Genjot PAD Lewat BUMD, AIJ Bidik OPD Sumut Gunakan Jasa Percetakan

MEDAN – PT Aneka Industri Jasa (AIJ) terus memacu kinerja usahanya dengan membidik seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar memanfaatkan jasa percetakan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mendorong bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama PT AIJ Swangro Lumbanbatu, mengatakan perusahaan kini mengintensifkan berbagai strategi untuk memperluas pasar, mulai dari menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah hingga sektor swasta agar kebutuhan percetakan mereka dikerjakan oleh AIJ.

“Kami melakukan pendekatan ke berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Tujuannya agar kebutuhan percetakan mereka bisa dikerjakan oleh AIJ. Selain itu, kami juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan kemampuan dan kualitas percetakan yang kami miliki,” ujar Swangro di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, persaingan di industri percetakan saat ini semakin kompetitif. Karena itu, AIJ memilih mengedepankan kualitas hasil cetak dan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan sebagai keunggulan utama.

“Soal daya saing tentu perusahaan lain juga memiliki keunggulan. Tetapi kami harus berusaha menjadi lebih baik. Yang paling utama adalah kualitas. Mulai dari kualitas potongan, kualitas warna, hingga ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan. Itu yang terus kami jaga agar mampu bersaing,” katanya.

Selain menjaga mutu, AIJ juga berupaya menawarkan harga yang kompetitif meski tetap memenuhi seluruh kewajiban perpajakan sebagai perusahaan resmi.

Swangro menegaskan, dari sisi fasilitas produksi, AIJ memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan perusahaan percetakan swasta. Mesin yang dimiliki mampu mencetak sekitar 20 ribu hingga 25 ribu lembar full color per jam, sehingga siap melayani kebutuhan percetakan dalam jumlah besar.

“Mesin kami siap. Dalam satu jam bisa mencetak sekitar 20 ribu sampai 25 ribu lembar full color. Artinya dari sisi kapasitas produksi kami sangat siap melayani kebutuhan percetakan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Ia menilai, minimnya pesanan yang diterima selama ini bukan disebabkan keterbatasan fasilitas, melainkan karena masih banyak pihak yang belum mengenal keberadaan maupun kualitas layanan percetakan AIJ.

“Kenapa belum banyak yang menggunakan jasa kami, mungkin karena belum mengenal AIJ atau belum mengetahui kualitas yang kami miliki. Padahal dari sisi mesin dan hasil cetakan kami sangat siap bersaing,” ujarnya.

Karena itu, AIJ berharap seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut dapat mengutamakan penggunaan jasa percetakan milik BUMD tersebut. Menurut Swangro, kolaborasi itu akan membuat belanja percetakan pemerintah tetap berputar di daerah, sehingga manfaat ekonominya kembali kepada Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja perusahaan dan kontribusi terhadap PAD.

“Kalau seluruh dinas atau OPD memanfaatkan percetakan AIJ, sebenarnya tidak perlu lagi mencetak ke luar. Kita bisa berkolaborasi. Selama ini kami terus berupaya meyakinkan OPD agar menggunakan jasa percetakan AIJ,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui belum semua OPD mengetahui layanan percetakan AIJ. Oleh sebab itu, perusahaan akan terus melakukan sosialisasi sekaligus membuktikan kualitas hasil produksinya.

“Belum seluruh OPD tahu bahwa AIJ memiliki percetakan dengan kualitas yang baik. Karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan. Tugas kami adalah membuktikan bahwa kualitas kami mampu bersaing, bahkan lebih baik,” tuturnya.

Swangro optimistis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, AIJ mampu memperkuat posisinya sebagai BUMD yang kompetitif di industri percetakan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara. (san/ila)

MEDAN – PT Aneka Industri Jasa (AIJ) terus memacu kinerja usahanya dengan membidik seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar memanfaatkan jasa percetakan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mendorong bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama PT AIJ Swangro Lumbanbatu, mengatakan perusahaan kini mengintensifkan berbagai strategi untuk memperluas pasar, mulai dari menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah hingga sektor swasta agar kebutuhan percetakan mereka dikerjakan oleh AIJ.

“Kami melakukan pendekatan ke berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Tujuannya agar kebutuhan percetakan mereka bisa dikerjakan oleh AIJ. Selain itu, kami juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan kemampuan dan kualitas percetakan yang kami miliki,” ujar Swangro di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, persaingan di industri percetakan saat ini semakin kompetitif. Karena itu, AIJ memilih mengedepankan kualitas hasil cetak dan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan sebagai keunggulan utama.

“Soal daya saing tentu perusahaan lain juga memiliki keunggulan. Tetapi kami harus berusaha menjadi lebih baik. Yang paling utama adalah kualitas. Mulai dari kualitas potongan, kualitas warna, hingga ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan. Itu yang terus kami jaga agar mampu bersaing,” katanya.

Selain menjaga mutu, AIJ juga berupaya menawarkan harga yang kompetitif meski tetap memenuhi seluruh kewajiban perpajakan sebagai perusahaan resmi.

Swangro menegaskan, dari sisi fasilitas produksi, AIJ memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan perusahaan percetakan swasta. Mesin yang dimiliki mampu mencetak sekitar 20 ribu hingga 25 ribu lembar full color per jam, sehingga siap melayani kebutuhan percetakan dalam jumlah besar.

“Mesin kami siap. Dalam satu jam bisa mencetak sekitar 20 ribu sampai 25 ribu lembar full color. Artinya dari sisi kapasitas produksi kami sangat siap melayani kebutuhan percetakan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Ia menilai, minimnya pesanan yang diterima selama ini bukan disebabkan keterbatasan fasilitas, melainkan karena masih banyak pihak yang belum mengenal keberadaan maupun kualitas layanan percetakan AIJ.

“Kenapa belum banyak yang menggunakan jasa kami, mungkin karena belum mengenal AIJ atau belum mengetahui kualitas yang kami miliki. Padahal dari sisi mesin dan hasil cetakan kami sangat siap bersaing,” ujarnya.

Karena itu, AIJ berharap seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut dapat mengutamakan penggunaan jasa percetakan milik BUMD tersebut. Menurut Swangro, kolaborasi itu akan membuat belanja percetakan pemerintah tetap berputar di daerah, sehingga manfaat ekonominya kembali kepada Sumatera Utara melalui peningkatan kinerja perusahaan dan kontribusi terhadap PAD.

“Kalau seluruh dinas atau OPD memanfaatkan percetakan AIJ, sebenarnya tidak perlu lagi mencetak ke luar. Kita bisa berkolaborasi. Selama ini kami terus berupaya meyakinkan OPD agar menggunakan jasa percetakan AIJ,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui belum semua OPD mengetahui layanan percetakan AIJ. Oleh sebab itu, perusahaan akan terus melakukan sosialisasi sekaligus membuktikan kualitas hasil produksinya.

“Belum seluruh OPD tahu bahwa AIJ memiliki percetakan dengan kualitas yang baik. Karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan. Tugas kami adalah membuktikan bahwa kualitas kami mampu bersaing, bahkan lebih baik,” tuturnya.

Swangro optimistis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, AIJ mampu memperkuat posisinya sebagai BUMD yang kompetitif di industri percetakan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru