Home Blog Page 6436

Segera Menikah, Meghan Markle Ungkap Rahasia Hidup Sehat dan Cantik

SUMUTPOS.CO – Semua mata tertuju pada Meghan Markle menjelang persiapannya sebagai anggota resmi keluarga kerajaan Inggris. Jauh sebelum prosesi tunangannya dengan Pangeran Harry, ternyata Meghan telah menjalani proses hidup yang sehat.

Diansir dari Independent, Senin (16/4), Meghan telah membagikan resep menjalani pola hidup sehat. Mulai dari minum jus hijau secara teratur hingga konsumsi makanan kaya protein. Baginya, dua langkah tersebut adalah kunci dari sistem kesehatan dan kebugaran Markle.

“Dan saya tidak hanya menjaga diri sendiri karena alasan estetika tetapi karena bagaimana saya merasa ditentukan oleh apa yang saya makan, berapa banyak istirahat yang saya dapatkan, dan berapa banyak air yang saya minum,” ungkapnya kepada Women’s Healthmagazine.

Ia menjelaskan bahwa menjadi sehat tidak hanya membentuk tubuh indah atau mencapai kulit bercahaya. Tapi juga tentang energi positif yang terpancar dari dalam.

Bekerja sebagai aktris menjadi sangat melelahkan baginya. Ia harus bangun lebih pagi dan hari-hari panjang di lokasi syuting. Untuk memastikan kesehatannya tetap dalam kondisi prima saat syuting, Markle mengikuti pola makan nabati selama seminggu.

“Saya mencoba untuk makan vegan selama seminggu dan melakukan sedikit relaksasi pada akhir pekan,” imbuhnya.

Lahir dan dibesarkan di California, tidak mengejutkan bahwa salah satu makanan favorit Meghan adalah jus sayuran hijau. Selain itu, ia juga sangat menyukai kentang goreng dan pasta sebagai asupan karbohidrat nomor satu.

Bahkan, melalui akun Instagram Markle yang sekarang sudah dihapus, ia sering berbagi foto yang menunjukkan keterampilan pilates. Kecintaannya pada olahraga meditasi ini, ternyata ada dalam DNA-nya.

“Ibuku adalah seorang instruktur pilates sehingga aku sering melakukan latihan itu,” ujarnya.

Meghan juga mengaku bahwa ia senang jogging sebagai bentuk meditasi. Namun, sebagai calon anggota keluarga kerajaan, sekadar pergi untuk jogging santai dekat Kensington Palace mungkin akan sulit. (ce1/fid/JPC)

Legiun Asing PSMS Kembali Disorot

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Sadney Urikhob dan legiun asing lainnya dikritik karena belum tampil optimal.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Sadney Urikhob dan legiun asing lainnya dikritik karena belum tampil optimal.

SUMUTPOS.CO – Sorotan tajam kembali hadir untuk para legiun asing PSMS pasca kekalahan 1-4 dari PSIS. Baik Sadney Urikhob, Wilfried Yessoh dan Dilshod Sharofetdinov disebut belum menunjukkan kualitasnya sebagai pemain asing. Terutama Yessoh dengan posisinya sebagai striker belum mencetak satu pun gol dari empat laga.

Menanggapi hal ini Asisten pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo menyadari kritikan terus menerus hadir untuk para legiun asing PSMS. “Saya juga lihat banyak yang kecewa gak puas dengan pemain asing kita. Itu adalah PR kita sebagai pelatih untuk berdiskusi dan melakukan perbaikan dalam taktikal agar dia betul-betul main dengan apa yang kita mau,” kata Yoyok, sapaan akrabnya.

Memang dengan tutupnya bursa transfer, PSMS tak bisa berbuat banyak selain memaksimalkan para pemain yang ada. Apalagi posisi PSMS di klasemen cukup buruk dengan menghuni posisi 17 klasemen, satu strip di atas juru kunci yang ditempati Arema FC.

Selain itu usai laga Sadney yang belakangan akrab dengan bangku cadangan menunjukkan kegundahannya dengan memposting foto tim lamanya klub asal Thailand, Osotspa Samutprakan di akun instagram miliknya dengan caption “Ingatan ke belakang, ketika tim bekerja hanya hal-hal yang mengalahkan kerja keras terutama ketika Anda dikelilingi oleh orang-orang palsu,” tulisnya dalam bahasa inggris.

Soal hal yang dilakukan Sadney, Yoyok juga mengatakan sudah mendiskusikan hal ini dengan pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman yang saat ini sedang mengikuti kursus lisensi AFC Pro. “Kami akan bicara sama mereka khususnya pemain asing untuk membahas performa mereka. Soal itu juga akan kami tanyakan kepada Sadney. Memang itu hal yang tidak seharusnya dilakukan pemain profesional seperti dia,” bebernya.

Menuju laga kontra Perseru Serui, Jumat (20/4), Yoyok masih akan mengawal tim karena kemungkinan Djanur baru bisa bergabung pada hari H pertandingan. Pelatih berlisensi A AFC itu mengevaluasi beberapa hal yang harus dibenahi. “Yang jelas kami akan lebih kepada menyempurnakan finishing touch. Sudah bagus menyerang tapi sering gagal di finishing touch untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya,” bebernya.

Selain itu antisipasi pertahanan PSMS terhadap serangan lawan dari sisi sayap juga menjadi evaluasinya dari laga itu. Dua dari empat gol yang bersarang di gawang Dhika Bhayangkara terjadi akibat kelengahan mengantisipasi bola-bola crossing lawan.

“Lebih kepada antisipasi pemain belakang dari bola-bola crossing. Semua tertuju kepada bola pada laga itu. Jadi kami akan perbaiki mengenai hal tersebut. Ada perubahan atau tidak akan kami diskusikan ke staff pelatih bagaimana yang terbaik,” katanya. (don)

2 Barito v PSM 1: Tiga Poin Dramatis

EKSPRESI: Paulo Sitanggang mengungkapkan kegembiraannya setelah wasit menunjuk titik penalti di gawang PSM, di Lapangan 17 Mei Banjarmasin, Senin (16/4). Foto Arif Subekti/Radar Banjarmasin
EKSPRESI: Paulo Sitanggang mengungkapkan kegembiraannya setelah wasit menunjuk titik penalti di gawang PSM, di Lapangan 17 Mei Banjarmasin, Senin (16/4). Foto Arif Subekti/Radar Banjarmasin

SAMARINDA, SUMUTPOS.CO – Barito Putera memetik tiga poin usai menang dramatis atas PSM Makassar, dalam pekan keempat Liga 1 2018 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (16/4) sore.

Kemenangan ini terbilang dramatis karena gol penentu lahir di injury time babak kedua. Tepatnya pada menit 90+2 ketika Matias Cordoba berhasil melepaskan tendangan akurat ke pojok kiri gawang PSM.

Bola sepakan Matias Cordoba meluncur melewati kerumunan para pemain Barito Putera dan PSM di kotak penalti. Bola itu sendiri hasil umpan sodoran tendangan bebas Rizky Pora.

Momen itu mengagetkan tidak saja para pemain PSM, tetapi juga skuat Barito Putera sendiri. Mereka seolah tidak percaya ketika pertandingan yang sepertinya akan berakhir dengan skor 1-1, ternyata berubah menjadi 2-1.

Sebelumnya Barito Putera mencetak gol pertama melalui bola rebound penalti. Eksekusi penalti yang dilepaskan Samsul Arif pada menit ke-17 berhasil ditepis kiper PSM, Shahar Ginanjar.

Namun kemudian bola liar menghampiri Douglas Packer. Tanpa kesulitan Douglas Packer mengarahkan bole ke sisi kanan kiper PSM. Gol, skor berubah menjadi 1-0.

Namun situasi berubah menjadi sama kuat ketika Ferdinand Sinaga membobol gawang Barito Putera yang dijaga Adhitya Harlan. Ferdinand berhasil berlari kencang untuk menyambut umpan terobosan melambung dari lini belakang.

Hanya berselang sekian detik, Ferdinand Sinaga sudah berhadapan dengan kiper lawan. Dengan sekali sontekan Ferdinand Sinaga mampu merobek gawang Barito Putera. Gol pada menit ke-28 itu membuat skor menjadi 1-1.

Setelah itu barulah Barito mencetak gol tambahan secara dramatis. Tim arahan Jacksen F Tiago pun berhak membungkus tiga poin. Dari empat laga, Barito kini mengoleksi tujuh poin dan untuk sementara duduk di tangga keempat. Sementara PSM di urutan ketujuh dengan enam poin dari empat pertandingan. (li/jpnn/don)

Bonek Terus Kawal Kasus Kematian Micko Pratama

Bonek Mania harus kehilangan Micko Pratama yang meninggal saat mengawal Persebaya laga away ke Bantul.
Bonek Mania harus kehilangan Micko Pratama yang meninggal saat mengawal Persebaya laga away ke Bantul.

SUMUTPOS.CO – Awan duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Micko Pratama yang merupakan suporter Persebaya Surabaya meninggal dunia usai mendukung tim kesayangannya berlaga melawan PS Tira, Sabtu (14/4) lalu.

Insiden mengerikan tersebut terjadi di wilayah Solo, Jawa Tengah. Micko bersama teman-temannya hendak kembali dari Bantul ke Sidoarjo. Namun di tengah jalan ia mendapat serangan dari orang tidak dikenal. Dilihat dari video yang beredar, massa masih berupaya menghajar para korban meskipun mereka sudah tidak sadarkan diri.

Mengetahui kejadian ini, Bonek (sebutan suporter Persebaya) tidak akan tinggal diam. Mereka meminta pihak kepolisian setempat untuk segera mengusut tuntas kasus kematian Micko serta mengangkap seluruh pelaku yang terlibat.

Bonek tidak ingin kasus Micko terhenti di tengah jalan. Mereka berharap penanganan kasus ini dilakukan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Pendapat itu mereka sampaikan karena hingga kini Bonek masih bertanya-tanya mengenai empat kejadian yang hampir serupa dengan insiden tewasnya Micko. Empat kasus yang sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi, antara lain kasus meninggalnya Kunto di Tanggulangin Sidoarjo tahun 2011 yang dikeroyok suporter, kasus meninggalnya empat Bonek di Lamongan tahun 2012, meninggalnya Mohamad Eric Setiawan di Gresik yang dikeroyok oknum Aremania Gresik tahun 2013, dan penganiayaan pada saat sidang putusan di PN Surabaya

Untuk kasus Micko, sejauh ini sudah ditemukan bukti-bukti lewat video yang viral di media sosial. Diharapkan dengan bekal tersebut polisi bisa segera mengusut tuntas agar ada keadilan bagi korban dan keluarganya. (bep/jpc/don)

Gomez Penasaran Keputusan Komdis

Taofik Achmad Hidayat/Jabar Ekspres Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez (Tengah), Striker Persib Bandung, Airlangga Sucipto (Tengah) Saat Melakukam Konferensi Pers Di Hotel Tjokho, Kota Bandung, Kamis (25/1).
Taofik Achmad Hidayat/Jabar Ekspres
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez (Tengah), menjadi salah satu korban saat kericuhan di laga Persib kontra Arema menunggu keputusan Komdis PSSI.

SUMUTPOS.CO – Buntut kericuhan penonton di laga Arema kontra Persib Bandung tampaknya masih panjang. Terutama menunggu hasil putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait hukuman yang bakal diterima pihak Arema.

Salah satu pihak yang penasaran dengan putusan Komdis PSSI tak lain dari pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez. Apalagi dia menjadi salah satu korban dari kericuhan pada Minggu (16/4) malam it. Dahi sebelah kanan Mario Gomez terluka akibat lemparan benda di dalam stadion.

Mario Gomez sendiri sangat paham atmosfer laga Arema kontra Persib yang sangat panas. Namun, dia tetap tak mentolerir kerusuhan yang dilakukan para penonton di dalam stadion.

Lebih jauh lagi, pelatih asal Argentina ini penasaran dengan hukuman yang bakal didapat Arema. Alasannya, Persib sendiri sudah menjadi ‘korban’ dari Komdis akibat tingkah buruk suporter mereka. Bahkan, kapten tim Supardi Nasir pun mendapat larangan bermain dalam 4 laga dari Komdis.

“Ini adalah sepakbola. Tapi saya tidak menyukai ini (kerusuhan). Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin,” tegas Gomez di laman resmi klub. “Supardi dihukum empat pertandingan. Sekarang (kejadian di Stadion Kanjuruhan)? Takut apa?”

Mario Gomez penasaran apakah sanksi yang diberikan Komdis kepada Arema dan pemainnya yang bertingkah buruk akan sama dengan yang didapat Persib. Apalagi di tengah pertandingan ada insiden tandukan Arthur Cunha kepada bek Persib Bojan Malisic yang tertangkap jelas di kamera.

Sekadar info, Supardi Nasir harus menjalani hukuman larangan bermain setelah melakukan hal yang mirip di laga Persib kontra Mitra Kukar. Kapten tim Maung Bandung itu pun dihukum 4 pertandingan.

Sementara PT L Liga Indonesia Baru (LIB), buka suara terkait status laga Arema FC vs Persib Bandung yang berhenti sebelum waktunya. Mereka menyatakan kalau pertandingan itu tetap berakhir imbang 2-2. Apa yang telah diputuskan LIB tersebut sesuai dengan regulasi yang tertuang pada pasal 12 ayat 1 C dan 1 D. Dalam regulasi tersebut dijelaskan jika force majure yang termasuk kericuhan penonton maka status pertandingan akan diputuskan oleh LIB.

“Acuannya pada laporan pertandingan yang dikirimkan oleh pengawas pertandingan. Semua telah kami baca dan pelajari secara terperinci. Dari laporan tersebut, kami memutuskan pertandingan telah selesai,” jelas COO PT LIB, Tigorshalom Boboy. (ies/jpc/don)

Panpel Persija Jamin Keamanan Persib

Aksi mosaik Jakmania, fans Persija Jakarta saat laga kontra JDT di Stadion Gelora Bung Karno.
Aksi mosaik Jakmania, fans Persija Jakarta saat laga kontra JDT di Stadion Gelora Bung Karno.

SUMUTPOS.CO – Ketua Panpel Persija Jakarta, Arief Perdana Kusuma, menjamin Persib Bandung akan aman ketika bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 28 April mendatang. Dia akan bertanggung jawab andai terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

Pihak manajemen Macan Kemayoran – julukan Persija, sebelumnya memang sudah menjamin kalau pertandingan itu akan digelar di SUGBK. Menurutnya, semua pihak sudah mendukung hal tersebut.

Arief sendiri akan menjamin 100 persen keamanan Persib selama di Jakarta. Bahkan, dia ingin tim Kota Kembang itu tak usah naik rantis untuk membuktikan kedewasaan Jakmania.

“Kalau saya inginnya bis, saya jaminkan kepala saya kalau disentuh Jakmania. Musim lalu pas di Solo buktinya aman-aman saja kan? Kemarin kami sebenarnya ingin Persib pakai bis, tapi kan mereka memintanya naik rantis,” bilang Arief saat berbincang dengan JawaPos.com.

Apalagi sekarang Jakmania menurutnya sudah dewasa. Jadi dia menjamin keamanan tim tamu selama berada di ibu kota. “Mekanisme pengamanannya juga biasa saja. Karena saya yakin Jakmania sekarang lebih dewasa,” tandas dia.

Panpel Persija Jakarta tak akan menjual tiket laga melawan Persib Bandung secara online. Mereka cuma menjualnya kepada koordinator-koordinator wilayah Jakmania untuk laga 28 April mendatang.

“100 persen tiket akan kami serahkan kepada Jakmania. Itu ide saya, tapi saya pikir akan disetujui karena mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya untuk menghindari penyusup,” bilang Ketua Panpel Persija, Arief Perdana Kusuma kepada wartawan. (jpc/don)

Polres Karo Gelar Catur dan Voli

Foto: Solideo/Sumut Pos Bupati Karo Terkelin Brahmana, melepas balon tanda dibuka Catur Nasional Kapolda Sumut Cup dan Turnamen Voli Tanah Karo Cup.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Bupati Karo Terkelin Brahmana, melepas balon tanda dibuka Catur Nasional Kapolda Sumut Cup dan Turnamen Voli Tanah Karo Cup.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH hadiri pembukaan open turnamen catur nasional Kapolda Sumut Cup dan Turnamen Voli Kapolres Tanah Karo Cup di Lapangan Mapolres Tanah Karo, Jumat (13/4).

Turnamen yang diselenggarakan oleh Polres Tanah Karo ini dilaksanakan untuk menjaring bakat bakat atlit voly dan catur dari Kabupaten Karo, juga untuk menjalin silahturahmi dan persaudaraan, menciptakan sportifitas menuju Pilgubsu 2018.

Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Kapolres Tanah Karo AKBP. Benny R Hutajulu, SIK. Dan ditandai dengan pelepasan balon udara, service voli pertama dan menjalankan bidak catur pertama oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif 125/SMB Letkol Inf. Victor Tjokro, Kasdim 0205/TK, Unsur FKPD, Anggota DPRD Karo Jhon Karya Sukatendel dan Firman Firdaus Sitepu, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Kadispora Robert Perangiangin, Kabag Humas dan Protokol Drs. Djoko Sujarwanto,pengurus cabang olahraga, para pelatih dan wasit. (deo/don)

Medan Borong Emas Karate Porwilsu

BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani bersama karateka Kota Medan yang mendominasi Porwilsu 2018 Wilayah I. (IST/Sumut Pos)
BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani bersama karateka Kota Medan yang mendominasi Porwilsu 2018 Wilayah I. (IST/Sumut Pos)

SIANTAR, SUMUTPOS.CO -Kontingen Medan mendominasi cabor karate Porwilsu 2018 Wilayah I yang berlangsung di Rindam I/BB di Pematang Siantar, Minggu (15/4). Medan menjadi juara umum setelah memborong 11 medali emas, 8 perak dan 1 medali perunggu.

Hasil ini melanjutkan trend positif Kota Medan yang terus menjadi juara umum di cabor- cabor yang dipertandingkan di Porwilsu 2018. Sebelumnya Medan sudah memastikan gelar juara umum di empat cabor yang sudan dipertandingkan yakni tenis meja, taekwondo, biliar dan atletik.

Menurut Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani, sukses cabor karate sudah diprediksi, mengingat persiapan yang dilakukan dan juga materi atlet yang dimiliki. Dia tak menampik kalau prestasi karate Medan memang di atas daerah lain dan prestasi ini tentu tak lepas dari hasil kerja keras para atlet dan jajaran pengurus Forki Medan yang diketuai Hasrul Benny Harahap.

“Karenanya, kita ingin suasana Porwilsu ini juga terlihat di Porprovsu nanti. Semangat bertanding dan motivasi atlet harus tetap terus terpelihara. Karena perjuangan sesungguhnya untuk menjadi yang terbaik baru tersaji dalam ajang multi event empat tahunan yang berlangsung November nanti,” ungkap Eddy Sibarani di P Siantar Minggu malam.

“Karate juga sudah punya tradisi menjadi juara umum di Porprovsu. Sebuah prestasi yang harus terus di pertahankan. Hasil di Porwilsu telah menjadi awal yang baik bagi kontingen Medan, agar bisa berbicara lebih banyak di Porprovsu,” tambah Eddy Sibarani.

Cabor karate di Porwilsu Wilayah I diikuti enam kontingen yakni Kota Medan, Sergai, Langkat, Dairi, Batubara dan tuan rumah Simalungun. (dek)

 

Warga Temukan Mayat di Kebun Sawit

Foto: Bambang/Sumut Pos Warga mengerumuni mayat Sandimin yang diduga korban perampokan di Kebun Sawit Batangserangan.
Foto: Bambang/Sumut Pos
Warga mengerumuni mayat Sandimin yang diduga korban perampokan di Kebun Sawit Batangserangan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Warga di seputaran Desa Tebing Tanjungselamat Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat heboh. Sosok mayat dalam keadaan telungkup ditemukan di Perkebunan Sawit Afdeling V PTPN II Batangserangan, Senin (16/4) sekitar pukul 10:00 WIB.

Korban yang diketahui bernama Sandimin (50) warga Dusun III Teladan Desa Tebing Tanjungselamat, Kecamatan Padangtualang. Hasil temuan itu, kepolisian sudah turun ke lokasi penemuna mayat dan masih melakukan penyelidikan.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan ketika dikonfirmasi mengatakan, mayat pertama kali ditemukan Miswanti dan Ade Irma Gultom. Saat itu keduanya berboncengan dari rumahnya dengan tujuan berbelanja rumah tangga ke pajak Sawit Seberang.

Tiba di jalan umum Desa Tebing Tanjungselamat, Misnawati melihat along-along (keranjang berisi jeriken) berada dalam parit. “Curiga, saksi lalu menghubungi tetangganya Cimot,” terang AKP Arnold.

Sementara, saat menelpon itu, Ade yang berboncengan dengannya melihat tubuh mayat seorang laki-laki tergeletak di dalam areal kebun. Kemudian, mereka meminta tolong. Seketika lokasi ramai. Ternyata beberapa warga mengenali korban yang bernama Sandimin.

