Home Blog Page 6368

Petinju Asian Games Banyak Kemajuan

Para petinju Indonesia yang dipersiapkan di Ukraina menghadapi Asian Games 2018.
Para petinju Indonesia yang dipersiapkan di Ukraina menghadapi Asian Games 2018.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Belum genap sebulan menjalani latihan di Ukraina, enam petinju pelatnas Asian Games 2018 sudah menunjukkan banyak kemajuan.

Hal itu tidak lepas dari keterlibatan Valentine Ostyanov dalam menyusun program latihan peningkatan speed dan power. “Keterlibatan Valentine Ostyanov sangat membantu. Masalah speed dan power yang dialami petinju Indonesia sudah teratasi,” kata pelatih kepala Pelatnas Asian Games 2018 Adi Suwandana, Selasa (8/5).

Lantas, apa program latihan yang diberikan Ostyanov untuk meningkatkan speed dan power petinju? “Fokus latihan kekuatan dan kecepatan otot tangan sesuai arahan Ostyanov. Itu yang membawa perubahan siginifikan,” tambah Adi.

Meski begitu, pihaknya enggan berpuas diri. Pihaknya akan berusaha meningkatkan kualitas petinju. “Kami akan berusaha meningkatkan kemampuan mereka sampai maksimal sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing,” kata Adi.

Dia menjelaskan, kondisi fisik para petinju juga cukup bagus. Selain itu, para petinju juga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan suhu dari dingin ke panas. (jos/jpnn/don)

Napi Teroris di Sumut Tinggal 6 Orang

Foto: Agusmam/Sumut Pos Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpouw saat sidak di Mapolres Deliserdang, Rabu (9/5) malam.
Foto: Agusmam/Sumut Pos
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpouw saat sidak di Mapolres Deliserdang, Rabu (9/5) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di Sumatera Utara siaga. Selain itu, seluruh Kepala Lapas dan Kepala Rutan di jajaran Kanwil Kemenkumham Sumut, diminta berkoordinasi dan bekerjasma dengan Polres setempat untuk memperketat pengawasan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Sumatera Utara Kemenkumham, Hermawan Yunianto mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, terulang di Sumut. “Jadi, setiap Lapas dan Rutan yang ada Narapidana terorisnya, mereka sudah membangun koordinasi secara intensif dengan Polres setempat. Hal itu sudah kita laksanakan,” ungkap Hermawan Yunianto kepada Sumut Pos, Kamis (10/5) siang.

Lebih lanjut diakui Hermawan, kejadian di Mako Brimob itu, gaungnya sampai ke daerah-daerah. Oleh karena itu, pihaknya langsung merespon, meskipun untuk di Sumatera Utara, tinggal sekitar lima atau enam narapidana teroris lagi yang ditahan di Lapas dan Rutan. Disebutnya, narapidana teroris yang ditahan saat ini ada di Labuhan Ruku, Panyabungan, dan Rutan Perempuan.

“Semuanya itu kiriman dari Pulau Jawa. Walau tidak banyak, satu orang narapidana teroris biasanya ikhwannya banyak di seputar itu. Biasanya 1 orang dibesuk 15 sampai 20 orang,” tandas Hermawan.

Sementara Kepala Subbagian Penyusunan Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting mengatakan, pihaknya tetap mewaspasai kejadian di Mako Brimob, Depok. Oleh karena itu, diakui Josua pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian. “Kita tetap siaga. Kita tetap antisipasi khusus untuk itu,” ujarnya.

Disinggung apa akan ada penambahan personel ke tahanan narapidana teroris, Josua mengaku tidak ada. Dikatakannya, hal itu karena kekurangan personel. Oleh karena itu, pihaknya meningkatkan pembinaan Narapidana. Hingga kini, ditegaskan Josua, untuk di Sumut masih aman dan kondusif.

SMPN 20 Terbaik di Atletik

MEDALI: Sekretaris PASI Medan Bulan Sinaga bersama peraih medali lempar cakram Popkot Medan 2018. (IST)
MEDALI: Sekretaris PASI Medan Bulan Sinaga bersama peraih medali lempar cakram Popkot Medan 2018. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SMP Negeri 20 menjadi terbaik pada cabang atletik Pekan Olahraga Pelajar (Popkot) Medan 2018 yang berakhir Kamis (10/5) di PPLP Sumut. Sekolah tersebut berhasil mengumpulkan 4 medali emas, 10 perak dan 5 perunggu.

Dengan raihan medali tersebut, SMPN 20 unggul atas SMA Medan Putri yang berada di posisi kedua dengan raihan 2 emas dan 2 perunggu. SMA Negeri 21 berada di posisi ketiga dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. SMA Negeri 2 berada di peringkat empat dengan 2 emas dan 1 perak.

Perlombaan atletik Popkot Medan kali ini berjalan sengit. Pasalnya jumlah peserta meningkat tajam dari tahun lalu. “Jumlah peserta memang meningkat dari tahun lalu. Tahun ini cabang atletik diikuti 210 peserta dari 31 sekolah,” ujar Sekretaris PASI Kota Medan, Bulan Sinaga.

Bulan yang juga bertindak sebagai ketua panitia tersebut mengatakan, peningkatan jumlah tersebut merupakan hal menggembirakan bagi PASI Medan. Kondisi ini menunjukkan atletik semakin diminati para pelajar di Kota Medan.

“Jumlah sekolahnya juga meningkat tajam. Sebenarnya jumlahnya seharusnya lebih banyak lagi, karena ada beberapa sekolah sebelumnya menyatakan ikut, tapi tidak mengirimkan atlet pada hari pelaksanaan. Kita tidak tahu dimana salahnya,” paparnya.

Bulan menambahkan, hasil dari Popkot ini akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) pada Juli mendatang di Padangsidempuan. “Tapi belum otomatis, karena kita akan saring lagi. Lagipula, kita belum tahu nomor apa saja diperlombakan di Popdasu nanti,” paparnya.

Cabang atletik Popkot Medan 2018 ini memperlombakan 10 nomor putra dan putri. Rinciannya adalah lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1.500 meter, 5.000 meter dan jalan cepat 5.000 meter. Selain itu, tolak peluru, lompat jauh dan lempar cakram. (dek)

 

Polisi Ultimatum, Napiter Pecah Dua

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LILIN_Puluhan warga menyalakan lilin dan berdoa di depan Mako Brimob Jalan Wahid Hasyim Medan, Kamis (10/5) Aksi tersebut sebagai bentuk belasungkawa kepada anggota kepolisian yang gugur saat bertugas di Mako Brimob rutan salemba.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Seorang anak memberikan bunga kepada personel Brimob pada aksi solidaritas di depan Mako Brimob Jalan Wahid Hasyim Medan, Kamis (10/5) Aksi tersebut sebagai bentuk belasungkawa kepada anggota kepolisian yang gugur saat bertugas di Mako Brimob Rutan Salemba.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 156 napi teroris (napiter) yang ditahan di dalam Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, akhirnya menyerah setelah 36 jam menguasai rutan dan menyandera sembilan polisi, sejak Selasa (8/5). Meski lima anggota kepolisian gugur dan empat lainnya luka-luka, keberhasilan polisi membuat para napi menyerahkan diri, menuai pujian. Menurut polisi, mereka tak langsung menyerbu, karena mengetahui ada perpecahan di kelompok napi itu.

“Saat itu kita memiliki opsi langsung masuk (menyerbu, Red) atau opsi kita memberi warning dulu beberapa waktu. Karena kita tahu di dalam kelompok ini, mereka ada yang pro dan kontra,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob, Kamis (10/5).

Kelompok pertama adalah kelompok yang setuju untuk melakukan kekerasan. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang tidak setuju dengan rusuh dan ada di sana karena terjebak situasi.

“Ada yang ingin melakukan kekerasan mendukung kekerasan sekelompok lainnya, ada yang tidak ingin. Itu lah yang menjadi opsi kita agar jangan sampai ada korban yang banyak, padahal ada yang tidak ingin melakukan kekerasan,” tutur Tito.

“Sehingga saya sampaikan ke bapak presiden situasi seperti itu dan kita berikan warning. Tapi saya minta izin. Saya paham tindakan tegas bisa dilakukan, namun karena di dalam ada pro dan kontra, kita beri warning ke mereka sampai Kamis pagi. Jadi sepanjang malam, warning disampaikan. Dan kemudian alhamdulilah, satu sandera anggota polisi brigadir Iwan Sarjana jam 12 malam dilepas oleh mereka. Besok paginya, mereka kemudian keluar menyerahkan diri,” sambung Tito.

Dalam proses penyerahan diri itu tergambar mana kelompok yang pro kekerasan dan yang tidak. 145 orang langsung menyerahkan diri sedangkan 10 sisanya sempat melawan sehingga terpaksa diserang petugas. 10 orang itu akhirnya menyerah.

Debat Kandidat Pilgubsu Kedua Digelar Besok

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEBAT_Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajekshah (kedua kiri) dan pasangan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) mendengarkan pertanyaan pada Debat Publik Pilkada Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/5). Debat publik tersebut mengangkat tema Tata Kelola Pemerintahan Bebas dari Korupsi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses menggelar debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahap I pada pekan lalu, KPU Sumut akan kembali menggelar debat tahap II besok, Sabtu (12/5). Pada debat dengan tema “Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan” ini, KPU Sumut menggandeng Metro TV.

Menurut Kabag Humas dan Teknis KPU Sumut, Harry Dharma Putra, pihaknya akan mengundang Metro TV untuk memaparkan mekanisme debat kandidat kedua Pilgubsu pada hari ini, Jumat (11/5). Kesepakatan pertemuan dengan pihak stasiun TV swasta itu, setelah pihaknya meminta pendapat rekan-rekan wartawan dari kelompok kerja (Pokja) wartawan unit KPU Sumut.

“Besok (hari ini, Red) di ruang rapat kantor KPU Sumut jam 10 pagi kita undang kawan-kawan wartawan di kantor KPU Sumut, untuk acara debat kedua pada 12 Mei 2018,” ujar Harry.

Ia mengungkapkan, untuk tema debat kedua ini berbeda seperti debat perdana pekan lalu. “Kalau yang pertama kan menyangkut tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi. Pada debat kedua ini kita angkat tema tentang pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan,” katanya.

Mengenai lokasi debat kedua ini, katanya dihelat di Hotel Adi Mulia Medan, Jalan Pangeran Diponegoro. Tetapi untuk teknis, tata cara dan siapa panelis yang merumuskan pertanyaan untuk kedua pasangan calon, ia tidak mengetahui. “Untuk lebih detilnya biar pihak Metro TV dan komisioner saja nanti yang menjelaskan,” pungkasnya.

Sementara, seperti jelang debat publik pertama Sabtu (5/5) lalu, Cagubsu Nomor urut 1, Letjen TNI Purn Edy Rahmayadi terlihat santai menjalani hari-harinya. Tak tampak persiapan khusus dilakukan Edy Rahmayadi meskipun debat publik kedua Pilgubsu 2018 yang akan digelar besok (12/5).

Sihar Siapkan Waktu Diskusi Seharian Bersama Masyarakat

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat talk show live di Radio Lite FM, Jalan Sei Batang Serangan, Medan, Rabu (9/5/2018)
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat talk show live di Radio Lite FM, Jalan Sei Batang Serangan, Medan, Rabu (9/5/2018)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus, berjanji akan menyiapkan waktu satu harian untuk bertemu dan diskusi bersama masyarakat dari berbagai elemen. Pertemuan tersebut nantinya membahas permasalahan atau program yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk masyarakat.

“Bila nanti saya dan Pak Djarot diberikan amanah bersama untuk memimpin Sumatera Utara ini, saya siapkan waktu seharian bertemu dan berdiskusi dengan masyarakat dengan berbagai elemen,” ungkap Sihar saat talk show live di Radio Lite FM Jalan Sei Batang Serangan, Rabu (9/5) pagi.

Acara yang dipandu Pieter Manopo itu fokus dengan topik ‘Peluang Pasangan Calon’ menghadirkan Sihar Sitorus dan Guru Besar Fakultas Hukum USU, Prof Dr Hasyim Purba SH sebagai narasumber. Sihar mengaku, sejak keluar dari zona nyamannya sebagai pengusaha dan bertekad memajukan Sumut, dirinya melihat banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat selama ini. “Masyarakat dengan berbagai latarbelakang sangat penting dan berperan agar dilibatkan tiap program dan pemecahan masalah,” jelas pria berkacamata itu.

