Lulus di Era AI, 2.133 Wisudawan Unimed Diminta Jangan Jadi Penonton

MEDAN, sumutpos.co – Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali melahirkan ribuan sumber daya manusia (SDM) siap pakai. Melalui prosesi wisuda periode Agustus 2026, kampus hijau tersebut melepas sebanyak 2.133 lulusan baru.

Demi memberikan pelayanan terbaik sekaligus kenyamanan optimal bagi para wisudawan beserta keluarga, perhelatan sakral ini dikemas secara maraton selama empat hari berturut-turut. Gelaran dimulai sejak Rabu (26/8) hingga Sabtu (29/8) di Gedung Auditorium Unimed.

Ribuan wisudawan yang dikukuhkan berasal dari berbagai disiplin ilmu. Meliputi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), serta Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK). Selain itu, prosesi juga diikuti oleh lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Program Pascasarjana (PPs), Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga Program Profesi Insinyur.

Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd. menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, di balik keberhasilan setiap lulusan, terdapat doa yang tidak pernah putus serta pengorbanan besar yang tidak selalu terlihat.

Prof. Baharuddin juga menegaskan, tantangan nyata justru baru dimulai saat para lulusan melangkah keluar dari gerbang kampus. Dunia kerja saat ini tengah menghadapi disrupsi teknologi yang masif serta penetrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian dominan. Bahkan, pemerintah pada tahun 2026 ini telah memperkuat arah pemanfaatan teknologi digital melalui pedoman nasional.

“AI bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah hadir mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan mengambil keputusan. Perubahan ini tidak bisa dihindari, harus kita pahami dan kelola secara bertanggung jawab,” tegas Prof. Baharuddin saat memberikan pidato di podium kelulusan.

Di hadapan ribuan wisudawan, mantan Wakil Rektor II Unimed itu meminta para alumni tidak sekadar menjadi penonton pasif. Lulusan Unimed dituntut memiliki kombinasi mumpuni antara kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta karakter yang kuat.

“Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Tampilkan diri Saudara sebagai lulusan Unimed yang tangguh, lincah, adaptif, dan berkarakter pembelajar sepanjang hayat,” pesannya sembari menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas.

Lebih dari itu, suksesor Prof. Syawal Gultom ini menaruh harapan besar agar gerbong alumni baru ini mampu mendongkrak daya saing lulusan sekaligus memperkokoh reputasi almamater di kancah nasional maupun internasional. Alumni diharapkan cerdik menangkap peluang dan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan kampus dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Alumni baru harus mampu menjadi penghubung melalui jejaring kerja sama, peluang magang, hingga rekrutmen. Berikan kontribusi nyata kepada Unimed melalui masukan, kritik konstruktif, serta gagasan kreatif dan solutif,” pungkasnya. (adz)

MEDAN, sumutpos.co – Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali melahirkan ribuan sumber daya manusia (SDM) siap pakai. Melalui prosesi wisuda periode Agustus 2026, kampus hijau tersebut melepas sebanyak 2.133 lulusan baru.

Demi memberikan pelayanan terbaik sekaligus kenyamanan optimal bagi para wisudawan beserta keluarga, perhelatan sakral ini dikemas secara maraton selama empat hari berturut-turut. Gelaran dimulai sejak Rabu (26/8) hingga Sabtu (29/8) di Gedung Auditorium Unimed.

Ribuan wisudawan yang dikukuhkan berasal dari berbagai disiplin ilmu. Meliputi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), serta Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK). Selain itu, prosesi juga diikuti oleh lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Program Pascasarjana (PPs), Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga Program Profesi Insinyur.

Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd. menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, di balik keberhasilan setiap lulusan, terdapat doa yang tidak pernah putus serta pengorbanan besar yang tidak selalu terlihat.

Prof. Baharuddin juga menegaskan, tantangan nyata justru baru dimulai saat para lulusan melangkah keluar dari gerbang kampus. Dunia kerja saat ini tengah menghadapi disrupsi teknologi yang masif serta penetrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian dominan. Bahkan, pemerintah pada tahun 2026 ini telah memperkuat arah pemanfaatan teknologi digital melalui pedoman nasional.

“AI bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah hadir mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan mengambil keputusan. Perubahan ini tidak bisa dihindari, harus kita pahami dan kelola secara bertanggung jawab,” tegas Prof. Baharuddin saat memberikan pidato di podium kelulusan.

Di hadapan ribuan wisudawan, mantan Wakil Rektor II Unimed itu meminta para alumni tidak sekadar menjadi penonton pasif. Lulusan Unimed dituntut memiliki kombinasi mumpuni antara kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta karakter yang kuat.

“Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Tampilkan diri Saudara sebagai lulusan Unimed yang tangguh, lincah, adaptif, dan berkarakter pembelajar sepanjang hayat,” pesannya sembari menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas.

Lebih dari itu, suksesor Prof. Syawal Gultom ini menaruh harapan besar agar gerbong alumni baru ini mampu mendongkrak daya saing lulusan sekaligus memperkokoh reputasi almamater di kancah nasional maupun internasional. Alumni diharapkan cerdik menangkap peluang dan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan kampus dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Alumni baru harus mampu menjadi penghubung melalui jejaring kerja sama, peluang magang, hingga rekrutmen. Berikan kontribusi nyata kepada Unimed melalui masukan, kritik konstruktif, serta gagasan kreatif dan solutif,” pungkasnya. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru