Home Blog Page 6470

20 Perwira Lantamal I Naik Pangkat

Foto: Fachril/Sumut Pos Danlantamal I Laksamana Pertama TNI AL Triswando menyalami perwira yang naik pangkat.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Danlantamal I Laksamana Pertama TNI AL Triswando menyalami perwira yang naik pangkat.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 perwira di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal I) menjalani prosesi kenaikan pangkat di Gedung R Mulyadi Mako Lantamal I, Jalan Serma Hanafiah, Belawan, Senin (1/4).

Kenaikan pangkat sejumlah perwira disematkan langsung oleh Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto

Dalam amanatnya, Danlantamal I mengatakan, kenaikan pangkat bukan merupakan hal yang rutin terjadi, tetapi merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh negara kepada personel yang memang layak untuk dianugerahi suatu kehormatan.

“Dalam kehidupan militer, kenaikan pangkat juga merupakan kesejahteraan yang diberikan kepada setiap prajurit atas dedikasi, loyalitas dan semangat bekerja yang dilandasi profesionalisme,” kata Ali Triswanto.

Jenderal bintang satu ini mengucapan selamat atas kenaikan pangkat juga diberikan Danlantamal I kepada Perwira Lantamal I disertai harapan sukses yang selalu menyertai.

Danlantamal menekankan kepada perwira yang naik pangkat harus mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kenaikan pangkat tidak semata-mata dari hasil upaya sendiri, melainkan suatu anugerah yang telah diberikan oleh-Nya.

Kenaikan pangkat harus dijadikan sebagai pemicu untuk lebih memacu diri menciptakan prestasi lebih baik dan belajar lebih banyak. “Personel yang belum mendapatkan kesempatan untuk naik pangkat, segera mengisi diri dengan meningkatkan kinerja, tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Kesatuan serta jangan lupa untuk selalu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Danlantamal.

Turut hadir dalam acara laporan kenaikan pangkat perwira Lantamal I, Wadan Lantamal I, Dansatrol Lantamal I, Aslog Lantamal I, para Kadis/Kasatker, perwira dan perwakilan PNS Lantamal I. (fac/ila)

 

Satu Bandar Narkoba Ditembak Mati

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS GELAR KASUS_Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (kedua kanan) bersama Deputi Pemberantasan Irjen Pol Arman Depari (kedua kiri) dan Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar (kanan) memperlihatkan barang bukti narkoba setelah penangkapan bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/4). Gabungan petugas BNN, Bea Cukai dan Polda Sumut melakukan penyergapan terhadap delapan orang tersangka bandar narkoba di tujuh lokasi wilayah Sumut dan Aceh, dengan barang bukti sabu seberat 44,7 kilogram dan 58.000 butir pil ekstasi dari Malaysia, sedangkan satu orang diantara tersangka tewas ditembak saat sedang berusaha melarikan diri
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
GELAR KASUS_Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (kedua kanan) bersama Deputi Pemberantasan Irjen Pol Arman Depari (kedua kiri) dan Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol Marsauli Siregar (kanan) memperlihatkan barang bukti narkoba setelah penangkapan bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/4). Gabungan petugas BNN, Bea Cukai dan Polda Sumut melakukan penyergapan terhadap delapan orang tersangka bandar narkoba di tujuh lokasi wilayah Sumut dan Aceh, dengan barang bukti sabu seberat 44,7 kilogram dan 58.000 butir pil ekstasi dari Malaysia, sedangkan satu orang diantara tersangka tewas ditembak saat sedang berusaha melarikan diri

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menembak mati bandar narkoba internasional. Selain itu, petugas gabungan (BNN Pusat, BNNP Sumut, Bea Cukai Polda Sumut dan Aceh) juga mengamankan 44,7 kg sabu serta 58.000 butir pil ekstasi dari tangan 8 orang tersangka.

Kedelapan tersangka yang diamankan masing-masing, Khaerun Amri (27), Andy Syaputra (19), Rendy Prayoga (26), Muklis (31), Zulkifli alias Dun (40), Rizal Sahputra (26), dan Denni Saputra (27). Sedangkan seorang tersangka lainnya, Murtala (33), yang diduga sebagai pengendali jaringan internasional ini, terpaksa tewas ditembak petugas.

Kepala BNN RI Irjen Pol Heru Winarko menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan selama 4 hari sejak Rabu (28/3) dari 7 lokasi berbeda.

“Jaringan ini sudah kita intai sejak berminggu-minggu lalu. Narkoba ini masuk dari Aceh ke Medan sebanyak 44,7 kg sabu dan 58 ribu ekstasi. Dari tujuh TKP, tim gabungan berhasil menangkap 8 tersangka, dimana satu tersangka dilakukan tindakan tegas terukur,” ungkapnya kepada wartawan di kantor BNNP Sumut, Senin (2/4).

Heru menyebut, kedelapan tersangka yang diamankan ini kesemuanya merupakan satu sindikat. Modus mereka, dalam mengedarkan barang haram tersebut dengan melakukan kamuflase (berpura-pura) mengantarkan buah-buahan dari Aceh ke Medan.

“Asal narkoba dari luar negeri. Untuk sabu-sabu, oleh para tersangka dibungkus dalam kemasan teh China,” katanya.

Heru menjelaskan, dengan terungkapnya jaringan ini, paling tidak ada 281.000 anak bangsa telah diselamatkan dari penggunaan narkotika. Untuk itu, dia mengimbau supaya masyarakat bersama-sama terlibat dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Saya mengimbau, mulai dari desa supaya tidak dimasuki narkoba. Sebab, jika sudah dimasuki narkoba, akan sangat sulit untuk mengembangkan potensi anak bangsa,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengungkapan jaringan ini berawal dari ditangkapnya Khaerun Amri di Jalan Raya, Langkat, Sumatera Utara pada Rabu (28/3) sore sekira pukul 16.00 WIB.

Dari Amri diamankan barang bukti dua bungkus sabu seberat 1.077,8 gram. Kemudian pada hari yang sama, ditemukan lagi barang bukti tambahan sabu seberat 16 kg dan 58.000 pil ekstasi hasil dari pengembangan.

Kemudian pada Kamis (29/3), ditangkap lagi dua tersangka, yakni Andy Syahputra dan Rendy. Dari keduanya, disita barang bukti 20 bungkus sabu seberat 20 Kg.

Selanjutnya, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil meringkus Mukhlis dan Zulkifli. Dari tangan keduanya, disita barang bukti satu unit mobil Honda CRV, KTP dan alat komunikasi.

Tak sampai di situ, petugas BNN kembali melakukan pengembangan ke Aceh. Petugas kembali meringkus tersangka Murtala dan Rizal di Jalan Rama Setia, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh.

Spesialis Penipu ATM Tabraki Warga

Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS Muhammad Kadir Lubis
Foto: SUWANDA DIVA/SUMUT POS
Muhammad Kadir Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Seorang penipu spesialis kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diuber warga. Itu setelah aksinya diketahui korban. Alhasil, pelaku kabur menggunakan mobil dan menabraki pengguna jalan yang lain.

Peristiwa tersebut terjadi di ATM Bank Mandiri, Jalan Brigjend Katamso Medan, Rabu (28/3) sekira pukul 20.30 WIB. Adalah Muhammad Kadir Lubis (35) yang behasil diamankan warga setelah coba menipu M Syafii (24).

“Dalam melakukan aksinya, pelaku berdua bersama dengan temannya, Safarudin Siregar (DPO). Dia (Lubis) bertugas untuk memantau kondisi lapangan. Sementara temannya seorang lagi yang belum tertangkap mengelabui korban,” jelas Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing dalam paparan kasus, Senin (2/4).

Menurut Kapolsek, tertangkapnya Lubis yang tinggal di Jalan Letda Sujono Medan,  berawal dari aksinya di ATM Bank Mandiri, Jalan Brigjend Katamso Medan. Malam itu, Lubis dan Siregar menyambangi tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan Calya Warna Merah BK 1591 PL.

Tiba di TKP, Siregar meletakkan potongan tusuk gigi ke dalam mesin ATM. Sementara, Lubis memantau situasi di luar.

“Selain tusuk gigi, para tersangka juga sudah menyiapkan pisau kecil dan kartu ATM kosong,” jelas Kompol Martuasah.

Kebetulan saat itu, Syafii yang tinggal di Jalan Antariksa Medan Polonia, masuk ke dalam gerai ATM untuk mengambil uang.

Karena kesulitan memasukkan dan mencabut kartu ATM nya, Siregar pura-pura datang dan membantu. Siregar mencoba mengeluarkan kartu ATM milik Syafii yang ‘lengket’.

Sebelum menukar kartu ATM milik Syafii, pelaku mengarahkan korban untuk menekan nomor pin nya. Seolah untuk melihat apakah  kartu ATM itu berfungsi atau tidak.

“Jadi sebelum ditukarnya kartu ATM tadi, pelaku sudah mengetahui nomor rekeningnya. Beruntung korban mengetahui kartu ATM nya ditukar. Saat itu korban berteriak minta tolong sambil mencoba memegang teman tersangka (Siregar),” terang Kapolsek.

Panik, Syafii didorong Siregar dan berusaha kabur. Selanjutnya, Siregar berlari ke arah mobil dan masuk ke dalam mobil kemudian melarikan diri.

Warga sekitar yang mendengar teriakan Syafii langsung mengejar kedua pelaku. Syafii juga ikut mengejar pelaku.

“Saat dikejar itulah pelaku tancap gas dan sempat menabrak sejumlah pengendara lain selama berusaha kabur. Tapi akhirnya di Jalan Abdullah Lubis, pelarian keduanya berakhir,” tutur Kompol Martuasah.

“Kedua pelaku masuk ke dalam rumah warga, saat itulah Lubis tertangkap sementara rekannya satu lagi kabur,” jelasnya.

Dari dalam mobil tersangka, polisi menyita sejumlah kartu ATM dari berbagai macam bank yang disimpan di dalam tas pelaku dan tiga kotak kecil tusuk gigi. Syafii juga berhasil mengamankan kartu ATM nya yang ditukar pelaku.

“Kini kita sudah berkoordinasi dengan polsek jajaran untuk menangkap rekan korban yang berhasil kabur,” pungkas Martuasah.(dvs/ala)

 

 

 

 

 

 

Performa PSDS Junior Belum Memuaskan

Foto: Batara/Sumut Pos Pemain PSDS Junior melakukan tekel kepada pemain Medan Estate di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.
Foto: Batara/Sumut Pos
Pemain PSDS Junior melakukan tekel kepada pemain Medan Estate di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Performa PSDS Junior yang dipersiapkan menghadapi Piala Soeratin belum memuaskan tim pelatih dan manajemen. Teranyar Traktor Kuning Muda menumbangkan PS Medan Estate dengan skor 2-1 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Sabtu (30/3).

Pada laga itu gol kemenangan PSDS Junior diciptakan Fauzand dan Dony Rivandi. Namun PSDS gagal cleansheet karena dibobol Umar Rahmad.

“Sebuah tim pasti mencari pemenang. Tetapi ini masih laga ujicoba, sehingga yang diperlukan kerjasama tim. Bukan bolanya mantul mantul tak karuan,”ucap pelatih PSDS Junior, Nasib Iwan dengan kada kesal.

Padahal, menurut pria yang mengajar di PPLP ini, bahwa menu latihan yang dibuatnya selalu mengutamakan kerjasama tim. Tetapi ujicoba kali ini, hasilnya kurang memuaskan meski menang dengan skor 2-1.

” Hasil ujicoba ini akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan agar kedepanya tim akan lebih solit,”terangnya.

Nasib Iwan mengakui mungkin tak berjalannya strategi yang sudah diintruksikan karena PSDS Jr menghadapi tim lawan yang berbeda usia.”Memang kita minta usia di atas remaja untuk menguji nyali. Tetapi itu bukan alasan, siapapun lawan strategi harus dijalakan. Dan kerjasama tim harus berjalan di lapangan,”terangnya.

Menurut manajer PSDS Junior, Juniman kemenangan yang didapat timnya tidak melalui strategi yang dilatihkan selama ini.”Tak ada indahknya, karena kerjasama tim tak terlihat. Permainan individu yang menonjol sehingga beberapa peluang gagal dihasilkan, itu bukan main bola namanya,”bilangnya.

Juniman sempat mencatat ada beberapa aksi individu yang menyebabkan organisasi lini tengah, dan depan tak berfungsi secara maksimal. Bahkan, menurutnya barisan depan tidak kompak.”Saya ini mantan pemain bola. Jadi mengerti bermain bola, bermain bola itu ada sebelah pemain. Disini kelihatan tak ada kerjasama tim,”ungkap eks pelatih Mercubuana itu. (btr/don)

Egy Akan Dipinjamkan ke Benfica

WARSAWA, SUMUTPOS.CO – Belum lagi merumput bersama Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri akan dipinjamkan ke klub lain. Egy kabarnya akan dipinjamkan ke klub langganan Liga Champions, Benfica.

Nantinya, Egy akan bermain untuk tim junior Benfica. Benfica sendiri bukan nama sembarangan di Portugal. Benfica merupakan salah satu tim raksasa dan langganan juara. Benfica juga merupakan salah satu tim Portugal yang pernah menjuarai Liga Champions, yakni pada 1960/1961 dan 1961/1962.

Media Portugal Record melaporkan, Egy akan dipinjam selama semusim. Menurut Record, Benfica memiliki opsi pembelian jika performa Egy mengilap. “Egy Maulana Vikri bakal membela Benfica pada musim depan dengan status pinjaman dari klub Polandia Lechia Gdansk. Pemain berusia 17 tahun itu akan bergabung dengan tim junior berstatus pinjaman dan ada opsi pembelian yang bisa diaktifkan musim berikutnya,” demikian tulis Record, Senin (2/4).

Lechia memang memiliki hubungan spesial dengan Benfica. Kedua klub itu beberapa kali bergantian membeli atau meminjamkan pemain.

Beberapa pemain yang pernah menyeberang adalah Mato Milos, Joao Nunes, Steven Vitoria, dan Romario Balde. (ies/jpc/jpnn/don)

Djanur Buru Striker Lokal

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (31/3).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (31/3).

SUMUTPOS.CO – Pelatih PSMS. Djadjang Nurdjaman mengakui timnya masih butuh penyerang. Namun Djanur tak mau muluk-muluk untuk mencari striker asing. Striker lokal menjadi opsi yang memungkinkan.

Dengan bursa transfer yang diperpanjang hingga akhir pekan ini, hal itu lebih memungkinkan daripada mencari pemain asing.

“Memang ada target menambah pemain lagi. Terutama untuk posisi striker lokal karena saat ini memang kami butuhkan. Tapi kami lihat dalam tiga hari batas waktu perekrutan pemain baru, mudah-mudahan kami mendapatkan pemain baru yang cocok untuk tim dan bisa segera bergabung dengan PSMS,” ujar Djanur, Senin (2/4).

Sejauh ini suara sumbang soal performa dua penyerang asing PSMS, Wilfried Yessoh dan Sadney Urikhob dimaklumi Djanur. Namun menurutnya tidak memungkinkan untuk mencari striker asing lagi dengan waktu yang singkat. Apalagi pemain asing baru justru butuh waktu beradaptasi lagi.

