Home Blog Page 897

Banjir Genangi Kawasan Industri Medan

BANJIR: Kawasan Industri Medan (KIM) dilanda banjir, akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu, (3/12/2023) sore hingga malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan Industri Medan (KIM) dilanda banjir pada Senin (4/12/2023) akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu, (3/11/2023) dari sore hingga malam. Salah satu yang terparah ada di Jalan Pulau Nias atau di persimpangan Banjir yang mencapai kurang lebih hingga 70 cm. Banjir di Kawasan Industri Medan tersebut bukan yang pertama kalinya, setiap hujan deras turun kawasan Industri Medan itu sudah menjadi langganan banjir.

Genangan air hujan di Kawasan Industri Medan berpotensi mengganggu kelancaran bisnis investor. Ribuan pekerja yang melintas di kawasan Industri tersebut menjadi terhambat.

“Banjir ini sangat mengganggu aktivitas kami sebagai pengguna jalan di Kawasan Industri Medan. Herannya sejak dulu sampai sekarang masalah banjir ini tak juga dapat teratasi alias buntu tidak ada jalan keluar,” keluh Jamal pekerja di Kawasan Industri Medan.

Hal senada juga diungkapkan oleh sopir truk, Ridho yang mengatakan bahwa banjir ini memperlambat kinerjanya. Padahal, dirinya dan yang lain memiliki target.

“Banjir berada di jalur kanan, jadi kami pun harus berada di jalur kiri, dan satu jalur dua arah, dan berpotensi mengalami tabrakan dengan kendaraan yang berbeda arah,” ucapnya.

Belum lagi halnya gandengan kontainer yang parkir disepanjang KIM 2 sampai KIM 3. Ketakutan para sopir terbukti, karena tabrakan antara truk dan mobil box.

Awal mula terjadi tabrakan tersebut, karena adanya perbaikan jalan, mengakibatkan kemacetan yang tak teratur. Sebuah truk BK 9305 BN yang berasal dari arah Mabar menuju KIM II, ditabrak oleh sebuah truk BK 9724 SH yang berasal dari KIM II menuju gerbang tol Mabar.

Humas PT KIM, Niko Saat dikonfirmasi Sumut Pos, tidak ada jawaban, ketika Sumut Pos datang ke kantor, yang bersangkutan tidak berada ditempat. (mag-1/ram)

Atlet Binaan Shindoka Sumut Raih Emas di Portugal

EMAS: Atlet Binaan Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka) Sumut, Naswa Aulia Ramadhani berhasil meraih medali Emas kelas Komite jenjang SMP Sederajat dalam turnamen MIKO di Maia, Portugal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah satu atlet Binaan Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka) Sumut, Naswa Aulia Ramadhani berhasil mengharumkan nama bangsa, khususnya Sumatera Utara dengan meraih medali Emas kelas Komite jenjang SMP Sederajat dalam turnamen MIKO di Maia, Portugal.

Ketua Umum Shindoka Sumut, Zulkarnain, mengatakan kejuaraan karate di Portugal tersebut merupakan salah satu turnamen karate internasional yang diikuti begitu banyak atlet-atlet karate tingkat pelajar dari banyak negara di dunia, sehingga kejuaraan tersebut menjadi sangat bergengsi.

“Alhamdulillah, anak perguruan Shindoka Sumut, Naswa Aulia Ramadhani yang msh duduk dibangku kelas VIII SMPIT Bina Insan Muslim dengan mental juara berhasil meraih medali emas tanggal 2 Desember lalu bersama dengan tim Indonesia lainnya,” ucap Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (4/12/2023).

Menurut Zulkarnain, Naswa memiliki cita-cita menjadi atlet karate nasional yang handal. Hal itu terlihat dari kedisiplinan dirinya yang selalu latihan keras tanpa menunjukkan rasa lelah.

Ia menilai, dukungan orangtua dalam program pembinaan yang efektif juga menjadi kunci sukses Naswa dalam mempersembahkan medali emas di kategori komite untuk Tim karate Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

“Bahkan kabar gembira tersebut kami terima di Pengda Shindoka Sumut dari ibunda Naswa yang mendapatkan berita gembira tersebut langsung dari official Tim Indonesia yang mendampingi atlet dalam kejuaraan tersebut,” ujarnya.

Diceritakan Zulkarnain, pada turmamen tersebut Naswa harus berjuang keras sejak babak awal sampai final, sebab lawan-lawan yang dihadapi kebanyakan merupakan atlet-atlet karate eropa. Namun dengan mental juara yang dimilikinya, Naswa berhasil sampai ke babak final sekaligus menjadi juara di kelas +45 kg putri tersebut.

Keberhasilan ini tentunya membawa harum nama Sumut sebagai salah satu daerah di Indonesia yang selalu memiliki atlet-atlet karate potensial yang bila diberikan program pembinaan yang optimal baik ditingkat perguruan maupun induk organisasinya ((FORKI), maka sang atlet bisa berprestasi hebat pd masa yg akan datang.

“Kalau kita amati sebenarnya program pembinaan di tingkat perguruan sudah cukup baik, namun yang harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan adalah program pembinaan yang diselenggarakan oleh FORKI, khususnya untuk menyediakan banyak turnamen karate berkualitas yang dapat diikuti para atlet karate. Sebab tanpa pengalaman bertanding yang cukup, sangat sulit melahirkan atlet karate berkualitas,” tegasnya.

Dijelaskannya, Naswa sendiri di tahun 2024 ini, setiap dua bulan sekali selalu mengikuti kejuaraan karate baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Sehingga secara mental dan kemampuan teknisnya terus berkembang.

Ia pun berharap agar hasil ini menjadi motivasi lebih besar bagi Naswa dan tidak cepat berpuas diri dengan terus berlatih keras tanpa lelah serta disiplin. Pasalnya, Nasw juga sudah harus dipersiapkan untuk bersaing di tingkat junior.

“Namun kita yakin dengan kepribadian Naswa yang dimilikinya saat ini dan dukungan orangtua yang luar biasa, Naswa akan muncul menjadi alet karate nasional yang hebat,” tuturnya.

Tak lupa, Zulkarnain pun memberikan apresiasi kepada Naswa yang telah mengharumkan nama bangsa diusianya yang masih sangat muda serta memperkenalkan Indonesia di banyak kalangan remaja di dunia melalui prestasi karate yang diraihnya.

“Kita sebagai pembina tentunya merasa gembira dan lebih termotivasi untuk melakukan pembinaan berkelanjutan. Hal ini juga sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet karate lainnya, khususnya atlet Shindoka untuk lebih berprestasi. Terimakasih juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung program pembinaan yang diselenggarakan Pengda Shindoka Sumut,” pungkasnya. (map/ram)

DPRD Medan Pastikan Seluruh Operator Sekolah Swasta di Medan Ikut Terima Tufu di Tahun 2024

Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, menegaskan bahwa seluruh petugas operator sekolah, baik tingkat SD maupun SLTP akan menerima dana insentif Tunjangan Fungsional (Tufu) pada Tahun 2024. Bila selama ini yang mendapatkan insentif Tufu hanya operator sekolah negeri, maka di tahun 2024 nanti operator sekolah swasta juga akan mendapatkannya.

“Selama ini operator sekolah swasta mengeluh karena merasa terabaikan, maka kita di DPRD Medan memperujangkan keluhan itu. Alhamdulillah, tahun 2024 nanti operator sekolah swasta juga akan mendapatkan insentif Tufu,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Senin (4/12/2023).

Dikatakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan itu, pihaknya telah menampung anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembayaran insentif Tufu kepada operator sekolah, baik negeri maupun swasta tersebut di APBD Kota Medan 2024.

“Anggarannnya kita perjuangkan bersama anggota dewan lainnya saat rapat Badan Anggaran bulan lalu untuk ditampung di APBD Pemko Medan TA 2024 dan sudah terealisasi. Kita harapkan mulai Januari Tufu untuk operator sekolah swasta dapat disalurkan yang nomenklaturnya ada di Disdikbud Kota Medan,” ujarnya.

Menurut politisi PAN yang saat ini kembali maju sebagai Caleg DPRD Medan dari Dapil Medan II (Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan) tersebut, dirinya banyak menerima keluhan operator sekolah swasta karena tidak menikmati Tufu dari Pemko Medan.

“Faktanya mereka patut dibantu, mengingat banyak sekolah swasta yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan operator bahkan tenaga pengajar,” katanya.

Dikatakan Sudari, teralisasinya anggaran insentif Tufu itu merupakan kolaborasi DPRD Medan dan Pemko Medan sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan.

Sejak jauh hari, sambung Sudari, pihaknya sudah gencar menyuarakan agar operator sekolah swasta bisa mendapatkan Tufu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan. Komisi II pun telah meminta kepada Disdikbud Kota Medan agar dapat mengalokasikan anggaran Tufu tersebut.

