Home Blog Page 750

Prabowo-Gibran Unggul Sementara di Sumut, Ade Jona Minta Kawal hingga Tuntas

Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul sementara di Sumatera Utara (Sumut). Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumut, Ade Jona Prasetyo mengaku bersyukur dengan perolehan suara tersebut.

Namun, Jona mengimbau semua tim dan relawan serta masyarakat yang memberikan dukungan tetap menunggu hasil akhir dari KPU.

Selain itu, Jona juga meminta agar terus mengawal proses perhitungan suara hingga tuntas.

“Kita bersyukur dan saya himbau tetap menunggu hasil akhir dari KPU,” kata Jona, Kamis (15/4) malam.

Ade Jona juga berharap, agar persatuan dapat kembali dirajut usai Pilpres 2024.

Dilihat di situs pemilu2024.kpu.go.id, Kamis (15/2), data per pukul 20.00 WIB, jumlah suara yang masuk 17.978 dari 45875 TPS atau 39,19 persen.

Berikut hasil yang disusun berdasarkan nomor urut capres-cawapres;

– Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar: 28,91 persen (374.871 suara).

– Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka: 58,43 persen (757.586 suara).

– Ganjar Pranowo dan Mahfud MD: 12,66 persen (164.157 suara).

Diketahui, hasil yang ditampilkan KPU ini merupakan hitungan langsung atau real count, namun bukan hasil akhir Pemilu 2024. Pasalnya, proses penghitungan masih berlangsung sampai saat ini. (dwi/ram)

QNET dan AP2LI Lakukan Pertemuan dengan Kemendag, Tingkatkan Industri Penjualan Langsung di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – QNET, perusahaan penjualan langsung yang sudah berdiri lebih dari 25 tahun menunjukan konsistensi bisnisnya mengembangkan bisnis direct selling di Indoenesia. Oleh karena itu, QNET tidak bisa lepas dari perkembangan bisnis yang lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai MLM atau Multi Level Marketing. Industri penjualan langsung tentu saja harus berpatokan kepada regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan sebagai regulator untuk menciptakan bisnis yang sehat, melindungi hak – hak konsumen dan tentunya untuk memajukan perekonomian masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, QNET dan AP2LI (Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia) ingin terus konsisten dalam memperkuat industri direct selling di Indonesia di tengah gencarnya bisnis ecommerce seiring semakin canggihnya teknologi. Salah satu komitmennya ditunjukan dengan melakukan pertemuan dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Drs. Isy Karim, M.Si. untuk menjelaskan tentang peluang dan komitmen untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan ekonomi Masyarakat melalui bisnis penjualan langsung.
“Kemendag mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang konsusif guna mendorong peningkatan investasi di sektor perdagangan. Salah satunya adalah Kemendag mengatur penyelanggaraan kegiatan usaha perdagangan yang menggunakan system penjualan langsung. Kemendag adalah pemegang kuasa yang memberikan ijin perusahan penjualan langsung untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia. Tanpa ijin Kemendag, mustahil perusahaan itu bisa menjual produk-produknya melalui sistem MLM. QNET sudah hadir di Indonesia selama 25 tahun dan terus berkomitmen dalam memajukan industri penjualan langsung dengan mematuhi semua regulasi yang berlaku,” ujar Ganang Rindarko, General Manager QNET Indonesia di kantor Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, beberapa hari lalu.

Ganang Rindarko menambahkan bahwa QNET sangat mendukung Kemendag dan AP2LI sebagai wadah perusahaan penjualan langsung untuk meningkatkan perkembangan bisnis direct selling baik dari segi produk maupun dari segi jumlah perusahaan. Semakin banyak yang terlibat, maka industri penjualan langsung akan dikenal sebagai industri yang menjanjikan untuk kemajuan ekonomi sekaligus menghapus pemahaman bahwa direct selling adalah bisnis yang kurang menjanjikan dan money game.

Dalam kesempatan yang sama, Andrew Susanto, Ketua Umum AP2LI menyampaikan bahwa perkembangan direct selling di Indonesia cukup pesat tetapi masih apabila dibandingkan dengan negara tetangga, terutama Malasyia, kita masih tertinggal. Perlu upaya dari elemen pemerintah, asosiasi dan perusahaan untuk lebih menggencarkan bisnis direct selling yang sudah terbukti mampu mengegrakan roda ekonomi. Selain itu, perusahaan penjualan langsung harus responsive terhadap perkembangan teknologi karena tidak ada yang bisa membendung perkembanga teknologi. Yang bisa kita lakukan adalah secepat mungkin kita harus memanfaatkan teknologi itu. Siapa yang cepat beradaptasi dengan teknologi, dialah yang akan menjadi pemenang. Dan itu berlaku di bisnis penjualan langsung.(rel/sih)

Pasca Pemilu 2024, AMM Sumut Minta Jaga Kondusif dan Tunggu Hasil KPU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumatera Utara, yang terdiri dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumut, Pimpinan Wilayah Nasiyatul Aisyiyah (PWNA) Sumut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut, dan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumut, menyampaikan pernyataan sikap terkait pemilu 2024, Jumat (16/2/2024).

Mereka mengapresiasi masyarakat Sumatera Utara yang telah menggunakan hak pilihnya dengan tanggung jawab, serta menyampaikan penghargaan kepada KPU dan seluruh pihak yang telah berusaha keras menjaga kelancaran proses demokrasi.

Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Utara juga mengimbau agar semua pihak tetap menjaga situasi kondusif, menjauhi konflik, dan bersabar menunggu hasil resmi dari KPU.

Di tengah proses pemilu yang sedang berlangsung, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut, M. Syarif Lubis, menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kedamaian.

“Klaim kemenangan sebelum hasil resmi diumumkan oleh KPU juga bisa memicu kegaduhan dan bahaya bagi masyarakat,” ucap Syarif dalam konfrensi pers yang bertajuk Tasyakuran Demokrasi dari Sumatera Utara untuk Indonesia di Kantor PW Muhammadiyah Sumut itu.

Angkatan Muda Muhammadiyah Sumut lanjut Syarif juga meminta semua pihak terutama partai politik dan calon presiden, serta pendukungnya untuk tetap bersabar dan menghormati hasil pemilu yang akan diumumkan secara resmi oleh KPU.

“Kalau pun ada hal-hal yang dianggap ada kejanggalan, ada hal-hal yang mungkin tidak sesuai yang kita harapkan, itu kita dorong untuk, silakanlah itu ditempuh lewat jalur hukum. Artinya tidak ada upaya-upaya yang melakukan misalnya pengarahan masa, sehingga mengakibatkan kegaduhan-kegaduhan,” ujar Syarif.

Selain itu, Ketua DPD IMM Sumut, M. Syarifuddin Bone menegaskan bahwa Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Utara telah membentuk crisis center untuk menangani laporan kejanggalan dalam pemilu.

“Crisis centre ini sudah dibentuk jauh sebelum tanggal 14 Februari (hari pemungutan suara). Sejauh ini kami telah menerima sejumlah laporan masyarakat,” terang Syarifuddin.

Dalam hal mendidik generasi muda, Ketua IPM Sumut, Dinda Puspita menjelaskan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman tentang politik dan demokrasi di kalangan anggotanya.

“Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Utara berharap agar proses pemilu berjalan lancar, damai, dan demokratis, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga persatuan dan keamanan negara Indonesia,” pungkas Dinda. (ila)

Kolaborasi FAI UMSU – Fatoni University Thailand Selanggarakan Internasional Conference

Foto bersama usai kegiatan Seminar Internasional Studi Islam (INSIS) 2024.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya memajukan studi dan penelitian Islam di era digital, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) bekerja sama dengan Fatoni University, Thailand, telah sukses menggelar Seminar Internasional Studi Islam (INSIS) 2024 pada tanggal 9-10 Februari 2024.

Event yang digelar secara hibrida ini berhasil mengumpulkan sekitar 311 presenter dari berbagai belahan dunia, dengan 255 orang berpartisipasi secara online dan 56 orang hadir langsung di Fatoni University, Thailand.

Seminar yang bertajuk “Transformasi Digital dalam Studi Islam: Peluang dan Tantangan” ini menjadi ajang berharga bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar ide dan penemuan terbaru.

Pembicara kunci yang hadir melintasi batas negara antara lain Prof. Akrim dan Assoc. Prof. Dr. Zailani dari Indonesia, Prof. Zain Musa dari Kamboja, Assoc. Prof. Sohirin, PhD dari Malaysia, Prof. Paulo Biancone dari Italia, serta Dr. Suraya Capakiya dan Dr. Amin Khooya dari Thailand, semua memberikan kontribusi penting untuk memperkaya diskusi dengan perspektif internasional mereka.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ahmad Afandi, SKom, MM, ketua panitia, yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Prof. Dr. Agussani, MAP, Rektor UMSU, dan Assoc. Prof. Muhammad Qorib, MA, Dekan FAI UMSU.

Afandi menyoroti suksesnya pendaftaran yang melebihi ekspektasi dengan 311 presenter terpilih dari lebih dari 350 pendaftar, sebuah indikator kuat minat tinggi terhadap konferensi ini.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara online, Assoc. Prof. Muhammad Qorib menekankan bahwa INSIS merupakan bagian dari inisiatif rutin FAI UMSU untuk memperkuat kolaborasi internasional, sejalan dengan visi UMSU menuju World Class University.

“Konferensi ini menjadi platform kolaborasi internasional yang penting, mendukung tujuan UMSU menjadi universitas kelas dunia,” ucapnya, dalam keterangannya, Jumat 16 Februari 2024.

INSIS 2024 tidak hanya menjadi forum bagi pertukaran ilmiah yang kaya, namun juga sebagai kesempatan untuk merumuskan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memajukan kehidupan umat Muslim dalam menghadapi era digital.

Acara ini menunjukkan komitmen bersama untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan transformasi digital dalam studi Islam.

Diharapkan, seminar ini akan memperkuat kerjasama antar peserta dari berbagai negara, mendorong inovasi berkelanjutan di bidang studi Islam, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memberi manfaat bagi umat manusia.

Acara ini menandai langkah penting dalam memajukan studi Islam melalui kolaborasi global dan pemanfaatan teknologi digital.(gus)

PERSI Terus Dorong Percepatan Rumah Sakit di Sumut agar Terintegrasi Sistem SATUSEHAT

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mensosialisasikan sistem SATUSEHAT yang merupakan digitalisasi kesehatan dari Kementerian Indonesia.

Melalui webinar sosialisasi sistem informasi manajemen generik open source (Simgos) versi 2 yang berlangsung secara hybride, PERSI menyampaikan informasi merata untuk seluruh rumah sakit di Sumatera Utara, pada Kamis (15/2).

Ketua PERSI Wilayah Sumatera Utara dr. Syaiful M. Sitompul, menyampaikan dalam rangka melaksanakan sistem SATUSEHAT dari Kementerian Kesehatan RI, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 rumah sakit yang ada di Sumut.

“Jadi kegiatan tadi adalah webinar, sosialisasi sistem informasi. Dalam rangka akselerasi rumah sakit dalam sistem SATUSEHAT Kementerian Kesehatan RI. Untuk melaksanakan sistem itu sejauh ini baru 84 rumah sakit di Sumut yang terhubung,” ujar dr. Syaiful.

Dalam kegiatan tersebut, PERSI menyampaikan solusi kepada rumah sakit yang terkendala dalam melakukan integrasi SATUSEHAT

“Ada dua yang dapat dilakukan untuk bergabung dalam sistem tersebut. Pertama secara mandiri, yakni rumah sakit melakukan verifikasi secara mandiri. Kemudian ada cara kedua, yakni menggunakan vendor, sehingga rumah sakit menerima bersih, tanpa sulit melakukan integrasi ke sistem satu sehat tersebut,” jelasnya.

Antusias rumah sakit dalam mengikuti sosialisasi cukup tinggi, sebab ternyata masih banyak rumah sakit daerah yang belum mendapatkan informasi secara detail, terkait sistem Satu Sehat tersebut.

“Melalui webinar tadi, kita mendapatkan problem yang terjadi, ternyata masih banyak rumah sakit tidak mendapatkan informasi untuk integrasi dalam sistem Satu Sehat tersebut,” ungkapnya.

dr. Syaiful mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu bagian dari transformasi kesehatan di bidang teknologi, yakni digitalisasi.

Deadline bagi seluruh rumah sakit agar segera terkoneksi dengan sistem satu sehat yakni pada 31 Maret 2024.

Sehingga PERSI juga turut mendorong percepatan integrasi sesuai ketetapan Kemenkes.

“Karena jika tidak terintegrasi akan ada pencabutan izin terhadap rumah sakit. Dengan sistem digitalisasi Satu Sehat, maka akan menjadi lebih mudah dan mengurangi administrasi yang rumit,” pungkasnya.

PERSI Sumatera Utara terus mendorong agar seluruh rumah sakit di Sumut segera melakukan integrasi dan siap membantu.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama PERSI Sumut dengan RSJ Prof Dr Ildrem pendampingan khusus Implementasi Simgos Versi 2 yang langsung dihadiri Dirut RSJ Prof Dr Ildrem, drg Ismail Lubis.

Hadir juga Kabid Yankes Dinkes Sumut, dr Nelly M.kes. (ila)

Christian Rela Pindah Sekolah Demi Fokus ke PON 2024

Christian HTE Simanjutak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk bisa meraih prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut, dibutuhkan persiapan matang. Hal itu disadari oleh petinju muda Kota Medan, Christian HTE Simanjuntak.

Christian HTE Simanjuntak merupakan salah satu petinju yang dipersiapkan membela Sumatera Utara di PON 2024 mendatang. Petunjuk muda berusia 18 tahun itu bakal tampil di kelas 75 kg putra.

Bakal melakoni debut di pertandingan sekelas PON, Christian tidak ingin numpang lewat. Dia tetap membidik prestasi tertinggi, yakni medali emas.

“Saya ingin meraih medali emas di PON 2024 nanti. Saya ingin mewujudkan cita-cita menjadi Akpol atau Akmil melalui medali emas PON 2024,” ujar Christian Simanjuntak.

Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, putra pasangan Zulpan Simanjuntak dengan Sepentun Hutasoit ini melakukan persiapan matang. Dia bahkan rela pindah sekolah agar tidak terganggu dengan persiapannya bersama tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Sumut.

“Saya mulai masuk Pelatda PON Sumut sejak awal 2022. Awalnya saya sekolah di SMA Negeri 19 Medan. Tapi karena sekolah tidak memberikan dispensasi dan izin, saya memutuskan pindah ke SMA Negeri 9 Medan,” ungkapnya.

Ya, Pertina Sumut memang mempersiapkan atletnya dengan matang. Para atlet menjalani Training Camp (TC) penuh dalam Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) di Martubung, Medan Labuhan.

“Di Pusdiklat, kami menjalani TC penuh. Kami menginap dan latihan di sana. Latihan berlangsung 11 sesi dalam seminggu. Hanya Hari Minggu libur,” tambah siswa Kelas 3 SMA Negeri 9 Medan itu.

Dengan persiapan matang tersebut, pemilik nama lengkap Christian Hasiholan Tomson Effendi Simanjuntak tersebut semakin optimis. Dia yakin mampu mengatasi lawannya, termasuk petinju dari Balo yang menjadi pesaing terberat.

“Kalau pesaing terberat mungkin dari Bali,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Christian sendiri mulai berlatih tinju sejak tiga tahun terakhir. Awalnya dia suka menyaksikan pertandingan tinju profesional di televisi. Karena suka, orang tuanya kemudian memasukkannya ke Pusdiklat Pertina Kota Medan yang saat itu masih dipimpin Sabam Manalu.

Berlatih dengan profesional, dia pun meraih sudang prestasi. Dia pernah meraih emas Kejurda di Pematangsiantar tahun 2021, perunggu Kejurda di Medan tahun 2021, medali emas Kejurnas Tinju tahun 2022, medali emas Porprovsu tahun 2022, medali emas Pra Popnas tahun 2022, medali emas Piala Pangdam tahun 2023, medali perak Popnas tahun 2023 dan emas Kejurda tinju di Siantar tahun 2024.

Bakat dan prestasi membanggakan tersebut membuat alumni SMP Negeri 5 Medan itu masuk Pelatda PON Sumut 2024. “Prestasi itu akan membanggakan jika saya menjadi juara di PON nanti,” pungkasnya. (dek)

Buka Seminar Layanan Kenotariatan, Ini Pesan Kakanwil Kemenkumham Sumut

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, Mhd. Jahari Sitepu.(ist/SUMUT POS)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, Mhd. Jahari Sitepu, didampingi para Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Sumut serta Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku membuka secara resmi kegiatan seminar layanan kenotariatan, Kamis (15/2).

Seminar yang diselenggarakan di Singapore City Hotel Batubara ini merupakan sebuah langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesional layanan kenotariatan di wilayah Sumatera Utara. Seminar kali ini mengusung tema “Menciptakan Notaris Yang Profesional, Akuntabel dan Berkepastian Hukum”.

Seminar ini diikuti oleh perwakilan notaris dan Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) dari seluruh wilayah Sumatera Utara, menandakan betapa pentingnya event ini bagi perkembangan profesi notaris di masa depan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan wawasan dan pemahaman baru mengenai regulasi, inovasi layanan, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik kenotariatan saat ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap notaris dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan standar etika yang berlaku.

Dalam sambutannya, Jahari menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam praktik kenotariatan. Beliau mengajak para notaris untuk terus belajar dan berinovasi, agar dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Hal ini sangat relevan, mengingat peran notaris sangat krusial dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bisnis hingga urusan pribadi masyarakat.

Selain itu Jahari mengingatkan para notaris akan pentingnya menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ) kepada para pihak yang menggunakan jasanya, hal ini merupakan salah satu bentuk perlindungan yang diberikan negara kepada notaris dalam menjalankan profesinya sebagaimana di amanatkan perundang-undangan.

Seminar ini juga menjadi ajang diskusi dan tukar pikiran antara notaris dengan regulator serta stakeholder terkait lainnya, kegiatan seminar ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas profesional para notaris, tapi juga memperkuat sinergi antara notaris dengan berbagai pihak, demi menciptakan layanan kenotariatan yang berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat Sumatera Utara.(gus)

Memanfaatkan BRImo, AgenBrilink, dan QRIS, Desa Air Legit Kepri Sukses Kembangkan Potensi Desa

Pemandangan Desa Air Lengit . (Istimewa).

SUMUTPOS.CO – Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sukses memaksimalkan potensi di wilayahnya selama pandemi Covid-19. Produksi jahe seduh di desa tersebut berkembang pesat di masa pagebluk.

Keberhasilan menggali potensi itulah, Desa ini meraih penghargaan “Desa Potensial Wilayah Barat” pada ajang Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 yang digelar PT Bank Rakyat BRI di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Untuk diketahui, Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan untuk meningkatkan potensi dan digitalisasi sehingga perekonomian desa dapat diperkuat.

Pengembangan melalui program ini berfokus pada sejumlah aspek. Pertama, BUMDesa sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi dalam implementasi produk dan aktivitas di desa. Ketiga, sustainability, yakni ketangguhan dan kontinuitas membangun desa. Keempat, inovasi guna mendorong desa menjadi kreatif.

Kepala Desa Air Lengit Kuswanto mengatakan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa tersebut sepenuhnya menggunakan bahan baku dari petani setempat dalam pembuatan jahe seduh. Hal ini mencerminkan semangat masyarakat untuk berdikari memajukan desa.

Selain itu, perkembangan usaha jahe seduh secara pesat di Desa Air Lengit tak terlepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makarti. BUMDes tersebut berperan menampung hasil panen petani jahe serta memasarkan produk jahe seduh dari UMKM di Desa Air Lengit. Tak cuma jahe, BUMDes Makarti juga menyerap hasil pertanian dan perkebunan lain, seperti palawija.

“Desa Air Lengit dicanangkan sebagai desa agropolitan karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan pekebun. Oleh karena itu, BUMDes Makarti memiliki kewajiban untuk mendukung hasil budi daya masyarakat desa,” kata Kuswanto, Rabu (30/1/2024).

Kuswanto melanjutkan bahwa, pihaknya melakukan berbagai inovasi untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan UMKM di Desa Air Lengit. Sebagai contoh, BUMDes Makarti memiliki pelayanan jasa air minum siap antar ke rumah masyarakat.

