagi,” pungkas kapolrestabes.(smg/ala)

Dua Waria Jual Sabu Kepada Sesama

M Ali Nafiah alias Sakila dan Zulhandri alias Uca saat disidangkan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/6) sore.
M Ali Nafiah alias Sakila dan Zulhandri alias Uca saat disidangkan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/6) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua waria, M Ali Nafiah alias Sakila dan Zulhandri alias Uca mengaku hanya menjual sabu-sabu untuk kalangan waria saja. Hal itu diungkapkan keduanya saat disidangkan di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/6) sore.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sontan Marauke Sinaga, terdakwa M Ali Nafiah mengaku baru menjalankan bisnis haram tersebut sejak 1 bulan lalu.

Sementara terdakwa Zulhandri, berkilah tidak terlibat dalam bisnis haram itu, tetapi hanya sebagai pelanggan.

“Saya datang bertamu ke tempat dia. Cuma main-main saja ke tempat dia. Ikut makai aja saya,” ujar terdakwa Zulhandri.

Sementara, terdakwa M Ali Nafiah mengaku, mendapat sabu-sabu itu dari seorang temannya yang juga waria di kawasan Jalan Denai, Gang Jati.

Dikatakan pria 42 tahun itu, sabu-sabu senilai Rp2,5 juta itu belum dibayarnya. Sebab, perjanjian pembayaran dilakukan setelah barang terjual.

Namun, karena dirinya hanya menjual untuk kalangan komunitasnya sesama waria saja, khususnya yang sering mangkal di kawasan Jalan Asia Mega Mas, maka barang haram itu tidak cepat habis. Sehingga dia masih menyimpannya di rumah.

“Biasanya teman-teman komunitas saya sesama waria juga beli dan makai sabu di tempat saya. Ini untuk kalangan kami saja,” katanya.

Mendengar keterangan terdakwa, Hakim Ketua mengingatkan keduanya agar tak semakin melenceng lagi. Dikatakannya, dengan melenceng pada narkoba, kedua terdakwa sudah sangat membahayakan dan merusak.

Hakim ketua juga mengingatkan keduanya bertobat selama masa menjalani hukuman.

“Sidang ditunda dan akan dilanjutkan 26 Juni 2018 dengan agenda tuntutan JPU,” ujar hakim ketua sembari mengetuk palu tanda sidang selesai.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mariati Siboro sebelumnya, disebut terdakwa M Ali Nafiah dan Zulhandri ditangkap pada Sabtu (27/1/2018) di sebuah rumah kos di Jalan Mandala Selam III, Bantan, Medan Area.

Dari keduanya, polisi menyita narkoba jenis sabu dengan berat bersih 3,5 Gram dan 1 unit timbangan elektrik.(ain/ala)