Home Blog Page 6435

KPU Diminta Jadwal Ulang Kampanye Terakhir

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara diminta jangan menetapkan jadwal kampanye akbar Pilgubsu 2018 di hari terakhir secara bersamaan dan di kota yang sama. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi gesekan antara masing-masing tim pendukung pasangan calon.

“Sebaiknya menurut saya, jangan bersamaan waktunya. Walau bagaimanapun, selama ini kondisi Sumut kondusif. Tidak ada terjadi konflik apapun,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz di gedung dewan, Senin (16/4).

Ia menjelaskan, kampanye akbar merupakan momen banyak orang berkumpul. Dimana selain tim pendukung dan relawan masing-masing paslon, juga melibatkan masyarakat luas. Terlebih kata Muhri, meski dikawal ketat aparat keamanan saat momen itu berlangsung, tetap saja bisa terjadi motivasi yang berbeda orang berbuat yang tidak diinginkan. “Ya, motivasinya bisa berbeda pas di hari H. Bisa timbul konflik sehingga tahapan Pilgubsu dapat terganggu. Ini yang kita harapkan jangan sampai terjadi,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini kembali ingatkan KPU agar meninjau ulang waktu pelaksanaan kampanye akbar yang bersamaan tersebut. Terlebih atas dasar kenyamanan dan keamanan Sumut dari potensi konflik saat kampanye pengerahan massa itu berlangsung. “Sebaiknya KPU tinjau ulang waktunya. Bisa saja dilainkan harinya untuk menghindari potensi konflik yang akhirnya mencoreng pilkada di Sumut,” pungkasnya.

Diketahui, jadwal kampanye rapat umum sebanyak dua kali bagi paslon di Pilgubsu 2018 sudah ditetapkan. Penetapan itu setelah KPU Sumut menggelar rapat koordinasi dengan tim kampanye kedua paslon, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar PH Sitorus (Djoss).

Adapun dasarnya, sesuai Keputusan KPU Sumut Nomor: 74/ PL.03.4-kpt/12/Prov/ III/2018 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Pilgubsu 2018, tanggal 30 Maret 2018. Jadwal rapat umum pertama akan dilakoni Edy-Ijeck yang notabene paslon nomor urut satu, Minggu (22/4) di Kabupaten Asahan. Lalu sepekan mendatang giliran Djarot-Sihar pada 29 April di daerah serupa. Pada lokasi  kampanye akbar terakhir, tepat 23 Juni 2018, kedua paslon akan bersamaan melakukannya. Edy-Ijeck ditentukan di zona Medan B, sedangkan Djarot-Sihar di zona Medan A.

Salah Pilih Pemimpin, Anak Cucu Jadi Korban

Mayarakat Tapteng menandatangani berkas dukungan kepada Cagubsu Edy Rahmayadi di Gedung Serba Guna, Tapteng, Sabtu (14/4) lalu.
Mayarakat Tapteng menandatangani berkas dukungan kepada Cagubsu Edy Rahmayadi di Gedung Serba Guna, Tapteng, Sabtu (14/4) lalu.

SUMUTPOS.CO – Masyarakat Sumatera Utara diharapkan memilih calon gubernur sesuai dengan hati nurani masing-masing. Jangan sampai mengorbankan masa depan anak cucu karena salah dalam memilih pemimpin. Hal ini disampaikan Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat bersilaturahim dengan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (14/4) lalu.

Kehadiran Edy Rahmayadi dan istri Nawal Lubis beserta rombongan di Bandara LF Tobing, Pinang Sori, disambut antusias ribuan masyarakat. Usai dikalungi bunga, Edy dan istri pun diarak menuju Gedung Serba Guna Desa Parjalihotan Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan diiringi Syalawat Nabi yang dibawakan kelompok nasyid.

Di dalam Gedung Serba Guna ini telah menanti ribuan masyarakat, lintas suku dan ibu-ibu perwiritan. Tampak hadir para pengurus partai pengusung dan pendukung pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), tokoh agama, tokoh masyarakat.

Selain bersilaturahim, Edy juga berkesempatan mendengarkan pernyataan sikap dari masyarakat Kecamatan Pinangsori yang berkomitmen untuk memenangkan Eramas pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang. Masyarakat menilai, pasangan Eramas paling tepat memimpin Sumut.

Selaian sebagai putra daerah, Edy Rahmayadi juga cukup teruji sebagai pemimpin yang memiliki sikap tegas, pemberani, jujur dan ikhlas serta nasionalis. Keungulan yang dimiliki Edy ini kian lengkap dengan hadirnya Musa Rajekshah yang dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang santun dan aktif dibidang sosial dan keagamaan.

Selesai bersilaturahmi di Gedung Serba Guna Pinangsori Edy dan rombongan melanjutkan perjalan menghadiri Silaturahmi dengan masyarakat Tapanuli Tengah lainnya. Di Kabupaten dengan data pemilih sementara (DPS) 199.191 jiwa ini, Edy dan Istri didoakan agar sukses memimpin Sumut dengan ditepungtawar dan diulosi.

Lawatannya ke Tapteng kali Edy pun berkesempatan menghadiri sunatan massal dengan peserta 150 orang di Kantor Sekretariat FRMB Tapteng. Selain orangtua peserta sunat massal, turut dihadiri Ketua FRMB Tapteng,  Dr Irwandi Sihombing.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Pandan, Abul Hutabarat,  Tokoh Agama Kecamatan Pandan H Kasim Sinaga.

Rel Kereta Api Layang Akhir Tahun 2018 Beroperasi

Triadi Wibowo/Sumut Pos- Gedung Centre Point terlihat dari jembatan gantung Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jumat (9/3)
Triadi Wibowo/Sumut Pos-
Rel kereta api layang di depan gedung Centre Point terlihat dari jembatan gantung Stasiun Besar Kereta Api Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara tengah menuntaskan pembangunan rel kereta api layang rute Medan-Bandar Khalipah, Kabupaten Deli Serdang, sepanjang 10,8 kilometer.

Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ?Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Fakhrul Rivai. Ia mengatakan pembangunan rel kereta api sudah dilakukan secara fisik hampir 100 persen.”Untuk progress saat ini, sudah 94 persen pembangunan fisik sudah dikerjakan,” ujar Fakhrul Rivai saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (16/4) siang.

Fakhrul Rivai mengatakan, rel kereta api layang pertama di Sumatera Utara ini, dipastikan akan beroperasi akhir tahun 2018 ini. Begitu juga, akan dilakukan uji coba rel kereta api, dalam waktu dekat ini.”Rencana beroperasi akan dilakukan di bulan November akhir ataupun di Bulan Desember 2018 ini,” kata Fakhrul Rivai.

Untuk diketahui, pengerjaan rel kereta api layang sudah dimulai pengerjaannya sejak 2015 lalu hingga saat ini.? Pembangunan rel layang tersebut, sebagai fasilitas pendukung untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat selaku pengguna moda transportasi kereta api di Medan.”Untuk kendalanya belum ada, masih berjalan sesuai dengan schedule pembangunan untuk saat ini,” pungkasnya.(gus/ila)

 

Medan Utara Tambah 1 Kursi

Ketua Badan Pelelangan Pemilihan Umum Partai Amanat Nasional (BAPPLLU – PAN) Kota Medan, Awaludin.

SUMUTPOS.CO – Menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019, ada perubahan daerah pemilihan (Dapil) jumlah kursi untuk calon legislatif (Caleg) yang akan menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan.

Perubahan Dapil dan jumlah kursi terjadi di kawasan Medan Utara, sebelumnya daerah pemilihan yang meliputi 4 kecamatan diantaranya Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan merupakan Dapil V dengan 11 kursi pada Pemilu 2014.

Kini, Dapil V berubah menjadi Dapil II dengan penambahan 1 kursi dengan jumlah 11 kursi untuk caleg yang akan menduduki kursi di DPRD Medan. Dengan penambahan 1 kursi akan membuka peluang bagi kuota bagi wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di Medan Utara.

Ketua Badan Pelelangan Pemilihan Umum Partai Amanat Nasional (BAPPLLU – PAN) Kota Medan, Awaludin, mengatakan, perubahan dapil dan penambahan kursi yang terjadi di wilayah Medan Utara, karena adanya pergeseran masyarakat di Kota Medan.

Artinya, jumlah populasi penduduk di Medan Utara semakin meningkat dengan adanya transmigrasi dari kecamatan lain. Sehingga, alokasi penambahan kursi sudah sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk di Medan Utara.

“Penambahan kursi bagi partai ini tidak ada pemanfaatan, tapi akan memberikan peran penting bagi masyarakat, penambahan kursi akan menjadikan basis politik bagi masyarakat di Medan Utara untuk mendukung kebijakan kepentingan masyarakat di Dapil II ini nantinya,” ungkap pria akrab disapa Awel ini, Senin (16/4).

Dijelaskan Awel, dengan penambahan jumlah kursi di Dapil Medan Utara, akan membuka peluang kekuasaan politik untuk kemaslahatan bagi masyarakat di Medan Utara.

Gubernur Pertama Sumut Diusulkan Jadi Nama Jalan di Medan

Gubernur pertama Sumut, Sutan Mohamad (SM) Amin Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Gubernur pertama Sumut, Sutan Mohamad (SM) Amin Nasution diusulkan sebagai nama jalan di Kota Medan. Pengusulan nama jalan tokoh penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda 1928 ini disampaikan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (Pussis Unimed).

Kepala Pussis Unimed Phil Ichwan Azhari mengungkapkan, pengusulan nama SM Amin Nasution menjadi nama jalan di Medan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas perjuangannya selama hidupnya. Diusulkan, Jalan Sei Batanghari diganti menjadi nama Jalan SM Amin Nasution. Namun, setelah dilakukan diskusi dengan pihak USU maka diusulkan Jalan Gunung Krakatau yang lebih cocok diganti.

“Setelah kita berkoordinasi dengan USU, mengusulkan Jalan Gunung Krakatau menjadi nama Jalan SM Amin Nasution. Oleh karenanya, kami lebih setuju Jalan Gunung Krakatau yang diganti. Sebab jalan itu lebih panjang dibandingkan Jalan Sei Batanghari yang kita usulkan,” jelas Ichwan saat melakukan audiensi ke kantor Wali Kota Medan, kemarin.

Menurut Ichwan, penabalan nama SM Amin Nasution menjadi nama salah satu jalan sangat penting dilakukan. Sehingga, masyarakat terutama generasi muda bisa mengenal tokoh penting sebagai gubernur pertama Sumatera Utara dan tiga kali menjabat. Namun sayang perjuangan yang telah dilakukannya ternyata tidak dikenal dalam memori masyarakat. “Itulah sebabnya kita mengusulkan nama beliau menjadi nama salah satu jalan di kota Medan,” ujarnya.

Diutarakan Ichwan, SM Amin Nasution merupakan tokoh yang melahirkan Sumpah pemuda dari Sumut dan penyelamat Republik Indonesia. Ketika itu, negara ini dikatakan pemerintah kolonial Belanda sudah bubar. Soekarno-Hatta ditangkap dan ibukota negara di Jakarta dan Jogyakarta sudah diduduki Belanda serta perjuangan yang dilakukan Jendral Sudirman dilakukan dari hutan dan gunung ke gunung secara bergerilyawan.

“Kondisi itu membuat Belanda mengumumkan kepada dunia, bahwasannya Indonesia sudah tidak ada. Namun klaim itu dibantah SM Amin, dan mengatakan Indonesia masih ada. Dia bilang, saya gubernurnya dan membentuk anggota DPRD. Itulah perannya sangat heroik,” paparnya.

Ia sangat menyayangkan nama SM Amin tidak ada di Kota Pematang Siantar. Sebab, kota tersebut merupakan tempat lahirnya Provinsi Sumatera Utara tahun 1947 dan begitu juga dengan Kota Medan.

Semula Tak Percaya Dapat Uang Tunai Rp300 Juta

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos M Doni Herianto mendapat uang tunai Rp 300 juta dari Ichitan Yen Yen.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
M Doni Herianto mendapat uang tunai Rp 300 juta dari Ichitan Yen Yen.

SUMUTPOS.CO – M Doni Herianto, tidak menyangka dirinya akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300 juta setelah membuka botol minuman kemasan, Ichitan. Hal ini, sempat membuat Doni dan keluarganya tidak mempercayakan hal tersebut.