Hal itu pula yang mengharuskan dirinya yang mendampingi Djarot Saiful Hidayat, harus mendengarkan dan berpikir serta menjawab keluhan yang dihadapi masyarakat. “Saya dan Pak Djarot sangat bersyukur bisa berjumpa dengan masyarakat dari berbagai lapisan, profesi, etnis, agama seluruh Sumut. Kami melihat adanya kerinduan, keinginan masyarakat yang baru, kerinduan akan perubahan. Masyarakat saat ini merasa hampir putus asa,” tuturnya.

Karena, tambah Sihar, kompleksnya permasalahan yang dihadapi di Sumut, banyak pula pekerjaan rumah yang harus dibereskan dan mengharuskan turun langsung melihat kondisi sebenarnya. “Semua (Permasalahan) kondisi riil. Ini mengunggah kami untuk terus turun mendengarkan masyarakat. Kami melihat bahwa birokrasi itu harus turun di lapangan bukan hanya duduk di menara gading,” tegas Sihar.

Sementara, Guru Besar Fakultas Hukum USU, Prof Dr Hasyim Purba SH yang juga menjadi pembicara dalam talk show itu mendorong Djarot-Sihar untuk berani tampil dan berani mengambil keputusan terhadap partai politik pendukung bila dipercaya memimpin provinsi ini 2018-2023 mendatang. “Siapa pun yang terpilih, gubernur harus berani. Dilanggar harus ditindak. Ada ketentuan yang mengatur wewenang gubernur, sekarang tinggal implementasinya saja,” kata Prof Hasyim.

PS Tira v PSMS: Perjuangkan Poin

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan cs berambisi mencuri poin di kanadng Persela Lamongan, Minggu (29/4) malam nanti.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan cs bertekad membawa pulang poin saat bertandang ke markas PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/5) sore ini.

SUMUTPOS.CO – PSMS masih belum juga pecah telur untuk poin tandang perdananya di Liga 1. Hal itu diharapkan terwujud saat Ayam Kinantan bertandang ke markas PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/5) sore ini.

Tim besutan Djadjang Nurdjaman bertekad untuk lawatan kali ini tidak boleh gagal lagi.  Saat ini PSMS menghuni posisi ke-11 klasemen dengan koleksi sembilan poin. Sementara PS Tira berada di posisi ke-16 dengan tujuh poin. Jika kalah, maka posisi PSMS akan turun dan dikudeta PS Tira. Tentu saja ini tidak boleh terjadi.

“Artinya, kami sudah siap untuk menghadapi pertandingan besok. Dan misi kami terus terang kami ingin meraih poin pada laga tandang keempat ini, karena sampai hari ini tiga pertandingan away sebelumnya kami belum dapat poin,” ujar Djanur, Kamis (10/5).

Persiapan yang singkat dengan lawan yang punya waktu recovery dua hari lebih banyak tidak menjadi alasan bagi Djanur timnya akan keletihan. Menurutnya persiapan sempit harus disiasati dengan baik. “Persiapan kami saya kira cukup walaupun kita punya banyak waktu pasca pertandingan menghadapi Barito di kandang, praktis kami hanya dua kali menggelar latihan. Dan ditambah satu kali latihan hari ini yaitu official training. Walaupun sempit, PS Tira juga memiliki waktu yang sama, jadi tidak menjadi alasan,” ucap pelatih berusia 60 tahun itu.

Pertemuan dengan PS Tira juga bukan hal asing. Mayoritas skuad PSMS saat ini juga merupakan anggota TNI sama halnya dengan tim yang sebelumnya bernama PS TNI itu. Penggawa PSMS juga banyak yang sebelumnya pernah memperkuat PS TNI. Sebut saja Frets Butuan, Fredyan Wahyu, Erwin Ramdani, Suhandi, Dhika Bhayangkara, termasuk kapten tim Legimin Raharjo. Tentu saja mereka cukup hafal gaya permainan eks timnya.

“Walaupun yang kami hadapi PS Tira tidak gampang. Terakhir dia bisa mengalahkan tim tamu Bali united di sini. Artinya PS Tira memiliki kekuatan yang bagus ketika tampil di kandang. Dan itu yang harus kami perjuangkan. Karena sekali lagi kami punya misi untuk meraih poin,” beber mantan pelatih Persib Bandung itu.

Penjaga Makam Doakan Edy-Ijeck Terpilih

Cawagubsu Musa Rajekshah ziarah ke makam kakeknya di Taman Makam Pahlawan Medan, Rabu (9/5) pagi.
Cawagubsu Musa Rajekshah ziarah ke makam kakeknya di Taman Makam Pahlawan Medan, Rabu (9/5) pagi.

SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah menziarahi makam kakeknya di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (9/5) pagi. Bersama ibunda, keluarga dan istrinya, Musa Rajekshah mengatakan, ziarah tersebut biasa dilakukan, terutama jelang Bulan Suci Ramadan.

Di bawah rintik hujan, pria yang karib disapa Bang Ijeck itu tiba di TMP Medan pukul 09.00 WIB. Bang Ijeck tampak memayungi sang bunda, Hj Syarifah Rahmah. Bang Ijeck dan keluarga langsung ‘nyekar’ ke makam sang kakek, Purn TNI AD Haji Said Ahmad. Sejumlah ritual suci mulai dari tabur bunga dan doa dilakukan Bang Ijeck, sang bunda, sang Istri Ny Ayu Mihari dan keluarga.

Usai dari situ, Bang Ijeck dan keluarga bergeser ke makam yang ada di sebelah makam kakeknya, yakni makam mantan Gubsu Raja Inal Siregar. Dari situ, Ketua Yayasan Haji Anif tersebut langsung bergeser lagi ke makam ayah dari Cagubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi bernama Alm Kapten TNI Rachman Ishaq.

Usai nyekar, kepada wartawan yang mewawancarai Bang Ijeck mengatakan, ziarah tersebut merupakan kegiatan rutin, terutama memasuki bulan puasa Ramadhan. “Saya bersama keluarga terutama istri dan ibu saya sering ziarah ke makam kakek saya di sini. Tapi yang paling sering ke sini ya ibu saya,” kata Bang Ijeck.

Siapa sosok kakek yang baru saja diziarahi tadi? Menjawab itu, Bang Ijeck menjelaskan, kakeknya merupakan purnawirawan TNI AD yang pada masa penjajahan banyak berperang melawan Belanda di Aceh. Almarhum Purn TNI AD Haji Said Ahmad lahir pada 12 Mei 1915 dan meninggal pada 29 Juni 1984.

Nainggolan Bersinar di Australia

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Samuel Sibatuara Nainggolan
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Samuel Sibatuara Nainggolan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Karir pesepakbola Australia yang sempat mengikuti seleksi di PSMS Medan, Samuel Sibatuara Nainggolan, ternyata makin kinclong di Brisbane City FC. Bahkan, pemain berdarah batak tersebut selalu diturunkan membela klubnya di Liga teratas Australia di National Premier League (NPL) Quenssland.

Samuel sejatinya beberapa kali memperkuat PSMS di Piala Presiden dan tampil cukup apik. Namun, dia kalah bersaing dengan pemain asing yang ikut trial di skuat Ayam Kinantan.

Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman, sebenarnya ingin merekrutnya dengan syarat Samuel harus menjadi warga negara Indonesia atau naturalisasi. Agar statusnya sebagai pemain lokal bukan asing.

Selepas gagal di seleksi, dia pun kembali ke klubnya. Namun, siapa sangka, dia malah berkarir cemerlang di sana.

Ini terbukti, dia mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik pada 17 April lalu. Ini adalah yang kedua. Sebelumnya, yang penghargaan yang pertama diraihnya saat menjadi man of the match saat melawan Sunshine Coast FC.

Pada 22 April, dia kembali mencetak gol saat timnya mengalahkan North Queensland United. Gol tersebut adalah yang keenamnya di liga ini. Samuel adalah pemain kesembilan yang bermain 50 laga untuk Brisbane City di National Premier Leagues Queensland.

Kemudian yang ketiga dia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada 24 April 2018. Dalam laman resmi klub, dia menyebutkan, “bermain bola adalah tim dimana bukan tentang individu pemain di lapangan tapi bagaimana tim bisa menang,” ungkapnya.

