Home Blog Page 6352

ASUS Gandeng JD.ID Pasarkan ZenFone Live L1

ZenFone Live L1, Real FullView for Everyone.
ZenFone Live L1, Real FullView for Everyone.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai bukti keseriusan dalam meningkatkan eksistensi di pasar smartphone, ASUS menambah mitra strategis untuk menyebarkan perangkat komunikasi nirkabel terbarunya. Jika sebelumnya pada seri ZenFone Max Pro M1 ASUS menunjuk Lazada sebagai partner eksklusif, menyambut hadirnya ZenFone Live L1, ASUS Indonesia menunjuk JD.ID untuk menangani penjualan online.

“Penunjukan JD.ID sebagai partner merupakan langkah selanjutnya dari ASUS untuk memudahkan pengguna mendapatkan perangkat terbaru yang kita pasarkan,” sebut Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia. “ZenFone Live L1, smartphone terbaru ASUS yang segera kita hadirkan, akan sangat terjangkau bagi seluruh pengguna di seluruh penjuru Nusantara,” ucapnya.

ASUS menyadari, Galip menambahkan, Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri dari 17 ribu lebih pulau. Jaringan distribusi konvensional membutuhkan waktu agar produk yang dirilis sampai ke tangan pengguna. “Setelah menghadirkan produk yang terjangkau, distribusi produknya juga harus sangat mudah. Salah satu caranya adalah menyediakannya secara online via JD.ID,” tambah Galip.

“Setelah meluncurkan kampanye #DijaminOri yang menonjolkan kualitas barang, JD.ID ingin menarik kepercayaan masyarakat dengan cara menyajikan proses pengiriman yang cepat,” sebut Zhang Li, Presiden Direktur JD.ID. “Inilah alasan kami untuk mendirikan gudang di Jakarta, Surabaya, Pontianak, Medan dan Makassar. Kota-kota tersebut memiliki posisi geografis strategis sebagai pusat pengiriman barang, termasuk ASUS ZenFone Live L1 ini,” ucapnya.

Dengan ZenFone Live L1, ASUS fokus pada pengguna generasi muda yang banyak melakukan aktivitas terkait hiburan multimedia. “Pengguna yang gemar menonton film, belanja online atau memutar musik secara non stop akan sangat terbantu oleh hadirnya perangkat yang satu ini,” sebut Galip.

Dengan layar lebar, yakni dimensi 5,5 inci namun dalam body smartphone ukuran 5 inci, ia sudah menggunakan layar FullView 18:9 resolusi HD+ 1440×720 serta diperkuat baterai berkapasitas 3.000mAh. Baterai berkapasitas besar tersebut sanggup memasok daya untuk memutar hingga 9 film, browsing web hingga 18 jam, atau memutar musik hingga 4 hari non stop sebelum kehabisan energi.

Meskipun terjangkau, smartphone yang satu ini sudah menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo yang dilengkapi dengan antarmuka ZenUI 5 terbaru. “Dengan Full View display dan stamina yang cukup serta pengalaman menikmati film di layar yang terasa lebih luas dan warna lebih cerah, ZenFone Live L1 sangat cocok untuk pengguna generasi muda yang sangat dinamis,” tambah Galip.

Di Indonesia, ZenFone Live L1 akan diresmikan pada 17 Mei mendatang dalam ajang #Backto5 #BacktoLive. Setelah itu ia akan hadir secara flash sale di JD.ID pada 21 Mei dan 31 Mei 2018 pukul 11 siang. Setelah masa flash sale, ia akan tersedia secara ekslusif pula di JD.ID untuk seluruh pengguna, di manapun ia berada. (rel/mea)

Gubsu: Jangan Mudah Terprovokasi

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pernyataan sikap forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) terkait teror bom.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pernyataan sikap forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) terkait teror bom.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Aksi teror bom di Surabaya cukup membuat masyarakat Indonesia resah, tidak terkecuali Sumatera Utara yang pernah merasaka serangan teror. Semua jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan dalam upaya mengantisipasi aksi teror tersebut. Sedangkan masyarakat diminta untuk tak mudah terprovokasi.

Demikian terungkap saat Gubernur Sumut  Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau, Pangdam I/Bukit Barisam Cucu Somantri dan Ketua MUI Prof Dr H Abdullah Syah MA serta segenap tokoh masyarakat mengadakan pertemuan di Restoran Garuda Medan Jalan Kapten Patimura, Senin (14/5).

“Saya berharap masyarakat Sumut lebih meningkatkan kewaspadaan, waspada kepada orang-orang yang mencurigakan. Bila ada yang mencurigan laporkan segera kepada pihak yang berwajib. Tidak hanya itu, kita juga tidak mudah terprovokasi karena saat ini memprovokasi sangat mudah dilakukan, apalagi dengan isu SARA,” kata Gubsu di depan awak media.

Selain meningkatkan kewaspadaan dan tak mudah terpancing isu yang belum pasti kebenarannya, Erry juga meminta jajaran kepolisian dan TNI agar meningkatkan pengamanan di objek-objek vital Sumut seperti rumah ibadah, kantor pemerintahan dan juga tempat-tempat yang sering menjadi sasaran teroris untuk melancarkan aksinya.

Hilal Tak Tampak di Sumut

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HILAL_Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah di dampingi staf BMKG dan perwakilan MUI Sumut memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5) Berdasarkan pengamatan BMKG dan hasil sidang isbat awal ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HILAL_Wakil Gubernur Sumut Nur Azizah di dampingi staf BMKG dan perwakilan MUI Sumut memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5) Berdasarkan pengamatan BMKG dan hasil sidang isbat awal ramadhan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH memantau hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan 1 Ramadhan 1439 H/2018 dari Anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Selasa (15/5). Hasilnya, hilal tidak tampak dan awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018.

Menurut Wagubsu Nurhajizah, kegiatan rukyatul hilal merupakan kegiatan yang penting. Sebab hasil kegiatan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan pada rapat isbat di Jakarta, yang dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syarifudin. “Kegiatan ini merupakan partisipasi Pemprovsu bersama dengan Kanwil Kemenag Sumut dan Balai Besar BKMG Wilayah I Medan untuk penentuan awal Ramadhan,” ujar Nurhajizah.

Nurhajizah mengatakan, kegiatan ini sangat siginifikan untuk menentukan waktu pelaksanaan ibadah  umat Islam. “Dalam kesempatan ini, saya atas nama pribadi dan Provinsi Sumatera Utara ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1439 Hijriah kepada yang melaksanakannya,” katanya.

Diketahui, pengamatan hilal adalah acuan penetapan kapan permulaan awal Ramadhan 1439 H. Ijtima awal Ramadhan 1439 H di wilayah Indonesia terjadi pada hari Selasa, 15 Mei 2018 M, hilal masih berada di bawah ufuk antara -01 derajat 45’ 28” (Jayapura, Papua) sampai dengan -00 derajat 09’ 15” (Pelabuhan Ratu, Jawa Barat). Berdasarkan kriteria istikmal, Ramadhan jatuh pada Kamis tanggal 17 Mei 2018. Sementara itu pengamatan di wilayah Provinsi Sumatera Utara berlokasi di Anjungan Lantai 9 Kantor Gubsu.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan SSi  M Si  menyimpulkan waktu terbenam matahari di Kota Medan tanggal 15 dan 16 Mei akan terjadi pada pukul 18.30 WIB. “Pada pengamatan hari ini, kemungkinan besar tidak akan tampak atau terlihat karena posisi hilal masih berada di bawah ufuk yang selama ini kita lihat,” kata Edison.

Tinggi Hilal pada Selasa, 15 Mei di Kota Medan setinggi minus 0,52 derajat, atau masih berada di bawah ufuk. Hilal baru bisa terlihat pada tanggal 16 Mei, karena sudah berada pada ketinggian 12,22 derajat. “Berdasarkan perhitungan, Rabu tanggal 16 Mei pada saat matahari terbenam, kita sudah masuk awal Ramadhan,” ujarnya.

Turut hadir pada pengamatan hilal tersebut, Plt Kantor Wilayah Kementrian Agama Drs H T  Darmansah MA dan Kepala Biro Binsos dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut (Setdaprovsu) Muhammad Yusuf. (sat/jpc/prn)

Sah! Besok 1 Ramadan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HILAL_Petugas BMKG memepersiapkan peralatan untuk memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HILAL_Petugas BMKG memepersiapkan peralatan untuk memantau hilal di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (15/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah melewati sidang isbat, akhirnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 17 Mei 2018. Sidang isbat melibatkan sejumlah pihak terkait.

“Maka 1 Ramadan jatuh pada Hari Kamis, 17 Mei 2018. Itulah kesimpulan rapat sidang isbat yang diikuti seluruh ormas-ormas Islam Indonesia juga sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat,” ungkap Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Penetapan keputusan itu berdasar pada posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk atau belum terlihat. Pertimbangan lain berpatokan atas kesaksian Rukyatul Hilal di 32 provinsi tidak juga melihat hilal. “Pertama, terkait posisi hilal dinyatakan bahwa posisi hilal di Indonesia masih di bawah ufuk. Kedua dari pelaku rukyatul hilal yang tersebar di 95 titik tanah air. Sampai sidang isbat tadi kita menerima 32 rukyatul hilal, mereka tidak satupun yang berhasil melihat hilal,” lanjut Lukman.

Sebagaimana ketentuan yang dipegang Kemenag, sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), maka bulan Sya’ban digenapkan atau disempurnakan dengan cara istigmal menjadi 30 hari.

Atas keputusan itu, Lukman menyampaikan selamat menjalan ibadah puasa bagi umat Islam. Dan semoga amal ibadah tersebut dapat membawa kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Atas nama pemerintah saya sampaikan selamat menjalan puasa 1439 hijriah. Mudah-mudahan keputusan ini membawa berkah bagi kita,” harap Lukman.

Mengenai seluruh ormas Islam sepakat 1 Ramadan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018, menurut Lukman, hal tersebut merupakan sebuah berkah anugerah dari Allah SWT. Karena itu penting dijaga agar kebersamaan bisa terus berlanjut dalam berbagai bidang kehidupan terkait kemaslahatan umat. “Ini harus betul-betul dijaga agar tetap mampu saling menebarkan kemaslahatan di tengah masyarakat yang majemuk ini,” pungkas Lukman.(sat/jpc/prn)

 

Gogon Srimulat Meninggal Dunia

SUMUTPOS.CO – Duka kembali menyelimuti jagat hiburan Tanah Air. Pelawak Margono alias Gogon, meninggal dunia pada Selasa (15/5). Kabar duka tersebut disebarkan oleh rekannya sesama pelawak, Kadir melalui pesan singkat kepada awak media.

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia kawan kita pelawak Gogon Margono Srimulat tadi pagi jam 05.00 WIB di Rumah Sakit Kota Bumi, Lampung. Jenazah langsung dibawa ke Solo oleh Didi Kempot dengan pesawat udara. Sekian dari saya (Kadir),” tulis Kadir dalam pesan tersebut.

Kadir pun cukup kaget mengetahui Gogon meninggal dunia. Pasalnya, sebelum mengembuskan nafas terakhir, Gogon mengisi acara bersama Kadir dan Didi di Lampung.

Menurut Kadir, saat tiba di hotel usai mengisi acara, Gogon sempat pingsan. Saat itu, anak Gogon langsung memberi tahu Didi, karena sang ayah pingsan. Keduanya pun langsung melarikan Gogon ke rumah sakit. Setelah itu, Didi bergegas ke bandara untuk mendapatkan penerbangan pagi. “Anak Gogon kan ikut mengawal. Jam 5 pagi anak Gogon membangunkan Didi. Papa pingsan, katanya. Diajak ngomong diam saja, lemas,” ujar Kadir menirukan perkataan anak Gogon.

“Akhirnya Didi inisiatif bawa ke rumah sakit. Dipanggilkan ambulans. Karena Didi mengejar pesawat, ya sudah dipikir cuma pingsan saja. Asisten Didi disuruh menemani anak Gogon di rumah sakit,” lanjut Kadir.

Namun saat Didi sampai di bandara, ia malah mendapat kabar, Gogon sudah meninggal dunia. “Akhirnya ia batal berangkat pagi. Mundur jam 10, sekalian membawa almarhum ke Solo,” imbuh Kadir.

Rekan-rekan seprofesi, pun membenarkan kabar kepegian Gogon untuk selama-lamanya. “Iya benar (meninggal), saya dapat info itu dari Kadir. Ia menelpon saya untuk mengabarkan itu,” ungkap Tarzan, saat dihubungi awak media.

Sayang, Tarzan mengaku tidak mengetahui penyebab meninggalnya Gogon. “Kemarin ia ikut kampanye sama Kadir, Didi Kempot. Kalau sakitnya saya enggak tahu,” jelasnya.

Rencananya, lanjutnya, jenazah Gogon langsung dibawa ke Solo Selasa siang. “Inisiatifnya Didi Kempot sama bupati (Lampung), kata Kadir nanti (kemarin, red) (Gogon) dibawa ke Solo,” beber Tarzan.

Seperti diketahui, Gogon meninggal di usia 58 tahun. Semasa hidupnya, ia sempat bergabung dalam grup lawak Srimulat. (mg7/jpnn/saz)

Mapolda Riau Diserang Teroris, 1 Polisi Gugur

Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.
Terduga teroris yang ditembak mati setelah menyerang Markas Polda Riau.

SUMUTPOS.CO – Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membeber kronologis aksi sekelompok terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Pekanbaru, Rabu (16/5).

Sekitar pukul 09.00, sebuah mobil Avanza putih tiba-tiba menerobos pintu masuk Mapolda Riau. Anggota Polda Riau mencoba melakukan pengadangan.

Empat orang pelaku turun dari mobil, langsung melakukan penyerangan terhadap anggota Polri. “Menggunakan Samurai, senjata tajam, dua anggota Polri terluka,” ujar Setyo Wasisto saat menyampaikan keterangan pers, beberapa saat lalu.

Polisi bertindak cepat, langsung melakukan penembakan. “Dilumpuhkan dengan melakukan penembakan, empat orang (terduga teroris, red) tewas, satu kabur menggunakan mobil, tabrak anggota Polri, senggol satu wartawan, Ryan Rahman, dari TV One,” ujar Setyo.

Setyo menyebut ini merupakan prestasi Polda Riau yang berhasil mengadang aksi teroris.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto menyampaikan, satu polisi tewas dalam kejadian ini, dua terluka. Satu polisi mengalami luka di ibu jari, sedang satunya lagi di bagian belakang kepala. Sedang wartawan TV One hanya luka ringan. (sam/mg1/jpnn)

Bakar Kekasih, Iwan Kincit Dibekuk

Iwan Kimcit masuk dalam DPO Polsek Medan Labuhan.
Iwan Kincit masuk dalam DPO Polsek Medan Labuhan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO  – Pelarian Iwan Kincit (35) berakhir. Pria yang tega membakar kekasihnya itu, ditangkap personel Jahtanras Polda Sumut dari persembunyiannya setelah 14 hari.

Tersangka yang merupakan warga Pasar 2, Lingkungan 10, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli beserta barang bukti kejahatannya diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan.

“Untuk data tersangka dan keterangan lainnya besok saja saat paparan di Mapolres,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizky, saat dimintai konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, akibat rasa cemburu, Iwan alias Kincit nekat membakar pacarnya berinisial D (16) menggunakan bensin.

Peristiwa terjadi di Gang Suka Maju, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (7/5) sekira pukul 22.00 WIB.

Akibatnya, sekitar 60 persen tubuh gadis malang itu mengalami luka bakar.(fac/ala)

Napi Pembunuhan Edarkan Sabu Dalam Lapas

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Narapidana (napi) kasus pembunuhan, Andi Iswanto (32) tertangkap mengedarkan narkoba di dalam Lapas Klas I Medan, Senin (14/5) siang.

Dari tangan napi yang dihukum 18 tahun penjara itu, petugas mendapati 44 paket sabu-sabu dan 1 unit timbangan elektrik.

Napi yang telah menjalani 4 tahun masa hukuman itu, sudah dijemput personel dari Polsek Helvetia untuk proses lebih lanjut oleh Polrestabes Medan.

Kepala Lapas Klas I A Medan, Tejo Harwanto menjelaskan, penangkapan dilakukan dalam penggeledahan rutin yang dipimpin KPLP, Bistok.

Ketika di hunian T5 kamar M4, ditemukan paket diduga sabu-sabu disimpan di dalam sebuah kotak. Berdasarkan keterangan penghuni kamar, disebut barang haram itu milik Andi Iswanto warga Jalan Marelan VI Gang Bisnis, Medan Marelan.

“Kita laporkan itu ke Kepolisian, lalu pihak Kepolisian datang, melihat dan menjemput tersangka beserta barang bukti,” ungkap Tejo.

“Saat ini satu orang, mungkin bisa berkembang, tapi ini sedang ditangani pihak Kepolisian. Kami menginginkan program pemerintah pemberantasan narkoba terus jalan dengan sinergitas, Polisi, BNNP dan Kejaksaan,” sambungnya.

Melihat jumlah sabu yang ditemukan itu, Tejo mensinyalir ada peredaran narkoba di dalam Lapas. Oleh karena itu, dia mengaku akan mengevaluasi sejauh mana sistem pengamanan.

Evaluasi juga akan dilakukan terhadap kelemahan-kelemahan yang menyebabkan timbulnya peredaran di dalam Lapas.

Tejo menyebut, semua itu sudah dilaporkan kepada pimpinannya, yakni Kepala Divisi Pemasyarakatan dan juga Kepala Kantor Wilayah. Tejo mengaku disarankan melakukan maping dan juga sinergitas agar Lapas tidak sendiri.

“Barang disinyalir berada di dalam Lapas, ada beberapa kemungkinan. Kita tidak berarti mengambinghitamkan. Mungkin yang pertama dari kunjungan. Namun pengembangan lebih lanjut, jika memang ada hubungan dengan oknum petugas,” kata Tejo.

“Kalau pengunjung ternyata digeledah tidak ada, pegawai digeledah juga tidak ada. Berarti hantu yang bawa itu. Jadi siapa lagi yang diindikasi ada peredaran di dalam,” tambahnya.

Tejo mengaku, pihaknya sudah menyerahkan penyelidikan ke polisi. Ditegaskannya, jika ada personel lapas yang akan, pihaknya siap membantu Kepolisian.

“Bila terbukti akan kita serahkan ke pihak Kepolisian untuk diproses hukum. Selanjutnya akan kita rekomendasikan untuk dipecat,” tegasnya.(ain/ala)

 

 

 

 

Komentari Bom di FB, Wanita Asal Surabaya Diamankan

WF diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh, Selasa (16/5).
WF diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh, Selasa (16/5).

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial WF (37) warga Desa Lam Ara, Kecamatan Bandara Raya, Kota Banda Aceh.

Wanita kelahiran Surabaya ini, diamankan polisi terkait kasus pelanggaran UU ITE. Ia menulis sebuah komentar dengan akun facebooknya yang diduga mengandung unsur SARA.

“Pelaku diduga melakukan perbuatan SARA melalui media sosial facebook,” ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, Selasa (16/5).