“Banyak sekolah swasta di Medan yang terseot-seot, maka perlu dukungan dari pemerintah guna peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan. Kita juga berharap jangan sampai terkesan pilih kasih,” pungkasnya. (map/ram)

Peran MPASI dalam Mencegah Anemia Defisiensi Zat Besi pada Bayi

MPASI-Ilustrasi
DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K)

Oleh: DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K)

Anemia defisiensi besi (ADB) adalah rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi di dalam tubuh. Anemia defisiensi besi pada bayi tidak terjadi secara tiba-tiba, namun didahului oleh dua tahapan sebelumnya, yaitu deplesi besi (berkurangnya cadangan zat besi, namun kadar hemoglobin masih normal) dan defisiensi besi dimana kadar hemoglobin sudah menurun.

Bayi yang mengalami deplesi besi dan tidak ditangani dengan baik, akan mengalami defisiensi besi. Jika kondisi defisiensi besi tidak juga di tangani segera, maka bayi akan mengalami ADB.

Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti (1) suplai zat besi yang rendah (prematuritas, pemberian MPASI yang terlambat, diet vegetarian, gangguan menelan); (2) peningkatan kebutuhan besi (usia bayi, berat badan lahir rendah, pertumbuhan cepat pada masa pubertas (pubertal growth spurt)); (3) penurunan penyerapan besi di saluran cerna (penyakit inflammatory bowel diseases, infeksi helicobacter pylori, dsb); dan (4) perdarahan (menstruasi yang sering dan berlebih, alergi susu sapi, dsb).

Penelitian Ringoringo pada bayi berusia 0 – 12 bulan di Kalimantan Selatan menemukan insidens ADB sebesar 47,4%. Insidens ADB pada penelitian ini cenderung lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu dengan anemia dibandingkan ibu tanpa anemia.

Zat besi juga merupakan salah satu zat gizi penting untuk perkembangan janin, bayi, dan anak, terutama pada perkembangan otak. Defisiensi zat besi mengakibatkan gangguan perkembangan psikomotor dan fungsi kognitif, khususnya fokus dan daya ingat.3-6 Pada saat di dalam kandungan, bayi mendapatkan asupan zat besi dari ibunya yang dapat memenuhi kebutuhan zat besi bayi sampai 4 – 6 bulan pertama setelah kelahirannya.

Bayi yang lahir cukup bulan dan mendapat ASI eksklusif tidak memerlukan suplementasi zat besi. Ketika bayi mencapai usia 4 – 6 bulan, cadangan zat besi mulai habis sedangkan kebutuhan zat besi makin meningkat sehingga menyebabkan bayi lebih rentan untuk mengalami defisiensi besi. Kebutuhan zat besi pada bayi berusia 6 – 11 bulan yaitu 11 mg/hari dimana 97% dari kebutuhan ini harus dipenuhi dari MPASI.7-9

Ibu dapat memberikan MPASI rumahan maupun MPASI fortifikasi komersial. Kelebihan MPASI rumahan adalah rasa yang beraneka-ragam dan biaya yang murah. Namun MPASI rumahan memiliki risiko lebih tinggi kontaminasi mikroba selama penyiapan, penyimpanan, dan proses pemberian makan, serta kejadian tersedak jika tekstur makan yang diberikan tidak sesuai usia apabila dibandingkan MPASI fortifikasi kemasan.10-12

Di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengawasi dengan ketat produk MPASI komersial termasuk MPASI fortifikasi. Kandungan nutrisi dalam MPASI fortifikasi tak hanya harus mengikuti peraturan BPOM RI namun juga harus sesuai dengan Codex Alimentarius yang diinisiasi oleh FAO/WHO (Food and Agriculture Organization of the United Nations/World Health Organization), serta diperkaya dengan zat gizi tertentu (besi, yodium, seng, vitamin D, dsb) untuk memastikan asupan zat gizi yang adekuat sehingga anak dapat bertumbuhkembang secara optimal.

Persyaratan kandungan nutrisi produk MPASI yang diijinkan beredar di Indonesia tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Pengawasan Pangan Olahan Untuk Keperluan Gizi Khusus. Kandungan air dalam produk MPASI bentuk bubuk tidak lebih dari 5g per 100g. Kandungan air yang rendah menyebabkan produk MPASI tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga aman untuk dikonsumsi bayi.

Sementara itu, hambatan yang sering ditemui dalam penggunaan MPASI rumah tangga adalah kesulitan untuk menentukan kandungan nutrisi secara akurat dan daya terima anak yang mempengaruhi jumlah konsumsi karena ukuran lambung anak yang kecil. Kedua hal ini sangat menentukan kecukupan asupan zat gizi anak setiap hari.16 Sebagai gambaran, untuk memenuhi 11 mg zat besi diperlukan 3 buah hati ayam, 400 gram bayam, 3000 gram daging dada ayam.

