Home Blog Page 6467

Nikita Mirzani Sah Menikah

Nikita Mirzani dan Dipo Latief.

SUMUTPOS.CO – Beberapa bulan terakhir kisah percintaan Nikita Mirzani dan Dipo Latief terus menjadi sorotan. Setelah berkali-kali menampik bila sudah menikah, Nikita akhirnya mengaku telah resmi dipersunting anak pejabat orde baru tersebut.

Setelah dikorek oleh awak media, tercetus bila proses akad sudah terjadi dua bulan lalu. Hanya saja acara resepsinya baru akan direncanakan pada tahun depan.

“Sudah resmi (menikah), mungkin kalau mau ditanya kapan ngerayainnya, mungkin tahun depan,” kata Nikita ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (3/4).

Saat ditanya bakal seperti apa konsep pesta pernikahan, Nikita mengaku belum tahu. Yang pasti acara bakal diadakan dengan sederhana.

“Konsep simple, kayak keseharian Niki sama Dipo aja yang nggak neko-neko,” lanjut wanita yang dikenal dengan gaya bicara ceplas ceplos tersebut.

Ibu dua anak ini kemudian menjelaskan mengapa dirinya tidak terbuka sejak awal perihal pernikahan dengan Dipo. “Tidak ada yang nutup-nutupi. Cuma pinginnya sekarang lagi nggak mau banyak orang tahu. Karena privasi juga sih, Niki kepengin aja ada privasi,” tambahnya.

Nggak mau main-main, pasangan selebriti yang satu ini bahkan berencana untuk segera menikah dengan pengusaha ganteng berusia 45 tahun itu.

Terbukti, dua anak Nikita yang bernama Laura Meizani Nasseru Asry dan Azka Raqila Ukra sudah sangat dekat dengan Dipo. Nggak cuma itu saja, ternyata saat ini Nikita dan Dipo juga sedang membangun rumah bersama untuk menjadi tempat tinggal mereka nantinya.

“Ada (rumah baru), lagi bikin nanti sekitar 2-3 bulan lagi selesai. Daerah Petukangan (Jakarta Selatan). Buat berdua nanti kalau sudah (menikah). Semuanya buat berdua lah, memang buat siapa lagi,” ujar Nikita saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. (kpl/ram)

 

 

Penggelap Mobil PT Adira Finance Diringkus

DIAPIT: Su alias Joko diapit petugas Reskrim Polsek Sukajadi.
DIAPIT: Su alias Joko diapit petugas Reskrim Polsek Sukajadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Su alias Joko ditahan di Polsek Sukajadi, Pekanbaru. Pria 43 tahun pelaku penggelapan mobil ini diamankan setelah keberadaannya terendus di salah satu rumah makan di Jalan Stasiun, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Tersangka yang juga merupakan DPO Polsek Sukajadi ini sudah kerap melakukan kejahatan serupa di beberapa wilayah hukum Polda Riau.

Dari beberapa laporan yang ada, terindikasi keterlibatan tersangka. Diantaranya, 2 laporan di Polsek Sukajadi Pekanbaru, 1 laporan di Polsek Pujud, Rokan Hilir dan 1 laporan di Polsek Tambusai, Rokan Hulu. Bahkan diduga masih banyak korban lainnya yang belum membuat laporan resmi.

Modus yang dilakukan tersangka dengan menadah mobil dari pihak kedua atau langsung membeli dengan konsumen yang masih dalam proses kredit di lembaga pembiayaan dengan modus balik uang muka alias down payment (DP).

Dengan kisaran harga Rp15 sampai Rp20 juta, mobil dijual hanya dilengkapi dengan STNK saja tanpa BPKB.

Tersangka yang juga warga Cikampak, Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara ini lantas menjual sebagian mobil hasil kejahatan ke wilayah Bagan Batu Rokan Hilir dan sebagian ke Rantau Prapat, Sumatera Utara.

Terpisah, Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa Rinaldo saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, membenarkan adanya penahanan tersangka.

“Ya, tersangka sudah kita amankan masih kita kembangkan,” akunya.

Pihaknya mengaku masih terus mendalami perkara yang diduga melibatkan tersangka. “Di Sukajadi ada dua LP, barang bukti masih dalam pencarian, tunggu saja,” pungkasnya.

Sementara, Area Manager Adira Sumbagut Tengku Zainal Arifin mengatakan, pihaknya sudah lama mencari keberadaan Joko. Menurut Zainal, mobil yang digelapkan pelaku adalah milik objek jaminan fidusia PT Adira Finance Pekanbaru.

“Saat ini kita sedang menyoroti banyaknya mobil bodong dijual hanya dengan STNK saja tanpa BPKP,” tutur pria supel ini, beberapa waktu lalu.

Kata Zainal, banyak pelaku agen-agen seperti tersangka Joko ini masih berkeliaran dan beroperasi. Zainal juga mengaku, saat ini pihaknya sedang terus berkordinasi dengan Kepolisian untuk menyoroti wilayah Cikampak dan Labuhanbatu sekitarnya.

“Karena banyak mobil yang dilewatkan di wilayah sana,” tukasnya.

“Saat penangkapan Joko, polisi mendapati barang bukti 1 unit Daihatsu Ayla BK 1884 UO tahun 2015 warna putih,” sambungnya.

Zainal berharap perhatian Polres Labuhanbatu. Sebab, banyak kenderaan yang statusnya kredit di Riau dibuang jual putus tanpa BPKB di Labuhanbatu sampai ke Rantauprapat sekitarnya.

“Kami berharap kerjamasama pihak Kepolisian (Polres Labuhanbatu),” pungkasnya.(rpg/ala)

 

 

 

 

Guru SMP Negeri 1 Dibunuh

Foto: SURYA HASIBUAN/SUMUT POS OLAH TKP: Personel Satreskrim Polres Sergai melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan.
Foto: SURYA HASIBUAN/SUMUT POS
OLAH TKP: Personel Satreskrim Polres Sergai melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan.

SERGAI, SUMUTPOS.CO -Asiroh Nasution (36) ditemukan tewas di rumahnya. Ada luka tusukan menganga di leher guru SMP Negeri 1 ini.

Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan tetangganya, Sumiati (30). Sebab, lampu rumah korban di Dusun II Desa Kuala Lama Kecamatan Serbajadi padam, Minggu (1/4) sekira pukul 08.00 WIB.

Kecurigaan Sumiati diteruskan kepada Baitun Nur Nasution (33), keluarga korban. Baitun kemudian menghubungi ponsel korban. Namun tidak pernah diangkat.

Bersama warga, Baitun mendobrak pintu belakang rumah korban. Saat itu, korban ditemukan sudah tewas dengan luka bekas tusukan di leher.

Selain itu, di sekitar jasad korban ditemukan pisau dapur yang diduga digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.

Oleh warga, temuan itu langsung diteruskan ke Polsek Dolok Masihul. Bersama personel Satreskrim Polres Serdangbedagai, anggota Polsek melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban kemudian diboyong menuju RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi. “Korban masih jomblo. Dia tinggal sendiri, adik dan abangnya sudah bekeluarga semua. Mungkin korban diperkosa lalu dibunuh,” sebut seorang warga yang tidak mau menyebut identitasnya.

Kapolsek Dolok Masihul AKP Cahyandi SH membenarkan dengan temuan mayat tersebut.

“Dugaan sementara korban dibunuh. Kita masih melakukan penyelidikan. Sedangkan pelaku masih dalam pengejaran oleh pihaknya,” terang Kapolsek Dolok Masihul, AKP Cahyandi.(sur/ala)

 

 

2,5 Hektar Ladang Ganja Ditemukan di Madina

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) bersama BNN Kabupaten Madina memperlihatkan penemuan lahan ganja seluas 2,5 hektare.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) bersama BNN Kabupaten Madina memperlihatkan penemuan lahan ganja seluas 2,5 hektare.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ladang ganja seluas 2,5 hektare (ha) berhasil ditemukan di Pegunungan Tor Sihite Desa Rao-Rao Panjaringan Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Selasa (3/4).

Penemuan ini dipimpin langsung oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) bersama BNN Kabupaten Madina.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumut AKBP Agus Halimudin mengatakan, dalam temuan itu di dapati sebanyak 25.000 batang tanaman ganja dengan ketinggian 80 cm sampai dengan 2 meter.

Temuan ini kata dia, merupakan tindak lanjut dari hasil penangkapan terhadap Zulkipli (17) warga Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Rabu (28/3) lalu. Zulkipli ditangkap saat memanen ganja.

“Saat ditangkap, tersangka mengaku hanya bertugas untuk membantu pemanenan dan pemeliharaan tanaman ganja tersebut,” jelasnya.

Dalam penyergapan itu, satu orang rekan tersangka bernama Fahri berhasil melarikan diri. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran kepada dirinya.

Usai ditemukan, tanaman-tanaman jenis perdu ini langsung dimusnahkan. Pemusnahan turut dihadiri tim pemberantasan BNNP Sumut, personil BNNK Mandailing Natal, Polres Madina, TNI, Kejaksaan dan pengacara. Pemusnahan disaksikan langsung oleh Zulkipli.

“Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 111 ayat 2 dan pasal 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya.(mag-1/ala)

Respon Luar Biasa dari Siswa

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Medan Khairul Buchori bersama siswa peserta identifikasi bakat. (IST)
Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Medan Khairul Buchori bersama siswa peserta identifikasi bakat. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Identikasi Bakat Atlet yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mendapat respon luar biasa dari siswa dan sekolah. Hal itu terlihat dari jumlah siswa yang ambil bagian.

Even yang digelar di PPLP Sumut Jalan Sekolah Pembangunan pada 2-3 April tersebut diikuti 300 siswa dari 15 sekolah. “Antusias siswa dan sekolah sangat luar biasa. Terbukti ada 300 siswa yang ambil bagian dari 15 SMP di Kota Medan,” ujar Kadispora Medan H Marah Husin Lubis diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Khairul Buchori saat menutup even tersebut, Selasa (3/4).

Dijelaskan, identifikasi bakat ini bertujuan untuk mengarahkan siswa untuk menekuni olahraga sesuai dengan bakatnya. “Kita ingin atlet usia dini menekuni olahraga sesuai dengan bakatnya. Dengan demikian, kesempatan dia untuk berprestasi lebih besar,” tambahnya.

Dispora Medan sendiri akan menindaklanjuti identifkasi bakat ini. Hasilnya akan direkomendasikan ke sekolah dan pengcab. “Intinya, identifikasi bertujuan untuk mencari bibit atlet, sehingga pengcab tidak kekurangan stok,” sebutnya didampingi Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi Mangasi Simangunsong dan Kasi Standarisasi Keolahragaan Yon Alferi.

Untuk itu, kepada siswa Khairul Buchori mengajak untuk lebih serius menekuni olahraga. Pasalnya olahraga sekarang ini sudah menjadi pekerjaan. “Banyak atlet yang berhasil menjadi ASN dan militer. Jadi jangan enteng dengan olahraga,” pesannya.

Sedangkan Ketua Panitia Yon Alferi menjelaskan, identifikasi bakat ini merupakan program rutin Pemko Medan melalui Dispora Medan. Tujuan utamanya adalah mencari atlet-atlet berbakat dari sekolah di Kota Medan. “Hasil identifikasi bakat ini akan kita rekomendasikan kepada pengcab,” paparnya.

Identifikasi bakat diikuti 300 siswa dari 15 SMP di Kota Medan. Even ini digelar di PPLP Sumut Jalan Sekolah Pembangunan selama dua hari, yakni 2-3 April 2018. “Kami berharap dukungan dari sekolah dan semua pihak,” pungkasnya. (dek)

 

Pendaftaran Siswa Atlet PPLP Dibuka

Atlet binaan PPLP sedang latihan.
Atlet binaan PPLP sedang latihan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) kembali membuka penerimaan siswa atlet binaan PPLP tahun pelajaran 2018-2019. Kali ini mereka menerima siswa untuk 11 cabang olahraga.