“Sejauh ini Kapolsek Padang Tualang AKP Lamcahyono beserta Kanit Reskrim Iptu Arjuanto dan Kasat Reskrim Polres Langkat  AKP M Firdaus, turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi kita temukan satu along-along, topi hitam, tas coklat, jaket hitam, jam tangan hitam, dompet coklat dan uang tunai Rp632 ribu ,” terangnya.

Kita juga belum mengetahui pasti apa motifnya. Namun, sepeda motor Supra X 125 merah dan handphone milik korban hilang dari lokasi. Kuat dugaan, Sandimin merupakan korban perampokan. “Kendati demikian kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” tandasnya. (bam/azw)

Di Mata Rekan, Kompol Fahrizal Peduli, Cerdas dan Tegas

Foto: Istimewa Kompol Fahrizal, mantan Kasat Reskrim Polresta Medan, yang saat ini menjabat sebagai Wakapolres Lombok Tengah, masih diobservasi Tim Polda Sumut terkait kasus penembakan adik iparnya hingga tewas.
Foto: Istimewa
Kompol Fahrizal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa penembakan yang dilakukan Kompol Fahrizal terhadap adik iparnya Jumingan alias Jun (33) hingga tewas menyisahkan sedih bagi rekan-rekan sesama anggota Polri. Motif penembakan yang dilakukan Fahrizal tersebut, hinggan kini belum juga terungkap.

Terlepas kasus penembakan yang dilakukan Fahrizal, di mata beberapa rekan seangkatan tahun 2003 mengaku kalau Kompol Fahrizal dikenal sebagai sosok pribadi yang menyenangkan.

Pengakuan itu disampaikan Kompol Aldi Subroto, yang juga mantan Kasat Reskrim Polresta Medan. Kompol Aldi Subartono sempat ‘ruislag’ jabatan dengan Kompol Fahrizal di Personalia Polda Sumut tersebut . “Fahrizal itu orangnya menyenangkan dan peduli dengan kawan-kawannya,” ujar Aldi melalui sambungan telelpon, kepada wartawan di Medan, Senin (16/4).

Tak jarang, menurut Aldi jika kawan-kawannya mengalami kesulitan dan permasalahan, Kompol Fahrizal akan cepat menanggapi atau paling tidak mau mendengarkan keluh-kesah teman-temannya.

“Dia itu paling gak bisa  melihat kawan-kawannya dalam keadaan kesusahan,” sambung Aldi sembari  berharap permasalahan yang dihadapi Fahrizal bisa segera tuntas.

Hal senada diutarakan mantan Kasatres Narkoba Polresta Medan, Kompol Boy Situmorang. Boy mempunyai pandangan sendiri terhadap mantan Wakapolres Lombok Barat tersebut.

Di mata Boy yang sempat berbarengan bertugas di Polresta Medan bersama Kompol Fahrizal di bawah koordinasi Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, selama beberapa bulan bertugas bersama di wilayah hukum Polresta Medan saat itu, Kompol Fahrizal dikenal sebagai seorang personel Polri yang cerdas di bidang reserse.

“Dia itu kalau sudah bekerja mengungkap sebuah kasus kajahatan, akan melakukannya all out dan wajib hukumnya tuntas terungkap,” tutur Boy yang bersamaan mengikuti pendidikan Sespimen bersama Kompol Fahrizal.

Prinsip yang dipegang Kompol Fahrzal tersebut tak ayal menjadi pemicu personel jajaran yang pernah dikomandoinya mengikuti ritme kerja Fahrizal. Selain dikenal sebagai sosok yang cerdas dan humanis di mata rekan-rekannya, Fahrizal juga dikenal sebagai pribadi yang sangat tegas dalam bertugas. “Dia itu tidak segan-segan menindak anggotanya kalau ada yang dianggapnya tidak bekerja benar,” ungkap Boy lagi.

Karena kepribadiannya itu, tidak salah kalau Kompol Fahrizal dipercaya institusi korp cokelat ini menduduki sejumlah posisi strategis di antaranya pernah menjabat Kasar Reskrim Polres Asahan, Labuhanbatu, Medan dan terakhir Wakapolres Lombok Barat.

Baik Aldi maupun Boy berharap semoga insiden yang kini dihadapi Fahrizal bisa segera selesai dan mendoakan Fahrizal kuat menghadapinya. (gus/azw)