Penelitian Irawan R, dkk di Indonesia menunjukkan bayi berusia 6 – 24 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan mengonsumsi MPASI rumahan mempunyai kadar hemoglobin dan zat besi yang lebih rendah, serta risiko yang lebih tinggi untuk mengalami stunted (perawakan pendek) dan wasted (gizi kurang) dibandingkan bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi kemasan. Selain itu, penelitian Csölle I, dkk juga menunjukkan bahwa pemberian MPASI fortifikasi pada bayi juga dapat mengurangi risiko anemia sebesar 43%.

Oleh karena itu, orangtua dapat menggunakan MPASI rumahan dan MPASI fortifikasi untuk mencegah ADB pada bayi. MPASI fortifikasi kemasan dapat menjadi alternatif untuk digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan MPASI rumahan agar memastikan asupan zat gizi makro dan mikro yang adekuat pada bayi. (penulis adalah Dokter Spesialis Anak dan Ahli Nutrisi yang saat ini menjabat sebagai Staf SMF Kesehatan Anak di RSUP Fatmawati)

Tifatul Sebut Perbedaan Give Away dari Allah SWT yang Patut Disyukuri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perbedaan suku ras, budaya, dan agama yang dimiliki bangsa Indonesia adalah give away (pemberian secara gratis) dari Allah SWT. Karenanya, perbedaan dan keberagaman itu wajib dijaga dan disyukuri oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Perbedaan atau kebhinekaan yang kita miliki itu, bisa kita jadikan sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (1/12/2023).

Pada kesempatan itu, Tifatul mencontohkan, keberagaman seperti budaya yang sangat beragam, bisa menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan ini menjadi salah satu sumber devisa bagi bangsa Indonesia.

Peserta yang hadir pada sosialisasi kali ini berasal dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di Kota Medan. Salah seorang peserta mengaku senang bisa langsung bersilaturahim dengan Tifatul yang merupakan Menkominfo era SBY ini. “Senang rasanya bisa bertatap muka langsung dengan Pak Tifatul, saya jadi bisa menyampaikam secara langsung keluhan keluhan saya selama ini,” ujar seorang peserta.

Pada pemaparannya tentang 4 Pilar MPR RI, Titatul menjelaskan beberapa poin krusial yang terkandung didalamnya seperti Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara; UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi dan Ketetapan MPR RI; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. (adz)

Puluhan Ribu Warga Antusias Senam Bareng Ganjar-Mahfud MD

LAUTAN MANUSIA: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mengikuti senam bareng di alun-alun Kapuas Pontianak, pada Minggu (25/11).Tim Media Ganjar Pranowo.

SUMUTPOS.CO – ALUN-alun Kapuas Pontianak mendadak penuh dengan lautan manusia, pada Minggu (25/11). Puluhan ribu masyarakat berdesakan mengikuti senam sehat yang digelar Partai Hanura. Kehadiran capres cawapres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi alasan kuat masyarakat berjubel di sana.

Mauliyanti (30) misalnya, dia begitu semangat mengajak keluarga besarnya untuk ikut hadir dalam acara senam sehat itu. Rasa penasarannya pada sosok Ganjar dan Mahfud menjadi alasan kuat dia datang ke tempat itu.

“Saya ngefans banget sama pak Ganjar. Sering lihat di medsos dan orangnya kelihatan ganteng, pinter dan berwibawa. Makanya pengen ketemu, lihat secara langsung biar nggak penasaran. Pengen ketemu juga sama pak Mahfud,” ucapnya.

Rasa penasaran Mauliyanti terbayar tuntas. Saat Ganjar hadir di tempat itu, dia bersama puluhan ribu warga lainnya langsung berdesakan untuk bersalaman dan minta foto dengannya.

“Seneng banget tadi sempat salaman sama pak Ganjar. Sempat foto juga. Wah ternyata pak Ganjar beneran ganteng, tinggi dan baik banget. Tadi saya disapa dan senyumnya itu lho, manis banget,” ucapnya kegirangan.

Hal senada disampaikan Riska Ayu (20) peserta lainnya. Meski harus menunggu lama dan bertahan di bawah matahari Katulistiwa, semuanya terbayar lunas ketika bisa bertemu Ganjar dan berfoto dengannya.