Adapun 11 cabang olahraga tersebut, bola voli, gulat, atletik, angkat besi, karate, judo, sepak bola, renang, pencak silat, wushu dan taekwondo. Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 9 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut H Baharuddin Siagian melalui Kabid Pembudayaan Olahraga Rudi Rinaldi SSos MAP menjelaskan, bagi peserta yang mendaftar dapat mengirim data diri masing-masing ke kantor Disporasu Jalan William Iskandar No 9 Medan (Kode Pos 20222) atau email disporasumut@gmail.com.

Panitia juga menerima pendaftaran melalui (061) 6645502 dan Fax (061) 6645501. “Pendaftaran juga bisa di Asrama PPLP Provinsi Sumut, Jalan Sekolah Pembangunan No 7 A Medan,” paparnya.

Sedangkan syarat pendaftaran, berwarga negara Indonesia, kelahiran tahun 2003, nilai rapor rata-rata 6,0 dan legalisir rapor terakhir berikut STTB yang dilegalisir serta surat keterangan berbadan sehat.

Untuk pemain sepak bola, minimal memiliki tinggi 170 cm dan penjaga gawang minimal memiliki tinggi 172 cm. Cabang voli, minimal memiliki tinggi 165 cm. “Seleksi akan dilaksanakan pada 11-14 Mei mendatang,” pungkasnya. (dek)

67 Tim Ikuti Kompetisi Askab PSSI Deliserdang

Foto: Batara/Sumut Pos Ketua Askab PSSI Deliserdang, Zul Amri ST (kanan) secara resmi membuka Kompetisi Askab PSSI Deliserdang.
Foto: Batara/Sumut Pos
Ketua Askab PSSI Deliserdang, Zul Amri ST (kanan) secara resmi membuka Kompetisi Askab PSSI Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Ketua Askab PSSI Deliserdang, Zul Amri ST secara resmi membuka Kompetisi Aksab PSSI Deliserdang yang digelar di Lapangan Klambir Kebun Kecamatan Hamparanperak, Senin (3/4).

Zul Amri menerangkan kompetisi tahun 2018 diikuti sekitar 64 tim. Terdiri 22 klub sepakbola yang berlaga di devisi utama. Kemudian, sebanyak 45 klub pada divisi satu.”Tentu sistem kompetisi. Dan digelar di 12 lapangan bola yang sudah disediyakan PSSI,”ucapnya.

Alasan pembukaan digelar di Desa Klumpang karena menghargai Bintang 12 FC sebagai juara untuk divisi satu tahun 2017 yang dilaksanakan di Tanjung Morawa. Sedangkan, setiap tim yang ikut harus memenuhi syarat. Syarat utamamnya ada klub yang terdaftar di Askab PSSI Deliserdang dan para pemainnya harus warga Deliserdang dengan usia Divisi Satu 19-21 tahun dan Divisi Utama maksimal 23 tahun.

Adapun tempat kegiatan itu dilaksanakan di 8 Kecamatan dengan 12 lapangan, mulai Kecamatan Sunggal, Hamparanperak, Percut Seituan, Batangkuis, Tanjungmorawa, Lubukpakam, Beringin dan Kecamatan Pagarmerbau. Untuk final akan digelar di Stadion Baharrodin Siregar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deliserdang, Faisal Arif Nasution, yang diwakili Kasi Peningkatan Prestasi, Heri dan didampinggi Kabid Olahraga Budi Pratama, menjelaskan bahwa olahraga sepakbola adalah olahraga yang banyak digemari masyarakat. Karena itu, ketika mengikuti kompetisi hendaknya setiap tim dapat memberikan yang terbaik.

“Berikan permainan yang terbaik agar seporter tidak kecewa dan ajak seporter tim untuk menciptakan kondisi kondusif saat nonton pertandingan,”terangnya.

Heri berpesan agar setiap pemain mampu memciptakan pretasi, sehingga kelak akan dilirik klub sepakbola yang ada di Sumut dan bahkan klub-klub yang berlaga di liga nasional.”Biasa saja ketika tanding nanti ada penontonya pemandu bakat sepakbola, dan anda anda diliriknya untuk bergabung ke klub sepakbola nasional,”terangnya. (btr/don)

Pemain Naturalisasi Kamerun Merapat

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Charles Oben Njonk Orock, pemain naturalisasi asal Kamerun yang mencoba peruntungannya di PSMS. Orock sudah mengikuti latihan, Selasa (3/4) di Stadion Mini Kebun Bunga.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Charles Oben Njonk Orock, pemain naturalisasi asal Kamerun yang mencoba peruntungannya di PSMS. Orock sudah mengikuti latihan, Selasa (3/4) di Stadion Mini Kebun Bunga.

SUMUTPOS.CO – SKUAD PSMS kedatangan satu pemain berstatus seleksi untuk mengisi lini depan, Selasa (3/4/2018). Dia adalah Charles Oben Njonk Orock, mantan pemain Martapura FC.

Pelatih PSMS Djajang Nurjaman enggan bicara banyak soal penampikan Orock saat ikut latihan tadi. Menurutnya, keputusan apakah Orock jadi bagian PSMS seiring dengan diperpanjangnya bursa transfer untuk Liga 1 akan ditentukan besok, Kamis (4/3/2018).

“Janganlah (soal penampilan Orock). Besok saja sampaikan, Kita memang mencari pemain lokal striker. Kemudian ada informasi Orock mau seleksi, jadi saat ini belum ada keputusan direkrut tau tidak. Kalau oke ya besok, kalau tidak ya besok juga diumumkan,” ungkapnya.

Jelang penutupan transfer pemain, pelatih yang akrab disapa Djanur menjelaskan tak menampik soal kemungkinan bakal ada penambahan pemain baru. “Masih ada, besok atau Kamis ada (pemain baru). Karena memang persoalan kita di lini depan yang belum bisa berkreasi dan belum tajam,” timpalnya.

Namun, sekali lagi Djanur memastikan datangnya pemain baru nantinya tidak akan berpengaruh dengan pemain yang ada saat ini. Dia mengatakan tidak akan ada pendepakan termasuk kepada dua pemain asing di lini depan yang dikritik penampilannya, Yessoh Wilfried atau Sadney Urikhob.

Sementara itu Orock menjelaskan sebelumnya sempat seleksi di Persela Lamongan. “Saya baru datang dari Jakarta, jadi belum ada tidur langsung ikut latihan. Sebelumnya, saya sudah kontak dengan Persela namun ada mis komunikasi dengan agen saya,” ujarnya usai latihan. (don)

Manajemen dan Apparel PSMS Disomasi

Logo PSMS

SUMUTPOS.CO – PSMS sepertinya tidak pernah lepas dari masalah. Di tengah konsentrasi tim menghadapi Liga 1 muncul lagi masalah baru. Manajemen PSMS yang bernaung di bawah PT Kinantan Medan Indonesia beserta sponsor apparel PSMS, DJ Sport disomasi PT Pesemes Medan yang mengaku pemilik hak cipta nama dan logo PSMS.

Pada surat tertanggal 24 Maret itu mengatasnamakan PT Pesemes itu menyatakan jika mereka sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor 588896 per tanggal 19 Juli 2018 dan menjadi pemilik hak ekslusif logo dan nama PSMS. Untuk itu PT Kinantan Medan Indonesia dilarang menggunakan nama dan merek PSMS selama berkompetisi di Liga 1 tanpa izin PT tersebut.

Empat hari kemudian, giliran DJ Sport selaku sponsor Apparel yang disomasi. Dengan tuntutan yang sama, DJ Sport dilarang memproduksi jersey dan segala merchandise bernama dan logo PSMS.

“Dari informasi yang ada PT Pesemes Medan mendapat perlindungan hukum atau terdaftar sejak 28 Februari 2014. Namun sebenarnya 7 Desember 2016 mereka sempat ditolak karena sudah ada yang punya logo dengan nama yang sama. Tapi kemudian mereka melakukan banding dan per tanggal 19 Juli 2017 mereka terdaftar untuk jenis barang dan jasa, klub sepak bola, sekolah sepak bola, baju, jersey, merek dan lain-lain,” kata Lawyer manajemen PSMS, Danial Syah di Kebun Bunga, Selasa (3/4) lalu.

Untuk itu menurutnya, pihaknya siap menghadapi somasi tersebut. “Kami akan suratI HKI untuk membantah ini. Ini nama PSMS dan logo bukan milik perseorangan. Melainkan merek Sumatera utara dan Medan. Ini milik masyarakat, mereka tidak berhak mengklaim,” tambahnya.

Dampaknya. PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga meminta klarifikasi dan penjelasan dari manajemen PSMS soal hal itu lewat surat tertanggal 27 Maret 2018. Sekretaris PSMS, Julius Raja membenarkan hal itu.

“Iya PT LIB hanya meminta klarifikasi dari manajemen. Sudah kami surati dengan penjelasan bahwa logo dan nama PSMS sudah ada sejak dulu dan tidak berubah. Sebelum ada pematenan hak cipta tersebut. Manajemen PSMS akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penggunaan logo dan nama PSMS yang digunakan untuk kepentingan Liga,” kata Raja.

Pembagian Rastra di Samosir Salah Sasaran

Foto: Edwin/Sumut Pos Wabup Samosir Ir.Juang Sinaga saat memimpin rapat pendistribusian Beras Rastra.
Foto: Edwin/Sumut Pos
Wabup Samosir Ir.Juang Sinaga saat memimpin rapat pendistribusian Beras Rastra.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Samosir menilai bahwa pendistribusian beras sejahtera (Rastra) di Kabupaten Samosir salah sasaran. Banyak orang mampu secara ekonomi ikut menerima beras rastra, bahkan ada perangkat desa yang menerima beras tersebut padahal sudah digaji oleh pemerintah. “Ini sebuah kesalahan mendasar, yang miskin semakin miskin, karena datanya tidak valid,” tegas Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga, Selasa (3/4).

Masalah pembagian Rastra tersebut disampaikan Juang Sinaga saat memimpin Rapat Koordinasi Pendistribusian Rastra untuk Kabupaten Samosir Tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Samosir yang dihadiri seluruh camat, sekretaris camat serta Kepala Seksi Kesejahteraan dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) pendamping sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir.

Juang meminta agar ke depannya kepada peserta rapat khususnya para camat se- Kabupaten Samosir agar membuat musyawarah pendistribusian Rastra di setiap Desa.

“Hal ini dilakukan agar setiap desa dapat memberikan beras rastra kepada yang benar-benar miskin sesuai kenyataan di desa masing-masing,” ujar Juang didampingi oleh Asisten Tata Praja dan Kesejahteraan Rakyat Drs Mangihut Sinaga MM, Sekretaris Dinas Sosial, dan Sarippol Manihuruk.

Untuk itu, lanjutnya musyawarah desa adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap kepala desa dalam hal pendistribusian beras rastra.

Camat beserta Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) harus bekerja sama dan ikut melakukan kontrol ke setiap desa, agar penyaluran rastra tepat sasaran dan untuk orang miskin.

Asisten Tata Praja dan Kesejahteraan Rakyat Drs Mangihut Sinaga MM kembali mengimbau agar para camat melakukan musyawarah di setiap desa. Jika ada desa yang tidak melakukan musyawarah laporkan kepada bupati dan wakil bupati agar dibuat surat peringatan.

“Jangan ada kepala desa yang bermain-main dengan data orang miskin. Dengan musyawarah desa, masyarakat akan saling instropeksi diri mengenai siapa yang layak menerima beras rastra ini,” katanya.

Menurut Mangihut, camat juga harus membuat deadline (batas waktu) kepada para kepala desa agar segera melaksanakan musyawarah desa. Tanpa musyawara desa, maka pembagian beras rastra ini akan menimbulkan perdebatan di masyarakat. “Jika sudah begini maka nama kabupaten akan terbawa-bawa,” tandasnya.

Katanya, pemberian beras rastra ini adalah upaya pemerintah Kabupaten Samosir dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Samosir yang setahun belakangan ini meningkat menjadi 14,14 persen.