MEDAN – Harapan masyarakat Kabupaten Langkat dan Kota Binjai untuk menikmati akses jalan yang lebih baik mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) tengah mengerjakan peningkatan struktur Jalan Provinsi di ruas Binjai–Bukit Lawang sepanjang 8,7 kilometer, proyek yang disebut tidak lepas dari dorongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Utara.
Jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan wisata Bukit Lawang sekaligus urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat itu telah lama menjadi perhatian DPRD Sumut, khususnya anggota Banggar dari Daerah Pemilihan Sumut XII (Kota Binjai dan Kabupaten Langkat).
“Alhamdulillah, saat ini total 8,7 kilometer ruas Jalan Binjai–Bukit Lawang sedang dikerjakan oleh Dinas BMBKCK Sumut. Sebelumnya, pembangunan jalan ini memang menjadi perhatian khusus kami di Badan Anggaran DPRD Sumut,” ujar Anggota Banggar DPRD Sumut, Capt. Edi Surahman Sinuraya M.Mar, kepada Sumut Pos, Jumat (7/8/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, proyek peningkatan jalan dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama mencakup ruas Kuala–Simpang Marike sepanjang tiga kilometer, sedangkan paket kedua meliputi ruas Simpang Marike–Timbang Lawang sepanjang 5,7 kilometer.
Untuk merealisasikan kedua paket tersebut, Banggar DPRD Sumut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp51 miliar. “Selain peningkatan struktur jalan, kami juga menganggarkan pembangunan tembok penahan dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Ini merupakan bentuk komitmen Banggar DPRD Sumut dalam mendorong peningkatan infrastruktur di berbagai daerah,” kata Edi.
Ia menilai pembangunan ruas Binjai–Bukit Lawang tidak hanya akan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian maupun perdagangan, tetapi juga menjadi investasi penting bagi pengembangan sektor pariwisata Sumatera Utara.
Pasalnya, Bukit Lawang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang menjadi pintu masuk menuju kawasan konservasi dan habitat orangutan, sehingga kualitas akses jalan dinilai sangat menentukan kenyamanan wisatawan.
“Ruas Binjai–Bukit Lawang bukan sekadar jalur ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi barometer keseriusan Pemprov Sumut dan DPRD Sumut dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, khususnya di Kabupaten Langkat,” ujarnya.
Sekretaris Komisi E DPRD Sumut itu menambahkan, pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari meningkatnya kunjungan wisata, berkembangnya usaha mikro dan kecil, hingga bertambahnya peluang investasi.
Karena itu, DPRD Sumut berkomitmen mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai target dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. “Kami akan terus mengawal proses pengerjaan jalan maupun tembok penahan ini. Harapannya, proyek dapat selesai tepat waktu dengan kualitas pekerjaan yang memenuhi standar mutu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

