JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rumah tangga Angel Lelga dan Vicky Prasetyo dikabarkan tengah goyang. Ada perseteruan yang disebut muncul di antara keduanya. Belum lama ini, ada kabar lain yang menyebut Angel telah meminta cerai dari Vicky.
Ditemui usai mengisi acara di gedung Trans TV, keduanya pun buka suara. “Itu persepsi-persepsi orang aja itu. Persepsi orang karena ngelihat Vickynya nangis, padahal nangisnya dia tuh emang dia ngerasa belum bisa sepenuhnya bahagiain saya,” ujar Angel di , Jakarta Selatan, Minggu (27/5).
Di acara Brownis Sahur belum lama ini, Vicky memang sempat menangis ketika kabar rumah tangganya diungkit di salah satu segmen.
Angel mengaku setelah tiga bulan menikah dengan Vicky sejak tanggal 9 Februari 2018 lalu itu, sangat senang dan bahagia menikah dengan seorang Vicky yang merupakan sosok humoris baginya.
“Saya nggak yang bagaimana-bagaimana terhadap suami saya, jalanin aja semuanya, bismillah. Saya happy kok, bahagia kok. Semuanya kan butuh proses. Nah mungkin suami agak terbawa emosi saat ditanya teman-temannya lalu dia nangis dan persepsi orang kan pasti ini pasti itu,” tukasnya.
Mantan kekasih Zaskia Gotik ini pun membantah bahwa rumah tangganya dengan Angel sedang bermasalah. “Kan lagi perluasan rahim, masak bercerai sih,” ujar Vicky. (vep/doc)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penyanyi dangdut Dewi Perssik tiba-tiba pingsan saat menjalani shooting Pesbukers di Studio ANTV, Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2018). Peristiwa itu terjadi pada pembukaan acara.
Saat itu semua pengisi acara Pesbukers sedang berjoget diiringi sebuah lagu India. Sejak awal, Dewi tampak lemas dan tak banyak berjoget. Saat lagu hampir usai, tiba-tiba Dewi ambruk. Eko Patrio yang berada di dekat Dewi pun panic. “Tolongin ini woy. Bawa ke dalam, bawa ke dalam,” kata Eko sembari membopong Dewi.
Salah satu kru lantas menggendong tubuh Dewi yang terlihat lemas untuk dibawa ke klinik. “Pesbukers lovers, ini sementara pas lagi dance tiba-tiba Dewi pingsan,” ujar Ruben.
“Ada dokternya enggak Fi… coba?” tanya Ruben pada Raffi.
Rekan Dewi, Ayu Ting Ting tak kalah panik. Sambil berlari ke klinik, Ayu memastikan bahwa di dalam klinik ada dokter yang akan menangani Dewi. “Biar istirahat dulu ya.jangan dipaksa. Biar sama Ayu aja yang nemenin,” ungkap Raffi.
Eko yang menunggu di depan klinik menjelaskan bahwa sebelum acara dimulai, Dewi memang sudah mengeluhkan kondisi tubuhnya. “Tadi dia bilang pas foto-foto sudah ngerasa lemas. ‘Mas, aku lemas banget’ dia bilang gitu. Terus dia jatuh (pingsan), ” kata Eko.
“Mendingan dibawa ke dokter aja, soalnya kena kepalanya lho tadi,” imbuhnya lagi.
Sejauh ini belum diketahui penyebab Dewi Perssik pingsan. Pihak manajemen maupun keluarga belum memberi keterangan resmi. (dian/kps)
JAKARTA , SUMUTPOS.CO – Presenter cantik Yuanita Christiani dikabarkan akan segera menikah. Hal itu terungkap dari komentar Sandra Dewi pada postingan Yuanita Christiani di akun Instagram pribadinya.
Sandra Dewi bahkan mengaku sudah menyiapkan gaun khusus yang akan dikenakannya pada pernikahan sang sahabat.
Berawal saat Yuanita Christiani mengunggah foto saat pesta kejutan untuk sang kekasih.
“Selamat ulangtahun sayank. Tuhan Yesus sertai selalu di sepanjang hidupmu. Biarlah setiap apapun yang kamu lakukan selalu berbuah baik dan hanya untuk mempermuliakan nama Tuhan. I love you,” tulis Yuanita.
“Happy birthday calon ipar!! Saya sudah siapin gaun ni hahaha jadi tanggal berapa,” tulis Sandra Dewi pada foto kue ulang tahun yang diunggah Yuanita.
Komentar Sandra langsung dibalas Yuanita yang sangat terkejut dengan keterusterangan sang sahabat.
“@sandradewi88 pinnn hahaha gila yaah disini. Hahaha,” kata Yuanita dengan emoticon kepalan tangan.
Melihat percakapan Sandra Dewi dan Yuanita, warganet pun langsung memberikan komentarnya.
Mereka mendoakan Yuanita lancar menuju hari bahagianya nanti. (mg7/jpnn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Prisia Nasution tak menolak saat ditawari ikut bermain dalam film Lima. Film garapan Lola Amaria bersama empat sutradara, yakni Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriyansyah dan Andriyanto Dewo itu memvisualkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Sudah saatnya kita punya film seperti ini supaya masyarakat lebih menerapkan kembali nilai-nilai Pancasila,” tutur Prisia Nasuition saat screening film Lima di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
“Hari lahir Pancasila sendiri baru diakui tahun lalu dan sudah dijadikan hari libur nasional. Tahun ini filmnya muncul,” sambung Prisia Nasution.
Film tersebut memang sarat dengan kontroversi. Meski begitu, wanita karib disapa Pia ini tak takut bila film tersebut akan menuai pro dan kontra.
“Kenapa harus takut kalau kita ngomingin soal ideologi negara kita sendiri,” ujar mantan atlet pencak silat itu.
“Maksudnya, ya aku sebagai warga negara Indonesia memainkan (film) ideologi Indonesia, ya takutnya di sebelah mana sih?” lanjutnya.
Sebagai warga Indonesia, kata Pia, film nasionalis yang membahas Pancasila seharusnya diberi dukungan karena mengajarkan tentang ideologi bangsa.
“Kenapa harus takut? Karena yang diceritakan ini bukan hal yang menyeramkan. Sebagai warga negara kan udah dari lahir sebagai orang Indonesia, ya ideologi ku Pancasila,” jelasnya. (mg7)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain PSMS Reinaldo Lobo melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (6/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor Psms 3-! Persija.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SELEBRASI_Pemain PSMS Reinaldo Lobo bakal absen saat PSMS tandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda.
SUMUTPOS.CO – Euforia kemenangan PSMS atas Arema FC tidak boleh terlalu lama dinikmati PSMS . Pasalnya Ayam Kinantan sudah ditunggu ujian berikutnya saat bertamu ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (1/6) mendatang.
MENGHADAPI laga itu, PSMS memang kembali percaya diri. Kemenangan 2-0 atas Arema FC sangat disyukuri pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman. Kemenangan itu tidak hanya mengangkat posisi PSMS di klasemen namun juga mengembalikan lagi rasa percaya diri skuad Ayam Kinantan.
“Seperti biasa menyikapi kemenangan kami mengajak semua pemain bersyukur. Terutama kepada Allah SWT. Saya sangat mengapresiasi mental pemain masih tetap terjaga. Walaupun tiap tandang kalah, balik ke sini tetap semangat lagi dan masih menunjukkan permainan yang bagus,” kata Djanur.
Menurut Djanur performa skuadnya sangat baik pada laga tersebut. Mengungguli segala lini dari tim Singo Edan. Namun ada satu hal yang masih belum memuaskan Djanur. Dalam hal ini penyelesaian akhir.
“Termasuk hari ini kami berhasil menang. Kami menang segalanya dari Arema. tapi saya tidak puas dengan penyelesaian akhir. Pemain depan terlalu mudah membuang peluang. Harusnya lebih dari tiga. Terlalu gampang membuang peluang. Kurang puas. Walaupun menang,” beber pelatih berusia 60 tahun itu.
Djanur juga memuji performa Wilfried Yessoh yang memborong dua gol kemenangan pada laga itu. “Sebetulnya kalian bisa lihat Yessoh luar biasa mainnya. Dia punya kecepatan. Harusnya hari ini cetak tiga gol dia. Tapi itulah tidak mampu dimaksimalkan,” katanya.
