Jelang Seabad, RSUD Dr Pirngadi Medan Tancap Gas Benahi Layanan dan Fasilitas

MEDAN – Menjelang usia satu abad pada 2028 mendatang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Kota Medan tancap gas melakukan pembenahan menyeluruh. Perbaikan dilakukan mulai dari fasilitas alat medis, infrastruktur bangunan, sumber daya manusia (SDM), hingga mutu pelayanan kepada pasien.

Komitmen tersebut ditegaskan manajemen bersama seluruh pegawai dalam apel peringatan HUT ke-98 RSUD Dr Pirngadi, Selasa (11/8/2026). Pembenahan dalam dua tahun ke depan sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi proses akreditasi rumah sakit.

Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, mengatakan momentum menuju usia 100 tahun harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

“Menuju usia 100 tahun RSUD Dr Pirngadi pada 2028 nanti, kita punya waktu dua tahun untuk berbenah. Mana yang kurang, langsung kita perbaiki. Kualitas SDM juga disesuaikan agar pelayanan semakin baik. Apalagi kita juga akan menghadapi akreditasi, dan ini merupakan tolak ukur utama kita,” ujar Mardohar saat memimpin apel komitmen bersama.

Ia mengakui, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem pelayanan dan ketersediaan alat medis. Kecepatan pelayanan menjadi salah satu evaluasi penting agar masyarakat yang berobat tidak harus menunggu terlalu lama.

“Kendala utama yang saat ini kami benahi adalah sistem pelayanan. Kami akui ada alat yang masih kurang dan pelayanan dirasa masih lambat. Belajar dari Belajar dari manajemen risiko tersebut, kami terus memotivasi staf,” katanya.

Untuk mendorong peningkatan kinerja dan kualitas SDM, manajemen juga memberikan apresiasi kepada pegawai yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Di antaranya melalui lomba dokter teladan, pegawai teladan, pendonor darah terbaik hingga petugas kebersihan terbaik.

Menurut Mardohar, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga pada kesiapan seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan ramah kepada pasien.

Saat ini, RSUD Dr Pirngadi diperkuat lebih dari 154 dokter yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis hingga dokter mitra. Dengan dukungan SDM tersebut, ia meminta seluruh jajaran semakin memprioritaskan kenyamanan dan kepuasan pasien.

“Kita harus terus mendekatkan diri ke pasien agar tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Evaluasi total kita mulai dari respons operasional, bagaimana kecepatan proses pendaftaran pasien, ketepatan pencatatan, follow-up pasien, hingga optimalisasi penggunaan alat medis,” tuturnya.

Mardohar menegaskan, pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUD Dr Pirngadi semakin siap menyongsong usia 100 tahun sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. (ila)

MEDAN – Menjelang usia satu abad pada 2028 mendatang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Kota Medan tancap gas melakukan pembenahan menyeluruh. Perbaikan dilakukan mulai dari fasilitas alat medis, infrastruktur bangunan, sumber daya manusia (SDM), hingga mutu pelayanan kepada pasien.

Komitmen tersebut ditegaskan manajemen bersama seluruh pegawai dalam apel peringatan HUT ke-98 RSUD Dr Pirngadi, Selasa (11/8/2026). Pembenahan dalam dua tahun ke depan sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi proses akreditasi rumah sakit.

Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, mengatakan momentum menuju usia 100 tahun harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

“Menuju usia 100 tahun RSUD Dr Pirngadi pada 2028 nanti, kita punya waktu dua tahun untuk berbenah. Mana yang kurang, langsung kita perbaiki. Kualitas SDM juga disesuaikan agar pelayanan semakin baik. Apalagi kita juga akan menghadapi akreditasi, dan ini merupakan tolak ukur utama kita,” ujar Mardohar saat memimpin apel komitmen bersama.

Ia mengakui, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem pelayanan dan ketersediaan alat medis. Kecepatan pelayanan menjadi salah satu evaluasi penting agar masyarakat yang berobat tidak harus menunggu terlalu lama.

“Kendala utama yang saat ini kami benahi adalah sistem pelayanan. Kami akui ada alat yang masih kurang dan pelayanan dirasa masih lambat. Belajar dari Belajar dari manajemen risiko tersebut, kami terus memotivasi staf,” katanya.

Untuk mendorong peningkatan kinerja dan kualitas SDM, manajemen juga memberikan apresiasi kepada pegawai yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Di antaranya melalui lomba dokter teladan, pegawai teladan, pendonor darah terbaik hingga petugas kebersihan terbaik.

Menurut Mardohar, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga pada kesiapan seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan ramah kepada pasien.

Saat ini, RSUD Dr Pirngadi diperkuat lebih dari 154 dokter yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis hingga dokter mitra. Dengan dukungan SDM tersebut, ia meminta seluruh jajaran semakin memprioritaskan kenyamanan dan kepuasan pasien.

“Kita harus terus mendekatkan diri ke pasien agar tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Evaluasi total kita mulai dari respons operasional, bagaimana kecepatan proses pendaftaran pasien, ketepatan pencatatan, follow-up pasien, hingga optimalisasi penggunaan alat medis,” tuturnya.

Mardohar menegaskan, pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUD Dr Pirngadi semakin siap menyongsong usia 100 tahun sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. (ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru