Home Blog Page 6468

Saleh Bangun Digugat Saudaranya

Saleh Bangun
Saleh Bangun

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu sepertinya pantas disematkan kepada Saleh Bangun. Calon Wali Kota Binjai periode 2015-2020 itu, tercatat sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Klas 1-B Binjai.

Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjerat kasus suap interpelasi DPRD Sumut itu, digugat Mister Bangun, berdasar gugatan Nomor: 7/Pdt.G/2018/PN Bnj, yang didaftar pada 5 Februari 2018 lalu.

Masing-masing pihak tergugat dan penggugat diwakilkan oleh penasehat hukumnya, saat mengikuti sidang lanjutan kelima di Ruang Cakra PN Binjai, Selasa (3/4).

Tergugat Saleh Bangun diwakili Masitah Hasibuan, sementara penggugat Mister Bangun diwakili Elida Nainggolan. Sidang dengan agenda laporan mediasi dan pembacaan gugatan itu, dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi.

“Mediasi gagal, jadi lanjut ke pembacaan gugatan,” ungkap Fauzul usai sidang.

Ketua PN Binjai itu menambahkan, peluang berdamai di antara kedua belah pihak masih ada. Bahkan, jika tergugat dan penggugat berdamai di luar sidang, dianggap sah. Tapi, PN Binjai harus mengetahui hal tersebut. “Sidang dilanjutkan minggu depan. Masing-masing pihak dalam persidangan diwakilkan oleh kuasa hukumnya,” beber Fauzul.

Dari informasi yang dihimpun, Saleh Bangun digugat lantaran tidak menepati janjinya atas iming-iming proyek pengerjaan irigasi di Kabupaten Karo, dengan pagu anggaran Rp5 miliar. Pasalnya, penggugat sudah menyetor dana awal melalui anaknya, almarhum Josep Bangun, senilai Rp500 juta pada 16 Januari 2013 lalu.

Nyatanya dengan dana awal yang sudah disetor itu, proyek tak direalisasikan oleh Saleh Bangun, yang saat itu anggota DPRD Sumut. Total kerugian materil dalam perkara perdata itu sebesar Rp1,2 miliar lebih. “Minggu depan pada 10 April 2018, sidang dilanjutkan dengan agenda jawaban dari tergugat,” kata Fauzul.

Terpisah, Elida Nainggolan, kuasa hukum penggugat menyatakan, perkara iming-iming proyek yang tak terealisasi ini, sejatinya enggan digugat. Sebab, menurutnya, tergugat maupun penggugat masih ada hubungan keluarga. Terlebih lagi, Saleh Bangun mulanya bersedia mengganti rugi berupa lahan sawit.

Namun, kata Elida, janji ganti rugi lahan sawit di Subulussalam, Aceh, pada 2014 itu, pun tak terpenuhi. Buntutnya, gugatan perdata masuk ke PN Binjai. Ia mengatakan, nilai kerugian yang digugat sebesar Rp2,2 miliar, dengan kerugian material Rp1,2 miliar, dan moril Rp1 miliar. “Tapi enggak ada juga (ganti rugi lahan sawit). Keburu anaknya meninggal 2015 lalu. Jadi digugat,” pungkasnya, tanpa membeberkan luasan lahan sawit yang dijanjikan Saleh Bangun. (ted/saz)

Warga Jaharun Minta Ashari-Yusuf Proritaskan Petani

TABUR BENIH : Paslon Bupati -Wakil Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan-M. Ali Yusuf Siregar saat menabur benih padi di Galang.
TABUR BENIH : Paslon Bupati -Wakil Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan-M. Ali Yusuf Siregar saat menabur benih padi di Galang.

GALANG, SUMUTPOS.CO -Kelompok tani tunas baru bersama warga Desa Jaharun A Kecamatan Galang berharap kepada Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Deliserdang,  Ashari Tambunan –Muhammad Ali Yusuf Siregar agar dapat memproritaskan para petani. Sebab para petani di Desa Jaharun A masih banyak yang dibutuhkan. Hal itu diutarakan  Ketua Kelompok Tani Tunas Baru Desa Jaharun A Kecamatan Galang, Fatimah di depan Calon Petahana yang di dukung 11 Parpol itu, Senin (2/4) kemarin.

Fatimah juga mengatakan kekurangan untuk memenuhi kebutuhan para petani di Desa Jaharun A masih banyak , seperti irigasi air dan keperluan petani lainnya.

“Masih banyak fasilitas pendukung pertanian yang perlu ditingkatkan di sini pak, mudah mudahan nantinya bapak terpilih kembali , perhatikan kami pak disini agar hasil panen lebih meningkat dan tentunya bisa mensejahterakan petani disini” ungkap Fatimah yang mendukung paslon dari jalur parpol tersebut.

Sementara itu  Calon Bupati Ashari Tambunan  berterima kasih atas kehadiran masyarakat serta kelompok tani .“ Saat ini saya sudah cuti sebagai bupati Deliserdang  karena itu syarat jika kembali mengikuti Pilkada 2018,” pungkasnya.

Ashari-Yusuf juga meminta  masyarakat agar mengingatkannya jika kembali terpilih atau kembali bertugas sebagai bupati. Karena  pertanian adalah program kerja Pemerintah Kabupaten  Deliserdang yang paling utama.  “Maka dari itu kami meminta dukungan dan doa bapak/Ibu untuk dapat menghantarkan kami menjadi Bupati dan wakil Bupati Deliserdang mendatang dengan cara datang ke TPS pada tgl 27 Juni 2018 mendatang,” ujarnya.

Sebelum kegiatan kampanye Ashari- Yusuf,  digelar acara adat jawa dengan kemudian dilanjutkan penaburan benih padi oleh Ashari dan Yusuf. Selanjutnya bersilahturahum di Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang. (rel/azw)

Debat Paslon Pilgubsu Digelar 9 Mei

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan) menunjukan dokumen resmi dari KPU Sumut usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kanan) menunjukan dokumen resmi dari KPU Sumut usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Februari lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut akan menggelar debat antar pasangan calon (paslon) Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 sebanyak tiga kali. Pada sesi pertama, debat akan digelar pada 9 Mei mendatang.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Benget Silitonga menjekaskan, saat ini pihaknya tengah memfinalisasi beberapa hal terkait debat paslon ini. Antara lain menyangkut format debat hingga tema yang akan diangkat dalam acara tersebut. Tiga sesi debat akan mengangkat tema yang berbeda.

“Nanti kita akan gelar FGD (Forum Grup Diskusi) pada stakeholder dalam rangka membicarakan format, serta konten debat,” katanya kepada wartawan di KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, (3/4).

FGD yang akan digelar dalam waktu dekat itu menurut Benget akan mengundang akademisi, pakar, lembaga-lembaga, serta para pihak terkait untuk merumuskan konten debat.

Konten debat disebut dia haruslah mengangkat isu-isu strategis Sumatera Utara yang mencerminkan aspirasi masyarakat Sumut terhadap Paslon gubernur dan wakil gubernur.

“Kita tidak ingin debat jadi debat yang elitis,” ungkapnya.

Selain akan dihadiri masing-masing paslon Pilgubsu, debat nantinya juga akan dihadiri oleh para pendukung serta disiarkan langsung melalui media televisi. Berdasarkan perencanaan KPU, debat akan digelar pada 9 Mei, lalu 10 Juni, dan kemudian 20 Juni. (prn/azw)

Warga Bakaranbatu Minta Perbaikan Jalan ke Sihar

Foto: Iqbal/Sumut Pos Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus mengunjungi warga di Desa Bakaran Batu, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Senin (2/4).
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus mengunjungi warga di Desa Bakaran Batu, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Senin (2/4).

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO -Warga Desa Bakaranbatu Malasori, Dolok Masihul, Serdang Bedagai (Sergai) meminta Sihar Sitorus melakukan pembenahan jalan di kampung mereka jika menang. Karena, kerusakan jalan selama ini sangat mengganggu aktivitas.

Permintaan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Oppung Rista Damanik saat bertemu dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus, Senin (2/4).

Dirinya mengatakan bahwa selama ini jalan di tempat mereka tidak pernah baik. Karena itu, mereka meminta kepada paslon nomor urut dua itu untuk membenahinya, jika Djarot-Sihar menang di Pilgub Sumut. mereka mendesak itu karena, akses tersebut sangat di butuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

“Jalan itu yang kami gunakan untuk memenuhi kehidupan kami sehari hari. Termasuk jalan yang dilalui anak-anak kami ke sekolah. Bapak sudah melewatinya dan kelak kami berharap bapak memperbaikinya,” katanya.

Damanik juga menjelaskan, mereka pun komitmen untuk menolak politik uang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Karena mereka menyadari bahwa, jika warga menerima uang sebagai transaksi politik, maka akan berdampak pada pembangun yang lemah.

“Jika uang seratus atau dua ratus ribu yang kami terima, sehari akan habis. Tetapi kalau bapak perbaiki jalan kami saat terpilih nanti, maka anak cucu kami akan merasakannya,” katanya.

Sementara Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut nomor urut dua tersebut mengatakan, secara tegas pasangan Djarot Sihar atau Djoss berkomitmen membangun Sumut yang lebih baik. Semua urusan mudah dan transparan demi kemajuan bersama.

Untuk itu, Sihar juga berharap masyarakat menggunakan suara dengan sebaik-baiknya pada Pilkada Sumut. Pilihan pada nomor urut dua adalah komitmen membangun Sumut. Sehingga harus di perjuangkan bersama-sama.

“Kita berharap semua aktif dan menggalang suara untuk kemenangan Sumut,” jelasnya. (bal/azw)

Tolak Isu SARA Dan Politik Identitas

ISTIMEWA Sejumlah mahasiswa membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk dukungan yang diaplikasikan sebagai Petisi Safari Mahasiswa Kota Medan Menolak Isu SARA dan politik identitas dalam Pilkada Sumut 2018, Selasa (3/4).
ISTIMEWA
Sejumlah mahasiswa membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk dukungan yang diaplikasikan sebagai Petisi Safari Mahasiswa Kota Medan Menolak Isu SARA dan politik identitas dalam Pilkada Sumut 2018, Selasa (3/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pentingnya situasi masyarakat yang aman dan damai dalam melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018, menjadi topik utama yang tetap difokuskan kelompok Cipayung Plus Kota Medan. Gelaran Pilkada Serentak 27 Juni mendatang yang damai dan lancar tanpa gangguan keamanan dan ketertiban terutama penggunaan isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA), menjadi tujuan utamanya.

Beberapa elemen organisasi yang berbasis kemahasiswaan dan pemuda yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Kota Medan, terus menyuarakan pesan positif belakangan ini. Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia(GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) pun melakukan aksi damai yang berisi ajakan kepada seluruh masyarakat Sumut untuk tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan serta berpikir cerdas dan bijak demi terciptanya kondisi damai di Sumut, Senin (2/3) di Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto, Medan.

Sejalan dengan kegiatan aksi damai tersebut, Selasa (3/4), kelompok Cipayung Plus Kota Medan mengumpulkan tanda tangan dari mahasiswa sebagai bentuk dukungan yang diaplikasikan sebagai Petisi Safari Mahasiswa Kota Medan Menolak Isu SARA dan politik identitas dalam Pilkada Sumut 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekitar kampus-kampus di Kota Medan, antara lain di Kampus UINSU, USU dan UMN.

Ketua PC GMNI Kota Medan, Maman Kurniawan menyebutkan, kegiatan ini ditujukan kepada mahasiswa sebagai generasi bangsa selanjutnya, untuk membangun kesadaran sosial dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. “Mahasiswa juga diharapkan sebagai motor penggerak demokrasi dan keberagaman di Kota Medan,” ungkap Maman Kurniawan, selaku koordinator pelaksana kegiatan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PC PMII Kota Medan, Abdul Manan Siregar yang juga mengkoordinatori kegiatan tersebut menambahkan, Cipayung Plus Kota Medan akan tetap mengawal dan menjaga kestabilan Sumut khususnya Kota Medan terutama dalam menyambut pelaksanaan Pilgubsu.

Ketua PC HIMMAH Kota Medan, M Ilham Fauzi menambahkan, rongrongan isu yang mengatasnamakan SARA saat ini sedang berusaha keras memecah persatuan di Kota Medan. Isu Agama merupakan potensi primadona yang dimanfaatkan pihak lain untuk mendapatkan simpati maupun dukungan. (adz/azw)

 

Averiana Barus & Wisnu Bangun Tampilkan Konser ‘Toto Perjuma’

Wisnu Bangun dan Averiana Barus.
Wisnu Bangun dan Averiana Barus.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Duet kreatif Averiana Barus – Wisnu Bangun akan menumpahkan seluruh perhatiannya, dalam penampilan mereka di Balai Zeqita Sabtu, 7 April 2018 akhir pekan ini. Penampilan lanjutan ini ditata setelah melintasi puluhan panggung lainnya.

Kerja bareng mereka paling anyar, saat single “Perbual” pada September 2017 ditawarkan kepada penggemarnya. Dalam hitungan jam, tembang melankolis ciptaan Fajar Dj Pinem ini meroket cepat via youtube. Bahkan tangan-tangan terampil mengubahnya menjadi MP3.

Perjalanan kedua pekerja seni Averiana Barus – Wisnu Bangun ini tidak goyah dengan jalan berliku yang harus ditempuh. Idealisme yang berakarkan kearifan lokal dipakai mewarnai tindak lanjut karya mereka. Kolaborasi keduanya kini memuncak dalam karya monumental digelari “Konser Toto Perjuma”.

“Konser ini kami selenggarakan dari hasil gotong-royong dengan teman-teman, sekaligus sebagai persembahan untuk Tanah Karo Simalem,” ujar Averiana kepada media kemarin.

Wisnu Bangun sebagai komposer mengatakan, ‘Konser Toto Perjuma’ akan mengetengahkan 10 tembang Karo, terdiri dari 6 lagu lama yang di-recycle dan 4 lagu baru. “Yang menjadi pembeda, 10 lagu ini dibawakan dengan genre yang berbeda-beda,” ujarnya.

Tontonan ini disiapkan hampir 4 bulan dengan melibatkan sejumlah musisi lain termasuk Brepin Tarigan, Em Ady Bangun, Talent, dan Ardy Gurusinga. (rel)

Kesal Sama Istri, Bayi Tewas Dianiaya

Kombes Hengki (tengah) didampingi Kapolsek Batu Ampar saat memaparkan kasus ayah bunuh anak kandung.

BATAM, SUMUTPOS.CO – Kasus penganiayaan terhadap bayi oleh orang tua kandung hingga meninggal kembali terjadi. Kali ini, di Batuampar, Batam. Polsek Batuampar menetapkan Yudi Chandra sebagai tersangka penganiayaan terhadap bayinya sendiri bernama Yuni Sandra yang masih berusia 3 bulan.

Akibat dari penganiayaan itu, Yuni Sandra mengalami luka di bagian bibir dan lebam di bagian punggung.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menuturkan, penetapan tersangka ini berdasarkan dari hasil otopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Polda Kepri. Selain itu, kepada polisi Yudi juga telah mengakui bahwa telah menganiaya anaknya.

“Korban mengalami luka di bibir akibat gigitan pelaku. Sehingga akibat luka itu korban tidak bisa menyusu,” katanya, Senin (2/4/2018).

Selain itu, kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan hal itu karena kesal kepada istrinya karena sering ribut. Sehingga, tersangka melampiaskan kekesalan tersebut kepada anaknya. Korban telah dimakamkan di TPU Sei Panas, Jumat (30/3/2018) lalu.

“Pelaku kita kenakan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal lima belas tahun,” imbuhnya.

Informasi dihimpun Batam Pos (grup SUMUTPOS.CO), bayi itu awalnya dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Minggu (25/3/2018) lalu. Setelah menjalani perawatan selama dua hari, bayi itu meninggal dunia, Selasa (27/3/2018) sore.

Usai meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke masjid di kawasan Komplek Jodoh Square untuk dimandikan dan selanjutnya dimakamkan. Namun, saat dimandikan itu, warga melihat ada bekas luka yang diduga akibat penganiayaan.

Berdasarkan temuan itu, selanjutnya warga menghubungi Polsek Batuampar untuk mengusut dugaan penganiayaan ini. Dari laporan itu, polisi pun memanggil beberapa orang saksi termasuk orang tua korban.

Saat dimakamkan, ibu bayi, Nia (22) tampak histeris saat di pemakaman. Ia seperti belum ikhlas kehilangan bayi perempuannya itu. Ia beberapa kali jatuh pingsan. Beberapa warga yang hadir pun tampak mencoba menenangkan Nia. (jpg/nin/ras)

Demi Kunjungi Museum Hello Kitty Uang Susu Anak Pun Dikorupsi

SUMUTPOS.CO – Diam-diam, Sephia memuaskan diri dengan kesenangannya. Tanpa sepengetahuan suaminya Tongat, dia mengoleksi boneka Hello Kitty. Karakter boneka kucing asal Jepang itu memang lucu dan sangat mengemaskan.

Namun kecintaan Sephia kepada Hello Kitty sudah melewati batas. Belum puas dengan mengoleksi bonekanya, dia kini merencanakan berangkat ke Negeri Sakura untuk melihat museum Hello Kitty.

Uang mulai dikumpulkan. Caranya, korupsi dengan memotong uang pembeli susu anak yang diberikan oleh Tongat setiap bulannya.

Tongat (37) sebenarnya tak pernah mempersoalkan hobi sang istri. Terlebih, selama ini, istrinya bertanggung jawab merawat anak-anaknya.

Tongat yang bekerja sebagai kontraktor pun begitu semangat bekerja, karena anak-anaknya diasuh dengan baik di rumahnya.

“Saya pulang ke rumah dua minggu sekali. Gimana kerjanya keliling, istri minta apapun pasti saya kasih. Yang bikin kecewa itu justru uang yang saya kirim sering dipotong untuk pergi ke Jepang. Katanya kangen lihat koleksi Hello Kitty,” kata Tongat.

Tongat pun tidak mempersoalkan kelakuan Sephia. Buktinya, Sephia hampir pernah 3 kali pergi ke Jepang dengan biaya suaminya.

“Saya itu kerja ya buat anak dan istri. Sebulan istri saya kasih Rp 10 juta untuk kebutuhan rumah tangga selama saya tinggal, saya juga selalu save untuk rekreasi bersama. Tiga kali dia minta ke Jepang, ya saya turuti,” katanya.

Dengan memanjakan Sephia, Tongat sempat berharap istrinya itu tidak neko-neko. Namun, dalam setahun ini ia memergoki istrinya mengambil jatah susu anaknya senilai Rp4 juta. Uang itu diluar uang kebutuhan keluarganya.

“Saya shok dan kaget, pas lihat istri ternyata sudah pesan tiket ke Jepang untuk akhir Desember ini,” kata Tongat.

Ia pun sempat cekcok. Sephia hanya menangis menjerit dan meminta maaf. Ia mengaku terpengaruh komunitas pecinta Hello Kitty yang akan jalan-jalan ke Jepang bersama.

Sementara, Sephia tidak berkomentar apa-apa. Ia mengaku masih mencintai suaminya dan sudah membatalkan tiket ke Jepang, Desember mendatang.

“Saya minta maaf, tapi kayaknya dia marah sekali,” kata ibu dua anak itu sembari menangis saat sidang talak cerai pertama di pengadilan agama. (jpnn)

DPP Demokrat Sesalkan Sikap JR

JR Saragih saat menyampaikan arah dukungannya di Pilgubsu 2018 kepada pasangan Djarot-Sihar, Senin (2/4).
JR Saragih saat menyampaikan arah dukungannya di Pilgubsu 2018 kepada pasangan Djarot-Sihar, Senin (2/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JR Saragih sudah pasti tidak ikut Pilgubsu 2018. Karenanya, dalam waktu dekat DPP Partai Demokrat segera mengumumkan arah dukungan mereka di Pilgubsu. Namun, belum lagi DPP Partai Demokrat mengumumkan arah dukungannya, Ketua DPD Partai Demokrat nonaktif JR Saragih sudah memutuskan arah dukungannya ke pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Dukungan ini disampaikan JR Saragih dalam rekaman video yang beredar via WhatsApp berdurasi 31 detik, Senin (2/4). JR Saragih mengajak seluruh lembaga pemenangan jargon Semangat Baru Sumut untuk bekerja keras memenangkan Djarot-Sihar. “Saya JR Saragih mengajak seluruh sahabat, teman dan relawan untuk mendukung dan memenangkan Djarot-Sihar Sitorus dalam Pilkada Provinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018,” ujarnya.

“Sekali lagi, mari bersama-sama kita menangkan Djarot-Sihar agar Sumatera Utara bisa lebih bagus lagi ke depan. Horas..horas…horas..,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua JR Institute, Darmawan Saragih didampingi Sekjen Leo Sihotang, Arifin Damanik Ketua Bidang Kepemudaan dan Mitha Kirana mengatakan, alasan mendukung pasangan Djoss karena pasangan ini dinilai paling layak. “Selain itu juga, kita akan mengajak semua masyarakat Sumut agar tidak golput. Kita harapkan semua warga memberikan hak pilihnya,” kata Darmawan.

Darmawan Saragih menegaskan, dengan ini diinstruksikan kepada pimpinan cabang untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan relawan dan tim pemenangan DJOSS di setiap kabupaten kota se-Sumut.

JR Saragih Mangkir, Pelimpahan Berkas Tertunda

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan, Senin (19/3) Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MENYAPA_JR Saragih menyapa simpatisan nya usai di periksa di Bawaslu Sumut Jalan Adam malik Medan. Dirinya diperiksa Gakkumdu terkait pemalsuan ijazah saat mendaftar menjadi calon gubernur sumut 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jopinus Ramli (JR) Saragih mangkir dari panggilan penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut, di kantor Bawaslu Sumut, Jalan H Adam Malik Medan, Senin (2/4). Panggilan ini dalam rangka penyerahan seluruh berkas berikut tersangka dari penyidik Gakkumdu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sampai pukul 15.00 WIB, tersangka JRS belum juga hadir memenuhi panggilan penyidik di kantor Bawaslu. Beliau belum hadir tanpa alasan,” kata Koordinator Tim Sentra Gakkumdu Sumut, Herdi Munthe saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

Dijelaskan Herdi, sesuai penelitian jaksa, berkas JR Saragih sudah P-21 atau dinyatakan lengkap sejak minggu lalu. Tapi secara fisik, alat bukti dan tersangka wajib diserahkan penyidik ke JPU. “Supaya tanggung jawab dari penyidik ke JPU itu 100 persen. Penyidik kembali rencanakan pemanggilan kedua pada Kamis besok. Setidaknya diberi waktu lagi tiga hari (untuk panggilan kedua). Sesuai KUHAP, kalau tidak juga diindahkan kemungkinan jemput paksa bisa dilakukan,” katanya.

Setelah JPU menerima secara lengkap berkas perkara berikut tersangka, lanjut Herdi, barulah dalam lima hari ke depan kasus ini bisa dilimpahkan ke pengadilan. “Seandainya hari ini hadir maka jaksa selanjutnya melimpahkan (berkas) ke pengadilan untuk disidangkan,” katanya.

Pihaknya meminta agar Bupati Simalungun itu kooperatif terhadap panggilan penyidik, sehingga proses hukum tersebut berjalan dengan lancar. “Sebab kalau beliau tidak kooperatif, tentu ada konsekuensi yang dihadapi. Kami pikir yang bersangkutan sudah memahami, apalagi kan punya sejumlah kuasa hukum,” kata anggota Bawaslu Sumut itu.

Adakah komunikasi kepada JR Saragih atau kuasa hukumnya dari penyidik hari itu? Herdi mengatakan, sudah coba dilakukan namun JR tidak dapat terhubung setelah beberapa kali dihubungi. “Lost contact dengan Pak JR. Penyidik belum bisa menghubungi yang bersangkutan. Begitupun dengan pengacara beliau yang mengaku belum ada komunikasi kepadanya,” pungkasnya.