Melalui pelayanan ini, masyarakat tinggal meletakkan galon di depan pintu. Petugas BUMDes akan mengantar ke rumah-rumah warga. Selain itu, Pemerintah Desa Air Lengit rutin menggelar Air Lengit Ekspo setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Desa Air Lengit menghadirkan dan memasarkan produk UMKM selama satu pekan. Untuk menarik wisatawan, pemerintah desa juga menampilkan kesenian tradisional. Melalui kegiatan ini, perekonomian masyarakat desa dapat meningkat.

BUMDes Makarti juga mengadakan pelatihan, khususnya kepada perempuan pelaku usaha, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk, seperti jahe seduh, keripik ubi, keripik pisang, serta dodol.
Pelatihan tersebut meliputi pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, pengemasan produk, serta pemasaran.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk agar produk di desa kami memiliki nilai jual lebih tinggi dan pasar yang lebih luas.

“Melalui program pelatihan itu, kami melakukan intervensi terhadap pelaku UMKM di Desa Air Lengit yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga,” papar Suswanto.

Maksimalkan produk BRI
Kuswanto melanjutkan, selain pelatihan, BRI melalui program Desa BRILiaN juga memberikan pendampingan melalui Mantri BRI serta penggunaan produk-produk perbankan, seperti BRImo, AgenBRILink, dan QRIS.

Kepala Desa Air Lengit itu menjelaskan, BRI memiliki produk, layanan, serta pendampingan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha di desa.

Kuswanto mencontohkan, selain memberikan akses kredit usaha rakyat (KUR), Mantri BRI juga membantu mengidentifikasi, membina, serta memberdayakan potensi bisnis di Desa Air Lengit.

Hasilnya, pelaku UMKM mampu memaksimalkan potensi Desa Air Lengit melalui produk jahe seduh. Hal ini turut mendongkrak perekonomian di Desa Air Lengit.

Selain itu, masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Air Lengit pun merasa terbantu dengan kehadiran AgenBRILink karena dapat melakukan transfer uang, tarik tunai, serta setor tunai tanpa perlu pergi ke kantor cabang BRI di kota.

Uniknya, AgenBRILink di BUMDes Makarti memiliki program membebaskan biaya transaksi untuk anak yatim piatu.
“AgenBRILink membantu masyarakat untuk mengakses layanan perbankan di Desa Air Lengit,” kata Kuswanto.

Kepala Desa Air Lengit Kuswanto bersama ibu-ibu pelaku UMKM jahe seduh. (DOK. Pemdes Air Lengit). Masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Air Lengit juga memanfaatkan BRImo.

Masyarakat menggunakan superapps BRI tersebut untuk membayar tagihan listrik, PDAM, telepon, serta cicilan kredit kendaraan.

Tak hanya itu, BRImo juga memiliki QRIS BRImo untuk bertransaksi secara cashless. Bagi masyarakat, metode pembayaran melalui QRIS BRImo membuat transaksi lebih nyaman karena tidak perlu membawa uang tunai.

Sementara itu, bagi pelaku UMKM, metode ini dapat membantu mengelola transaksi dengan lebih mudah.

“Metode QRIS dapat membantu masyarakat dan pelaku UMKM untuk bertransaksi dengan efektif dan efisien,” tuturnya.

Jika desa Anda ingin menjadi Desa BRILiaN selanjutnya, Anda dapat kunjungi atau menghubungi kantor BRI unit terdekat. Nantinya, Mantri BRI Unit siap membantu proses pendaftaran. Yuk optimalkan potensi desa dengan meraih kesempatan menjadi Desa BRILiaN.(*/sih)

 

Kantongi Suara Terbanyak Sementara Calon DPR RI, Dedi Iskandar: Terima Kasih Masyarakat Sumut

Dedi Iskandar Batubara.(ist/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon anggota DPD RI dapil Sumut, Ust Dedi Iskandar Batubara berdasarkan real count KPU, menduduki peringkat teratas sementara, dengan memperoleh suara 98.821 atau 11,41 persen. Hal itu, berdasarkan situs resmi KPU di pemilu2024.kpu.go.id, dikutip Sumut Pos, Kamis (15/2) malam.

Kemudian, disusul, Faisal Amri 59,629 atau 6,89 persen, Pendeta Penrad Siagian 56,875 atau 6,57 persen, Badikenita br Sitepu 56.294 atau 6,5 persen dan KH Muhammad Nuh 55.695 atau 6,43 perse.

Ust Dedi Iskandar Batubara, dengan perolehan suara tertinggi sementara ini. Ia menyampaikan rasa syukur dan mengucapkan terima kasih masyarakat Sumut, sudah memberikan hak pilihnya dengan memilih dirinya.

“Ya pertama tentu saya berterima kasih kepada masyarakat Sumatera Utara, yang masih memberikan kepercayaan pada saya untuk menjadi wakil masyarakat Sumatera Utara di Dewan Perwakilan Daerah,” kata Dedi Iskandar kepada Sumut Pos, kemarin petang.

Dedi Iskandar mengungkapkan bahwa ada suara yang dititipkan oleh masyarakat Sumatera Utara ini, adalah semacam perintah bagi diri, untuk terus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Bagi daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lembaga Dewan Perwakilan Daerah itu yang pertama,” ucap Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah (Al-Washliyah) Sumut itu.

Yang kedua, Dedi Iskandar mengapresiasi sistem digital dimiliki KPU, yang memberikan informasi kepada publik, dengan menyajikan real count, yang update setiap saatnya.

“Saya kira, apa yang hari ini disajikan KPU lewat?. Riil count perhitungan yang disebut sebagai record ya itu apa namanya rekap. Ini kita saya kira ini. Apa namanya ya, semakin baik ya dari waktu ke waktu proses penyelenggaraan Pemilu kita masyarakat, bisa mengakses perkembangan dari waktu ke waktu perolehan suara, dari partai politik maupun Calon perseorangan,” jelas Dedi Iskandar.

Menurut Dedi Iskandar, sistem digital dimiliki KPU ini, salah satu kemajuan dalam proses penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Walaupun, yang lalu sebenarnya kan sudah ada, tapi Pemilu tahun ini, kira tidak sedetil tahun ini.

“Sekian menit sekali atau setengah jam ada perubahan atau data terupdate. Setelah diinput data masuk begitu kan itu yang kedua,” ujar Dedi Iskandar.

Yang ketiga, Calon DPD RI, nomor urut 7 ini, mengatakan tentu dirinya, tetap harus menghormati dan menghargai proses penghitungan yang berjenjang. Setelah kemarin selesai di TPU, maka selanjutnya nanti akan akan perhitungan di PPK hingga KPU Provinsi Sumut.

“Dan saya kira apapun nanti yang akan. Menjadi keputusan itulah yang harus apa namanya? Dilewati dengan proses berjenjang ini gitu,” ucap Dedi Iskandar.

Dedi Iskandar juga mengimbau kepada saksi atau relawan sendiri untuk tetap mengawal sampai nanti diputuskan di jenjang di KPU Provinsi Sumut dan KPU RI.

“Untuk mengawal suara, disetiap kecamatan ada dua orang saksi, mengawal, mengawasi, dan mengambil hasil rekapitulasi dimasing-masing kecamatan,” tandas Dedi Iskandar.

Sebagimana diketahui, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Jadwal Pengumuman Hasil Pemilu 2024 dari KPU, proses penghitungan suara berakhir pada Kamis, 15 Februari 2024. Setelah itu akan dilanjut tahap rekapitulasi penghitungan suara sampai Rabu, 20 Maret 2024. Selanjutnya penetapan hasil pemilu atau real count.

Jadwal dan Tahapan:

1. Pemungutan Suara: Rabu, 14 Februari 2024
2. Penghitungan Suara: Rabu, 14 Februari 2024-Kamis, 15 Februari 2024
3. Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara: Kamis, 15 Februari 2024-Rabu 20 Maret 2024
4. Penetapan Hasil Pemilu, Paling lambat 3 hari setelah memperoleh surat pemberitahuan atau putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini Penjelasan Ihwan Ritonga Soal Viralnya Video Saksi Pemilu Geruduk Kantor Gerindra Medan

DEMO: Para saksi yang mendatangi Kantor Gerindra di Jalan Alfalah untuk meminta honor menjadi saksi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dua buah video pendek yang menunjukkan ratusan massa menggeruduk kantor DPC Partai Gerindra Medan di Jalan Alfalah, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, viral di media sosial.