Djanur pun memastikan kedua pemain itu aman dalam tim. “Pendaftaran pemain di liga 1 singkat hanya sampai 5 April 2018 dan tidak sempat lagi merekrut pemain baru. Apalagi mereka belum lagi beradaptasi dengan pemain baru. Jadi tidak waktu lagi mencari pemain baru dan posisi Yessoh serta Sadney Urikhob masih saya pertahankan di PSMS,” ujarnya.

Menurut Djanur evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap Yessoh dan Sadney. Namun kepada seluruh tim. Tapi hanya untuk memperbaiki performa pemainnya. Bukan lantas melakukan pencoretan. ” Saya memang kecewa melihat penampilan Sadney dan Yessoh terutama saat melawan Bayangkara FC kemarin. Namun saya tekankan lagi, tidak ada pendepakan, karena masalah batas tenggat waktu yang mepet untuk mencari penggantinya.”

Menurut Djanur mencari pengganti dua pemain itu jelas tidak mudah. Apalagi menurutnya itu bisa menjadi bumerang bagi tim yang sedang membutuhkan kemenangan. “Saya tidak mau gegabah untuk mencari pengganti mereka, bisa berakibat fatal bagi PSMS nantinya, ” ujarnya.

Untuk striker lokal yang akan didatangkan Djanur masih dirahasiakan. Namun beredar nama eks striker PSMS, Ikfepua Osas Marvellous. Pemain yang akrab disapa Osas Saha ini pernah memperkuat PSMS di ISL 2011/2012.

Sementara itu Persija lawan yang akan dihadapi PSMS, Jumat (6/4) bakal menjalani jadwal padat, setelah menaklukkan Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/3) lalu.Selain PSMS mereka ditunggu, Johor Darul Takzim (10/4), dan empat hari berselang menjamu Borneo FC.

Mengetahui hal itu, pelatih Persija, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues, pun langsung menyiapkan beberapa alternatif komposisi pemain yang akan diturunkan dalam setiap laga itu. Dia pun mengindikasikan bakal menerapkan rotasi pemain.

“Kami harus lihat pemain. Yang penting, di tim kami punya 30 pemain. Pemain lain harus siap bantu tim. Ada yang capek atau cedera, kartu kuning. Yang lain harus siap seperti Rohit Chand melawan Arema, dia tidak bisa inti tapi ada Fitra Ridwan,” ucap pelatih yang akrab disapa Teco itu seperti dikutip laman resmi Persija.(don)

Nikita Mirzani Ditinggal Dipo?

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani

SUMUTPOS.CO – Setelah keluar dari peragaan busana oleh Anne Avantie, Nikita Mirzani yang saat itu sedang bersama kekasihnya, Dipo Latief berjalan ke arah pintu keluar. Mereka berdua pun langsung diserbu oleh puluhan awak media.

Nikita terlihat tersenyum simpul ketika dihampiri oleh awak media, sementara Dipo Latief terlihat kaku di depan kamera. Nikita pun terus digandeng oleh Dipo hingga akhirnya posisi kamera benar-benar mengepungnya.

Dipo pun akhirnya melepaskan genggamannya pada Nikita yang langsung dicecar banyak pertanyaan terkait kabar pernikahan. “Ih mau tahu aja,” kata Nikita Mirzani di Indonesia Fashion Week 2018, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/3) malam.

Kepada awak media, Nikita belum mau berterus terang mengenai kabar tersebut. Beberapa jawaban yang dilontarkannya terkesan mengambang. Seperti ketika ditanya masalah resepsi karena ia dikabarkan telah menikah.

“Mungkin saja (tinggal resepsi). Sayang help me!” teriak Nikita yang melihat Dipo Latief telah jauh meninggalkannya.