Dibanding duel away sebelumnya kontra Mitra Kukar, PSMS memang punya cukup waktu untuk beristirahat. Ada waktu beberapa hari untuk recovery.
Hanya saja PSMS harus dihadapkan pada situasi buruk. Mereka terancam tak komplet. PSMS harus kehilangan bek andalannya, Reinaldo Lobo yang diganjar kartu kuning pada laga kontra Arema. Akibatnya Lobo harus absen di laga berikutnya. “Sangat disayangkan Lobo tidak bisa ikut ke Kalimantan karena akumulasi. Tapi tidak apa-apa kami sudah persiapkan Roni (Fatahillah). Lobo termasuk pemain yang sentral dan selalu diandalkanm. Tapi kami tidak mau bergantung hanya kepada Lobo,” kata eks pelatih Persib itu.
Selain itu PSMS juga terancam tanpa Dilshod Sharofetdinov yang ditarik keluar pada menit ke-31 karena cedera. Suhandi juga masih belum memungkinkan untuk tampil. “Dilshod juga sepertinya juga berat karena pemulihan mungkin butuh lebih dari empat hari.
“Suhandi tadi saya tanyakan. Kondisinya masih sekitar 80 persen. Sepertinya tidak siap. Jadi tidak mungkin kami paksakan,” katanya.
Sementara itu bek PSMS, Reinaldo Lobo menyesalkan kartu kuning yang membuatnya harus absen di markas Borneo. Lobo sendiri belum pernah absen dari 11 laga PSMS. “Saya hanya membuat satu pelanggaran tapi wasit langsung memberi saya kartu kuning. Tapi saya harap para pemain bisa meraih hasil positif di Borneo FC,” pungkasnya. (don)
SUMUTPOS.CO – Winger mungil Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, tak bisa menutupi kebahagiaannya usai sukses dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Baru-baru ini, Luis Milla memang kabarnya sudah merilis daftar pemain senior yang dipanggil melawan Thailand dan Korea Selatan. Riko, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly, hingga Teja Paku Alam jadi nama yang dipanggil.
Ini jelas merupakan kebanggaan buat Riko. Apalagi kesempatan untuk menarik hati Milla agar diboyong ke Asian Games 2018 nanti tak datang dua kali.
“Saya berterima kasih atas dukungan semuanya. Setiap pemain pasti punya keinginan membela Timnas Indonesia,” ungkap Riko kepada wartawan.
Semua kelebihannya akan dikeluarkan saat memakai lambang Garuda di dada.”Saya tak akan menyia-nyiakannya. Apapun kelebihan saya, akan sepenuhnya saya keluarkan, seperti halnya bela Persija,” tandas Riko.
Musim ini, Riko memang begitu impresif untuk Macan Kemayoran. Dia total mengemas sembilan assist buat Persija, empat di Liga 1 dan lima pada AFC Cup 2018 lalu.
Di sisi lain, Persija harus menjalani banyak laga saat Riko nantinya harus bergabung dengan skuat Garuda pada 29 Mei sampai 4 Juni mendatang.
Saat dimintai tanggapan tentang hal tersebut, pelatih Persija Stefano Cugurra Teco memberikan ucapan selamat pada Riko. “Kami harus kasih selamat ke Riko dia bisa masuk timnas. Dia pasti bisa bantu negara,” katanya.
Terkait keluar dan tidaknya izin Riko dari klub untuk bergabung dengan pemusatan latihan, Teco belum tahu pasti. Sebab, itu menjadi hak dari manajemen dan pelatih.
“Soal dia keluar belum bicara ke manajemen, saya harus tunggu. Kalau sesuai jadwal FIFA, klub harus lepas ke timna. Kalau bukan jadwal FIFA, terserah Riko mau ikut atau tidak, kami serahkan ke Riko,” ungkap Teco.
Sementara itu ebagai pemain yang sudah terbilang senior, pemain naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves mengaku ingin berbagi pengalaman kepada pemain Tim Nasional Indonesia yang akan dipersiapkan untuk Asian Games 2018 mendatang. Pasalnya, mayoritas pemain Timnas ini berusia kurang dari 23 tahun.
“Karena saya lebih senior jadi saya harus berbagi pengalaman yang terbaik untuk mereka. Saya beri motivasi untuk mereka juga,” ujarnya.
“Saya selalu katakan juga kalau kita senior kita harus jadi contoh yang baik baik didalam ataupun diluar lapangan. Harus jadi contoh yang baik. Itulah tujuan saya,” lanjut pemain berusia 37 tahun ini. (ies/jpc/don)
Pemain Persela menghadapi laga berat saat menjamu PS Tira, malam ini.
Pemain Persela menghadapi laga berat saat menjamu PS Tira, malam ini.
SUMUTPOS.CO – Persela patut waspada saat menjamu PS Tira, besok (28/5) malam di Stadion Surajaya Lamongan. Sebab, The Young Warriors-julukan PS Tira memiliki kekuatan tak terduga. Lima laga terakhir, PS Tira meraih tiga kali kemenangan. Salah satunya saat melibas tuan rumah PSIS Semarang, Kamis (17/5) lalu. Dua laga lainnya, tim Rudy Eka Priyambada menelan kekalahan.
“Sebenarnya kalau kita mau melawan PS Tira, harus kita sendiri yang mesti waspada,” tutur Asisten Pelatih Persela, Danur Dara kepada Jawa Pos Radar Lamongan (grup Sumut Pos), sabtu (26/5). Performa PS Tira masih angin-anginan. Pekan lalu, PS Tira dipermalukan tamunya Perseru Serui. Meski begitu, Danur meminta pemain Persela tidak boleh underestimated (meremehkan) lawan.
Sebab bisa saja pemain PS Tira makin semangat meraih poin setelah mengalami kekalahan. “Persela di pekan kesepuluh ini, kita harus lebih matang. Serta lebih waspada, termasuk menghadapi tim seperti PS Tira ini,”
ujar mantan pelatih Perssu Sumenep itu. Apalagi, menurut dia, hingga pekan ke10 ini kekuatan seluruh tim di Liga 1 tak bisa terdeteksi. Performa itu juga dialami Persela dan PS Tira, yang kadang moncer tapi juga pernah jeblok di kandang. “Siapapun bisa kalah dan siapapun bisa menang, meski bermain di kandangnya sendiri,” imbuhnya.
Gustavo Lopez menjadi salah satu faktor PS Tira harus diwaspadai. Danur menilai, meski secara fi sik lemah, tapi Gustavo cukup kuat dalam memegang bola. Selain itu, Gustavo memiliki permainan yang bagus, serta mampu memanfaatkan bola-bola servis. “Dia juga pasti faham dengan permainan Persela, karena pernah main di sini,” katanya.
Persela sejauh ini ditahan tiga tim di Stadion Surajaya. Yakni, Persebaya Surabaya, Bali United, dan Perseru Serui. “Tentu semua pihak, termasuk kami manajemen inginnya dapat poin penuh di kandang. Tapi, semua tergantung dari perjuangan pemain di lapangan,” kata Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi.
Dia berharap tim Laskar Joko Tingkir ini dapat melanjutkan tren positif pada laga terakhirnya di kandang. Yakni, Persela mampu membungkam Persija dengan skor 2-0 di hadapan LA Mania dan Curva Boys. “Semangat seperti itu (lawan Persija) harus diterapkan di laga selanjutnya. Sehingga bisa memetik tiga poin di kandang,” imbuhnya.
PS Tira datang ke Surajaya dengan kondisi mental kurang bagus. Sebab, The Young Warriors-julukan PS Tira,- dipermalukan Perseru Serui dengan skor 0-1, Selasa (22/5). “Tapi bisa saja mereka bangkit di sini. Jadi semua pemain harus tetap fight siapapun lawannya,” ujar mantan camat Turi itu. Head to head pertemuan Persela dengan tim yang sebelumnya bernama PS TNI tersebut seimbang.
