Home Blog Page 6444

Tidak Cuma Tegas, Edy Juga Aset Sumut

Cagubsu Edy Rahmayadi dan istrinya Nawal Lubis memantau harga bahan pangan pokok jelang Ramadhan sembari berbelanja di Pasar Sigambal, Rabu (11/4).
Cagubsu Edy Rahmayadi dan istrinya Nawal Lubis memantau harga bahan pangan pokok jelang Ramadhan sembari berbelanja di Pasar Sigambal, Rabu (11/4).

SUMUTPOS.CO – Masyarakat Labuhanbatu yakin kalau Edy Rahmayadi mampu membawa Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi lebih baik di masa-masa mendatang. Apalagi sebagai putra daerah, tentu Edy memiliki ikatan emosional yang kuat untuk membangun Provinsi Sumut ini.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (11/4) pagi, Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang tergabung dalam Relawan Putih Labuhanbatu di Posko Relawan Pemenangan Eramas di Jalan Veteran, Rantauprapat. Selain bersilaturahmi, Edy yang didampingi Istri, Nawal Lubis menyempatkan sarapan pagi bersama masyarakat. Turut hadir Ketua Tim Pemenangan Eramas,  Andi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Relawan Putih H Mukhail Ritonga menyatakan, Relawan Putih Labuhanbatu menyatakan sikap dan dukungannya kepada Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakil Gubernur Musa Rajekshah atau Ijeck memimpin Provinsi Sumut untuk Periode 2018-2023.

Melihat rekam jejak sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), pria berusia 84 tahun ini meyakini kalau Edy Rahmayadi dapat membawa Provinsi Sumut menjadi lebih baik di masa-masa mendatang. “Sebagai mantan Pangkostrad, kita tidak ragu kalau Sumut ini akan aman. Kalau sudah aman, maka akan mudah membangun provinsi ini, baik dari segi pendidikannya, kesehatannya, dan kesejahteraan masyarakat. Edy ini aset Sumatera Utara yang harus kita menangkan,” ujar Mukhail Ritonga dengan lantang disambut pekik takbir para relawan yang hadir.

Selain itu, sebagai putra daerah, tentu Edy Rahmayadi memiliki ikatan emosional yang kuat untuk Provinsi Sumut. “Hari ini kita senang bapak Jenderal bisa hadir ditempat yang sederhana ini. Beliau tidak hanya tegas tetapi santun. Dan orang yang bermartabat, orang yang punya harga diri. Di manapun dia hadir, tentu dia akan berharga, “ujarnya.

Sementara itu Edy Rahmayadi mengapresiasi dukungan dari Tim Relawan Putih kepada dirinya dan Musa Rajekshah. Apalagi Tim Relawan Putih diisi oleh para tokoh yang disebutnya sebagai senior.  “Saya bangga dengan para orangtua yang ada di tim relawan putih yang masih memiliki semangat yang tinggi. Semoga kita semua terus dapat berkontribusi untuk negara dan Sumatera Utara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Marissa Nasution Mundur dari Gosip

SUMUTPOS.CO – Marissa Nasution pamit undur diri dari acara gosip yang kerap dia bawakan di Trans Tv.

Pasalnya, Marissa akan mengambil cuti sampai dirinya melahirkan buah cintanya.

Karena itu, sudah waktunya Marissa istirahat dan konsenterasi dengan kehamilannya. Salam perpisahan itu, Marissa sampaikan melalui akun Instagramnya.

“Dear all pemirsa setia Insert sudah 7 tahun aku diberikan kesempatan oleh Trans TV untuk menemani kalian semua (hampir) setiap hari. Sudah banyak sekali kasus-kasus kita menyaksikan bersama sekarang saatnya aku yang duduk manis dan menjadi “ibu rumah tangga yang nonton gossip”,” tulisnya dalam caption postingan, Rabu (11/4).

“Kemaren aku siaran terakhir bersama @addrydanu – mulai hari ini aku maternity cuti terlebih dahulu dan semoga kita akan bertemu lagi beberapa bulan kedepan,” sambungnya.

Menutup keterangannya, Marissa mengucapkan terima kasih kepada prnonton dan rekan kerjanya yang selama ini sudah dia anggap sebagai keluarga sendiri.

“The biggest thank you goes to the whole Insert Team yang setiap hari kerja keras buat pemirsa di rumah, sahabat-sahabat host yang sudah menjadi seperti keluarga bagiku (ketemuan wajib ya) dan keluarga besar Trans TV buat semua pemirsa setia Insert, thank you so much! Love, CEU-MAR,” harap Marissa.(chi/jpnn)

 

 

David Noah: Ambil Aja Ndri Semua

SUMUTPOS.CO – Berbagai tudingan dari pihak Gracia Indri soal harta dan nafkah selama mereka menikah, tak membuat David NOAH mengumbar masalah mereka dengan penuh emosi. Ia menganggap banyak hal yang tak perlu diketahui oleh masyarakat dan membiarkan semuanya dibuktikan di persidangan saja nantinya.

David NOAH pun tak mau mempermasalahkan soal harta dan berebut denganGracia Indri. Ia rela kalaupun hanya keluar dari rumah hanya dengan baju saja.

“Nggak, nggak ada (masalah harta yang dibicarakan). Ambil aja Ndri semua. Nggak apa-apa. Saya sudah WhatsApp dari awal-awal kok. Kalau mau diambil nggak apa-apa. Saya bawa baju juga nggak apa-apa. Saya mah nggak attached ya sama harta. Ambil aja. Tuhan nanti kasih lagi,” ujar David di acara Rumpi No Secret, Sabtu (7/4).

Soal tudingan dirinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga seperti yang dituduhkan oleh Gracia Indri, David hanya tertawa. “Aduh, itu nggak pantas dibahas di masyarakat deh kayaknya, heeh. (Reaksinya) Ketawa aja sih. Nggak papa pemirsa, saya aja lah yang salah ya. Saya nggak mau nyalahin balik. Gitu aja deh,” tukasnya.

David pun tak menutup kemungkinan untuk kembali menjalin rumah tangga dengan Gracia. Pintu maaf darinya selalu terbuka untuk sang istri. Meski David tetap punya syarat agar pernikahan mereka bisa bersatu kembali.

“Masih bisa (kembali). Yakin. Karena Tuhan yang akan bikin hati manusia pulih itu Tuhan. Gini. Kalau perspektifnya hanya di masalah duniawi aja, manusia akan selalu ngomong nggak bisa. Tapi agama itu kan bukan untuk, manual book, terus dihafal aja gitu. Tapi kan kita harus jalanin dengan spirit kita kan. When we know. Iman saya dan Gracia. Ketika kita tahu, bagaimana kasihNya, ya. Bagaimana Dia bisa memulihkan dengan memaafkan yang tulus, pasti bisa,” tegasnya. 

Sempat dituding memperlambat proses administrasi dan membuat sidang perceraian jadi berlarut-larut, David hanya tersenyum. Sang pengacara, Ina, yang turut mendampinginya selama wawancara yang akhirnya bicara. Ina menegaskan bahwa itu adalah ‘ulahnya’, bukan David. Dan sang keyboardis ini pun masih berharap bahwa pernikahannya dengan Gracia bisa diselamatkan.

“Ini bukan tentang manusia sih menurut saya. Ini tentang gini. Yang bisa menyelamatkan pernikahan ini adalah kalau dua-duanya bener-bener berserah pada yang di mana kita menempatkan janji pernikahan kepada siapa gitu. Kalau hanya tentang manusia. Ini harus gini, harus gitu tanpa ada iman, nggak bisa. Mendingan selesai aja. Ini bukan tentang saya mempertahankan pernikahan karena aduh ini, itu, no! Saya mempertahankan tanggung jawab di depan yang di Atas,” pungkasnya. (kpl/ram)

 

 

Opick Sepakat Cerai

Opick

SUMUTPOS.CO – Akhirnya sidang cerai penyanyi religi, Opick dan istrinya, Dian Rositaningrum bisa digelar setelah sekian lama tertunda. Dihadiri kedua belah pihak, sidang yang mengagendakan mediasi ini berakhir dengan bahagia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ina Rachman selaku kuasa hukum Dian Rositaningrum usai persidangan. Bahagia yang mereka maksud adalah kedua belah pihak sepakat untuk berpisah demi kebahagiaan masing-masing.

“Alhamdulillah bahagia, mau bercerai dua-duanya. Anak-anak dibawah pengasuhan mbak Dian,” ucap Ina Rachman di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Rabu (11/4).

Dian menuturkan, dalam mediasi, Opick bersikap ramah. Penyanyi religi ini pun bersedia menafkahi kelima anaknya yang diasuh Dian.

“Mas Opick juga sanggup membiayai anak, ada lah nominalnya nggak usah saya sebutin, intinya mas Opick akan tetap berhubungan baik dengan mbak Dian dan anak-anak,” tutur Ina Rachman.

Senada itu Ina Rachman, kuasa hukum Dian mengungkapkan, dengan kesepakatan tersebut, proses perceraian akan berlangsung cepat.

“Mas Opick akan tetap memenuhi kewajibannya kepada lima anaknya. Dia juga bisa mengunjungi anak-anaknya,” terang Ina.

Dian Rositaningrum sendiri mengakui jika dirinya dan Opick menganggap perpisahan mereka merupakan satu-satunya jalan agar masing-masing pihak bisa hidup bahagia. “Karena kami berdua ingin bahagia,” pungkas Dian Rositaningrum. (esy/jpnn/ram)

 

Jalur Alternatif Pasar Laucih Rampung Sebelum Puasa

Truk-truk milik Dinas PU Kota Medan melintas di jalur alternatif Pasar Induk Laucih, yang ditargetkan rampung sebelum puasa. (Istimewa)
Truk-truk milik Dinas PU Kota Medan melintas di jalur alternatif Pasar Induk Laucih, yang ditargetkan rampung sebelum puasa. (Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan mengklaim terus mengebut pengerjaan jalur alternatif atau jalan tembus, yang menghubungkan Simpang Selayang dengan Pasar Induk Laucih. Pengerjaan jalur ditarget bisa digunakan atau rampung sebelum bulan puasa tahun ini.

Kepala Dinas PU Kota Medan Khairul Syahnan Harahap mengaku, kini akses jalan semakin membaik sehingga memudahkan warga sekitar melintasinya. “Ditargetkan sebelum bulan puasa jalur alternatif sepanjang 700 meter dengan lebar 24 meter sudah dapat digunakan, termasuk kenderaan bermotor,” katanya baru-baru ini.

Menurut dia, pada proses pengerjaan jalur itu sejumlah alat berat diturunkan untuk mendukung pemadatan dan pengerasan jalan. Di samping itu, diikuti dengan pengerjaan drainase untuk mencegah jalan tergenang air ketika turun hujan.

“Selain pengerasan dan pengerjaan drainase, kita juga membuat jembatan untuk menghubungkan Simpang Selayang dengan jalur alternatif. Kita upayakan, jembatan sudah dapat dicor dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dikatakan Syahnan, ada dua jembatan yang dibangun untuk menghubungkan jalan tembus dengan Pasar Induk Laucih. Jembatan pertama, persis dekat Pasar Induk. Sedangkan jembatan kedua yang menghubungkan Simpang Selayang dengan jalur alternatif. “Kalau jembatan yang dekat Pasar Induk sudah kita cor. Paling lama sebulan lagi sudah bisa dilalui, termasuk kenderaan bermotor,” akunya.

Syahnan erharap pengerjaan jalur alternatif ini didukung dengan cuaca yang baik. Sebab, dengan cuaca panas yang belakangan ini terus berlanjut maka penyelesaian pengerjaan dapat dilakukan secepatnya. “Pengerjaan akan terganggu jika hujan turun, lantaran tengah melakukan pemadatan dan pengerasan,” ucapnya.

Syahnan menuturkan, apabila sebelum bulan puasa bisa rampung dan digunakan tentunya dapat membantu akses para pedagang di pasar tersebut. Karena, sama-sama diketahui aktifitas jual beli di Pasar Induk cukup tinggi pada saat bulan puasa.

Tirtanadi Cuci Reservoir Booster Pump Sejarah

DICUCI: Reservoir Booster Pump Sejarah di Jalan Medan–Binjai yang akan dicuci, Jumat (13/4) nanti.
DICUCI: Reservoir Booster Pump Sejarah di Jalan Medan–Binjai yang akan dicuci, Jumat (13/4) nanti.

SUMUTPOS.CO – Direksi PDAM Tirtanadi tetap komit untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan. Hal ini diwujudkan dengan melakukan pencucian jaringan pipa baik transmisi maupun distribusi serta pencucain reservoir secara rutin setiap tahun.

“Manajemen PDAM Tirtanadi komit menjaga kualitas air yang sampai kepada pelanggan dengan memprogramkan pencucian jaringan perpipaan maupun resrvoir setiap tahunnya,” kata Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumirin kepada awak media di kantornya, Rabu (11/4).

Jumirin menambahkan, walau anggaran pencucian jaringan perpipaan dan reservoir cukup besar dan meningkatnya kehilangan air karena dibuang saat pencucian, namun pekerjaan ini tetap harus dilakukan setiap tahunnya demi kepuasan pelanggan. Untuk tahun 2018, PDAM Tirtanadi telah memprogramkan serangkain pencucian pipa dan reservoir. Pada awal 2018 kemarin, PDAM Tirtanadi telah melakukan pencucian Reservoir Marelan. “Kali ini PDAM Tirtanadi akan melakukan pencucian Reservoir Booster Pump Sejarah di Jalan Medan–Binjai yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Jumat (13/4),” tambah Jumirin.

Jumirin menjelaskan, pencucian Reservoir Booster Pump Sejarah pada hari Jumat (13/4) di mulai pukul 14.00 WIB dan diperkirakan selesai Sabtu (14/4) pukul 04.00 WIB. Agar pelayanan kepada pelanggan tidak mengalami gangguan yang signifikan, pekerjaan pencucian dilakukan secara bertahap (sekat per sekat) sehingga pelayanan tertap berjalan seperti biasanya namun debit mengalami penurunan karena hanya 1 (satu) pompa yang beroperasi yang biasanya 2 pompa.

“Namun tentu saja dalam setiap pekerjaan perbaikan akan timbul dampak negatif berupa gangguan air selama pelaksanaan pekerjaan,” kata Jumirin.

Selama pencucian Reservoir Booster Pump Sejarah beberapa wilayah pelayanan yang diperkirakan terkena dampak dari pekerjaan tersebut antara lain, Jalan Medan–Binjai, Jalan Sei Mencirim, Jalan Pembangunan, Jalan Pandawa, Jalan Tani Asri, Jalan Pasar Besar, Jalan Pasar Kecil, Jalan Masjid, Kompleks BTN, Paya Geli sekitarnya. “Kami berharap pelanggan kami dapat memaklumi gangguan ini. Ini kami lakukan untuk menghasilkan air yang berkualitas kepada pelanggan,” harap Jumirin.

Setelah selesainya pencucian, Booster Pump Sejarah akan beroperasi  Reservoir seperti sedia kala (2 pompa) namun pengisian pipa dan pemerataan tekanan memerlukan waktu lama sehingga diperkirakan pendistribusian air di wilayah pelayanan yang disebutkan diatas baru akan normal pada Sabtu (14/4) sore.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan kami, pelanggan kami yang mengalami gangguan air dapat menyampaikannya keluhannya ke Cabang Pelayanan terdekat atau melalui Layanan Halo Tirtanadi ke nomor 1500 922,” tutup Jumirin.(adz/ila)

 

 

 

Jelang Ramadan, Stok Bahan Pangan Aman

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap saat memberi pemaparan kondisi pangan.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap saat memberi pemaparan kondisi pangan.

SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mengevaluasi ketersesiaan kebutuhan bahan pangan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Medan menggelar rapat koordinasi, Rabu (11/4).

Rapat yang digelar di ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan itu, dipimpin Asisten Pembangunan dan Perekomian Setda Kota Medan, Qamarul Fatah didampingi Kasat Intelkam Polrestabes Medan, AKBP Masana Sembiring dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap. Hasilnya, Satga Pangan Kota Medan akan meningkatkan pemantauan ke lapangan, baik distributor hingga penjual di pasar tradisional di kota Medan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan Muslim Harahap menjelaskan, kebutuhan beras 19.666.93 Ton, ketersediaan 56.793.00 Ton sehingga cukup 3 bulan ke depan dengan harga Rp10.000 sampai Rp13.000/Kg. Minyak goreng, kebutuhan 3.036.98 Ton, ketersediaan 57.500.00 Ton sehingga cukup  untuk 1 tahun dengan harga Rp10.000 sampai Rp13.000/Kg. Untuk gula pasir, kebutuhan 1.352.94 Ton, ketersediaan 14.248.00 Ton sehinhga cukup untuk 1 tahun dengan harga Rp11.000 sampai Rp13.000/Kg. Tepung terigu, kebutuhan 1.986.65 Ton, ketersediaan 222.691.00 Ton sehingga cukup untuk 1 tahun dengan harga Rp75.00 sampai Rp9.000/Kg.

Sementara untuk cabai merah, kebutuhan 14.47 Ton, ketersediaan 17.36 Ton, tergantung pasokan dari luar kota, dengan harga Rp38.000 sampai Rp42.000/Kg. Bawang merah, kebutuhan 17.40 Ton, ketersediaan 145.00 Ton, tergantung pasokan dari luar kota dengan harga Rp35.000 sampai Rp40.000/Kg. Untuk daging sapi kebutuhan 337.69 Ton, ketersediaan 650.00 Ton, tergantung pasokan dari luar kota dengan harga Rp110.000 sampai Rp120.000/Kg, ” ungkap Muslim

Muslim menjelaskan perbandingan harga bahan pangan Desember 2017 Dengan Maret 2018. Dikatakan Muslim, harga cabai merah dari Rp40.000 menjadi Rp42.000, harga bawang putih dari Rp19.000 menjadi Rp39.000, harga cabai rawait Rp31.000 menjadi Rp45.000 dan harga bawang merah Rp21.000 menjadi Rp40.000. Untuk harg minyak goreng kemasan Rp12.000 menjadi Rp13.000, harga gula pasir Rp12.000 menjadi Rp13.000, harga telur ayam ras Rp1.300 menjadi Rp1.200 dan harga beras Rp11.000 menjadi Rp12.000. Sementara harga daging sapi Rp112.000 menjadi Rp115.000, harga daging ayam Rp28.000 menjadi Rp30.000, harga ikan kembung Rp43.000 menjadi Rp45.000 dan harga ikan tongkol Rp37.000 tetap Rp37.000.

“Untuk menstabilan harga, selain dengan operasi pasar yang kita lakukan, Pemerintah Kota Medan juga akan menggelar pasar murah. Pemko Medan beserta Kepolisian juga sudah berkomitmen akan menindak tegas pelaku penimbunan bahan pokok, ” tambah Muslim.

Seribuan Pedagang Ancam Demo

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PKL PRINGGAN_Pedagang kaki lima (pkl) masih terlihat berjualan di Jalan Pasar Pringgan Medan, Selasa (30/1) Setelah di tertibkan oleh satpol PP Selasa (23/1) malam, Pedagang kembali berjualan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PKL PRINGGAN_Pedagang kaki lima (pkl) masih terlihat berjualan di Jalan Pasar Pringgan Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Kisruh pengelolaan Pasar Pringgan yang diprotes para pedagang hingga kini belum usai. Sebab, pengelolaan pasar tersebut masih dikelola pihak ketiga yaitu PT Panbers. Untuk itu, pedagang mengancam akan ribut besar atau demo dengan jumlah ribuan massa.

Kuasa Hukum Pedagang Pasar Pringgan, Hans Silalahi menyatakan, Pemerintah Kota Medan diminta dapat mengakomodir permintaan para pedagang. Sebab, jika tetap dipertahankan dikelola oleh PT Panbers maka kemungkinan bakal terjadi keributan besar.”Kita akan ribut besar atau demo dengan jumlah ribuan massa. Jadi, diharapkan jangan ada lagi perpecahan karena dikhawatirkan terjadi pertumpahan darah,” ujar Hans, kemarin.

Diutarakan Hans, hasil pertemuan saat melakukan unjuk rasa pada Senin (9/4) lalu, Pemko Medan meminta waktu seminggu. “Setelah seminggu, kita akan tagih janji mereka untuk segera mengalihkan pengelolaannya kepada PD Pasar,” ucapnya.

Menurut Hans, Pemko Medan selaku pemerintah daerah seharusnya merangkul rakyatnya bukan menjadi musuh. Oleh karena itu, segera kembalikan pengelolaan Pasar Pringgan kepada PD Pasar.

Sementara, salah seorang pedagang di pasar tersebut, Kamsi Boru Sihotang menyebutkan, pengelolaan Pasar Pringgan oleh PT Panbers dinilai tidak pro kepada pedagang. Sebab, banyak bangunan pasar yang rusak akibat kurang diperhatikan perawatannya.

“Sudah cukup lama kami dikelola oleh swasta. Sebelum PT Panbers, pasar ini dikelola oleh PT Tri Wira Roka Jaya hampir 20 tahun (Mei 2016). Saat mereka yang mengelola, pedagang tidak diperhatikan tempat berjualannya dan hanya mementingkan uang saja sehingga banyak bangunan yang rusak. Terlebih, awalnya jumlah kios sebanyal 781 unit ternyata berkurang menjadi 200 kios,” beber Kamsi yang sudah 30 tahun berjualan di pasar itu.

Dia menyebutkan, PT Panbers terhitung mengelola sejak Januari  lalu 2018 hingga sekarang. Sebelumnya, dikelola PD Pasar pada Januari 2017 hingga akhir Desember. “Jualan kami sepi karena kondisi pasar yang tak terawat. Makanya, harga mati bagi pedagang untuk dikelola oleh PD Pasar,” cetus Kamsi yang merupakan pedagang ayam.

Kamsi mengaku, ketika dikelola PD Pasar kondisi bangunan sudah cukup bagus. Karena, kerusakan-kerusakan yang ada diperbaiki. Namun, entah bagaimana ternyata mulai awal tahun diserahkan kepada PT Panbers. “Kalau PD Pasar yang kelola, dibuat bagus pasar kami. Tidak ada yang bocor lagi dan fasilitas memadai. Makanya, pedagang hanya mau dikelola PD Pasar,” pungkasnya. (ris/ila)

 

 

Satpol PP dan Pedagang Bentrok

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deliserdang bentrok dengan pedagang saat melakukan penertiban di seputaran kawasan Gedung Serba Guna (GSG) Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Rabu (11/4) pagi.
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deliserdang bentrok dengan pedagang saat melakukan penertiban di seputaran kawasan Gedung Serba Guna (GSG) Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Rabu (11/4) pagi.

SUMUTPOS.CO – Betrokan tak terelakkan saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deliserdang melakukan penertiban di seputaran kawasan Gedung Serba Guna (GSG) Jalan Williem Iskandar, Deliserdang, Rabu (11/4) pagi.

Tampak, para pasukan Satpol PP itu mendampingi alat berat yang hendak digunakan untuk meratakan kios-kios pedagang yang berdiri di atas zona ‘terlarang’ tersebut.

Praktis, kedatang petugas Satpol PP itu mendapat perlawanan pemilik kios yang tak terima. Kericuhan pun tak dapat tahan. Petugas Satpol PP yang berupaya membongkar kios pedagang mendapat serangan batu dari pedagang.

Para pedagang menghadang gerakan petugas Sat Pol yang hendak membersihkan kawasan itu. Selain lemparan batu, blokade dengan bakar ban agar petugas dan alat berat tak bisa masuk.

Tak mau kalah, petugas yang terpancing emosi balik melawan dengan menyerang kembali  para pedagang. Para pedagang yang kalah jumlah, akhirnya mundur dan membiarkan kios milik mereka dihancurkan petugas  menggunakan alat berat. Sejumlah pedagang yang melihat kiosnya rata dengan tanah dihancurkan alat berat hanya bisa menangis.

Kasatpol PP Deliserdang, Suryadi, mengatakan sebelum menertibkan para pedagang yang menggunakan badan jalan, pihak kecamatan telah memberikan surat pemebritahuan . Namun, pedagang menghiraukan surat itu.“Jadi kita sudah menyurati, tapi mereka sepertinya tidak peduli. Apa boleh buat, atas dasar kami tetap maju melakukan pembongkaran kios para pedagang meski ada perlawanan,” terangnya.

Diterangkannya, penertiban puluhan kios pedagang di sekitar GSG itu karena menganggu kenyamanan warga dan melanggar fasilitas umum (Fasum).“Kita tertibkan karena pedagang sudah menggangu ketertiban umum dengan menggunakan fasilitas umum sebagai lapak mereka,” katanya.

Tampak sejumlah alat berat petugas melakukan penertiban selama kuranglebih tiga jam di lokasi itu. Mereka meratakan bangunan kios itu tanpa sisa. Tampak puing-puing runtuhan bangunan kios itu terletak di pinggir jalan.

Salah seorang pedagang, Supri, mengaku tidak terima dengan sikap Satpol PP Deliserdang itu, dia mengaku tidak tahu lagi akan mencari lokasi berdagang di mana. “Mau makan apa kami, pak,” unkapnya lirih.

Ditanya soal surat dari Satpol PP Deliserdang soal perintah pengosongan kios, dia mengaku tidak ada menerima. “Tidak ada kami terima, entah sama siapa mereka berikan,” katanya kesal. (dvs/ila)

 

Intelijen Polisi Dituding Lemah

Foto: Fachril/Sumut Pos Indomaret di Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan yang dirampok pria bersenjata laras panjang dan bercelana loreng TNI, Sabtu (7/4) malam.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Indomaret di Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan terlihat lengang usai dirampok.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO  – Memasuki hari keempat, Polres Pelabuhan Belawan belum mampu mengungkap kasus perampokan Rp150 juta di Indomaret Simpang Kantor.

Pengamat Hukum, Muslim Muis SH menilai polisi tidak serius mengungkap kasus tersebut. Padahal, dari hasil rekaman CCTV sangat jelas tergambar ciri-ciri pelaku dan bentuk senjata yang digunakan.

Artinya, pihak kepolisian sudah dapat menyimpulkan identitas pelaku dari rekaman CCTV. “Kalau polisi serius, pasti bisa. Dari rekaman itu sudah jelas, nampak siapa pelaku itu sebenarnya. Bisa jadi intelijen polisi lemah dalam melakukan penyelidikan di lapangan,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan (Pushpa).

“Kalau dalam minggu ini tidak terungkap, kita minta kepada Kapolda Sumut untuk mengevaluasi pimpinan dari kesatuan di Polres Pelabuhan Belawan,” tegas Muslim Muis.

Kepada pihak Kepolisian, Muslim Muis berharap seris menangani kasus ini. Selain itu, lebih meningkatkan intelijen di lapangan agar pelaku tidak terus bebas berkeliaran.

“Percayalah, kalau serius pasti terungkap. Harusnya ada politikal polisi untuk mengungkap. Kalau polisi berniat tulus untuk menyelidikinya, pasti pelaku bisa ditangkap,” sebut Muslim Muis.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizky Pratama yang ditemui langsung menolak untuk dikonfirmasi. Perwira berpangkat tiga balok emas ini tak menghiraukan kru koran ini.

“Sudahlah, nanti itu,” kata AKP Yayang sambil berlalu.

Sebelumnya, seorang pria bercelana loreng sambil menenteng senjata laras panjang merampok Indomaret Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Pria yang wajahnya terekam CCTV itu sukses menggasak Rp150 juta.(fac/ala)