Home Blog Page 6351

Ayah Yusuf Tak Percaya Anaknya Terlibat Bom

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah seorang terduga teroris, M Yusuf, diamankan Densus 88 pada Selasa (14/5) malam. Pria berusia 28 tahun ini ditangkap petugas di Simpang Sei Sikambing, Sekip, Medan, Sumatera Utara. Ia saat itu mengendarai sepeda motor.

“Saya tidak percaya anak saya itu terlibat dalam kelompok tersebut. Apalagi terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Surabaya kemarin,” kata ayah Yusuf, Zulfahri Rangkuti, kepada detikcom di kediamannya di Jalan Pukat 1 Gang Sekolah, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (16/5/2018).

M Yusuf dinilai sebagai anak yang baik. Sehari-hari pemuda berusia 28 tahun tersebut bekerja sebagai tukang ojek.

“Anak saya juga nggak pernah ke mana-mana. Tiap hari kerjanya ngojek. Pergi pagi pulang sore. Malam dia nggak pernah ke luar rumah,” cerita Zul.

Keluarga sempat terkejut dan syok saat petugas datang ke rumah membawa Yusuf. Seluruh rumah digeledah, buku dan Alquran dibawa petugas.

“Kami sekeluarga terkejut saat petugas datang membawa anak saya dan menggeledah rumah,” tuturnya.

“Yusuf merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara,” sambung Zul.

Zul menambahkan selama ini tidak mengetahui kegiatan Yusuf di luar rumah. Apalagi Yusuf disebut bergabung dengan kelompok tertentu.

“Mana tahu saya kalau dia ikut gabung dengan ISIS, apalagi pernah ke luar negeri,” paparnya.  (asp/dtc)

Polisi Cari Pegawai BUMN yang Diduga Danai Teroris

Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua orang terduga teroris asal Pekanbaru yang ditangkap di Palembang mengaku diberi ongkos oknum pegawai BUMN. Polisi akan berkoordinasi dengan PPATK untuk mengejar pegawai BUMN berinisial D tersebut.

“Kata mereka, dapat ongkos dari seorang pegawai PLN di Riau berinisial D. Sampai saat ini masih kami dalami dan kordinasi dengan PPATK untuk mengetahui apakah itu dana pribadi atau tidak,” kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (16/5/2018).

Bukan hanya dengan PPATK, Zulkarnian mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Riau. Hal ini untuk memastikan benar atau tidaknya pengakuan kedua pelaku itu.

“Sama Kapolda Riau dan Direktur Reskrimum saya sudah sampaikan. Tapi ini kan baru pengakuan mereka dan pengakuan juga sinkron (sama). Itulah sebabnya, terduga teroris ini kita periksa terus. Kalau benar (diberi ongkos oleh pegawai PLN), pasti ditangkap,” katanya.

Dikatakan Zulkarnain, dua orang terduga teroris bernama Hery Hartanto (37) dan Hengki Satria (39) ditangkap di Palembang saat pulang dari Jakarta. Keduanya singgah ke Kota Palembang karena akan menemui dosen yang disebut sebagai teman lama.

Saat terjadi teror di Mapolda Riau hari ini, keduanya mengaku tidak terlibat. Tetapi polisi tetap mendalami keterlibatan dua terduga teroris mengingat keduanya juga berasal dari Riau.

 

Menteri Rini Mendalami

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan akan mempelajari lebih jauh mengenai kabar seorang pegawai salah satu BUMN mendanai kegiatan terduga teroris.

“Wah saya belum tahu itu. Terus terang saya belum dapet laporannya. Tentunya kita benar-benar pelajari dan itu memang satu hal, sudah melanggar hukum, sudah bisa diproses,” tutur Rini di Kompleks Istana, Rabu (16/5/2018).

Apabila nantinya si oknum pegawai BUMN itu terbukti melakukan pendanaan terorisme, sanksi berat sudah menanti. Namun Rini belum bisa menjabarkan lebih jauh mengenai sanksi itu.

“Ya pasti ada dong (sanksi). Lihat saja,” kata Rini.

Kabar mengenai dugaan keterlibatan oknum salah satu BUMN itu terungkap dalam video pemeriksaan terduga teroris yang ditangkap di Palembang. Pemeriksaan dilakukan di Mapolda Sumsel dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara. Si terduga teroris menyebut inisial D, disebut sebagai pegawai salah satu perusahan BUMN yang membantu pendanaan.

Dimintai konfirmasi mengenai video pemeriksaan itu, Zulkarnain hanya menjawab normatif.

“Seseorang dari Riau,” tutur Zulkarnain.  (dtc)

4 Teroris Tewas di Riau Terkait Rusuh Mako Brimob

Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5). Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, terkait dengan serangan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Keempat teroris yang tewas di Riau adalah Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), Adi Sugiyan (26) dan Daud.

“Keempat orang ini anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang afiliasi dengan ISIS. Satu yang ditangkap belum diketahui, masih pendalaman,” kata Setyo di Mabes Polri, Rabu (16/5).

Sementara itu, soal kaitan dengan teroris di Mako Brimob, Setyo meyebut keempat orang ini adalah anak buah Benny narapidana teroris yang tewas ketika rusuh.

“Mereka sempat datang ke Mako, tapi karena sudah kondusif mereka pulang. Nah, mereka ini pulang melakukan penyerangan ke Mapolda Riau kami patahkan,” sambung dia.

Setyo juga memastikan, kelompok ini sama-sama melakukan baiat ke ISIS. “Sama-sama baiatnya, kelompok di sana menamakan seperti itu,” imbuh dia. (mg1/jpnn)

Alumni SMANSA Medan Puji Terobosan DJOSS

DISKUSI: Panitia, moderator dan panelis berfoto usai acara Nobar dan Diskusi Debat Kedua Pilgubsu yang difasilitasi Komunitas Alumni SMANSA For DJOSS, Sabtu lalu.
DISKUSI: Panitia, moderator dan panelis berfoto usai acara Nobar dan Diskusi Debat Kedua Pilgubsu yang difasilitasi Komunitas Alumni SMANSA For DJOSS, Sabtu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Kartu Sumut Pintar, Kartu Sumut Sehat, dan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera yang bakal diluncurkan cagub/cawagub Djarot Saiful Hidayat dan Sihar PH Sitorus (DJOSS) jika dipercaya memimpin Sumut lima tahun ke depan mendapat pujian dari Komunitas Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri Satu (SMANSA) Medan for DJOSS.

Peluncuran ketiga kartu itu dianggap jawaban konkret DJOSS apabila dipercaya rakyat untuk memimpin Sumut. Salah satu poin yang patut diperhatikan adalah prinsip pembangunan berkeadilan yang diimplemetasikan dalam bentuk bantuan sosial atau hibah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan pangan.

Apresiasi itu disampaikan pemandu diskusi Mangarimpun Parhusip di sela-sela ”Diskusi dan Nobar (Nonton Bareng) Debat Publik Kedua Cagub/Cawagub Pilgubsu” di Sekretariat Komunitas Alumni SMANSA Medan For DJOSS di Jalan Mongonsidi No 45 Q Medan, Sabtu (12/5).

”Pembangunan IPM juga akan diwujudkan dengan membenahi sejumlah daerah tujuan wisata agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang pariwisata bertali-temali (sinergis) dengan program Kementerian Pariwisata,” ujar Mangarimpun saat memandu diskusi yang diikuti sejumlah panelis.

Benny Tobing dari  Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, menilai pemahaman Djarot soal tata-kelola pemerintahan menjadi pertimbangan rakyat untuk memilih DJOSS. Dari Relawan Djarot-Sihar Institute, Psikolog Puan Maharani menilai gestur tubuh DJOSS yang tampak rileks saat menjawab pertanyaan dari paslon Eddy Rahmayadi-Musa Rajeckshah memperlihatkan kolaborasi dari pasangan yang sarat pengalaman birokrasi dan kapabalitas intelektual yang mumpuni.

”Kemampuan Djarot dan Sihar berbagi peran, dalam bertanya, menjawab, dan memberikan tanggapan, juga mengisyaratkan mereka kelak menjadi duet yang kompak dan serasi dalam mengurus Sumut ke depan,” tukas Puan.

Rohani Panjaitan dari Tim Ra-Djasihar (Relawan Djarot-Sihar) mengaku tak khawatir dengan hasil beberapa survei yang mememangkan rival DJOSS. Justru keberadaan Djarot dan Sihar yang baru dua bulan di Sumut tapi mampu mendulang simpati yang cukup besar, diingatkan menjadi ancaman besar bagi rivalnya di hari pencoblosan pada 27 Juni nanti.

”Djarot-Sihar tak melakukan persiapan besar. Mereka maju bukan karena hasrat kekuasaan atau pribadi, namun rasa tanggungjawab untuk membenahi Sumut,” katanya.