Kedua tim bertemu empat kali. Dua kali Persela menang di Stadion Surajaya, serta takluk saat melawat ke kandang PS Tira. “Kita selalu meraih tren positif ketika bertemu mereka (PS Tira) di kandang. Semoga itu bisa terjaga,” harap Yunan. (bbs/jpc/don)
Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS/JPG
SELEBRASI: Pemain Timnas Indonesia U-19 Syahrian Abimanyu, Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikiri, dan Feby Eka Putra
merayakan gol kedua ke gawang Thailand U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/10).
Foto: IMAM HUSEIN/JAWA POS/JPG Timnas U-19 mendapat ujian di kandang Persis.
SUMUTPOS.CO – Persis Solo bakal meladeni Timnas U-19 di stadion Manahan, Solo, Senin (27/5) malam. Meski hanya laga uji coba, tetapi kedua tim akan menerjunkan skuad terbaik dalam pertandingan yang akan dimulai pukul 20.30 WIB itu.
Pelatih Persis Solo, Jafri Sastra mengungkapkan, timnya sudah melakukan persiapan selama enam hari. Dalam waktu yang cukup singkat ini, dirinya pun berupaya untuk membenahi sejumlah kekurangan yang masih ada pada tim.
“Kami sudah persiapkan tim sebaik mungkin, dan kami benahi sejumlah kekurangan yang masih ada di dalam tim,” ungkap Jafri saat jumpa pers, Minggu (27/5).
Jafri menambahkan, laga uji coba ini memang sangat dibutuhkan Persis Solo selama jeda musim. Salah satunya yakni untuk terus menjaga mental dan juga permainan para pemain. Selama ini, kata Jafri mencari lawan uji coba tidak mudah. Sehingga, adanya kesempatan bertemu dengan timnas u19 pertandingan besok akan dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Pertandingan besok harus kami nikmati. Saya tidak ingin kehilangan aura dan untuk menjaga mental. Mengingat kompetisi liga dua akan digelar kembali pada 4 Juli, jadi jedanya cukup panjang,” ucapnya.
Sementara itu, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri mengatakan, bahwa laga uji coba ini menjadi bagian penting sebagai titik awal konsolidasi dengan U-19. Mengingat, dirinya juga sudah tidak menangani Timnas U-19 sejak empat bulan silam.
“Ini yang akan menjadi lawannya adalah tim senior, awalnya kami akan melawan Iran tapi ditunda sampai habis lebaran. Dan ini ada beberapa hal yang terus dilakukan untuk konsolidasi,” katanya. (apl/jpc/don)
Para pemain Persebaya merayakan gol kemenangan. Persebaya bakal hadapi Persija di Bantul.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Duel antara Persija Jakarta kontra Persebaya Surabaya dipastikan akan diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (3/6) mendatang. Kedua tim tidak bisa bermain di Jakarta karena terganjal persiapan Asian Games.
Stadion Pakansari yang sempat dijadikan alternatif pengganti Stadion Utama Gelora Bung Karno harus bersih dari kegiatan sampai berlangsungnya Asian Games 2018.
Kepastian tentang penunjukan Bantul sebagai arena duel Macan Kemayoran dan Green Force tertuang dalam surat nomor 342/PERSIJA/LIGA-1/V-2018. Surat tersebut dikirimkan oleh Persija kepada Persebaya dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).
“Pertandingan Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya akan kami selenggarakan di Stadion Sultan Agung Bantul pada 3 Juni,” bunyi paragraf terakhir dari surat tersebut, seperti dilansir laman resmi Persebaya, Minggu (27/5) siang. Kabarnya, pertandingan pekan ke-12 Liga 1 2018 tersebut akan disiarkan secara langsung mulai pukul 20.30 WIB.
Sementara itu, sebelum memilih bermarkas di Bantul, sempat muncul opsi pertukaran status tuan rumah di pertandingan ini. Namun hal tersebut urung terlaksana karena Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya tidak mendapatkan lampu hijau dari pihak kepolisian.
“Kami sebenarnya tidak keberatan kalau Persebaya harus menjadi tuan rumah lebih dulu. Tapi, sepertinya berat. Sebab pihak kepolisian sudah memilki rencana lain dan kami harus menghormati rencana mereka,” jelas Ketua Panpel, Wisnu Sakti Buana.