Tim Ichitan Yen Yen, mendatangi kediaman Doni di Jalan Medan Area Selatan, Kota Medan, Senin (16/4) siang. Alhasil, mahasiswa Stikes RS Haji Medan itu merupakan pemenang ke 11 dari Program Mendadak Jutawan Ichitan dengan tunai diperolah senilai Rp 300 juta.

Doni yang merupakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi itu mengatakan, tidak pernah berpikir akan mendapatkan uang ratusan juta tersebut. Kemudian, awalnya ia tidak mempercayakan mendapat telepon dari tim Ichitan. Atas hal itu, mahasiswa semester akhir itu pun menjadi satu-satunya warga Medan dan dari Pulau Sumatera yang mendapat rezeki nomplok itu.

Doni mengaku menemukan tulisan Rp300 juta dalam tutup botol produk minuman ringan tersebut saat membeli di sebuah minimarket sekitar depan kampusnya.”Saya memang sering beli Ichitan usai pulang kuliah. Jadi beberapa waktu lalu, saat saya membuka Ichitan Green Tea kesukaan saya, di tutup botolnya ada tulisan 300 juta, saya pun langsung awalnya coba-coba menghubungi nomer call center yang tertera,” ungkap Doni.

Dia dan keluarga pun mengaku sempat tidak percaya dan merasa ini masih penipuan.”Sampai saat ini pun ayah masih belum menyangka uang hadiah ini,” sebutnya.

Doni mengaku akan mempergunakan uang hadiah ini untuk membawa rombongan keluarganya traveling dan juga membantu orangtuanya.”Untuk bawa keluarga jalan-jalan juga sekaligus bantu orangtua,” sebut Dony yang baru ditinggal almarhumah ibunya itu.

Tak hanya keluarga Dony, tim Ichitan dan kerabat Doni  yang menyaksikan penyerahan hadiahpun tidak bisa menahan rasa bahagia sekaligus haru ketika melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Doni“Kami juga merasakan kebahagian yang dirasakan keluarga Doni. Semoga uang ini bermanfaat bagi dia dan bisa mewujudkan semua cita-citanya,” kata Duangkamon Ngarmsangiem, selaku Senior Marketing Manager Ichitan Indonesia yang turut menyerahkan hadiah itu.

Program nasional untuk konsumen “Mendadak Jutawan” dimulai pada 1 April sampai 31 Juli 2017. Melalui program ini, Ichitan memberikan Rp300 juta untuk 30 pemenang masing- masing, yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total hadiah mencapai Rp9 miliar hanya dengan memeriksa belakang tutup botol dan menemukan kode unik.

“Doni sendiri merupakan pemenang yang ke 11 dan pemenang pertama dari pulau Sumatera. Sehingga masih ada kesempatan lain bagi masyarakat untuk memenangkan program Mendadak Jutawan Ichitan ini,” kata Duangkamon Ngarmsangiem.(gus/ila)

 

 

 

Kantor Cabjari Labuhandeli Didemo

Foto: Fachril/Sumut Pos Kantor Cabjari LabuhanDeli didemo warga.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Kantor Cabjari LabuhanDeli didemo warga.

SUMUTPOS.CO – Penganiayaan yang dilakukan pegawai jaksa yang bertugas di cabang kejaksaan negeri (Cabjari) Labuhan Deli, Fahrizal (34) terhadap seorang tahanan, Edi Suratman (26) berbuntut panjang.

Pihak keluarga bergabung dengan elemen wartawan yang bertugas di Medan Utara melakukan demo ke kantor Cabjari Labuhandeli Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (16/4).

Puluhan pendemo yang telah membentang poster, menuntut kepada pimpinan Cabjari Labuhandeli untuk menindak tegas pegawai jaksa yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadap tahanan. Dalam orasi yang berlangsung, para pendemo disambut jaksa Hamonangan P Sidauruk dengan didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon.

“Kita akan menerima aspirasi kawan – kawan wartawan. Saat ini pimpinan tidak berada di tempat, karena ada rapat di Jakarta. Kita berjanji akan menindak pegawai kita. Jadi beri waktu kita untuk menindaklanjutinya,” kata Hamonangan kepada pendemo.

Mendengar itu, pendemo meminta untuk segera dilakukan mediasi agar masalah itu segera diambil tindakan tegas, mereka mendesak agar pegawai jaksa untuk diberikan sanksi.

“Kamu segera dapat jawaban dari tindakan tegas terhadap pegawai yang melakukan penganiayaan terhadap tahanan, karena ini tidak bisa dibiarkan dan jangan menunggu lama,” ucap salah satu utusan yang berdemo.

Mendengar itu, pihak kejaksaan mengajak utusan untuk berdiskusi di kantor Cabjari Labuhandeli. Dengan dimediasi Kapolsek Medan Labuhan, utusan pendemo membahas masalah itu secara tertutup.

Salah satu keluarga, Supriadi Lubis mengatakan, hasil pertemuan itu akan diberi jawaban setelah pimpinan Cabjari Labuhandeli pulang dari Jakarta. Artinya, dalam waktu seminggu kedepan mereka akan mendapat jawab untuk tindakan terhadap pegawai jaksa tersebut.”Kita tunggu seminggu ini, kalau nanti tidak ada tindakan tegas dari mereka, kita akan pertanyakan dengan demo lagi,” ungkap Supriadi.

Dijelaskan pria yang berprofesi sebagai wartawan lokal ini, kasus penganiayaan yang dialami menantunya terjadi pada Selasa (10/4) lalu. Menantunya merupakan tahanan kasus pembunuhan yang dilimpahkan dari Polsek Percut Seituan.”Saya sempat tanya dengan menantu, tapi dia (tahanan) tidak tahu kenapa dianiaya, saya tidak terima makanya saya minta kasus penganiayaan itu segera ditindak tegas,” ungkap Supriadi.

Terpisah, Kacabjari Labuhandeli, Olan Pasribu yang dikonfirmasi via telepon tidak menjawab ponselnya. (fac/ila)

 

Pedagang Pasar Pringgan Tolak Dikelola Swasta

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Puluhan pedagang pasar marelan lama menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Jalan Kapten maulana lubis Medan, Senin (16/4) Mereka menolak mahal nya harga lapak kios pasar marelan yang baru selesai di revitalisasi oleh PD Pasar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Puluhan pedagang pasar marelan lama menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Jalan Kapten maulana lubis Medan, Senin (16/4) Mereka menolak mahal nya harga lapak kios pasar marelan yang baru selesai di revitalisasi oleh PD Pasar.

SUMUTPOS.CO – Puluhan pedagang Pasar Pringgan kembali berunjuk rasa di kantor Wali Kota Medan, Senin (16/4). Para pedagang lagi-lagi menolak pengelolaan pasar tradisional tersebut dikelola pihak swasta, dalam hal ini PT Panbers.

Dalam aksinya, para pedagang yang didominasi kaum ibu-ibu tersebut ngotot pengelolaan Pasar Pringgan dialihkan kepada PD Pasar. Mereka menilai, bila pihak swasta yang mengelola hanya memikirkan keuntungan saja.

“Kami sudah punya pengalaman hampir 20 tahun dikelola swasta yaitu PT Triwira Roka Jaya. Sebab, kalau dikelola swasta orientasinya bisnis, dengan modal sekecil-kecilnya dan meraup keuntungan sebesar-besarnya. Kami tidak mau lagi dikelola pihak swasta,” ujar salah seorang pedagang, Ervina Boru Purba.

Wanita yang sudah 37 tahun berjualan di Pasar Pringgan ini mengaku, para pedagang telah membayar sebesar Rp30 juta kepada Pemko Medan. Artinya, apabila pengelolaan ditangani pihak swasta maka tentunya harus mengeluarkan biaya lagi.

“Kami tidak sanggup untuk mengeluarkan uang lagi. Pokoknya kami tidak mau selain PD Pasar yang mengelola pasar ini dan itu harga mati. Kalau selain PD Pasar yang mengelola, kami menolak,” ujar Ervina yang berjualan pakaian.

Menurut dia, sebelum dikelola PT Panbers sejak awal tahun ini, pasar tersebut mulanya dikelola PT Triwira Roka Jaya yang dikuasai sekitar 20 tahunan hingga Mei 2016. Selanjutnya, diambil alih Pemko Medan karena kontrak kerjanya habis dan Januari 2017 mulai dikelola PD Pasar.

“Kami punya pengalaman pahit dan sudah cukup lama dikelola oleh pihak swasta (PT Triwira Roka Jaya). Sewaktu dikelola swasta, bangunan pasar banyak yang rusak karena tidak diperbaikinya, hanya uang saja yang mereka mau. Bahkan, pada awalnya kios yang berjumlah 700-an lebih ternyata berkurang menjadi 200-an kios,” bebernya.

Pedagang lainnya, Era Boru Barus menuturkan hal senada. Kata pedagang yang sudah 30 tahun berjualan sayuran ini, pihak swasta hanya mau mengambil keuntungan saja. Para pedagang tidak diperhatikan, apakah tempat berjualannya layak atau tidak dan bagaimana fasilitasnya.”Jualan kami sepi karena kondisi pasar yang tak terawat. Mereka hanya mau uangnya saja dan pedagang tidak diperhatikan,” ujarnya.

Era menyebutkan, selama hampir setahun dari Januari hingga Desember 2017 dikelola PD Pasar, kondisi Pasar Pringgan banyak mengalami perubahan positif dan kondisinya mulai bagus. Akan tetapi, entah bagaimana setelah berganti tahun 2018 ternyata pengelolaannya diambil alih PT Panbers.

“Sewaktu pengelolaan ditangan PD Pasar banyak bangunan yang diperbaiki dan cantik pasar kami dibuatnya. Tidak ada yang bocor dan fasilitas bisa dibilang memadai. Artinya, pedagang benar-benar diperhatikan dari segi tempat berjualan,” sebut Era.

Dia berharap apa yang menjadi aspirasi atau tuntutan para pedagang untuk dikelola PD Pasar segera dijalankan oleh Pemko Medan. Sebab, jika masih dikelola pihak swasta dikhawatirkan akan terjadi keributan dengan pedagang.

Setelah hampir satu jam menyampaikan tuntutannya, perwakilan pedagang yang berjumlah sekitar 15 orang dan kuasa hukumnnya diterima berdialog dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri sekira pukul 11.00 WIB. Sedangkan pedagang lainnya menunggu di depan gerbang dan terus menyuarakan aksinya.

Syamsul Arifin: Semuanya Bagus

Mantan Gubernur Sumut, H Syamsul Arifin saat memberikan keterangan kepada wartawan di gedung DPRD Sumut, Selasa (25/7).
Mantan Gubernur Sumut, H Syamsul Arifin.

SUMUTPOS.CO – Mantan Gubernur Sumut periode 2008-2013, Syamsul Arifin memberikan penilaian terhadap tiga nama calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumut. Diketahui, ketiga nama yakni Arsyad Lubis, Hj Sabrina dan Sarmadan Hasibuan telah dikirimkan Gubsu Erry Nuradi ke Kemendagri beberapa waktu lalu.

Syamsul Arifin yang ditemuai Sumut Pos usai rapat sidang istimewa DPRD Sumut memeringati Hari Jadi ke-70 Pemprovsu, Senin (16/4) di gedung dewan, mengungkapkan bahwa ketiga nama tersebut adalah yang terbaik. “Tiga-tiganya baguslah,” katanya.

Menurut dia, sosok Sekdaprovsu yang baru mampu menyelaraskan semua program kerja, visi dan misi gubernur. Selalu mendampingi dan bersedia saling melengkapi dalam satu kerja tim yang solid bersama wakil gubernur.

“Tentu yang bisa mendampingi gubernur. Kita lihat gubernur, wakil gubernur dan sekda sekarang punya team work yang bagus. Harusnya itu dapat dipertahankan dan dapat saling melengkapi,” mantan Bupati Langkat dua periode ini menambahkan.

Syamsul memprediksi, bahwa sekda baru akan dipilih ketika pesta demokrasi atau Pilgubsu 2018 selesai. Sebab akan disesuaikan dengan pendapat Gubsu terpilih sebagai user (pengguna).”Saya pikir nanti pusat akan tunggu pilgub siap. Barulah turun itu namanya. Pasti nanti ditanya gubernurnya, kemana pilihan dia dan sukanya yang mana. Ketiganya baguslah menurut saya,” pungkas Syamsul.

Sekretaris Pansel Lelang Jabatan Terbuka Sekdaprovsu, Muhyan Tambuse mengaku belum mengetahui soal progres lelang jabatan terbuka Sekdaprovsu ini. Ia mengaku belum tahu dan belum mendapat perkembangan terbaru. “Kalau soal itu belum. Kan sudah di TPA (Tim Penilai Akhir). Berkasnya sudah disampaikan oleh Gubsu,” katanya.

Pun mengenai waktu penentuan Sekdaprov yang baru, dirinya tak dapat memberi jawaban konkret. “Itu kewenangan TPA yang dibawahi Wapres. Tugas kami sudah selesai sampai penyerahan nilai kelima peserta kemarin,” katanya.

Plt Sekdaprovsu Ibnu S Utomo sebelumnya juga mengaku bahwa soal waktu penentuan Sekdaprovsu yang baru tergantung proses TPA. Untuk selanjutnya TPA yang akan menilai dan memberikan rekomendasi ke Presiden agar ditentukan satu nama calon. Menurutnya, akan ada proses lagi oleh TPA terhadap tiga nama calon Sekda dengan ranking dan nilai tertinggi.

Diketahui, Arsyad Lubis, Hj Sabrina dan Sarmadan Hasibuan tampaknya akan bersaing ketat memperebutkan kursi

Sekdaprovsu. Ketiganya menjadi ranking tertinggi berdasarkan hasil Tim Pansel Arsyad mendapat nilai total penilaian pansel dengan skor 92,94. Hj Sabrina 91,44, dan Sarmadan Hasibuan mendapat skor 86,35. Menyusul di posisi keempat HM Fitriyus dengan skor 82,14 dan Binsar Situmorang 79,43. (prn/ila)

 

 

Jaringan Rusak, Pelayanan SIM Terganggu

SUTAN SIREGA/SUMUT POS ANTRI_Puluhan warga mengantri saat mengurus denda pajak kendaraan bermotor di kantor samsat Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (11/4) Warga memanfaatkan penghapusan denda pajak agar lebih meringankan biaya pengurusan.
SUTAN SIREGA/SUMUT POS
Warga mengantre mengurus dokumen kendaraan di Kantor Samsat Jalan Putri Hu\ijau Medan.  Kemarin jaringan aplikasi online di seluruh Samsat terganggu.

SUMUTPOS.CO – Pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Polres Pelabuhan Belawan terganggu, Senin (16/4). Pasalnya, sistem jaringan aplikasi online mengalami kerusakan.

Salah satu warga, Syahril Damanik mengatakan, dirinya ingin membuat SIM A terpaksa menunggu sampai sistem jaringan bagus. Karena, tidak bisa melakukan foto untuk membuat kartu SIM. “Saya dari pagi tadi disini, dibilang petugas jaringan rusak, belum diketahui sampai kapan bagus, jadi saya akan datang lagi besok,” ungkap Syahril sedikit kecewa.

Begitu juga dengan Amin, dirinya berniat mengurus SIM A, terpaksa mengurungkan niatnya untuk membuat SIM pada hari itu juga, dirinya akan kembali lagi besok (hari ini).”Saya sudah daftar dan isi formulir, tinggal foto aja, rupanya jaringan terganggu. Karena belum diketahui kapan jaringan bagus, lebih baik saya datang besok,” sebut Amin di Polres Pelabuhan Belawan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan AKP Soedaryanto dikonfirmasi membenarkan sistem aplikasi online mengalami kerusakan. Hal itu terjadi di seluruh Indonesia.

“Kita belum bisa bekerja, kapan bagusnya. Kita masih menunggu konfirmasi dari pusat, kalau sistem bagus, kita akan segera menelpon masyarakat yang sudah mendaftar, agar pelayanan dapat terlayani kembali,” terang Soedryanto.

Disinggung apakah ada kendala lain dan apakah ada peningkatan masyarakat membuat SIM, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku belum ada kendala, hanya saja permintaan masyarakat untuk membuat SIM terus meningkat.

“Dari hari pertama pelayanan SIM dibuka, kenaikan permintaan naik terus setiap hari mencapai 50 persen. Hingga hari ini terus mengalami peningkatan, mudah – mudah masih bisa kita atasi,” kata Soedaryanto. (fac/ila)