Home Blog Page 898

Sosok Hasrul Benny Harahap, Pengacara Kondang Peduli Olahraga dan Pendidikan

Hasrul Benny Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama Hasrul Benny Harahap sudah tidak asing bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi.

Sebagai seorang Pengacara, pria yang akrab disapa HBH itu berhasil memenangkan berbagai perkara besar yang menarik perhatian publik.
Selain itu, pria kelahiran Medan, 15 Agustus 1973 itu juga dikenal publik sebagai sosok yang sangat peduli dengan olahraga, khususnya karate dan sepakbola. Bahkan, dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Kota Medan selama 2 periode dan membentuk tim sepakbola dan SSB Medan Soccer.

“Kesukaan dan kecintaan saya pada olahraga sudah ada sejak saya kecil. Dulu, saya selalu menyempatkan diri untuk bermain sepakbola setiap sore hari. Begitu juga dengan cabang olahraga lainnya, saya suka dan senang mengikutinya walau tidak semua cabang olahraga saya tekuni, “ ucap HBH saat diwawancarai, Minggu (3/12).

Karena kecintaan terhadap olahraga, HBH mengaku sudah bertekad untuk turut serta berkontribusi dalam memajukan olahraga di Indonesia. Oleh karena itu, dengan jadwal pekerjaannya yang padat, dia tetap berusaha berkontribusi dalam upaya memajukan olahraga, diantaranya dengan bergabung menjadi pengurus hingga memimpin Pengcab FORKI Kota Medan.

“Alhamdulillah, selama kepemimpinan saya di FORKI Kota Medan, berbagai prestasi, baik tingkat kota, provinsi, nasional dan internasional sudah pernah diraih atlet karate binaan FORKI Kota Medan. Saya sangat meyakini, atlet kita memliki potensi yang luar biasa sehingga harus dilatih dan dibina dengan baik, untuk menggali potensi itu, “ ungkap HBH.

Disinggung soal pendidikan, HBH seketika menekankan pentingnya kepedulian terhadap dunia pendidikan. Disebutnya, para peserta didik merupakan aset dan penerus bangsa ini yang menentukan nasib bangsa ini ke depannya. Oleh karena itu, diakuinya dirinya sampai saat ini masih aktif berkomunikasi dengan teman-teman sekolahnya dan aktif berkegiatan di Ikatan Alumni.

“Sampai sekarang saya masih bersilaturahmi dengan teman-teman alumni SMP Negeri 1 Medan, SMA Negeri 6 Medan dan juga teman-teman Alumni Fakultas Hukum USU. Dalam setiap kesempatan silaturahmi, saya selalu menekankan untuk para alumni berperan aktif dalam rangka memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di sekolah yang pernah menjadi tempat kita menimba ilmu,“ ujar pria yang kini memimpin IKA FH USU itu.

Lebih lanjut, HBH menyebut kontribusi yang dapat dilakukan alumni dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yakni dengan program alumi mengajar. Dicontohkannya, seperti di Fakultas Hukum USU, dirinya mengajak para alumni yang sudah menjadi praktisi untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para Mahasiswa.

Sebelum mengakhiri, suami dari Astri Haiza Melissa itu sekilas menceritakan masa-masa dirinya menuntut ilmu. Dikatakannya, dirinya merupakan alumni SD Swasta Harapan 1 Medan. Kemudian dia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Medan dan diteruskan ke SMA Negeri 6 Medan. Setamat SMA, HBH mengaku bercita-cita menjadi seorang Penerbang (Pilot). Namun, nasib berkata lain hingga akhirnya dirinya melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).

Saat menjalani kuliah, dikatakannya bahwa sang ayah meninggal dunia hingga akhirnya dia harus kuliah sambil bekerja. “Alhamdulillah saat itu saya juga mendapatkan beasiswa, jadi semakin terbantu lah. Dengan segala keadaan, saya tekadkan bahwa saya harus menyelesaikan pendidikan saya. Alhamdulillah, S1 saya berhasil selesai, bahkan saya lanjutkan ke S2 dan Alhamdulillah saat ini sedang proses akhir untuk meraih gelar Doktor, “ pungkas HBH mengakhiri. (rel/tri)

Bridge Sumut Tetap Target 2 Emas PON 2024

BERSAMA: Atlet Bridge Sumatera Utara foto bersama pelatih Perwira Sakti Lubis, Wasping KONI Sumut Johny Ramadhan Silalahi, Petugas Disporasu Bahtar Panjaitan dan lainnya. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Bridge Sumatera Utara tetap menargetkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Target itu ditegaskan kembali oleh Sekretaris Umum Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi ) Sumut Perwira Sakti Lubis saat visitasi Tim Publikasi PON XXI Wilayah Sumatera Utara di lokasi latihan Abadi Coffe, Medan, Sabtu (2/12) sore.

Menurutnya, raihan target itu mengacu pada Kejurnas 28 Juli sampai 4 Agustus 2023 di Palembang. “Seperti yang saya katakan di Posko Publikasi lalu, kita tetap menargetkan dua emas dari nomor pasangan putri dan putra,” papar Perwira.

“Rujukannya Kejurnas di Palembang, kita meraih satu emas dari nomor Open U31 Junior dan satu perak dari beregu Open Team. Perunggu juga diraih dari pasangan wanita terbuka,” tambahnya.

Tim Visitasi Posko Publikasi PON XXI yang meninjau Pelatda Cabor Bridge di antaranya Johny Ramadhan Silalahi (Wasping KONI Sumut), Bahtar Panjaitan (Disporasu) dan M Yunan (Wartawan Posko).

Cabor Bridge pada PON 2024 mempertandingkan 5 nomor, yakni pasangan putra/i, beregu putra/i dan beregu campuran dengan kuata maksimal 18 atlet per provinsi yang lolos semua nomor.

“Saat ini atlet kita yang masuk Pelatda KONI Sumut ada delapan orang, empat putra dan empat putri. Tapi sebagai tuan rumah, kita ingin mengikuti kuota yang sudah ditentukan,” ujar Perwira.

“Di tim kita ada satu atlet putri nasional dan sudah sering ikut kejuaraan dunia. Sedangkan untuk porsi latihan kita latukan secara offline dan online,” katanya lagi.

Untuk memantapkan persiapan, pihaknya juga akan try-out rencananya ke Padang untuk mengikuti kejuaraan Agriculture Fak Universitas Andalas (AGBC Open) pada 9-10 Desember 2023. “Semua anggota tim ikut. Selain itu kita akan melakukan Selekda pada 16-17 Desember untuk memenuhi kuota 18 atlet 3 tim yang akan mengikuti semua nomor,” terangnya.

Perwira pun memastikan, Pelatda Cabor Bridge tidak ada kendala dengan dukungan Pemprovsu melalui KONI Sumut. “Yang penting komitmen, karena bridge ini cabang olahraga yang butuh konsentrasi dan harus fokus. Saat bermain jangan dipikirkan yang tidak perlu atau hal lain,” jelasnya.

Mengenai saingan terberat, Perwira menyebutkan selain DKI Jakarta ada juga Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. “Usia atlet bridge kita untuk putri 20-an tahun dan baru tamat kuliah. Sedangkan untuk putra usia 40-an tahun,” ungkapnya.

Diakuinya, bibit atlet bridge termasuk langka dan kurang berkembang karena permainannya butuh konsentrasi dan fokus. “Di Medan hanya ada tiga klub dan tim Sumut yang ikut PON berasal dari Medan, Langkat dan Siantar,” pungkasnya. (dek)

Paralayang dan Gantole Sumut Minim Alat Terbang

BERSAMA: Petugas Posko Publikasi PON 2024 Wilayah Sumut, Jonny Siahaan bersama atlet paralayang dan gantole Sumatera Utara di Geosite Huta Ginjang. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cabang olahraga Aero Sport Sumatera Utara, terkhusus Paralayang dan Gantole berlatih dengan sarana seadanya. Itu terungkap setelah kunjungan Pemprov Sumut melalui Dispora usai Visitasi Venue yang merupakan bagian dari Publikasi PON XXI/2024 wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Visitasi ini berlangsung di Geosite Huta Ginjang, yang jadi salah satu tempat latihan atlet paralayang dan gantole. Kunjungan berlangsung selama dua hari, Jumat (1/12) hinga Sabtu (2/12). Pada hari pertama, para atlet sempat beberapa kali ‘terbang’ atau berlatih meski pada akhirnya hujan dan kabut menghambat. Latihan lanjut di hari kedua.

Pelatih Paralayang Sumut, Raja Siregar mengatakan, saat ini atlet Pelatda PON 2024 berlatih di tiga titik lokasi. “Di Huta Ginjang ada 2 atlet ditambah yang non pelatda juga ada. Di Karo, tepatnya di Bukit Gajah Bobok ada 2 atlet dan di Sipirok ada 4 atlet. Jadi total ada 8 atlet paralayang Sumut. Biasa latihan teknik Sabtu dan Minggu, selebihnya ada fisik juga,” kata Raja Siregar.

Delapan atlet ini seperti Iqmal Yunus Nasution, Rudi H Simaremare, Enjel M Siregar, Andreas Sinaga, Ucok Atopan Sagala, Yola Nopriyoni, Rama Yulis dan Aprita Wulandari akan berjuang untuk tiga nomor lomba di PON 2024 nantinya. Mulai dari Ketepatan Mendarat yang mengharuskan atlet mendarat sesuai titik yang ditentukan.

Lalu Cross Country (jelajah alam) di mana atlet terbang sejauh mungkin menggunakan GPS. Selanjutnya Terbang Tandem (berdua). “Semunya untuk kategori perorangan putra putri dan beregu putra putri dengan total 12 emas. Target kami paralayang setidaknya bisa empat emas,” kata Raja.

Sejumlah kendala dihadapi selama Pelatda. Utamanya dari segi peralatan yang diakui Raja sudah usang. “Parasut kita sudah lama. Untuk yang cross country juga kita gak ada parasutnya, selama ini pakai alat yang ketepatan mendarat. Tentunya bila ada alat baru akan menambah percaya diri, karena kontrolnya pasti lebih halus. Tahun lalu sudah diajukan, tapi sampai sekarang belum ada,” kata Raja.

Selain keterbatasan alat, Raja juga menginginkan para atletnya bisa berlatih di Aceh yang jadi lokasi atau venue PON 2024. “Supaya kita mengetahui lokasi, tofografinya seperti apa, angin dan lainnya. Biar bisa adaptasi juga,” lanjutnya.

Di sisi lain, kendala juga dihadapi atlet Gantole Sumut. Tiga atlet Pelatda saat ini, Irfan Aritongan, Bagus Rajagukguk dan Berlas Aritonang kompak menyebut alat terbang sudah tidak memadai lagi.

“Cuma ada 3 alat yang sudah tua, gak layang dipakai terbang lagi. Layar keropos, down tube banyak sambungan. Kami minta alat baru,” kata Irfan peraih emas dan perak Kejuaraan nasional di Padang 2022 lalu.

Belum lagi urusan pelatih yang saat ini berdomisili di Sumbar. “Kadang pelatih datang, atau kita yang datangi pelatih latihan ke Sumbar. Terakhir April kemarin kami ke sana. Rencana 10 Desember ini kami ke sana lagi,” ucapnya.

Adapun khusus gantole ada 3 nomor lomba yang dipertandingkan di PON 2024. Mulai dari ketepatan mendarat, durasi dan lintas alam masing-masing peroragan dan beregu. “Target pribadi tentu bisa dapat emas,” katanya lagi.

Sementara Jonny Siahaan mewakil Dispora usai Visitasi tersebut mengatakan, aero sport merupakan olahraga ekstrem yang harus terus dikawal. Makanya dia meminta agar Binpres dari FASI Sumut untuk maksimal melihat latihan atlet di tiga lokasi.

“Saya juga sudah dengar langsung kendala mereka selama Pelatda. Ini akan saya teruskan. Saya tetap minta atlet tetap bekerja keras dan tetap semangat berlatih,” pungkasnya. (dek)

BBMKG: Bencana Banjir Disebabkan Potensi Hujan

PENCARIAN: Tim SAR, warga, TNI, Polri sedang melakukan pencarian 11 korban yang masih belum ditemukan di tepi Danau Toba, Minggu (3/12). (Istimewa)

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Koordinator Meteorologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan, Ramos Lumban Tobing menyebutkan, bencana banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbanghasundutan, disebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan deras, yang sudah berlangsung 3 hari sebelum kejadian.

Ramos juga menyatakan, berdasar analisis sementara kondisi dinamika atmosfer untuk wilayah Kecamatan Baktiraja, dikarenakan cuaca. Kondisi hujan dengan intensitas deras sudah berlangsung 2 atau 3 hari sebelum kejadian. Sehingga, Ramos menduga, pada Jumat (1/12) lalu, menjadi puncaknya banjir bandang dan longsor.

“Kami menduga seperti itu, karena 2 atau 3 hari sebelumnya, karena kondisi hujan dengan intensitas deras terjadi di wilayah Humbahas,” jelas Ramos, Minggu (3/12).

Lebih lanjut Ramos mengatakan, untuk prospek 2 hari ke depan, hingga saat ini di Kecamatan Baktiraja berpotensi mengalami hujan ringan dan sedang.

“Untuk hari ini (Minggu), dan 2 hari ke depan wilayah Humbahas masih berpeluang terjadi hujan ringan, sedang, hingga deras,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap awas dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengupdate informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG,” harap Ramos.

Senada, Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Budi menjelaskan, kondisi saat ini hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, yang bervariasi hingga siang dan malam.

“Tinggi gelombang di sekitaran perairan Danau Toba ini berkisar antara 0,1 hingga 0,4 meter. Kami harap, kondisi cuaca ini bisa membantu evakuasi dalam pencarian 11 korban tersebut,” harapnya.

Disinggung soal munculnya batu-batu besar dari lereng pegunungan, dia belum bisa memastikan asalnya dari mana, dan masih dalam tahap penelitian. Namun, Budi menuturkan, dalam 3 atau 4 hari sebelumnya, di wilayah ini dan wilayah sekitar lereng barat, serta pantai barat Sumatera, terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras.

“Jadi, sebelum kejadian, memang selama 4 hari di daerah lereng barat maupun pantai barat Sumatera, terus diguyur hujan. Terakhir kita lihat di wilayah Pakkat, Humbahas, itu curah hujan mencapai 80 milimeter,” bebernya.

” Kalau di sini semalam saya lihat data itu sekitar 20 atau 30 milimeter, pada 1 Desember 2023. Jadi hujan itu sangat deras, dan sebelumnya juga cukup deras hampir 4 hari sebelumnya,” kata Budi.

Disinggung soal titik rawan, Budi mengatakan, belum dapat memastikan. Namun, dia menyebut, titik rawan sering terjadi berada pada lereng barat yang berpotensi tinggi. Seperti daerah Humbahas, Taput, Mandailing Natal, dan sekitarnya.

“Kami pantau terakhir itu, potensinya termasuk menengah hingga tinggi terjadi longsor,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, BBMKG mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Baktiraja dan sekitarnya, agar tetap awas terkait terjadi longsor maupun banjir bandang.

“Kami tidak ingin kejadian ini terulang kembali, dan kita tidak bisa mencegah, tapi bisa mewaspadai dengan cara melihat potensi,” pungkas Budi. (des/saz)

PT Medan Perkuat Hukuman Seumur Hidup Terdakwa Kurir Sabu 20 Kilogram

SIDANG: M Yakob alias Acob, terdakwa kasus sabu-sabu, saat menjalani sidang beberapa waktu lalu di PN Medan. (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperkuat hukuman seumur hidup Pengadilan Negeri (PN) Medan, terhadap M Yakob alias Acob, terdakwa kurir sabu-sabu seberat 20 kilogram asal Aceh.

Majelis hakim banding diketuai Longser Sormin melalui putusan banding Nomor: 1529/PID.SUS/2023/PT MDN, menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menguatkan putusan PN Medan Nomor: 881/Pid.Sus/2023/PN Mdn tertanggal 26 September 2023, atas nama terdakwa M Yakob alias Acob yang dimintakan banding tersebut,” ungkap Longser, sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (3/12).

Lebih lanjut, Longser memerintahkan terdakwa Acob agar tetap berada di dalam tahanan dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Sebelumnya, PN Medan menghukum terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Sedangkan JPU, dalam tuntutannya, meminta supaya terdakwa dihukum mati.

Diketahui, penangkapan terdakwa terjadi pada 19 Maret 2023. perkara ini bermula saat terdakwa bertemu dengan Adun di Pasar Gedung, Aceh Utara. Dalam pertemuan tersebut, terdakwa ditawari pekerjaan untuk menjemput, membawa, dan mengantarkan paket sabu-sabu dengan upah Rp5 juta.

Setelah terdakwa menyetujui pekerjaan tersebut, Adun meminta nomor handphone terdakwa. Pada 21 Maret 2023, terdakwa dihubungi oleh Adun dan menyuruh terdakwa untuk menemuinya di pasar tersebut.

Kemudian, Adun memberikan nomor handphone yang akan menyerahkan barang dan memberikan uang jalan kepada terdakwa sebesar Rp1 juta. Adun menjanjikan kepada terdakwa upah diberikan setelah barang haram tersebut sampai.

Pada 28 Maret 2023, terdakwa menghubungi nomor yang akan menyerahkan sabu-sabu kepada terdakwa, dan sepakat bertemu di Jalan Line Pipa. Malam harinya, terdakwa pergi dari rumahnya dengan menggunakan mobil rental menuju ke Jalan Line pipa. Setelah itu dalam perjalanan dekat Jalan Line Pipa terdakwa menghubungi nomor yang akan menyerahkan narkoba tersebut.

Masih di malam yang sama, terdakwa melihat ada 2 laki-laki di pinggir Jalan Runtuh, lalu mobil terdakwa dihentikan dan memasukkan karung goni plastik ke dalam bagasi belakang.

Singkat cerita, saat terdakwa sedang istirahat, datang petugas kepolisian ke rumah terdakwa, kemudian mengamankan terdakwa, dan menanyakan barang haram tersebut. Terdakwa mengaku, sabu-sabu itu ada di rumah yang ditempati oleh anak dan menantu terdakwa, Jalan Besar Medan-Aceh Komplek BTN Blang Raya No 25, Kelurahan Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara 2, Kota Lhokseumawe. (man/saz)

Diduga Tak Bermanfaat, Studi Tiru Kades se-Deliserdang Diminta Dihentikan

Ketua LSM LIPAN Sumut Pantas Traigan (Fadly/Sumut Pos)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Ketua LSM LIPAN ( Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara) Sumut, Pantas Tarigan, meminta Pemkab Deliserdang, khususnya Dinas PMD, untuk mengkaji ulang hingga membatalkan kegiatan studi tiru kepala desa se-Kabupaten Deliserdang di Hotel Lombok Raya Mataram.

Hal tersebut diungkapkan Pantas saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, Sabtu ( 2/12 ) lalu.

Menurutnya, kegiatan tersebut hanya untuk menghaburkan uang negara, dengan dalih studi tiru, karena dana yang dikeluarkan per kepala desa tidak sedikit, yakni sekitar Rp20 juta, dan jumlah kepala desa se-Kabupaten Deliserdang mencapai 380 orang.

“Seharusnya lebih efektif dan efisien apaba uang tersebut digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Pantas.

Aksi pemborosan uang negara diperlihatkan segelintir oknum kepala desa se-Kabupaten Deliserdang, yang ngotot pergi pelesiran berkedok studi tiru dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).

Rencananya pelesiran berkedok studi tiru itu, akan dilaksanakan 2 gelombang Gelombang pertama dilaksanakan pada 7 Desember, sedangkan gelombang kedua pada 9 Desember di Hotel Lombok Raya Mataram.

Pantas mengatakan, kegiatan ini, disebut-sebut dikordinir oleh Badan Kordinator Antar Desa (BKAD) bekerja sama dengan Event Organizer (EO). BKAD tersebut, berkedudukan di setiap kecamatan. (fad/saz)

Diguyur Hujan, Puluhan Rumah Warga di Belawan Terendam Banjir

BANJIR: Puluhan perumahan warga di Jalan Selebes dan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, direndam banjir, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, Sabtu (2/11). (Ihsan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan rumah warga di Jalan Selebes dan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan direndam banjir, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, Sabtu (2/11) lalu.

Penyebab perumahan warga terendam banjir, karena sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, dan banyaknya sampah plastik, menyebabkan penyumbatan drainase. Sampah yang menumpuk, juga diakibatkan oleh kurang pedulinya masyarakat sekitar, dengan membuang sampah ke dalam drainase.

Banyak warga sulit beraktivitas, karena banjir menggenangi mulai dari ruas jalan sampai ke dalam rumah. Selain itu, banyak anak-anak mengalami kesulitan berjalan menuju sekolah.

Ernawati, warga Belawan 2, berharap, pemerintah, baik Pj Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan, membantu perbaikan drainase mereka.

Rizky Darmawan, yang juga seorang warga sekitar, mengatakan, banjir ini diakibatkan adanya perbaikan pembetonan jalan di sekitar rumahnya. Dan karena permukaan rumahnya rendah, air yang yang tergenang dari ruas jalan, masuk ke halaman rumahnya.

Dia juga menyebutkan, banjir ini sudah sepekan dirasakan warga Kelurahan Belawan 2, setiap gang dan lorong di rendam banjir.

“Tolonglah kami Pak (Pj) Gubernur dan Pak Wali Kota,” ujarnya sambil menimba air dari dalam rumahnya, yang direndam banjir. (mag-1/saz)

Oknum Polisi yang Dipropamkan ke Polda Sumut, Bakal Disidang di Polres Binjai

Kantor SPKT Polres Binjai (Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut yang melakukan proses terhadap oknum polisi yang berdinas di Polsek Binjai Utara, berinisial IR. Sejumlah pemeriksaan telah rampung dilakukan. Karenanya, penyidik Bid Propam Polda Sumut melimpahkan kepada Seksi Propam Polres Binjai guna proses lebih lanjut.

Dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pemeriksaan (SP2HP) yang ditujukan kepada pelapor dengan Nomor: B/747/XI/WAS.2.4./2023/Bidpropam, Subbid Provos Bid Propam Polda Sumut telah selesai melakukan pemeriksaan dan pemberkasan. Terhadap IR dinyatakan sebagai terduga pelanggar disiplin.

Dan dalam SP2HP ini, pelapor diminta untuk koordinasi lebih jauh kepada Kasi Propam Polres Binjai, AKP Tarmizi Lubis.

Menanggapi hal ini, akhir pekan lalu, Tarmizi yang dikonfirmasi menyebutkan, belum ada melihat berkas IR yang dilimpahkan Polda Sumut.

Meski demikian, dia langsung menghubungi penyidik Bid Propam Polda Sumut guna menanyakan hal tersebut. Setelah mendengar penjelasan penyidik, menurut dia, oknum polisi berpangkat brigadir berinisial IR ini, akan segera disidangkan.

“Akan segera kami sidangkan. Yang memimpin sidang bisa saya atau perwira pertama lain.Karena pelanggaran disiplin, bukan pelanggaran kode etik,” katanya.

Ditanya ancaman hukuman apa terhadap IR, dia belum dapat memastikan.

“Bisa saja tunda kenaikan pangkat atau kurungan. Tapi saat ini berkasnya belum saya terima, jadi sabar dulu. Persidangan nanti juga akan kita panggil pelapor,” urai Tarmizi.

Selain dipropamkan, IR juga dipolisikan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai atas dugaan penggelapan objek fidusia.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menyebutkan, laporan korban akan diproses.

“Akan segera kami proses, kami panggil (pihak-pihak terkait) untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

IR dipropamkan berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/178/X/2023/Propam pada awal Oktober 2023 lalu. Selain dipropamkan, IR juga dilaporkan ke Polres Binjai sesuai laporan polisi Nomor: LP/B/489/IX/2023/SPKT/Polres Binjai.

Dari informasi yang dirangkum, IR dilaporkan diduga menggelapkan 1 unit truk merk Hino type Dutro 130 HD+Dump dengan nomor polisi BK 8651 XZ, yang masih kredit atau jaminan objek fidusia. Pada Oktober 2022 lalu, IR mengajukan pinjaman pembiayaan dengan perjanjian kontrak Nomor: 062122212992.

IR mengangsur selama 48 bulan, dengan angsuran Rp3,1 juta setiap bulannya. Namun berjalannya waktu, IR mematuhi kreditnya hanya 5 bulan saja.

Memasuki bulan keenam, IR tidak membayarnya atau kredit macet dan total sudah 8 bulan menunggak. IR diduga ogah membayar kreditnya di satu perusahaan leasing, karena merupakan aparat penegak hukum. Secara tidak langsung, IR diduga anggar seragamnya dengan tak melanjutkan pembayaran kredit tersebut. (ted/saz)