“Saya nggak pernah bermimpi bisa salaman dan foto sama pak Ganjar. Pokoknya ini pengalaman yang tak terlupakan. Pantes mas Alam gantengnya kelewatan, pak Ganjar juga ganteng banget,” ucapnya sambil tersipu malu.

Dalam kesempatan itu, Ganjar dan Mahfud dengan ramah menyapa masyarakat. Keduanya kompak turun dari panggung dan menyalami ribuan massa yang ada di sana.

“Saya senang hadir di sini, dengan sambutan masyarakat yang luar biasa. Saya lihat semuanya bahagia. Mudah-mudahan ini menjadi awal kita mewujudkan harapan bersama untuk Kalimantan Barat dan Indonesia yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Ganjar menegaskan, pemerintahan ke depan harus bersih dan melayani. Segala macam bentuk KKN harus disikat habis agar masyarakat lebih sejahtera.”Kalau pemerintahan bersih dan melayani, tidak ada KKN, maka pendidikan akan bagus, kesehatan masyarakat akan bagus, infrastruktur bagus dan rakyat lebih sejahtera,” tegasnya.

Dia juga menitipkan pesan pada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas jelang Pemilu 2024.”Selama masa kampanye, saya minta pendukung Ganjar Mahfud menjaga kesantunan, kesopanan. Jangan menyakiti orang lain. Pastikan anda semua terdaftar, pastikan semua mencoblos dan menjaga suara kita baik-baik. Saya dan Pak Mahfud mohon doa dan dukungannya. Salam saya untuk keluarga,” pungkas Ganjar.

Ganjar Pranowo juga menjadi idola kaum wanita di Medan Utara, khususnya emak-emak. Mereka berharap agar Ganjar juga datang ke Marelan. “Kami juga ingin bertemu dengan Pak Ganjar. Saya ingin berfoto bersama, dan menyampaikan aspirasi saya, khususnya kaum emak-emak, “ ujar warga Marelan, Wagiyah dan Sri Kurnia kepada Sumut Pos, Jumat (1/12). (wir/mag-1)

Gunung Marapi Meletus, 42 Pendaki Masih Berada di Gunung

SUMUTPOS.CO – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami meletus. Sesuai data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) asap abu letusan mencapai ketinggian 3 ribu meter dari puncak kawah. Petugas berupaya mengevakuasi 42 pendaki yang masih berada di Gunung Marapi.

Sesuai data BKSDA erupsi Gunung Marapi terjadi Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB. Saat ini status Gunung Marapi berada di Level II atau waspada. Dengan status tersebut masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendaki dengan radius 3 kilometer.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Wasito mengatakan, dari hasil perekaman seismograf PVMBG erupsi Gunung Marapi terdata amplitude maksimum 30 milimeter dan durasinya 4 menit 41 detik. “Kolom abu tinggi ke atas terlihat dari Agam,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini tim BPBD sudah berada di dua titik lokasi terdekat dengan puncak. Yakni, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang. “Tim Pusdalops di dua lokasi ini untuk melakukan upaya bantuan ke masyarakat,” terangnya.

Sementara Tim Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Agam Ade Setiawan mengatakan, hujan abu vulkanik telah terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang. “Hujan vulkanik turun dengan intensitas tinggi, membuat suasana Nagari Lasi pekat dan gelap,” ujarnya.

Hujan vulkanik juga terjadi di Kecamatan Sungai Pua. Namun, intensitas hujan vulkanik tersebut masih rendah. “Kemungkinan dampak angin yang mengarah ke Kecamatan Canduang,” terangnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengatakan, tim telah membagikan masker ke masyarakat serta mengimbau masyarakat tidak keluar rumah karena intensitas hujan vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan. “Mohon tetap di dalam rumah,” ujarnya.

Bagian lain, Plh Kepala BKSDA Sumbar Eka Dhamayanti menjelaskan bahwa jumlah pendaki yang terdata naik ke Gunung Marapi mencapai 70 orang. Terdiri dari 57 pendaki naik dari pintu Batu Palano dan 13 pendaki naik dari pintu Koto Baru.

“Update hingga pukul 16.55 WIB, 13 pendaki yang masuk dari Koto Baru telah turun dan 13 orang pendaki dari pintu Batu Palano baru 15 pendaki,” jelasnya.

Dengan begitu masih ada 42 pendaki dari pintu Batu Palano yang masih proses evakuasi atau diturunkan. Proses evakuasi pendaki masih terus dilakukan. “Kami juga berupaya menghubungi para pendaki. Nanti informasi terbaru saya update,” ujarnya dihubungi Jawa Pos kemarin (3/12) pukul 18.40. (idr/jpg)