Dengan demikian, pertandingan kontra Persipura Jayapura, Selasa (29/5) lusa, akan menjadi partai kandang terakhir Persebaya di bulan Ramadan. Usai jalani laga kontra Persija, kompetisi Liga 1 akan menjalani libur Idul Fitri dan kembali aktif lagi akhir Juni mendatang. (saf/jpc/dek)
PERNYATAAN: Insan tinju Kota Medan, (dari kiri) David Hutabarat, Tonggo Sibarani, Firman Pangeran, Maruli Lumbantobing, Sadarmawati Simbolon, Abdul Hadi dan Garden Tampubolon melakukan pernyataan sikap pada konfrensi pers di Medan, kemarin.
PERNYATAAN: Insan tinju Kota Medan, (dari kiri) David Hutabarat, Tonggo Sibarani, Firman Pangeran, Maruli Lumbantobing, Sadarmawati Simbolon, Abdul Hadi dan Garden Tampubolon melakukan pernyataan sikap pada konfrensi pers di Medan, kemarin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah insan tinju kota Medan yang merupakan gabungan dari 15 Sasana Tinju se-Kota Medan menyesalkan digelarnya Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Medan versi carateker pada 23 Mei lalu. Padahal sebelumnya telah digelar Muskot pada 14 Mei yang menetapkan Budiman sebagai ketua umum.
Adapun pernyataan sikap oleh insan tinju tersebut berisi lima poin penting yang dibacakan Maruli Lumban Tobing didampingi David Hutabarat, Tonggo Sibarani, Firman Pangeran, Sadarmawati Simbolon, Abdul Hadi, dan Garden Tampubolon.
Dalam poin pentingnya, Maruli mengatakan pihaknya menolak pelaksanaan Muskot Pertina Medan yang dilaksanakan caretaker pada 23 Mei lalu yang dinilai hanya hasil rekayasa. Pihaknya pun siap melakukan upaya hukum untuk hal tersebut.
Dikatakannya, setahun belakangan kepengurusan Pertina Medan telah diambil alih oleh seseorang terkait beberapa keputusan maupun program. Begitu juga pengelolaan dana dari KONI Medan dilakukan tanpa diketahui ketua yang sah.
“Jadi kami telah membuat surat penolakan terhadap SK Pengprov Pertina Sumut tentang pengangkatan caretaker yang tidak sah, sebab sebelum berakhirnya masa bhakti Pengkot Pertina Medan 29 April 2018, telah dibentuk panitia Muskot Pertina Medan tanggal 23 April 2018,” sambung Maruli pada salah satu pernyataan sikap.
Pihaknya pun menganggap Muskot versi caretaker tidak sah. “Pelaksanaan Muskot versi caretaker jadi-jadian Pengprov Pertina Sumut kami duga tidak memenuhi kuorum dan tidak sah sebab 15 sasana telah menghadiri Muskot yang sah pada 14 Mei 2018, ditambah 2 sasana yang abstain yaitu sasana Ahas dan Satria,” jelasnya.
Abdul Hadi pun menambahkan, pernyataan sikap tersebut dibuat utuk meluruskan dan menegakkan marwah organisasi Pertina Medan dan sasana-sasana tinju se-Kota Medan. “Kami mohon agar semua pihak dapat menilai secara objektif dan mendukung kepengurusan yang sah di bawah pimpinan Sdr Budiman,” katanya.
“Perlu kami tegaskan, kami juga telah menyerahkan kepada tim Hukum Pertina Medan di bawah koordinasi Musa Panggabean SH MH akan melakukan upaya hukum baik pidana maupun perdata terhadap pihak-pihak yang mencoba memecah belah atau mengacaukan Pertina Medan,” kata Hadi.
Sebelumnya Ketua Pertina Sumut Romein Manalu pada Muskot 23 April lalu mengatakan, jika masa kepengurusan Pertina Medan periode 2015-2018 sudah berakhir. Maka untuk mengisi kekosongan pengurus maka Pertina Sumut menunjuk Ketua carateker Pertina Medan, sekretaris, dan anggota untuk pelaksanaan muskot. (don)