Partai Gelora Sumut dan GMI Dorong Peran Pemuda Jadi Mesin ‘Hybrid’ Menuju Indonesia Superpower Baru

MEDAN, sumutpos.co– Konsolidasi kekuatan generasi muda terus dimatangkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang partai dalam merajut potensi pemuda di berbagai daerah sekaligus mengawal cita-cita besar membawa Indonesia sebagai negara superpower baru dunia.

Semangat pergerakan tersebut mengemuka saat Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara, Muhammad Nasir, menyambut secara langsung kunjungan konsolidasi Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora Mushab A. Rabbani bersama sejumlah pengurus DPP Partai Gelora dan pengurus DPP Gelombang Muda Indonesia (GMI) di Kantor DPW Partai Gelora Sumut, Medan, Selasa (15/9).

Kunjungan ke Sumatera Utara ini memiliki arti strategis. Bumi Sumut tercatat sebagai provinsi ke-11 yang dikunjungi jajaran Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora dan GMI dalam safari konsolidasi nasional, setelah sebelumnya merambah 10 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Sumut Muhammad Nasir menegaskan, GMI merupakan elemen vital kepemudaan yang diandalkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurutnya, kehadiran GMI di Sumut harus mampu menjadi jembatan penghubung yang kokoh dengan berbagai elemen pemuda serta organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora yang mendampingi jajaran GMI. Kehadiran ini memberi dorongan energi luar biasa bagi konsolidasi pemuda di Sumatera Utara,” ujar Nasir.

Nasir menekankan, ruang gerak GMI tidak boleh terbatas hanya pada internal Partai Gelora semata. Sebaliknya, GMI diproyeksikan aktif menjalin komunikasi lintas batas, baik dengan partai politik lain maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatera Utara. Sumut, lanjut dia, memiliki khazanah organisasi dan komunitas pemuda yang sangat kaya untuk diajak berkolaborasi.

“Kiranya generasi muda Indonesia ini mampu menjembatani berbagai semangat kepada siapapun. Tujuan kita sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara superpower baru,” tegasnya di hadapan para pengurus dan kader muda.

Kendati demikian, Nasir secara terbuka mengingatkan, arena perjuangan pemuda tidak akan pernah berjalan mulus tanpa hambatan. Pergerakan perubahan kerap dihadapkan pada benturan sosial, politik, serta tantangan zaman yang dinamis. Oleh karena itu, ia menitipkan tiga prinsip dasar yang wajib dipegang teguh oleh setiap kader muda: istiqomah, ikhlas, dan sabar.

“Perjuangan abang-abang dan rekan-rekan di GMI ini dipastikan akan menghadapi berbagai benturan. Tidak ada sesuatu yang indah yang bisa diraih secara instan di ujung sana. Semuanya penuh tantangan dan butuh ketahanan mental,” ucap Nasir mengingatkan.

Selain penguatan karakter, Nasir juga menyoroti dua tantangan krusial yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni digitalisasi dan ancaman bahaya narkoba. Ia mendorong para pemuda untuk piawai memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan gerakan hingga ke pelosok pedesaan. Di sisi lain, ancaman peredaran gelap narkoba di Sumut harus direspons secara serius melalui sinergi pemberantasan jaringan yang masif demi menyelamatkan masa depan generasi muda.

Sementara itu, Pembina GMI Hazem Anis Matta menggarisbawahi pentingnya posisi pemuda dalam konstelasi politik nasional. Mengutip evaluasi pergerakan partai, Hazem menyebut ada tiga elemen utama dalam memenangkan partai politik, yakni unsur perjuangan, keagamaan, serta pengalaman dan keamanan. Namun, ada satu elemen penggerak utama yang harus terus diperkuat, yakni kepemudaan.

Hazem menggambarkan analogi yang menarik terkait hubungan antara struktur partai dan gerakan pemuda. “Struktur partai itu ibarat mesin, sedangkan pemuda adalah energi baru yang menggerakkan mesin tersebut. Kalau berkaca pada dunia otomotif, ada mesin diesel dan ada mesin listrik. Nah, kombinasi terbaik adalah mesin hybrid—sebuah kolaborasi solid antara Partai Gelora Indonesia Sumatera Utara dengan Gelombang Muda Indonesia,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora Mushab A. Rabbani menegaskan, Safari Konsolidasi Kepemudaan ini bertujuan merajut seluruh potensi pemuda lintas bidang di internal partai. Langkah ini diambil agar para kader muda tidak merasa berjalan sendiri dalam mengusung cita-cita politik.

“Kami merajut dan menggerakkan semua potensi pemuda lintas bidang agar para pemuda di Partai Gelora tidak merasa sendiri, sekaligus menegaskan keyakinan bahwa Partai Gelora adalah partai masa depan,” kata Mushab.

Mushab menambahkan, keterlibatan pemuda tidak boleh disekat hanya pada struktur Bidang Kepemudaan saja, melainkan harus tersebar secara merata di seluruh lini struktur partai. Lewat konsolidasi di Sumut ini, Partai Gelora makin mantap memperluas jaringan kemitraan dengan pelbagai komunitas, lembaga, dan organisasi kepemudaan di seluruh pelosok Sumatera Utara. (adz)

MEDAN, sumutpos.co– Konsolidasi kekuatan generasi muda terus dimatangkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang partai dalam merajut potensi pemuda di berbagai daerah sekaligus mengawal cita-cita besar membawa Indonesia sebagai negara superpower baru dunia.

Semangat pergerakan tersebut mengemuka saat Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara, Muhammad Nasir, menyambut secara langsung kunjungan konsolidasi Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora Mushab A. Rabbani bersama sejumlah pengurus DPP Partai Gelora dan pengurus DPP Gelombang Muda Indonesia (GMI) di Kantor DPW Partai Gelora Sumut, Medan, Selasa (15/9).

Kunjungan ke Sumatera Utara ini memiliki arti strategis. Bumi Sumut tercatat sebagai provinsi ke-11 yang dikunjungi jajaran Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora dan GMI dalam safari konsolidasi nasional, setelah sebelumnya merambah 10 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Sumut Muhammad Nasir menegaskan, GMI merupakan elemen vital kepemudaan yang diandalkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Menurutnya, kehadiran GMI di Sumut harus mampu menjadi jembatan penghubung yang kokoh dengan berbagai elemen pemuda serta organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora yang mendampingi jajaran GMI. Kehadiran ini memberi dorongan energi luar biasa bagi konsolidasi pemuda di Sumatera Utara,” ujar Nasir.

Nasir menekankan, ruang gerak GMI tidak boleh terbatas hanya pada internal Partai Gelora semata. Sebaliknya, GMI diproyeksikan aktif menjalin komunikasi lintas batas, baik dengan partai politik lain maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatera Utara. Sumut, lanjut dia, memiliki khazanah organisasi dan komunitas pemuda yang sangat kaya untuk diajak berkolaborasi.

“Kiranya generasi muda Indonesia ini mampu menjembatani berbagai semangat kepada siapapun. Tujuan kita sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara superpower baru,” tegasnya di hadapan para pengurus dan kader muda.

Kendati demikian, Nasir secara terbuka mengingatkan, arena perjuangan pemuda tidak akan pernah berjalan mulus tanpa hambatan. Pergerakan perubahan kerap dihadapkan pada benturan sosial, politik, serta tantangan zaman yang dinamis. Oleh karena itu, ia menitipkan tiga prinsip dasar yang wajib dipegang teguh oleh setiap kader muda: istiqomah, ikhlas, dan sabar.

“Perjuangan abang-abang dan rekan-rekan di GMI ini dipastikan akan menghadapi berbagai benturan. Tidak ada sesuatu yang indah yang bisa diraih secara instan di ujung sana. Semuanya penuh tantangan dan butuh ketahanan mental,” ucap Nasir mengingatkan.

Selain penguatan karakter, Nasir juga menyoroti dua tantangan krusial yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni digitalisasi dan ancaman bahaya narkoba. Ia mendorong para pemuda untuk piawai memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan gerakan hingga ke pelosok pedesaan. Di sisi lain, ancaman peredaran gelap narkoba di Sumut harus direspons secara serius melalui sinergi pemberantasan jaringan yang masif demi menyelamatkan masa depan generasi muda.

Sementara itu, Pembina GMI Hazem Anis Matta menggarisbawahi pentingnya posisi pemuda dalam konstelasi politik nasional. Mengutip evaluasi pergerakan partai, Hazem menyebut ada tiga elemen utama dalam memenangkan partai politik, yakni unsur perjuangan, keagamaan, serta pengalaman dan keamanan. Namun, ada satu elemen penggerak utama yang harus terus diperkuat, yakni kepemudaan.

Hazem menggambarkan analogi yang menarik terkait hubungan antara struktur partai dan gerakan pemuda. “Struktur partai itu ibarat mesin, sedangkan pemuda adalah energi baru yang menggerakkan mesin tersebut. Kalau berkaca pada dunia otomotif, ada mesin diesel dan ada mesin listrik. Nah, kombinasi terbaik adalah mesin hybrid—sebuah kolaborasi solid antara Partai Gelora Indonesia Sumatera Utara dengan Gelombang Muda Indonesia,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora Mushab A. Rabbani menegaskan, Safari Konsolidasi Kepemudaan ini bertujuan merajut seluruh potensi pemuda lintas bidang di internal partai. Langkah ini diambil agar para kader muda tidak merasa berjalan sendiri dalam mengusung cita-cita politik.

“Kami merajut dan menggerakkan semua potensi pemuda lintas bidang agar para pemuda di Partai Gelora tidak merasa sendiri, sekaligus menegaskan keyakinan bahwa Partai Gelora adalah partai masa depan,” kata Mushab.

Mushab menambahkan, keterlibatan pemuda tidak boleh disekat hanya pada struktur Bidang Kepemudaan saja, melainkan harus tersebar secara merata di seluruh lini struktur partai. Lewat konsolidasi di Sumut ini, Partai Gelora makin mantap memperluas jaringan kemitraan dengan pelbagai komunitas, lembaga, dan organisasi kepemudaan di seluruh pelosok Sumatera Utara. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru