Home Blog Page 6471

Ibu Anak Nyaris Terpanggang

Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos KEBAKARAN: Si Jago merah sedang melalap empat unit rumah yang berada di Gang Rejeki Jalan WR Supratman Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur.
Foto: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
KEBAKARAN: Si Jago merah sedang melalap empat unit rumah yang berada di Gang Rejeki Jalan WR Supratman Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak empat unit rumah permanen milik warga yang berada di Gang Rejeki  Jalan WR Supratman Lingkungan XII Kelurahan Lestari, Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan habis dilalap si Jago Merah, Senin (2/4) Pukul 2.00 WIB. Beruntung kekabaran yang terjadi kepada empat unit rumah permanen tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, seorang ibu dan anaknya nyaris terpanggang. Beruntung keduanya selamat karena bersembunyi dalam WC selama dua jam.

Informasi dihimpun wartawan, api berhasil dipadamkam dua jam kemudian. Namun dari empat rumah yang sudah hampir rata dengan tanah tersebut, warga tidak melihat Oppung (nenek, red) Simbolon yang sudah berusia 80 tahun dan anaknya, Rosa. Rosa sendiri mengalami keterbelakangan mental.

Oppung Boru Simbolon sempat berlari keluar dari rumah. Namun kembali masuk untuk menyelamatkan harta benda mereka. Melihat keduanya tak keluar-keluar, warga mengira keduanya terbakar dalam rumah.

Keajaiban terjadi. Saat petugas pemadam kebakaran masih menyemprot sisa puing bangunan yang sudah berubah bentuk menjadi arang itu, dari dalam WC berukuran 1 x 1 meter itu, terdengar teriakan keduanya hingga akhirnya mereka ditolong warga.

“Seperti mereka berdua itu mendapatkan mukjizat. Dia sama anaknya bisa selamat. Mereka berpelukan dalam WC. Kurasa adalah dua jam lamanya orang itu bertahan dalam WC,” kata Boru Sirait, tetangga korban kepada wartawan.

Dilanjutkannya, bahwa mendengar jeritan Boru Simbolon dari WC yang memang letaknya berjarak sekitar dua meter dari rumah mereka, petugas bersama warga langsung mendekati asal suara dan mendapati keduanya dalam keadaan lemas. Selama ini, kata warga, Boru Simbolon tinggal berdua bersama anaknya itu.

Amien Rais: Hentikan Polemik di Deliserdang

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kabupaten Deliserdang ke kantor DPW PAN Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan berakhir ricuh, Senin (26/3) sore.
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kabupaten Deliserdang unjuk rasa ke kantor DPW PAN Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, berharap agar penonaktifan Ketua DPD PAN Deliserdang Darbani Dalimunthe, yang memicu kericuhan di DPW PAN Sumut, segera dihentikan.

Hal itu ia sampaikan di hadapan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut Prof Hasyimsyah Nasution, didampingi Sekretaris Irwansyah, Wakil Ketua Prof Ibrahim Gultom, Ibrahim Sakty Batubara, dan Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap.

Amien Rais mengingatkan, konflik dan kericuhan internal terbukti berakibat fatal bagi sebuah partai politik. Di sejumlah daerah, lanjutnya, konflik internal membuat suara PAN tergerus saat Pemilu.

“Jika PAN ke depan tetap eksis sebagai pilihan rakyat, maka PAN harus cerdas menjalin hubungan baik dengan semua elemen masyarakat, terutama warga Muhammadiyah di setiap daerah,” tutur Ibrahim Gultom, menyampaikan pernyataan Amin Rais menyikapi polemik penonaktifan Darbani Dalimunthe, Senin (2/4).

Sementara Deklarator dan seorang pendiri PAN di Sumut, Ibrahim Sakty Batubara berkeyakinan, proses Plt Ketua PAN Deliserdang segera dihentikan. “Saya mengenal Pak Yahdi sejak beliau jadi Ketua PAN Kabupaten Asahan. Ketika saya menjabat Ketua DPW PAN Sumut, Pak Yahdi adalah Ketua DPD PAN Asahan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, hubungan Yahdi dengan Muhammadiyah di Asahan cukup baik, apalagi Yahdi adalah anggota Muhammadiyah. Terlebih lagi anggota Muhammadiyah biasanya memegang prinsip sami’na wa atho’na. “Kalau pimpinan perserikatan, apalagi sekelas Amien Rais, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Ketua PWM Sumut, secara kolektif yang meminta hal itu dihentikan, saya yakin Pak Yahdi akan menghormati itu,” katanya.