Begitupun Samuel sejatinya masih berharap untuk bisa memperkuat PSMS. Dia selalu mengikuti postingan terbaru dan kabar terbaru soal PSMS. Dia juga sering memberi semangat jelang PSMS akan bertanding dan memberi selamat ketika PSMS menang.

Bahkan postingan terakhir Samuel di Instagram pada 19 April lalu saat dirinya menghadapi Persib di Piala Presiden. Uniknya Samuel menuliskan postingan dalam bahasa Indonesia. “Atmosphere yang luar biasa di malam itu. Terima kasih semua,” tulisnya.

Postingan tersebut lantas memancing reaksi fans PSMS. Rata-rata memintanya kembali memperkuat Ayam Kinantan di kompetisi Liga 1. (bbs/don)

Pesepakbola Nias Coba Peruntungan

Delapan pesepakbola Nias ikut mencoba seleksi di Kota Sibolga, kamis (10/5).
Delapan pesepakbola Nias ikut mencoba seleksi di Kota Sibolga, kamis (10/5).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Tim talent scout from North Sumatra to Belgium yang sedang mencari pemain berbakat U-17 di Kota Sibolga (10/5/218) sekitarnya diikuti delapan orang pesepak bola asal Nias.

Kedatangan ini telah membuat tim talent scout bangga. Pasalnya kedatangan pemain asal Nias ini menempuh waktu 11 jam melalui jalur laut. “Kami bangga sekali ketika melihat di daftar peserta ada yang mencantumkan nama dan asal dari Gunung Sitoli. Mereka sangat berniat untuk ikut seleksi ini. Salut buat perjuangan mereka menjadi pesepak bola,” kata Hendriyana koordinator panitia pelaksana pencarian bakat from North Sumatra to Belgium.

Awalnya pencarian bakat ini memang memasukan Gunung Sitoli sebagai salah satu destinasi pemburuan pemain muda. Namun dengan segala pertimbangan, seperti belum adanya SSB, Askab / Askot tidak aktif, lapangan tidak memadai, akhirnya panitia memutuskan di Stadion Horas Sibolga. Agar jangkauan keikutsertaan lebih banyak dibanding jika dilaksanakan di Gunung Sitoli . “Kami mengucapkan terimakasih. Kehadiran mereka mampu menambah gairah seleksi pemain from North Sumatra to Belgium. Sebagai sikap simpati kami kepada pemain dari Nias tadi, kami mengganti seluruh biaya perjalanan mereka,” kata Hendriyana.

“Bahkan tadi koordinator yang membawa kedelapan anak tadi berharap, kepada bapak calon gubenur dan wakil gubernur yang telah mensupport kegiatan scouting from north Sumatra to belgia ini bisa menghidupkan dan menggelar event sepakbola di kepulauan Nias. Baik secara infrastruktur maupun operasional kompetisi ,” sambung Hendriyana.

Secara teknik tim talent scout melihat ada bakat dan kemauan dari pesepak bola asal Nias ini. Namun keterbatasan animo dan wawasan SDM mungkin menjadi kendala. “Bakat mereka sebenarnya ada. Tapi mungkin karena belum pernah mendapatkan pelatih yang mengerti sepak bola dan SDM sepak bola disana masih kurang,” kata Togar Sitompul tim talent scout.

“Kalau melihat dari postur dan fisiknya bagus. Ada bakat tapi tapi tidak di gali. Sebaiknya Askab PSSI atau PSSI melihat hal ini. Untuk menularkan sepak bola disana. Bagaimana merangsang sepak bola supaya jangan sampai di daerah semakin terbenam. Kita harus benahi.,” harap Togar Sitompul

Sementara itu dari hasil penjaringan pemain di Kota Sibolga sekitarnya, tim talent scout mengumpulkan 33 pemain terbaik. Kemudian dari Kota Padang Sidempuan lalu hanya mendapatkan 22 pemain.

Pencarian pemain berbakat U-17 akan berakhir di Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi mendatang di Stadion Panji Bako. Nantinya pemain yang terpantau dari enam daerah ini akan dikumpulkan kembali di Kota Medan. “Konsepnya mereka (pemain dari 6 daerah, red) kembali bersaing dalam sebuah turnamen. Kemudian dari turnamen itu dipilih yang berangkat ke Belgia,”pungkasnya. (don)