Dalam konklusi akhirnya, moderator Mangarimpun Parhusip meyakinkan track-record Djarot yang bersih yang tidak meninggalkan masalah hukum saat dirinya menjabat wali kota Blitar dan gubernur DKI Jakarta membuat Djarot tampil percaya diri dalam debat paslon Pilgub dengan tema ‘Tata Kelola Pemerintahan Yang Bebas Korupsi’.

”Saat memimpin Kota Blitar beliau mampu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red) dan mengangkat IPM Kota Blitar. Pengalaman Djarot di kampus dan birokrasi, yang dipadu dengan keilmuan dan pengalaman manajemen Sihar mengelola perusahaan menjadikan DJOSS relatif menguasai alur materi debat,” kata alumnus ITB yang biasa disapa Ucok ini.

Sebelumnya, Ketua Panitia Acara Herbert Hutauruk menyebutkan acara ”Diskusi dan Nobar Debat Publik Kedua Cagub/Cawagub Pilgubsu” dibagi dalam dua sesi. ”Sesi awal adalah diskusi terbatas tentang peran relawan perorangan dalam memenangkan DJOSS yang difasilitasi Mangarimpun Parhusip dan Bernas Silalahi sebagai moderator. Sesi berikutnya adalah sharing pendapat tentang jalannya debat,” katanya.

Dikatakan Herbert, acara tersebut terselenggara atas dukungan seluruh anggota Komunitas Alumni Smansa Medan for DJOSS yang bekerjasama dengan sejumlah elemen relawan.

Selain anggota Komunitas Alumnsi SMANSA Medan For DJOSS seperti Herbert Hutauruk, Bernas Silalahi, Doddy, Erika Hutagaol, Elisabeth Hutasoit, turut berpartisipasi Komunitas Peduli Sumut, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Paguyuban Relawan Nusantara, Relawan Djarot-Sihar Institute, Relawan Ra-Djasihar, BARA-BAJA, dan Psikolog DR Puan Maharani MPSi. (val)

Ini Identitas 4 Teroris Penyerang Mapolda Riau

Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polisi merilis identitas 4 terduga teroris Mapolda Riau. Empat orang itu tewas dalam penyerangan ke polisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan empat orang tersebut adalah Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), dan Adi Sufiyan (26). Tiga orang itu merupakan warga Dumai. Satu jenazah lagi atas nama Daud.

“Keempat, Daud, belum teridentifikasi sampai saat ini info yang saya terima,” kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

Para terduga teroris itu disebut tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS.

“Keterangan kelompok ini Negara Islam Indonesia (NII) yang afiliasi dengan ISIS Dumai. Satu yang ditangkap belum diketahui, masih pendalaman,” kata Setyo.  (idh/fdn/dtc)

Si Buta dari Gua Hantu Angkat Asal-usul Barda

SUMUTPOS.CO – Upaya Bumi Langit Studios untuk mulai membuat film jagoan Indonesia mendapat dukungan dari kalangan produsen film. Dalam hal ini, Screenplay Pictures yang menjadi rumah produksi untuk film Gundala.

“Kebetulan kami sudah kenal dengan pihak Bumi Langit dan tertarik dengan genre film jagoan Indonesia,” tutur Produser Screenplay Pictures Wicky Olindo.

Lewat Gundala, Wicky ingin menampilkan jagoan Indonesia dengan cara yang lebih segar, tapi tetap khas Indonesia. Film yang rencananya tayang tahun depan tersebut, akan mengangkat banyak kearifan lokal.

Itu bakal menjadi pembeda dengan film-film jagoan lain yang sudah tayang lebih dulu. “Di film jagoan sebelum ini, sering kali jagoan yang diangkat memiliki setting atau cerita yang berjarak dengan penonton Indonesia,” jelas Wicky.

Setelah Gundala, satu jagoan lagi siap diproduksi. Yakni Si Buta dari Gua Hantu. Screenplay menggandeng sutradara yang sebelumnya sukses dengan Rumah Dara (2009) dan Headshot (2016), Timo Tjahjanto.

Saat ini Timo sedang menulis naskah untuk film Si Buta. Sebuah draft cerita sempat ia unggah di akun Instagram-nya. ‘A Man Called Sightless… Based on the works of Ganes TH’, demikian judul draft naskah itu.

Sebagai riset, Timo membaca kembali komik Si Buta karya Ganes, sekaligus mengamati kondisi latar dan budaya di era kolonial. Ia juga mengikuti komik Si Buta versi Bumi Langit Revolusi.

Walaupun Si Buta pernah dibuat film dan sinetron di Indonesia, Timo enggan menjadikannya bahan riset. “Saya memang pernah nonton filmnya, tapi saya mau bikin sesuatu yang baru,” kata Sutradara The Night Comes for Us itu.