Di tempat terpisah, H Azwir Syofyan, mantan Sekretaris PAN Sumut, mengatakan, ia juga mengenal baik sosok Yahdi. “Saya percaya, ia akan mendengar nasehat Pak Amien dan PWM. Kalau ia membangkang, bisa kualat, dan anak-anak muda Muhammadiyah bisa marah, karena merasa pucuk pimpinan mereka di daerah ini dilecehkan,” tegasnya. (prn/saz)

Karo Ditetapkan Berdiri pada 8 Maret 1946

Bupati Karo Terkelin Brahmana diabadikan bersama istri dengan menggunakan pakaian adat Karo, Senin (2/4).
Bupati Karo Terkelin Brahmana diabadikan bersama istri dengan menggunakan pakaian adat Karo, Senin (2/4).

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Setelah melalui perjuangan panjang, hari jadi Kabupaten Karo akhirnya diputuskan pada 8 Maret 1946. Dengan demikian, pada 2018 ini, Bumi Turang sudah genap berusia 72 tahun.

Untuk memastikan tanggal hari jadi ini, melalui sebuah riset pustaka, pendapat para tokoh, analisa sejarah, dan sebagainya. Melalui data itu, lalu didiskusikan dengan para akademisi, tokoh adat Karo, tokoh agama, dan stakeholder, yakni jajaran Pemkab Karo. Lewat sejumlah pertemuan tokoh-tokoh Karo, akhirnya diputuskan pada Sidang Paripurna DPRD Karo, tertanggal 7 Maret 2018, maka disetujui, hari terbentuknya Kabupaten Karo pada 8 Maret 1946 silam.

Atas dasar itu, maka perayaan HUT Karo ditetapkan pada 8 Maret 2018. Namun, karena waktu yang sangat singkat dengan perayaan HUT, maka Pemkab Karo mengambil keputusan, perayaaan secara besar-besaran dilaksanakan pada 6-7 April 2018, atau tertunda sekitar sebulan lebih dari tanggal hari jadi yang disepekati, yakni 8 Maret.

Perayaan hari jadi Kabupaten Karo yang pertama ini, akan dilaksanakan pada 6-7 April 2018 di Road Stage, depan Rumah Dinas Bupati Karo, tepatnya di Jalan Veteran, Kabanjahe. Di depan rumah dinas itu, akan disulap menjadi lokasi pameran kuliner Karo, pameran dunia usaha dan industri.

Golkar Cermati Indikasi Campur Tangan Kekuasaan

Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.
Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) memiliki peluang sangat besar mendulang banyak suara di Pilgubsu 2018. Oleh karenanya Tim Pemenangan Eramas diingatkan untuk mencermati adanya indikasi keterlibatan tangan-tangan kekuasaan dari kompetitor, baik itu dari oknum aparat birokrasi maupun penegak hukum.

“Kita meminta agar para penyelenggara pemilu, baik Bawaslu, dan KPU bersama jajarannya sampai ke tingkat desa/kelurahan, dapat ikut membantu menjaga agar Pilgubsu kali ini benar-benar fair, objektif, jujur, adil, dan bersih,” kata Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia kepada wartawan, Senin (2/4).

Menurut Doli, dari pantauannya selama empat hari di Sumut, Insya Allah peluang Edy-Ijeck sebagai paslon nomor urut satu hingga saat ini sangat besar untuk memenangkan Pilgubsu pada 27 Juni mendatang.

Katanya, antusiasme dan semangat masyarakat untuk memberikan dukungan terus mengalir. Begitu juga optimisme dari tim pemenangan pun kian meningkat. “Memang masih perlu ada beberapa penguatan dalam hal koordinasi antarseluruh elemen pendukung. Sinergi antara sesama partai politik, tim relawan, dan simpul-simpul masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujar Doli.

Ia juga menegaskan pihaknya terus akan membangun jaringan bersama masyarakat agar nantinya tidak ada anggota masyarakat yang hadir dan memilih di TPS karena terintimidasi, terancam atau tertekan. “Biarkanlah rakyat memilih yang terbaik berdasarkan hati nurani dan rasionalitasnya,” katanya.

Kesempatan itu dirinya turut mengingatkan kepada seluruh jajaran pimpinan dan kader Partai Golkar di Sumut agar dapat lebih memaksimalkan kinerja memenangkan Eramas. “Jangan sampai ada kader yang mengangkangi instruksi partai,” pungkasnya. (prn/azw)

 

KPU Akui Banyak Sengkarut

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS UNDANG: KPU Sumut mengundang sejumlah skateholder membahas soal sinergitas data pemilih, di aula KPU Sumut Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (2/4) sore.
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
UNDANG: KPU Sumut mengundang sejumlah skateholder membahas soal sinergitas data pemilih, di aula KPU Sumut Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (2/4) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut mengaku masih banyak sengkarut terkait data pemilih Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Atas dasar itu pihaknya mengundang segenap stakeholder dalam rapat koordinasi data pemilih terintegrasi untuk Pilgubsu di aula kantor KPU Sumut Jalan Peristis Kemerdekaan Medan, Senin (2/4). Dalam pertemuan ini hadir perwakilan Kanwil Kemenkum HAM, Bawaslu Sumut, Dinas Disdukcapil, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Kodam I/BB, Polda Sumut, Lantamal I Belawan, Kosek Hanudnas dan Lanud Medan.

Dalam rakor juga dibahas penanganan pemilih di daerah bencana dalam hal ini masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo. Serta mengenai calon pemilih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Sumut.

Komisioner KPU Sumut Nazir Salim Manik dan Iskandar Zulkarnain dalam rakor itu menyampaikan, berdasarkan data yang diserahkan Kanwil Kemenkumham, ada 25.048 warga binaan yang menghuni lapas dan rutan di Sumut.

KPU belum bisa menetapkan mereka sebagai pemilih karena Disdukcapil belum memberi kepastian apakah benar mereka  penduduk Sumut dan telah merekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). “Kalau memang nantinya mereka bukan penduduk Sumut, maka KPU tidak akan memasukkan mereka sebagai pemilih,” ujar Nazir.

Ia mengakui bahwa pihaknya telah menurunkan data tersebut ke KPU kabupaten/kota untuk dikoordinasikan dengan Disdukcapil setempat agar segera mendapat kepastian. Bahkan atas persoalan pemilih di lapas dan rutan menjadi atensi khusus KPU. KPU tidak mau sengkarut pemilih di sana justru dimanfaatkan untuk kecurangan.

“Pemilih yang jelas adalah penduduk Sumut dan telah merekam e-KTP dan mengantongi nomor induk kependudukan (NIK), maka akan dimasukkan dalam daftar calon pemilih dan diurus surat pindah memilihnya (A5). Dan tanggal 11 nanti kita undang KPU kabupaten/kota kalau sudah clear data itu,” ungkapnya.

Selain Kemenkumham, ujar Nazir, mereka juga telah meminta data ke Disnaker Sumut untuk mendapatkan data tenaga kerja Indonesia (TKI) yang masih berada diluar negeri saat pemungutan suara. Namun, Disnaker menurut Nazir menyarankan KPU berkoordinasi dengan BP3TKI karena mereka tidak memiliki data itu. Begitu juga dengan lembaga-lembaga pendidikan TNI/Polri. Hanya saja, KPU saat ini masih menunggu konfirmasi dari Panglima TNI dan Kapolri terkait status para siswa tersebut apakah sudah berstatus TNI/Polri atau belum.

“Berapa jumlah mereka dan dimana saja alamatnya. Jadi dihapus saja jangan membebani daftar pemilih kita. Pilkada 2018 ini kita bertekad masalah teman-teman di Rindam dan Sampali sudah tidak ada lagi,” jelasnya yang menambahkan telah meminta data pemilih yang berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya di Sumut.

