Home Blog Page 6445

Rem Blong, Truk CPO Hantam Pekerja Proyek

Petugas lalu lintas Polsek Pancurbatu melakukan olah tempat kejadian perkara di samping truk yang terguling, Rabu (11/4).
Petugas lalu lintas Polsek Pancurbatu melakukan olah tempat kejadian perkara di samping truk yang terguling, Rabu (11/4).

SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO -Dua warga tewas dilindas truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO). Sedangkan seorang lagi saat ini dalam kondisi kritis.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Jamin Ginting, Km 46, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Rabu (11/4) pagi.

Kedua korban tewas masing-masing, Toni (30) warga Tandem Kabupaten Langkat dan Mamin (36) warga Jalan Binjai Km 14.

Sedangkan korban kritis, Arie Sutejo (35) warga Jalan Seibangkatan, Tanah Seribu Kota Binjai.

“Lepas kendali, rem blong,” kata Kapolsek Pancurbatu, Kompol Choky Meliala, Rabu (11/4) siang.

Dijelaskan Kompol Choky, truk pengangkut CPO BK 9346 BN melaju dari arah Berastagi menuju Medan. Tiba di lokasi kejadian, rem truk diduga blong.

Panik, sopir lalu membanting stir ke kiri. Tanpa disangka, di sebelah kiri jalan ada beberap pekerja yang sedang mengecor mal jalan.

“Kemudian truk terbalik di pinggir jalan. Akibatnya, dua pekerja meninggal dunia dan seorang korban lagi dilarikan ke RS Adam Malik,” kata Kompol Choky.

Sementara, pengemudi truk bernama Togi P Sidabutar (41) warga Hutabatu IV, Kecamatan Panombeaian Panei, Kabupaten Simalungun sudah diamankan ke Mapolsek Pancurbatu untuk diperiksa.

Sementara, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP M Saleh yang ditanyai soal kecelakaan itu mengaku sedang berada di luarkota. Dia menyebut, pemeriksaan lakalantas dilakukan oleh Polsek Pancurbatu.

Dijelaskannya, pemilik truk pengangkut CPO itu bisa saja menjadi tersangka. Namun katanya, hal itu tergantung hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi dan sopir.

“Jika ada kelalaian dari pihak manapun yang terkait, hal ini bisa kita periksa apakah sebagai saksi maupun meningkat menjadi tersangka,” jelasnya.

Menyikapi kecelakaan ini, Direktur Indonesian Polri Watch (IPW) Abdul Salam Karim menyebut, kebanyakan lakalantas tunggal seperti itu karena tidak laik jalannya kendaraan.

Dia berharap, polisi melakukan pemeriksaan yang benar-benar profesional tanpa pandang bulu.

“Artinya, jangan sampai kebiasaan seperti ini, melalaikan kelaikan jalan sebuah kendaraan menyebabkan kecelakaan tunggal yang menyebabkan tewasnya nyawa seseorang,” tuturnya.

Abdul Salam mencontohkan lakalantas maut yang menewaskan empat orang pengendara sepeda motor di Jalan Ringroad, Juli 2017 lalu. Menurutnya kejadian itu juga karena rem blong.

“Artinya perlu ketegasan polisi untuk melibatkan tiap orang yang bertanggungjawab. Jadi jangan ada yang lepas begitu saja, sopir dan pemilik,” pungkasnya.(dvs/ala)

 

 

PSMS Butuh Kiper Tambahan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Dhika Bhayangkara berpeluang menjadi kiper utama PSMS karena cederanya Rohim.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Dhika Bhayangkara berpeluang menjadi kiper utama PSMS karena cederanya Rohim.

SUMUTPOS.CO – PSMS akhirnya mendapat kabar terbaru soal kondisi cedera Abdul Rohim. Hasilnya merupakan kabar buruk bagi tim. Pasalnya mereka harus kehilangan Rohim minimal dua bulan ke depan karena cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL).

Asisten pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo mengakui jika Rohim harus absen cukup lama. “Rohim kena cedera PCL. Perlu waktu lama. Diperkirakan tunggu delapan minggu. Terapi dulu, kalau memang belum ada perubahan harus ada operasi,” kata Yoyok.

Sebelumnya Rohim mengalami cedera saat bentrok dengan Persija Jakarta. Pada laga itu Rohim mengalami nyeri di lututnya dan harus ditarik di awal babak kedua.

“Itu resiko memang. Harus diantisipasi, bagaimana menyikapi hal tersebut. Itu delapan Minggu paling cepat. Kita berdoa biar Rohim cepat sembuh. Tidak perlu dioperasi,” bebernya.

Di sisi lain PSMS sudah mulai meracik strategi untuk menghadapi PSIS. Yoyok sudah paham bagaimana karakter permainan PSIS. Namun dia ingin PSMS bermain sesuai dengan stylenya. “Biasanya mereka membangun serangan itu dari belakang. Memang jauh berbeda dengan Persija. Jadi kami sudah antisipasi itu,” bebernya.

Sementara itu Pelatih kiper PSMS, Sahari Gultom mengatakan tanpa Rohim, dirinya yakin dengan kemampuan dua kiper lainnya, Dhika Bhayangkara dan Ahmad Fauzi. Namun tak dipungkiri absennya Rohim membuat PSMS harus mencari kiper tambahan. “Gak ada masalah, mereka berdua siap tempur. Tapi yang jadi masalah, kiper tinggal dua. Itu cukup rawan, apalagi ini masih pekan ketiga. Jadi kami harus cari kiper satu lagi,” kata Gultom.

Pria yang akrab disapa Ucok ini mengatakan sudah mengantongi satu nama kiper yang akan diajak bergabung. Namun masih merahasiakannya. “Semua tergantung kondisi Rohim. Kita harapkan tidak lebih dari waktu tersebut,” bebernya.

Delapan Tim Bersaing di Turnamen Sepak Bola IKA PPLP Sumut

AKP Bambang Tarigan
AKP Bambang Tarigan

SUMUTPOS.CO – Turnamen sepak bola Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PPLP Sumut akan kick off di Lapangan PPLP, Minggu (15/4). Turnamen sepak bola U-17 ini diikuti delapan kontestan.

Delapan tim tersebut terbagi dalam dua grup. Grup A dihuni Medan Soccer, Binjai United, Patriot Disporasu dan tuan rumah PPLP Sumut. Sementara grup B dihuni PSDS, Academy Kwarta, PSMS dan PS Keluarga USU.

Ketua Umum Alumni PPLP, AKP Bambang Tarigan mengatakan pembukaan akan dimeriahkan dengan laga eksebisi. “Nantinya eksebisi dulu antara Alumni PPLP Sumut menghadapi para mantan-mantan pemain PSMS,” kata Bambang, Rabu (11/4).

Bambang mengatakan hadirnya para kontestan yang merupakan tim-tim U-17 dari PSMS, PSDS, Kwarta dan lainnya menambah gengsi turnamen. “Kami harapkan turnamen menjadi jenjang bagi para pemain sebelum menuju level berikutnya,” bebernya.

Turnamen ini terbilang pemanasan sebelum Piala Soeratin U-17 yang akan digelar tahun ini. Bambang berharap tim-tim yang berlaga bisa menjunjung sportivitas. “Itu yang terpenting karena turnamen ini dibuat sebagai wadah pembinaan. Bekerjasama dengan Dispora Sumut,” tambahnya.

Untuk turnamen ini pihaknya akan menyaring para pesepak bola terbaik yang selanjutnya akan direkomendasikan ke PPLP ataupun PSMS. “Nantinya akan ada pemandu bakat yang kami siapkan dari Alumni PPLP seperti Sahari Gultom, Reswandi, Ridwan Saragih dan Amrico. Tentunya dibantupihak Dispora dan Asprov PSSI Sumut,” pungkasnya. (don)

JDT Akui Riko Simanjuntak Jadi Sumber Masalah

Riko Simanjuntak menghindari kejaran pemain JDT.
Riko Simanjuntak menghindari kejaran pemain JDT.

SUMUTPOS.CO – Johor Darul Takzim (JDT) mengakui Riko Simanjuntak adalah pemain Persija Jakarta yang paling merepotkan saat mereka kalah 0-4 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/4). Menurut pemain JDT, Riko merupakan otak permainan Persija.

Dalam laga itu, eks pemain Semen Padang tersebut tampil menawan dengan menyumbang dua assist. Dia juga terlibat dalam gol ketiga Marko Simic karena hasil umpan kepada Ramdani Lestaluhu kemudian diteruskan oleh sang striker.

Kapten JDT, Aidil Zafuan, mengakui kalau Riko menjadi masalah utama bagi timnya. Posisi kiri pertahanan JDT porak poranda akibat permainan Riko.

“Riko sangat cepat. Dia berbahaya dan karena Riko kami bermasalah. Penonton yang ramai juga memengaruhi permainan kami,” bilang Aidil usai laga.

Hal senada juga disampaikan pelatih Raul Longhi. Menurutnya Riko menghancurkan skema dan rencana yang telah dibuat dengan memasang lima bek pada awal pertandingan.

“Awalnya saya ingin menjaga ruang dengan memainkan lima bek. Tapi pemain bernomor 25 (Riko) sangat cepat, juga Simic yang berbahaya,” kata Raul.

Sementara itu Riko tak mau terlena dengan pujian itu. “Ya saya bersyukur dengan pujian itu. Semoga ini buat saya semakin termotivasi intinya. Bagi saya semua laga itu final dan saya harus membuktikan diri,” bilang Riko usai laga.

Riko membeberkan kalau Persija belajar banyak dari kekalahan di Johor. Makanya, Macan Kemayoran sukses mengaum di SUGBK semalam. “Pelatih memberi semua materi saat latihan dan ada strategi khusus buat kami. Kami juga berhasil menjalankan seluruh taktik yang diberikan pelatih,” tandas dia. (ies/jpc/don)

Izin Travel Umrah Nakal Segera Dicabut

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin saat meresmikan PTSP Kanwil Kemenag Sumut, Rabu (11/4)
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin saat meresmikan PTSP Kanwil Kemenag Sumut, Rabu (11/4)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumut, Rabu (11/4). Peresmian ini, diharapkan mempermudah dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat.

Peresmian ini, sekaligus memberikan Pembinaan Aparatur Sipil Negera (ASN), penandatanganan prasasti Kantor Kemenag Labusel dan penandatanganan prasasti lima gedung balai nikah dan manasik haji Kantor Urusan Agama Kecamatan.

“Saya berharap PTSP juga didirikan di Kankemenag Kabupaten/Kota agar pelayanan terhadap publik di kawasan atau wilayah tersebut akan lebih mudah,” ucapnya.

Dalam kesempatannya, Lukman Hakim menjelaskan, PTSP diharapkan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan menyangkut urusan tentang keagamaan.

“Pelayan terpadu satu pintu adalah cara kami untuk bagaimana masyarakat, khususnya umat beragama semakin mudah dalam mendapatkan akses pelayanan terhadap urusan-urusan keagamaan yang mereka butuhkan,” terang Menag.

Terkait pembinaan ASN, Lukman Hakim kembali mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus berbeda dengan ASN di kementerian lainnya. Harus memiliki kekhasan khusus.

“Maka dalam membangun kekhasan itu, saya ingin kembali pada nilai agama. Yang jelas, kita bekerja di institusi keagamaan, lembaga negara yang secara khusus mengurusi ikhwal keagamaan yang relegius,” katanya.

“Pasang niat pada diri, harus bisa melahirkan inovasi dengan basis profesionalitas kita pada bidang atau bagian dimana kita bekerja. Junjung profesionalitas itu, maka akan lahir karya inovatif,” sambungnya.

Sementara, Plt Kakanwil Kemenagsu T Darmansah menyebutkan, PTSP ini dibuat untuk menumbuhkan pelayanan yang cepat dan tepat. Maka Kantor Kementerian Agama Provinsi membuat ruangan PTSP.

“Nanti, publik yang akan melakukan pengurusan terkait perijinan maupun permohonan surat keterangan untuk pendirian ijin baru/perpanjangan sebagai penyelenggara ibadah haji dan umrah. Jadi ada 22 pelayanan yang bisa diterima publik di PTSP,” tuturnya.

PKPI Jadi Peserta Pemilu

Ketum PKPI, AM Hendropriyono dielu-elukan dan diangkat para pengurus yang gembira karena partainya jadi peserta Pemilu 2019, Rabu (11/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gugatan banding yang diajukan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dikabulkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Hakim juga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menetapkan partai tersebut sebagai peserta Pemilu 2019.

Putusan gugatan banding dibacakan Ketua Majelis Hakim Nasrifal yang didampingi hakim anggota, M Arif Pratomo dan Unun Pratiwi, kemarin (11/4). Majelis hakim mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dan membatalkan surat keputusan  KPU Nomor 58/ PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2019.

Selain itu, hakim juga meminta KPU menerbitkan surat ketetapan baru yang menetapkan PKPI sebagai partai politik peserta pemilu. “Menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul sejumlah Rp1,1 juta,” jelas Nasrifal.

Keputusan PTUN disambut gembira oleh pengurus dan kader PKPI. Mereka mengekspresikan kegembiraan dengan meneriakkan nama partai dan mengelu-elukan Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono yang hadir dalam sidang putusan. Mereka juga menghampiri sang ketum dan menyalaminya.

Hendropriyono menyatakan, PKPI akhirnya mendapat keadilan dari lembaga peradilan. Dia mengucapkan banyak terimakasih kepada majelis hakim yang telah memutuskan secara adil.

“Kita mendapatkan amanah baru dan merupakan tantangan untuk kita semua. Akhirnya PKPI akan ikut Pemilu 2019,” ucap dia usai sidang.

Dia menegaskan bahwa kemenangan partainya di sidang banding PTUN merupakan murni putusan hakim. “Tidak ada sogok-menyogok. Kita percaya kepada diri sendiri, tentu setelah percaya kepada Allah,” tutur dia.

Setelah ini, lanjut dia, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal. Baik di tingkat pusat, daerah, kecamatan, bahkan sampai desa.

Pengurus dan kader akan bergerak bersama untuk menyambut pemilu tahun depan. Persiapan akan betul-betul dimatangkan, sehingga bisa mengikuti pesta demokrasi dengan baik.

Komisioner KPU Viryan Aziz menyatakan, komisinya akan menindaklanjuti putusan PTUN yang memenangkan PKPI. Namun, dia belum bisa menjelaskan tindak lanjut seperti apa yang akan dilakukan lembaga tersebut.

“Tindak lanjut seperti apa, masih kami plenokan,” jelas dia saat ditemui di kantor KPU, kemarin (11/4).

Ia juga belum bisa memastikan apakah KPU akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Dia meminta semua pihak menunggu rapat pleno yang akan memutuskan respon dari putusan majelis hakim PTUN.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, lembaganya masih menunggu salinan putusan dari pengadilannya. Sebab, sampai sekarang dia belum mengetahui bunyi putusannya. “Kita belum tahu amarnya seperti apa. Nanti kami akan menentukan langkah untuk menyikapi putusan itu,” paparnya.

Menurut dia, KPU sebenarnya kecewa dengan keputusan itu, karena pihaknya sudah membuktikan seluruh fakta yang ada. Namun, komisinya tetap harus menghormati putusan hukum itu.

Seperti diberitakan, PKPI mengajukan gugatan banding ke PTUN pada 8 Maret lalu setelah Bawaslu RI menolak gugatan partai tersebut sebagai peserta pemilu. Bawaslu menolak gugatan itu, karena PKPI tidak dapat memenuhi syarat kepengurusan dan keanggotaan di 4 provinsi dan 73 kabupaten/kota.(lum/ala)

Wakapolri Perintahkan Tangkap Miras Oplosan

Pemaparan penangkapan miras oplosan di Polrestabes Bandung.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO —Dalam sebulan kedepan, Indonesia bakal bersih dari minuman keras (Miras) oplosan ilegal. Wakapolri Komjen Syafruddin telah memerintahkan Polda se-Indonesia untuk menangkap dengan tujuan menghentikan penjualan miras oplosan dalam satu bulan. Sehingga, masyarakat terbebas dari miras yang mengandung methanol (zat penyebab kematian 51 orang di Jawa Barat).

Kemarin (11/4) Wakapolri Komjen Syafruddin tampak menahan emosi saat menggelar konferensi pers di Polres Jakarta Selatan. Dengan suara yang bergetar, Syafruddin menegaskan, semua Kapolda telah diinstruksikan untuk meratakan tanah semua produsen dan penjual miras oplosan ilegal di Indonesia.

”Indonesia harus bebas miras oplosan,” tegasnya.

Tidak perlu lama-lama, semua jajaran kepolisian telah dideadline dalam satu bulan habis. Semua jaringan ilegal penjual miras oplosan hingga ke akar-akarnya tuntas.

”Bulan depan masuk Ramadan, tidak ada lagi peredaran miras. Perintah ini sudah diketahui semua Kapolda dalam video conference sejam lalu,” terangnya.

Diterangkannya, jumlah korban kemungkinan jauh lebih besar dari sebelumnya. Tidak hanya 51 orang meninggal dunia di Jabar dan 31 orang di DKI Jakarta. Ada pula korban meninggal di Kalimantan Selatan.

”Kemungkinan bisa sampai seratus orang. Masyarakat tidak boleh lagi menjadi korban. Apalagi banyak generasi muda, generasi bangsa ini,” paparnya.

Syafruddin menganalisa bahwa, kasus miras oplosan maut ini telah terjadi beberapa kali. Maka, pengungkapan kasus miras kali ini tidak cukup bila hanya penegakan hukum. Namun, perlu langkah yang lebih agresif, yakni berupa masukan terhadap pemerintah berdasar kasus-kasus tersebut.

”Misalnya soal methanol atau alkohol yang bersifat toksik yang dikandung miras tersebut. Kalau benar ada yang membuat methanol itu, maka regulasi dan pengawasannya perlu masukan dari Polri,” terang jenderal berbintang tiga tersebut.

Agar kasus miras maut ini benar-benar tidak muncul kembali, dia sebagai Wakapolri akan mengusulkan kasus ini diangkat di sidang kabinet atau sidang kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

”Tunas dari kasus hingga izin dan pengawasan. Tidak boleh muncul lagi kedepan,” paparnya.

Polisi telah memeriksa kandungan senyawa kimia pada Minuman Keras (Miras) oplosan yang membuat sejumlah orang tewas di wilayah Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan terdapat zat kimia methanol yang mematikan jika dikonsumsi manusia.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, dari hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) menunjukkan miras oplosan positif mengandung zat kimia metanol. Polisi juga menemukan zat kimia metanol tersebut di dalam tubuh korban meninggal dunia yang menenggak miras oplosan.

“Dari hasil autopsi pada korban dan dari hasil Puslabfor terkait masalah cairan yang masuk tubuh korban, hasilnya positif bahwa cairan yang mengandung metanol,” ujar Indra di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Polda Sumut Sita Uang Panjar Rp15 Juta

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Kabid Humas Poldasu, Rina Sari Ginting.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Kabid Humas Poldasu, Rina Sari Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dinas Perizinan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan, Armen Parlindungan Harahap (36), Selasa (10/4). Diduga Armen telah melakukan pemerasan atas pengurusan izin pendirian usaha CV Tapian Nauli.

“Tersangka ditangkap dengan barang bukti uang tunai Rp15 juta, dokumen berkaitan dengan perizinan, 2 unit HP dan satu lembar kwintasi penyerahan uang,” beber Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan, Rabu (11/4).

Polwan ini menyebutkan OTT itu dilakukan pada Selasa 10 April kemarin sekitar pukul 14.04 WIB. Awalnya polisi menangkap saksi pemberi atas nama Berlian Lubis selaku Direktris CV Tapian Nauli. Setelah dilakukan pengembangan, polisi pun menangkap Armen, yang diduga selaku penerima uang.

“Di laci Armen ditemukan uang tunai sebesar Rp15 juta. Uang itu diduga hasil pemerasan yang di lakukannya kepada saksi dalam hal pengurusan izin pendirian usaha CV Tapian Nauli itu,” jelasnya.

Sedangkan dokumen perizinan, kata Rina, sudah diserahkan namun pelaku meminta awalnya sejumlah uang Rp53 juta. Penyerahan uangnya dicicil Rp15 juta diserahkan Selasa 10 April 2018. Kemudian sisanya Rp38 juta akan diserahkan Minggu depan apabila proses perizinannya sudah selesai.

“Dari OTT tersebut, tim memboyong yang diduga tersangka dan saksi untuk ditindaklanjuti penanganan perkara di Polda,” bebernya.

Saat ini, sambung Rina, kasusnya masih dalam pengembangan. Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di antaranya Pegawai Dinas Perizinan masing-masing atas nama Suhemi Rangkuti (37), M Zaini Lubis (46), dan Johanes Gultom (43).

“Pemasangan police line di ruang kerja ruang Kepala Dinas Perizinan sudah dilakukan dan akan digelar perkara untuk penentuan status perkara apakah layak naik ke sidik apa tidak,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Alhamdulillah Bayi Kembar Tiga Saya Sehat

Foto: Tomi Sanjaya/Sumut Pos Bayi kembar tiga dalam keadaan sehat dilahirkan di RSU Abdul Manan Simatupang Kisaran, kemarin.
Foto: Tomi Sanjaya/Sumut Pos
Bayi kembar tiga dalam keadaan sehat dilahirkan di RSU Abdul Manan Simatupang Kisaran, kemarin.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO -Bayi Kembar tiga yang lahir dengan operasi caesar terlihat tampak sehat. Suasana menyelimuti keluarga besar Muji Syahputra (33) warga Dusun I Desa Aek Songsongan Kecamatan Aek Songsongan.

Hal tersebut disampaiakan Muji Syahputra saat disambangi para awak media di kediamannya di Jalan Aek Songsongan Desa Aek Songsongan Kecamatan Aek Songsongan, Rabu (11/4).

“Alhamdulillah istri dan anak kembar saya sehat,” tutur Muji Syahputra, ayah dari bayi kembar tiga yang dilahirkan istrinya, Syafridayanti (29), Rabu sore (4/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Muji mengaku sempat cemas saat menanti kelahiran bayinya tersebut. Apalagi diketahui kembar tiga.

“Disaaat istri saya di Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang Kisaran saya terus berdoa agar proses operasi istri saya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan,” bilangnya.

Kecemas itu dirasakan Muji sejak usia kandungan istrinya memasuki delapan bulan. Apalagi saat dilakukan USG dinyatakan janin yang ada dikandungan istri saya kembar tiga dengan jenis kelamin perempuan.

“begitu gembira saat petugas medis mengatakan jika oprasi istri saya berjalan lancar dan ternyata benar anak saya kembar tiga dan berjenis kelamin perempua,” ungkapnya.

Menurut Muji, kembar tiga ini merupakan anak keduanya. Yang mana ketiganya dalam kondisi sehat, dengan masing–masing berat badannya 2,3 kg, 2,4 kg, dan 2,5 kg.

“Allhamduliklah ketiganya tidak rewel. Sehingga tidak sulit untuk merawatnya,” pungkasnya.(omi/azw).

Kemendag Musnahkan Buah Ilegal Rp7 Miliar

Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS PEMUSNAHAN: Kementerian Perdagangan memusnahkan apel dan jeruk Mandarin dengan cara ditanam di areal eks HGU PTPN II, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, Rabu (11/4).
Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS
PEMUSNAHAN: Kementerian Perdagangan memusnahkan apel dan jeruk Mandarin dengan cara ditanam di areal eks HGU PTPN II, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, Rabu (11/4).

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Indonesia, memusnahkan 7 kontainer yang berisikan buah ilegal asal Tiongkok, senilai Rp7 miliar.

Barang ilegal berupa buah apel dan jeruk itu, masuk ke Sumut dengan cara ilegal. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara ditimbun dalam tanah di areal eks HGU PTPN II, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, Rabu (11/4).

Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono mengatakan, pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kerja sama antara Kementrian Perdagangan dengan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara (Sumut), terhadap produk holtikultura yang masuk tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Hal ini melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16 Tahun 2018,” tutur Veri.

Veri juga mengatakan, pihaknya tidak segan-segan menindak importir yang tidak taat aturan. Buktinya, mereka telah memberikan sanksi tegas berupa pencabutan Persetujuan Impor (PI) dan Angka Pengenal Impor (API), terhadap importir yang melakukan pelanggaran tersebut. “Adapun buah yang dimusnahkan kurang lebih 8.721 karton jeruk Madarin, dan 1.002 karton apel, yang dikemas dalam 7 kontainer, senilai Rp7 miliar,” bebernya.

Produk hortikultura itu, lanjut Veri, masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Belawan dan Bandara Internasional Kualanamu, 2 pekan lalu. Saat dilakukan pemeriksaan, importir dari PT SAT, tidak bisa menunjukkan dokumen impor yang diminta petugas.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak segan menindak importir yang membandel. Sanksi yang diberikan berupa pencabutan izin impor. “Sanksinya kami cabut angka pengenal import-nya. Kalau itu dicabut, mungkin selama 2 tahun lagi baru mereka bisa berkegiatan,” pungkasnya. (ted/saz)