Home Blog Page 880

Milenial Tiga Ajak Pilih Pemimpin yang Merakyat

Kaum milenial menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu dan Pilpres 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Milenial Tiga Shandy Saragi mengatakan, kaum milenial dan Z menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ini menunjukkan kepentingan besar dari kelompok ini dalam arah masa depan negara.

“Anak muda umumnya menginginkan pemimpin yang merakkat, visioner, terbuka, dan responsif terhadap isu-isu sosial, teknologi, dan lingkungan,” ujar pria yang akrab disapa Oslenk usai acara Millenial Tiga menggelar Democration Talk dengan tema Pemimpin Ideal di Mata Kaum Milenial (Pemimpin Gimmick atau Merakyat) di Hitam Putih Coffee Jalan Pasar Baru No 54, Medan Selayang, Jumat (8/12).

Lebih lanjut, Oslenk bilang, pemimpin yang diinginkan kaum milenial adalah mereka yang mampu berkomunikasi secara efektif, memahami kebutuhan rakyat, dan memiliki kesadaran akan kesetaraan serta keadilan.

“Pemimpin merakyat yang mendengarkan aspirasi serta bersedia terlibat langsung dengan masyarakat dianggap lebih diinginkan,” bebernya.

Pemimpin yang merakyat, kata Oslenk, biasanya dianggap lebih mampu memahami dan mewakili kebutuhan serta aspirasi masyarakat secara umum. Meskipun begitu, ada beragam gaya kepemimpinan yang bisa efektif, namun memiliki keterhubungan dengan rakyat dapat menjadi nilai tambah yang besar.

“Kemampuan untuk terhubung dengan rakyat, mendengarkan masukan mereka, dan bertindak sesuai dengan kebutuhan adalah hal penting dalam kepemimpinan yang efektif,” tuturnya.

Disatu sisi, Oslenk menilai golput mungkin terlihat sebagai bentuk protes, tapi dalam konteks pemilu yang penting, menyuarakan hak pilih seringkali lebih efektif daripada golput. Partisipasi dalam pemilu memungkinkan pemilih untuk memengaruhi arah politik dan pemilihan pemimpin yang diharapkan. “Jadi, lebih baik mencari pemimpin yang sesuai dengan harapan daripada tidak berpartisipasi sama sekali,” tandasnya.

Sementara itu, Fredick Broven Ekayanta menyampaikan, saat ini dengan tingginya jumlah pemilih dari kaum milenial yang akrab disebut Gen Z, membuat media sosial adalah sesuatu yang seksi sebagai sarana kampanye jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

“Fenomena ini sendiri ditangkap para calon presiden yang akan bertarung pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Namun, jangan maraknya berkampanye di medsos hanya menghasilkan gimmick-gimmick yang terbilang tak penting dalam menampilkan visi dan misi,” jelasnya.

Dijelaskan Fredick, saat ini medsos yang digemari kaum millenial adalah platform yang menyajikan durasi pendek, seperti Tik Tok dan Instagram.

“Berdasarkan hasil survey sendiri, saat ini memang banyak konstituen yang menjadikan medsos dengan durasi pendek sebagai landasannya. Dengan demikian, para calon sepertinya terus mengaktifkan pola seperti ini. Padahal, masyarakat butuh pemimpin yang merakyat,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini masyarakat butuh pemimpin yang merakyat untuk bisa menyampaikan visi yang penting dalam berpolitik, bukan hanya gimmick yang bisa dinikmati untuk bersenang-senang,” pungkasnya.

Elna Sipayung menjelaskan, gimmick di medsos memang saat ini menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan elektabilitas.

“Namun, untuk konteks pilpres, ini jelas tak relevan. Untuk mencari pemimpin yang akan mengurusi 281 juta penduduk tak bisa hanya melihat melalui medsos visi dan misinya, apalagi banyak gimmick,” katanya.

Elna juga mengatakan, saat ini hanya tiga syarat yang wajib dimiliki sosok yang akan jadi pemimpin di Indonesia.

“Wawasan, gagasan dan pengalaman. Itu merupakan aspek yang wajib dimiliki untuk menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.

Untuk itu, Elna kembali menegaskan gimmick di medsos memang diperlukan seorang pemimpin untuk mem-branding dirinya, sebagai seorang pemimpin yang merakyat dan mengedepankan kepentingan rakyat.

“Jadi diskusi seperti ini sangat dibutuhkan untuk meng-upgrade pola pikir kaum millenial dalam memilih pemimpin yang berkualitas untuk menuju Indonesia Emas,” tutupnya.

Selanjutnya, acara diteruskan dengan diskusi antara peserta dan narasumber membahas sistem demokrasi dan memilih pemimpin untuk Indonesia. (rel/tri)

Karib Ganjar Kabupaten Asahan Deklarasi, Bagikan 1000 Nasi Kotak

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan terhadap Capres-Cawapres nomor 3 terus mengalir, datang dari Ratusan Masyarakat Kabupaten Asahan tergabung dalam Relawan Karib Ganjar pada Jumat (8/12/2023) di Desa Sei Silau Timur Buntu Pane Asahan mendeklarasikan diri untuk mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfid MD Sebagai Capres dan Cawapres pada Pilpres tahun 2024

Sebelum Deklarasi pada malam harinya, Relawan Karib Ganjar Kabupaten Asahan mendahului kegiatan dengan melakukan kanfasing pada siang hari melalui pembagian 1000 nasi kotak kepada Masyarakat Asahan dan Kota Tanjung Balai

“Pembagian nasi kotak ini merupakan bagian dari deklarasi dukungan kepada Pak Ganjar dan Pak Mahfud dari Masyarakat Asahan,” ujar Koordinator kanvasing Kabupaten Asahan Samsul Bahri

Dalam deklarasi Relawan Karib Ganjar Kabupaten Asahan dihadiri oleh setidaknya 500 orang dan Ketua TPD Ganjar Mahfud Asahan Rosmansyah serta Perwakilan TPD Ganjar Mahfud Provinsi Sumut Dr. Aswan Jaya turut hadir dan memberikan pidato politiknya,

“Kemenangan Ganjar Mahfud merupakan kemenangan rakyat kecil, sebab pak Ganjar dan Mahfud mewakili calon dari rakyat kecil, mereka menjadi pimpinan nasional bukan karena orang tua tetapi berpijak pada diri sendiri dengan mengabdi kepada Allah dan rakyat sehingga banyak melahirkan berbagai prestasi. Karena itulah mereka kita percayakan sebagai pimpinan bangsa Indonesia,” sebut Rosmasyah

Selanjutnya Aswan Jaya dengan kapasitas sebagai TPD Ganjar Mahfud Sumut menyatakan bahwa “pilihan Ganjar Mahfud sebagai Presiden RI kedepan sesungguhnya membuka harapan baru yang mampu memberikan harapan kepada rakyat Indonesia untuk hidup lebih baik dalam situasi perkembangan tekhnologi dan pelanggaran hukum yang begitu banyak. ” Ganjar Mahfud merupakan sosok yang tepat dan terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan rakyat Indonesia,” tegasnya. (rel/ade)

Imbang, Suporter Serang Bench Pemain PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan gagal mengunci tiket babak 12 besar Liga 2 musim 2023/2024 setelah ditahan imbang PSPS Riau di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (9/12/2023). Hasil ini membuat suporter kecewa dan menyerbu bench pemain PSMS.

Kick-off pertandingan ini terpaksa tertunda selama 30 menit. PSPS enggan melakoni pertandingan dan melakukan protes karena wasit yang memimpin pertandingan disebutkan sedang menjalankan sanksi.

Anak asuh Ridwan Saragih ini akhirnya bersedia melakoni pertandingan setelah wasit diganti.