Sihar Ingin Ikan Rebus go Internasional

Foto: Iqbal/Sumut Pos Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berbincang dengan pengusaha keramba ikan di desa Hajoran, Kec. Pandan, Kab. Tapteng, Rabu (28/3/18)
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berbincang dengan pengusaha keramba ikan di desa Hajoran, Kec. Pandan, Kab. Tapteng, Rabu (28/3/18)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus mendorong nelayan dan pengrajin ikan teri rebus dan ikan asin khas Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk go international. Ini dikatakannya saat melihat nelayan dan pengrajin ikan di dua daerah tersebut pekan lalu.

Dirinya mengakui, tidak mudah untuk menembus pasar luar negeri. Karena semua standarisasi harus terpenuhi, dimulai dari proses administrasi, legalitas eksportir, persiapan produk dan operasional. Namun Sihar melihat kemauan yang kuat dari nelayan dan pengrajin ikan teri rebus dan ikan asin di Desa Hajoran Kecamatan Pandan, Tapteng untuk berubah dan meningkatkan taraf hidup mereka. “Siap tidak siap kita harus melewati proses itu semua. Dan untuk proses tersebut memanglah tidak mudah,” kata Sihar.

Fase terpenting untuk menembus pasar internasional kata Sihar, adalah kualitas ikan teri rebus itu, yakni harus benar-benar melewati proses uji yang ketat. “Uji kualitas barang yang diekspor juga harus terpenuhi. Untuk produk makanan, harus mempersiapkan segalanya. Mulai dari proses penangkapan, proses penjemuran, perebusan, hingga proses pengemasannya,” jelas Sihar.

Mantan Exco PSSI itu pun terus mendorong para nelayan dan pengrajin ikan teri dan ikan asin untuk terus mempertahankan oleh-oleh khas Sumut ini.

Soal keluhan dan harapan nelayan dan pengrajin tersebut pun, masuk dalam program yang telah dipersiapkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu.

Dengan tagline ‘Semua Urusan Mudah dan Transparan’ menjadikan proses yang harus dijalani seluruh aspek menjadi terpusat. “Memang, pelatihan dan pembinaan dari instansi terkait tetap diperlukan. Pelatihan dan pembinaan ini yang membuat nelayan dan pengrajin tahu bagaimana menghadapi persaingan global dan persiapkan diri agar bisa go international,” pungkasnya.

Dorongan Sihar tersebut pun diamini para nelayan dan pengrajin ikan teri rebus. Salah seorang nelayan dan pengrajin ikan teri rebus, Hasugian mengaku, hal tersebut sudah lama diinginkan mereka. Namun, minimnya perhatian dari pemerintah membuat mereka tidak tahu proses dan akses apa yang harus dilalui untuk go international. “Kami sangat ingin produk kami ini, ikan teri rebus ini menembus pasar internasional. Kami siap mengikuti seluruh prosesnya. Tapi kami tidak tahu dan tidak pernah mendapat pelatihan dari pemerintah,” ujarnya.

Hasugian mengakui, padahal ikan teri rebus ini sudah dikenal di berbagai daerah. Medan, Pematangsiantar dan sekitarnya, bahkan Jakarta sudah menjadi tujuan pengiriman ikan teri rebus ini. Hal ini pula yang menjadi primadona warga Sibolga dan Tapteng dalam menggerakkan roda perekonomian.

Memang, tambah Hasugian, ada pengrajin yang sudah mengirimkan ikan teri rebus dan ikan asin ke luar negeri, yakni Hongkong. Namun, masih dalam jumlah sedikit. “Kami inginkan pelatihan, bagaimana agar produk kami ini bisa diekspor. Kami siap produk kami ini diuji. Kami siap ikuti seluruh prosesnya dan biaya untuk proses itu,” pungkasnya. (bal/azw)

Ijeck Disambut Histeris Ibu Pengajian

Cawagubsu Musa Rajekshah diapit ibu-ibu saat berfoto bersama di Percut Seituan.
Cawagubsu Musa Rajekshah diapit ibu-ibu saat berfoto bersama di Percut Seituan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Saat didaulat memberikan kata sambutan, calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Musa Rajekshah disambut teriakan histeris dari ratusan ibu-ibu pengajian tabligh akbar Kartini Eramas bersama 18 pengajian Al-Hidayah di Desa cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Selasa (27/3).

Teriakan histeris ini terus berlanjut ketika pria yang akrab disapa Ijeck itu berdiri di atas podium.

Di bawah podium itu, ratusan ibu pengajian masih saja mengelu-elukan Ijeck dan meneriakkan satu sembari mengangkat jari telunjuk ke atas. Sembari bercanda, di atas podium Cawagubsu tersebut berkelakar. “Kalau terus-terusan begini, kapan saya pidato bu,” bilang Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, dengan tersenyum.

Di hadapan ibu-ibu pengajian, Ijeck yang juga didampingi isteri, Ny Ayu Mihari, sangat bersyukur bisa bertemu dengan dan bersilaturahim di tabligh akbar tersebut.

“Saya bersama istri baru saja pulang umroh. Umroh kemarin kita tidak sangka bisa ketemu dengan jamaah asal Sumut. Jamaah di sana mengatakan kepada saya, Pak kami mendoakan agar bapak bersama Pak Edy bisa memimpin Sumatera Utara. Saya bersyukur kepada Allah. Artinya, (ungkapan itu merupakan doa) karena kita merasa saudara dan ingin Sumut menjadi baik dan lebih bermartabat ke depan. Insya Allah,” sebut Ijeck.

Di hadapan ibu-ibu pengajian dan masyarakat yang hadir di tabligh akbar itu, Ijeck memohon doa dan dukungan agar berhasil meraih cita-cita menjadi pemimpin di Sumatera Utara periode 2018-2023.

“Pada pemilihan 27 Juni agar ibu-ibu dan seluruh masyarakat di sini bisa datang ke TPS dan memilih. Kami mencalonkan ini iingin daerah kita ini lebih baik, ekonomi masyarakat harus lebih baik, pendidikan anak kita juga harus lebih baik ke depan, anak kita punya masa depan yang baik dan guru bisa lebih sejahtera,” harapnya.

Cupang di Leher Suami Bikin Istri Tak Tahan Lagi

SUMUTPOS.CO – Sephia benar-benar tipe istri berhati baja. Bagaimana tidak, dia tetap setia meski sering mendengar suaminya, Tongat, memiliki wanita idaman lain.

Namun, kesabaran memang ada habisnya. Sephia lama-lama tidak tahan juga dengan sikap Tongat. Apalagi, dia sudah memiliki bukti perselingkuhan yang dilakukan suaminya.

Sephia melihat ada bekas cupang di leher Tongat. Dia akhirnya mengajukan gugatan cerai. “Siapa yang nggak sakit hati sampai di cupang segala. Hati saya jelas luka,” ujar Sephia.

Dia mengatakan, Tongat sudah menyembunyikan belang selama tiga tahun terakhir. Entah apa yang memotivasi suaminya mencari selingan lain.

Padahal, menurut Sephia, dirinya sudah memberikan yang terbaik untuk suaminya.

“Saya kerja, ngurus rumah, ngurus anak tanpa bantuan suami. Namun, jerih payah saya ternyata nggak dihargai sama suami,” ujar Sephia.

Sephia juga merasa sikap Tongat makin cuek. Sang suami lebih senang melihat handphone ketimbang mengobrol dengan Sephia. “Pernah saya cek, eh, ada chatting sama perempuan lain. Sejak itu saya merasa bahwa suami saya mulai selingkuh,” ujar Sephia.

Bahkan, Sephia pernah beberapa kali melabrak perempuan-perempuan yang chat dengan Tongat.

“Sebenarnya mereka rata-rata tahu kalau Tongat sudah punya istri. Katanya ada yang bilang cuma teman. Ada yang bilang sudah pacaran. Saya benar-benar capek dengan kelakuan Tongat,” ujarnya.

Namun, peristiwa terakhir yang benar-benar membuat Sephia kecewa. Sebab, Donwori memang sangat dekat dengan satu perempuan. “Terakhir, ya, saya lihat ada cupang itu. Saya udah mikirnya pasti udah jauh hubungannya,” kata Sephia. (jpnn)

Rahma Azhari Ngaku Pernah Disantet

SUMUTPOS.CO – Aktris dan model seksi Rahma Azhari sudah lama menarik diri dari dunia hiburan tanah air. Selama meninggalkan dunia hiburan, Rahma Azhari mengaku pernah mengalami hal buruk.