Sebagai pihak perempuan, Nikita menyerahkan rencana pernikahan kepada kekasihnya, termasuk dimana nantinya pesta tersebut bakal digelar. “Resepsi milihnya nggak tahu ya di mana, terserah aja, aku mah ngikut aja perempuan,” tutupnya.

Kabar lain yang tengah menyelimuti romantisme Nikita Mirzani dan Dipo Latief tersebut yaitu Keluarga besar Dipo Latief kabarnya tak terlalu senang dengan kehadiran Nikita Mirzani.

Isu tersebut lantas ditanggapi santai oleh Nikita Mirzani. Janda dua anak itu menganggap keputusan Dipo Latief tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pendapat keluarga besar.

“Menurut Niki, keluarganya setuju atau enggak, dia bukan anak kecil lagi dia sudah 45 tahun. Dia juga sudah pernah (berumahtangga), berkeluarga, pernah gagal. Jadi buat Niki itu, apapun permasalahannya, bukan buat dibesar-besarkan,” ujar Nikita Mirzani saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. (kpl/ram)

 

 

Christian Sugiono Main Film Hantu Demi Sabrina

SUMUTPOS.CO – Untuk pertama kalinya, pecinta film Indonesia bakal melihat Christian Sugiono dalam sebuah film horor. Aktor tampan itu dipastikan bakal bermain di film berjudul Sabrina.

Pria 37 tahun itu mengatakan bahwa dirinya menerima tawaran bermain di Sabrina karena menilai film ini punya cerita yang menarik dan berkualitas.

“Saya sebagai aktor ingin mencoba sesuatu hal yang baru. Sebelumnya, belum pernah yang menawari saya horor berkualitas, nggak banyak. Kemudian, saya dikasih script dan tertarik,” kata Christian Sugiono saat jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

Dalam film Sabrina, suami Titi Kamal ini berperan sebagai Aiden, suami baru Maira (Luna Maya) yang merupakan seorang pengusaha mainan.

“Jadi suatu ketika Aiden membuat boneka Sabrina versi baru untuk Maira karena boneka itu mainan kesukaan anak Maira yang telah meninggal. Namun, justru terjadi kejadian aneh,” jelasnya.

Bermain dalam film horor diakui Christian Sugiono memberi tantangan cukup berat. Sebab, dibutuhkan keseriusan dan beberapa scene yang menguji jalinya sebagai aktor.

“Syuting kemarin berbeda banget sama peran saya selama ini. Banyak adegan fisik dan action juga. Jadi, itu hal baru buat saya,” imbuhnya

Seperti diketahui, rumah produksi Hitmaker Studios resmi memperkenalkan film horor terbaru berjudul Sabrina. Menariknya, film ini merupakan spin-off dari The Doll 2 yang meraih sukses pada 2017 lalu.

Film Sabrina menceritakan tentang Maira yang hidup bahagia di pernikahan barunya dengan Aiden. Suaminya itu adalah pemilik perusahaan mainan yang sukses. Suatu ketika Aiden membuat boneka Sabrina versi baru untuk Maira karena boneka itu mainan kesukaan anak Maira yang telah meninggal. Namun karena suatu kejadian, keanehan dan teror diperlihatkan oleh boneka Sabrina tersebut.

Film besutan Rocky Soraya ini bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 Juli 2018 mendatang. (ded/JPC/ram)

 

 

Syahrini Saltum di Persidangan

Syahrini saat menjadi saksi di sidang kasus First Travel di Pengadilan Depok, Jawa Barat.

SUMUTPOS.CO – Tingkah Syahrini rupanya tak hanya nyeleneh di media sosial saja. Saat menjadi sidang kasus First Travel di Pengadilan Depok, Jawa Barat, Syahrini juga berulah. Ulah Syahrini kali ini tidak negatif, namun tetap saja membuat yang melihat geleng-geleng.

Pasalnya, di tengah persidangan, mantan pasangan duet Anang Hermansyah itu meminta izin untuk membuka jaket.

“Pak hakim saya kepanasan boleh buka jaket enggak, pak?” kata Syahrini spontan, Senin (2/4).

“Apakah pakaiannya sopan?” tanya Hakim menjawab permintaan Syahrini.

“Sopan kok pak,” jawab Syahrini yang memakai baju hitam.

Hakim pun akhirnya mempersilakan Syahrini membuka jaketnya.

“Apabila sopan silakan,” jelas Hakim.

Tampaknya Syahrini salah memakai pakaian saat sidang. Di saat cuaca yang belakangan sedang panas, dia malah memakai jaket tebal.

Seperti biasa, pelantun Sesuatu itu juga tampil mewah dengan celana kulit, kacamata merek Gucci dan bandana hitam.

Sayang, busana mahal yang dikenakannya itu malah membuat Syahrini tak nyaman.

Syahrini rupanya kepanasan memakai jaket sport keluaran Adidas x Run Trail Jacket in Legend Blue.

Seperti yang dilihat dalam akun Instagram fashion Syahrini, harga jaket tersebut disebutkan Rp 3.337.000.

Bukan cuma jaket pelantun Sesuatu itu yang menjadi sorotan. Kacamata bling-bling yang dikenakannya pun harganya bikin melongo.

Dilihat dari situs resmi Gucci, kacamata tersebut seharga $1,380 atau senilai kurang lebih Rp 18.980.520. (mg7/jpnn/ram)

 

 

Kejatisu Tunggu BPKP

Lokasi Taman Rajabatu di Kabupaten Madina.
Lokasi Taman Rajabatu di Kabupaten Madina.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengaku masih menuggu hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan juga Taman Rajabatu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu dikatakan Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Sabtu (31/3).

“Kita mau cari bukti kerugian negara. Namanya korupsi, kerugian negara harus ada, ” ujarnya.

Diakui Sumanggar pihaknya sudah mengundang BPKP. Namun, hasil dari audit investigasi belum disampaikan pada pihaknya. Disinggung berapa lama hasil audit itu akan keluar, Sumanggar mengaku tidak tahu. Disebutnya, BPKP mengaudit keuangan seluruh instansi pemerintah. Oleh karena itu dikatakan Sumanggar tidak dapat memastikannya. “Kerja mereka juga banyak sekali. Tidak hanya dari permintaan kita,” tambahnya.

Diakuinya pihaknya bukan ahli dalam menghitung kerugian negara. Hanya saja kerugian negara berdasar perhitungan sementara, Sumanggar mengakui ada.

Sebelumnya, Kejati Sumut memberikan atensi khusus pada proses hukum kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Rajabatu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dengan ini, pengusutan kasus itu dilakukan secara optimal oleh tim penyidik Kejati Sumut.

“Kita terima pengaduan kasus ini awal tahun 2018 ini. Dan ini kasus yang besar. Jadi kita prioritaskan untuk menuntaskannya, makanya penyidik sudah naikan status menjadi penyelidikan dari fullbaket. Dan kita sudah gelar ekspos internal,” ungkap Sumanggar Siagian.

Sumanggar menjelaskan Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut saat ini sudah mendapatkan bukti yang mengarah untuk menaikan status tersebut. Sehingga penyidik kejar target untuk mengutamakan penyelidikan kasus ini.

Diketahui, Penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat tinggi di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Madina seperti Sekda Madina M Syafii, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU Kabupaten Madina, Syahruddin. Seluruh pejabat di Pemkab Madina masih sebatas sebagai saksi.

Kemudian, pihak rekanan juga sudah dimintai keterangannya. Seluruh pihak dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sementara itu, pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Rajabatu menghabiskan dana sebesar Rp20 miliar itu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015.

Untuk diketahui, bangunan Tapian Siri-siri Syariah terletak di pinggiran Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Rajabatu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina.(ain/azw)