Pelatihan tersebut digelar di Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Dairi, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Senin (7/9).
Kelompok Sinaok merupakan salah satu kelompok masyarakat binaan PT DPM yang beranggotakan delapan orang ibu-ibu. Selama ini, mereka telah memproduksi bubuk kopi, namun proses pengolahannya masih dilakukan secara manual dan tradisional.
Superintendent External PT DPM, Meriah Tinambunan mengatakan, pelatihan peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
“Kami tidak bergerak sendiri. Kita mencari mitra yang berkompeten, yakni Dinas Perindagkop dan UKM, yang bertujuan meningkatkan kapasitas ibu-ibu yang selama ini sudah memproduksi kopi secara manual,” ujar Meriah.
Menurutnya, selama ini proses pengolahan kopi kelompok Sinaok masih menggunakan cara tradisional dengan digongseng. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi maupun kualitas produk belum maksimal.
Karena itu, PT DPM menghadirkan Valentino Bintang yang merupakan konsultan kopi untuk memberikan pengetahuan mengenai pengolahan kopi menggunakan mesin roasting.
“Melalui pelatihan ini, narasumber yang kita hadirkan akan memberikan pengetahuan cara pengolahan bubuk kopi menggunakan mesin roasting sehingga akan meningkatkan kapasitas untuk kemandirian ekonomi dan produksi mereka,” katanya.
Tak hanya menyasar proses produksi, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat aspek legalitas produk. PT DPM bersama Dinas Perindagkop dan UKM Dairi akan membantu kelompok tersebut dalam proses pengurusan izin usaha hingga sertifikasi halal.
“Untuk legalitas dan label halal produk bubuk kopi Sinaok, kita menggandeng Disperindagkop untuk memfasilitasi mereka dalam pengurusan izin ke depannya. Pelatihan berlangsung satu hari,” ungkap Meriah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Dairi Fatimah Boangmanalu, menyambut baik pelatihan yang dilakukan PT DPM tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk kopi membutuhkan pengetahuan yang tepat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan.
“Bubuk kopi yang diproduksi kelompok Sinaok Desa Tuntung Batu yang merupakan binaan PT DPM, butuh sentuhan dari ahlinya untuk pengolahan dan pemilihan bahan baku biji kopi guna meningkatkan kualitas serta cita rasa,” kata Fatimah.
Ia mengatakan, selama ini kelompok Sinaok masih mengolah kopi secara tradisional. Bahkan, bahan baku biji kopi yang digunakan masih dibeli dari pasar.
Melalui pelatihan tersebut, para anggota kelompok diharapkan memahami standar pengolahan kopi yang lebih baik, termasuk penggunaan mesin roasting.
“Mereka akan diajari bagaimana mengolah kopi menggunakan mesin roasting. Mereka juga akan mendapat pelatihan packing, hingga pengurusan izin berusaha untuk mendapatkan label,” jelasnya.
Dengan peningkatan keterampilan tersebut, Fatimah berharap produk kopi Sinaok tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga memiliki kualitas dan kemasan yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Deputy External Relations Manager PT DPM, Baiq Idayani menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung penguatan kapasitas UMKM di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan peralatan, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan pelaku usaha.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kelompok UMKM binaan Sinaok tidak hanya memiliki keterampilan dasar pengolahan kopi yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah produknya, sehingga bisa bersaing dengan kopi yang sudah dikenal di pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan program pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, PT DPM menggandeng pemerintah daerah, dalam hal ini Disperindagkop, Dekranasda, serta pelaku usaha seperti Barung-Barung Coffee.
“Kami percaya sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi, dalam hal ini Disperindagkop, Dekranasda, dan pelaku usaha seperti Barung-Barung Coffee, menjadi kunci agar pemberdayaan UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (rud/ila)