Rahma Azhari mengungkapkan pernah disantet oleh orang yang tidak menyukainya.

“Boleh percaya atau enggak. Aku merasa dalam kondisi sehat namun tiba-tiba aku merasa pusing, badan drop dan itu berulang-ulang sehari bisa 3-4 kali selama empat hari,” kata Rahma saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Pas dikasih tahu kalau ada yang enggak suka sama aku, ya aku mikirnya becanda. Waktu itu aku lagi di Los Angles sama anakku. Pelakunya dari sana,” sambungnya.

Ketika tiba di Indonesia, wanita kelahiran Jakarta, 36 tahun lalu itu kembali mengalami kejadian serupa.

Tak ingin terus-terusan mengalami kejadian serupa, adik Ayu Azhari itu pun memutuskan berobat ke orang pintar.

Jadi dibantu sama sopirku dulu dibawa ke saudaranya. Pas di sana disuruh pilih telur gitu aku becandain juga. Pas dibuka isinya paku kawat aku bilang, ah sulap, nih bercanda,” pungkasnya. (jpg)

Djanur Evaluasi Duo Asing

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Wilfried Yessoh salah satu pemain asing PSMS yang diturunkan saat menelan kekalahan di Bahayangkara FC.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Wilfried Yessoh salah satu pemain asing PSMS yang diturunkan saat menelan kekalahan di Bahayangkara FC.

SUMUTPOS.CO – Kekalahan beruntun PSMS di dua laga awal Liga 1 membuat pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman melakukan evaluasi kepada skuadnya. Dua legiun asing, Wilfried Yessoh dan Sadney Urikhob menjadi sorotan.

Teranyar PSMS tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC di Stadion Teladan, Sabtu (31/3). Gol-gol dari Herman Dzumafo dan Nikola Komazec hanya bisa dibalas satu gol lewat pemain pengganti Suhandi.

Menurut Djanur, banyak peluang yang tak mampu dimanfaatkan lini depannya, kendati mereka menguasai jalannya laga sejak babak pertama dimulai. “Saya sangat tidak puas dengan dua pemain asing kita (Yessoh dan Sadney) di laga semalam. Ini akan segera kita evaluasi,” kata Djanur.

Salah satu yang membuat Djanur kesal adalah tindakan Yessoh yang menjadi algojo penalti. Padahal pada latihan, legiun asing lainnya, Dilshod Sharofetdinov yang diinstruksikan untuk mengambil penalti. Semakin kecewa lagi karena penalti Yessoh justru tidak masuk karena tendangannya melenceng.

Disinggung mengenai rencana mendatangkan pemain asing baru mengingat adanya perpanjangan jadwal bursa transfer, Djanur tak menampiknya. “Nanti kita pikirkan lagi. Kalau masih sempat, dan ada pemain yang lebih baik bisa saja kita ganti,” tegas Djanur.

Sebagaimana disebutkan, PT LIB selaku operator Liga 1 memperpanjang jadwal bursa transfer pemain hingga 5 April dari jadwal semula yakni 29 Maret. Perpanjangan itu dilakukan sejalan dengan mundurnya jadwal kick off Liga 1 musim ini.

Kalah pada laga kemarin, Djanur juga langsung menggelar latihan pada Minggu (1/4). Padahal biasanya pasca laga diberikan satu hari libur.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itupun tak lupa mengucapkan permohonan maaf. “Untuk itu mohon maaf untuk suporter yang sudah datang langsung ke stadion, tapi kami belum memberikan hasil maksimal untuk kalian semua,” ungkapnya

Djanur pun mengakui timnya masih membuat kesalahan pada laga tersebut. Dampaknya berujung pada dua gol yang tercipta ke gawang Abdul Rohim, kiper PSMS. “Gol pertama kesalahan kami sendiri. Amarzukih salah di tengah jadi bola counter. Gol kedua, kami benar-tidak fokus,” pungkasnya. (don)