PSMS yang dituntut menang untuk mengamankan tiket, memulai laga dengan buruk. Mereka kesulitan menembus pertahanan PSPS.

Sedangkan PSPS yang mengandalkan serangan balik, justru sering membuat pertahanan PSMS kewalahan. Namun akibat kurang tenang, pemain PSPS gagal mencetak gol.

Peluang PSMS baru tercipta pada menit ke-27 melalui pemain asing Jose Valencia. Berawal dari tendangan bebas, Valencia gagal memanfaatkan bola, meski tinggal berhadapan dengan penjaga gawang PSPS.

Jose Valencia kembali memiliki peluang di menit ke-45. Namun tendangannya kembali ditepis kiper PSPS yang menjadi man of the match pada laga ini. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Pada babak kedua, PSMS meningkatkan serangan. Mereka menekan pertahanan PSMS. Peluang pun diperoleh melalui Jose Valencia, Ikhsan Chan, hingga Rachmad Hidayat. Namun semua gagal menjadi gol.

Pertandingan pun berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini membuat peluang PSMS untuk lolos ke babak 12 besar semakin berat. Ayam Kinantan minimal harus meraih hasil imbang saat bertandang ke markas Sriwijaya FC, pada laga terakhir.

Hasil ini juga membuat Suporter kecewa. Mereka sempat meneriaki pelatih PSMS Miftahudin Mukson yang dinilai tidak memiliki kemampuan.

Apalagi suporter sempat meminta agar Nico Malau dimasukkan, karena Jose Valencia tumpul. Bukannya mendengarkan permintaan penonton, Miftahudin justru memasukkan Assanur Rijal menggantikan Jose Valencia.

Kekecewaan penonton semakin memuncak usai pertandingan berakhir. Penonton dari tribun Timur masuk ke lapangan. Mereka melempari steward dengan batu dan kayu.

Karena kalah banyak, steward pun mundur menyelamatkan diri masing-masing. Suporter pun menyerang dan merusak bench pemain. Bahkan mereka empat melempari tribun VIP.

Usai pertandingan, Pelatih PSMS Miftahudin Mukson tidak terlihat. Temu pers dengan media usai pertandingan hanya dihadiri Asisten Pelatih Legimin Raharjo dan Rachmad Hidayat.

Legimin Raharjo mengatakan, Miftahudin Mukson telah meninggalkan stadion dan langsung ke bandara karena harus mengikuti kursus lisensi AFC Pro di Jakarta.

“Coach Miftah sudah berangkat usai pertandingan. Dia harus kembali ke Jakarta untuk menghadiri kursus lisensi AFC Pro,” ujar Legimin Raharjo.

Legimin mengakui para pemain sudah berjuang, namun belum beruntung. Dengan demikian, PSMS harus berjuang maksimal di kandang Sriwijaya FC nanti. (dek)

Debat Perdana, Ganjar-Mahfud Bakal Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum dan HAM

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD bakal fokus soal materi terkait komitmen penegakan supremasi hukum pada debat perdana, Selasa (12/12/2023) pekan depan.

“Fokus materi yang akan dibawakan Pak GP-MMD pada debat besok adalah penegasan tentang komitmen penegakan supremasi hukum,” kata Seno kepada wartawan Sabtu (9/12).

Seno menyatakan, masyarakat sudah mengetahui bahwa Ganjar dan Mahfud memiliki kedekatan dengan topik yang dibahas dalam debat. Pada debat perdana mengangkat tema Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik, dan Kerukunan Warga.

Oleh karena itu, kata Seno, debat perdana yang digelar KPU ini menjadi panggung bagi Ganjar dan Mahfud. “Pak Ganjar adalah lulusan S1 Hukum yang pernah menjadi legislator, sedangkan Pak Mahfud punya reputasi sebagai pendekar hukum yang pemberani. Jadi debat pertama ini adalah panggung beliau berdua,” ujarnya.

