27 C
Medan
Tuesday, July 23, 2024

Karo Terpilih Jadi Pengembang 1 Juta Sapi

Bupati Karo Terkelin Brahmana menandatangani MoU terkait daerah pengembangan 1 juta ekor sapi di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Kabupaten Karo terpilih sebagai satu daerah pengembangan 1 juta ekor sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Untuk mewujudkan hal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana, menghadiri penandatanganan MoU di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin.

Acara ini dibuka Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dengan tema ‘Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan dengan Melibatkan Investor dalam Akselerasi Pengembangan Peternakan Sapi’.

Terkelin menyambut baik dan bersyukur. “Daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terpilih dalam program pengembangan sapi hanya dua, yakni Karo dan Tapanuli Utara,” bebernya.

Terobosan penyediaan bibit sapi melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) adalah persoalan mendasar yang dihadapi oleh peternak dalam mengembangkan usaha pembibitan sapi. Di antaranya keterbatasan akses permodalan, terbatasnya kepemilikan agunan, dan kehati-hatian perbankan dalam penyaluran skim kredit ke sub sektor peternakan. Usaha pembibitan dianggap kurang menguntungkan, memerlukan modal besar, perputarannya lama, dan berisiko.

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah berupaya mendorong pengembangan usaha pembibitan dengan menciptakan tatanan iklim usaha dengan mendorong pelaku usaha untuk bergerak di bidang pembibitan, dengan menyediakan bantuan pembiayaan untuk usaha pembibitan melalui penyediaan skim kredit dengan suku bunga bersubsidi, yakni KUPS. Atas dasar inilah, Pemkab Karo melakukan penandatangan MoU dengan BRI.

“Seperti bertamu ke rumah orang, jika penghuni rumahnya berkelahi, maka tamu akan segan untuk datang ke rumah itu. Begitu juga dengan para investor ini, mereka adalah tamu yang akan berinvestasi, makanya harus kita terima dengan baik. Karena dengan adanya investor tentu akan membangun perekonomian masyarakat ke depannya,”tegas Terkelin.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Herniwaty Lidia menambahkan, wilayah yang telah didata untuk pengembangan sapi, sesuai kondisi lokasi lahan dan jumlah rumputnya mencukupi sebagai makanan sapi, ada 2 kecamatan, yakni Tigapanah dan Munthe. “Sesuai kata Pak Menteri tadi, bagi kepala daerah yang langsung hadir, berhak mengajukan sapi dengan jumlah tanpa batas, tapi berpedoman kepada kemampuan daerahnya. Sesuai data yang masuk ke Mentan sebelumnya, dari jumlah sapi yang disiapkan pemerintah, seluruh Indonesia sebanyak 15.000 ekor,” bebernya. (deo/saz)

Bupati Karo Terkelin Brahmana menandatangani MoU terkait daerah pengembangan 1 juta ekor sapi di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Kabupaten Karo terpilih sebagai satu daerah pengembangan 1 juta ekor sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Untuk mewujudkan hal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana, menghadiri penandatanganan MoU di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin.

Acara ini dibuka Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dengan tema ‘Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan dengan Melibatkan Investor dalam Akselerasi Pengembangan Peternakan Sapi’.

Terkelin menyambut baik dan bersyukur. “Daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terpilih dalam program pengembangan sapi hanya dua, yakni Karo dan Tapanuli Utara,” bebernya.

Terobosan penyediaan bibit sapi melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) adalah persoalan mendasar yang dihadapi oleh peternak dalam mengembangkan usaha pembibitan sapi. Di antaranya keterbatasan akses permodalan, terbatasnya kepemilikan agunan, dan kehati-hatian perbankan dalam penyaluran skim kredit ke sub sektor peternakan. Usaha pembibitan dianggap kurang menguntungkan, memerlukan modal besar, perputarannya lama, dan berisiko.

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah berupaya mendorong pengembangan usaha pembibitan dengan menciptakan tatanan iklim usaha dengan mendorong pelaku usaha untuk bergerak di bidang pembibitan, dengan menyediakan bantuan pembiayaan untuk usaha pembibitan melalui penyediaan skim kredit dengan suku bunga bersubsidi, yakni KUPS. Atas dasar inilah, Pemkab Karo melakukan penandatangan MoU dengan BRI.

“Seperti bertamu ke rumah orang, jika penghuni rumahnya berkelahi, maka tamu akan segan untuk datang ke rumah itu. Begitu juga dengan para investor ini, mereka adalah tamu yang akan berinvestasi, makanya harus kita terima dengan baik. Karena dengan adanya investor tentu akan membangun perekonomian masyarakat ke depannya,”tegas Terkelin.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Herniwaty Lidia menambahkan, wilayah yang telah didata untuk pengembangan sapi, sesuai kondisi lokasi lahan dan jumlah rumputnya mencukupi sebagai makanan sapi, ada 2 kecamatan, yakni Tigapanah dan Munthe. “Sesuai kata Pak Menteri tadi, bagi kepala daerah yang langsung hadir, berhak mengajukan sapi dengan jumlah tanpa batas, tapi berpedoman kepada kemampuan daerahnya. Sesuai data yang masuk ke Mentan sebelumnya, dari jumlah sapi yang disiapkan pemerintah, seluruh Indonesia sebanyak 15.000 ekor,” bebernya. (deo/saz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/