Kabid Humas menyebutkan, WF diamankan petugas Ditreskrimsus, Senin (14/5) sekira pukul 11.45 WIB. Misbah menjelaskan, pelaku diamankan karena di dalam sebuah postingan, pelaku telah menulis sebuah komentar tentang peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya.

“Pada tanggal 13 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WIB, terduga pelaku SARA membagikan postingan terkait dengan rusuh Rutan Mako Brimob atas postingan milik orang lain. Kemudian di dalam postingannya tersebut, terdapat komentar dari teman facebook terduga dengan inisial LFY.

“Iya mbak, ini barusan ada bom di gereja Santa Maria, Ngagel Surabaya mbak,” tulis LFY.

“Ya say.. memang halal darah orang kafir say,” balas pelaku.

Dari penangkapan ini, Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone merk OPPO F1s dengan IMEI : 863440032179016 dan IMEI : 863440032179008. Kemudian 1 buah Simcard dengan nomor 081269030550.

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Ditreskrimsus Polda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pasal yang dipersangkakan kepada pelaku meliputi Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 sesuai dg UU RI No. 19/2016 perubahan atas UU RI No. 11/2008 ttg ITE,” tegas Kabid Humas.(zal/ala)

Sindikat Curanmor Diciduk di Batam

Foto: Teddy/Sumut Pos Iwan Nono diapit sembilan personel Satreskrim Polresw Binjai usai diamankan dan ditembak, beberapa waktu lalu.
Foto: Teddy/Sumut Pos
Iwan Nono diapit sembilan personel Satreskrim Polresw Binjai usai diamankan dan ditembak, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Iwan Kurniawan alias Iwan Nono (43), seorang sindikat pencurian kendaraan bermotor dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai di Kota Batam, Minggu (13/5) lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno, warga Kelurahan Tanjungjati, Binjai Barat itu merupakan sindikat curanmor yang sebelumnya ada lima pelaku yang sudah diamankan.

“Kelima pelaku itu sudah P21 (berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa). Dia (Iwan Nono) bagian dari sindikatnya,” ujar Hendro, Selasa (15/5).

Kepada polisi, kata Hendro, yang bersangkutan mengaku sukses membawa kabur kendaraan bermotor di 4 lokasi terpisah yang masuk wilayah hukum Polres Binjai.

“Pengakuan 4 lokasi dari tersangka itu hasil interogasi Kanit Pidum di Mapolresta Barelang sebelum dibawa ke Polres Binjai,” sambung mantan Kasat Reskrim Polres Madina itu.

Empat lokasi yang pernah disatroni pelaku masing-masing, Jalan Sei Mencirim dan Jalan Nangka, Binjai Timur. Kemudian, di Jalan Lintas Tandam-Stabat Pasar 5 Binjai Utara dan Simpang Keramat, Binjai Selatan.

Dari tangan Iwan Nono, polisi mengamankan 1 unit sepedamotor Yamaha Skywife warna hitam. Saat ditangkap, Iwan Nono melawan. Akibatnya, peluru bersarang di kaki kiri tersangka.

“Penadahnya sedang diburu. Kami sudah kantongi identitasnya,” pungkas mantan Anggota Densus 88 ini.

Sebelumnya, lima orang sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Binjai ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dari lokasi terpisah, Kamis (15/2) malam.

Kelimanya masing-masing, Gede Agung Santoso Putro alias Agung (37) warga Dusun Serbaguna, Desa Karangrejo, Stabat, Langkat; Hartono alias Suhar (40) warga Dusun Karangluas, Desa Bulucina, Hamparanperak, Deliserdang; Turiyono (35) warga Dusun Setiamakmur Dalam, Desa Payabakung, Hamparanperak, Deliserdang; Mulyono (52) warga Dusun 14 Benteng, Desa Payabakung, Hamparanperak, Deliserdang dan Teja Maulana (21) warga Desa Perhiasan, Selesai, Langkat.(ted/ala)