Dalam visi-misinya, Ganjar dan Mahfud menuangkan soal Supremasi Hukum Progresif dan Menjamin HAM hingga penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang terjadi. “Terus berupaya menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM secara berkeadilan. Utamanya terhadap kasus pelanggaran HAM yang menjadi beban peradaban bagi bangsa dan negara,” tulis dokumen visi-misi pasangan nomor urut 3 itu.

Selain itu, Ganjar-Mahfud juga akan menjamin Kebebasan Sipil. Seperti hak kebebasan berpendapat, berekspresi, berserikat, dan menyebarkan informasi untuk dapat mewujudkan kehidupan sipil yang bebas dan bertanggung jawab. “Memperlancar konsultasi-dialog antara pemerintah dan masyarakat sipil, serta mengembalikan khitah parpol sebagai perangkat demokrasi dengan meningkatkan pendanaan negara terhadap partai politik.,” pungkasnya. (rel/adz)

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel – Saki Hamsat Bramono

Penetapan Komisaris dan Direktur Telkomsel_1: (kiri-kanan) Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna; Direktur Sales Telkomsel, Adiwinahyu Basuki Sigit; Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam; Direktur Utama Telkomsel, Nugroho; Direktur Human Capital Management Telkomsel, R. Muharam Perbawamukti; Direktur Marketing Telkomsel, Derrick Heng; Direktur Finance and Risk Management Telkomsel, Mohamad Ramzy; Direktur Information Technology Telkomsel, Bharat Alva. Penetapan susunan baru Komisaris dan Direksi Telkomsel sejalan dengan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan dalam melanjutkan akselerasi pengembangan layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) guna menguatkan ekosistem digital Indonesia yang inklusif, mendorong dan mengembangkan pemanfaatan teknologi telekomunikasi terkini, serta meningkatkan performansi bisnis perusahaan.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecommunications Ltd (Singtel) selaku pemegang saham PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) telah mengangkat Sarwoto Atmosutarno sebagai Komisaris menggantikan Nanang Pamuji Mugasejati efektif sejak 1 Desember 2023. Kemudian, mengangkat Nugroho sebagai Direktur Utama menggantikan Hendri Mulya Syam, dan mengangkat Indra Mardiatna sebagai Direktur Network menggantikan Nugroho, di mana keputusan ini berlaku efektif sejak 8 Desember 2023.

Dengan demikian, untuk susunan Komisaris Telkomsel saat ini selengkapnya sebagai berikut:

  • Komisaris Utama                                        : Wishnutama Kusubandio
  • Komisaris                                                     : Heri Supriadi
  • Komisaris                                                     : Yose Rizal
  • Komisaris                                                     : Sarwoto Atmosutarno
  • Komisaris                                                     : Yuen Kuan Moon
  • Komisaris                                                     : Anna Yip

Sedangkan, untuk susunan Direksi Telkomsel saat ini selengkapnya adalah:

  • Direktur Utama                                           : Nugroho
  • Direktur Finance and Risk Management: Mohamad Ramzy
  • Direktur Sales                                              : Adiwinahyu Basuki Sigit
  • Direktur Network                                        : Indra Mardiatna
  • Direktur Planning & Transformation      : Wong Soon Nam
  • Direktur Information Technology            : Bharat Alva
  • Direktur Marketing                                    : Derrick Heng
  • Direktur Human Capital Management   : R. Muharam Perbawamukti

Penetapan susunan baru Komisaris dan Direksi Telkomsel sejalan dengan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan dalam melanjutkan akselerasi pengembangan layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) guna menguatkan ekosistem digital Indonesia yang inklusif, mendorong dan mengembangkan pemanfaatan teknologi telekomunikasi terkini, serta meningkatkan performansi bisnis perusahaan.

Telkomsel juga berkomitmen untuk memperkuat visi perusahaan menjadi penggerak terdepan penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya. Serta, memastikan keberlanjutan misi perusahaan untuk konsisten menghadirkan layanan dan solusi digital mobile yang melebihi ekspektasi para pengguna, menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham, serta mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.(rel)

Aswan Jaya Sebut Metode Pembelajaran Semakin Banyak di Era Digital

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Di era digital, proses pembelajaran berkembang dengan pesat. Jika dulunya belajar hanya dilakukan dengan tatap muka, namun di era digital saat ini, belajar bisa dilakukan dengan sistem online atau daring.

Demikian disampaikan Direktur Aswaja Online Dr H Aswan Jaya SH MIkom ketika menjadi pemateri Pelatihan Literasi Digital dengan tema Pertumbuhan Karir dalam Era Digital di Pendopo Perjuangan Simpang Dolok Batubara, Jumat (8/12/2023). Aswan mengungkapkan, belajar di era digital saat ini memiliki sejumlah keuntungan yang signifikan.

Pertama, akses informasi yang luas. Dengan adanya internet dan teknologi digital, akses ke informasi menjadi lebih mudah dan cepat. “Kita dapat mencari informasi tentang hampir semua topik yang kita minati dengan menggunakan mesin pencari dan situs web. Ini memungkinkan kita untuk belajar tentang hal-hal baru dan memperluas pengetahuan kita dengan mudah,” katanya.

Kedua, fleksibilitas waktu dan tempat. Belajar di era digital memberikan fleksibilitas waktu dan tempat yang tinggi. “Kita dapat mengakses sumber daya pembelajaran online kapan saja dan di mana saja sesuai kenyamanan kita,” ujar Aswan.

Ketiga, keterjangkauan dan aksesibilitas. Banyak sumber daya pembelajaran online yang tersedia secara gratis atau dengan biaya yang terjangkau. “Kita dapat mengakses kursus online, video tutorial, e-book, dan sumber daya lainnya dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada pendidikan formal tradisional. Ini membuka pintu bagi individu yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan formal untuk belajar dan mengembangkan diri,” jelasnya.

Keempat, interaksi dan kolaborasi. Meskipun belajar secara online, kita masih dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan sesama pembelajar. “Melalui forum diskusi, grup studi online, atau platform pembelajaran berbasis komunitas, kita dapat berbagi pemikiran, ide, dan pengalaman dengan orang lain yang memiliki minat dan tujuan yang sama,” beber Aswan.

Keenam, Keterampilan yang Relevan dengan Pasar Kerja. Belajar di era digital memungkinkan kita untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini di pasar kerja. “Kita dapat mengikuti kursus online atau sumber daya pembelajaran digital lainnya untuk mengasah keterampilan teknologi, keterampilan komunikasi digital, keterampilan analisis data, dan banyak lagi,” sebutnya.

Keenam, pembelajaran mandiri dan Self-Paced. Belajar di era digital memberikan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengatur kecepatan belajar sesuai dengan kebutuhan individu.

Sebelumnya, penggiat media sosial dari Asahan Rosmansyah STP menyampaikan, saat ini teknologi digital sangat berkembang pesat salah satunya adalah adanya Kecerdasan Buatan ( IA) yang mampu menggantikan peran kerja manusia. “Dengan kecerdasan buatan saat ini, apapun kerjaan manusia bisa digantikannya, oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapi kecanggihan IA itu hingga kita tak tergantikan oleh IA,” jelasnya.

Sementara narasumber lainnya, Syafi’i Sitorus MIKom menuturkan, di era digital ini tingkat pertumbuhan semakin meningkat karena ada teknologi yang dihasilkan hingga membuat manusia lebih cepat berbisnis dengan memanfaatkan aplikasi seperti Shopee, lazada, blibli dan lainya. Selain itu, ada juga pembayaran secara digital seperti Ovo, Link, GO-PAY dan lainnya.

Acara pelatihan itu diikuti sekitaran 500 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga dan para orang tua. (adz)

Bersama Warga, Jajaran Kelurahan Sei Sikambing C II Gotong Royong Bersihkan Drainase

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat sampah-sampah di saluran drainase Jalan Inspeksi Lingkungan I & II, Kelurahan Sei Sikambing C-II, Medan Helvetia, mengalami penumpukkan dan menyumbat parit. Menindaklanjuti atensi Camat Camat Medan Helvetia Putra Ramadan SSTP, Lurah Sei Sikambing CII Ade Kurniawan SSos beserta jajarannya dan warga, melakukan gotong royong mengorek sekaligus membersihkan sampah-sampah tersebut demi mewujudkan lingkungan bersih dan nyaman.

Dalam arahannya, Lurah Sei Sikambing C II Ade Kurniawan mengimbau seluruh warga agar peduli dan terus berupaya menjaga kebersihan drainase dengan tidak membuat sampah kedalam drainase tersebut. Selanjutnya Ade Kurniawan turut mengapresiasi kegiatan gotong royong ini dan berharap kegiatan ini harus terus dilakukan secara bergilir dan konsisten agar persoalan tumpukan sampah didalam drainase dapat teratasi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan gotong royong ini dan berharap kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan tetap terus dijaga. Karena semangat gotong royong merupakan semangat warisan dari para leluhur yang harus tetap dijaga demi terciptanya ikatan emosional dan sosial yang kuat di antara masyarakat,” ungkapnya.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong kita dapat mengatasi semua persoalan yang ada dimasyarakat dapat teratasi sebagaimana visi dan misi Walikota Medan Bobby Nasution agar tetap Berkolaborasi menuju Medan Berkah di masa mendatang,” imbuhnya.

Selain membersihkan saluran drainase, kegiatan gotong royong juga turut melakukan pembabatan rumput di sepanjang Jalan Inspeksi. Lurah juga mengimbau warga sekitar agar tidak membuang sampan ke saluran drainase dan area sekitar.

Kegiatan tersebut turut juga dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan dan dibantu oleh petugas P3SU Kelurahan. Dan ditutup dengan sesi foto bersama dengan semua pihak yang terlibat. (rel/adz)

Deklarasi Rekan Ganjar Tanjungbalai, Masyarakat Dukung Revitalisasi Pemukiman Nelayan

istimewa/sumutpos DEKLARASI: Rekan Ganjar Tanjungbalai mendeklarasikan mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden RI 2024.

SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tanjungbalai deklarasikan diri mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden RI 2024. Masyarakat menyebut organisasi relawannya bernama Rekan Ganjar Tanjungbalai, Rabu (6/12).

Deklarasikan tersebut dilakukan di desa pesisir tepatnya di Desa Bagan Asahan Tanjungbalai, dihadir lebih dari 400 orang.

Ketua Relawan Rekan Ganjar Ruslan menyatakan, bahwa harga mati Ganjar Mahfud harus menang di Tanjungbalai. “Segala cara akan kami lakukan untuk memenangkan Ganjar Mahfud di Tanjungbalai,” ucapnya dengan penuh semangat saat memberikan sambutan usai deklarasi.

Ketua TPD Ganjar Mahfud Asahan Rosmansyah yang hadir pada deklarasi menyatakan bahwa program utama Ganjar Mahfud di Tanjungbalai ada 3 hal yaitu revitalisasi pemukiman nelayan, pemanfaatan halaman rumah lebih ekonomis dan jonasi wilayah tangkap yang adil.

Sementara itu, masyarakat yang hadir menyatakan siap memenangkan Ganjar Mahfud. “Hati kami bergetar karena pak Ganjar dan pikiran kami tidak kalud karena Pak Mahfud,” ujar Ustad Asmi Taher. “Kami setuju dan berharap Pak Ganjar saat jadi Presiden nanti melakukan program Revitalisasi Pemukiman kami karena kalau kebakaran sulit dipadamkan dan menjalar ke banyak rumah warga,” lanjut Asmi Taher.

Aswan Jaya yang turut hadir sebagai pembina dalam sambutannya menyatakan bahwa banyak alasan mengapa memilih Ganjar dan Mahfud. “Kedua tokoh nasional ini memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang mengelola negara dengan baik, dari sisi nilai kerakyatan maka Pak Ganjar pilihannya, dari sisi penegakan hukum maka Pak Mahfud pilihannya,” pungkas Aswan Jaya. (red)

Jumat Berbagi, Relawan Arus Ganjar Bagikan 3000 Nasi Kota di 3 Kabupaten Kota

Ketua Relawan Arus Ganjar Ir, Romi HS (pakai kaca mata hitam) didampingi Pembina Relawan Arus Ganjar Dr.Hj. Fitriani Manurung, M.Pd (jilbab hitam) foto bersama usai membagi-bagikan nasi kotak, Jumat (8/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan yang mengatasnamakan diri Arus Ganjar membagi-bagikan 3000 nasi kotak untuk masyarakat dan kaum duafa di tiga kabupaten kota sekaligus.

Kegiatan dengan tema Jumat Berbagi bersama Ganjar – Mahfud dilaksanakan di Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Jumat (8/12).

Di kota Medan relawan Arus Ganjar berbagi di beberapa kecamatan. Diantaranya Kecamatan Medan Johor, Medan Maimun, Medan Labuhan dan Medan Denai. Masing – masing kabupaten kota dibagi sebanyak 1000 nasi kotak.

Pasangan calon Presiden RI periode 2024 – 2029 nomor urut 3 Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden dan calon wakil Presiden Mahfud MD melalui Tim Relawan Arus Ganjar turun langsung ke jalanan gelar Jumat Berbagi.

Kegiatan Jumat Berbagi tersebut melibatkan personel relawan Arus Ganjar sebanyak 20 orang dipimpin Ketua relawan Arus Ganjar Ir. Romi HS.

Pembina Relawan Arus Ganjar Dr.Hj. Fitriani Manurung, M.Pd kepada para awak media mengatakan, para relawan Arus Ganjar bergerak mendekati masyarakat sebagai pemilik suara untuk mendukung dan memilih Capres-Cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD, untuk memenangkan di Pemilu 2024 mendatang.

“Sebagai relawan Arus Ganjar kita akan memanfaatkan waktu yang ada, untuk membantu peserta pengusung, guna memenangkan pasangan Ganjar – Mahfud di Sumatra Utara,” ujarnya.

Fitriani juga mengatakan, Arus ganjar bergerak ke masyarakat sebagai pemilik suara, untuk mendukung dan mencoblos pasangan Ganjar – Mahfud agar menang satu putaran di pemungutan suara yang bakal dihelat, Rabu (14/2) mendatang.

“Hal ini dilakukan sekaligus memperkenalkan Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden dan calon wakil Presiden Mahfud MD periode 2024 – 2029,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Ir, Romi HS mengatakan, semua relawan bersatu namun mereka juga bergerak sendiri-sendiri dengan satu tujuan untuk memenangkan Ganjar – Mahfud untuk menjabat Presiden – Wakil Presiden RI periode 2024 – 2029 mendatang.

“Kita terus bergerak untuk menyosialisasikan sosok Ganjar – Mahfud dan bertekad untuk memenangkannya,” terangnya. (rel/tri)

Wali Kota Gunungsitoli di Luar Negeri, Pengesahan APBD 2024 Terkendala

Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Pengesahan APBD Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2024, tertunda gara-gara Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua sedang berada di Luar Negeri. Atas ketidakhadiran Wali Kota dalam Rapat Paripurna pengesahan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2024 itu, DPRD Gunungsitoli menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tembusan Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

“Ini tentunya sangat merugikan kita sebagai warga Kota Gunungsitoli,” kata Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Gunungsitoli, Markus K Hulu dalam keterangan persnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (8/12/2023) malam.

