29 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Sadis, Tiga Tewas Dibunuh di Kapal Sibolga-Nias

Aksi pembunuhan di atas Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line dari pelabuhan Sambas Sibolga menuju Gunung Sitoli, Pulau Nias, Rabu (20/12) dinihari, jam 00.30 WIB.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Aksi pembantaian dan bunuh diri mewarnai pelayaran sebuah kapal dari pelabuhan Sambas Sibolga menuju Gunung Sitoli, Pulau Nias. Pembunuhan terjadi di Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line, Rabu (20/12) dinihari, jam 00.30 WIB. Dalam peristiwa berdarah itu, tiga orang tewas di tempat dengan kondisi sangat mengenaskan, sementara seorang penumpang kritis.

Dari tiga korban tewas itu, dua di antaranya merupakan penumpang kapal, yakni Demajaatulo Laia (56), yang diduga sebagai pelaku, dan Peringatan Nduru (25). Sedangkan seorang lagi Anak Buah Kapal (ABK) bagian mesin, Anugrah Zebua (25). Sedangkan korban kritis Odalige Harefa (50), yang merupakan penumpang kapal.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadiannya bermula saat Demajaatulo Laia bertengkar dengan Peringatan Nduru di lantai II kapal. Bahkan, pertengkaran semakin memanas, hingga Laia mengejar Nduru hingga ke lantai I. “Mereka berantam di lantai II, lawannya itu lari ke bawah, dikejar pelaku,” kata seorang pria yang ditemui di sekitar Pelabuhan Sambas Sibolga.

Tiba di lantai I, pelaku pun mengarahkan pisaunya ke Peringatan dan merobek lehernya hingga tewas. “Saat dikejar, lawannya ini jatuh, kemudian dia merobek lehernya sampai meninggal,” tukasnya.

Melihat pertikaian tersebut, Anugrah Zebua mencoba melerai. Bukannya berhenti, pelaku malah menusuknya dari belakang. “Anugrah ditusuk dari belakang, bagian pundak sebelah kanan, sampai tembus ke depan,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, amarah pelaku belum surut. Odalige yang saat itu sedang tertidur juga ikut terkena imbasnya. Pelaku menikamkannya hingga terkapar bersimbah darah. “Pas lagi tidurnya Pak Harefa itu, ditikam juga sama pelaku,” pungkasnya.

Mengetahui kejadian itu, seorang personel TNI penumpang kapal tersebut, Sertu Robert langsung menuju Dek 1 bagian belakang kapal. Setibanya di lokasi, dia melihat ada dua orang terkapar di lantai bersimbah darah. Sedangkan Demajaatulo Laia berdiri di tengah dek kapal sambil memegang pisau. Melihat itu, Sertu Robert berupaya membujuk pelaku agar bersedia meletakkan pisau dan besi yang dipegangnya. Namun tak dihiraukan, pelaku malah hendak menyerang Sertu Robert.

Tak ingin menjadi sasaran pelaku, Sertu Robert mencabut pistolnya dan memberi tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali. Tembakan peringatan itupun tak digubris pelaku dan terus berupaya mengejar Sertu Robert.

Aksi pembunuhan di atas Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line dari pelabuhan Sambas Sibolga menuju Gunung Sitoli, Pulau Nias, Rabu (20/12) dinihari, jam 00.30 WIB.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Aksi pembantaian dan bunuh diri mewarnai pelayaran sebuah kapal dari pelabuhan Sambas Sibolga menuju Gunung Sitoli, Pulau Nias. Pembunuhan terjadi di Kapal Wira Glory milik PT Wira Jaya Logitama Line, Rabu (20/12) dinihari, jam 00.30 WIB. Dalam peristiwa berdarah itu, tiga orang tewas di tempat dengan kondisi sangat mengenaskan, sementara seorang penumpang kritis.

Dari tiga korban tewas itu, dua di antaranya merupakan penumpang kapal, yakni Demajaatulo Laia (56), yang diduga sebagai pelaku, dan Peringatan Nduru (25). Sedangkan seorang lagi Anak Buah Kapal (ABK) bagian mesin, Anugrah Zebua (25). Sedangkan korban kritis Odalige Harefa (50), yang merupakan penumpang kapal.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadiannya bermula saat Demajaatulo Laia bertengkar dengan Peringatan Nduru di lantai II kapal. Bahkan, pertengkaran semakin memanas, hingga Laia mengejar Nduru hingga ke lantai I. “Mereka berantam di lantai II, lawannya itu lari ke bawah, dikejar pelaku,” kata seorang pria yang ditemui di sekitar Pelabuhan Sambas Sibolga.

Tiba di lantai I, pelaku pun mengarahkan pisaunya ke Peringatan dan merobek lehernya hingga tewas. “Saat dikejar, lawannya ini jatuh, kemudian dia merobek lehernya sampai meninggal,” tukasnya.

Melihat pertikaian tersebut, Anugrah Zebua mencoba melerai. Bukannya berhenti, pelaku malah menusuknya dari belakang. “Anugrah ditusuk dari belakang, bagian pundak sebelah kanan, sampai tembus ke depan,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, amarah pelaku belum surut. Odalige yang saat itu sedang tertidur juga ikut terkena imbasnya. Pelaku menikamkannya hingga terkapar bersimbah darah. “Pas lagi tidurnya Pak Harefa itu, ditikam juga sama pelaku,” pungkasnya.

Mengetahui kejadian itu, seorang personel TNI penumpang kapal tersebut, Sertu Robert langsung menuju Dek 1 bagian belakang kapal. Setibanya di lokasi, dia melihat ada dua orang terkapar di lantai bersimbah darah. Sedangkan Demajaatulo Laia berdiri di tengah dek kapal sambil memegang pisau. Melihat itu, Sertu Robert berupaya membujuk pelaku agar bersedia meletakkan pisau dan besi yang dipegangnya. Namun tak dihiraukan, pelaku malah hendak menyerang Sertu Robert.

Tak ingin menjadi sasaran pelaku, Sertu Robert mencabut pistolnya dan memberi tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali. Tembakan peringatan itupun tak digubris pelaku dan terus berupaya mengejar Sertu Robert.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/