Timo mengungkapkan, film Si Buta yang akan dibuatnya ditujukan untuk audiens dewasa, lebih dark. Banyak adegan berdarah-darah seperti di komik. Ia akan mengangkat asal-usul Si Buta dan penjelasan mengapa karakter tokoh bernama asli Barda itu sangat kompleks. Sebagai ciri khas Indonesia, Timo juga akan memasukkan unsur pencak silat ke dalam cerita Si Buta. (len/c20/na/jpnn/saz)

Dewi Persik dan Angga Wijaya Tak Serumah Lagi?

Dewi Perssik-Angga

SUMUTPOS.CO – Hubungan Dewi Persik alias Depe dan Angga Wijaya dikabarkan makin renggang. Bahkan dari hasil penerawangan Mbak You, keduanya sudah tidak serumah lagi.

“Hubungan Dewi dan Angga lagi panas. Mereka sudah tidak serumah lagi,” ujar Mbak You, paranormal yang disebut-sebut sebagai pengganti Mama Laurent.

Ia juga memprediksi rumah tangga Dewi akan berakhir dengan perceraian, bila Angga tidak bisa mengimbangi istrinya itu. Antara Depe dan Angga ada kesenjangan.

Depe yang keras dinilai terlalu banyak aturan. Sedangkan Angga terlalu kaku dan kurang kuat sebagai suami. “Kalau Angga tidak bisa mengubah karakternya, rumah tangganya akan bubar,” cetus Mbak You.

Perbedaan lainnya, Depe tipe wanita setia. Sedangkan Angga labil dan masih terkungkung dengan perasaannya pada perempuan masa lalu (eks pacar). “Ini yang Dewi tidak terima dan makin keras hatinya, karena bagi Dewi, kesetiaan itu nomor satu,” tandas Mbak You. (esy/jpnn/saz)

Syahrini Pacari Mr H Cuma Rekayasa

SUMUTPOS.CO – Selama ini, Syahrini dikenal dengan beragam sensasi. Satu di antaranya soal kabar kedekatan dengan Mr H. namun ternyata, ia sengaja membuat setting-an itu untuk mempromosikan sebuah produk yang telah mengontraknya.

“Jadi saya itu bukan kekasih Mr H, saya bersamanya hanya terikat kontrak saja,” tutur Syahrini saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Jadi saya dibayar untuk itu (setting-an). Jadi clear lah semua cerita seolah-olah itu live, padahal fake. Untuk mempoles Mr H sebagai kekasih Syahrini,” jelasnya.

Syahrini bahkan mengaku bekerja sama dengan akun gosip di media sosial. “Memang ada akun gosip yang dipesan untuk mengabarkan gosip Syahrini dengan Mr H. Merekalah yang menciptakan (gosip),” ungkapnya.

Pelantun Sesuatu itu, pun tak takut di-bully warganet lantaran merekayasa hubungan asmaranya dengan Mr H, hanya untuk mempromosikan produk. “Biasa aja sih, biarkan saja orang berkata apa,” tukas mantan pasangan duet Anang Hermansyah itu. (mg7/jpnn/saz)

Jurus Balik Kucing

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Trump balik kucing. Begitu cepatnya. Pagi-pagi, Presiden Amerika itu bikin Twitter kejutan. Hari Minggu kemarin.

Inilah bunyi Twitternya: Donald J. Trump @realDonaldTrump ”Presiden Xi dan saya bekerja sama untuk memberi jalan yang mudah bagi perusahaan telekomunikasi ZTE untuk kembali bisa bekerja, segera. Terlalu banyak lapangan kerja yang hilang. Kementerian perdagangan sudah diinstruksikan untuk melaksanakannya!”

Inilah rupanya! Inilah jawabannya atas pertanyaan Disway minggu lalu. Tentang memo direksi ZTE itu. Kepada seluruh karyawannya yang sangat optimistis itu.

”Semoga fajar segera menyingsing”. Begitu kurang lebih isinya.

Ada apa? Apakah direksi ZTE sudah dapat bocoran? Dari hasil pertemuan delegasi utusan Trump ke Beijing? Kok berani memberikan harapan yang begitu optimistis?

Memo itu memang penting. Karyawan ZTE yang 80.000 itu resah.

Presiden Trump tiba-tiba membuat keputusan: melarang perusahaan teknologi AS kirim chips komputer ke ZTE. Selama 7 tahun. Sebagai sanksi atas kebandelan ZTE: tetap berdagang dengan Iran.

Dengan keputusan tersebut ZTE kena Achilles Heel-nya. Tidak siap dengan microprocessor dari dalam negeri. Belum bisa bikin.

Tidak ada yang bisa bikin. Kecuali perusahaan-perusahaan Amerika itu. Padahal stok persediaan chips ZTE hanya cukup untuk dua bulan. ZTE di ambang kesulitan besar.

Lalu muncul memo angin segar itu. Publik tidak tahu. Deal apa yang telah terjadi.

Di balik twitter Trump Minggu pagi kemarin. Mungkin Presiden Xi Jinping sudah menjamin. Akan lebih banyak impor barang dari Amerika agar defisit perdagangan AS berkurang.

Minggu ini delegasi Tiongkok ganti yang ke Washington DC. Melanjutkan pembicaraan di Beijing itu.

Selasa hari ini mulai berunding. Apa pun pengalaman pahit ZTE ini akan membangkitkan percepatan program mandiri chips di Tiongkok.

Tidak boleh lagi kemajuan Tiongkok hanya ibarat kehebatan mampu membangun gedung pencakar langit di atas tanah orang. Tentu lawan politik Trump melihat dari kacamata lain.

Menantu Trump, Jared Kushner, yang pengusaha itu, dikenal luas sebagai agen Trump untuk Tiongkok, Rusia, Kazakstan dan Indonesia. Kushner punya partner bisnis di masing-masing negara itu.

Suami tak Kuat Hadapi Istri yang Belum Dewasa

SUMUTPOS.CO –  Seorang pria, sebut saja Donwori (30) sudah tak betah lagi menghadapi sikap istrinya, Karin (27) yang dianggapnya belum dewasa.

Donwori akhirnya mundur setelah sekian lama memendam perasaan jengkelnya kepada Karin. Bukannya Karin seorang istri yang pemalas atau selingkuh. Namun kelakuan Karin yang baginya tidak dewasa.

Karin yang telah berstatus sebagai istri kerap bertingkah berlebihan saat mengungkapkan cinta pada idolanya, Harry Styles, salah satu personel boy band asal Inggris, One Direction.

“Kelakuannya kayak anak SMA persis! Jerit-jerit nggak jelas kalau nonton video-videonya,” ungkap Donwori saat berada di ruang tunggu pengadilan agama.

Tak hanya hiperaktif dengan segala yang berbau idola, Karin bahkan juga mengoleksi segala hal tentang One Direction. Dari mulai CD, merchandise, bahkan barang-barang rumah tangga yang berbau idolanya.

Tentu saja ini membuat Donwori jengkel dan membenci segala hal yang berbau boyband, apalagi grup idola Karin. “Lah masak sprei dan guling juga mau yang temanya One Direction,” keluh pria asal Darmo Permai ini.

Merasa perbuatan Karin berlebihan, Donwori berkali-kali meminta istrinya itu untuk menghentikan sikap tidak dewasanya. Namun, bukannya nurut Karin malah marah-marah diingatkan.

Ia bersikukuh dengan dalih mending ngefans sama idola secara berlebihan, daripada jadi sosialita yang kerjaannya mejeng ke sana kemari menghabiskan uang.

“Tak nasihati tidak bisa, bilangnya iya-iya akan mengurangi. Di awal nurut tapi lama-lama balik juga kelakuannya,” kata Donwori kesal.

Ujung perceraiannya dengan Karin adalah ketika semakin hari jatah waktu yang harusnya dihabiskan bersama Donwori habis untuk menonton sang idolanya di TV. Karin bahkan kerap menolak ajakan Donwori bermesraan ketika dia sedang fokus-fokusnya streaming segala hal tentang artis idolanya.

“Diajak malmingan nggak mau, diajak malam Jumatan juga nggak mau karena keasikan nye-talkingi instagramnya Harry Styles,” ucapnya sebal.

Karena tak tahan lagi dengan kelakuan Karin, Donwori akhirnya memutuskan untuk memberikan pilihan kepada Karin. Yakni, memilih berhenti menjadi fans dan membuang segala CD, poster dan barang-barang berbau One Direction atau berhenti menjadi istri Donwori. Tak disangka, jawaban Karin menyakitkan karena lebih memilih bermesraan dengan rupa-rupa gambar idolanya. “Dia ngakunya sudah ngefans tahunan, lebih lama dari ketemu aku. Katanya, enak aja nyuruh berhenti ngefans (Harry Styles),” kata Donwori dengan nada murung.(*/hen/sb/is/jek/JPR)