33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Kagumi Sosok Helen Keller

Irna Minauli,  Direktur Biro Psikologi Persona

Seorang ibu menduduki posisi yang sangat terhormat dan berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Dengan sifat yang lemah lembut, penuh cinta, ibu dapat mentransfer nilai-nilai yang baik bagi perkembangan anak. Begitu pentingnya keberadaan ibu didalam keluarga, maka tak salah hari ibu juga diperingati secara internasional yaitu jatuh pada 13 Mei 2012.

“Karena sangat pentingnya peran seorang ibu, maka dalam hadits riwayat Abu Hurairah juga disebutkan saat seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW kepada siapa dia harus berbakti, maka Rasulullah menjawab “ibu” hingga tiga kali, lalu kepada seorang ayah. Ini menunjukkan peran ibu dalam mendidik anak tak tergantikan. Bahkan sangat benar bila dikatakan surga berada di bawah telapak kaki ibu,” ujar Direktur Biro Psikologi Persona, Irna Minauli saat ditemui dikediamanya Jalan Melinjo Baru No.3 Kompleks Johor Permai.

Namun, ujar ibu yang memiliki 4 orang anak ini, bukan berarti seorang ayah tidak memiliki peranan di dalam keluarga. “Memang ayah bukan yang melahirkan si buah hati. Tapi bagaimanapun juga peranan ayah dalam perkembangan anak sangat dibutuhkan. Selain memberi nafkah bagi keluarga, seorang ayah juga diharapkan menjadi teman dan guru yang baik untuk anak,” ucap Irna.

Menurutnya, setiap negara memiliki tanggal khusus untuk memperingati hari ibu. Saat ditanyakan siapa tokoh wanita internasional sekaligus sosok seorang ibu yang menginspirasi, “Helen Keller” ucap Irna cepat. Baginya, Helen Keller merupakan sosok wanita yang luar biasa yaitu pembela hak asasi orang cacat. Meski memiliki kekurangan (tuna rungu dan tuna netra), Hellen Keller berhasil menjadi sosok pejuang bagi semua orang terutama orang yang cacat. Dengan keterbatasan fisik, Hellen Keller mampu membuat sebuah “pergerakan” dalam hidupnya. Sebuah “pergerakan” yang akhirnya mampu memengaruhi lingkungan di sekitarnya,” terang Irna.

Di seluruh dunia banyak cara dilakukan menyambut hari ibu internasional, seperti memberikan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, hingga membebastugaskan para ibu dari beban pekerjaannya sehari-hari. Ini dilakukan sebagai tanda cinta seorang anak kepada ibunya. Sayangnya, tambah Irna, di Sumut sendiri perayaan ini tidak begitu meriah. “Di beberapa negara seperti di Jepang, mereka benar-benar menyambut hari ibu ini. Perayaan yang dilakukan si anak lebih cenderung menservis ibu. Tapi tidak begitu hal nya di Sumut khususnya di Medan. Apa mungkin cara mengungkapkannya yang berbeda kita juga tidak tau. Kadang tidak kita sadari, seorang anak yang berhasil, karena dia sangat mencintai orangtuanya khususnya ibu.

Dalam peringatan hari ibu internasional ini, Irna berharap agar anak lebih mencintai dan berbuat baik kepada orangtua khususnya ibu. Dikatakannya, inilah saatnya bagi anak untuk mengekspresikan rasa terima kasih kepada ibu. Sisihkan waktu hanya untuk ibu. Karena akan sangat sakit bila kita kehilangan sosok ibu. Begitupun, seorang ibu juga harus menyadari keberadaannya dalam keluarga.  ‘’Jangan sampai karena pekerjaan yang sangat sibuk, hingga mengabaikan anak-anaknya, karena hak anak untuk mendapat pendidikan dan kasih sayang dari orangtua. Lakukan evaluasi dalam keluarga. Bagi seorang anak, berikan yang terbaik pada ibu. Selamat hari ibu internasional,”ujarnya. (mag-11)

Irna Minauli,  Direktur Biro Psikologi Persona

Seorang ibu menduduki posisi yang sangat terhormat dan berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Dengan sifat yang lemah lembut, penuh cinta, ibu dapat mentransfer nilai-nilai yang baik bagi perkembangan anak. Begitu pentingnya keberadaan ibu didalam keluarga, maka tak salah hari ibu juga diperingati secara internasional yaitu jatuh pada 13 Mei 2012.

“Karena sangat pentingnya peran seorang ibu, maka dalam hadits riwayat Abu Hurairah juga disebutkan saat seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW kepada siapa dia harus berbakti, maka Rasulullah menjawab “ibu” hingga tiga kali, lalu kepada seorang ayah. Ini menunjukkan peran ibu dalam mendidik anak tak tergantikan. Bahkan sangat benar bila dikatakan surga berada di bawah telapak kaki ibu,” ujar Direktur Biro Psikologi Persona, Irna Minauli saat ditemui dikediamanya Jalan Melinjo Baru No.3 Kompleks Johor Permai.

Namun, ujar ibu yang memiliki 4 orang anak ini, bukan berarti seorang ayah tidak memiliki peranan di dalam keluarga. “Memang ayah bukan yang melahirkan si buah hati. Tapi bagaimanapun juga peranan ayah dalam perkembangan anak sangat dibutuhkan. Selain memberi nafkah bagi keluarga, seorang ayah juga diharapkan menjadi teman dan guru yang baik untuk anak,” ucap Irna.

Menurutnya, setiap negara memiliki tanggal khusus untuk memperingati hari ibu. Saat ditanyakan siapa tokoh wanita internasional sekaligus sosok seorang ibu yang menginspirasi, “Helen Keller” ucap Irna cepat. Baginya, Helen Keller merupakan sosok wanita yang luar biasa yaitu pembela hak asasi orang cacat. Meski memiliki kekurangan (tuna rungu dan tuna netra), Hellen Keller berhasil menjadi sosok pejuang bagi semua orang terutama orang yang cacat. Dengan keterbatasan fisik, Hellen Keller mampu membuat sebuah “pergerakan” dalam hidupnya. Sebuah “pergerakan” yang akhirnya mampu memengaruhi lingkungan di sekitarnya,” terang Irna.

Di seluruh dunia banyak cara dilakukan menyambut hari ibu internasional, seperti memberikan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, hingga membebastugaskan para ibu dari beban pekerjaannya sehari-hari. Ini dilakukan sebagai tanda cinta seorang anak kepada ibunya. Sayangnya, tambah Irna, di Sumut sendiri perayaan ini tidak begitu meriah. “Di beberapa negara seperti di Jepang, mereka benar-benar menyambut hari ibu ini. Perayaan yang dilakukan si anak lebih cenderung menservis ibu. Tapi tidak begitu hal nya di Sumut khususnya di Medan. Apa mungkin cara mengungkapkannya yang berbeda kita juga tidak tau. Kadang tidak kita sadari, seorang anak yang berhasil, karena dia sangat mencintai orangtuanya khususnya ibu.

Dalam peringatan hari ibu internasional ini, Irna berharap agar anak lebih mencintai dan berbuat baik kepada orangtua khususnya ibu. Dikatakannya, inilah saatnya bagi anak untuk mengekspresikan rasa terima kasih kepada ibu. Sisihkan waktu hanya untuk ibu. Karena akan sangat sakit bila kita kehilangan sosok ibu. Begitupun, seorang ibu juga harus menyadari keberadaannya dalam keluarga.  ‘’Jangan sampai karena pekerjaan yang sangat sibuk, hingga mengabaikan anak-anaknya, karena hak anak untuk mendapat pendidikan dan kasih sayang dari orangtua. Lakukan evaluasi dalam keluarga. Bagi seorang anak, berikan yang terbaik pada ibu. Selamat hari ibu internasional,”ujarnya. (mag-11)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/