Menurut Markus, sekitar dua tahun terakhir, Wali Kota Gunungsitoli sering melakukan perjalanan keluar negeri. Dia memperkirakan, hampir 40 kali Lakhomizaro Zebua ke luar negeri dan diduga tanpa izin Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Berdasarkan informasi yang kami peroleh, terakhir wali kota berangkat pada 26 Oktober 2023, dan sampai sekarang belum kunjung pulang dari luar negeri,” ujarnya.

“Kami kurang tahu, apakah dia dalam keadaan sakit atau ada kegiatan lain di luar negeri. Memang berdasarkan informasi yang kami dengar, dia sedang melakukan medical check up di Penang, Malaysia. Tapi, itupun kami tidak bisa pastikan,” terangnya.

Namun Markus merasa heran, selama wali kota di luar negeri, ada beberapa surat yang bersifat penting diterbitkan dan ditandatangani langsung oleh wali kota. “Ini sangat aneh. Seperti Surat Wali Kota Gunungsitoli Nomor: 14/10105/DPMD/2023 Perihal Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Desa se-Kota Gunungsitoli tertanggal 28 November 2023. Tentunya hal ini menimbulkan banyak asumsi publik, serta kuat dugaan bahwa surat tersebut keluar bukan ditandatangani wali kota. Karena sebulan terakhir wali kota berada di Penang, Malaysia,” ungkapnya.

Menurut Markus, jika Lakhomizaro Zebua sedang sakit, sehingga harus membutuhkan perawatan intensif dan tak bisa menjalankan roda pemerintahan, dia menyarankan agar mengundurkan diri saja. “Sudahlah, Kalau beliau sudah tidak mampu lagi akibat sakit dan jarang masuk kantor, jangan terlalu dipaksakan. Saran saya, mending beliau buat surat pengunduran diri saja, itu lebih terhormat dan jangan korbankan rakyatmu,” katanya.

Di sisi lain, Markus juga menerangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengajuan permohonan izin perjalanan dinas ke luar negeri bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah yang berdasarkan pada Pasal 39 ayat 5 (lima) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Dalam pasal itu dinyatakan, bahwa izin, dispensasi, atau konsesi yang diajukan oleh pemohon wajib diberikan persetujuan atau penolakan oleh Badan dan/atau Penjabat Pemerintahan paling lama 10 hari kerja sejak diterimanya permohonan, kecuali ditentukan lain dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dia pun menyebutkan, permohonan izin ke luar negeri tentunya memiliki limit waktu dalam proses penyelesaian administrasi. “Hal tersebut tidak serta merta dikeluarkan izin tanpa memenuhi prosedur dan ketentuan yang ada. Menurut Ketentuan, untuk bupati atau wali kota dan wakil-wakilnya harus mendapat izin dari menteri dalam negeri berdasar surat pengantar dari gubernur,” jelasnya.

Karenanya, dia mempertanyakan apakah Wali Kota Gunungsitoli ke luar negeri atas izin Mendagri? Markus pun berharap, Pj Gubsu Hassanudin dan Mendagri agar dapat memberikan peringatan atau teguran, bahkan mengusulkan pemberhentian Wali Kota Gunungsitoli, karena telah menyimpang dari ketentuan. “Mendagri harus konsekuen dan tegas terhadap kepala daerah yang bekerja tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Payung hukumnya jelas kok, yaitu melaksanakan UU No. 23 tahun 2014. Kita tunggu komitmen Mendagri,” tegasnya.

Yang tak kalah penting lagi, lanjut Markus, selain memberikan sanksi kepada kepala daerah dan pemerintah daerah, Kemendagri juga harus mewujudkan akuntabilitas dan transparansi tata keuangan daerah. “Perlu ditelusuri, atas dasar apa Wali Kota Gunungsitoli bepergian ke luar negeri secara berturut-turut. Termasuk dari mana sumber dana yang dipakai. Kami menunggu tindakan Mendagri selanjutnya,” tandasnya. (rel/adz)