Dikabarkan, massa yang menggeruduk kantor Gerindra Medan tersebut adalah saksi-saksi Partai Gerindra yang disebarkan di seluruh TPS di Kota Medan.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Ihwan Ritonga membantah kabar tersebut. Ihwan menegaskan, Partai Gerindra Kota Medan pasti membayar honor semua saksi-saksi partainya.

“Nggak benar kabar itu, Partai Gerindra membayar honor semua saksi-saksi Partai Gerindra. Kalau dibilang kita nggak bayar honor saksi, jelas itu bohong. Kita bayar, semua honor saksi kita bayar,” ucap Ihwan kepada Sumut Pos, Kamis (15/2/2024).

Dijelaskan Ihwan, Partai Gerindra Kota Medan total memiliki 18.000 saksi yang disebarkan di seluruh TPS di Kota Medan pada Pemilu 2024 ini.

“Dan semua saksi itu kita bayar setelah mereka mengembalikan C1 dan berita acara ke Partai Gerindra. Jadi sekalian saksi-saksi menyerahkan itu ke partai, disitulah Partai Gerindra Medan membayarkan honor saksi-saksi kita. Total kita ada 18.000 saksi di seluruh Kota Medan,” ujarnya.

Hanya saja, kata Ihwan Ritonga, terdapat saksi non partai yang datang ke kantor Gerindra Medan dan ingin meminta honor. Saksi-saksi yang dimaksud adalah saksi-saksi caleg Partai Gerindra secara pribadi, bukan saksi partai atau saksi yang direkrut oleh Partai Gerindra.

“Jadi harus dibedakan, mana saksi partai, mana saksi caleg. Kalau saksi partai, maka partai pasti akan bertanggungjawab dan membayarnya. Tapi kalau saksi itu adalah saksi caleg pribadi, sekalipun dia caleg Gerindra, maka yang membayar honornya ya bukan partai, itu urusannya ke caleg yang merekrutnya. Itulah yang tadi ada beberapa saksi caleg salah paham dan datang ke kantor Gerindra Medan,” katanya.

Terkait adanya seorang saksi perempuan yang pingsan di Kantor Gerindra Medan, Ihwan membenarkannya. Akan tetapi, Ihwan membantah jika saksi tersebut pingsan karena tidak dibayarkan honornya, melainkan karena kelelahan.

“Dan ibu tersebut sudah langsung kita bawa ke rumah sakit terdekat. Kita belum tahu apakah ibu tersebut saksi partai atau saksi caleg pribadi. Kalau saksi partai, saya pastikan ibu itu akan mendapatkan honornya,” ungkapnya.

Dijelaskan Ihwan, saksi-saksi yang direkrut Partai Gerindra telah didata dengan baik, sehingga saksi-saksi tersebut tidak perlu berdesakan untuk mengambil honornya.

“Tidak hanya hari ini, besok atau kapanpun itu, selama dia datang menyerahkan C1 dan berita acara di TPS tempatnya bertugas, maka disitu akan langsung kita bayar honornya. Alhamdulillah honor saksi yang dibayarkan Partai Gerindra Kota Medan cukup besar, yaitu Rp350 ribu perorang. Kita tahu mereka bekerja keras, maka mereka pantas mendapatkannya,” jelasnya.

Guna memudahkan para saksi partai tersebut mendapatkan honornya, lanjut Ihwan, Partai Gerindra Kota Medan telah membuka lima titik sebagai tempat pembayaran honor para saksi tersebut.

“Untuk di Dapil V, honornya dapat diambil di kantor Gerindra Medan di Jalan Alfalah. Di Dapil IV dapat diambil di kantor kita di Pasar Merah, dan untuk Dapil II dapat diambil di Kelurahan Martubung. Lalu untuk Dapil III di Jalan Krakatau, dan terakhir di Petisah untuk Dapil I. Artinya satu dapil ada satu titik untuk pengambilan honor saksi. Intinya, honor 18.000 saksi Partai Gerindra Kota Medan itu pasti dibayar dan langsung kita bayar,” pungkasnya.
(map/ram)