Home Blog Page 899

Departemen Kontruksi PT DPM Perbaiki Jalan Permukiman di Kelurahan Sidiangkat

DIASPAL: Terlihat jalan utama Base Camp Gerbang III, Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, sedang diperbaiki Departemen Konstruksi PT DPM untuk jawab aspirasi warga.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) melalui departemen konstruksi, melakukan perbaikan jalan permukiman tepatnya di jalan utama Base Camp Gerbang III, Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Selasa (28/11/2023).

Supervision Communication PT DPM, Rangkap Boang Manalu kepada wartawan menerangkan, perbaikan jalan permukiman dimaksud atas aspirasi yang disampaikan masyarakat sekitar kepada departemen external beberapa waktu lalu.

“Selanjutnya, oleh perusahaan melalu Departemen Kontruksi, langsung melakukan perbaikan pengaspalan jalan sepanjang 50 meter. Sekarang jalan utama permukiman warga itu sudah bagus,” ujarnya.

Rangkap menambahkan, meskipun perusahaan belum eksploitasi atau berproduksi, jauh sebelumnya PT DPM telah banyak menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Misalnya, bantuan ribuan bibit tanaman produksi, penyaluran makanan bergizi, pemberian sembako diberbagai tempat, bantuan dana pendidikan , dan lainnya.

“Artinya, perusahaan telah menunjukkan komitmen dan memberikan tanggungjawab sosial kepada masyarakat khususnya warga sekitar lingkar tambang,” ucap Rangkap.

Sementara itu, perwakilan warga penerima manfaat perbaikan/pengaspalan jalan, Viksen Tumanggor dan Mohar Sinamo, mengapresiasi PT DPM, sudah merespons aspirasi disampaikan masyarakat.

Viksen maupun Mohar menyebut, saat audensi di kantor PT DPM di Sidiangkat akhir bulan Oktober lalu, sebenarnya ada beberapa usulan disampaikan masyarakat seperti perbaikan jalan, lampu penerangan jalan umum serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Terimakasih kepada PT DPM sudah realisasikan aspirasi warga, semoga perusahaan pertambangan timah hitam itu segera berproduksi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Dairi,” ucap keduanya.(rud/ram)

Bupati Dairi Eddy Berutu: Kita Telah Berhasil Laksanakan Merdeka Belajar

BERFOTO: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Simarmata foto bersama saat peringatan HGN di stadion utama Sidikalang, Selasa (28/11/2023).Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyebut Pemerintah Kabupaten Dairi telah berhasil melaksanakan beberapa program yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, khususnya dalam implementasi merdeka belajar.

Hal ini disampaikan dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2023 di Stadion Utama Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Selasa (28/11/2023).

“Capaian Dairi terkait akun belajar yang menjadi muara dari beberapa platform saat ini berada pada posisi 90,2%. Demikian juga dengan data di platform Merdeka Mengajar,” ucap Eddy Berutu.

Komunitas di Sumatera Utara, kata Eddy Berutu, Pemkab Dairi berada pada posisi kedua. Sementara, untuk pelajar belajar.id, Pemkab Dairi telah berhasil mengimbaskan sejumlah 38.100 siswa dan berada pada urutan ke-4 Nasional.

Adapun numerasi atau gasing, Pemkab Dairi telah berhasil mengimbaskan secara merata pada pelajar tingkat SD dan SMP.

Di bidang literasi, lanjut Eddy Berutu, salah satu penulis asal Dairi bernama Ahmad Zainuddin Ujung, S.Pd telah membawa nama Dairi dan Budaya Pakpak menjadi salah satu sumber bacaan buku Kemendikbudristek 2023 ini.

“Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras Dinas Pendidikan, bapak ibu baik dari Sekolah Penggerak, Sekolah Terinvensi Program Organisasi Penggerak, Guru Penggerak yang merupakan aset Kabupaten Dairi, Narasumber Berbagi Praktik Baik (NSBPB), dan seluruh komunitas maupun trainer dan yang ada di hadapan saya ini. Oleh karena itu melalui Perayaan HGN 2023 ini saya mengucapkan selamat dan terima kasih telah memberi warna di Kabupaten Dairi, ” ucapnya.

Ke depannya, ucap Eddy Berutu, masih banyak hal yang harus dikerjakan melalui kolaborasi yang lebih intens, sehingga capaian-capaian dalam bidang pendidikan untuk mewujudkan pelajar ber-Profil Pelajar Pancasila dapat dimaksimalkan.

“Sejalan dengan hal tersebut, kita juga optimis dapat mewujudkan visi Kabupaten melalui kolaborasi dan sinergitas pada semua sektor yang ada di Kabupaten Dairi. Hendaknya kita semua saling bersinergi dan bergerak untuk bersatupadu memaksimalkan semua sektor demi mewujudkan tujuan bersama khususnya tujuan pendidikan Nasional,” katanya.

Pada kesempatan ini, Eddy Berutu juga menyampaikan penghargaan HGN kepada guru dan sekolah berprestasi.(rud/ram)

Bupati Eddy Berutu Ingin Wujudkan Birokrasi Sederhana, Lincah dan Profesional

SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu sampaikan sambutan dalam pembukaan sosialisasi penyederhanaan birokrasi.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Saya membayangkan kalau ini kita lakukan di tahun pertama pemerintahan saya, saya yakin hasilnya akan luar biasa.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu membuka Sosialisasi Sistem Kerja untuk Penyederhanaan Birokrasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, di Gedung Perpustakaan Daerah Raja Naga Jambe, Sidikalang, Senin (27/11/2023).

Dalam kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 7 Tahun 2022 tentang Sistem Kerja untuk Penyederhanaan Birokrasi ini, Bupati meminta kepada seluruh para pimpinan OPD serta ASN yang hadir agar dapat menjadikan hasil kegiatan ini sebagai pedoman mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah, dan profesional.

“Sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi, guna mewujudkan tata pemerintahan yang efektif dan bersih. Jadi segera terapkan Permenpan RB Nomor 7/2022 ini,” katanya lagi.

Dijelaskan Bupati, bahwa sosialisasi ini merupakan respons untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan lahirnya kemampuan berpikir di luar kemampuan berpikir manusia seperti Artificial Inteligency (AI) yang memungkinkan peran manusia diambil alih teknologi dan lahirnya generasi-generasi baru.

“Untuk itu diperlukan mekanisme kerja baru guna membangun budaya kerja baru yang lebih relevan di era digital saat ini. ASN dipaksa untuk mengubah pola pikir dan sistem kerja yang tadinya bersifat hierarki menjadi lincah, fleksibel, dan kolaboratif. Kita harus ubah sistem kerja yang mengedepankan kerja tim yang berorientasi pada hasil serta menghargai kompetensi, keahlian, dan keterampilan. Jadi mari segera terapkan apa yang kita dapat hari ini, yang juga berguna dalam mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan dalam Harmoni Keberagaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ngalimun, Analisis Kebijakan Madya pada Asdep Perumusan Kebijakan Kelembagaan Kemenpan dan Reformasi Birokrasi menyampaikan sistem kerja ini adalah tools (alat) untuk mendorong kerja birokrasi.

Kata Ngalimun, sistem kerja ini berguna untuk mendorong meningkatkan kinerja sehingga target kerja tercapai dengan maksimal.

“Dengan sistem kerja seluruh tim bisa mengambil peran sehingga pada akhirnya kita tahu apa yang menjadi kelemahan apabila target kinerja kita tidak tercapai, intinya jangan lakukan hal biasa, bangun nuansa baru,” katanya mengakhiri.

Hadir juga dalam sosialisasi ini, Sekda Charles Bancin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suasta Ginting, Asisten Administrasi dan umum Oloan Hasugian, para staf ahli bupati, para kepala OPD, sekretaris, kepala bagian dan para undangan lainnya. (rud/ram)

Sosialisasi Program Adiwiyata, Bupati Dairi: Bentuk Sekolah Berbudaya Lingkungan

SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu sampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi program Adiwiyata.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menanamkan kesadaran untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar di sekolah, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan sosialisasi dan pembinaan program Adiwiyata melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Gerakan PBLHS) di Gedung Nasional Djauli Manik, Senin (27/11/2023).

Sosialisasi ini dibuka Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu yang diikuti oleh para guru dan kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Dairi.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyampaikan, dalam kehidupan sehari-hari, persoalan sampah sesuatu yang tidak asing. Sampah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup.

“Adiwiyata adalah untuk membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang dengan prinsip dasar partisipatif dan berkelanjutan,” katanya saat memberikan kata sambutan.

Dan kegiatan Adiwiyata ini, kata Bupati, merupakan upaya dan wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika dasar manusia menuju kesejahteraan hidup demi cita-cita pembangunan berkelanjutan.

“Menangani sampah harus dilakukan secara bersama-sama melibatkan segenap unsur termasuk dunia pendidikan sekolah sebagai lembaga untuk para siswa mendapat pengajaran. Jadi, lewat kegiatan ini guru diharapkan mampu mengambil peranan dalam pelestarian lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup dan mentransfernya pada anak didik,” kata Bupati.

Bupati juga menjelaskan, pendidikan lingkungan hidup dalam dunia pendidikan sangat penting dalam membangun populasi manusia dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan dan segala masalah yang berkaitan dengannya.

“Masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, tingkah laku, motivasi serta komitmen harus mampu untuk bekerjasama secara kolektif. Saya sangat senang bila ilmu hari ini ditransfer untuk anak-anak, ya karena merekalah yang akan mewarisi ini semua,” katanya

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Saut Marulitua Sinaga, Kepala Dinas Pendidikan Jonny Waslin Purba, Analis Kelembagaan Masyarakat DLHK Provsu, Ronna Martina Marbun, Diana Tarihoran, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Madya DLH Kota Pematang Siantar dan lainya. (rud/ram)

Lifter Angkat Berat Butuh Peralatan

DISKUSI: Perwakilan Dispora Sumut Eny ketika melakukan diskusi dengan atlet dan pelatih angkat berat Sumut. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu persatu lifter angkat berat saling berganti ikat tali pinggang (sabuk) yang direkatkan ke bagian perut. Penggunaan sabuk sebagai alat safety, untuk mengantisipasi cidera saat melakukan angkatan beban. Tidak hanya itu, mereka juga harus saling bergantian peralatan latihan seperti stik bar (besi) untuk angkatan beban.

Begitulah kondisi sekilas yang terlihat dalam sesi program latihan atlet angkat berat Sumatera Utara, di Goncalwes Gym, Medan pada Selasa (28/11) pagi. Total, ada 13 lifter yang dipersiapkan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut-Aceh.

Pelatih angkat berat, Nicky Kardova mengatakan memang saat ini peralatan dan perlengkapan latihan jauh dari kata maksimal. Namun, pihaknya tetap memaksimalkan alat dan perlengkapan yang ada demi menunjang prestasi atlet di PON ke-21.

“Sarana latihan seperti besi stik bar, platform latihan. Kalo seandainya besi banyak, atlet bisa dibagi ke beberapa tempat latihannya. Harapan kita sih bisa dikasih sarana dan prasarana supaya peralatan lebih baik,” kata Nicky.

Bahkan, diakui Nicky saat ini perlengkapan pakaian latihan jauh dari kata layak. Disamping usia pemakaian sudah lebih dari 5 tahun. Pihaknya pun masih menanti komitmen pemerintah yang bakal mengadakan bantuan perlengkapan atlet.

“Kostum atlet kita ini usianya sudah 5 – 8 tahun. Kita sudah ajukan ke dispora, tapi dalam proses katanya. Dengan adanya baju dan pakaian baru bisa menjadi semangat mereka. Untuk tali pinggang aja sudah 3 tahun rusak. Gantian lagi mereka pakainya ini,” akui Nicky.

Dari hasil latihan saat ini, Nicky mengapresiasi perkembangan atlet yang signifikan. Bahkan Nicky optimis dengan persaingan saat ini, bukan tidak mungkin 3 emas bisa direbut pada PON.

“Ada beberapa kelas yang persaingan ketat, seperti dari Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Timur, dan Riau. Semua kelas memang beda persaingan. Di Lampung itu tradisi juaranya luar biasa. Tapi, kita punya atlet muda yang baru muncul. Mudah-mudahan capai target,” yakin Nicky.

Hal yang sama diakui lifter putri Angel yang akan turun di kelas 47 kilogram. Dirinya bersama atlet lain harus secara bergantian untuk bisa mendapat giliran latihan angkatan beban dengan keterbatasan alat dan perlengkapan.

“Untuk program latihan gadak kendala bang, semua berjalan baik. Termasuk suplay suplemen dari KONI sudah baik. Memang, masalah perlengkapan tali pinggang ini yang terbatas sehingga kami harus giliran. Durasi latihan jadinya lama dan keburu badan gak panas lagi,” kata Angel.

Secara terpisah, Ketua Pengprov PABERSI Sumut, Hermansyah Hutagalung mengapresiasi Dispora Sumut yang siap membantu peralatan latihan atlet. Apalagi diakui Hermansyah harga peralatan cukup mahal. “Peralatan baju kami terbatas saat ini. Seperti squat, bench press dan deadlift karena sudah lama dan sudah banyak yang rusak,” akui Hermansyah.

Dalam sesi latihan tersebut, turut didampingi tim peninjau dari Dispora Sumut yang diwakili staf bidang peningkatan prestasi olahraga disporasu, Eny. Meski dengan keterbatasan alat dan perlengkapan latihan tidak menjadi hambatan untuk berprestasi di PON.

“Dengan alat yang minim, saya salut sama kalian tetap serius dan ini bentuk pengorbanan kalian untuk bisa tampil maksimal. Tapi, kami dispora Sumut sudah mencoba anggarkan bantuan untuk semua cabor yang terkendala PON,” ucapnya.

Sebagai persiapan menuju PON 2024, total ada 13 atlet angkat berat yang masuk dalam program latihan daerah Pabersi Sumut. Jumlah tersebut, 5 masuk dalam program pelatda PON.

Dalam sepekan, ada 10 sesi latihan yang dibagi pagi dan sore, sedangkan rest pada kamis dan minggu. Latihan selama ini dipusatkan di Gonzalwes Gym dan Sekretariat PABERSI Sumut, di Medan Helvetia.

Total 13 lifter terdiri dari 6 putri dan 7 putra. Atlet putra antara lain Faebolo Dodo Gowasa (66 kg), Wisnu Ambarita (74 kg), Rido Prayetno (83 kg), Satdria Solih (93 kg), Fernando (105 kg), M Irfan (120 kg), dan Teguh Imam (120+ kg). Kemudian atlet putri, Angel (47 kg), Siti Fadilah (57 kg), Luwi Gita (63 kg), Ida Nerlin (76 kg), Desni (84 kg), dan Maria (84 +kg). (dek)

Bantah Singgung SARA, Arya: Jangan Kaitkan Politik dengan Sepak Bola

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Founder Sada Sumut FC, Arya Mahendra Sinulingga mengaku siap menghadapi laporan Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam ke Mabes Polri. Exco PSSI itu menegaskan tidak pernah menyinggung SARA atau menghina Masyarakat Aceh seperti dituduhkan Dek Gam.

“Tidak ada kata-kata SARA. Tidak ada saya menghina masyarakat Aceh, ada saksi semua. Kita ini orang Medan yang udah biasa hidup dengan semua etnis di sini. Mana ada kalimat-kalimat SARA seperti itu,” kata Arya Sinulingga saat bertamu ke kediaman Pembina PSMS, Edy Rahmyadi di Kecamatan Medan Johor, Selasa (28/11) sore.

Staf Khusus Menteri BUMN itu menyesalkan narasi yang dibuat-buat Dek Gam. Padahal, Arya menegaskan tidak pernah menyinggung SARA terhadap Dek Gam. Diungkapkan, konflik mereka di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, 25 November 2023 lalu, disaksikan oleh Edy Rahmayadi dan Chief Operating Officer (COO) PSMS Medan, H Andry Mahyar Matondang.

“Pak Edy dan Andry Mahyar dengar apa yang saya katakan kepada dia (Dek Gam, red). Tidak ada menyinggung SARA,” tegasnya.

Arya mengaku kesal lantaran urusan sepakbola dikait-kaitkan ke ranah politik. Apalagi menjelang Pemilu 2024. “Kenapa urusan sepak bola seperti ini harus dikaitkan dengan kalimat SARA itu tadi, seakan-akan saya menghina masyarakat Aceh. Warga Aceh di Sumut banyak, dan selama ini kita semua hidup harmonis,” ucapnya.

Namun, Arya mengaku tak akan melaporkan kembali Dek Gam. Dia menyebut menerima dirinya dilaporkan dan menanti perkembangan laporan tersebut. “Karena saya tidak pernah bicara mengenai SARA, saya santai saja, artinya terimalah, nanti proses saja. Karena saya anggap saya nggak pernah ngomong SARA,” ungkapnya.

Arya mengungungkapkan kronologi yang terjadi di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam tersebut. Dia hanya menegur Dek Gam yang jelas-jelas tak menjalankan sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi itu diterima usai pertandingan Persiraja melawan Sada Sumut di Stadion Harapan Bangsa, 30 September 2023 lalu.

“Ketika Sada Sumut bertandang ke Banda Aceh, ada intervensi dan intimidasi terhadap wasit. Kita melapor ke Komdis, karena ofisial Sada Sumut juga dilempari di sana. Keluarlah keputusan dari Komdis, pasal 61 juncto pasal 13 ayat 2. Dia disanksi dilarang berpartisipasi dalam lima pertandingan,” jelasnya.

Yang menarik kata Arya, ternyata Nazaruddin Dek Gam tak menjalankan hukuman skorsing Komdis PSSI pada lima pertandingan itu. Hal itu dibuktikan dengan Dek Gam datang ke pertandingan-pertandingan berikutnya. Menurutnya, hal itu menjadi bukti hahwa Dek Gam tak menjalani sanksi yang diberikan Komdis PSSI.

“Ketika di sana (Lubukpakam) dia hadir. Hukumannya memang habis waktu Sada Sumut FC menghadapi Persiraja, kalau dia jalani sanksinya. Ternyata pada saat lawan PSMS di Banda Aceh, dia ada. Lawan Sriwijaya juga ada. Lawan Semen Padang ada,” tegasnya.

Arya juga mengatakan dia pertanyakan ke Dek Gam sudah selesai pertandingan, bukan di tengah pertandingan. “Dia membuat narasi sendiri. Jadi kita akan menunggu lanjutan laporannya,” sebutnya. (dek)

Rektor USM Indonesia: Budaya Memperkuat Bangsa

DIES NATALIS: Dr Ivan Elisabeth Purba MKes didampingi Dr Parlindungan Purba MM memotong kue ulang tahun pada acara pesta gondang naposo dan dies natalis ke-6 Ikatan Mahasiswa Batak Toba USM Indonesia. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar kegiatan akbar pesta gondang naposo sekaligus dies natalis ke-6 Ikatan Mahasiswa Batak Toba USM Indonesia. Kegiatan yang diadakan baru-baru ini diikuti perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumut.

Hadir juga peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 3 dari 15 provinsi dan 49 perguruan tinggi diluar Pulau Sumatera. Semua terlihat bergembira dan antusias melihat semua atraksi budaya.

”Kegiatan budaya yang sering dilaksanakan di USM Indonesia merupakan bagian dari pembelajaran dan pelatihan pada mahasiswa termasuk bagaimana untuk mengatur dan mengorganisir acara,” ungkap Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes.

Apa yang dilakukan, kata rektor, merupakan implementasi dari salah satu core values USM Indonesia yakni nasionalisme. ”Indonesia sangat kaya dengan budaya, bahasa dan adat istiadat yang memperkuat bangsa,” tegasnya.

Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengajak penerus bangsa untuk dapat menghargai sentuhan-sentuhan budaya di Indonesia melalui berbagai penampilan mahasiswa. ”Maju terus Sumut dan Indonesia. Jangan cepat berputus asa,” pesan rektor.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM juga memberi apresiasi pada mahasiswa USM Indonesia bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumut dan luar Pulau Sumatera.

Tokoh Sumut yang pernah tiga periode menjadi senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr Bahdin Nur Tanjung MM. Ia optimis USM Indonesia akan semakin maju dibawah kepemimpinan Dr Ivan Elisabeth Purba MKes. (dmp)

Bawa 10 Kg Sabu, Indra Divonis Mati

PUTUSAN: Majelis hakim membacakan putusan terhadap terdakwa kasus sabu secara virtual, Selasa (28/11/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Indra Ricci Marpaung (39) warga asal Serdangbedagai (Sergai) divonis mati oleh hakim. Dia terbukti bersalah membawa sabu seberat 10 kilogram (kg), dalam sidang virtual di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/11/2023).

Majelis hakim diketuai Donald Panggabean dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa diyakini melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Indra Ricci Marpaung oleh karena itu dengan pidana mati,” tegasnya.

Menurut hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba. “Hal yang meringankan tidak ada,” kata hakim.

Atas putusan itu, terdakwa langsung mengajukan banding. Begitupun dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Medan, mengajukan kontra memori banding.

Putusan tersebut sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmayani Amir, yang sebelumnya menuntut terdakwa Indra dengan pidana mati.

Diketahui, perkara itu bermula dari pengembangan dilakukan kepolisian Polrestabes Medan atas penangkapan seorang wanita bernama Riri Anisa pada tanggal 17 april 2023 lalu dengan barang bukti 2,5 kg narkotika jenis sabu.

Petugas mendapati terdakwa melalui handphone berada di kawasan Kota sibolga menuju P Siantar hingga menuju Tebingtinggi. Kemudian, terdakwa melintas dan petugas menghadang mobil yang dikendarai terdakwa.

Namun pengemudi mobil langsung menghindar dan melarikan diri dengan kecepatan tinggi menuju kota Tebingtinggi. Terdakwa tertangkap tangan memiliki narkotika dengan sebutan sabu kemudian para saksi polisi melakukan penggeledahan ditemukan satu buah tas ransel warna hitam merah yang berisikan 10 bungkus narkotika jenis sabu seberat 10 kg. (man/ram)

Anggota Polsek Binjai Utara Dipropamkan, Diduga Gelapkan Mobil yang Masih Kredit

DEPAN: Polsek Binjai Utara di Jalan Baskom, Kelurahan Nangka tampak dari depan.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum polisi yang berdinas di Polsek Binjai Utara berinisial IR, dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut berdasarkan laporan polisi nomor LP/178/X/2023/Propam pada awal Oktober 2023 lalu. Selain dipropakam, IR juga dilaporkan ke Polres Binjai sesuai laporan polisi nomor LP/B/489/IX/2023/SPKT/Polres Binjai.

Informasi dirangkum, IR dilaporkan karena diduga telah menyalahi kode etik. IR diduga menggelapkan 1 unit mobil yang masih kredit atau objek jaminan objek fidusia.

IR diduga ogah membayar kreditnya di salah satu perusahaan leasing karena merupakan aparat penegak hukum. Secara tidak langsung, IR diduga anggar seragamnya dengan tak melanjutkan kredit mobilnya.

Andi Alamsyah yang melaporkan oknum polisi tersebut menjelaskan, IR diduga tidak memiliki niat untuk mengembalikan objek jaminan fidusia.

Ini dibuktikan dengan tidak mengindahkan peringatan maupun somasi yang telah dilayangkan kepada IR. “Karena itu atas perintah pimpinan, kami disuruh melaporkan ke polisi,” ujarnya, Selasa (28/11/2023).

Pada Oktober 2022 lalu, IR mengajukan pinjaman pembiayaan dengan perjanjian kontrak nomor: 062122212992. Adapun barang yang dimaksud dalam perjanjian kontrak tersebut, yaitu 1 unit truk merk Hino, type Dutro 130 HD+Dump, dengan nomor Polisi BK 8651 XZ.

IR mengangsur selama 48 bulan, dengan angsuran Rp3,1 juta setiap bulannya. Kata Andi, IR mematuhi kreditnya hanya 5 bulan saja.

“Memasuki bulan ke 6 pembayaran kredit, nasabah tersebut tidak membayar hingga saat Ini. Total sudah 8 bulan yang bersangkutan belum membayar kreditnya,” bebernya.

Karenanya, dia meminta kepada IR untuk segera menyelesaikan kredit yang macet tersebut. “Kami minta kepada nasabah yang dimaksud, untuk segera melunasi kreditnya. Apalagi berdasarkan informasi dari rekan rekan yang ada di lapangan, unit tersebut saat ini sudah dipindahtangankan,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Binjai Utara, Kompol Azhari ogah menanggapi konfirmasi yang dilayangkan Sumut Pos. Hingga berita ini dikirim, Azhari tidak menggubrisnya. (ted/ram)